Top PDF PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI KEPALA

PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI KEPALA

PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI KEPALA

orang lain atau benda atas perlakuan atau kepentingan dari sesuatu tersebut. Persepsi berhubungan dengan perasaan seseorang, sehingga masing-masing individu pasti memiliki tanggapan atau persepsi yang berbeda terhadap individu atau benda tertentu. Persepsi adalah tanggapan atau penerimaan langsung tentang sesuatu. Dalam kamus besar bahasa Indoensia istilah persepsi diartikan sama dengan tanggapan. Oleh W.J.S Poerwadarminta, menjelaskan istilah persepsi diartikan “Sebagai suatu yang diserap, diterima dengan cara panca indra, seperti melihat, mendengar merasai ataupun sering diterjemahkan sebagai bayangan dalam angan-angan, pendapat, pemandangan, sebutan atau reaksi yang pada hakikatnya mengarah kepada apa yang ditanggapinya melalui panca indra terbayang dalam anga- angannya”. (W.J.S Poerwadarminta 1976:675). 2. Persepsi guru
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Akreditasi Sekolah dan Persepsi Guru mengenai Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa.

Pengaruh Akreditasi Sekolah dan Persepsi Guru mengenai Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa.

Berdasarkan hasil penelitian, besarnya pengaruh akreditasi sekolah terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 94% dengan koefisien korelasi sebesar 0,968, besarnya pengaruh persepsi guru mengenai supervisi kepala sekolah terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 47% dengan koefisien korelasi sebesar 0,467, selanjutnya besarnya pengaruh akreditasi sekolah dan persepsi guru mengenai supervisi kepala sekolah terhadap prestasi belajar mata pelajaran ekonomi sebesar 95%.

1 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN ETOS KERJA GURU DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU. STUDI EMPIRIS DI SEBELAS SMK TEKNOLOGI INDUSTRI PADA SUB RAYON 12 KOTA MEDAN.

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN ETOS KERJA GURU DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU. STUDI EMPIRIS DI SEBELAS SMK TEKNOLOGI INDUSTRI PADA SUB RAYON 12 KOTA MEDAN.

3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan etos kerja guru dengan kompetensi profesional guru SMK Kota Medan Program teknologi industri pada Sub Rayon 12 Kota Medan. Dari hasil analisis korelasi ganda diperoleh koefisien korelasi simultan (R) = 0,27. Nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat berada pada level rendah. Selain itu dapat diketahui pula informasi berapa koefisien determinasi adalah (0,27) x 100% = 27%. Nilai ini menunjukkan bahwa kontribusi semua variabel bebas terhadap variabel terikat hanya sebesar 27% sisanya sebesar 73% merupakan kontribusi dari faktor lain diluar penelitian ini. Sumbangan efektif yang diberikan persepsi guru tentang peleksanaan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi profesional guru sebesar 3% sedangkan sumbangan efektif yang diberikan etos kerja guruterhadap kompetensi profesional guru sebesar 6%. Dengan demikian hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel persepsi guru tentang pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan etos kerja guru dengan kompetensi profesional guru SMK Kota Medan Program teknologi industri pada Sub Rayon 12 Kota Medan dapat diterima dan teruji kebenarannya.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU   PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 02 MUNTILA

PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU PENGARUH PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, IKLIM KERJA, DAN PROFESIONALISME GURU TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 02 MUNTILA

Hasil penelitian menunjukkan (1) ada pengaruh yang signifikan persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, iklim kerja, dan profesionalisme guru terhadap Motivasi Kerja Guru di SMP Negeri Sub Rayon 02 Muntilan Kabupaten Magelang, ditunjukkan dengan diperoleh F hitung adalah 66,673

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU SMKN BISNIS MEDAN.

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TERHADAP SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN KINERJA GURU SMKN BISNIS MEDAN.

Mathis Robert (2002) mengatakan bahwa kinerja pada dasarnya merupakan apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh karyawan dan seberapa banyak memberikan kontribusi pada organisasi, antara lain: (1) kualitas input, (2) kualitas output, (3) jangka waktu output, (4) kehadiran di tempat kerja, dan (5) sikap kooperatif. Sedangkan Sahertian (1994), menyatakan kinerja guru yang baik, yaitu: (1) guru dapat melayani pembelajaran secara individual maupun kelompok, (2) mampu memilih dan menggunakan media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk belajar, (3) mampu merencanakan dan menyusun persiapan pembelajaran, (4) mengikutsertakan peserta didik dalam berbagai pengalaman belajar, dan (5) guru menempatkan diri sebagai pemimpin yang aktif bagi peserta didik.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP PEKERJAAN, SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG.

