Top PDF POTENSI ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON PUTIH (Musa acuminata AAA)

POTENSI ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON PUTIH (Musa acuminata AAA)

POTENSI ANTIOKSIDAN DAN TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH PISANG AMBON PUTIH (Musa acuminata AAA)

Kandungan senyawa golongan flavonoid yang terdapat pada kulit pisang ambon putih dapat berpotensi sebagai antioksidan alami. Antioksidan dapat berfungsi menangkal radikal bebas. Radikal bebas dan sinar matahari dapat menimbulkan dampat negatif pada kerusakan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak kulit pisang ambon putih (Musa acuminata AAA). Kulit pisang ambon putih diekstraksi pelarut etanol, air, dan etil asetat dengan metode maserasi. Penentuan aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH, sedangkan penentuan nilai SPF dengan metode spektrofotometri. Hasil aktivitas antioksidan menunjukan ekstrak etanol memiliki nilai IC 50 yaitu 121,34 μg/mL, diikuti dengan fraksi
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Uji Potensi Tabir Surya dan Nilai Sun Protecting Factor (SPF) 

Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica granatum L) secara

In Vitro

Uji Potensi Tabir Surya dan Nilai Sun Protecting Factor (SPF) Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica granatum L) secara In Vitro

Berdasarkan penelitian, kulit buah delima putih mengandung zat samak sebanyak 25-28 persen dan lendir 30 persen. Delima hitam kini menjadi tanaman langka yang tidak dikenal secara luas.Padahal, menurut para ahli, delima hitam lebih baik khasiatnya dibandingkan dengan delima putih.Delima merupakan tumbuhan asli Persia dan daerah Himalaya di India Selatan.Menurut cerita, Pharaoh Tuthmosis membawanya ke Mesir pada tahun 1500 Sebelum Masehi. Dari sini, delima menyebar ke Afrika, Asia, Eropa, dan Amerika. Konon, tanaman ini bisa sampai ke Indonesia karena dibawa para pedagang dari Persia pada tahun 1416. Selama berabad-abad buah delima – telah dipakai sebagai simbol kesuburan di banyak agama dan kebudayaan (Khafi,2011).
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR LOTION TABIR SURYA EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa paradisiaca L.)

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR LOTION TABIR SURYA EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK KUNING (Musa paradisiaca L.)

Alasan kulit pisang kepok kuning dibuat sediaan tabir surya itu karena kulit pisang kepok kuning ini memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi (Someya.,et.al. 2002). Kandungan antioksidan dalam kulit pisang kepok kuning ini memiliki potensi yang cukup baik sebagai anti radikal bebas, sedangkan senyawa tanin dalam kulit pisang kepok sebagai antioksidan potensial yang dapat melindungi kerusakan kulit yang disebabkan oleh radikal bebas akibat paparan sinar UV dan dapat mengurangi resiko kanker kulit dan penuaan dini (Suryanto, 2012).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

formulasi gel tabir surya ekstrak kulit (4)

Tumbuhan Pepaya ( Carica papaya L.) merupakan tanaman lokal yang secara empiris digunakan untuk menanggulangi ruam kulit dan kulit terbakar. Berbagai bahan tanaman alam dapat digunakan sebagai sumber tabir surya seperti buah, daun, biji, bunga, batang dan rimpang. Penelitian penggunaan buah papaya sebagai sedian tabir surya pun telah dilakukan oleh Sachin dkk (2013). Namun, penggunaan kulit buah sangat jarang digunakan karena kulit buah dianggap sebagai limbah, meskipun kulit buah papaya ini mempunyai kegunaan yang sangat tinggi. Pada penelitian Santos dkk, (2014) analisis kandungan senyawa fenolik dan Vitamin C kulit papaya lebih tinggi dibandingkan biji papaya. Senyawa fenolik khususnya flavonoid mempunyai potensi sebagai tabir surya karena adanya gugus kromofor (ikatan rangkap tunggal terkonjugasi) yang mampu menyerap sinar UV. Penelitian Ang Yee dkk (2012) kandungan antioksidan kulit buah papaya lebih tinggi dibandingkan biji papaya. Penggunaan antioksidan pada sedian tabir surya dapat meningkatkan aktivitas fotoprotektif dan dapat mencegah berbagai macam penyakit yang ditimbulkan oleh radiasi ultraviolet. Penelitian Lia Marliani dkk (2015) Aktivitas Antioksidan dan Tabir surya alami pada ekstrak kulit buah papaya menghasilkan antioksidan yang kuat dan aktivitas daya proteksi terhadap sinar UV. Oleh karena itu perlu adanya penelitian lebih lanjut penggunaan ekstrak kulit buah papaya menjadi sediaan tabir surya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Gelling Agent pada Karakteristik Formula Gel Antiseptik Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Pisang Ambon

Pengaruh Jenis dan Konsentrasi Gelling Agent pada Karakteristik Formula Gel Antiseptik Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Pisang Ambon

Na-CMC sebagai gelling agent memiliki berat molekul berkisar 90000-700000 sedangkan tragakan memiliki berat molekul berkisar 250000-1000000. Semakin besar berat molekul maka akan semakin kental sediaan tersebut dan akan mempengaruhi daya sebar sediaan. Hal ini dapat dilihat pada hubungan antara konsentrasi gelling agent dan daya sebar pada Gambar 2. Hasil analisis korelasi regresi pada gelling agent Na-CMC didapat persamaan yaitu y = - 0,705x + 15,195 terhadap daya sebar gel, persamaan ini menunjukkan bahwa konsentrasi Na-CMC berpengaruh terhadap daya sebar gel dengan nilai slope negatif, yaitu - 0,705, yang artinya semakin tinggi konsentrasi Na- CMC maka daya sebar sediaaan gel semakin kecil. Nilai intersep merupakan nilai konsisten varibel daya sebar adalah 15,195. Pengaruh penambahan Na-CMC terhadap daya sebar gel ekstrak etanol kulit buah pisang sebesar 100% yang ditunjukkan dengan nilai R 2 = 1. Pada gelling
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

AKTIVITAS NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comusus L. Meer)

berupa semak yang banyak terdapat di daerah dataran tinggi sampai dataran rendah. Buah nanas mengandung vitamin (A dan C), kalium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dekstroksa, sukrosa (gula tebu), dan enzim bromelin (Dalimartha, 2000). Kandungan kimia pada kulit buah nanas antara lain air, serat kasar, flavonoid, tanin, protein, karbohidrat, enzim bromelain dan gula reduksi (Damogalad et al, 2013).

9 Baca lebih lajut

KANDUNGAN VITAMIN C DAN KUALITAS  PADA SELAI KULIT BUAH PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH STROBERI  Kandungan Vitamin C Dan Kualitas Pada Selai Kulit Buah Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Stroberi Dan Mahkota Bunga Sepatu.

KANDUNGAN VITAMIN C DAN KUALITAS PADA SELAI KULIT BUAH PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH STROBERI Kandungan Vitamin C Dan Kualitas Pada Selai Kulit Buah Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Stroberi Dan Mahkota Bunga Sepatu.

Buah pisang mengandung pektin dalam konsentrasi tinggi. Kandungan pektin pada kulit pisang berkisar antara 0,9% dari berat kering. Pektin tersebut dapat diekstraksi dengan cara sederhana, biaya yang tidak mahal dan dapat diterapkan dalam skala kecil ( Hasbullah, 2001).

10 Baca lebih lajut

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA DARI EKSTRAK BUAH MENTIMUN (Cucumis sativus L).

Mentimun ( Cucumis sativus L) memiliki khasiat sebagai tabir surya di mana buah mentimun mengandung metabolit sekunder flavonoid dan polifenol yang dapat memberikan serapan pada sinar UV matahari serta melindungi kulit dari kerusakan akibat induksi sinar UVB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat suatu formulasi sediaan krim tabir surya dari ekstrak buah mentimun yang stabil, menarik, efektif, dan aman dalam penggunaannya. Dilakukan pengukuran nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak buah mentimun sebagai bahan aktif, kemudian dilakukan formulasi sediaan krim dengan penambahan ekstrak buah mentimun dan dilakukan pengukuran nilai SPF terhadap sediaan. Pengukuran nilai SPF dilakukan menggunakan metode Petro. Konsentrasi ekstrak buah mentimun pada formula krim tabir surya yang memiliki SPF di atas SPF 15 adalah 5% dan 6,5% esktrak buah mentimun dengan nilai SPF sediaan 25,83 dan 36,76. Pengamatan fisik dilakukan dengan pengamatan organoleptis, pengukuran pH dan viskositas, sentrifugasi dan freeze thaw terhadap krim. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa krim tabir surya yang dihasilkan memiliki kualitas fisik yang baik selama masa penyimpanan, tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan memberikan efektivitas sebagai tabir surya Kata kunci : Mentimun, Krim Tabir Surya, SPF
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak air kulit buah pisang ambon lumut (musa acuminata colla) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus.

Uji aktivitas antibakteri dari ekstrak air kulit buah pisang ambon lumut (musa acuminata colla) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus.

hasil uji Duncan (lampiran 3), perlakuan ekstrak air kulit buah pisang ambon lumut konsentrasi 20% tidak berbeda nyata dengan konsentrasi 40%. Antara perlakuan ekstrak air kulit buah pisang ambon lumut konsentrasi 40%, 60%, 80%, dan 100% juga tidak berbeda nyata. Dari hasil uji Duncan tersebut, diketahui bahwa besarnya zona hambat tidak selalu dipengaruhi oleh kenaikan konsentrasi ekstrak. Menurut Elifah (2010) dan Dewi dalam Tambun (2015), diameter zona hambat tergantung pada kecepatan difusi senyawa antibakteri pada media agar. Kecepatan difusi dapat dipengaruhi oleh perbandingan jumlah pelarut dan zat terlarut. Dalam keadaan tertentu, antibakteri dapat bekerja secara optimal pada konsentrasi yang rendah. Pada konsentrasi yang rendah, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan dengan zat terlarut. Akuades sebagai pelarut dapat mempercepat proses difusi pada media agar. Apabila konsentrasi tinggi, maka kerapatan molekul antar senyawa antibakteri tinggi sehingga lebih lama berdifusi pada media agar dibandingkan dengan konsentrasi yang rendah. Oleh sebab itu, antar perlakuan konsentrasi ekstrak 40%, 60%, 80%, dan 100% tidak berbeda nyata.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

KANDUNGAN VITAMIN C DAN KUALITAS PADA SELAI KULIT BUAH PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH STROBERI  Kandungan Vitamin C Dan Kualitas Pada Selai Kulit Buah Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Stroberi Dan Mahkota Bunga Sepatu.

KANDUNGAN VITAMIN C DAN KUALITAS PADA SELAI KULIT BUAH PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH STROBERI Kandungan Vitamin C Dan Kualitas Pada Selai Kulit Buah Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Stroberi Dan Mahkota Bunga Sepatu.

Salah satu inovasi bahan dasar selai yaitu kulit buah pisang ambon. Kulit buah pisang ambon mengandung protein, lemak, pati, abu, serat sebagai olahan makanan selai. Tujuan penelitian ini mengetahuibkandungan vitamin C dan uji organoleptik pada selai kulit buah pisang ambon dengan penambahan buah stroberi dan kelopak bunga sepatu. Metode penelitian ini Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan dua faktor, yakni berat bunga sepatu (0,50,100 gram) dan berat buah stroberi ( 0,50,100 gram) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat kelopak bunga sepatu dan berat buah stroberi mempengaruhi kadar vitamin C selai kulit buah pisang ambon. Selai ini memiliki kadar vitamin C tertinggi terdapat pada perlakuan D 2 S 2 sebanyak 48,05 mg/100g dengan penambahan buah stroberi dan kelopak
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR 

LOSIO TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS 

(Ananas comosus Merr.)

MUTU FISIK DAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR LOSIO TABIR SURYA EKSTRAK KULIT BUAH NANAS (Ananas comosus Merr.)

Nilai SPF yang belum memenuhi persyaratan SNI disebabkan oleh beberapa faktor mulai dari proses pembuatan simplisia hingga pengujian nilai SPF losio. Mulai dari pengumpulan bahan baku yaitu kulit buah nanas yang diambil merupakan kulit buah nanas dengan berbagai jenis. Kulit buah nanas yang berbagai jenis ini tidak diketahui dengan pasti kadar zat metabolit sekunder terutama flavonoid dan tanin yang terkandung. Selain itu pada proses sortasi, daging buah yang menempel pada kulit buah nanas sulit untuk dipisahkan satu-satu sehingga tetap terdapat daging buah nanas. Meskipun buah nanas juga mengandung flavonoid namun kandungan yang lain juga tetap ada seperti gula, vitamin C, enzim bromealin, dan air. Pada proses ekstraksi, pelarut yang digunakan kurang spesifik untuk mengekstrak flavonoid dan tanin sehingga zat lain
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK SULUR BUAH NAGA PUTIH

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK SULUR BUAH NAGA PUTIH

Simplisia sulur buah naga putih yang telah memenuhi standar mutu diekstraksi mengguna- kan metode maserasi. Hasil ekstraksi mem - peroleh nilai rendemen yang berbeda-beda untuk setiap pelarut yang digunakan yaitu rendeman ekstrak etil asetat sebesar 1,87%, ekstrak ase- ton sebesar 10,29% dan ekstrak metanol sebesar 8,68%. Hasil uji statistik menunjukkan faktor pelarut mempengaruhi rendemen ekstrak yang didapat (Tabel 1). Polaritas pelarut metanol dan air juga berpengaruh terhadap nilai rendemen ekstrak dari simplisia kulit buah manggis yang diperoleh yaitu rendemen ekstrak metanol sebe- sar 21% dan rendemen ekstrak air sebesar 12% (Dungir et al. 2012). Tingginya persentase (%) rendemen ekstrak aseton dibandingkan ekstrak lainnya menunjukkan senyawa bioaktif pada su- lur buah naga putih lebih bersifat semipolar se- hingga paling tinggi dan banyak terekstrak pada pelarut aseton yang bersifat semipolar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KANDUNGAN VITAMIN C DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA SELAI KULIT PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH KERSEN  Kandungan Vitamin C Dan Sifat Organoleptik Pada Selai Kulit Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Kersen Dan Bunga Rosella.

KANDUNGAN VITAMIN C DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA SELAI KULIT PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH KERSEN Kandungan Vitamin C Dan Sifat Organoleptik Pada Selai Kulit Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Kersen Dan Bunga Rosella.

Perkembangan teknologi pangan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman. Berbagai inovasi pangan dilakukan oleh beberapa industry pengolahan pangan dalam menciptakan produk baru di masyarakat. Selai adalah salah satu jenis makanan awetan berupa sari buah atau buah-buahan yang sudah dihancurkan, ditambah gula dan dimasak hingga kental atau berbentuk setengah padat. Buah – buahan yang dipilih untuk dijadikan bahan dalam pembuatan selai adalah buah yang sudah matang, tetapi tidak terlalu matang dan rasanya sedikit asam. Syarat pembuatan selai yang baik antara lain adalah mengandung asam yang berguna untuk mengentalkan selai dan menurunkan pH. Selai yang biasanya dibuat dari buah-buahan kini bisa dibuat dari berbagai macam limbah, contohnya kulit pisang yang biasanya dibuang menjadi sampah kini dapat diolah menjadi makanan yang bergizi tinggi, Kulit pisang ini sendiri mempunyai pektin yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan dasar pembuatan selai.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

KANDUNGAN VITAMIN C DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA SELAI KULIT PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH KERSEN  Kandungan Vitamin C Dan Sifat Organoleptik Pada Selai Kulit Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Kersen Dan Bunga Rosella.

KANDUNGAN VITAMIN C DAN SIFAT ORGANOLEPTIK PADA SELAI KULIT PISANG AMBON DENGAN PENAMBAHAN BUAH KERSEN Kandungan Vitamin C Dan Sifat Organoleptik Pada Selai Kulit Pisang Ambon Dengan Penambahan Buah Kersen Dan Bunga Rosella.

Dengan mengucap syukur kehadirat Allah Ta’ala yang telah melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya dan senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan hanya dengan kekuatan Allah kita berupaya dengan semaksimal menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “ Kandungan Vitamin C dan Sifat Organoleptik pada Selai Kulit Pisang Ambon dengan Penambahan Buah Kersen dan Bunga Rosella” sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan S-1 Program Studi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

FORTIFIKASI TAHU MENGGUNAKAN ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa bluggoe).

