Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_Bab III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_Bab III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_Bab III

Prospek pertumbuhan ekonomi daerah selama sisa tahun 2015 diperkirakan akan membaik, namun risiko ke bawah masih ada. Sumber perbaikan ekonomi terutama akan datang dari kinerja pengeluaran pemerintah yang membaik, termasuk dalam bentuk proyek infrastruktur di berbagai daerah. Meskipun demikian, perekonomian daerah masih menghadapi risiko ke bawah yang bersumber dari tingginya ketidakpastian perekonomian global yang dapat berdampak pada melemahnya permintaan ekspor dan menurunnya harga komoditas dunia. Dari sisi domestik, risiko perlambatan ekonomi bersumber dari kemungkinan terhambatnya implementasi pembangunan infrastruktur. Hal demikian, di tengah harga komoditas yang masih rendah, dapat berdampak negatif terhadap kinerja konsumsi melalui penurunan daya beli. Lambatnya pemulihan ekonomi global akan menekan kinerja ekspor manufaktur. Hal ini, di tengah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga energi dan faktor input, dapat mengurangi minat investasi swasta.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III RANC  OC

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III RANC OC

Beberapa komponen pengeluaran pembiayaan daerah Kabupaten Nias Utara Tahun Anggaran 2015, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah pasal 60 ayat (2) adalah: (1) pembentukan dana cadangan; (2) Penyertaan modal pemerintah daerah; (3) pembayaran pokok utang; dan (4) pemberian pinjaman.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB-III RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB-III RKPD 2016

Strategi dan arah kebijakan pembangunan tahun 2016 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2015 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2016 dengan tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Memperkuat Fondasi Pembangunan Yang Berkualitas”, terdapat Sembilan agenda (Nawa Cita) yang merupakan rangkuman program-program yang tertuang dalam Visi-Misi Presiden/Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla dijabarkan dalam strategi pembangunan yang digariskan dalam RPJMN 2015-2019 yang terdiri dari empat bagian utama yakni: (1) norma pembangunan; (2) tiga dimensi pembangunan; (3) kondisi perlu agar pembangunan dapat berlangsung; serta (4) program- program quick wins. Tiga dimensi pembangunan dan kondisi perlu dari strategi pembangunan memuat sektor-sektor yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan RPJMN 2015-2019 yang selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah 2016. Keterkaitan antara dimensi pembangunan dengan Nawa Cita dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 3.BAB III-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 3.BAB III-CETAK

Keuangan  Pemerintah  Kabupaten  Banyumas  tidak dapat dilepaskan dari kebijakan peningkatan PAD, yang akan   berdampak   pada   kemandirian   daerah   dalam membiayai pembangunan. Penentuan proyeksi tentunya tetap   memperhatikan   ketercapaiannya.   Dalam   kurun waktu   2010­2012  realisasi   Pendapatan   Asli   Daerah (PAD)  untuk tahun  2010  dan  tahun 2012  melampaui target yang ditetapkan,  sedangkan  untuk tahun 2011 pencapaian   target   PAD   sebesar   98,53   persen   atau hanya sedikit di bawah target yanng ditetapkan. Secara lengkap   rincian   proyeksi   beserta   realisasinya   dapat dilihat pada tabel 3.27. berikut:
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 7. BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 7. BAB III

meningkatkan kualitas kebijakan pembangunan agar Laju Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2015 tetap di atas nasional. Kedepan Sulawesi Barat akan mulai concern kepada sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan dan pangan, agar tidak hanya memproduksi bahan baku namun harus sudah mulai mengangkat value. Tahun 2016 juga memberikan tantangan dengan mulai berlakunya agenda Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada Desember 2015. Tantangan utama yang dihadapi Sulawesi Barat adalah bagaimanan menciptakan produk inovatif yang berdaya saing tinggi dan didukung oleh sumber daya manusia yang profesional, infrastruktur, dan teknologi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III-CETAK

