Top PDF Refraktometer Dan Indeks Bias

Refraktometer Dan Indeks Bias

Refraktometer Dan Indeks Bias

farm rmako akope pe &n &ndo done nesia sia ed edis isi i em empa pat t di diny nyata ataka kan n ga gari ris s #D #D% % ca cahay haya a na natr triu ium m pa pada da pa panj njan ang g gelombang +-," nm dan +-, nm. mumnya alat dirancang untuk digunakan dengan gelombang +-," nm dan +-, nm. mumnya alat dirancang untuk digunakan dengan cahaya putih. Alat yang digunakan untuk mengukur indeks bias adalah refraktometer A00E. cahaya putih. Alat yang digunakan untuk mengukur indeks bias adalah refraktometer A00E. ntuk mencapai kestabilan, alat harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass standart ntuk mencapai kestabilan, alat harus dikalibrasi dengan menggunakan plat glass standart #Anonim, !"$"%.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Uji Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan Indeks Bias Cahaya Menggunakan Alat Refraktometer Sederhana

Uji Kualitas Minyak Goreng Berdasarkan Indeks Bias Cahaya Menggunakan Alat Refraktometer Sederhana

Setelah alat refraktometer dikembangkan dan model persamaan matematis diturunkan, kemudian dilakukan kalibrasi dengan alat kaca planparalel dan diujicobakan pada air. Hasil kalibrasi yang diperoleh menyatakan bahwa tidak ada perbedaan indeks bias kaca pada refraktometer dan kaca planparalel. Hal ini dapat dibuktikan dengan harga t hitung 1,782 lebih kecil dari t tabel 1,812 dengan taraf signifikansi 5 %. Dalam pengujian indeks bias air, diperoleh nilai t hitung - 0,014 dan t tabel = 2,201 (dk= n-1). Hal ini dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara indeks bias air yang menggunakan refraktometer dan indeks bias air pada tabel.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

UJI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN INDEKS BIAS CAHAYA MENGGUNAKAN ALAT REFRAKTOMETER SEDERHANA

UJI KUALITAS MINYAK GORENG BERDASARKAN INDEKS BIAS CAHAYA MENGGUNAKAN ALAT REFRAKTOMETER SEDERHANA

Setelah alat refraktometer dikembangkan dan model persamaan matematis diturunkan, kemudian dilakukan kalibrasi dengan alat kaca planparalel dan diujicobakan pada air. Hasil kalibrasi yang diperoleh menyatakan bahwa tidak ada perbedaan indeks bias kaca pada refraktometer dan kaca planparalel. Hal ini dapat dibuktikan dengan harga t hitung 1,782 lebih kecil dari t tabel 1,812 dengan taraf signifikansi 5 %. Dalam pengujian indeks bias air, diperoleh nilai t hitung - 0,014 dan t tabel = 2,201 (dk= n-1). Hal ini dapat diartikan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara indeks bias air yang menggunakan refraktometer dan indeks bias air pada tabel.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Identifikasi dan pengukuran konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan analisis pola serapan dan indeks bias menggunakan detektor emission spectrometer dan refraktometer

Identifikasi dan pengukuran konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan analisis pola serapan dan indeks bias menggunakan detektor emission spectrometer dan refraktometer

Telah dilakukan penelitian identifikasi dan penentuan konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan menggunakan Emission Spectrometer dan Refraktometer. Identifikasi dilakukan dengan membandingkan pola serapan dari larutan sampel dengan pola serapan larutan standar. Pewarna hijau Tartrazin CI 19140 dan Biru Berlian FCF CI 42090 digunakan sebagai larutan standar. Pola serapan diperoleh menggunakan Detektor Emission Spectrometer. Detektor Emission Spectrometer mengukur intensitas dari sumber cahaya pada panjang gelombang 320 – 900 nm dengan interval 1 nm. Penentuan konsentrasi dilakukan dengan analisa indeks bias sampel dengan menggunakan grafik hubungan antara indeks bias terhadap konsentrasi larutan standar. Pengukuran indeks bias dilakukan dengan menggunakan Refraktometer. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan pewarna standar pada masing – masing sampel S1 sebesar (46,3 ± 2,9) mL/L, sampel S2 sebesar (96,3 ± 6,0) mL/L, sampel S3 sebesar (77,5 ± 4,8) mL/L, dan sampel S4 sebesar (65,0 ± 4,1) mL/L.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

Identifikasi dan pengukuran konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan analisis pola serapan dan indeks bias menggunakan detektor emission spectrometer dan refraktometer.

