Top PDF Uji Potensi Ekstrak Biji Pepaya Matang (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Culex sp

Uji Potensi Ekstrak Biji Pepaya Matang (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Culex sp

Uji Potensi Ekstrak Biji Pepaya Matang (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Culex sp

Tujuan: Mengetahui potensi ekstrak biji pepaya matang (Carica papaya L.) sebagai larvasida terhadap larva Culex sp. Metode: Penelitian ini bersifat true experiment. Digunakan 25 ekor larva Culex quinquefasciatus instar 3 dan 4 pada tiap air habitat larva yang diberi ekstrak etanol biji pepaya matang dengan 5 konsentrasi, kontrol negatif dan kontrol positif dengan abate. Pengamatan dilakukan tiap jam selama 24 jam dengan 4 kali pengulangan.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Larvasida Terhadap Larva Culex sp dan Aedes sp Dari Ekstrak Daun Alpukat

Uji Aktivitas Larvasida Terhadap Larva Culex sp dan Aedes sp Dari Ekstrak Daun Alpukat

Demam Berdarah Dengue dan Filariasis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Upaya pemberantasan DBD dan Filariasis yaitu dengan memutus mata rantai larva Culex sp dan Aedes sp. Ekstrak daun alpukat berpotensi sebagai larvasida alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi ekstrak daun alpukat sebagai larvasida. Penelitian ini menggunakan konsentrasi ekstrak 1% dan 5%, 1 kontrol negatif, 1 kontrol positif. Kemudian dihitung kematian larva setelah 24 jam. Data dianalisis dengan analisis varian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun alpukat efektif terhadap kematian larva 100% dengan waktu yang berbeda, nilai signifikan p = 0,000 (p ≤ 0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan dari konsentrasi ekstrak daun alpukat terhadap kematian larva Culex sp dan Aedes sp.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POTENSI EKSTRAK TANAMAN LENCA (SOLANUM NIGRUM) DAN BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES SP DAN CULEX SP INSTAR IV

POTENSI EKSTRAK TANAMAN LENCA (SOLANUM NIGRUM) DAN BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP MORTALITAS LARVA AEDES SP DAN CULEX SP INSTAR IV

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), filariasis dan chikungunya tahun 2018 di Indonesia yang dibawa oleh nyamuk Aedes sp dan Culex sp masih banyak ditemukan. Penggunaan insektisida dan larvasida sintetik yang berlebihan menimbulkan resistensi dan bersifat toksik bagi manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai konsentrasi dan LC50 ekstrak tanaman lenca (Solanum nigrum) dan biji pepaya (Carica papaya) terhadap larva Culex sp dan Aedes sp. Variasi konsentrasi yang digunakan dalam pengujianadalah 0 % (kontrol), 0,50 %, 1,5 % dan 2,5 %. Jumlah mortalitas larva Culex sp terhadap variasi konsentrasiekstrak Carica papaya(p= 0,373) dan Solanum nigrum (p=0,03). LC 50 ektrak
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

POTENSI EKSTRAK BUAH CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp.

POTENSI EKSTRAK BUAH CABE JAWA (Piper retrofractum Vahl.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp.

Uji Toksisitas Uji toksisitas bertujuan untuk mengetahui keefektivan dari ekstrak buah cabe jawa yang digunakan. Adapun perlakuan konsentrasi yang digunakan berdasarkan nilai LC 50 yang telah diketahui. Kemudian pengamatan kematian (mortalitas) larva diamati setelah 24 jam. Masing- masing perlakuan dimasukkan sebanyak 20 ekor larva Culex sp. instar III termasuk perlakuan kontrol. Setiap konsentrasi dilakukan pengulangan 4 kali.