Arah kebijakan ekonomi daerah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari kebijakan pembangunan yang telah digariskan pada tingkat provinsi maupun nasional, dengan memperhatikan variabel-variabel makro dan sumber daya lokal. Rancangan kerangka ekonomi daerah tersebut dicapai dengan menyusun berbagai prioritas pembangunan serta mengambil langkah kebijakan yang disusun untuk menghadapi tantangan dan penyelesaian masalah pembangunan agar arah pembangunan daerah tahun 2016 dapat dicapai sesuai dengan sasaran program dan kegiatan yang diharapkan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III print

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III print

Sementara itu di tahun 2016 terdapat kemungkinan terjadinya resiko perlambatan ekonomi, yang antara lain disebabkan (i) lambatnya proses pemulihan ekonomi dunia; (ii) meningkatnya gejolak moneter dan keuangan global yang dapat mempengaruhi arus modal serta menuntut kebijakan moneter baik di luar dan dalam negeri menjadi lebih ketat, serta (iii) tidak berjalan dan lambatnya proses reformasi struktural menyeluruh di perekonomian domestik yang berimplikasi pada rendahnya pertumbuhan investasi dan konsumsi masyarakat. Selanjutnya untuk mendorong kemajuan ekonomi di tahun 2016 diperlukan (1) penguatan investasi, (2) penguatan ekspor, (3) penguatan kapasitas fiskal negara, (4) penguatan jasa keuangan, (5) peningkatan efisiensi pasar tenaga kerja dan (6) peningkatan peran BUMN sebagai agen pembangunan.
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab III Final

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab III Final

Asumsi RKPD TA. 2016 dapat tercapai manakala Pemerintah Daerah dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif pada berbagai sektor guna mendorong kegiatan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi dapat tercapai sesuai yang diharapkan. Disamping hal tersebut dampak krisis global khususnya yang terjadi pada kawasan Amerika dan Eropa saat ini menyebabkan permintaan pada produk ekspor berkurang sehingga harga menurun, disisi lain barang-barang dari China dan India lebih banyak masuk ke Indonesia sehingga menimbulkan tekanan pada pasar domestik yang relatif cukup besar. Kondisi ini harus diantisipasi melalui peningkatan pengeluaran pemerintah, investasi modal swasta, serta reformasi struktur perekonomian untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perekonomian. Peningkatan pengeluaran pemerintah diarahkan untuk mengatasi kekurangan infrastruktur sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja sehingga bila kebijakan ini dapat dilaksanakan maka tingkat kemiskinan dapat dikurangi dan diharapkan IPM meningkat.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab III RKPD 2016

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab III RKPD 2016

Landasan hukum ketentuan peraturan perundang-undangan pendapatan daerah yang digunakan adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011. Berdasarkan ketentuan tersebut di atas dijelaskan bahwa Pendapatan Daerah meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah dan dirinci menurut jenis pendapatan, obyek pendapatan dan rincian obyeknya. Realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau terus diupayakan mengalami tren peningkatan sejalan dengan semakin meningkatnya jumlah belanja daerah dalam rangka pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Kepulauan Riau.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

pembangunan diperkirakan masih menghadapi kendala berupa rendahnya rasa aman sebagai akibat dari tindak kriminal yang berupa kejahatan konvensional maupun transnasional. Kejahatan konvensional merupakan implikasi dari tingginya tingkat pengangguran, rendahnya daya beli masyarakat, kesenjangan sosial, dan berbagai dampak kondisi perekonomian negara. Sementara itu, kejahatan transnasional yang terdiri dari tindak terorisme dan kejahatan narkoba merupakan kejahatan terorganisir yang melibatkan beberapa negara. Meskipun aparat keamanan telah berhasil menewaskan gembong terorisme, namun upaya mengatasi aksi terorisme masih menghadapi tantangan dengan belum tertangkapnya Noordin M Top beserta jaringannya. Sementara itu kejahatan di bidang narkoba yang terkait dengan pengungkapan sejumlah kasus narkoba seperti pembongkaran pabrik ekstasi skala besar, penangkapan para bandar pengedar, pelaksanaan hukuman atau eksekusi terpidana mati kasus narkoba diperkirakan belum dapat menekan kejahatan narkoba mengingat besarnya nilai ekonomi peredaran narkoba. Di sisi lain hasil pembangunan pertahanan keamanan baik dari sisi profesionalisme personil maupun peralatan pendukung belum mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara optimal.
Baca lebih lanjut