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI GURU TERHADAP PEKERJAAN, SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG.

penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman ataupun alat perasa. Gambaran di atas sejalan dengan pendapat Robbins (2007), “Persepsi dapat didefinisikan sebagai suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.” Pendapat lain dikemukakan oleh Said dan Junimar (2005), bahwa: “Persepsi adalah proses yang membeda-bedakan rangsang yang masuk untuk selanjutnya diberikan maknanya dengan bantuan beberapa faktor.” Informasi yang diterima individu mengenai objek, peristiwa, kegiatan atau ide, kemudian diorganisikan dan dinterprestasikan sehingga melahirkan pendapat atau pandangan. Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang dalam menginterprestasikan informasi yang diterimanya tentang objek, peristiwa, ide atau kegiatan tertentu, diantaranya pengalaman, motivasi, kecerdasan dan intensitas perhatian yang diberikan.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 2 MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG (Suatu tinjauan aspek persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, profesionalisme guru, dan iklim sekolah)

MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 2 MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG (Suatu tinjauan aspek persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, profesionalisme guru, dan iklim sekolah)

Penelitian ini juga mampu mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan Du- rosaro (2004, Management Functions, Prin- ciples And Leadership Styles In Kwara State Public Primary Schools) menyatakan isu mo- tivasi juga penting dalam manajemen perso- nalia yang efektif. Sekolah Dasar Publik di Kwara menyatakan bahwa manajer (kepala sekolah) harus sadar akan basis motivasi yang teoritis untuk memungkinkan mengidentifi - kasi tingkatan kebutuhan staff dan bagaimana cara memotivasi mereka untuk melaksanakan pekerjaan lebih baik. Isu perangsang adalah suatu kebutuhan utama bagi pemerintah un- tuk melanjut pekerjaan yang dilakukan dan meningkatkan upah dan kondisi-kondisi lain seperti jasa (layanan) kepada para guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 2 MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG (Suatu tinjauan aspek persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, profesionalisme guru, dan iklim sekolah)

MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI SUB RAYON 2 MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG (Suatu tinjauan aspek persepsi guru tentang supervisi kepala sekolah, profesionalisme guru, dan iklim sekolah)

Durosaro (2004) dalam penelitian Management Functions, Principles And Leadership Styles In Kwara State Public Pri- mary Schools menyatakan isu motivasi juga penting dalam manajemen personalia yang efektif. Sekolah Dasar Publik di Kwara me- nyatakan bahwa manajer (kepala sekolah) harus sadar akan basis motivasi yang teori- tis untuk memungkinkan mengidentiikasi tingkatan kebutuhan staff dan bagaimana cara memotivasi mereka untuk melaksanakan pekerjaan lebih baik. Isu perangsang adalah suatu kebutuhan utama bagi pemerintah un- tuk melanjut pekerjaan yang dilakukan dan meningkatkan upah dan kondisi-kondisi lain seperti jasa (layanan) kepada para guru.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU SMK SWASTA KECAMATAN BINJAI KOTA.

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU SMK SWASTA KECAMATAN BINJAI KOTA.

