Top PDF CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA (Analisis Perbandingan Citra Partai DEMOKRAT, PDI-P dan GOLKAR berdasarkan Isi Blog selama masa kampanye PILPRES tanggal 29 Mei 2009 sampai 4 Juli 2009).

CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA  CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA (Analisis Perbandingan Citra Partai DEMOKRAT, PDI-P dan GOLKAR berdasarkan Isi Blog selama masa kampanye PILPRES tanggal 29 Mei 2009 sampai 4 Juli 2009).

CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA CITRA PARTAI POLITIK DI INDONESIA (Analisis Perbandingan Citra Partai DEMOKRAT, PDI-P dan GOLKAR berdasarkan Isi Blog selama masa kampanye PILPRES tanggal 29 Mei 2009 sampai 4 Juli 2009).

Berdasarkan hasil penelitian analisis isi blog yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa bagian yang paling penting dari sebuah blog adalah isi dari blog tersebut. Meskipun demikian, semua unit analisis dari komponen blog yang terdiri dari Deskripsi blog (Judul posting, Penulis posting, dan Tujuan posting) memberikan pengaruh terhadap pembentukan citra partai politik meskipun cenderung bersifat netral. Demikian juga Isi blog terutama kecenderungan isi blog memberikan pengaruh yang cukup besar dalam proses pembentukan citra partai politik. Hal ini dikarenakan melalui blog, masyarakat bebas menyampaikan pendapat/penilaian/kesan terhadap sebuah partai politik. Dan semua kesan tertulis tersebut dapat dikatakan sebagai awal pembentukan citra partai politik. Sehingga dapat diketahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap masing- masing partai politik, baik itu positif, netral maupun negatif.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Penurunan Popularitas Partai Politik Isl

Penurunan Popularitas Partai Politik Isl

Berdasarkan analisa singkat di atas, partai politik Islam nampaknya masih harus membenahi berbagai hal untuk bisa memperoleh dukungan suara. Ketika ideologi Islam digantikan dengan liberal dan pluralis, maka partai politik Islam akan kehilangan identitasnya. Hal ini akan berdampak pada biasnya tujuan yang akan dicapai oleh partai politik Islam tersebut. Jika melihat pada kontestasi pemilu tahun 2014 mendatang, politik dan demokrasi Indonesia seolah menjadi “lahan bisnis” yang digunakan untuk mencari keuntungan. Bahkan partai politik Islam juga bersedia untuk menggeser Islam dengan liberalisme dan pluralisme sebagai ideologi baru mereka. Untuk meningkatkan elektabilitas partai politik Islam, tidak hanya diperlukan perubahan ideologi yang mengikuti perkembangan situasi politik serta zaman. Melainkan, terdapat beberapa hal yang masih perlu untuk dilakukan oleh partai politik Islam. Priamarizki mengajukan tiga hal yang perlu dilakukan oleh partai politik Islam untuk memperbaiki kredibilitasnya, yaitu 1) menyelsaikan masalah mismanajemen, 2) menyelesaikan friksi internal, dan 3) memberantas korupsi. 22 Ketiga hal tersebut diperlukan bukan hanya untuk memperbaiki citra partai politik Islam, terutama partai yang tersangkut kasus korupsi, melainkan juga untuk membenahi internal partai sehingga konsolidasi partai dapat terbentuk dengan baik.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

CITRA PARTAI POLITIK DALAM FRAMING MEDIA

CITRA PARTAI POLITIK DALAM FRAMING MEDIA

Abstrak. Era keterbukan berpolitik pasca runtuhnya Orde baru, secara tidak langsung berdampak pada proses demokrasi di Indonesia. Munculnya partai- partai baru, entah dengan basis dukungan massa yang jelas atas hanya sekedar euphoria demokrasi, menjadikan tantangan tersendiri bagi keberadaan partai- partai “sesepuh”. Tidak hanya itu, partai-partai baru pun juga dihadapkan pada upaya untuk mengenalkan keberadaannya kepada rakyat. Manajemen public relations partai pun harus difungsikan dengan maksimal dan bukan hanya sekedar simbol stuktural. Pengelolaan PR yang baik, tentunya akan menghasilkan elektabilitas yang tinggi. Dalam hal ini, peran pers begitu penting akan masa depan partai dan oleh karenanya seorang praktisi PR pun juga dituntut untuk mengetahui bagaimana memaknai teks yang muncul dalam sebuah berita. Framing yang dilakukan oleh media massa atas sebuah perstiwa akan berdampak pada citra partai dihadapan public. Baik atau buruknya citra partai ditentukan oleh bagaimana framing media kepadanya, dan framing media tersebut dipengaruhi oleh bagaimana hubungan yang terjadi antara partai politik dengan media.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Dilema Partai Politik di Indonesia Pasca

Dilema Partai Politik di Indonesia Pasca

Jalan menuju ke kursi dewan tidaklah mudah. Membutuhkan kerja keras dan tidak sedikit harus mengeluarkan uang. Beberapa Negara berfaham demokrasi, para anggota dewan dipilih melalui suatu mekanisme khusus, meminjam istilah Amason (dalam Firmanzah, 2011: 52) yaitu konflik fungsional. Konflik fungsional diartikan sebagai konflik yang memberikan ruang dinamika dan tukar menukar ide dan gagasan. Konflik fungsional ini dilegalkan oleh undang- undang, karena dalam bahasa kaum awam dikenal sebagai Pemilihan Umum (Pemilu). Palagan politik untuk mencapai kekuasaan sangat berat. Tidak jarang saling sikut antar lawan terjadi. Jika ingin menerima pendapatnya Machiaveli bahwa tidak ada lawan dan teman abadi dalam politik, hanya ada keabadiaan kepentingan. Maka tak jarang pula orang memberikan cap bahwa politik itu sangat kejam.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Partai Politik di Indonesia Pasca Reform

Partai Politik di Indonesia Pasca Reform

Partai politik memang sebagai alat perjuangan untuk mengoranisir rakyat dengan tujuan merebut kekuasaan. Tetapi kekuasaan itu seharusnya didasarkan pada suatu ideologi, suatu impian yang membuat kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Ideologi dalam partai politik tidak hanya sekedar pengikat lahir dan batin antara para anggotanya, tetapi merupakan rohnya suatu partai poitik untuk mencapai suatu tujuan besar, bukan tujuan pribadi atau golongan yang sesaat (istilah sekarang pragmatis). Tidak adanya ideologi partai-partai politik sekarang ditunjukkan juga oleh adanya segelintir dari kaum intelektual yang dengan mudahnya berpindah-pindahnya partai (dikenal dengann bajing loncat), yang tidak pernah terjadi pada masa lalu. Atau jika tidak puas dengan partainya mereka dengan mudahnya juga keluar dan mendirikan partai baru. Anggota- anggota partai politik seperti ini, tidak bisa diandalakan untuk memperjuangkan kepentingan orang banyak, karena motivasinya hanya sekedar kepentingan pribadi/kelompok.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Eksistensi Partai Politik di Indonesia s

Eksistensi Partai Politik di Indonesia s

masing. Kepentingan berdasarkan kelompok atau golongannya, karena partai politik dianggap sebagai alat yang tepat untuk mendapatkan kekuasaan di suatu negara dan menggerakan kebijakan yang dianggap penting oleh kelompok-kelompok kepentingan. Kelompok-kelompok kepentingan disini lebih kepada kelompok kepentingan kaum-kaum elite yang berlandaskan kapitalis, tak di pungkiri bahkan dalam dunia perpolitikan pun kapitalis tetap ada. Dalam perjalananya, partai politik dalam melakukan kegiatan partai dan mengikuti pemilu pastinya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Maka dari itu, peran para kaum elite yang bermain disini. Dimana mereka tentunya memiliki dana untuk mengikuti perpolitikan yang ada di Indonesia, tentunya dengan harapan mereka memiliki kekuasaan dan mendapatkan hasil kembali atau feedback dari dana yang telah mereka keluarkan. Lalu bagaimana dengan eksistensi partai politik yang sesunguhnya jika memang partai politik terkini telah berganti fungsi menjadi suatu alat pemenuhan hasrat kekuasaan kaum elite semata? Dan digunakan agar dapat menjalankan kebijakan yang sesuai dengan kepentingan dan keinginan kaumnya? Tentunya juga dengan mndapatkan feedback sebanyak- banyaknya. Dan bagaimana dengan kaum bawah atau bukan dari kalangan kaum elite? Bagaimana dengan eksistensi mereka dalam partai politik?
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kekuatan Politik Indonesia Partai Politi

