Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB  VII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII

Prioritas Peningkatan kerja sama dengan pihak ketiga dalam mengelola dan memanfaatkan potensi daerah diarahkan pada (a) Melakukan perbaikan- perbaikan dengan memberikan kemudahan prosedur dan mekanisme perijinan, perpajakan, keamanan, pelayanan birokrasi dan penyediaan infrastruktur yang memungkinkan. (b) Memberikan perlindungan hukum atas usaha yang dilaksanakan oleh investor sehingga mereka dapat menjalankan usaha dengan tenang, aman dan nyaman serta menghindari terjadinya konflik antara pengusaha dan masyarakat sekitar. (c) Menciptakan daya saing masyarakat /investor local agar tidak termarginalkan oleh investor dari luar daerah. (d) Memberikan kemudahan investasi bagisektor riil dan pertambangan melalui kebijakan usaha dan perbaikan infrastruktur guna mendorong kesinambungan dan keseimbangan pertumbuhan ekonomi antara sector pertanian, agribisnis, wisata dan sector pertambangan. (e) Mendorong Terwujudnya Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam pembangunan infrastruktur, (f) Mengarahkan kebijakan investasi pada pengembangan agrobisnis dengan prioritas pengembangan sector pertanian dan perikanan. (g) Meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi Sumber Daya Mineral dan Sumber Daya Energi dan bahan galian lainnya. (h) Meningkatkan pemantauan/pengendalian pengelolaan lingkungan hidup.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab VII - PENUTUP

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab VII - PENUTUP

Selain itu perencanaan pembangunan secara hirarki telah disusun dengan melibatkan berbagai pihak yang berintikan proses komunikasi antar lembaga perencana dan antar lembaga perencana dengan pemangku kepentingan pembangunan dilakukan melalui forum reguler yang telah terprogram dari tingkat Desa (Musrenbang

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII (211-269)

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII (211-269)

Dari ke 12 (dua belas) Program Unggulan di atas, selanjutnya dijabarkan   menjadi   Program   Prioritas   yang   terdiri   dari   78   (tujuh puluh   delapan)   program   yang   dirumpunkan   kedalam   25   Urusan Wajib   dan   8   Urusan   Pilihan   sesuai   dengan   amanat   Peraturan Pemerintah   Nomor   38   Tahun   2007   tentang   Pembagian   Urusan Pemerintahan   antara   Pemerintah,   Pemerintahan   Daerah   Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, dengan rincian sebagai berikut:

59 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII PENUTUP

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII PENUTUP

5. Untuk menjaga efektivitas pelaksanaan program, SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan wajib melakukan pemantauan pelaksanaan kegiatan serta melakukan tindakan koreksi yang diperlukan dalam bentuk laporan berkala sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melakukan evaluasi pelaksanaan program RKPD.

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII 54

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII 54

Dalam mewujudkan agenda-agenda pembangunan Daerah sebagaimana dijelaskan pada bab sebelumnya, maka selanjutnya kebijakan umum dimaksud dituangkan kedalam bidang-bidang yang menjadi kebijakan operasional sektor, antara lain :

23 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab VII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab VII

Mengembangkan pembangunan infrastruktur perhubungan darat, laut dan udara, dan modernisasi moda trasportasi untuk membuka akses antar pulau, antar provinsi dan Negara termasuk mendukung peningkatan aksesibilitas ke destinasi pariwisata daerah.

54 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VII

Rencana   Kerja   Pembangunan   Daerah   (RKPD)   Provinsi   Sulawesi Tengah   Tahun   2016,   merupakan   penjabaran   pelaksanaan   dari   Rencana Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah   (RPJMD)   Provinsi   Sulawesi Tengah   2011­2016.   Dengan   mengacu   kepada   Rencana   Kerja   Pemerintah (RKP) tahun 2016 dan hasil analisis, pemantauan serta evaluasi pelaksanan RKPD tahun 2016.

