Top PDF POLITIK PERTANIANAGRARIA DI INDONESIA) Dari Masa ke Masa

POLITIK PERTANIANAGRARIA DI INDONESIA) Dari Masa ke Masa

POLITIK PERTANIANAGRARIA DI INDONESIA) Dari Masa ke Masa

(1) Seperti kita ketahui, masa awal kemerdekaan selama lima tahun itu dikenal sebagai periode “revolusi fisik”, yaitu masa -masa perang dan damai silih berganti. Dengan demikian pikiran utama memang dicurahkan pada penyelamatan negara lebih dulu. Sekalipun demikian, dan walaupun sebelumnya hampir tak ada tokoh yang mengangkat isyu pertanian dan agraria (seperti diuraikan di atas), namun toh begitu kemerdekaan diproklamasikan, sejumlah pemikir sudah langsung mengembangkan gagasan mengenai arah “politik pertanian” kita.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

politik islam di indonesia masa kemerdekaan

politik islam di indonesia masa kemerdekaan

Dalam pembahasan mengenai dasar negara Indonesia merdeka terdapat dua golongan yang saling bertentangan yakni golongan Islam dan nasionalis Sekuler. Salah satu kepentingan umat Islam ketika itu adalah menjadikan Islam sebagai dasar negara. Tuntutan ini menimbulkan reaksi dari kelompok nasionalis sekuler, sosialis, dan nasrani yang pada masa itu merupakan mayoritas dalam BPUPKI. Kelompok tersebut mengajukan pancasila sebagai dasar Negara, untuk mengatasi permasalahan ini dibentuklah “Panitia Sembilan”. Panitia ini terdiri atas lima orang dari golongan nasionalis sekuler dan empat orang dari golongan Islam. Berdasarkan keputusan dari “Panitia Sembilan” pada tanggal 22 Juni 1945 dicapai kesepakatan menambah tujuh kata dalam sila pertama pancasila menjadi “ Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Konsep ini kemudian disebut Piagam Jakarta. Piagam ini adalah sebuah kompromi politis ideologis antara golongan yang beraspirasi Islam dan kelompok nasionalis yang sebagian besar juga beragama Islam, akan tetapi menolak ide negara berdasarkan Islam.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

Satu peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie adalah diadakannya Referendum bagi rakyat Timor-Timur untuk menyelesaikan permasalahan Timor-Timur yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Harus diakui bahwa integrasi Timor-Timur (Tim-Tim) ke wilayah RI tahun 1975 yang dikukuhkan oleh TAP MPR No.VI/M7PR/1978, atas kemauan sebagian warga Timor-Timur tidak pemah mendapat pengakuan internasional. Meskipun sebenarnya Indonesia tidak pernah mengklaim dan berambisi menguasai wilayah Tim-Tim. Banyak pengorbanan yang telah diberikan bangsa Indonesia, baik nyawa maupun harta benda, untuk menciptakan perdamaian dan pembangunan di Tim-Tim, yang secara historis memang sering bergejolak antara yang pro integrasi dengan yang kontra. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat bahkan melebihi dari apa yang diberikan kepada provinsi-provinsi lain untuk mengejar
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Aku dan Indonesia di masa depan

Aku dan Indonesia di masa depan

saya belajar untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, bertanggung jawab, integritas, dan konsistensi serta komitmen. Pengembangan atas jiwa dan karakter tersebut selanjutnya saya kombinasikan dengan kecerdasan yang saya miliki maka akan menjadi suatu kekuatan bagi saya untuk menjadi pribadi yang unggul. Menjadi pribadi yang unggul adalah harapan besar bagi saya. Bukan saja karena akan memudahkan saya di masa depan tetapi lebih dari itu agar saya dapat berkontribusi dan memberikan sumbangsih serta pengabdian bagi Indonesia masa depan yang lebih baik.

