Top PDF Preservasi Naskah Kuno Koleksi Masjid Agung Surakarta

Preservasi Naskah Kuno Koleksi Masjid Agung Surakarta

Preservasi Naskah Kuno Koleksi Masjid Agung Surakarta

Naskah kuno lebih rentan rusak dibandingkan dengan benda cagar budaya yang lain. Penyebabnya berupa kelembaban udara dan air (high humidity and water), binatang pengerat (harmful insects, rats, and rodents), ketidakpedulian, bencana alam, kebakaran, pencurian, jual beli naskah (Pujiastuti, 1998: 14). Terabaikannya naskah kuno di nusantara terlihat dari cara penyimpanan, pengawetan, dan pengamanannya. Naskah banyak yang hanya sekedar disimpan di lemari tanpa pengawet dan pengaman apapun. Naskah yang robek ada yang hanya ditambal atau direkatkan dengan kertas lain yang berbeda (Widijanto, 2012). Saat ini terus berkembang teknologi penanganan naskah, sejak dari konservasi, alih media, dan teknik-teknik yang lainnya. Hal serupa terjadi juga terhadap naskah-naskah koleksi Masjid Agung Surakarta ini. Langkah preservasi ini sangat diperlukan oleh karena keragaman informasi yang bisa diperoleh dari kajian terhadap isi naskah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pegon Koleksi Perpustakaan Masjid Agung

Pegon Koleksi Perpustakaan Masjid Agung

Artikel ini menjelaskan tentang karakteristik naskah Terjemahan Al-Qur’an Pegon koleksi Perpustakaan Masjid Agung Surakarta. Naskah ini ditulis sebagai bahan ajar di Madrasah Manba’ul Ulum—pesantren yang pendiriannya didukung penuh oleh pihak keraton, di bawah kekuasaan Sri Susuhunan Pakubuwono IX (1861-1893). Jenis bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa ngoko dan model terjemahan tafs ī riyyah-ma‘nawiyyah. Secara historis, naskah ini menjadi salah satu bukti tentang hubungan yang intens antara Islam dan keraton di Surakarta serta peran keraton dalam proses pendidikan dan pengembangan Islam pada akhir abad ke-19 M. Pada sisi lain, naskah ini ikut memperkaya keilmuan pesantren yang selama ini lebih dikenal dengan tradisi keilmuan fikih dan tasawuf.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PRESERVASI NASKAH KUNO DAN FOTO KUNO MASA MANGKUNEGARA VII DI PERPUSTAKAAN REKSA PUSTAKA PURA MANGKUNEGARAN SURAKARTA - UNS Institutional Repository

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - PRESERVASI NASKAH KUNO DAN FOTO KUNO MASA MANGKUNEGARA VII DI PERPUSTAKAAN REKSA PUSTAKA PURA MANGKUNEGARAN SURAKARTA - UNS Institutional Repository

Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka (UU Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Pasal 1 Ayat 1). Perpustakaan diselenggarakan sebagai tempat wahana belajar sepanjang hayat yang bertujuan untuk memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PRESERVASI DAN KONSERVASI NASKAH-NASKAH NUSANTARA DI SURAKARTA SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN ASSET BANGSA

PRESERVASI DAN KONSERVASI NASKAH-NASKAH NUSANTARA DI SURAKARTA SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN ASSET BANGSA

seperti mencakup pelatihan, membangun kesadaran dan staf yang profesional; (b) passive conservation merupakan kegiatan yang berhubungan langsung atau tidak untuk memperpanjang umur koleksi seperti kebersihan udara, penggunaan AC, dengan melakukan survei terhadap kondisi fisik koleksi; (c) active conservation merupakan tindakan yang berhubungan langsung dengan koleksi, seperti menyampul koleksi, membersihkan koleksi, menghilangkan asam; (d) restoration merupakan tindakan untuk memperpanjang umur koleksi dengan memperbaiki penampilan koleksi mendekati keadaan semula sesuai dengan aturan dan etikanya; dan (e) digitalization, yaitu sebuah tindakan untuk melakukan pembuatan salinan naskah kuna berbasiskan teknologi digital (bdk. Tygeler, 2001; Wirajaya, dkk, 2015). Digitalisasi merupakan sebuah upaya penyelamatan naskah-naskah kuno dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti softfile, foto digital, microfilm atau microfiche serta mengupayakan, baik naskah asli maupun naskah duplikatnya dapat bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama (Sakamoto, 2003). Dengan demikian, digitalisasi merupakan bagian dari konservasi yang berupaya menyelamatkan naskah dari kemusnahan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Preservasi Naskah Budaya Di Museum Sonobudoyo

Preservasi Naskah Budaya Di Museum Sonobudoyo

dikumpulkan dalam folder dan dipilah sesuai dengan judul naskah. Digitalisasi ini sendiri mulai dilakukan pada tahun 2010 dan selesai pada tahun 2017. Hal ini dilakukan untuk menghindari kerapuhan dan tercecernya arsip yang berbentuk naskah asli tercetak. Naskah format digital ini dapat diakses di ruang khusus naskah dan jika pengunjung ingin mendapatkan salinanan untuk dibawa pulang maka bisa diprint maksimal 10% dari jumlah satu naskah tersebut.

8 Baca lebih lajut

Evaluasi Konservasi dan Preservasi Koleksi Manuskrip pada Museum Aceh

Evaluasi Konservasi dan Preservasi Koleksi Manuskrip pada Museum Aceh

Preservasi (pelestarian) adalah upaya untuk memastikan agar semua bahan koleksi cetak maupun non cetak pada suatu perpustakaan bisa tahan lama dan tidak cepat rusak. Pelestarian dalam hal ini harus dilihat dalam pengertian yang luas. Untuk memahaminya dipakai titik tolak dari keinginan manusia yang selalu berhubungan dengan sesamanya untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Dalam mengekspresikan perasaan dan pikiran tersebut dapat dipakai dua cara, langsung dan tidak langsung. Secara langsung dilakukan dengan menyampaikan secara lisan kepada pihak lain, dengan atau tanpa peralatan komunikasi. Sedangkan secara tidak langsung dalam pelaksanaanya diperlukan media untuk menyimpan atau merekam apa yang ingin dikomunikasikan. 20
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Kegiatan Preservasi Preventif Koleksi Braille Di BPBI "ABIYOSO".

Kegiatan Preservasi Preventif Koleksi Braille Di BPBI "ABIYOSO".

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta memahami tentang kebijakan, penyimpanan serta kendala yang dihadapi dalam kegiatan preservasi preventif di Perpustakaan Braille BPBI “ABIYOSO” sebagai upaya untuk menjaga, merawat serta melestarikan koleksi braille yang dimiliki. Kegiatan preservasi preventif merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menjaga, merawat serta melestarikan koleksi informasi agar kandungan informasinya bisa dimanfaatkan oleh generasi selanjutnya. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dimana teknik pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perpustakaan Braille BPBI “ABIYOSO” memiliki kegiatan preservasi preventif mulai dari kebijakannya hingga ke rangkaian kegiatan yang biasa mereka lakukan sebagai upaya melestarikan dan merawat koleksi yang dimiliki seperti menciptakan kondisi ruangan yang ideal untuk penyimpanan dengan cara yang sederhana, tata cara menyimpan koleksi braille di dalam rak, membersihkan debu dari koleksi dan juga memperhatikan intensitas cahaya alami ataupun cahaya buatan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PRESERVASI DIGITAL  PRESERVASI DIGITAL KOLEKSI TUGAS AKHIR DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

