Top PDF REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Tindakan menggunjing terlukis dalam tuturan “Itu cerita lama. Aku tahu seorang ronggeng sering kali dianggap sebagai ternak piaraan oleh induk semangnya. Lihatlah, dalam musim orang berhajat atau masa lepas panen; ronggeng naik pentas setiap malam. Siang hari dia mesti melayani laki-laki yang menggendaknya. Sementara itu yang mengatur semua urusan, lebih-lebih urusan keuangan, adalah si dukun ronggeng. Kasihan, kan? Sebaliknya, kini suami-istri Kartareja menjadi kaya, kan?”. Peserta pertuturan sedang memperbincangkan keadaan seorang ronggeng di kampungnya yang sedang naik daun. Mereka menggunjingkan orang tua yang mengasuh ronggeng tersebut. Salah satunya seperti yang tergambar dalam tuturan bahwa penutur mengulas tentang keberadaan pengasuh ronggeng. Penutur menggunjing bahwa pengasuh ronggeng diduga memperoleh kenikmatan berupa harta di atas kerja keras ronggeng asuhannya. Penutur mengumpat perilaku pengasuh ronggeng yang hanya menikmati hasil kerja yang dilakukan ronggengnya yang susah payah bekerja menjual diri.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Hasil dan pembahasan penelitian berdasarkan perubahan unsur tema, penokohan, alur, dan latar. Perubahan yang terjadi dalam unsur instrinsik tema (minor)yang meliputi penyerapan karya (ekserp) berupa penggambilan intisari tema minor pada novel yang terdapat pada skenario film. Penyerapan karya (ekserp) tersebut terjadi akibat durasi waktu yang ditentukan dalam pembuatan skenario film. Pengembangan karya (ekspansi) tema minor berupa penambahan cerita pada skenario film yang tidak terdapat di dalam novel. Pengembangan karya (ekspansi) tersebut bertujuan untuk menambah sisi dramatik cerita dan untuk menentukan cerita selanjutnya. Proses perubahan pada unsur tokoh terjadi pada empat tokoh dalam novel. Perubahan unsur tokoh terjadi akibat mengikuti penyerapan karya (ekserp) dan pengembangan karya (ekspansi) yang terjadi pada tema minor. Proses perubahan yang terjadi pada unsur intrinsik alur adalah proses perbedaan alur yang digunakan di dalam novel dan skenario film. Perbedaan tersebut berupa urutan alur antara novel dan skenario film yang berbeda. Proses perubahan yang terjadi dalam unsur intrinsik latar meliputi proses pengurangan dan penambahan latar tempat, latar suasana, dan latar sosial akibat penyerapan karya (ekserp) dan pengembangan karya (ekspansi) yang terjadi pada tema minor.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Metode Penelitian ini adalah deskripsi kualitatif. Objek penelitian ini adalah aspek gender yang terdapat dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan novel Sintren karya Dianing Widya Yudhistira. Sumber data yang dipakai adalah sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik model interaktif dan pembacaan model semiotik.

10 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

This research was motivated by a desire to find psychological conflict of the main character in the novel Ronggeng Dukuh Paruk written by Ahmad Tohari. This research aimed to describe the psychological conflict of the main character in the novel Ronggeng Dukuh Paruk, by Ahmad Tohari with psikoanalisis Sigmund Freud’s theory that divided the human personality into there, namely the id, ego, and superego in the attitude of repression, sublimation, rationalization, aggression, projection, diversion, apathy and fantasy. This research was a qualitative research, being descriptive, using textual approaches and literature technigues. Analysis and interactive models by Miles and Huberman done by marking,classify, and coclude the results of analysis that is consistent with the of Sigmund Freud’s personality theory. Pengeran displayed Rasus character as the narrator in novel Ronggeng Dukuh Paruk Hamlet was being displayed as a character who told Rasus. The main conflict deeloved in chapter there, namely when Srintil completed the last reguirement mus be a ronggeng. The requirement that must be fulfilled was named “bukak - klambu”. A requirement that destabilize the relationship between Rasus end Srintil. The results showed that in a natural psychiatric conflict was experienced by Srintil figure wit himself happened because Srintil psychiatric conflict by herself occurred as the result of Rasus’s refusal to bicome her husband and leaved her, and Srintil psychiatric conflict with the surrounding occurred when Srintil was involved by the communist minions and must be entered into the prison and She was be disappointed by Bajus because selling her to Pak Blengur. The peak of the problem occurred when Srintil has became a Ronggeng Dukuh Paruk. Srintil belonged to the people and Rasus as a man who loved her, should let her.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Terlepas dari itu, harus diakui Ahmad Tohari adalah pengarang karya fiksi yang tidak pernah menulis dari sesuatu yang hampa. Sebagai seorang pengarang, ia menjadi pengamat sosial yang menyoroti kehidupan rakyat kecil atau kaum pinggiran menjadi sentral dalam karya-karyanya. Dari segi ekspresinya Ahmad Tohari mengesankan adanya orisinalitas ekspresi yang khas. Kaya pemanfaatan potensi bahasa dan gaya bahasa sehingga stilistikanya menarik untuk dikaji.

21 Baca lebih lajut

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

Di pedukuhan itu ada kepercayaan kuat, seorang ronggeng sejati bukan hasil pengajaran. Bag aimanapun d iajari, seorang peraw an tidak bisa menjadi ro ngg eng kecuali ro h indang telah m erasuk tubuhny a. Indang ad alah semacam wangsit yang dimuliakan di dunia peronggengan. (Tohari, 2011:13). Ro ng g eng sang at d iagung kan o leh masyarakat Dukuh Paruk karena mitosnya bahwa ronggeng adalah utusan dari leluhur. Jadi, tidak sembarang orang bisa menjadi ronggeng agar kesakralan menjadi ronggeng sangat terjaga. Tidak hanya kepercayaan akan m ito s y ang d ip eg ang kuat o leh masyarakat Dukuh Paruk, tetapi mereka juga percaya pada dunia sihir dan mantra. Bany ak ritual y ang d ilakukan o leh masyarakat Dukuh Paruk. Nyai Kartareja sebagai dukun ronggeng sering melakukan ritual-ritual, salah satunya seperti dalam kutipan ini: “ Satu hal disembunyikan oleh Nyai Kartareja terhad ap siap a p un. Itu ketika dia meniupkan mantra pekasih ke ubun-ubun Srintil. Mantra yang di Dukuh Paruk dipercaya akan membuat siapa saja tam p ak lebih cantik d ari sebenarny a.” (Tohari, 2011:18).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI (Tinjauan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

This research has purposes for : 1) Explaining the structure of novel “Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk ” by Ahmad Tohari with Sociology literature approach and education value can give the description for teacher when educates student for analyzing the novel ;2) Describing education value of Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk novel by Ahmad Tohari (Sociology Literature approach and education value ) for getting knowledge about education values; 3) Explaining social culture background of Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk novel for getting ease in make an appreciation of literature work ; 4) Explaining the structure revelance and sociology literature approach in Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk with Indonesian literature learning for enriching the knowledge in literature world.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN Oleh Citra Resmi Sebuah skri[r]

3 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

Istilah ronggeng bukan merupakan sesuatu yang asing lagi. Di tanah Jawa yang merupakan tempat kelahiran ronggeng sendiri, ronggeng adalah sebuah produk seni dari kebudayaan. Ronggeng erat hubungannya dengan tayub, karena ronggeng secara harfiah berarti penari tayub. Sebagai artefak budaya, ronggeng memiliki sejarah yang sangat panjang. Dalam sejarahnya, ronggeng merupakan sebuah penyimbolan dunia sakral dan menjadi wakil dari kepercayaan mistis budaya Jawa di masa lalu. Sayangnya, pergeseran makna sakral menjadi profan pada ronggeng telah menjadikan ronggeng sebagai ‘perempuan penghibur’, yang bukan saja dilekatkan kepada seni tarian, namun justru kepada seksualitas mereka.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN   Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Tabel tersebut menunjukkan intensitas jenis gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari untuk menyajikan cerita dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk . Kata konotatif adalah gaya kata yang paling dominan yang digunakan oleh Tohari, sedangkan kata serapan bahasa asing merupakan gaya kata yang tidak dominan muncul dalam novel RDP . Banyaknya gaya kata konotatif yang digunakan menunjukkan adanya kemampuan intelektual Ahmad Tohari dan adanya maksud tertentu untuk tidak hanya membangkitkan imajinasi pembaca, akan tetapi Ahmad Tohari juga mengajak pembaca untuk berpikir dan memahami tentang makna dari suatu hal. Berikut ini analisis gaya kata yang terdapat dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

GAYA BAHASA PADA NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK BUKU III (JANTERA BIANGLALA) KARYA AHMAD TOHARI (SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK)

Puji Syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, kasih dan karunia-Nya yang senantiasa menyertai saya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi saya yang berjudul Gaya Bahasa pada Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Buku III (Jantera Bianglala) Karya Ahmad Tohari (Sebuah Kajian Pragmatik) ini dengan baik. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

