Top PDF Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

1. Jenis tumbuhan obat yang ditemukan di Cagar Alam Dolok Saut berjumlah 12 jenis, yaitu alang-alang (Imperata cylindrica Raucsh.), apus tutung (Clidemia Hirta), bunga-bunga paet (Eupatorium perfoliatum L.), cakar ayam (Selaginella doederleinii Hieron.), kemenyan (Styrax benzoin Dry.), hapas- hapas (Exbucklandia populnea RW. ), harimonting (Rhodomyrtus tomentosa W.Ait), langge (Homalomena cordata Schott.), rias (Etlingera elatior), simarboso-bosi (Hymenodictyon orixense Mabb.), sanduduk (Melastoma malabathricum Linn.), dan tampar Setan (Stachytarpheta indica Vahl.), dimana yang dimanfaatkan masyarakat hanya 8 jenis.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Kawasan CA. Dolok Saut berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Dolok Saut register 17. Pada bagian barat batas cagar alam dengan hutan lindung Aek Raut. Letak geografis CA. Dolok saut berada di koordinat 99 o 11’10” Bujur Timur dan 01 o 54’45” Lintang Utara dan pada ketinggian 1.280 s/d 1.360 mdpl. Secara administrasi pemerintah CA. Dolok Saut terletak di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Sebagai informasi dalam pemanfaatan tanaman obat bagi semua pihak yang membutuhkan dan sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang terdapat di Cagar Alam Dolok Saut yang terletak di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara.

2 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Kawasan Cagar Alam Dolok Saut sebagai bagian dari kawasan hutan lindung memiliki potensi hasil hutan, khususnya berupa tumbuhan obat. Namun demikian, data mengenai tumbuhan obat yang tumbuh di kawasan tersebut belum seluruhnya terdokumentasi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk menganalisis keanekaragaman jenis dan potensi tumbuhan obat yang terdapat di Cagar Alam Dolok Saut.

8 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

kelamin Pekerjaan Keterangan 1 Jonson Nainggolan 45 Laki-laki Petani Kepala desa 2 Holong Nainggolan 32 Laki-laki Petani Masyarakat 3 Rosenti Panjaitan 37 Perempuan Petani Masyarakat 4 Sudirman Nainggolan 40 Laki-laki Petani Tokoh agama 5 Jonson Nainggolan 34 Laki-laki Petani Masyarakat 6 Daniel H. Nainggolan 38 Laki-laki Petani Masyarakat

7 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Zuraida, Agus L., Nuroniah H S. 2009. Perkembangan Biofarmaka Kehutanan. di dalam: Djaban T, Ari W, editor. Bunga Rampai Biofarmaka Kehutanan Indonesia dari Tumbuhan Hutan untuk Keunggulan Bangsa dan Negara. Bogor: Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. hlm 3-12.

2 Baca lebih lajut

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Potensi Tumbuhan Obat di Hutan Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi keanekaragaman dan potensi tumbuhan obat di kawasan Cagar Alam Dolok Saut. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2015 sampai Desember 2015. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dengan petak ukur 20x20 m. Jenis tumbuhan obat yang didapatkan di lapangan diidentifikasi dan dicatat. Hasil identifikasi tumbuhan obat diperoleh 12 jenis tumbuhan obat. Keanekaragaman tumbuhan obat di Cagar Alam Dolok Saut pada tingkat semai yaitu sebesar 2,17, tingkat pancang sebesar 0,17, tingkat tiang sebesar 0,43, dan tingkat pohon sebesar 0,58.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Penelitian ini memilih tempat di CA.Dolok Saut, karena penulis menduga bahwa hutan tersebut memiliki potensi flora yang tinggi dan diduga memiliki potensi sebagai sumber bahan biopestisida yang melimpah dan belum pernah dilakukan penelitian di lokasi ini. Secara administrasi pemerintah Cagar Alam Dolok Saut terletak di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, Propinsi Sumatera Utara. Oleh karena itu, penulis melalukan eksplorasi tumbuhan yang terdapat di CA.Dolok Saut, terutama yang termasuk tumbuhan beracun, agar nantinya dapat diaplikasikan sebagai bahan biopestisida.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Kebutuhan terhadap pestisida kimia sangat tinggi pada sektor pertanian Indonesia, dampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan menjadi pertimbangan yang sangat penting diperhatikan sehingga dengan memanfaatkan tumbuhan beracun sebagai biopestisida akan menjadi solusi satu-satunya. Untuk itu, suatu penelitian telah dilakukan di Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara dengan metode purpossive sampling dan petak ukur berbentuk transek dengan jumlah plot sebanyak 98 plot. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi tumbuhan beracun sebagai bahan biopestisida di kawasan Cagar Alam Dolok Saut. Parameter yang dilakukan memiliki 3 tahap yaitu Aspek pengetahuan lokal, Aspek keanekaragaman dan Aspek fitokimia.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

The need for chemical pesticides was very high in Indonesian agriculture sector, adverse impacts on the environment and health was a very important consideration in the notice so by utilizing as a biopesticide poisonous plants would be the only solution. For that, a study has been conducted in the Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara by using purposive sampling method and sample plots shaped transect plot number as many as 98 plots. This study aims to identify potential poisonous plants as a biopesticide in the nature reserve area Dolok Saut. Parameters that do have three stages: local knowledge aspect, diversity aspect and phytochemical aspect. The results showed that there are 9 types of poisonous plants that were found are Apus Tutung (Clidemia hirta), Modang lalisiak (Ficus sinuata Thunb), Sitanggis (Belamcanda sp) Dong-dong (Laportea stimulant Gaud) Antaladan (Xanthosoma sp) Birah (Alocasia arifolia), Tahul -tahul (Nephentes renwartiana), Bedi-bedi (Callicarpa dichotoma) and Langge (Homalonema javanica). All samples are identified potentially can be used as a biopesticide material because it contains secondary metabolites alkoloid, saponins, tannins terpenes and flavonoids.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

The need for chemical pesticides was very high in Indonesian agriculture sector, adverse impacts on the environment and health was a very important consideration in the notice so by utilizing as a biopesticide poisonous plants would be the only solution. For that, a study has been conducted in the Cagar Alam Dolok Saut, Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara by using purposive sampling method and sample plots shaped transect plot number as many as 98 plots. This study aims to identify potential poisonous plants as a biopesticide in the nature reserve area Dolok Saut. Parameters that do have three stages: local knowledge aspect, diversity aspect and phytochemical aspect. The results showed that there are 9 types of poisonous plants that were found are Apus Tutung (Clidemia hirta), Modang lalisiak (Ficus sinuata Thunb), Sitanggis (Belamcanda sp) Dong-dong (Laportea stimulant Gaud) Antaladan (Xanthosoma sp) Birah (Alocasia arifolia), Tahul -tahul (Nephentes renwartiana), Bedi-bedi (Callicarpa dichotoma) and Langge (Homalonema javanica). All samples are identified potentially can be used as a biopesticide material because it contains secondary metabolites alkoloid, saponins, tannins terpenes and flavonoids.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Tumbuh-tumbuhan yang ada di alam sangat banyak jenisnya. Dari berbagai jenis tumbuhan tersebut ada sebagian besarnya dimanfaatkan oleh manusia. Namun ada beberapa yang jarang bahkan tidak dimanfaatkan oleh manusia karena berbahaya terutama bagi kesehatan manusia. Mungkin saja tanaman yang dibeli ataupun didapat dari teman-teman merupakan tanaman yang beracun. Keracunan yang ditimbulkan oleh tanaman-tanaman ini, umumnya belum ada penawar. Jadi sebaiknya diusahakan jangan sampai terpapar racun tumbuhan-tumbuhan tersebut (Seran, 2011).

9 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Pekerjaan Keterangan 1 Jonson Nainggolan 45 Laki-laki Petani Kepala desa 2 Holong Nainggolan 32 Laki-laki Petani Masyarakat 3 Rosenti Panjaitan 37 Perempuan Petani Masyarakat 4 Sudirman Nainggolan 40 Laki-laki Petani Tokoh agama 5 Jonson Nainggolan 34 Laki-laki Petani Masyarakat 6 Daniel H. Nainggolan 38 Laki-laki Petani Masyarakat

6 Baca lebih lajut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Eksplorasi Potensi Tumbuhan Beracun Sebagai Bahan Biopestisida di Cagar Alam Dolok Saut

Pengaruh Ekstrak Tanaman Picung Pangium edule sebagai Pestisida Nabati Terhadap Mortalitas Penggerek Buah Kopi.. Universitas Andalas Press.[r]

3 Baca lebih lajut

Pendugaan Cadangan Karbon Tumbuhan Bawah pada Agroforestri Karet dan Monokultur Karet di Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah

Pendugaan Cadangan Karbon Tumbuhan Bawah pada Agroforestri Karet dan Monokultur Karet di Desa Sijungkang, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah

Sekarini, D. A. 2010. Studi keanekaragaman jenis dan kandungan karbon tumbuhan bawah pada tegakan tusam (Pinus Meskusii Jungh. Et De Vriese) dan jati (Tectona Grandis L.F) di KPH Malang, Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

4 Baca lebih lajut

Analisis Potensi dan Pengembangan Wisata Alam Air Terjun Silimalima di Kabupaten Tapanuli Selatan

Analisis Potensi dan Pengembangan Wisata Alam Air Terjun Silimalima di Kabupaten Tapanuli Selatan

Merryna, A. 2009. Analisis Willingness to Pay Masyarakat Terhadap Pembayaran. Jasa Lingkungan Mata Air Cirahab (Desa Curug Goong, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten). IPB: Skripsi. Bogor Nurrochmat, D. R. 2005. Strategi Pengelolaan Hutan: Upaya Menyelamatkan

2 Baca lebih lajut

Eksplorasi Tumbuhan Beracun Di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

Eksplorasi Tumbuhan Beracun Di Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kabupaten Simalungun Sumatera Utara

ABSTRAK ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN AUTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meneli[r]

171 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Cagar Alam Dolok Sibual Buali

Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Cagar Alam Dolok Sibual Buali

Segala puji hanya milik Allah SWT yang Maha pengasih lagi Maha penyayang karena rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Cagar Alam Dolok Sibual Buali ”. Skripsi ini secara garis besar berisi tentang keanekaragaman dan kekayaan Nepenthes spp. yang berada di Cagar Alam Dolok Sibual Buali, Sumatera Utara.

9 Baca lebih lajut

Keanekaragaman Tumbuhan Obat di Hutan Sibolangit

Keanekaragaman Tumbuhan Obat di Hutan Sibolangit

Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Obat Di Hutan Pendidikan Universitas Sumatera Utara Kawasan Taman Hutan Raya Tongkoh Kabupaten Karo Sumatera Utara.. Pengelolaan Hutan Bersama Rakyat.[r]

3 Baca lebih lajut

Aktivitas Mikroorganisme Tanah Pada Kawah Putih Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun

Aktivitas Mikroorganisme Tanah Pada Kawah Putih Tinggi Raja, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun

Rencana Pengelolaan Cagar Alam Dolok Tinggi Raja Kabupaten Simalungun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Sumatera Utara : 447-465 BKSDA Sumatera Utara.. Laporan Evaluas Fungsi Kawasan [r]

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...