3 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Salah satu indikator makro ekonomi yang dapat mencerminkan tingkat kesenjangan pendapatan di tengah-tengah masyarakat adalah besaran indeks Gini dan distribusi pendapatan. Untuk mendapatkan gambaran tersebut, pada tahun 2012 dilakukan “Survei Konsumsi Rumah Tangga Kota Sawahlunto Tahun 2012”. Dari hasil survei tersebut didapatkan Indeks Gini penduduk Kota Sawahlunto pada tahun tersebut adalah sebesar 0,2535 angka tersebut mengisyaratkan bahwa di tengah-tengah masyarakat Kota Sawahlunto memang terjadi ketidakmerataan pendapatan. Ketidakmerataan Pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan sebab pertumbuhan ekonomi tidak banyak bermanfaat terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila distribusi hasil pembangunan tidak merata. Terdapat 8 (delapan) penyebab ketidakmerataan distribusi pendapatan, diantaranya: pertumbuhan penduduk yang tinggi, inflasi, pembangunan daerah tidak merata, penggangguran tinggi, mobilitas sosial rendah, memburuknya nilai tukar produk NSB, dan hancurnya industri kerajinan rakyat Namun ketidakmerataan pendapatan tersebut masih dikategorikan relatif rendah. Kondisi tersebut juga ditunjukkan dengan hasil penghitungan distribusi pendapatan menurut klasifikasi Bank Dunia yang menunjukkan 40 % dari seluruh penduduk berpendapatan rendah di Kota Sawahlunto sudah dapat menikmati sebesar 22,54 % dari total pendapatan masyarakat secara keseluruhan. Dimana menurut Bank Dunia, jika 40 % penduduk berpendapatan rendah memperoleh < 12 % dari total pendapatan, maka ketimpangan pendapatan yang terjadi tinggi; jika 12 %-17% ketimpangan pada kategori sedang; dan jika > 17 % dari total pendapatan maka ketimpangan pendapatan yang terjadi dianggap rendah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB IV

Prioritas pembangunan daerah adalah agenda pembangunan daerah tahunan yang menjadi tonggak capaian antara menuju sasaran 5 (lima) tahun RPJMD. Prioritas pembangunan juga dapat dikategorikan sebagai operasional dari tujuan strategis daerah mendasarkan pada urgensi daya ungkit pada kesejahteraan dan cakupan pembangunannya.Tidak semua program prioritas dapat menjadi prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan hasil identifikasi permasalahan yang dihadapi.

26 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan pengertian dari ketenagakerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama dan sesudah masa kerja, sedangkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan/atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Dalam melihat tingkat kesejahteraan masyarakat, salah satu indikator yang sering digunakan adalah jumlah penduduk yang bekerja, karena angka tersebut akan berdampak pada peningkatan pendapatan yang berpengaruh pada pemenuhan kehidupan yang layak serta stabilitas ekonomi. Untuk itu diperlukan pembangunan ketenagakerjaan yang bertujuan untuk :
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB I

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB I

Dalam penyusunan RKPD 2016 berpedoman pada dokumen perencanaan pembangunan lainnya, seperti rencana tata ruang rencana pembangunan jangka menengah provinsi, rencana pembangunan jangka panjang provinsi serta memperhatikan RPJP dan RPJM Nasional. Di samping itu, RKPD Provinsi Sumatera Barat ini disusun dengan memperhatikan sumber daya dan potensi yang dimiliki, faktor-faktor keberhasilan, evaluasi kinerja pembangunan 2 (dua) tahun sebelumnya serta isu-isu strategis yang berkembang.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VIII

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VIII

Setelah dijabarkan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pokok Pembangunan 5 (Lima) Tahun kedepan, serta secara hirarki dijabarkan menjadi beberapa arah kebiakan, pada Bab.VIII ini akan pencapaian Visi dan Misi Kepala Daerah tersebut akan di Implementaskan dalam program. Program tersebut merupakan pelaksanaan dari Prioritas Pembangunan daerah jangka menengah yang diagendakan Walikota dan Wakil Walikota. Program pembangunan ini dikelompokkan kedalam urusan wajib dan pilihan dengan dilengkapi SKPD penanggungjawab program tersebut.

58 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Visi Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014 adalah Terwujudnya Indonesia Yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan . Sejahtera mencerminkan terwujudnya peningkatan kesejahteraan rakyat, melalui pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada keunggulan daya saing, kekayaan sumber daya alam, sumber daya manusia dan budaya bangsa. Tujuan penting ini dikelola melalui kemajuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demokrasi mencerminkan terwujudnya masyarakat, bangsa dan negara yang demokratis, berbudaya, bermartabat dan menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab serta hak asasi manusia, dan keadilan mencerminkan terwujudnya pembangunan yang adil dan merata, yang dilakukan oleh seluruh masyarakat secara aktif, yang hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

nama program/kegiatan, indikator kinerja program/kegiatan, tahun rencana yang meliputi lokasi, target pencapaian kinerja dan kebutuhan dana/pagu indikatif, yang meliputi target pencapaian kerja dan kebutuhan dana/pagu indikatifnya. Klasifikasi program dan kegiatan dituangkan secara lengkap dalam matrik rencana program dan kegiatan prioritas seluruh Satuan Perangkat Daerah (SKPD) Kota Sawahlunto.

