Top PDF Pidana Mati Bagi Koruptor

Pidana Mati Bagi Koruptor

Pidana Mati Bagi Koruptor

Tujuan dialkukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengenaan hukum menimbulkan efek jera kepada koruptor dan apakah pidana mati menimbulkan efek jera pada koruptor. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dapat disimpulkan, bahwa: 1. Hukuman bagi pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana yang terdapat dalam Undang-undang Antikorupsi yang diterapkan saat ini di Indonesia di anggap masih terlalu ringan. Hal ini dikarenakan semakin maraknya tindak pidana korupsi yang ditemui dewasa ini. Lemahnya pengawasan dari pemerintah dan aparat- aparat yang terkait menyebabkan para pelaku tindak pidana korupsi dengan leluasa melancarkan aksinya. 2. Pemberantasan korupsi yang tidak dilaksanakan dengan tuntas dan tegas menyebabkan munculnya kasus-kasus korupsi lainnya. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang rendah, membuat orang tergiur untuk memperkaya diri secara instan dengan jalan korupsi tanpa perlu bekerja keras.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Pidana Mati Terhadap Pelaku Ti

Penerapan Pidana Mati Terhadap Pelaku Ti

Pasal 2 ayat (2) UU Pemberantasan Tipikor yang mengatur tentang dapat dipidana matinya seorang koruptor, secara faktual tidak pernah diterapkan karena syarat keadaan tertentu tidak terpenuhi oleh koruptor. Hal ini mengindikasikan bahwa terlepas dari pengulangan tindak pidana, penjatuhan pidana mati terhadap koruptor, hanya dapat dilakukan jika negara berada dalam keadaan “luar biasa.” Dari aspek Hak Asasi Manusia (HAM), Mahkamah Konstitusi melalui putusan MK No. 3/PUU-V/2007 pada intinya menyatakan bahwa hukuman mati terhadap kejahatan yang serius merupakan bentuk pembatasan hak asasi manusia. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa tentang Hukuman Mati Dalam Tindak Pidana Tertentu menegaskan bahwa Islam mengakui eksistensi hukuman mati, dan negara boleh melaksanakan hukuman mati kepada pelaku kejahatan pidana tertentu, yaitu tindak pidana korupsi. MUI tidak menerangkan juga bahwa dalam hukum Djinayah (hukum syariah) terdakwa yang diancam pidana mati dapat membayar diyat (uang santunan) dan memperoleh ampunan dari keluarga korban, tidak dipidana mati. 36
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

ANALISIS URGENSI PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI

ANALISIS URGENSI PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI

Kesimpulan PERC tersebut bukan dianggap aneh, melainkan hal yang biasa, karena Indonesia memiliki kultur yang aneh. Pejabat negara dan para koruptor tidak ada yang jera. Bahkan, orang yang belum memiliki kesempatan untuk korupsi pun bercita-cita -bila suatu saat ada peluang- akan melakukan hal itu. Budaya seperti itu yang menjadikan penangkapan banyak pejabat, politisi, dan pihak swasta oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menimbulkan efek jera. Filosofi yang berkembang di kalangan koruptor adalah ditangkap KPK atau penegak hukum yang lain hanya karena sial. Fenomena tersebut sama dengan fenomena tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Banyak kenistaan dan penderitaan yang dialami para tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Namun, minat untuk menjadi TKW tidak berkurang, tapi malah bertambah.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

EKSISTENSI ANCAMAN PIDANA MATI TERHADAP

EKSISTENSI ANCAMAN PIDANA MATI TERHADAP

Dalam banyak perkara tindak pidana korupsi yang muncul ke public yang diduga merugikan keuangan Negara yang banyak, hakikatnya merupakan tindak pidanaa korupsi yang disebabkan oleh motif ekonomi sehingga penggunaan analisis ekonomi atas hukum tepat pada konteks ini. Undang- undang No. 31 Tahun 1999 jo Undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pemberantasan tindak pidana korupsi salah satu tujuannya adalah untuk menjerat pelaku korupsi kelas kakap yang disebabkan oleh motif ekonomi atau karena rakus. Tidak mengherankan jika dewasa ini muncul istilah banalisme, suatu ungkapan yang menyiratkan titik terendah moralitas koruptor. Kalau seseorang melakukan tindak pidana korupsi karena hendak memenuhi kebutuhan bertahan hidup ( corruption by need ), ia masih memiliki alasan yang dimaklumi untuk itu, akan tetapi jika seorang kaya dan memiliki jabatan penting dipemerintahan melakukan tindak pidana korupsi dan kebetulan tertangkap, maka pendapat yang muncul adalah karena yang bersangkutan apes atau kurang beruntung. Hal demikian menunjukkan bahwa moralitas orang tersebut berada pada titik terendah, karena yang dipentingkan hanyalah aspek ekonomi semata.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Urgensi Pidana Mati Terhadap Pelaku Korupsi