3 Baca lebih lajut

Politik Luar Negeri Indonesia Masa Orde (1)

Politik Luar Negeri Indonesia Masa Orde (1)

Diawali dari dikeluarkannya Surat Perintah Satu Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966 dan dilanjutkan dengan Tap MPRS No. XXXIII/1967 yang di mana MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Soekarno, maka pada Tanggal 12 Maret 1967 Jenderal Soeharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia. Peristiwa ini pun menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru (Pudjiastuti, 2008). Terjadi berbagai macam perubahan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Orde Baru dipimpin oleh Presiden Soeharto dengan lama jabatan 32 tahun. Masa kepemimpinan yang panjang membuat dinamika perpolitikan dan ekonomi di Indonesia menuju pada suatu bagan tertentu, tidak hanya di dalam politik dalam negeri namun juga merambah ke politik luar negeri Indonesia. Pada era kepemimpinan Soeharto, politik luar negeri Indonesia dibagi menjadi dua periode, yaitu periode sebelum Pemilu 1982 dan periode setelah Pemilu 1982. Pemilu sebelum 1982 merupakan periode dimana pemerintah tergantung pada para elit politik dan ekonomi negara, termasuk bergantung pada kekuatan militer dalam membuat keputusan-keputusan politik luar negeri. Sedangkan Pemilu setelah 1982 adalah periode dimana pemerintahan Soeharto mulai memanfaatkan kekuatan agama Islam sebagai kekuatan baru politiknya. Kebijakan-kebijakan yang diambil oleh Soeharto tentu juga berbeda dengan Soekarno dikarenakan beberapa faktor seperti adanya perbedaan latar belakang, yaitu sifat Soeharto yang lebih kental akan adat Jawa dan juga latar belakang militer Soeharto. Maka, politik luar negeri Indonesia pun memiliki tujuan baru di tangan Presiden Soeharto.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA

POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA

Dalam sejarah Politik Luar Negri Indonesia, Politik Luar Negri dibedakan menjadi 6 masa atau periode, yang setiap masanya ditandai dengan adanya presiden atau pemerintahan yang berganti atau berbeda. Periode pertama adalah Periode Presiden pertama Indonesia yaitu Ir. Soekarno, Periode kedua adalah Soeharto, Periode ketiga B.J Habibie, Periode keempat Abdurahman Wahid, diteruskan dengan periode Megawati Soekarnoputri dan yang terakir adalah Periode Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Setiap periode memiliki fokus kebijakan atau politik luar negri sendiri, walaupun sering tetap digunakan, dalam pelaksanaan pencapaian fokus tersebut setiap presiden memiliki cara dan karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan fokus dan cara mencapai fokus tersebut dipengaruhi oleh berbagai aspek, yaitu isue global yang terjadi saat itu; kasakteristik internal suatu negara, termasuk pembuat keputusan atau Foreign Policy Maker dan siapa yang berpengaruh dalam pemerintahan saat itu; kemudia psikology pemimpin, bagaimanakah karakteristik seorang pemimpin, ideologi dan kepercayaan yang dimilikinya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Terorisme di Indonesia dari Masa ke Masa

Terorisme di Indonesia dari Masa ke Masa

Periode ini pemberontakan yang bersumber pada ideologi masih terasa tetapi tidak mendapat tempat karena negara cukup kuat menghadapi pemberontakan-pemberontakan itu, seiring dengan menguatnya Pancasila sebagai dasar negara karena didukung sistem ketatanegaraan yang lebih menempatkan stabilitas keamanan dan politik. Sentimen kedaerahan dan kecemburuan terhadap daerah lain terjadi sehingga menjadi benih-benih terjadinya gerakan untuk memisahkan diri dari negara kesatuan. Teror yang terjadi pada masa ini berupa gangguan-gangguan keamanan dan teritorial sehingga menuntut penguatan pada aspek keamanan dilakukan melalui penerapan Dwi Fungsi ABRI. Istilah terorisme lebih menunjuk pada gerakan pengacau keamanan bersenjata. Obsesi untuk menciptakan terutama stabilitas keamanan dan stabilitas di berbagai bidang terjadi pada masa Orde Baru sebagai reaksi dari kondisi sebelum Orde Baru di mana Indonesia tercatat sebagai negara yang tidak stabil di dunia. Stabilitas keamanan dan sosial politik dapat mendorong terwujudnya pembangunan di bidang ekonomi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Politik Dan Ekonomi Indonesia pada Masa

Politik Dan Ekonomi Indonesia pada Masa

Sipadan yang memiliki luas 10,4 hektar dan Pulau Ligitan yang memiliki luas 7,9 hektar merupakan pukulan bagi diplomasi luar negeri Indonesia setelah terlepasnya Timor Timur. Kasus ini jjuga menunjaukan lemahnya diploomasi luar negeri Indonesia saat berhadapan dengan negara lain terutama dalam sengketa perbatasan dengan negara-negara pedoman dalam penelitian, pengembangan, perencanaan dan pengawasan saat undang-undang terseebut dierlakukan. Terkait dengan itu, pemerintah mengeluarkan UU no. 12 tahun 20013 mengenai pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD. Penerbitan undang-undang ini diikuti dengan dikeluarkannya UU no. 22 tahun 2003 tentang susunan kedudukan MPR, DPR, DPD, dan DPRD serta UU no. 23 tahun 2003 mengenai pemilihan presiden dan wakil presiden. Untuk melengkapi berbagai perangkat hukum mengenai otonomi daerah yang sudah ada, pemerintah Presiden Megawati di tahun terakhir masa pemerintahannya mengeluarkan UU no. 32 tahun 2004 megenai pemerintahan daerah yang memuat antara lain kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, konsep otonomi dan asas-asas penyelenggara pemerintahan.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Pilkada Jawa Timur dan Politik Indonesia Masa Depan.

Pilkada Jawa Timur dan Politik Indonesia Masa Depan.

memperlihatkan para kandidat mengumbar janji, sekali lagi ini boleh dikatakan wajar dari sisi politik (meski dari sisi sosial mengecewakan). Empat pasangan kandidat dalam kompetisi pilkada Jawa Timur, sederhananya boleh dibagi dua, yakni nasionalis demokrat dan nasionalis agama. Kelompok nasionalis demokrat ini, terbagi menjadi nasionalis demokrat yang bertitik tolak pada percepatan pembangunan ekonomi (Demokrat dan Golkar/Karsa) dan nasionalis demokrat yang berbasis kerakyatan (PDI

3 Baca lebih lajut

KEDUDUKAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU

KEDUDUKAN PARTAI POLITIK DI INDONESIA PADA MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU

menyatakan bahwa anggota-anggota Departeraen hanya boleh memberikan loyalitas kepada negara dan bangsa* bahkan ji~ ka perlu melarang warga departemen untuk masuk partai po­ litik. ^ Tindakan ini menimbulkan reaksi yang keras di pihak partai politik, kemudian keluar Peraturan Pemerin­ tah Nomor 6 Tahun 1970 dan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1970 me­ larang untuk masuk organisasi politik atau partai politik terhadap pegawai negeri sipil dengan kualifikasi tertentu, sedangkan Keputusan Presiden Nomor 82 Tahun 1971 melarang untuk eeluruh jajaran pegawai Republik Indonesia memasuki partai politik. Kalau di lihat sepintas lalu tidak ada pertentangan antara kedua peraturan tersebut,, karena Pe­ raturan Pemerintah Nomor 6 .Tahun 1970 memberi wewenang pa­ da Presiden (pasal 2 eub.b) untuk menetapkan kategorl pe­ jabat yang tidak diperkenankan menjadi anggota partai po­ litik. ^Sedangkan Kepres No. 82 Thn. 1971 melarang selu- ruh jajaran pegawai Republik Indonesia untuk masuk partai politik, sehingga tidak diperlukan pengkategorian lagi,,ta- tanan hukum yang demikian terasa asing, sebab kala,u ditin- jau secara filosofis keduanya bertentangan.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Kurikulum Dikdasmen di Indonesia dari Masa ke Masa

Kurikulum Dikdasmen di Indonesia dari Masa ke Masa

Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemerintahan yang bersifat lintas Kabupaten/KOTA serta kewenangan dalam bidang pemerintahan tertentu lainnya, s[r]

26 Baca lebih lajut

Masa Depan Politik Indonesia (1)

Masa Depan Politik Indonesia (1)

Seperti yang kita ketahui, orang-orang awam mungkin menganggap politik itu identik dengan korupsi, penyelewengan kekuasaan, penyalahgunaan wewenang, dan masih banyak lagi. Perlu kita ketahui apa hakikat dari politik itu sendiri agar kita tau dan paham untuk apa sebenarnya politik itu, dan kenapa politik itu bisa ada di masyarakat dari generasi ke generasi.

4 Baca lebih lajut

STRATEGI POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA MASA DEPAN

STRATEGI POLITIK HUKUM ISLAM DI INDONESIA MASA DEPAN

Tulisan ini akan menjawab hal-hal yang berkenaan dengan strategi politik hukum Islam ke depan. Setelah mengumpulkan data secukupnya akhirnya didapat kesimpulan bahwa; strategi atau langkah-langkah yang harus ditempuh agar hukum Islam menjadi hukum nasional adalah (1) menjabarkan hukum-hukum Islam yang terdapat dalam al-Qur’an dan al-Sunnah dalam bentuk rancangan yang mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari; (2) rancangan tersebut harus diutamakan lebih dahulu hukum Islam yang dirasakan nilai kemaslahatan bagi rakyat dan negara dan dalam rangka tercapainya tujuan negara; (3) membangun kekuatan politik yang solid, baik di eksekutif maupun di legislatif,karena kedua kekuasaan ini merupakan representasi dari kedaulatan rakyat, presiden dipilih langsung oleh rakyat, begitu juga anggota parlemennya; (4) Kesatuan dan persatuan ormas Islam untuk memberikan dukungan kepada eksekutif dan legislatif agar segera menjadikan hukum Islam menjadi hukum nasional.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

Selain itu, adanya kekuatan penuh didalam Partai Komunis Cina (PKC) yang dianggap sebagai partai tunggal yang memberikan pengaruh besar dalam pemerintahan, dimana partai ini mempunyai fungsi dan peran yang sangat besar terhadap jalannya politik di China sebagai kekuatan penuh. Partai ini selalu mengambil langkah-langkah yang terbuka dalam menjalankan sistem yang lebih demokratis atau pluralistis. Dimana PKC itu sendiri merupakan kekuatan penuh yang berada dalam tubuh pemerintahan RRC yang selalau terorganisir dengan baik. Militer juga merupakan sebagai pertahanan nasional, dimana militer China mempunyai dua kekuatan militer yaitu militer yang dimiliki oleh kaum komunis bernama Tentara Pembebasan Rakyata (TPR) dan militer dibawah aliran nasionalis dengan nama Tentara Revolusioner Nasioalis. Tetapi yang menjadi kekuatan dalam pertahanan China adalah Tentara Revolusioner Nasionalis sebagai kekuatan utama. Hubungan Sipil-militer tidak jauh berbeda karena pemimpin militer mempunyai jabatan di partai, begitu pula pemimpin partai mempuyai pengalaman militer. Jadi tidak membedakan posisi militer dan sipil, bahkan militer ikut dalam pembuatan nasional. Keterlibatan militer dalam arena politik akan mengakibatkan terjadinya perpecahan yang berdampak pada instabilitas                                                             
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Badai Politik dan Masa Depan PKS

Badai Politik dan Masa Depan PKS

Dunia persilatan politik dan hukum Indonesia geger. Demikian kira-kira situasi yang dirasakan oleh mayoritas masyarakat saat mengetahui penetapan Luthfi Hasan Ishaq (LHI), presiden PKS, sebagai tersangka dalam kasus suap impor sapi oleh KPK pada Selasa malam, 30/1/2013. Betapa tidak, berita yang beredar sangat cepat ini bak petir di siang bolong, yang membuat banyak orang terkaget-kaget. Tidak ada angin dan tidak ada hujan, KPK kemudian tiba-tiba menetapakan presiden partai yang dikenal anti korupsi ini sebagai tersangka.

4 Baca lebih lajut

PAKAIAN DAN IDENTITAS POLITIK PENAMPILAN

PAKAIAN DAN IDENTITAS POLITIK PENAMPILAN

Penelitian ini membahas bagaimana pakaian direpresentasikan dan dijadikan sebagai politik dalam novel-novel Indonesia pada masa pendudukan Belanda, pendudukan Jepang, masa Revolusi, dan masa Orde Baru. Perbandingan berdasarkan periode pemerintahan ini penting karena sistem pemerintahan pada suatu rezim turut menentukan bagaimana aspek pakaian dalam novel direpresentasikan dan dijadikan politik.