230 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab IV

Prioritas ini diarahkan kepada pengembangan pusat-pusat pertumbuhan (kawasan agropolitan dan distrik agropolitan) yang perlu mendapatkan penekanan pada pemanfaatan dan pemeliharaan, perlu ditekankan juga kebijakan pada pengembangan kawasan-kawasan pedesaan dengan menciptakan potensi ekonomi lokal wilayah, serta pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mengurangi ketimpangan wilayah dan meningkatkan distribusi komoditas antar wilayah. Dukungan terhadap upaya mewujudkan konektivitas nasional dan konektivitas regional memberikan konsekuensi pengembangan infrastruktur khususnya transportasi dan logistik. b. Peningkatan akses dan mutu layanan dasar.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 1

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 1

Selain   itu   juga   mempertimbangkan   asas   kesinambungan   dari penjabaran   program­program   pembangunan   yang   termuat   dalam RPJMD  Rancangan   Teknokratik  Kabupaten   Minahasa   Selatan   2016   – 2020  dan   akan   disesuaikan   nantinya  dalam   RKPD   Perubahan   Tahun 2016   sesuai   dengan   Visi   dan   Misi   Bupati/Wakil   terpilih   pada   Bulan Desember 2015 dalam RPJMD 2016­2020 juga mempertimbangkan arah pembangunan   kewilayahan   yang   telah   dimuat   dalam   Rencana   Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, serta mempertimbangkan pula hasil kajian dan konsepsi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Minahasa Selatan 2005 – 2025 pada Tahap ke   3   Tahapan   Pembangunan   Dalam   RPJP   2005­2025  dengan   agenda yang tertuang dalam RPJMD 3 (2015­2020) yaitu :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB V

Pengembangan Kecamatan Muara Lakitan diarahkan untuk memantapkan perannya sebagai salah satu sentra pertambangan khususnya batubara yang terdapat di sungai semangus dan sungai pinang, kandis Kecamatan Muara Lakitan. Namun demikian untuk perspektif jangka panjang, pengembangan daerah ini juga diarahkan pada sektor-sektor unggulan dengan basis utama perkebunan, khususnya komoditi karet dan kelapa sawit. Sektor pertambangan dan perkebunan merupakan sumber utama pertumbuhan daerah. Oleh karena itu, prioritas pembangunan diarahkan pada:
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 9

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 9

1. Aspek Kesejahteraan Masyarakat; menggambarkan kinerja pemerintah terkait kesejahteraan masyarakat, yang meliputi indikator-indikator kesejahteraan dan pemerataan ekonomi, kesejahteraan sosial serta seni budaya dan olahraga.

27 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB VI

Selanjutnya diharapkan bagi SKPD Kota Sawahlunto, serta seluruh pelaku pembangunan agar mendukung dan melaksanakan program-program dan kegiatan-kegiatan yang telah ditetapkan dalam RKPD Kota Sawahlunto tahun 2016 ini. RKPD Kota Sawahlunto Tahun 2016 ini juga menjadi pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Penetapan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Tahun 2016. RKPD Tahun 2016 ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan 31 Desember 2016.

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB II

Pembangunan industri pariwisata kota Sawahlunto merupakan wujud dari keinginan untuk mencapai visi kota Sawahlunto Tahun 2020 Menjadi Kota Wisata Tambang yang Berbudaya , karena itu semua sector pembangunan lain diarahkan guna menunjang percepatan pembangunan pariwisata. Inovasi dan kretivitas menjadi factor utama keberhasilan sector ini disamping potensi alam yang tersedia, karena konsep Heritage Tourisme menjadi unggulan dan pembeda kota Sawahlunta dengan daeah tujuan wisata lain. Perkembangan kepariwisataan Kota Sawahlunto dapat terlihat angka kunjungan wisatawan sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...