Identifikasi dan pengukuran konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan analisis pola serapan dan indeks bias menggunakan detektor emission spectrometer dan refraktometer.

Telah dilakukan penelitian identifikasi dan penentuan konsentrasi pewarna hijau dalam sampel minuman dengan menggunakan Emission Spectrometer dan Refraktometer. Identifikasi dilakukan dengan membandingkan pola serapan dari larutan sampel dengan pola serapan larutan standar. Pewarna hijau Tartrazin CI 19140 dan Biru Berlian FCF CI 42090 digunakan sebagai larutan standar. Pola serapan diperoleh menggunakan Detektor Emission Spectrometer. Detektor Emission Spectrometer mengukur intensitas dari sumber cahaya pada panjang gelombang 320 – 900 nm dengan interval 1 nm. Penentuan konsentrasi dilakukan dengan analisa indeks bias sampel dengan menggunakan grafik hubungan antara indeks bias terhadap konsentrasi larutan standar. Pengukuran indeks bias dilakukan dengan menggunakan Refraktometer. Hasil penelitian menunjukkan adanya kandungan pewarna standar pada masing – masing sampel S1 sebesar (46,3 ± 2,9) mL/L, sampel S2 sebesar (96,3 ± 6,0) mL/L, sampel S3 sebesar (77,5 ± 4,8) mL/L, dan sampel S4 sebesar (65,0 ± 4,1) mL/L.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR REFRAKTOMETER

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR REFRAKTOMETER

Refraktometer adalah alat ukur untuk menentukan indeks bias cairan atau padat, bahan transparan dan refractometry. Prinsip pengukuran dapat dibedakan, oleh cayaha, penggembalaan kejadian, total refleksi, ini adlah pembiasan (refraksi) atau reflaksi total cahaya yang digunakan. Sebagai prisma umum menggunakan semua tiga prinsip, satu dengan insdeks bias dikenal (Prisma). Cahaya merambat dalam transisi antara pengukuran prisma dan media sampel (n cairan) dengan kecepatan yang berbeda indeks bias diketahui dari media sampel diukur dengan defleksi cahaya (Wikipedia Commons, 2010).
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang paling kuat daya antiseptiknya, sering digunakan untuk obat sakit gigi dan untuk nyeri. Sering dicampurkan pada obat gosok karena menimbulkan rasa hangat, dan dapat meringankan nyeri otot dan artritis. Parameter yang digunakan yaitu penentuan bobot jenis dan indeks bias dengan menggunakan alat piknometer berkapasitas 10 ml dan refraktometer pada suhu 20 o C ± 0,2 o C.

11 Baca lebih lajut

Identifikasi Kemurnian Oli Menggunakan Indeks Bias

Identifikasi Kemurnian Oli Menggunakan Indeks Bias

Metode lain yang sering digunakan untuk mengukur indeks bias adalah dengan menggunakan spektrometer. Spektrometer terdiri atas beberapa bagian, yaitu sumber cahaya monokromatik, prisma atau kristal dan teropong. Penentuan indeks bias dengan metode ini adalah dengan mengamati sudut deviasi minimum dari cahaya monokromatik yang berasal dari sumber yang keluar dari prisma atau kristal yang ditangkap oleh teropong. Metode ini juga cukup akurat untuk mengukur indeks bias. Namun demikian, metode ini juga mempunyai kelemahan yaitu selain pengoperasian alat yang rumit, metode ini membutuhkan sampel penelitian dalam jumlah yang banyak dan juga membutuhkan waktu yang lama. Metode lain yang juga sering digunakan untuk mengukur indeks bias adalah dengan menggunakan refraktometer. Metode ini merupakan metode yang sederhana. Sampel yang digunakan juga relatif lebih sedikit dibandingkan dengan metode-metode yang lainnya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Yang Terdapat Pada Minyak Sereh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Yang Terdapat Pada Minyak Sereh

Jika cahaya melewati media kurang padat ke media lebih padat, maka sinar akan membelok atau “membias” dari garis normal. Jika e adalah sudut sinar pantul, dan i sudut sinar dating, maka menurut hokum pembiasan. Dimana n adalah indeks bias media kurang padat, N indeks bias media lebih padat. Refraktometer adalah alat yang tepat dan cepat untuk menetapkan nilai indeks bias. Dari beberapa tipe refraktometer maka yang dianggap paling baik adalah refraktometer Pulfrich dan Abbe (Guenther, 1987).