PRESERVASI DIGITAL PRESERVASI DIGITAL KOLEKSI TUGAS AKHIR DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Meskipun terdapat berbagai perbedaan, namun pada dasarnya inti pelestarian bahan pustaka yaitu untuk melestarikan kandungan informasi (intelektual) maupun fisik asli suatu koleksi. Pelestarian kandungan informasi (intelektual) biasanya dilakukan dalam rangka menghemat tempat dan juga menyelamatkan fisik asli dokumen dari seringnya penggunaan yang tinggi oleh pengguna dengan jalan alih bentuk menggunakan media lain (alih media). Sedangkan pelestarian fisik aslinya biasanya dilakukan untuk bahan pustaka yang mempunyai nilai khusus, misalnya nilai sejarah, nilai keindahan, nilai ekonomis, dan juga karena sifatnya yang langka. Hal ini senada dengan pendapat Conway, bahwa tujuan dari pelestarian adalah untuk memastikan perlindungan terhadap informasi sehingga dapat diakses untuk saat ini dan di masa yang akan datang (Hedstorm, 1995).
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

NASKAH KUNO DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI MA

NASKAH KUNO DAN PERKEMBANGAN ISLAM DI MA

atau naskah-naskah primbon, membuktikan bahwa pengaruh Islam Jawa sangat kuat di wilayah Kerajaan Hitu (Tim Penelitian, 2012). Mazhab Islam yang berkembang di wilayah Kerajaan Hitu, tampaknya banyak dipengaruhi oleh Mazhab Syafii, hal ini dibuktikan dengan adanya naskah Fiqh di Desa Kaitetu yaitu naskah kitab Syafinah An Naja karangan Syekh Salam bin Samir Hadramain atas mazhab Syafii. Di Desa Hila, salah satu bekas wilayah kekuasaan Kerajaan Hitu, tercatat adanya naskah berisi ajaran-ajaran tentang rasa hormat kepada orang tua, rasa kasih sayang kepada pasangan, selalu ingat ajaran-ajaran Abdul Qadir Jaelani dan Rasullullah dan senantiasa berzikir. Di Negeri Hitu Lama, tercatat naskah yang berisi silsilah talqin zikir dalam tarekat Qadiriyyah yang diriwayatkan oleh Haji Abdurrahman Raja (Pudjiastuti, 2011). Naskah itu membuktikan ajaran tarekat Qadariyyah sangat dikenal di wilayah tersebut. Menurut Tjandrasasmita, ajaran tasawuf berhubungah erat dengan tarekat yang berasal dari kata thariqah, yaitu jalan yang ditempuh oleh kaum sufi dalam mendekatkan diri kepada Tuhan (Tjandrasasmita, 2009a :190).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TEMUAN NASKAH-NASKAH KUNO DI MASJID LAYUR, SEMARANG, JAWA TENGAH ANCIENT MANUSCRIPTS FROM LAYUR MOSQUE, SEMARANG, JAWA TENGAH

TEMUAN NASKAH-NASKAH KUNO DI MASJID LAYUR, SEMARANG, JAWA TENGAH ANCIENT MANUSCRIPTS FROM LAYUR MOSQUE, SEMARANG, JAWA TENGAH

Naskah-naskah kuno di kampung Arab merupakan bukti keberadaan etnis Arab di beberapa kota di Jawa. Bukti-bukti lain di antaranya adalah masjid, makam, rumah tinggal. Naskah kuno merupakan budaya materi yang memiliki sifat mudah berpindah atau mudah bergerak. Kondisi semacam ini akan membuat benda benda tersebut akan cepat hilang atau berpindah tangan. Dari beberapa kampung Arab yang terdapat di beberapa kota di Jawa Tengah hanya kampung Arab di Semarang yang masih terdapat peninggalan naskah-naskah kuno. Ironisnya naskah naskah telah mengalami kerusakan sebagai akibat penyimpanan yang tidak bagus dan tidak banyak diketahui orang dan bahkan telah banyak naskah yang rusak akibat lapuk termakan ngengat. Persoalannya adalah bagimana sebaiknya menyikapi naskah-naskah kuno yang kini dalam kondisi tidak terawatt tersebut
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Ayo Selamatkan Naskah Kuno Begini Caranya.pdf

Ayo Selamatkan Naskah Kuno Begini Caranya.pdf

UNAIR NEWS - Naskah kuno adalah kekayaan tersendiri bagi orang-orang yang fokus pada pelestarian dan pengkajian naskah kuno. Menurut Muchtar Lutfi, SS, M.Hum. selaku dosen filologi Departemen Sastra Indonesia FIB UNAIR, naskah merupakan peninggalan yang sangat berharga, karena di dalam naskah terdapat kandungan dan ide yang tertulis lebih lengkap dari pada benda peninggalan sejarah lainnya.