Urgensi Pidana Mati Terhadap Pelaku Korupsi

efektif untuk mengembalikan kerugian negara yang telah dicuri oleh koruptor. Pemerintah Cina bersikap tegas terhadap para koruptor. Maling duit negara di Negeri Tirai Bambu itu dihukum berat, mulai dipenjara seumur hidup hingga dihukum mati. Pemerintah Cina bersungguh-sungguh berupaya memberantas korupsi di negaranya. Salah satu korban terakhir Partai Komunis Cina itu adalah Zhang Kuntong dijatuhi hukuman seumur hidup oleh pengadilan Cina pada Selasa. Korupsi di Cina, menurut koresponden BBC News di Beijing, Duncan Hewitt, begitu merajalela dari tingkatan atas sampai ke bawah. Bahkan, sebuah statistik resmi pemerintah Cina mengungkapkan, kerugian negara akibat korupsi mencapai AS$16 miliar (sekitar Rp. 120 triliun) sampai tahun 1999. Ini belum termasuk kasus korupsi pada skandal penyelundupan senilai AS$10 miliar yang melibatkan pejabat-pejabat teras Propinsi Fujian di Tenggara Cina. Sekarang, praktik korupsi yang merajalela di Cina menjadi sasaran incaran kampanye pemerintah Cina dalam dua tahun terakhir ini. Surat kabar resmi Cina, China Daily, mengungkapkan bahwa gerakan pemberantasan korupsi yang dilakukan Cina telah berhasil mengembalikan dana publik sebesar 400 juta yuan atau senilai Rp440 miliar lebih ke kas negara. 91
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

PANDANGAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PIDANA MATI

PANDANGAN AGAMA KRISTEN TERHADAP PIDANA MATI

Menurut Hukum Inggris, para petugas hukuman percobaan adalah para pekerja sosial yang mempunyai spesialis uuntuk bekerja sama dengan pengadilan. Mereka menangani masalah-masalah kriminal dan domestik. Sally miller telah mendaji petugas hukuman percobaan selama tujuh tahun terakhir. Pelayanan hukuman percobaan ini Kristen yang disebut misonaris Polisi Pengadilan, pada awal abad ke-20. Mereka membawa para pelanggra hukum muda ke rumah dan masyarakat mereka, serta mencoba merehabilitasu mereka. Sistem peradilan pidana mereka, mengambil tanggung jawab untuk menghukum kejahatan dari tangan para korban. Namun akhir-akhir ini, banyak kritikan disampaikan ibu korban, dan pelanggaran-pealanggaran melawan pribadi-pelangran dengan kekerasan, pelanggaran seks, pembunuhan-dihukum dengan keras agar orang itu dipenjara terus sehingga tidak dapat melakukan kejahatan
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PIDANA MATI DI INDONESIA DALAM LINGKUP M

PIDANA MATI DI INDONESIA DALAM LINGKUP M

Nomor 5 Tahun 1998 tentu saja menjadi tolak ukur masyarakat internasional dalam menyikapi pidana mati di Indonesia. Ratifikasi terhadap konvensi ini telah memperlihatkan bahwa Indonesia juga ikut serta dalam dalam mengakui dan menentang penghukuman yang kejam (dalam hal ini pidana mati dianggap kejam dan tidak manusiawi) sehingga pidana mati sangat bertentangan dengan ketentuan Konvensi ini. Begitu juga Konvensi Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik yang telah diratifikasi oleh Indonesia yang pada dasarnya mengakui hak-hak setiap orang untuk hidup sekalipun itu adalah pelaku kejahatan yang tidak bisa dimaafkan perbuatannya. Disebutkan pula bahwa dalam hukum internasional terdapat asas civitas maxima, apanila dikaitkan dengan teori hubungan antara hukum internasional dan hukum nasional maka merek adalah satu kesatuan sistem dengan menempatkan hukum internasioanal diaas hukum nasional. 10
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Ancaman Pidana Mati terhadap Pencurian dengan Kekerasan

Ancaman Pidana Mati terhadap Pencurian dengan Kekerasan

berkepanjangan dan telah menimbulkan pro dan kontra baik di kalangan akademisi maupun praktisi dan politisi. Ada yang menerima, ada yang menolak, tapi ada juga yang bersikap netral. Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana memang masih mengancam perbuatan kejahatan pencurian kekerasan dengan pidana mati. Hal ini dapat dimengerti, karena sebagaimana diketahui Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang sekarang berlaku di Indonesia adalah warisan pemerintah kolonial Belanda yang sampai sekarang masih berlaku berdasarkan ketentuan Pasal II Aturan Peralihan Undang-undang Dasar 1945. Padahal di negeri Belanda sendiri dari mana Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia (Wetboek van Strafrecht voor Indonesie tahun 1918) berasal, pidana mati sudah dihapuskan. Juga di banyak negara pidana mati sudah tidak diberlakukan lagi karena alasan kemanusiaan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Eksekusi Pidana Mati Penderita Skizofren

