Top PDF PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (1)

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (1)

PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI LUKIS (1)

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal Pameran Seni Lukis ini. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan proposal ini. Proposal ini sebagai bentuk untuk menggambarkan rancangan kegiatan pameran seni rupa yang akan kami selenggarakan. Di dalam proposal ini kami memaparkan semua yang berhubungan dengan penyelenggaraan pameran seni rupa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PAMERAN SENI LUKIS KATA PENGANTAR

PAMERAN SENI LUKIS KATA PENGANTAR

Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa-siswi dibidang seni, khususnya seni rupa serta untuk memenuhi salah satu tugas dalam pelajaran seni budaya. Potensi siswa dalam berorganisasi dipandang perlu untuk digali. Kreatifitas, kemampuan, dan bakat siswa di bidang seni juga perlu terus diasah, ditingkatkan, dan disalurkan dalam bentuk pameran. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka penulis selaku siswa kelas XI MIA 3 SMAN 1 Baleendah, ingin mengadakan kegiatan pameran seni lukis. Oleh karena itu, kami berharap bapak/ ibu guru dapat memberikan dukungan terhadap acara yang akan diadakan tersebut.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN BERAPRESIASI SISWA MELALUI KEGIATAN PAMERAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 3 SLAWI

KEMAMPUAN BERAPRESIASI SISWA MELALUI KEGIATAN PAMERAN SEKOLAH DI SMA NEGERI 3 SLAWI

Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (1) bentuk pameran seni rupa yang digunakan sebagai media apresiasi adalah pameran heterogen, merupakan pameran bersama, dan termasuk indoor exhibition yang diselenggarakan tiap akhir tahun ajaran, (2) kemampuan siswa kelas XI dalam mengapresiasi karya makrame, kap lampu, lukis mural, dan lukis cat minyak berada pada kategori baik, dan (3) kelebihan pameran sebagai media apresiasi yakni siswa dapat memilih karya yang disukai atau yang menarik perhatian untuk diapresiasi, siswa dapat berdiskusi dengan teman-temannya saat melakukan apresiasi, kegiatan apresiasi lebih menyenangkan, dan dapat melatih siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, sedangkan kekurangan pameran sebagai media apresiasi yaitu guru tidak bisa melakukan kontrol terhadap siswa secara menyeluruh dan penilaian terhadap hasil apresiasi siswa lebih rumit sehingga membutuhkan waktu yang lama.
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

proposal pameran seni lukis lukisan di sekolah

proposal pameran seni lukis lukisan di sekolah

Dalam rangka meningkatkan kemampuan siswa-siswi dibidang seni, khususnya seni rupa serta untuk memenuhi salah satu tugas dalam pelajaran seni budaya. Potensi siswa dalam berorganisasi dipandang perlu untuk digali. Kreatifitas, kemampuan, dan bakat siswa di bidang seni juga perlu terus diasah, ditingkatkan, dan disalurkan dalam bentuk pameran. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, maka penulis selaku siswa kelas XI MIA 3 SMAN 1 Baleendah, ingin mengadakan kegiatan pameran seni lukis. Oleh karena itu, kami berharap bapak/ ibu guru dapat memberikan dukungan terhadap acara yang akan diadakan tersebut.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Urutan Kegiatan dalam Merencanakan Pamer

Urutan Kegiatan dalam Merencanakan Pamer

Rencana sebuah pameran perlu dirancang secara sistematis dan logis agar pada waktu pelaksanaannya berjalan lancar. Tanpa perencanaan yang sistematis sebuah pameran tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Urutan kegiatan dalam merencanakan pameran seni rupa adalah : (1) Menentukan Tujuan Pameran, (2) Menentukan Tema Pameran, (3) Menyusun Kepanitiaan Kegiatan Pameran, (4) Menentukan Waktu dan Tempat Kegiatan Pameran, (5) Menyusun Agenda Kegiatan Kegiatan Pameran dan (6) Menyusun Proposal Kegiatan Kegiatan Pameran. Mari kita pelajari tahapan umum dalam perencanaan penyelenggaran pameran seni rupa berikut ini.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