2 Baca lebih lajut

Kajian naskah kuno Nazhan Nasehat

Kajian naskah kuno Nazhan Nasehat

Dalam naskah Ma'rifatul Bayan ini kandungan nilai pendidikan cukup banyak tercermin dalam kalimat-kalimat pendek. yang memberi pengertian pendidikan yang sifatnya keagamaan. Pendidikan dimaksud berupa nasehat-nasehat yang berkaitan dengan ajaran Islam. dalam beberapa kalimat yaitu 11wajib tuan bermufakat agar tak sesat jalan yang sebenarnya", "jalan makrifat bicara adik hendaklah cerdik diperiksa11, "hendaklah disidik wahai kawanku carilah guru yang bijaksana", 11 Arti salim sejahteraan ibadat akan Tuhan senantiasa11, 11kekal hati serta Allah ingat sebuah zat yang Esa11, 11murad zikir wahai taulan berpalingan hati anda"," paling hati janan duakan hadap Tuhan senantiasa", "itulah taulan makna zikir ingat hati akan Allah Taala11, "jangan asal sebut huruf zikir lidah di hati lupa", 11 tiada faidah kalau demikian meski dikatakan senantiasa". "seperti orang memukul besi dingin semalam suntuk bekas tiada", "yang ada payah ia dapatkan tiada ilmu sebagainya".
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN DAN KEMUDAHAN AKSES NASKAH KUNO KOLEKSI MUSEUM RADYA PUSTAKA SURAKARTA

LAPORAN PENELITIAN HIBAH BERSAING

Tahun ke 1 (satu) dari rencana 2 (dua) tahun

DIGITALISASI SEBAGAI UPAYA PENYELAMATAN DAN KEMUDAHAN AKSES NASKAH KUNO KOLEKSI MUSEUM RADYA PUSTAKA SURAKARTA LAPORAN PENELITIAN HIBAH BERSAING Tahun ke 1 (satu) dari rencana 2 (dua) tahun

14 Tehnik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, berkaitan dengan kondisi internal perpustakaan Museum Radya Pustaka, menggunakan Purposive Sampling di mana pilihan informan didasarkan atas tujuan tertentu. Penentuan atas informan, akan merujuk pada mereka yang mempunyai keterlibatan secara intens dengan koleksi pustaka perpustakaan Museum Radya Pustaka, baik pemangku kebijakan yang menentukan operasional perpustakaan, pegawai lapangan yang berkutat dengan koleksi naskah kuno secara langsung maupun para pemustaka yang aktif menggunakan koleksi perpustakaan sebagai sumber pengetahuan mereka. Selain itu, akan dilakukan wawancara mendalam dengan para informan pilihan. Focus Grup Discussion juga akan dibentuk dengan peserta yang secara spesifik memahami topic pembicaraan berkaitan dengan perpustakaan Museum Radya Pustaka, baik secara identifikasi koleksi, pengembangan pelayanan dan sistem yang digunakan dalam rangka mendapatkan proses pelestarian yang tepatguna. Kelompok diskusi ini juga untuk memfasilitasi ketertarikan dari pemustaka terhadap penyajian digitalisasi koleksi perpustakaan dengan kemampuan serta pengembangan baik sumber daya manusia maupun sumber daya lain yang dimiliki oleh pihak perpustakaan agar mendapatkan pelayanan perpustakaan yang bersinergis, kemungkinan bentuk modul alih media mandiri yang efektif serta bentuk penyelamatan manuskrip kuno yang sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) pelestarian naskah kuno yang dipahami oleh pihak pustakawan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...