Eksekusi Pidana Mati Penderita Skizofren

Dari ICCPR tersebut, kita juga dapat melihat bahwa yang tidak dapat dijatuhi hukuman mati, selain orang yang belum berusia 18 tahun, adalah wanita yang sedang hamil. Parlu diketahui bahwa jauh sebelum Indonesia meratifikasi ICCPR, mengenai pidana mati terhadap wanita hamil ini, Indonesia sudah mengatur hal tersebut dalam Pasal 7 Undang-undang Nomor 2/PNPS/1964 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pidana Mati Yang Dijatuhkan Oleh Pengadilan Di Lingkungan Peradilan Umum dan Militer, dimana disebutkan bahwa pidana mati tidak dapat dilaksanakan kepada wanita yang sedang hamil. Pidana mati dapat dilaksanakan setelah 40 (empat puluh) hari wanita tersebut melahirkan. Dari 2 ketentuan ini kita dapat melihat adanya perbedaan dimana menurut ICCPR, wanita hamil tidak dapat dijathi hukuman mati, sedangkan menurut UU 2/PNPS/1964, wanita hamil dapat dijatuhi hukuman mati, hanya saja tidak dapat dilaksanakan pada saat wanita tersebut hamil, melainkan harus menunggu 40 (empat puluh) hari setelah melahirkan. Dengan mengacu kepada tujuan ketentuan ini, yang menurut penulis bertujuan untuk tidak ikut serta menghilangkan nyawa janin yang sedang dikandung oleh si ibu, maka penulis berpandangan wanita hamil dapat dijatuhi hukuman mati, hanya saja tidak boleh langusng dieksekusi ketika hamil karena akan turut menghilangkan nyawa janin yang dikadungnya, dan pelaksanaannya harus menunggu setelah 40 hari ia melahirkan bayinya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENERAPAN HUKUMAN PIDANA MATI PERSPEKTIF

PENERAPAN HUKUMAN PIDANA MATI PERSPEKTIF

Hukuman mati, akhir-akhir ini kembali menjadi suatu wacana yang menarik untuk dibicarakan secara serius dengan memperhatikan berbagai efek yang akan muncul. Adanya hukuman semacam itu menimbulkan pro-kontra di masyarakat, dengan berbagai alasannya. Dalam konteks Indonesia, Pujiono menyatakan bahwa pandangan terhadap pidana mati secara kasar dapat dibagi dalam dua kelompok pandangan, yaitu pandangan yang pro (setuju) dan kontra (tidak setuju) terhadap pelaksanaan pidana mati, keduanya mempunyai pijakan argumentasi yang sama yaitu bersumber pada Pancasila khususnya sila kedua (Pujiono, 2007: 1). Pandangan yang setuju menyatakan bahwa adanya hukuman mati, justru memuliakan arti kemanusiaan. Sedangkan yang tidak setuju terhadap pidana mati justru berpendapat dengan adanya pidana mati berarti telah menginjak-injak arti kehidupan manusia dan tidak berprikemanusiaan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TINJAUAN SYARI‘AH TERHADAP HUKUM PIDANA MATI

TINJAUAN SYARI‘AH TERHADAP HUKUM PIDANA MATI

Abstrak: Hukum pidana mati secara konsepsional dan operasional masih terjadi polemik dan selalu menjadi perbincangan di tengah- tengah masyarakat. Kalangan yang kontra menganggap, hukuman mati tidak manusiawi dan bukan merupakan hukuman yang akan memperbaiki tingkah laku seseorang. Bagi kalangan yang pro, alasan- alasan itu tidak diterima. Menurut mereka, ketidakmanusiawian itu tidak dapat dilihat dari sudut kepentingan seseorang yang terkena hukuman. Kepentingan si korban, para anggota keluarga, dan masyarakat dapat dijadikan acuan dan pegangan sebagai pertimbangan. Kajian ini membahas tentang tinjauan syari„ah terhadap hukum pidana mati dalam perspektif keadilan dan kemanusian. Menurut syari„ah, hukum pidana Islam adalah hukum yang setimpal; orang yang membunuh, dia harus dibunuh kecuali jika pihak keluarga terbunuh memberikan pengampunan atau meminta ganti rugi. Selain itu, hukuman itu dapat dilihat dari segi kemaslahatan secara totalitas, bukan kemaslahatan secara parsial. Oleh karena itu, hukum pidana mati pada hakikatnya untuk menjaga hak hidup orang lain demi keadilan dan melesatrikan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam pemeriksaan dan pemutusan perkara, hukum pidana mati diterapkan secara fleksibel, transparan, dan manusiawi. Dalam hal ini, hakim melibatkan pihak keluarga korban dengan menanyakan pada pihak keluarga korban tentang kerelaannya untuk memberikan maaf kepada terdakwa. Kata Kunci: Syari„ah, Hukum Pidana Mati, Keadilan, dan Kemanusiaan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