IRVANA MUTIARA DEWI (21020111130079) BAB I

IRVANA MUTIARA DEWI (21020111130079) BAB I

Irvana Mutiara Dewi - 21020111130079 2 seni lukis, seni tari dan seni musik. Dan masyarakat kota Semarang cukup baik dalam mengapresiasi karya – karya seni tersebut. Untuk menunjukkan apresiasi dan kecintaan pada seni, masyarakat kota Semarang membentuk kelompok – kelompok seni sendiri (komunitas). Kelompok seni yang cukup baik perkembangannya di kota Semarang adalah kelompok seni di bidang seni lukis. Mulai bermunculan komunitas seni lukis, dan komunitas tersebut juga aktif dalam mengadakan kegiatan seni seperti pameran, lomba, ataupun diskusi. Sebenarnya kota Semarang sudah tidak asing lagi dengan seni lukis. Pasalnya pada awal perkembangan seni lukis, banyak seniman dari kota Semarang yang memberikan kontribusinya, salah satunya adalah Radeh Saleh. Di Semarang sendiri jumlah seniman di bidang seni lukis cukup banyak, kurang lebih ada 100 orang, namun tidak semuanya masih aktif dan rutin dalam berkarya. Sa gat disaya gka jika se i lukis se pat ati di kota Se ara g, kare a di kota i ilah se i lukis awalnya berkembang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Contoh Proposal untuk Mengajukan Bantuan Dana Kegiatan semua ada proposal-pameran

Contoh Proposal untuk Mengajukan Bantuan Dana Kegiatan semua ada proposal-pameran

mempelajari melukis gaya Eropa yang dipraktekkan pelukis Belanda. Raden Saleh kemudian melanjutkan belajar melukis ke Belanda, sehingga berhasil menjadi seorang pelukis Indonesia yang disegani dan menjadi pelukis istana di beberapa negera Eropa. Namun seni lukis Indonesia tidak melalui perkembangan yang sama seperti zaman renaisans Eropa, sehingga perkembangannya pun tidak melalui tahapan yang sama. Era revolusi di Indonesia membuat banyak pelukis Indonesia beralih dari tema-tema

14 Baca lebih lajut

Supriyadi H N, M.Sn: JURI LOMBA TARI TINGKAT SD DLM RANGKA DIES NATALIS UNY KE 46 TH 2007

Supriyadi H N, M.Sn: JURI LOMBA TARI TINGKAT SD DLM RANGKA DIES NATALIS UNY KE 46 TH 2007

Kegiatan Pementasan Seni dilakukan di beberapa tempat seperti Pentas Tari dalm Upacara Dies, Pentas Kethoprak Kampus yang melibatkan semua unsur di universitas ini dari Rektor hingga pegawai harian. Bahkan dalam upacara Dies kostum yang dikenakan grup Paduan Suara menggunakan pakaian adat yang ada di seluruh tanah air, pentas Kolaborasi UKM, dan masih ada lagi kegiatan pentas seni lainnya. Kegiatan Pameran Seni Lukis dan seni Rupa dilakukan di Hall Rektorat maupun di kampus FBS. Sedang pelaksanaan Lomba Seni dipusatkan di GOR UNY, baik itu Lomba Melukis dan Mewarnai Tingkat Sekolah Dasar maupun Lomba Tari Tingkat Sekolah Dasar. Lomba lukis, Mewarnai, dan Tari tersebut dilakukan secara bersama-sama dalam satu lokasi yang sudah diatur pembatasnya. Mengemukanya kegiatan seni dalam pelaksanaan Dies Natalis kali ini bisa dimaklumi mengingat Fakultas Bahasa dan Seni sebagai panitia pelaksana.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

CONTOH PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI RU (1)

CONTOH PROPOSAL KEGIATAN PAMERAN SENI RU (1)

"kerakyatan". Objek yang berhubungan dengan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai tema yang mengkhianati bangsa, sebab dianggap menjilat kepada kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer pada masa itu. Selain itu, alat lukis seperti cat dan kanvas yang semakin sulit didapat membuat lukisan Indonesia cenderung ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, sehingga melahirkan abstraksi. Gerakan Manifesto Kebudayaan yang bertujuan untuk melawan pemaksaan ideologi komunisme membuat pelukis pada masa 1950an lebih memilih membebaskan karya seni mereka dari kepentingan politik tertentu, sehingga era ekspresionisme dimulai. Lukisan tidak lagi dianggap sebagai penyampai pesan dan alat propaganda. Perjalanan seni lukis Indonesia sejak perintisan R. Saleh sampai awal abad XXI ini, terasa masih
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

BAB.I.PENDAHULUAN I.1.LATAR BELAKANG  GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

BAB.I.PENDAHULUAN I.1.LATAR BELAKANG GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari hidup dari perasaannya dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa persaan manusia lainnya. dengan diilandasi kesadaran yang tinggi maka hasil karya para seniman perlu dilestarikan dan di kembangkan dari generasi ke generasi.hal ini disebabkan hasil karya seni tersebut dapat menunjukkan corak atau ciri yang khas seniman- seniman dari masa ke masa.

