Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB V

1 1.13.17.1 Pembangunan Sarana dan Prasarana Tempat Penampungan Anak Terlantar 2 1.13.17.2 Pelatihan Ketrampilan dan Praktek Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar 3 1.13.17.3 Penyusunan Data dan Analisis Permasalahan Anak Terlantar 4 1.13.17.4 Pengembangan Bakat dan Ketrampilan Anak Terlantar 5 1.13.17.5 Peningkatan Keterampilan Tenaga Pembinaan Anak Terlantar 6 1.13.17.6 Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan

96 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V Final

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V Final

Program dan kegiatan yang dijabarkan pada Matriks Rencana Program dan Kegiatan Tahun 2016 adalah program dan kegiatan yang bersifat prioritas dan menjadi tugas pokok dan fungsi SKPD sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya. Program dan kegiatan yang bersifat rutin dan mendukung keberlanjutan/operasional pelaksanaan tugas pokok SKPD tidak dicantumkan secara detail. Pendanaan untuk pelaksanaan program dan kegiatan prioritas ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi NTB dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). selanjutnya rencana program dan kegiatan prioritas daerah Provinsi NTB Tahun 2016 dapat dilihat pada matrik berikut ini :
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab V RKPD 2016

Uraian Rencana Program dan Kegiatan yang disajikan dalam Buku II bersifat menyeluruh, yaitu selain memuat Rencana Program dan Kegiatan yang akan didanai oleh APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2016, juga memuat Rencana Program dan Kegiatan yang sumber pembiayaannya dari APBN 2016.

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 5.BAB V-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 5.BAB V-CETAK

Untuk   mencapai   pemerintahan   yang   baik,   bersih dan   berwibawa   atau  Good  and  Clean   Governance,   maka penyelengaraan pemerintahan harus dilaksanakan secara efektif,   efisien,   bersih,   dan   berwibawa   bagi   terwujudnya kemandirian   daerah,   antara   lain   dengan   cara meningkatkan   kualitas   SDM   aparatur   sehingga   dapat memberikan   pelayanan   publik   yang   terbaik   kepada masyarakat, meningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah   secara   transparan   dan   akuntabel,   merumuskan perencanaan   dengan   baik   dan   tertata   sehingga pembangunan   dapat   dilaksanakan   dengan   terarah, meningkatkan kualitas kinerja pengawasan. 
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 7~BAB V 2016_ok

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 7~BAB V 2016_ok

Alokasi   Belanja   Tidak   Langsung   digunakan   untuk   membiayai belanja pegawai, belanja bunga, belanja subsidi, belanja hibah, belanja bantuan   sosial,  belanja   bagi   hasil   kepada   pemerintah   desa,   belanja bantuan keuangan kepada  pemerintah desa dan belanja tak terduga. Sedangkan  Belanja   Langsung   digunakan   untuk   membiayai   program dan   kegiatan  masing­masing   Satuan   Kerja   Perangkat   Daerah   sesuai dengan   Urusan  Pemerintah   Daerah   yang   harus   dilaksanakan.  Tabel

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 9. BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 9. BAB V

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2016 BAB V - 1 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Penyelenggaraan program dan kegiatan prioritas daerah dilaksanakan berdasark[r]

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V RKPD 2016

(1) Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur, dengan target Indikator sarana dan prasarana umum tercapai pada 2014 meliputi: Proporsi panjang jalan dalam kondisi baik ditargetkan 68,71% dan capaiannya 70,73%, Ratio jaringan irigasi ditargetkan 82,32 % dan capaiannya 89,50%, Rasio Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan penduduk ditargetkan 47,93 % dan capaiannya 48,49%, dan Rumah tangga yang menggunakan air bersih ditargetkan 48,00% dan capaiannya 48,49 %. Indikator yang tidak tercapai adalah: Jumlah rumah tinggal yang bersanitasi pada 2012 ditargetkan 55,59 % dan capaiannya hanya 45,60 %.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V-CETAK

Fokus kegiatan pada upaya Rehabilitasi ruang kelas rusak SMA/SMK, Pembangunan ruang kelas baru SMA/SMK, Fasilitasi Akreditasi SMA/SMK, Pembangunan laboratorium dan ruang praktikum SMA/SMK, Pemberi bantuan siswa miskin SMA/SMK, Peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan industri, Peningkatan layanan pendidikan inklusi, Pengembangan mutu SMA/SMK, Pelatihan Kurikulum 2013. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung target capaian RPJM tahun 2016 yaitu meningkatkan APK SMA/SMK/MA/Paket C sebesar 77,75 %, meningkatkan APM SMA/SMK/MA/Paket C sebesar 54,3%, menurunkan APS SMA/SMK/MA sebesar 0,93% dan meningkatkan Angka Kelulusan SMA/SMK/MA sebesar 100%.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V 54