PEMISKINAN KORUPTOR SEBAGAI SALAH SATU HUKUMAN ALTERNATIF DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

PEMISKINAN KORUPTOR SEBAGAI SALAH SATU HUKUMAN ALTERNATIF DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI.

ini semakin meluas ketika Kamis, 1 Maret 2012 lalu hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis enam tahun penjara bagi Gayus Tambunan, denda Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan menyita harta Gayus, termasuk rumah mewah terpidana di Kelapa Gading Jakarta Utara. Gayus terbukti melakukan korupsi dan pencucian uang saat berstatus sebagai pegawai pajak. Vonis tersebut adalah vonis keempat yang diterima Gayus. Sebelumnya, Gayus juga divonis untuk tiga perkara lain, yakni pemalsuan paspor, penggelapan pajak, dan penyuapan dengan total hukuman selama 22 tahun. Kasus Gayus tersebut bisa dijadikan momentum awal untuk melakukan pemiskinan koruptor.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN HUKUM PIDANA ISLAM Roni Efendi

PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA DAN HUKUM PIDANA ISLAM Roni Efendi

Dari kajian perbandingan ini penulis menganalisis bahwa keberadaan Qhisash yang ada di Arab Saudi lebih memberikan kepastian dan kemanfaatan hukum, yaitu penerapan qhisash terbukti memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi penganut sistem hukum Islam. Di mana adanya keseimbangan antara Hak Allah dan hak manusia, di mana qhisash akan gugur jika pelaku telah dimaafkan oleh korban (untuk jarimah selain jiwa) dan keluarga untuk tindak pidana atas jiwa. Artinya adalah Allah lebih mendahulukan hak manusia, jika tidak mendapatkan pemaafan maka terpidana baru akan di qhisash. Hal ini adalah bukti konkrit bahwa hukum pidana Islam adalah hukum yang sangat humanisme, sehingga di dalam qhisash sungguh terdapat kehidupan bagi mereka yang memikirkannya karena detrance effect.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Suatu Analisis Perkembangan Konsep Pidana Mati Di Indonesia

Suatu Analisis Perkembangan Konsep Pidana Mati Di Indonesia

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang masih berlaku mengenai jenis- jenis hukuman diatur dalam Pasal 10, salah satu hukuman ini adalah hukuman mati. Hukuman ini merampas salah satu kepentingan hukum yaitu nyawa manusia. Hukuman mati merupakan hukuman yang paling berat. Hukuman ini masih berlaku di Indonesia meskipun Belanda yang merupakan asal dari hukum Indonesia telah menghapuskan pidana mati sejak tahun 1870. Dalam penerapan pidana mati ini baik di Indonesia maupun negara-negara di dunia masih banyak pendapat yang pro dan kontra. Pada tahun 2003 ini Kejaksaan Agung selaku pihak eksekutor mengumumkan enam terpidana mati yang permohonan grasinya ditolak oleh presiden, salah satunya adalah Ayodya warga negara India yang terlibat dalam penyeludupan Heroin seberat 12,29 kg di Bandara Polonia Medan. Saat sekarang Ayodya menunggu waktu untuk dilaksanakan eksekusi mati. Selang waktu yang panjang antara putusan yang dijatuhkan dengan eksekusi mati bagi terpidana mati menimbulkan beban yang berat jiwanya terguncang stress karena menunggu tanpa kepastian.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MASALAH PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA

MASALAH PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA

Dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati, sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai, sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan m e n j a d i p e d o m a n d i d a l a m pelaksanaannya, dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak adalagi unsur politik y a n g d a p a t m e m e n g a r u h i d a l a m penegakan hukum dan keadilan dimaksud.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

MASALAH PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA

MASALAH PIDANA MATI DALAM PERSPEKTIF PEMBAHARUAN HUKUM PIDANA DI INDONESIA

Dalam rangka menghindari kesalahan vonis mati terhadap terpidana mati, sedapat mungkin aparat hukum yang menangani kasus tersebut adalah aparat yang mempunyai pengetahuan luas dan sangat memadai, sehingga Sumber Daya manusia yang disiapkan dalam rangka penegakan hukum dan keadilan adalah sejalan dengan tujuan hukum yang akan m e n j a d i p e d o m a n d i d a l a m pelaksanaannya, dengan kata lain khusus dalam penerapan vonis mati terhadap pidana mati tidak adalagi unsur politik yang dapat memengaruhi dalam penegakan hukum dan keadilan dimaksud.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects