Top PDF REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL.

REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL.

REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL.

Dalam memanfaatkan sumber-sumber energi non konvensional melalui pembangkit tenaga listrik, pada umumnya sistem pembangkitan dioperasikan secara terisolasi. Jika dalam sistem tersebut digunakan generator induksi, maka sumber daya reaktif sebagai eksitasi generator harus disediakan tersendiri. Sumber eksitasi yang umum dipergunakan berupa bank kapasitor yang dihubungkan ke rangkaian generator melalui saklar-saklar magnetis. Dengan eksitasi yang mencukupi, akan diperoleh kondisi optimal pengoperasian pembangkit dalam bentuk faktor daya dan efisiensi yang tinggi, regulasi tegangan yang rendah dan pada gilirannya akan memperbaiki keseluruhan performansi sistem. Sebaliknya kekurangan eksitasi akan mengakibatkan generator induksi dapat kehilangan tegangan (voltage collaps) dan ketidak-stabilan sistem.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

ARTIKEL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SEND

ARTIKEL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SENDIRI BAGI PEMBANGKIT LISTRIK NON KONVENSIONAL REALISASI KONTROLER BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR INDUKSI PENGUATAN SEND

Sejauh ini, penentuan tingkat eksitasi generator induksi dilakukan dengan cara terlebih dahulu memodelkan sistem kelistrikan pembangkitan dalam suatu model matematis pada tingkat pembebanan dan kecepatan putaran tertentu yang kemudian diselesaikan secara analitis ataupun iterasi, hal yang sama dilakukan untuk tingkat pembebanan dan kecepatan yang lain, (Muljadi dan Butterfield, 2005). Sedangkan pengendaliannya menggunakan sistem pengendalian klasik yang perancangannya berbasiskan pemodelan matematis sistem tersebut. Cara ini sering mengalami kesulitan khususnya dalam langkah pemodelan seiring dengan semakin kompleksnya sistem dan adanya ketidak-linearan komponen yang membangun sistem tersebut (Sousa dan Bose, 1994). Seperti diketahui, dalam menyelesaikan persamaan model matematis secara analitis ataupun iteratif, parameter-parameter sistem dianggap linear. Penerapan metode ini akan memberikan hasil yang kurang akurat dan menghasilkan sistem pengendalian yang tidak optimal.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR.

IMPLEMENTASI SISTEM KENDALI BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN EKSITASI GENERATOR.

Sementara itu, generator induksi memiliki kelebihan dalam hal kekokohan konstruksi, harga yang relatif murah, fleksibilitas untuk bekerja pada berbagai tingkat putaran penggerak mula dan kemampuan swa-proteksi terhadap berbagai gangguan kelistrikan. Dengan berbagai kelebihan tersebut jenis generator ini banyak digunakan untuk mengkonversikan sumber energi primer menjadi energi listrik pada sistem pembangkitan non konvensional (Kuperman et al., 2003). Pembangkitan non konvensional ditemui antara lain pada sistem konversi tenaga angin (SKEA) ataupun pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Model DFIG pada PLTB Sebagai Suatu Unit Pembangkit Terdistribusi

Model DFIG pada PLTB Sebagai Suatu Unit Pembangkit Terdistribusi

Gambar 2 menunjukkan model mesin induksi dalam Matlab Simulink, sedangkan Gambar 3 menunjukkan model pembangkit listrik tenaga angin dalam Matlab Simulink. Turbin angin dalam operasionalnya pada penelitian ini dimodelkan menggunakan doubly-fed induction generator (DFIG) yang terdiri dari sebuah generator induksi rotor belitan dan sebuah konverter PWM AC/DC/AC berbasis IGBT. Belitan stator dihubungkan langsung ke grid sistem tenaga listrik 60 Hz sedangkan rotor generator induksi dicatu pada frekuensi variabel melalui konverter AC/DC/AC. Teknologi doubly-fed induction generator tersebut memungkinkan untuk mendapatkan energi maksimum dari angin walaupun kecepatan angin yang menerpa pembangkit listrik tenaga angin tersebut sangat rendah. Enerrgi maksimum yang dihasilkan tersebut dapat diperoleh dengan mengoptimisasi kecepatan turbin dan meminimalkan tekanan mekanik pada turbin pada saat hembusan angin sangat keras. Kecepatan turbin yang menghasilkan energi mekanik maksimum untuk kecepatan angin yang tersedia adalah sebanding dengan kecepatan anginnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perancangan Generator Induksi 1 Fasa Kecepatan Rendah.

PENDAHULUAN Perancangan Generator Induksi 1 Fasa Kecepatan Rendah.

Salah satu komponen utama yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan sistem pembangkit adalah jenis generator yang digunakan untuk mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Penggunaan motor induksi sebagai generator merupakan salah satu alternatif di antara beberapa jenis generator lainnya. Generator induksi memiliki beberapa keunggulan, antara lain konstruksi yang kokoh, tidak memerlukan sikat arang/komutator, harganya murah, mudah perawatannya, mudah pengoperasiannya, dan mampu membangkitkan tenaga listrik pada berbagai kecepatan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Perancangan Generator Induksi 1 Fase Tereksitasi Diri Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Daerah Terpencil AGUS SUPARDI BAB II

Perancangan Generator Induksi 1 Fase Tereksitasi Diri Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Daerah Terpencil AGUS SUPARDI BAB II

Mesin induksi yang tersedia di pasaran untuk daya yang besar biasanya merupakan mesin induksi 3 fase. Apabila digunakan sebagai generator, maka juga akan menghasilkan keluaran 3 fase. Dalam kenyataannya, mayoritas beban listrik yang digunakan masyarakat luas adalah peralatan satu fasa sehingga lebih tepat digunakan generator 1 fase. Fukami et al (1999) melaporkan bahwa mesin induksi 3 fase dapat digunakan sebagai generator induksi 1 fase pada suatu sistem yang tidak terhubung dengan jala-jala listrik (stand alone). Agar menghasilkan tegangan tertentu maka pada generator tersebut harus dihubungkan kapasitor eksitasi dengan ukuran tertentu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Prestian Ridho Saputra

Prestian Ridho Saputra

Dimana Kp dan Ki masing-masing adalah konstanta Proporsional, dan konstanta Intergral, Nilai Ti = Kp/Ki , sering dikenal sebagai konstanta waktu integral, ∆ e(k) = e(k)-e(k-1) , Ts adalah periode sampling dan n adalah jumlah sampel data. Pendekatan dasar dalam mengadaptasi kontroler multiterm (kontroler PI) dengan menggunakan logika Fuzzy adalah dengan merencanakan supervisory rules dari Fuzzy tersebut dengan aturan (rule) berikut ini :

7 Baca lebih lajut

Analisis Performa Generator Tipe DFIG pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Analisis Performa Generator Tipe DFIG pada Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencanangkan target bahwa hingga tahun 2025 nanti minimal 25% dari total pasokan energi listrik harus berasal dari sumber energi terbarukan (Kusdiana, 2008). Target ini sangat realistis karena karena semakin terbatasnya sumber energi konvensional yang mengandalkan bahan bakar minyak dan batubara. Selain itu juga masalah lingkungan yaitu polusi udara yang ditimbulkan oleh sumber energi listrik konvensional dengan bahan bakar minyak dan batubara tersebut. Salah satu sumber energi listrik terbarukan yang sangat potensial di Negara Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga angin. Di benua Eropa, pembangkit listrik tenaga angin merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang paling cepat pertumbuhannya (Tapia dkk, 2003: Lei dkk, 2006; Li dan Cen, 2008). Telah banyak pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun dengan kapasitas terpasang mulai dari beberapa kilowatt hingga mencapai ukuran megawatt yang terhubung dan terinterkoneksi dengan jaringan distribusi daya listrik. Sebagai contoh adalah perusahaan Enercon yang telah membangun turbin angin dengan kapasitas 4,5 MW dengan diameter rotor 112,8 meter.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisa Perbandingan Pengaruh Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Regulasi Dan Efisiensi Pada Motor Induksi Sebagai Generator ( MISG ) Penguatan Sendiri

Analisa Perbandingan Pengaruh Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Regulasi Dan Efisiensi Pada Motor Induksi Sebagai Generator ( MISG ) Penguatan Sendiri

Sama halnya dengan mesin – mesin listrik yang lain, pada motor induksi sebagai generator rugi – rugi terdiri dari rugi – rugi tetap dan rugi – rugi variabel. Pada kondisi beban nol daya outputnya sama dengan nol, sehingga efisiensi bernilai nol. Apabila motor induksi berbeban ringan, maka rugi – rugi tetap akan lebih besar jika dibandingkan terhadap outputnya, sehingga efisiensi rendah. Jika beban meningkat, maka efisiensinya juga akan meningkat dan akan menjadi maksimum sewaktu rugi – rugi variabel sama dengan rugi – rugi inti. Efisiensi maksimum terjadi saat 80 hingga 95 persen dari rated output. Jika beban ditingkatkan secara terus – menerus hingga melampaui efisiensi maksimumnya rugi – rugi beban akan meningkat dengan sangat cepat daripada outputnya, sehingga efisiensi menurun.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Doubly-fed Induction Generator (DFIG)

Doubly-fed Induction Generator (DFIG)

Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mencanangkan target bahwa hingga tahun 2025 nanti minimal 25% dari total pasokan energi listrik harus berasal dari sumber energi terbarukan (Kusdiana, 2008). Target ini sangat realistis karena karena semakin terbatasnya sumber energi konvensional yang mengandalkan bahan bakar minyak dan batubara. Selain itu juga masalah lingkungan yaitu polusi udara yang ditimbulkan oleh sumber energi listrik konvensional dengan bahan bakar minyak dan batubara tersebut. Salah satu sumber energi listrik terbarukan yang sangat potensial di Negara Indonesia adalah pembangkit listrik tenaga angin. Di benua Eropa, pembangkit listrik tenaga angin merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang paling cepat pertumbuhannya (Tapia dkk, 2003: Lei dkk, 2006; Li dan Cen, 2008). Telah banyak pembangkit listrik tenaga angin yang dibangun dengan kapasitas terpasang mulai dari beberapa kilowatt hingga mencapai ukuran megawatt yang terhubung dan terinterkoneksi dengan jaringan distribusi daya listrik. Sebagai contoh adalah perusahaan Enercon yang telah membangun turbin angin dengan kapasitas 4,5 MW dengan diameter rotor 112,8 meter.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Model Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Model Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Gambar 2 menunjukkan model mesin induksi dalam Matlab Simulink, sedangkan Gambar 3 menunjukkan model pembangkit listrik tenaga angin dalam Matlab Simulink. Turbin angin dalam operasionalnya pada penelitian ini dimodelkan menggunakan doubly-fed induction generator (DFIG) yang terdiri dari sebuah generator induksi rotor belitan dan sebuah konverter PWM AC/DC/AC berbasis IGBT. Belitan stator dihubungkan langsung ke grid sistem tenaga listrik 60 Hz sedangkan rotor generator induksi dicatu pada frekuensi variabel melalui konverter AC/DC/AC. Teknologi doubly-fed induction generator tersebut memungkinkan untuk mendapatkan energi maksimum dari angin walaupun kecepatan angin yang menerpa pembangkit listrik tenaga angin tersebut sangat rendah. Enerrgi maksimum yang dihasilkan tersebut dapat diperoleh dengan mengoptimisasi kecepatan turbin dan meminimalkan tekanan mekanik pada turbin pada saat hembusan angin sangat keras. Kecepatan turbin yang menghasilkan energi mekanik maksimum untuk kecepatan angin yang tersedia adalah sebanding dengan kecepatan anginnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengendali DFIG pada PLTB