Kekuatan Politik Indonesia Partai Politi

Dalam masa Orde Baru partai politik diberi kesempatan untuk bergerak lebih lelyuasa. Akan tetapai, sesudah diadakan pemilihan umum tahun 1971 dimana Golkar menjadi pemenang dengan disusul oleh tiga partai lainya yaitu Nu, Permusi, dan PNI. Lalu pada tahun 1973 kembali terjadi penyederhanaan partai. Partai-partai Islam yaitu NU, Permusi, Partai Serikat Indonesia, dan Pertri dijadikan menjadi satu partaiyaitu PPP (Partai Persatuan Pembangunan). Lalu lima partai yaitu PNI, Partai Kristen Indonesia, Partai Katolik, Partai Murba, dan IPKI bergabung menjadi Partai Demokrasi Pembangunan. Dengan demikinan pada tahun Pemilu 1977 akan diikutasertakan dua partai politik dan Golkar. 5
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Partai Politik dalam Kabinet Indonesia B

Partai Politik dalam Kabinet Indonesia B

Eskalasi problematika rasuah ini tentunya memprihatinkan, sebab menunjukkan bahwa permasalahan yang menjangkiti kabinet pemerintahan Indonesia Bersatu II tidak dapat divonis sebagai sesuatu yang sistemis sepenuhnya. Peran para aktor politik yang mengemban kekuasaan tentunya jauh lebih krusial dalam praktik-praktik penyelewengan seperti ini. Dengan meratanya pelaku korupsi dari hampir seluruh partai politik yang saat ini tergabung dalam kabinet Indonesia Bersatu II, esensi yang dapat dipahami adalah bahwa permasalahan ini semakin mengkhawatirkan karena menunjukkan adanya cacat karakter di tengah-tengah percaturan politik nasional. Cacat yang berakar pada krisis integritas dalam karakter para pemangku kekuasaan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

abstrak skripsi pola rekrutmen politik revisi

abstrak skripsi pola rekrutmen politik revisi

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola yang digunakan partai politik besar di Indonesia dalam merekrut anggota, personel jabatan internal partai, dan seleksi kader partai untuk mengisi jabatan publik, serta menganalisis implikasi pola rekrutmen yang digunakan tersebut terhadap kelembagaan partai politik dan perpolitikan nasional.

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Strategi Marketing Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Sragen Untuk Meningkatkan Citra Partai Tahun 2012.

PENDAHULUAN Strategi Marketing Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Sragen Untuk Meningkatkan Citra Partai Tahun 2012.

Marketing politik adalah seperangkat metode yang dapat memfasilitasi kontestan (individu atau partai politik) dalam memasarkan inisiatif politik, gagasan politik, isu politik, ideologi politik, karakteristik pemimipim partai dan program kerja partai kepada masyarakat, (Firmanzah,2007:147). Marketing yang diterapkan dalam wilayah politik, mampu dimanfaatkan dalam proses peningkatan kredibilitas dalam menyampaikan pemahaman dan kampanye politik dari internal partai kepada masyarakat. Selain itu, marketing mampu memberikan suatu konstribusi ide mengenai bagaimana pelaksanaan ketika membuat rancangan program kerja berupa strategi kampanye politik yang didasarkan pada permasalahan umum yang sedang dihadapi oleh kebanyakan masyarakat. Dasar marketing yang digunakan merupakan cara kerja penyatuan berbagai pihak dalam satu partai untuk merumuskan persepsi yang menjadi landasan ide, gagasan dan program kerja yang nantinya mampu membangun kekuatan internal partai.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PERAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK (Analisis Komparatif Strategi Komunikasi Politik Partai  Peran Perempuan Dalam Partai Politik (Analisis Komparatif Strategi Komunikasi Politik Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dan Partai Keadilan Sejahtera (