Dengan diterimanya hipotesis kedua yaitu, Iklim Organisasi berhubungan yang positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja maka upaya meningkatkan Kepuasan Kerja guru adalah salah satunya dengan meningkatkan suasana kerja yang kondusif dalam organisasi sekolah. Adanya Iklim Organisasi yang kondusif akan dapat mendorong kerjasama yang menyenangkan sehingga menjadi pendorong timbulnya keterbukaan atas kekurangan atau kelemahan yang dihadapi guru. Untuk meningkatkan Iklim Organisasi, maka kepala sekolah perlu meningkatkan penerapan indikator dari Iklim Organisasi, yaitu (a) struktur organisasi, (b) standar kinerja yang dinamis, (c) gaya manajemen yang mendukung guru, (d) rasa tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas, dan (e) keterlibatan guru dalam organisasi. Untuk itu, Kepala Sekolah harus mendukung dan berupaya menumbuhkan suasana kerja yang kondusif, rasa peduli, dan kebersamaan terhadap guru dengan cara melibatkan atau memberi kesempatan kepada para guru dalam pengambilan keputusan bersama-sama untuk kemajuan sekolah. Kepala Sekolah perlu duduk bersama dengan guru melakukan dialog sebelum merencanakan dan membuat suatu keputusan serta menciptakan komunikasi yang baik dengan para guru sebagai bawahannya. Kepala sekolah perlu memperhatikan keterlambatan guru dalam pengusulan kepangkatan sehingga para guru berupaya meningkatkan kariernya tepat waktu dan pada akhirnya akan meningkatkan Kepuasan Kerja.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SMK RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SMK RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang sasarannya adalah mencari dan menggambarkan tentang persepsi guru tentang supervisi pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, dan kinerja mengajar guru SMK RSBI Bidang Keahlian Teknik Elektro di DIY. Berdasarkan pada permasalahannya, yaitu menurut timbulnya variabel yang ada, maka penelitian ini adalah pendekatan non eksperimental atau expost facto karena tidak memberi perlakuan kepada variabel sehingga tidak menimbulkan gejala baru. Menurut metodenya adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivistik, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN, DAN  PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN, DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PENERAPAN PENILAIAN KELAS GURU-GURU SMP NEGERI DI KA

PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN, DAN PENGARUH PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH, PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN, DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP PENERAPAN PENILAIAN KELAS GURU-GURU SMP NEGERI DI KA

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan yang terjadi di lapangan yang menunjukkan para guru belum melaksanakan dengan baik penilaian kelas pada proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis pengaruh persepsi guru tentang supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah, penerapan strategi pembelajaran, dan budaya sekolah terhadap penerapan penilaian kelas.

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SMK RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU SMK RSBI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif yang sasarannya adalah mencari dan menggambarkan tentang persepsi guru tentang supervisi pembelajaran yang dilakukan kepala sekolah, motivasi berprestasi guru, dan kinerja mengajar guru SMK RSBI Bidang Keahlian Teknik Elektro di DIY. Berdasarkan pada permasalahannya, yaitu menurut timbulnya variabel yang ada, maka penelitian ini adalah pendekatan non eksperimental atau expost facto karena tidak memberi perlakuan kepada variabel sehingga tidak menimbulkan gejala baru. Menurut metodenya adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivistik, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.
Baca lebih lanjut

114 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH SERTA MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA GURU SUB RAYON 26 DI KECAMATAN AEK KUASAN KABUPATEN ASAHAN.

PENGARUH PERSEPSI KEPEMIMPINAN DAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA MADRASAH SERTA MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA GURU SUB RAYON 26 DI KECAMATAN AEK KUASAN KABUPATEN ASAHAN.

Berdasarkan tujuan pendidikan nasional ini sangat jelas peranan guru sangat esensial dan vital. Sebagai salah satu komponen dalam proses belajar mengajar (PBM), guru memiliki posisi yang sangat menentukan keberhasilan pembelajaran dalam merancang, mengelola, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Guru memiliki kedudukan sebagai figur sentral dalam meningkatkan proses belajar mengajar. Di tangan para guru terletak kemungkinan berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan belajar mengajar di sekolah, serta di tangan mereka pula bergantungnya masa depan karir peserta didik yang menjadi tumpuan para orang tua. Maka diharapkan melalui proses ini peserta didik mempunyai sejumlah kepandaian dan kecakapan tentang sesuatu yang dapat membentuk kematangan pribadinya.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI SUPERVISI KLINIS KEPALA SEKOLAH.

Supervisi pada hakikatnya dilakukan oleh kepala sekolah yang berperan sebagai supervisor kepada guru agar dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih baik. Mengingat beratnya tugas seorang guru dan menjadikan guru sebagai seorang yang profesional dalam bidangnya, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan profesionalisme dalam bidang pekerjaannya. Untuk itu, sudah menjadi suatu keharusan bahwa kepala sekolah haruslah melakukan supervisi klinis kepada guru. Supervisi klinis ialah suatu proses pembimbingan dalam pendidikan yang bertujuan membantu pengembangan profesional guru khususnya dalam penampilan mengajar. Dalam melakukan supervisi klinis, kepala sekolah terlebih dahulu mengetahui konsep supervisi klinis dan menerapkan dengan sebaik-baiknya. Terdapat sejumlah langkah supervisi klinis untuk meningkatkan profesionalisme guru dan terdapat sejumlah indikator profesionalisme mengajar guru. Keberhasilan supervisiklinis ditandai dengan terpenuhinya indikator-indikator tersebut.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMP NEGERI KABUPATEN MAJALENGKA.