11 Baca lebih lajut

Heroes Off the Day-Mencoba Gerilya Melawan Klise (Kuratorial Pameran Seni Lukis, 2006).

Heroes Off the Day-Mencoba Gerilya Melawan Klise (Kuratorial Pameran Seni Lukis, 2006).

Jaladi mantry dalam arti sesungguhnya adalah armada atau pasukan Majapahit yang tidak segan-segan melakukan tindakan, yang dalam bahasa Jawa kuna, dikatakan sebagai wiçina sahana, yang l[r]

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ARTCENTERDIYOGYAKARTA.

PENDAHULUAN ARTCENTERDIYOGYAKARTA.

‗ fauve ‘ (binatang liar) oleh Loui s Vauxcelles saat mengomentari pameran Salon d’Automne dalam artikelnya untuk suplemen Gil Blas edisi 17 Oktober 1905, pagina 2 — menunjukkan bahwa seniman berupaya keras untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan kreasi maupun keinginannya secara bebas, bagaikan naluri ‗nafsu binatang liar‘ yang bebas tanpa kendali. Seiring dengan upaya seniman untuk mengekspresikan dirinya dan mengembangkan kreasi maupun keinginannya, Fauvisme menyerukan pemberontakan terhadap kemapanan seni lukis yang telah lama terbantu oleh obyektivitas ilmu pengetahuan. Gerakan ini memperlihatkan sikap seniman untuk berusaha bebas mengembangkan kreasi dengan mendobrak kemapanan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TINJAUAN UMUM GALERI SENI LUKIS  GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

TINJAUAN UMUM GALERI SENI LUKIS GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

Kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak. Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui pendekatannya masing-masing. Bentuk-bentuk karyanya menggunakan bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran).Seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar poster.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  GEDUNG PAMERAN SENI RUPA DI YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN GEDUNG PAMERAN SENI RUPA DI YOGYAKARTA.

Melihat perkembangan seni akhir-akhir ini dapat kita ambil benang merah bahwa Yogyakarta merupakan barometer seni budaya di Indonesia. Berbagai ragam budaya yang ada serta suasana kota ikut mendukung tumbuh kembangnya seni di Yogyakarta. Bisa dikatakan selain sebagai kota pelajar, Yogyakarta merupakan kota dan sumber seni yang sangat dominan.

5 Baca lebih lajut

BAB.V.  GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

BAB.V. GALERI SENI LUKIS DI YOGYAKARTA REPRESENTASI SENI LUKIS EKSPRESIONISME.

Pertimbangan karakter ruang Galeri Seni Lukis Di Yogyakarta berdasarkan analisis kegiatan dan temuan kualitas ruang dari analisis transformasi menjadi dasar dari pencarian desain setting masing-masing ruang. Jadi mencari kecocokan karakter ruang berdasarkan analisis kegiatan dengan analisis transformasi dengana penyajian yang komunikatif dan menampilkan suasana ruang yang ekspresif ( pengalaman ruang ).

29 Baca lebih lajut

9 1 1 KIKD Seni Lukis COMPILED

9 1 1 KIKD Seni Lukis COMPILED

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR 3.1 Memahami huruf Hangeul dan pelafalan, penulisan suku kata, penekanan/ intonasi dari kalimat dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat 4.1 [r]