5 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.)Sebagai Larvasida Terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Efektivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.)Sebagai Larvasida Terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Filariasis ditularkan melalui cucukan nyamuk Culex sp. Larvisida sintetik mengandung bahan yang dapat menimbulkan efek samping yang merugikan bagi manusia. Biji pepaya (Carica papaya L.) dapat digunakan sebagai larvisida alami untuk menggantikan larvisida sintetik.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek Ekstrak Biji Pepaya (EBP) sebagai larvisida terhadap nyamuk Culex sp. dan membandingkan potensinya dengan temefos.

15 Baca lebih lajut

Uji Potensi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Anopheles sp

Uji Potensi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Anopheles sp

2 dengan menggunakan larvasida yang berasal dari bahan alami, yaitu daun pepaya (Carica papaya) yang mudah didapat dan diolah masyarakat (Shadana, 2014). Ekstak daun pepaya mengandung zat aktif yang memiliki efek sebagai larvasida terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Culex sp., antara lain alkaloid, flavanoid, saponin, tanin, dan papain. Penelitian sebelumnya mengamati adanya kematian sejumlah larva Aedes aegypti diletakkan dalam beberapa wadah yang berisi aquades dengan pemberian berbagai konsentrasi ekstrak daun pepaya selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 945,165 ppm ekstrak daun pepaya dapat membunuh 50% populasi larva Aedes aegypti dan 1.495,219 ppm ekstrak daun pepaya dapat membunuh 90% populasi larva Aedes aegypti (Shadana, 2014). Sebagai perbedaan dengan penelitian sebelumnya, larva yang akan digunakan pada penelitian ini adalah larva Anopheles sp. didapat dari Laboratorium Entomologi Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Timur. Ekstrak daun pepaya menggunakan etanol 96% dengan rentang konsentrasi ekstrak daun pepaya lebih rendah, yaitu antara 100-1.000 ppm dalam 100 cc air habitat Anopheles sp. Air habitat Anopheles sp. juga digunakan sebagai bahan solvent untuk membuat larutan stok ekstrak daun pepaya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Efek Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Nyamuk Culex Sp. Karya Tulis Akhir

Efek Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Nyamuk Culex Sp. Karya Tulis Akhir

Citra, Ahdi Prasetya. 2010, Efek Ekstrak Biki Sirsak (Annona muricata L) Sebagai Larvasida Aedes sp., Karya Tulis Akhir, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Malang Depkes RI, 2009, Peringatan Hari Malaria Sedunia: Pusat Komunikasi Publi, Setjen Depkes RI, diakses 27 Januari 2014, (www.depkes.go.id/index.php) Dewi, S., ; Rahman, A., ; Pawenang, E.T., 2002, Potensi Daun Pandan Wangi

22 Baca lebih lajut

KARYA TULIS AKHIR. UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI. LARVASIDA TERHADAP LARVA Anopheles sp. Oleh: Faridlotul Hakimah

KARYA TULIS AKHIR. UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI. LARVASIDA TERHADAP LARVA Anopheles sp. Oleh: Faridlotul Hakimah

Penelitian dalam tugas akhir ini berjudul “Uji Potensi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvasida Terhadap Larva Anopheles sp.” diajukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Kedokteran Jurusan Pendidikan Dokter pada Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa penyelesaian karya tulis akhir ini tidak lepas dari bimbingan dan bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III

UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III

Anggia Putri Saraswati Aedes aegypti is dengue fever vector mosquito which still be a public health problem in Indonesia. Chemical insecticides are the most commonly used as larvacide to control and eradicate Aedes aegypti. However, the long use of chemical larvicides can caused resistance for these vectors. Dangers of using chemical larvicides can be minimized by using natural larvicides, one of the plants is leaves of papaya plant (Carica papaya L.) which is known contains flavonoids and saponins that have potentially as larvicides. This research objective was to know about potention of papaya leaves extract as larvacide for Aedes aegypti, also to know about Lethal Concentration value (LC 50 and LC 90 ) and Lethal Time value (LT 50 and LT 90 ). The experiment research using a completely randomized design was conducted with five levels of concentration of the extract , which is 0.2 % ; 0.4 % ; 0.6 % ; 0.8 % ; and 1 % with 4 times repetition at each concentration.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

KARYA TULIS AKHIR. EFEK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L) SEBAGAI. LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp. Disusun oleh: Azizah Mutiara Rosdiani

KARYA TULIS AKHIR. EFEK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L) SEBAGAI. LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp. Disusun oleh: Azizah Mutiara Rosdiani

Citra, Ahdi Prasetya. 2010, Efek Ekstrak Biki Sirsak (Annona muricata L) Sebagai Larvasida Aedes sp., Karya Tulis Akhir, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, Malang Depkes RI, 2009, Peringatan Hari Malaria Sedunia: Pusat Komunikasi Publi, Setjen Depkes RI, diakses 27 Januari 2014, (www.depkes.go.id/index.php) Dewi, S., ; Rahman, A., ; Pawenang, E.T., 2002, Potensi Daun Pandan Wangi

17 Baca lebih lajut

POTENSI EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp

POTENSI EKSTRAK UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Culex sp

itu dilakukan skrining fitokimia dan pengujian aktivitas larvasida pada hewan uji berupa larva nyamuk Culex sp. Hasil penelitian menunjukkan kandungan metabolit sekunder umbi teki adalah alkaloid, flavonoid dan saponin. Nilai LC50 dari ekstrak umbi rumput teki sebagai larvasida pada larva nyamuk Culex sp pada masing-masing sampel adalah 0,291% b/v, 0,335% b/v, 0,305% b/v. Kesimpulan penelitian menyatakan bahwa ekstrak umbi teki mengandung alkaloid, flavonoid dan saponin serta mempunyai aktivitas sebagai larvasida. Nilai LC 50 ekstrak umbi teki terhadap kematian
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

POTENTION TEST OF PAPAYA (Carica papaya L.) LEAVES EXTRACT AS LARVACIDE FOR Aedes aegypti MOSQUITO LARVAE INSTARS III UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III

POTENTION TEST OF PAPAYA (Carica papaya L.) LEAVES EXTRACT AS LARVACIDE FOR Aedes aegypti MOSQUITO LARVAE INSTARS III UJI POTENSI EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) SEBAGAI LARVASIDA TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti INSTAR III

Nilai LC 50 yang diperoleh dari hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi penurunan jumlah konsentrasi yang dibutuhkan untuk membunuh 50% larva uji seiring dengan semakin lamanya waktu pajanan yang diberikan, karena walaupun dengan jumlah konsentrasi yang rendah akan tetap menimbulkan kematian terhadap larva uji jika larva lebih lama terpapar oleh racun yang dikandung ekstrak daun pepaya tersebut. Penelitian lain yang dilakukan oleh Wulandari et al. (2012) mengenai potensi getah buah pepaya (Carica papaya L.) terhadap mortalitas larva nyamuk Aedes albopictus didapatkan nilai LC 50 yang juga semakin menurun seiring dengan bertambahnya waktu pajanan. Pada penelitian tersebut didapatkan nilai LC 50 sebesar 26,30 ppm pada menit ke-1440 dan 9,12 ppm pada menit ke-5760.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Efek Infusa Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Efek Infusa Daun Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Insidence of filariasis in Indonesia is still increasing and this disease may cause many disabilities. In order to decrease the incidence rate, we can interfere with the life cycle of Culex, the filariasis vector, by using larvicides. Most larvicides sold in the market contain chemical substances, such as temephos. Therefore, it is necessary to find out more friendly natural larvicides, which are effective but safe; one of them is Papaya Leaves Infusion (PLI). The aim of this research is to find out the effectiveness of PLI as a larvicide of Culex sp. and compare it with temephos powder. This research is a real comparative experimental laboratory study using complete randomized design. 720 Culex’ larvae were divided into 6 treatment groups, each group was given Papaya’s Leaves Infusion 1%, 1.5%, 2%, 2.5%, aquadest (negative control), and temephos 1% (positive control). The observed data were the numbers of killed larvae within 24 hours. The data were analyzed using one way ANOVA which was continued by Tukey HSD (  = 0,05). The result showed that PLI 1%, 1.5%, 2%, and 2.5% had very significantly different effects compared to the negative control (p=0.000), but there was no significantly different effect between PLI 2 % and temephos 1%. It is concluded that PLI 2% has a larvicide effect as strong as temephos does.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Efek Infusa Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Efek Infusa Daun Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Larva Nyamuk Culex sp.

Angka kejadian penyakit kaki gajah (elephantiasis) di Indonesia terus meningkat dan banyak menyebabkan gangguan pada masyarakat. Salah satu cara untuk menurunkan insidensi penyakit tersebut adalah dengan memutus siklus hidup dengan membunuh larva nyamuk. Larvisida yang ada di pasaran kebanyakan mengandung temephos yang merupakan bahan kimiawi sehingga perlu dicari larvisida alami yang aman dan efektif, misalnya Infusa Daun Pepaya (IDP).

24 Baca lebih lajut

Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Larvisida Nyamuk Culex sp.

Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Larvisida Nyamuk Culex sp.

Nyamuk Culex sp. terdapat pada daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia dalam garis lintang 35°LU dan 35°LS, dengan ketinggian wilayah kurang dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Beberapa spesies Culex sp. merupakan vektor dari beberapa penyakit yang berbahaya. Culex quinquefasciatus merupakan vektor dari Filariasis di daerah perkotaan Afrika timur dan sebagian Asia yang termasik daerah tropis. Culex pipiens dihubungkan dengan transmisi demam Rift valley dan vektor lainnya yang dibatasi oleh faktor geografis seperti C. tritaeniorhynchus yang mentransmisikan Japanese enchepalitis, C.tarsalis untuk St.louis encephalitis, C.annulirostris untuk Murray valley encephalitis dan penyakit Ross river, dan masih banyak spesies lain yan belum teridentifikasi (WHO, 1997).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Efek Larvasida Ekstrak Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.)  terhadap Larva Instar III Aedes aegypti L.

Efek Larvasida Ekstrak Biji Buah Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Larva Instar III Aedes aegypti L.

The larvacide Effects of Pawpaw’s Seed Extract (Carica papaya L) Againts Third Instar Larvae of Aedes aegypti L. (Biolarvacide Alternative Study). The aim of this research was to determine the Larvacide Effects of Pawpaw’s Seed Extract (C.papaya L) towards Third Instar Larvae of A. aegypti L. The research was conducted at the laboratory of Biology Education Department and laboratory of Chemistry Education Department, FKIP Halu Oleo University. Independent Variable (X) in the research is Pawpaw’s Seed Extract (C.papaya L) with concentration level are control or was not gived extract (X0), 0.125% (X1), 0.250% (X2), 0.375% (X3), 0.500% (X4), and 0.625% (X5) and Dependent variable (Y) is the mortality of Third Instar Larvae of Aedes aegypti L. The method in the research was used experimental method with Completely Randomized Design (CRD), 3 times repetitions, each group containing 20 larvae, so the total of sample were 360 larvae. The data analyze tecnic was used descriptive analyze to knowing the larvacide effect of Seed Extract (Carica papaya L) against the mortality of Third Instar Larvae of Aedes aegypti L., varians analyze and BJND test with a significant value 95% (α = 0.05) and probit analyze to calculate LC50 value or lethal concentration 50%. The result of the descriptive analyzed shows in the control group there are not mortality of larvae. The highest concentration Pawpaw’s Seed Extract (Carica papaya L) was gived mortality of larvae is 0.625% (X5) or 100% (20 larvae) and low concentration is 0.125% (X1) or 45% (9 larvae). The result of sidik ragam analyze showing that the value of Fhitung> Ftabel, there was a significant influence of the Pawpaw’s Seed Extract (Carica papaya L) for the mortality of Third Instar Larvae of Aedes aegypti L.The result of probit analyzed is LC50 value was gived 50% mortality of larvae is 0.154%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Efek Infusa Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvisida Nyamuk Culex sp.