KONTRIBUSI PERSEPSI GURU TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI GURU TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SMP NEGERI KABUPATEN MAJALENGKA.

Sulistyo - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dalam rangka peringatan Hari Guru Internasional, Minggu, 5 Oktober 2008, mengatakan bahwa kemampuan guru mempersiapkan pembelajaran di kelas masih lemah, guru kurang memiliki gambaran apa yang harus dilakukannya di kelas. Menurutnya, penting untuk menumbuhkan kesadaran internal guru sendiri tentang perbaikan dan perubahan kinerja, guru perlu mengetahui persis kewajiban dan penguasaan kompetensi secara maksimal. Oleh karena itu menurutnya, persoalan peningkatan mutu guru tidak dapat ditawar-tawar lagi, sudah mutlak harus dilakukan, tanpa peningkatan mutu guru, upaya peningkatan kualitas pendidikan dan kucuran anggaran besar-besaran sia- sia belaka. Sulistiyo mengemukakan semua ini didasarkan pada disertasi hasil penelitiannya dengan menyebar kuesioner, observasi dalam kelas, wawancara mendalam, serta tes psikologi mengenai kemampuan metakognisi guru dalam mempersiapkan pembelajaran, yakni bagaimana guru merancang, memikirkan, dan mengelola bahan ajar. (Mutu Guru Sudah Mutlak Pemerintah Harus Bantu Memperluas Wawasan Guru.http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/06/ 01035533/mutu.guru.sudah.mutlak).
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PENGARUH PERSEPSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI SMP DI KOTA SALA TIGA TAHUN 2017 - Test Repository

PENGARUH PERSEPSI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAI SMP DI KOTA SALA TIGA TAHUN 2017 - Test Repository

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif jenis pendekatan one shot method (metode “menembak” atau pengumpulan data satu kali terhadap satu kasus) dan eks post facto. Penelitian expost facto disebut sebagai penelitian sesudah kejadian. Oleh karena itu, penelitian ini dapat dilakukan ketika suatu peristiwa yang di dalamnya terdapat komponen variabel bebas dan variabel terikat telah terjadi.Metode ex post factomerupakan penelitian empiris sistematis tanpa melakukan perlakuan-perlakuan maupun manipulasi terhadap variabel penelitian tetapi hanya mengumpulkan fakta- fakta berdasarkan pengukuran terhadap gejala yang terjadi pada diri responden sebelumnya 42 . Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mendeskripsikan persepsi guru pendidikan agama Islam SMP tentang kepemimpinan transformasional kepala sekolah, supervisi akademik oleh Kepala Sekolah, dan kompetensi pedagogik guru.
Baca lebih lanjut

142 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMP MUHAMMADIYAH DI KOTA MEDAN.

HUBUNGAN PERSEPSI TENTANG SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DAN DISIPLIN KERJA DENGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMP MUHAMMADIYAH DI KOTA MEDAN.

Observasi awal yang penulis lakukan terhadap 20 guru dari 15 SMP Muhammadiyah di Kota Medan ditemukan bahwa guru kurang memiliki kompetensi dalam mengajar, disiplin guru yang masih rendah, motivasi kerja rendah, masih banyak guru yang mengajar menggunakan cara tradisional dan belum sepenuhnya mengacu pada tuntutan kurikulum. Belum semua guru mampu menyiapkan RPP pada saat mengajar sehingga tujuan pembelajaran yang akan dicapai kurang jelas sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Dan hal tersebut diperkuat dengan data dari Dinas Pendidikan Kota Medan tentang nilai ujian nasional siswa SMP Muhammadiyah di Kota Medan pada dua tahun terakhir memiliki rata- rata yang rendah, dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut:
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Format LAPORAN  SUPERVISI dan PEMANTAUAN

Format LAPORAN SUPERVISI dan PEMANTAUAN

Untuk itu kepala sekolah sekurang-kurangnya harus menguasai empat bidang materi, yakni: (1) pengembangan kurikulum, (2) strategi/pendekatan/metode/teknik pembelajaran, (3) media dan teknologi informasi-komunikasi dalam pembelajaran, serta (4) penelitian tindakan, baik tindakan kelas maupun tindakan sekolah. Tanpa menguasai empat bidang materi tersebut tidak mungkin kepala sekolah bisa menilai dan membina guru dalam aspek-aspek pembelajaran.

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...