Pengendali DFIG pada PLTB

Dalam dua dekade terakhir, penetrasi turbin angin dalam sistem tenaga listrik mengalami perkembangan pesat. Perkembangan pesat ini dibarengi dengan peningkatan performansi pengendalian generator induksi yang digerakkan oleh koncir angin sebagai penghasil energi listrik. Sebagaimana diketahui bahwa kecepatan angin yang memutar kincir angin selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu, sementara generator listrik membutuhkan putaran yang konstan guna menghasilkan tegangan listrik yang stabil. Teknologi terkini dalam aplikasi pembangkit listrik tenaga angin guna mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan doubly-fed induction generator (DFIG) (Poller, 2003; Popa dan Blaabrierg, 2004; Chowari dan Clellapilla, 2006; Chuong, 2008). Dengan penggunaan teknologi DFIG ini,
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Model PLTB dengan Generator Induksi

Model PLTB dengan Generator Induksi

Simulasi dalam Simulink yang diuraikan dalam penelitian ini adalah menampilkan unjukkerja keadaan mantap (steady-state) dan keadaan dinamis pembangkit listrik tenaga angin berkapasitas 9 MW yang dicatukan ke sistem distribusi tenaga listrik. Pembangkit liistrik tenaga angin tersebut terdiri dari enam turbin angin masing-masing berkapasitas 1,5 MW yang dihubungkan ke sistem distribusi bertegangan 25 kV yang memberikan daya listrik dari sistem transmisi 120 KV ke beban melalui penyulang 25 kV sepanjang 30 km. sekelompok beban listrik yang terdiri dari beban motor pada suatu pabrik 2300V, 2 MVA ( beban motor induksi 1.68 MW pada faktor daya 0,93) dan beban resistif 200 kW telah terhubung ke penyulang yang sama pada bus B25. Selanjutnya sebuah beban 500 kW juga dihubungkan ke bus 575 V pembangkit listrik tenaga angin. Diagram sistem tenaga listrik dalam Matlab Simulink ini ditunjukkan pada Gambar 2 sampai dengan Gambar 4.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Model DFIG pada PLTAngin

Model DFIG pada PLTAngin

Abstrak Penelitian ini membahas model Double Fed Induction Generator (DFIG) pembangkit listrik tenaga angin sebagai suatu unit pembangkit tersebar. Turbin angin yang menggunakan generator DFIG sebagai penghasil energi listrik umumnya digunakan untuk skala kapasitas menengah hingga besar. Oleh karena itu sebelum diaplikasikan dalam rancangan nyata, diperlukan simulasi dan analisis melalui pemodelan dalam perangkat lunak. Dalam penelitian ini model pembangkit listrik tenaga angin Double Fed Induction Generator (DFIG) dibangun dalam perangkat lunak Simulink-Matlab. Model sistem dalam perangkat lunak Simulink-Matlab ini disimulasikan dalam keadaan operasi normal dan dalam keadaan gangguan hubung singkat untuk mengetahui unjukkerja dan keandalan sistem.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisa Pengaruh Besar Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Karakteristik Beban Nol dan Berbeban Pada Motor Induksi sebagai Generator Penguatan Sendiri

Analisa Pengaruh Besar Nilai Kapasitor Eksitasi Terhadap Karakteristik Beban Nol dan Berbeban Pada Motor Induksi sebagai Generator Penguatan Sendiri

Motor induksi merupakan salah satu penggerak yang paling sering digunakan dalam aplikasi industri. Disamping fungsinya sebagai penggerak, motor induksi juga dapat dijadikan sebagai generator atau sering juga disebut dengan Motor Induksi Sebagai Generator (MISG). Secara umum konstruksi motor induksi adalah sama dengan konstruksi generator induksi, hanya saja dalam pengoperasiannya generator induksi kecepatan putaran rotor harus di atas kecepatan medan putar stator (ns<nr), yang berarti slip bernilai negatif. Tidak hanya itu saja, motor induksi tersebut juga memerlukan kapasitor untuk menyediakan daya reaktif.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

2009 dm agus supardi bab 1

2009 dm agus supardi bab 1

Disamping mempunyai keunggulan, generator induksi juga mempunyai beberapa kelemahan, antara lain masalah kebutuhan daya reaktif, masalah tegangan dan frekuensi yang timbul ketika beroperasi sendiri ( stand alone ) (Capallaz, 1992). Menurut Ouhrouche (1995), generator induksi yang dikompensasi dengan kapasitor akan mengalami tegangan lebih saat dilepaskan dari jala-jala listrik sehingga bisa membahayakan peralatan dan personelnya. Generator induksi juga menghasilkan harmonik akibat kejenuhan inti besinya (Grady and Santosa, 2001).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembebanan Terhadap Regulasi Tegangan Dan Efisiensi Pada Generator Induksi Penguatan Sendiri Dengan Kompensasi Tegangan Menggunakan Kapasitor