Efek Infusa Biji Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Larvisida Nyamuk Culex sp.

Insidensi penyakit kaki gajah (elephantiasis) di Indonesia terus meningkat dan menyebabkan gangguan pada masyarakat. Salah satu cara dalam menanggulangi penyakit tersebut adalah dengan cara memutus siklus hidup vektor penyakit, yaitu dengan cara membunuh larva nyamuk. Larvisida yang beredar di masyarakat biasanya Temephos yang memiliki efek samping terhadap lingkungan sehingga perlu dicari larvisida alami yang aman dan efektif, misalnya Infusa Biji Pepaya (IBP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek IBP terhadap larva Culex sp. dan membandingkannya dengan bubuk Temephos.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Efek Larvasida Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya Linn.) terhadap Aedes SP.

Efek Larvasida Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica papaya Linn.) terhadap Aedes SP.

Latar Belakang Demam Berdarah Dengue dengan manifestasi klinis berupa demam tinggi, perdarahan, hepatomegali, tanda-tanda kegagalan sirkulasi darah, syok dan kematian masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian vektor untuk menurunkan angka kejadian Demam Berdarah Dengue, salah satunya dengan larvisida. Banyak larvisida kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia sehingga diperlukan larvisida alami. Biji pepaya (Carica papaya Linn.) mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah sebagai larvisida
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Efikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) sebagai Larvasida pada Larva Aedes aegypti.

Efikasi Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L) sebagai Larvasida pada Larva Aedes aegypti.

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui efikasi daun pepaya sebagai larvasida alami pada larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian menunjukkan, daun papaya memiliki kandungan saponin, yaitu zat yang dapat merusak membran sel serangga. Terdapat juga Flavonoid yang bersifat inhibitor pernafasan yang menghambat sistem pernapasan nyamuk Aedes aegypti. Selain itu tanin dalam daun pepaya bersifat toksik yang dapat mengurangi nafsu makan serangga dengan penghambatan aktivitas enzim pencernaan. Terakhir enzim papanin dalam daun pepaya berfungsi sebagai penghambat metabolisme pada nyamuk. Namun belum ada uji in vivo yang menguji efek larvasida. Temuan dalam penelitian diharapkan dapat memperkuat bukti ilmiah tentang potensi daun pepaya sebagai larvasida alami untuk larva nyamuk Aedes aegypti.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) UNTUK MEMATIKAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti dan Culex sp

KEMAMPUAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) UNTUK MEMATIKAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti dan Culex sp

Vektor merupakan serangga atau hewan lain yang biasanya membawa agent salah satunya nyamuk Aedes aegypti merupakan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta nyamuk Culex sp dapat menyebabkan penyakit Japanese Entephalitis (radang otak) dan Filiriasis. Tahun 2015 Kabupaten Bone termasuk dalam kategori tertinggi penyakit DBD di Sulawesi Selatan sebanyak 777 kasus. Dan untuk kasus filariasis kategori tertnggi pada kabupaten Pangkep sebanyak 116 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) untuk mematikan larva Aedes aegypti dan Culex sp. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat eksperimen, yaitu untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun papaya (Carica papaya L) untuk mematikan larva nyamuk Aedes aegypti dan Culex sp dengan jumlah sampel sebanyak 480 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa larva Aedes aegypti dan Culex sp ekstrak daun papaya untuk mematikan larva Aedes aegypti dengan konsentrasi 10% sebanyak 43,3%, 15% sebanyak 73% dan konsentrasi 20% sebanyak 98,1% dan Culex Sp dengan konsentrasi 10% sebanyak 28,3%, konsentrasi 15% sebanyak 44,9% dan konsentrasi 20% sebanyak 69,8%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) mampu mematikan larva instar III nyamuk Aedes aegypti dan Culex sp dengan konsentrasi 15% dan 20% dengan waktu 12 jam
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...