FORTIFIKASI TAHU MENGGUNAKAN ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa bluggoe).

Antioksidan adalah zat yang dapat menetralkan radikal bebas, atom yang tidak berpasangan mendapat pasangan elektron sehingga tidak reaktif lagi (Kosasih, 2006). Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi menjadi dua, yaitu antioksidan alami dan antioksidan buatan (sintetik). Antioksidan alami adalah antioksidan yang diperoleh dari hasil ekstraksi bahan alam. Antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin dan tokoferol. Sedangkan antioksidan sintetik adalah antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia, seperti butil hidroksi anilin (BHA), butil hidroksi toluen (BHT), propil galat dan tert-butil hidroksi quinon (TBHQ). Penggunaan antioksidan sintetik mulai berkurang karena dapat menimbulkan zat karsinogenik sehingga penggunaannya tergantikan oleh antioksidan alami.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS  Optimasi Formula Tablet Hisap Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.).

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS Optimasi Formula Tablet Hisap Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.).

Khasiat antioksidan yang dimiliki ekstrak kulit manggis dan kulit delima memerlukan upaya pengoptimalan untuk menutupi rasa yang kurang enak, sekaligus memformulasi dalam bentuk sediaan yang lebih kompak dan praktis. Tablet hisap merupakan bentuk sediaan yang cocok untuk ekstrak karena mempunyai rasa aromatik yang enak (Nurwaini &Wikantyasning, 2011), sehingga menutupi rasa dari ekstrak kulit buah manggis dan kulit buah delima yang kurang enak atau pahit. Penelitian sebelumnya yang dilakukan Sari (2012) memanfaatkan ekstrak kulit manggis untuk dijadikan formula tablet hisap sebagai produk nutrasetika yang dapat dipasarkan dan dapat diterima oleh konsumen. Tablet hisap mengandung bahan aktif dapat ditujukan untuk absorbsi sistemik setelah ditelan (Depkes RI, 1995) dan memberikan sensasi dingin di mulut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS  Optimasi Formula Tablet Hisap Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.).

OPTIMASI FORMULA TABLET HISAP ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS Optimasi Formula Tablet Hisap Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Dan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.).

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan nikmat yang luar biasa yang diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan skripsi yang berjudul: “Optimasi Formula Tablet Hisap Antioksidan Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kulit Buah Delima (Punica granatum L.)”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Farmasi (S. Farm) di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

12 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.)

AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Kosterm.)

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki kandungan senyawa terpenoid, steroid, dan fenolik. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi. Kulit buah kasturi diekstraksi secara sinambung menggunakan sokhlet dengan pelarut etanol. Uji kualitatif aktivitas antioksidan dengan KLT menggunakan fase gerak n-heksana : etil asetat (4 : 6). Uji kuantitatif aktivitas antioksidan menggunakan metode peredaman radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1- pikrilhidrazil). Hasil penelitian dari uji kualitatif ekstrak etanol kulit buah kasturi menunjukkan terdapat senyawa antioksidan. Uji kuantitatif dengan konsentrasi 50 μg/mL menunjukkan nilai aktivitas antioksidan ekstrak etanol kulit buah kasturi dan kuersetin secara berturut-turut sebesar 97,87% dan 97,98%. Nilai IC 50 pada
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa bluggoe ) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA PRODUKSI TAHU

PEMANFAATAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK (Musa bluggoe ) SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN PADA PRODUKSI TAHU

Pengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit pisang dilakukan pada panjang gelombang 517 nm yang merupakan panjang gelombang maksimum dari DPPH [6] . Adanya aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit pisang mengakibatkan perubahan warna pada larutan DPPH dalam metanol yang direaksikan dengan larutan ekstrak. Larutan DPPH yang semula berwarna ungu (violet) menjadi kuning pucat. Hal ini terjadi karena tereduksinya DPPH ketika bereaksi dengan senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan dalam ekstrak sampel akan mendonorkan proton atau hidrogen kepada DPPH yang mengakibatkan terbentuknya radikal baru yang bersifat stabil atau tidak reaktif (1,1-difenil-2pikrilhidrazin). Senyawa antioksidan yang terdapat pada ekstrak kulit pisang salah satunya yaitu Volume awal
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects