Top PDF PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 2009 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

a. Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan; dan

7 Baca lebih lajut

PP 6 Tahun 2002 Ttg PPh Bunga & Diskonto Obligasi.

PP 6 Tahun 2002 Ttg PPh Bunga & Diskonto Obligasi.

bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas pengenaan Pajak Penghasilan atas bunga dan diskonto obligasi yang diperdagangkan dan/atau dilaporkan perdagangannya di bursa efek dan untuk lebih mendorong berkembangnya aktivitas pasar modal di Indonesia, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Bunga dan Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan dan/atau Dilaporkan Perdagangannya di Bursa Efek sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 139 Tahun 2000 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Obligasi yang Diperdagangkan di Bursa Efek;
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 1989 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DEPOSITO BERJANGKA, SERTIFIKAT DEPOSITO DAN TABUNGAN

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 1989 TENTANG PAJAK PENGHASILAN ATAS BUNGA DEPOSITO BERJANGKA, SERTIFIKAT DEPOSITO DAN TABUNGAN

Berdasarkan Perat uran Pemerint ah t ersebut bunga deposit o berj angka, sert if ikat deposit o dan at au t abungan yang dit erima at au diperoleh Gerakan Pramuka Indonesia (PRAMUKA) dan Palang Merah Indonesia (PMI) dan t abungan dalam rangka pemilikan rumah sederhana unt uk dihuni sendiri yang melebihi bat as yang dit et apkan oleh Ment eri Keuangan t ermasuk yang dikenakan Paj ak Penghasilan sebesar 15% (lima belas persen) bersif at f inal. Ket ent uan t ersebut dipandang t idak menunj ang kegiat an PRAMUKA dan PMI sert a pengembangan dan peningkat an mut u hunian bagi lapisan masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Atas Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi: http:www.kemendagri.go.idproduk-hukum20090604peraturan- pemerintah-nomor-40-tahun-2009

Atas Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Jasa Konstruksi: http:www.kemendagri.go.idproduk-hukum20090604peraturan- pemerintah-nomor-40-tahun-2009

Tabel 4.1 menjelaskan selama tahun 2016 CV. PKM telah mengikuti dan menyelesaikan berbagai jenis pekerjaan, baik sifatnya berupa pekerjaan konstruksi maupun jasa lain yang ruang lingkupnya di bidang jasa konstruksi. Pekerjaan yang telah CV. PKM selesaikan, sebagian besar pekerjaan/proyek berasal dari pemerintah daerah selebihnya pihak swasta dan semua wajib pajak badan usaha. Dengan nilai kontrak yang telah disepakati oleh pemilik proyek dengan pelaksana , nilai rata-rata pekerjaan yang diambil berkisar Rp 0 s/d Rp 270.500.000 dan tidak ada pekerjaan yang melebihi batas nilai 1 pekerjaan maksimum Rp. 1.750.000.000 (Satu milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah) artinya sudah sesuai untuk jasa pelaksana konstruksi kualifikasi K2 (Kecil 2).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI OBLIGASI YANG DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK

Berdasarkan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000, atas penghasilan tertentu termasuk penghasilan dari transaksi sekuritas di bursa efek pengenaan pajaknya diatur dengan Peraturan Pemerintah. Ketentuan yang berlaku selama ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1996 hanya mencakup pengenaan Pajak Penghasilan yang bersifat final atas bunga dan diskonto obligasi yang diperdagangkan di bursa efek melalui pemotongan pajak oleh pihak penerbit obligasi (emiten) serta bank, dana pensiun dan reksadana dan tidak melibatkan penyelenggara bursa. Ketentuan tersebut dipandang kurang efektif dan menimbulkan hambatan terhadap transaksi perdagangan obligasi di bursa efek. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengenaan Pajak Penghasilan atas penghasilan dari obligasi yang diperdagangkan di bursa efek serta untuk mendorong berkembangnya aktivitas pasar modal di Indonesia, dipandang perlu untuk mengatur kembali pengenaan Pajak Penghasilan atas penghasilan dari obligasi yang diperdagangkan di bursa efek.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 1985 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG PAJAK PENGHASILAN 1984

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 1985 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG PAJAK PENGHASILAN 1984

(1) Bunga obligasi dan dividen dari sekuritas yang diperdagangkan di Pasar Modal yang diterima atau diperoleh oleh Subyek Pajak dalam negeri perseorangan, yang jumlahnya tidak melampaui suatu batas jumlah tertentu tidak dikenakan pemotongan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1991.

0 Baca lebih lajut

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48 TAHUN 1994 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48 TAHUN 1994 TENTANG PEMBAYARAN PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN DARI PENGALIHAN HAK ATAS TANAH DAN ATAU BANGUNAN

Atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak badan tersemasuk koperasi yang usaha pokoknya melalukan transakasi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan, pengenaan Pajak Penghasilannya berdasarkan ketentuan umum Pasal 16 ayat (1) dan Pasal 17 Undang- undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994. Dengan demikian, kewajiban pembayaran Pajak Penghasilan dalam tahun berjalan dihitung dan dilaksanakan sendiri berdasarkan ketentuan Pasal 25.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA ATAU DISKONTO OBLIGASI YANG DIJUAL DI BURSA EFEK