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V 54

Sejalan dengan konsep pembangunan pemerintah pusat yang berwawasan lingkungan, maka hal ini pula menjadi komitmen konsep pembangunan daerah kedepan untuk Kabupaten Gorontalo. Hal ini mengingat semakin terbatasnya sumber daya alam baik dari segi kualitas maupun kuantitas, maka pemanfaatan sumber daya alam tersebut harus dilakukan secara bijaksana dan terencana dengan baik sehingga dapat menjamin kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu pembangunan yang ramah lingkungan atau bisa disebut pembangunan berwawasan lingkungan sudah sepatutnya dipikirkan lebih lanjut oleh stakeholder.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Angka   melek   huruf   seringkali   digunakan   dalam menggambarkan   kualitas   sumber   daya   manusia.   Peningkatan wawasan   pengetahuan   masyarakat   amat   dipengaharui   oleh kemampuan   membaca   dan   menulis.   Keterampilan   baca   tulis   ini dibutuhkan   untuk   mempelajari   dan   menguasai   keterampilan lainnya.   Dengan   kemampuan   membaca   dan   menulis   akan meningkat peluang untuk mendapat pekerjaan maupun pelayanan yang   lebih   baik.   Karena   itu   indikator   ini   tidak   hanya   digunakan untuk   menggambarkan   keberhasilan   pembangunan   bidang pendidikan   tapi   juga   sebagai   indeks   keberhasilan   pembangunan secara umum.
Baca lebih lanjut

166 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan. Masalah utama dalam pembangunan pemberdayaan perempuan adalah rendahnya kualitas hidup dan peran perempuan, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan politik. Data Susenas 2003 menunjukkan bahwa, penduduk perempuan usia 10 tahun ke atas yang tidak/belum pernah sekolah jumlahnya dua kali lipat penduduk laki-laki (11,56 persen berbanding 5,43 persen). Penduduk perempuan yang buta huruf sekitar 12,28 persen, sedangkan penduduk laki-laki yang buta huruf sekitar 5,84 persen. Pada tahun 2000, angka kematian ibu melahirkan masih tertinggi di ASEAN, yaitu 307 per 100.000 kelahiran hidup. Prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil juga masih tinggi yaitu sekitar 50,9 persen Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001. Berdasarkan Susenas 2003, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan masih relatif rendah yaitu 44,81 persen, dibandingkan dengan laki-laki (76,12 persen). Di bidang politik, meskipun Undang-undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilu mengamanatkan keterwakilan 30 persen perempuan di lembaga legislatif, namun hasil Pemilu 2004 masih menunjukkan rendahnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif, yaitu keterwakilan perempuan di DPR hanya 11,6 persen dan di DPD hanya 19,8 persen (data Komisi Pemilihan Umum). Pada tahun 2003, rendahnya keterlibatan perempuan dalam jabatan publik juga dapat dilihat dari rendahnya persentase perempuan PNS yang menjabat sebagai Eselon I, II, dan III (12 persen). Sementara itu, peran perempuan di lembaga judikatif juga masih rendah, yaitu masing- masing sebesar 16,2 persen dan 3,4 persen sebagai hakim di Peradilan Umum dan di Peradilan Tata Usaha Negara, serta 17 persen sebagai Hakim Agung pada tahun 2000 (data Badan Kepegawaian Negara, 2003).
Baca lebih lanjut

384 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Globalisasi, termasuk di bidang perdagangan dan HAM, dan berbagai fenomena lintas batas seperti terorisme, penyelundupan manusia dan migrasi internasional baik untuk tujuan ekonomi maupun politik, akan terus menjadi pertimbangan penting dalam hubungan luar negeri. Di samping itu, dinamika hubungan internasional telah memunculkan isu-isu baru yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya termasuk yang bersifat non-konvensional. Selain itu masalah ketidakseimbangan hubungan negara-negara maju dengan negara-negara berkembang khususnya dalam konteks hubungan perdagangan dan ekonomi, secara umum masih terus mendominasi warna pergaulan internasional. Menyusul kegagalan pertemuan World Trade Organization (WTO) di Cancun, Meksiko, WTO menyelenggarakan Konperensi Tingkat Menteri (KTM) ke VI untuk mencari kesepakatan Program Kerja Agenda Pembangunan Doha, perdagangan jasa, aturan main, dan isu-isu pembangunan. Partisipasi aktif Indonesia dalam pertemuan tersebut mencerminkan pengakuan negara-negara penting anggota WTO bahwa Indonesia memainkan peran kunci dalam membentuk format perdagangan multilateral di masa datang. Salah satu hasil penting dari KTM IV tersebut adalah dicantumkannya batas akhir penurunan subsidi ekspor untuk produk-produk pertanian dari negara-negara maju sampai dengan tahun 2013. Indonesia akan terus mengupayakan terciptanya suatu sistem perdagangan multilateral yang lebih adil, terbuka, tidak diskriminatif dan dapat mendukung kepentingan pembangunan di negara- negara berkembang. Pada saat yang sama, Indonesia juga akan terus mendorong peningkatan solidaritas dan kerjasama ekonomi, perdagangan dan pembangunan antarnegara berkembang.
Baca lebih lanjut