8 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Jika cahaya melewati media kurang padat ke media lebih padat, maka sinar akan membelok atau “membias” dari garis normal. Jika e adalah sudut sinar pantul, dan i sudut sinar datang, maka menurut hukum pembiasan. Dimana n adalah indeks bias media kurang padat, dan N indeks bias media lebih padat. Refraktometer adalah alat yang tepat dan cepat untuk menetapkan nilai indeks bias. Dari beberapa tipe refraktometer maka yang dianggap paling baik adalah refraktometer Pulfrich dan Abbe (Guenther, 1987).

10 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Minyak cengkeh merupakan minyak atsiri yang paling kuat daya antiseptiknya, sering digunakan untuk obat sakit gigi dan untuk nyeri. Sering dicampurkan pada obat gosok karena menimbulkan rasa hangat, dan dapat meringankan nyeri otot dan artritis. Parameter yang digunakan yaitu penentuan bobot jenis dan indeks bias dengan menggunakan alat piknometer berkapasitas 10 ml dan refraktometer pada suhu 20 o C ± 0,2 o C.

2 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Pada Minyak Daun Cengkeh

Jika cahaya melewati media kurang padat ke media lebih padat, maka sinar akan membelok atau “membias” dari garis normal. Jika e adalah sudut sinar pantul, dan i sudut sinar datang, maka menurut hukum pembiasan. Dimana n adalah indeks bias media kurang padat, dan N indeks bias media lebih padat. Refraktometer adalah alat yang tepat dan cepat untuk menetapkan nilai indeks bias. Dari beberapa tipe refraktometer maka yang dianggap paling baik adalah refraktometer Pulfrich dan Abbe (Guenther, 1987).

38 Baca lebih lajut

Kadar Gula Dengan Refraktometer End

Kadar Gula Dengan Refraktometer End

Prinsip kerja dari refraktometer yaitu jika sampel merupakan larutan dengan konsentrasi rendah, maka sudut refraksi akan lebar dikarenakan perbedaan refraksi dari prisma dan sampel besar. Maka pada papan skala sinar “a” akan jatuh pada skala rendah. Indeks bias merupakan perbandingan laju cahaya di ruang hampa terhadap laju cahaya didalam medium berdasarkan hasil yang telah dilakukan. Pengukurannya didasarkan atas prinsip bahwa cahaya yang masuk melalui prisma-cahaya hanya bisa melewati bidang batas antara cairan dan prisma kerja dengan suatu sudut yang terletak dalam batas-batas tertentu yang ditentukan oleh sudut batas antara cairan dan alas.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Yang Terdapat Pada Minyak Sereh

Penentuan Bobot Jenis Dan Indeks Bias Yang Terdapat Pada Minyak Sereh

Jika cahaya melewati media kurang padat ke media lebih padat, maka sinar akan membelok atau “membias” dari garis normal. Jika e adalah sudut sinar pantul, dan i sudut sinar dating, maka menurut hokum pembiasan. Dimana n adalah indeks bias media kurang padat, N indeks bias media lebih padat. Refraktometer adalah alat yang tepat dan cepat untuk menetapkan nilai indeks bias. Dari beberapa tipe refraktometer maka yang dianggap paling baik adalah refraktometer Pulfrich dan Abbe (Guenther, 1987).