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA ATAU DISKONTO OBLIGASI YANG DIJUAL DI BURSA EFEK

c. bahwa dalam upaya memupuk dana pembangunan dari masyarakat dan meningkatkan kepatuhan Wajib Pajak dalam memenuhi kewajiban Pajak Penghasilan atas penghasilan tersebut serta sesuai dengan ketentuan Pasal 4 ayat (2) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1994, dipandang perlu mengatur tentang pembayaran Pajak Penghasilan atas penghasilan berupa bunga atau diskonto obligasi yang dijual di bursa efek dengan Paraturan Pemerintah;
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN BERUPA BUNGA OBLIGASI

Menimbang : a. bahwa dengan dilakukan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, perlu dilakukan penyesuaian terhadap ketentuan Pajak Penghasilan atas penghasilan berupa bunga obligasi; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

0 Baca lebih lajut

Index of /ProdukHukum/Sekneg PP No 5 th 2003

Index of /ProdukHukum/Sekneg PP No 5 th 2003

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan : a. Pekerja adalah tenaga kerja yang bekerja di dalam hubungan kerja pada pengusaha dengan menerima upah. b. Upah adalah hak pekerja yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha kepada pekerja atas suatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan dilakukan, ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja dan keluarganya.

5 Baca lebih lajut

PP5th2003 penjelasan

PP5th2003 penjelasan

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2001 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan yang Diterima oleh Pekerja sampai dengan Sebesar Upah Minimum Propinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4148) dinyatakan tidak berlaku.

4 Baca lebih lajut

Bahan Ajar PERPAJAKAN PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PASUNDAN BANDUNG 2015

Bahan Ajar PERPAJAKAN PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI DAN MANAJEMEN SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PASUNDAN BANDUNG 2015

Pajak yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau diperoleh oleh Wajib Pajak dalam negeri serta badan usaha tetap dengan nama dan bentuk apapun yang berasal dari modal penyerahan jasa meliputi deviden, bunga, royalti, hadiah dan penghargaan penghasilan sehubungan dengan penggunaan harta dan imbalan jasa tertentu

84 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 (Tarif 1% bagi UMKM) Terhadap Penerimaan Pajak di kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai

Pengaruh Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 (Tarif 1% bagi UMKM) Terhadap Penerimaan Pajak di kantor Pelayanan Pajak Pratama Binjai

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan Republik Indonesia, Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 Tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis penghitungan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi pegawai tetap (studi kasus di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Inti KKPA Sei Garo)

Analisis penghitungan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi pegawai tetap (studi kasus di PT. Perkebunan Nusantara V Kebun Inti KKPA Sei Garo)

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu penopang pendapatan nasional yaitu berasal dari penerimaan pajak yang menyumbang sekitar 70% dari seluruh penerimaan negara (Muhammad Iqbal:2015). Pajak memiliki peran yang sangat vital dalam sebuah negara, tanpa pajak kehidupan negara tidak bisa berjalan dengan baik. Pajak merupakan ujung tombak pembangunan sebuah negara. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.
Baca lebih lanjut

193 Baca lebih lajut

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PEKERJA SAMPAI DENGAN SEBESAR UPAH MINIMUM PROPINSI ATAU UPAH MINIMUM KABUPATEN KOTA

PAJAK PENGHASILAN ATAS PENGHASILAN YANG DITERIMA OLEH PEKERJA SAMPAI DENGAN SEBESAR UPAH MINIMUM PROPINSI ATAU UPAH MINIMUM KABUPATEN KOTA

Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, Gubernur berwenang menetapkan besarnya Upah Minimum Propinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota untuk setiap tahun;

5 Baca lebih lajut

Analisis penghitungan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi pegawai tetap (studi kasus di PT. Perkebunan Nusantara-V Kebun Inti/KKPA Sei Garo).

Analisis penghitungan Pajak Penghasilan pasal 21 bagi pegawai tetap (studi kasus di PT. Perkebunan Nusantara-V Kebun Inti/KKPA Sei Garo).

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa salah satu penopang pendapatan nasional yaitu berasal dari penerimaan pajak yang menyumbang sekitar 70% dari seluruh penerimaan negara (Muhammad Iqbal:2015). Pajak memiliki peran yang sangat vital dalam sebuah negara, tanpa pajak kehidupan negara tidak bisa berjalan dengan baik. Pajak merupakan ujung tombak pembangunan sebuah negara. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta Wajib Pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional.
Baca lebih lanjut

195 Baca lebih lajut

ProdukHukum Perdagangan pp72.

ProdukHukum Perdagangan pp72.

Kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak pekerja yang memperoleh penghasilan dalam sebulan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak, namun masih di bawah atau sebesar Upah Minimum Propinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota. Hal ini berakibat dikenakannya Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan tersebut, sehingga dapat mengurangi maksud peningkatan kesejahteraan pekerja yang bersangkutan.

4 Baca lebih lajut

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pajak

7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pajak

2. Untuk memperoleh penghasilan neto setahun, penghasilann neto sebulan dikalikan 12, dalam hal seseorang tetap dengan kewajiban pajak subjektifnya sebagai wajib pajak subjektifnya. Sebagai wajib pajak dalam negeri sudah ada sejak awal tahun, tetapi mulai bekerja setelah bulan Januari atau berhenti dalam tahun berjalan, maka penghasilan neto setahun dihitung dengan mengalikan penghasilan neto sebulan dengan banyaknya bulan sejak pegawai bersangkutan mulai bekerja sampai dengan bulan Desember.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...