676 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Selanjutnya, hasil hutan juga memberi sumbangan yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Sejak pemanfaatan hutan secara komersial dimulai tahun 1967, terdapat sebanyak 270 unit hak pengusahaan hutan (HPH) dengan luas areal pengusahaan sebesar 28,0 juta hektar. Upaya pemenuhan bahan baku kayu untuk keperluan industri dipenuhi melalui program hutan tanaman yang sampai dengan tahun 2002 berkembang mencakup areal seluas 2,9 juta hektar dengan produksi kayu bulat sebesar 16,1 juta m3. Namun demikian, pembangunan kehutanan tidak lepas dari permasalahan. Kesenjangan bahan baku yang diperkirakan mencapai sebesar 26,1 juta m3 per tahun telah mendorong terjadinya penebangan ilegal yang terorganisir. Degradasi terhadap sumberdaya hutan yang terjadi selama ini telah menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang jauh melebihi manfaat finansial yang diperoleh selama ini. Di sisi lain, belum optimalnya penerapan teknologi untuk dimanfaatkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan turut mengurangi peluang produk jasa yang dapat dihasilkan dari ekosistem hutan seperti air, udara bersih, keindahan alam dan kapasitas asimilasi lingkungan, yang mempunyai manfaat besar sebagai penyangga kehidupan dan mendukung sektor ekonomi lainnya.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Sementara itu, kegiatan terorisme yang bernuansa lokal atau domestik memiliki karakter yang lebih spesifik. Peledakan bom di rumah-rumah ibadah, perkantoran pemerintah, rumah pejabat penegak hukum, atau tempat-tempat umum lainnya cenderung bernuasa politik dan SARA. Giatnya proses hukum terhadap mantan pejabat eksekutif dan legislatif di daerah yang diduga melakukan tindak pidana korupsi telah memunculkan serangkaian teror kepada aparat penegak hukum yang berisikan pesan untuk menghentikan proses hukum pelaku korupsi. Sedangkan peledakan bom di tempat-tempat ibadah seperti gereja-gereja atau masjid-masjid cenderung ditujukan untuk mengadu domba antara kelompok agama di masyarakat. Upaya adu domba tersebut sering kali berhasil membakar amarah kelompok penganut agama, sehingga konflik horisontal tidak dapat terelakkan. Meskipun saat ini kejadian terorisme lokal cenderung menurun, akan tetapi pelaksanaan proses hukum yang tidak dibarengi dengan pengawalan keamanannya berpotensi memunculkan aksi-aksi terorisme bom. Oleh karena itu, dalam setiap proses hukum kejahatan politik dan korupsi, pemerintah telah melakukan upaya pengamanan yang lebih ketat.
Baca lebih lanjut

714 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V (141-157)

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V (141-157)

Sekurang­kurangnya   tujuh   fokus   pembangunan   tersebut merupakan mandat yang harus tertuang pada setiap periode RPJMD dan diemban   oleh   Gubernur   Banten   selama   periode   kepemimpinannya. Berdasarkan   hal   tersebut,   maka   visi,   misi,   dan   program   pokok   kepala daerah   harus   merupakan   pengejawantahan   dari   ketujuh   fokus pembangunan   tersebut   yang   akan   diimplementasikan   selama   masa jabatannya.

18 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan Jangka Menengah adalah desain pembangunan yang dirancang sebagai bagian dari pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Penyusunan rencana pembangunan tersebut disusun berdasarkan beberapa dokumen penting sebagai pedoman dan bertimbangan analisis konteks yang berkembang. Untuk kepentingan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2012 – 2017, beberapa dokumen penting menjadi acuan, antara lain adalah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2005- 2025, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014, dan visi-misi kepala daerah terpilih.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB II

mengindikasikan bahwa tingkat ketergantungan pembiayaan (financial dependency) pembangunan dari dana luar (pusat dan provinsi) semakin kecil. Pada tahun 2014 target PAD setelah PAK Kota Batu sebesar Rp.49.000.000.000,00 telah dapat dilampaui sebesar 159,77% dengan perolehan sebesar Rp.78,288,135,526.04. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Kota Batu untuk selalu memperbaiki iklim investasi serta berupaya terus manarik investasi dan melakukan reformasi birokrasi, review terhadap Perda terkait, serta perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya dunia usaha. Kebijakan ini tetap dipertahankan dan akan terus dilakukan perbaikan selama kurun waktu 2012-2017.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Berdasarkan prioritas dan sasaran pembangunan daerah tahun 2015 sebagaimana dijabarkan pada bab IV, disusun rencana program dan kegiatan prioritas daerah tahun 2015 yang menjelaskan program dan kegiatan, prioritas daerah, sasaran daerah, indikator kinerja, target, satuan, pagu indikatif, lokasi serta SKPD penanggungjawab. Selengkapnya disajikan pada matrik.

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB IV

pangan (melalui produksi dalam negeri, pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi irigasi), kedaulatan energy, maritim dan kelautan (melalui memperkuat jati diri sebagai Negara maritime, pemberantasan tindakan perikanan liar, membangun konektivitas nasional, serta pengembangan ekonomi maritime dan kelautan), pariwisata dan manufaktur (pariwisata dan industri manufaktur), ketahan air, infrastruktur dasar, dan konektivitas (melalui ketahanan air, infrastruktur dasar dan konektivitas, lingkungan);

115 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...