38 Baca lebih lajut

PERCOBAAN V REFRAKTOMETRI (INDEKS BIAS)

PERCOBAAN V REFRAKTOMETRI (INDEKS BIAS)

Lensa pada teleskop dapat diatur agar mempertajam penglihatan yang ditampakkan pada output teleskop sehingga dapat dengan jelas kita melihat gambar dan juga skala indeks bias yang ditunjukkan oleh refraktometer nantinya. Dan setiap jenis zat cair akan memiliki besar indeks bias yang berbeda pada keadaan suhu tertentu. Hai ini disebabkan oleh pengukuran indeks bias juga terpengaruhi oleh suhu di saat kita melakukan pengukuran. Oleh karena itu, suhu juga perlu dilaporkan ketika mengukur indeks bias di laboratorium.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

indeks bias print.docx

indeks bias print.docx

Digital menggunakan refraktometer sebagai sumber cahaya adalah LED. Detektor adalah sensor CCD yang digunakan sebuah pengukuran temperature kompensasi indeks bias bergantung pada suhu. Metode pengukuran apalagi refraktometer digunakan dalam sensor mesin yang lebih kompleks, seperti sebagai sensor hujan dikendaraan atau di perangkat detector untuk kromotografi cair kinierja tinaggi (HPLC). Disini sering bekerja terus detector indeks bias digunakan (Wikipedia Commons, 2010).

7 Baca lebih lajut

Mengukur Indeks Bias Berbagai Jenis Kaca Dengan  Menggunakan Prinsip Pembiasan

Mengukur Indeks Bias Berbagai Jenis Kaca Dengan Menggunakan Prinsip Pembiasan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks bias berbagai jenis kaca dengan menggunakan prinsip pembiasan cahaya. Prinsip pembiasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah prinsip Pembiasan cahaya menurut Huygens. Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu 14 hari yang bertempat di Laboratorium Pendidikan Fisika Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah kaca flinta dan kaca korona. Penelitian ini menggunakan konsep pembiasan cahaya yang terjadi pada kaca planparalel, dengan teknik pengambilan data secara perulangan. Analisis data yang di gunakan dalam penelitaan ini adalah hukum pembiasan yang dirumuskan oleh Snellius tetang pembiasan. hasil penelitian menunjukkan bahwa kaca Korona mempunyai indeks bias 1,418 sedangkan kaca Flinta mempunyai indeks bias 1,6203, sedangkan menurut referensi kaca Korona mempunyai indeks bias 1,52 dan Flinta 1,62. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk kaca Flinta terdapat perbedaan tetapi tidak terlalu signifikan sedangkan untuk kaca Korona hasil yang didapatkan sesuai dengan refensi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN INDEKS BIAS DAN KONSTANTA DIELEKTRIK DENGAN VARIASI SUHU PADA MINYAK KEDELAI

HUBUNGAN INDEKS BIAS DAN KONSTANTA DIELEKTRIK DENGAN VARIASI SUHU PADA MINYAK KEDELAI

Kedelai (Glycine max L) merupakan sumber protein dan dapat menghasilkan minyak bermutu tinggi. Minyak kedelai (soyabean oil) mempunyai kadar asam lemak jenuh sekitar 15% dan mengandung asam linoleat untuk mencegah hiperkolesterol mencapai 64%. Minyak kedelai yang sudah dimurnikan dapat digunakan untuk pembuatan minyak salad, minyak goreng, serta untuk segala keperluan pangan. Minyak kedelai memiliki sifat optik dan sifat listrik yang saling berhubungan. Salah satu sifat optik yaitu indeks bias dan sifat listriknya yaitu konstanta dielektrik. Indeks bias minyak kedelai dapat dianalisa melalui metode difraksi Fraunhofer celah ganda dan konstanta dielektriknya dapat dianalisa menggunakan kapasitansimeter. Kedua alat tersebut memiliki cara penggunaan yang sederhana dan telah diaplikasikan secara luas dalam penelitian – penelitian pada minyak sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara perubahan suhu dengan indeks bias dan konstanta dielektrik serta untuk menginvestigasi hubungan indeks bias dengan konstanta dielektrik minyak kedelai.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Analisis kualitas minyak goreng berdasarkan parameter viskositas dan indeks bias

Analisis kualitas minyak goreng berdasarkan parameter viskositas dan indeks bias

Kerusakan minyak goreng dapat diketahui dari parameter kualitas minyak goreng yang meliputi sifat fisik dan sifat kimia. Sifat fisik minyak meliputi warna, bau, odor dan flavor, kelarutan, titik cair dan polymorphism, titik didih, titik lunak, slipping point, shot melting point; bobot jenis, indeks bias, titik asap, titik nyala dan titik api, titik kekeruhan (turbidity point). 6 Parameter yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan sifat fisik minyak yaitu viskositas dan indeks bias.

143 Baca lebih lajut

Show all 7995 documents...