PERAN PEREMPUAN DALAM PARTAI POLITIK (Analisis Komparatif Strategi Komunikasi Politik Partai Peran Perempuan Dalam Partai Politik (Analisis Komparatif Strategi Komunikasi Politik Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Dan Partai Keadilan Sejahtera (

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana strategi komunikasi politik partai politik dalam rekrutmen perempuan. Untuk mengetahui peran perempuan dalam partai politik dengan membandingkan (komparatif) kedua partai yaitu, PDI Perjuangan dan PKS Kota Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling untuk menentukan subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, arsip, dan observasi langsung. Setelah dilakukan analisis diperoleh kesimpulan: 1) strategi komunikasi politik. Komunikasi internal dalam PDI Perjuangan dan PKS Kota Surakarta dengan melakukan rapat inti pengurus sebagai bentuk komunikasi ke atas. Penyebaran informasi kebijakan-kebijakan partai hingga ke tingkat paling rendah dalam tatanan struktur kepartaian melalui koordinator di tiap-tiap wilayah sebagai bentuk komunikasi ke bawah. 2)Strategi Komunikasi politik eksternal partai politik dengan masyarakat menggunakan program-program yang dikeluarkan oleh partai. PDI Perjuangan melalui program Pemeliharan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) dan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS). Sedangkan PKS membentuk enam program unggulan partai, yaitu Pos Wanita Keadilan (PWK), Sejahtera Study Club (bimbingan belajar gratis), Cluster Business (kelompok bisnis), Pembinaan Remaja Masjid, Senam Nusantara dan komunitas hobi. 3) Dalam proses rekrutmen calon legeslatif PDI Perjuangan melakukan penelitian yang berupa penilaian, survei dan riset kelayakan bagi tiap-tiap calon yang diajukan oleh masyarakat. Calon legeslatif terpilih melalui pertimbangan dari pengabdian anggota kepada partai. Sedangkan PKS menggunakan pemilihan umum internal kader disetiap daerah pemilihan untuk menentukan calon legelatif. Hal ini diyakini bahwa setiap kader pada daerah pemilihan telah mengetahui dengan baik kinerja kader lainnya yang berada dalam satu wilayah.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Ada beberapa penelitian yang relevan untuk dijadikan rujukan dalam penelitian ini. Pertama, penelitian Pelaksanaan Verifikasi Partai Politik Peserta Pemilu Tingkat Provinsi Di Sumatera Barat Dalam Pemilihan Umum Periode 2009-2014 oleh Riendy Rudagi. Penulis menjelaskan bagaimana proses verifikasi partai politik oleh komisi pemilihan umum provinsi Sumatera Barat tahun 2009 dan apa saja kendala yang dihadapi KPU Sumatera Barat dalam proses verifikasi. Penulis menggunakan metode yuridis sosiologis yaitu, pembahasan yang dititikberatkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku serta melihat bagaimana pelaksanaannya dilapangan kemudia dianalisis secara kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif. Dari hasil penelitian, penulis berkesimpulan bahawa keberadaan dan kepengurusan sebuah partai politik di Provinsi Sumatera Barat belum menjalankan secara baik dan benar fungsi dari partai politik tersebut, dengan keberadaan kantor dan kepengurusan yang tidak benar atau tidak lolos verifikasi bagaimana tujuan sebuah partai politik itu mewakili kepentingan politik anggota, masyarakat, bangsa dan negara. 15
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