138 Baca lebih lajut

Seni Lukis III.doc

Seni Lukis III.doc

Selesai menempuh mata kuliah Seni Lukis III ini, mahasiswa diharapkan tuntas memiliki kemampuan minat konsentrasi studi Seni Murni khususnya berkarya Seni Lukis Modern. Menyiapkan profesionalisme kesenimanan akademik melalui manajemen pameran kelas studio seni lukis. Memberi landasan budaya berbasis kompetensi ilmu seni untuk memasuki kerja studio berkarya seni lukis, dan membuka kemungkinan sebagai titik tolak program kelanjutan menempuh TA (Tugas Akhir) Seni Lukis. Membangun sikap profesionalisme berlandaskan intelektualitas mandiri sebagai penggiat seni lukis yang senantiasa melakukan kerja studio. Menyadarkan peranan proses kreatifitas berbasis manajemen untuk melakukan eksplorasi dan eksperimentasi media sehingga mampu merintis iklim penciptaan karya inovatif. Meneguhkan kemandirian dalam mengolah mutu teknis maupun mutu estetis. Menanamkan jiwa kepribadian nasional yang berbasis kearifan lokal melalui penampilan karya seni lukis di zaman sekarang selagi memasuki Globalisasi.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Seni Lukis I.doc

Seni Lukis I.doc

Dalam mata kuliah Seni Lukis-I ini diutamakan pratika berkarya seni murni pada pengembangan ide melalui pembahasan pengetahuan dasar berkarya seni lukis yang diawali dengan latihan sketsa sebagai ungkapan ekspresi meliputi subyek matter alam benda; alam pemandangan (lanscape/cityscape/seascape); human figure (sosok manusia: tunggal/kelompok/ber pose/dinamika gerak dengan kegiatan); animal figure (sosok hewan); sketch eksperimen kreatif melatih teknik dan eksplorasi alat-bahan. Dasar-dasar pelatihan semuanya dikemas sebagai bentuk portofolio atau antologi yang dilaporkan sebagai hasil studi pratika meliputi eksplorasi garis (lurus/lengkung/patah) dan goresan maupun sapuan memakai berbagai media jenis kering maupun basah untuk melatih rasa artistik dalam penghayatan bahasa seni rupa secara monokromatik dan polikromatik termasuk mengolah unsur seni rupa di antaranya latihan tata letak, tata warna, aksentuasi, unsur isian, keseimbangan, dll. Semua itu dilakukan secara proses penggubahan dalam proses kreatif penciptaan karya sketsa ekspresif yang dikemas dalam bentuk antologi karya sketsa atau portofolio yang dijilid terdiri dari hasil karya 50 lembar ukuran kertas sejenis HVS (A4) dan portofolio karya seni lukis meliputi obyek- obyek utama yang diwajibkan dan digarap memakai media oil pastel atau krayon maupun cat air sebanyak 15 lembar ukuran kertas gambar (A3).
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Seni Lukis II.doc

Seni Lukis II.doc

Dalam mata kuliah Seni Lukis-II ini mengutamakan pembelajaran praktika berkarya seni murni khususnya latihan cipta karya seni lukis melalui pengamatan obyek langsung maupun tak langsung yaitu memory system secara runutan menggubah bentuk menghasilkan impresi form maupun shape. Melatih diri bersikap pluralisme dan bertanggung jawab dengan hasil karya seni lukisnya serta menanamkan landasan berkarya seni lukis melalui sumber intuisi diri pribadinya (Primadi Tabrani: Citra Manusia) serta menampilkan cara pelukisan ekspresif sebagai bahasa visual estetik dengan penuh penghayatan. Menyiapkan pemikiran alternatif dalam setiap praktik melukis untuk keteguhan mengembangkan ide berkarya seni melalui proses menggubah obyek menjadi subyek matter melalui proses deformasi, distorsi, akhirnya menemukan stylasi atau gaya seni lukisnya yang khas sehingga mampu menampilkan pada tingkat mutu karya seni lukis akademik. Melakukan kerja studio praktik melukis dengan tata manajemen waktu yang sebaik- baiknya melalui kontemplasi dan selanjutnya ditingkatkan dalam stimulasi berkarya sampai elaborasi kreatifitas mencapai pengalaman estetik pada kreasi seni lukis tanpa kehilangan jati diri. Berlatih mengolah unsur-unsur seni rupa dalam upaya melakukan implementasi dan keselarasan pemakaian media (alat dan bahan cipta karya seni) konvensional maupun non konvensional untuk kebutuhan penampilan karya seni lukis modern. Menanamkan pendidikan budaya berkarya seni lukis dan menyadarkan peranan humanisme dengan cara memperhatikan keadaan kompetensi alam lingkungan beserta kehidupan masyarakat di sekitarnya yakni peduli terhadap kearifan lokal yang akan menjadi bahan kajian pada setiap proses kreasi seni lukis.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...