Pengaruh Pembebanan Terhadap Regulasi Tegangan Dan Efisiensi Pada Generator Induksi Penguatan Sendiri Dengan Kompensasi Tegangan Menggunakan Kapasitor

Motor induksi merupakan salah satu penggerak yang paling sering digunakan dalam aplikasi industri. Disamping fungsinya sebagai penggerak, motor induksi juga dapat dijadikan sebagai generator atau sering juga disebut dengan Motor Induksi Sebagai Generator ( MISG ). Secara umum konstruksi motor induksi adalah sama dengan konstruksi generator induksi, hanya saja dalam pengoperasiannya generator induksi memerlukan prime mover untuk menggerakkan rotor motor induksi tersebut. Rotor tersebut dikopelkan ke prime mover lalu diputar sedemikian sehingga menghasilkan slip negatif ( 1 > s ). Artinya kecepatan putaran rotor harus di atas kecepatan medan putar stator ( n s < n r ). Tidak hanya itu saja, motor induksi tersebut juga
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

2009 dm agus supardi ringkasan

2009 dm agus supardi ringkasan

Generator yang diteliti adalah generator induksi jenis sangkar tupai dengan daya 1,5 HP dan tegangan kerja 220 volt. Belitan stator generator induksi dihubungkan bintang. Sebagai penggerak mulanya dipakai mesin DC yang dirangkai dengan penguatan medan terpisah. Pengaturan kecepatan generator induksi dilakukan dengan mengatur slide regulator yang mencatu penyearah gelombang penuh pada masukan mesin DC. Pengukuran distorsi harmonik dilakukan pada keluaran generator induksi dengan menggunakan power quality analyzer setelah mesin diputar sampai kecepatan nominalnya. Pengukuran dilakukan pada saat kondisi berbeban maupun tidak berbeban. Lampu pijar, lampu hemat energi (LHE) dan lampu TL digunakan sebagai beban generator induksi. Masing-masing jenis lampu tersebut divariasi dayanya. Kapasitansi kapasitor dinaikkan jika tegangan keluaran mesin tidak stabil setalah adanya penambahan beban, sedangkan jika frekuensinya turun maka kecepatan generatornya yang dinaikkan. Frekuensi keluaran generator induksi dipertahankan pada nilai  50 Hz pada setiap percobaan. Setelah itu, dilakukan perancangan filter harmoniknya dengan memodelkan sistem yang diteliti ke dalam software bantu. Penyempurnaan filter harmonik terus dilakukan sampai diperoleh hasil simulasi yang memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam standar IEEE 519.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

LAPORAN KERJA PRAKTEK 002

Ketika beroperasi di bawah kontrol dari regulator DC, tegangan konstan penguatan generator dipertahankan, terlepas dari kondisi operasi pada terminal generator. Ketika beroperasi di bawah kontrol regulator AC, tegangan konstan terminal generator dipertahankan dalam berbagai kondisi beban. Jika generator terhubung ke sistem besar melalui impedansi rendah, generator tidak dapat mengubah sistem tegangan. Pada Regulator AC, variasi yang sangat kecil dalam tegangan terminal, kemudian mengontrol Volt Ampere Reaktif (VAR). Jika generator terisolasi dari sistem, regulator AC mengontrol tegangan terminal dan VAR ditentukan oleh beban. Kebanyakan sistem beroperasi dengan cara yang ada di antara dua ekstrem. Artinya, baik VAR dan Volt dikendalikan oleh regulator AC. Operasi normal adalah dengan transfer otomatis ke regulator DC dengan kehilangan umpan balik transformator tegangan melalui PT Failure Detection (PTFD).
Baca lebih lanjut

47 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...