AKTIVITAS POLITIK DAN INTERNET DI INDONE

AKTIVITAS POLITIK DAN INTERNET DI INDONE

Penelitian ini dibatasi hanya pada aktivitas politik di internet oleh 12 partai politik yang mengikuti pemilihan umum legislatif Indonesia 2014. Yaitu, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golongan Karya (Partai Golkar), Partai Gerakan Indonesia Raya (Partai Gerindra), Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hati Nurani Rakyat (Partai Hanura), Partai Bulan Bintang (PBB). Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). 12 partai tersebut merupakan partai besar di Indonesia sehingga bisa dijadikan perwakilan dari partai-partai politik lainnya.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan karuniaNya yang diberikan bagi penulis sehingga dapat menyelesaiakan penulisan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul Partai Politik: Studi Deskriptif Pendirian Partai Solidaritas Indonesia. Tulisan skripsi ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam jenjang perkuliahan Strata 1 pada Departemen Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.

9 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

The results of this study indicate that the strategic steps conducted by the Indonesian Solidarity Party in order to become a political party that successfully escaped the verification of the ministry of law and human rights. These measures cover a slim structural formation from the central, provincial, district / city to sub- district levels. The strategy of exploiting technological developments such as information technology and internet bring a big influence to democracy commonly known as electronic democracy made Partai Solidaritas Indonesia as a means of delivering information and socializing ideas struggle from Partai Solidaritas Indonesia which aims to create a differential advantage compared with other political parties.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai politik bukanlah seperti kebutuhan pokok, parati politik baru menjadi kebutuhan jika partai politik itu berhasil menawarkan perubahan, kebahagiaan atau gagasan tentang masa depan yang lebih baik. Tanpa itu, partai politik hanya akan menjadi sekumpulan elit yang tidak terhubung sama sekali dengan rakyat banyak. Untuk itulah Partai Solidaritas Indonesia hadir. Menyemai kembali hubungan tak terpisahkan antara partai politik dengan rakyat, juga membangun sebuah partai moderen yang sejalan dengan kebutuhan zaman, serta tentu saja bukan hanya hadir sebagai partai baru, tetapi juga menghadirkan karakter dan cara berpolitik yang baru. Sebuah kutipan dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie 20
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Nanda Harda. 2015. Anak Muda dan Partai Politik (Studi mengenai latar belakang dan strategi anak muda untuk bertahan serta membangun karir politik di dalam partai PDI-P dan PKB pada Pemilu Legislatif 2014). Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada

4 Baca lebih lajut

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Partai Politik: Studi Deskriptif Proses Pendirian Partai Solidaritas Indonesia

Jawab: tidak mudah karena memang politik itu sudah terlanjur dianggap sebagai sesuatu hal yang kotor, yang buruk. Jadi mustahil lah bagi kebanyakan orang bahwa politik itu bisa memberikan kebajikan. Trilogi itu turunan dari DNA PSI tentang keberagaman dan kebajikan. Kebajikan itu kita tafsirkan sebagai anti korupsi, keragaman itu kita tafsirkan sebagai anti intoleransi. Itu masalah terbesar di negri ini. Intoleransi dinegri ini terjadi dimana-mana. Tantangannya itu ya. Kita banyak berkomunikasi di media sosial untuk menunjukkan apa yang kita pikirkan dan untuk kita perjuangkan bersama-sama Tantangannya memang banyak tapi untungnya dengan komunikasi yang baik semua jalan dengan baik, kendala-kendala teratasi.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Abstrak Skripsi POLA REKRUTMEN POLITIK

Abstrak Skripsi POLA REKRUTMEN POLITIK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola yang digunakan partai politik besar di Indonesia dalam merekrut anggota, personel jabatan internal partai, dan seleksi kader partai untuk mengisi jabatan publik, serta menganalisis implikasi pola rekrutmen yang digunakan tersebut terhadap kelembagaan partai politik dan perpolitikan nasional.

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...