141 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

PENDAHULUAN ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Penelitian Asep Supriyadi (2006) yang berjudul “Transformasi Nilai- Nilai Ajaran Islam Dalam Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburahman EL- Shirazy:Kajian Interteks” memaparkan tentang nilai-nila agama islam yang terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburahman EL-Shirazy, yang diantaranya adalah bertawakal kepada allah, perlunya manusia beriktiar, berdoa kepada allah, yakin akan pertolongan allah, sabar dalam menghadapi cobaan, yakin bahwa allah itu dekat, mencintai allah diatas segalanya, meyakini hanya allah yang dapat memberikan hidayah, islam diyakini agama yang benar, bersyukur kepada allah, beribadah kepada allah, menyakini adanya kematian. Dan terdapat hubungan interteks antara teks al-qur’an dan hadist nabi sebagai hipogramnya.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

 CV Hartono

CV Hartono

Warna Lokal Jawa dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari 2009 File Bidang Penelitian : Mimikri+Pribumi,+Seminar+Internasional+PIBSI+2010 Karakteristik+Postmo+dalam+Kumpul[r]

5 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Puji syukur yang dalam penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah menganugrahkan berbagai karunia. Salah satu karunia yang penulis rasakan adalah diberikan kenikmatan untuk menyelesaikan tesis dengan judul ” Gaya Kata dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Ba hasa Indonesia di SMA”.

13 Baca lebih lajut

MAJAS  NOVEL TRILOGI  RONGGENG  DUKUH  PARUK  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Tesis ini mengkaji tiga hal, yaitu majas yang digunakan oleh Ahmad Tohari dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk, Pemanfaatan majas yang paling dominan dan yang paling sedikit dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk . Implementasi majas sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia di SMA. Analisis data menggunakan metode pandan intralingual dengan Teknik Hubung Banding Menyamakan hal pokok (HBSP).

14 Baca lebih lajut

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Abstract: This study was conducted with the aim to describe the meaning of sexuality diction contained in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari. Data were collected by using a technique of library, seeing and recording. The collected data was then analyzed using flow analysis consisting of three flow of activities occured simultaneously, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that there are 11 (eleven) diction concerning sexuality in the trilogy novel of Ronggeng Dukuh Paruk by Ahmad Tohari, namely (a) bukak-klambu, (b) virginitas, (c) tonggak sejarah biologis, (d) mucikari atau induk semang, (e) dengus napas lembu jantan, (f) sundal/persundalan, (g) lingga, (h) rajasinga, (i) gendak, (j) pacak gulu, and (k) gowok.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Menggali Kearifan Lokal pada Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Berdasarkan kajian stilistika ditemukan bahwa RDP memanfaatkan style ‘gaya bahasa‘ baik diksi, kalimat, wacana, bahasa figuratif maupun citraan yang memiliki keunikan dan keistimewaan (uniqueness and idiosyncracy) yang khas Tohari dalam rangka menciptakan efek makna dan efek estetik. Melalui kajian Semiotik dan Interteks ditemukan bahwa dalam RDP terkandung nilai-nilai kearifan lokal (local genius) budaya Jawa sebagai pembentuk identitas yang berguna untuk memperkaya budaya bangsa. Nilai kearifan lokal itu antara lain sikap arif menghadapi orang khilaf, hidup dalam keserbawajaran, dan manusia hidup menjadi tokoh wayang dalam cerita yang sudah pakem. Nilai-nilai kearifan lokal tersebut sangat berguna dalam rangka pembangunan karakter bangsa.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan gnomik. Karena terdapat acuan teks ke benda-benda yang sudah diketahui dan dikodifikasi oleh budaya. Yaitu pada kalimat “Aku tahu seorang ronggeng sering kali dianggap sebagai ternak piaraan oleh induk semangnya. ronggeng naik pentas setiap malam. Siang hari dia mesti melayani laki-laki yang menghendaknya”. Yang berarti Srintil tampil sebagai ronggeng untuk menari dan menghibur para tamu dan warga terutama para laki-laki pada malam hari, sedangkan pada siang hari Srintil melayani para laki-laki yang ingin menikmati tubuhnya. Pada leksia di atas menunjukkan bahwa masih ada tindak diskriminasi berbentuk pelecehan terhadap perempuan, perempuan bernama Srintil dikonstruksi melayani masyarakat dukuh paruk, sedangkan pada malam hari mau tidak mau bekerja menghibur para laki-laki.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...