1 Baca lebih lajut

DINAMIKA POLITIK MUHAMMADIYAH PADA MASA SUKARNO SAMPAI MASA SOEHARTO PADA TAHUN 1945-1998

DINAMIKA POLITIK MUHAMMADIYAH PADA MASA SUKARNO SAMPAI MASA SOEHARTO PADA TAHUN 1945-1998

Muhammadiyah yang didirikan atas prakarsa K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 secara tidak resmi menempatkan diri sebagai partai politik atau gerakan politik, Muhammadiyah di bawah kepemimpinan K.H. Mas Mansur, beliau mendirikan mendirikan Partai Islam Indonesia (PII) pada zaman belanda sedangkan pada masa Jepang beliau diangkat menjadi salah satu tokoh dalam Empat Serangkai hal yang demikian secara tidak langsung Muhammadiyah sudah ada didalam politik dengan pengaruh pimpinannya. Pada masa Sukarno Muhammadiyah tidak konsisten dengan pendirian awalnya sebagai organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan dengan berjalannya waktu Muhammadiyah secara terang-terangan mendukung partai Masjumi hingga keluarnya Muhammadiyah dari Masjumi ketika pemerintah dan Masjumi tidak harmonis sehingga Presiden Sukarno memaksa Masjumi untuk membubarkan dirinya. Pada masa Soeharto, salah satu usaha Muhammadiyah menghidupkan kembali Masjumi yang gagal hingga pembentukan partai baru yaitu PARMUSI hingga pemerintahan menggalang semua kekuatan sosial politik untuk mensukseskan pembangunan salah satunya dengan melakukan kooperatisasi pemimpin non-formal seperti ulama kedalam majelis ulama sebagai badan pemerintahan yang diharapkan mampu meredam dan mengendalikan konflik pemerintah dengan ummat Islam.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PARTAI-PARTAI ISLAM DI INDONESIA (Latar Belakang dan Dinamika Perjalanannya)

PARTAI-PARTAI ISLAM DI INDONESIA (Latar Belakang dan Dinamika Perjalanannya)

Kekalahan politik yang dialami umat Islam, menyebabkan mereka merasasenasib. Sehingga, dikeluarkannya maklumat Pemerintah Nomor X tanggal 3 Oktober 1945, tentang anjuran membentuk partai politik. Kaum nasionalis Islam mulai memikirkan suatu partai politik yang dapat menjadi payung bagi semua organisasi Islam pada masa itu.22 Meskipun kalangan nasionalis Islam menganggap pengumuman itu tidak tepat waktu,tetapi pun mereka berpendapat hahwa dengan berdirinya partai-partai berhagai aliran dalam masyarakat mendapat penyaluran. Itu sebab, umat Islam merasa berkewajiban mengorganisasikan kekuatan dalam suatu wadah politik agar dapat melaksanakan tugasnya dibidang.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Mengenal Masa Kerja PNS (Dari Masa CPNS sampai Masa Pensiun)

Mengenal Masa Kerja PNS (Dari Masa CPNS sampai Masa Pensiun)

Tujuan nasional seperti termaksud di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ialah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tanah tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Tujuan Nasional tersebut hanya dapat dicapai melalui pembangunan yang direncanakan dengan terarah dan realistis serta dilaksanakan secara bertahap, bersungguh-sungguh, berdaya guna dan berhasil guna.

37 Baca lebih lajut

Mengenal Masa Kerja PNS (Dari Masa CPNS sampai Masa Pensiun)

Mengenal Masa Kerja PNS (Dari Masa CPNS sampai Masa Pensiun)

Indonesia yang memenuhi syarat yang ditentukan dalam Peraturan Pemerintah ini mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Hal ini berarti bahwa pengadaan Pegawai Negeri Sipil harus didasarkan atas kebutuhan dan dilakukan secara obyektif sesuai dengan syarat yang

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...