676 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Pada tahun 2014 peranan capaian sektor berkontribusi paling besar adalah industri pengolahan sebesar Rp. 10.280,9 milyar diikuti sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar Rp.8.256,15 milyar kemudian sektor pertambangan dan penggalian sebesar Rp. 6.352,55 milyar diikuti oleh sektor-sektor lainnya dan sektor yang terendah adalah Jasa Perusahaan sebesar Rp. 115,69 milyar. Proporsi kontribusi tersebut relatif sama pada tahun 2015 di mana proyeksi kontribusi antar sektor tidak berubah secara signifikan dibandingkan tahun 2014. Namun telah dijelaskan sebelumnya bahwa pertumbuhan PDRB pada tahun 2014 mengalami perlambatan yang dipicu oleh antara lain rendahnya pertumbuhan sektor pertambangan timah yang juga berdampak pada perlambatan pertumbuhan sektor perdagangan dan sektor kontruksi. Pada sektor pertambangan, regulasi yang dikeluarkan pemerintah antara lain adanya kewajiban ekspor timah harus melalui bursa komoditi yang mensyaratkan kualitas tinggi dan asal kuasa penambangan menyebabkan produksi timah menurun. Selain itu, pemerintah juga memperketat pemberian ijin pertambangan serta tidak diperpanjangnya kontrak salah satu produsen timah terbesar.
Baca lebih lanjut

691 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Permasalahan dalam penyediaan pangan yang menjadi bagian dari ketahanan pangan, diantaranya menyangkut belum efisiennya proses produksi oleh petani karena memiliki rata-rata luas lahan garapan yang semakin menyempit (0,25 – 1 Ha), penanganan pasca panen yang belum optimal dan, terbatasnya dalam penggunaan sarana produksi, termasuk penggunaan bibit unggul. Sementara itu anggapan masyarakat umum, bahwa beras sebagai satu-satunya bahan pangan dan sumber protein telah mengakibatkan kurangnya inisiatif dalam melakukan diversifikasi konsumsi pangan, dan terjadinya peralihan dari makanan pokok non beras menjadi beras. Hal ini tentunya akan sangat memberatkan prospek ketahanan pangan lokal, dan akan terus mendorong ketergantungan terhadap beras. Padahal masih banyak bahan pangan lain yang juga memiliki kandungan karbohidrat dan protein di samping beras, seperti jagung, sagu, ubi jalar, ubi kayu dan bahan pangan lainnya yang memiliki kesesuaian untuk tumbuh secara lokal, dan lebih mudah dalam proses produksinya jika dibanding dengan menanam padi. Demikian pula dengan sistem ketahanan pangan warga seperti lumbung pangan untuk mengatasi musim paceklik, saat ini sudah mulai banyak ditinggalkan masyarakat, dan belum secara merata mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Baca lebih lanjut

384 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Selanjutnya, hasil hutan juga memberi sumbangan yang cukup besar terhadap perekonomian nasional. Sejak pemanfaatan hutan secara komersial dimulai tahun 1967, terdapat sebanyak 270 unit hak pengusahaan hutan (HPH) dengan luas areal pengusahaan sebesar 28,0 juta hektar. Upaya pemenuhan bahan baku kayu untuk keperluan industri dipenuhi melalui program hutan tanaman yang sampai dengan tahun 2002 berkembang mencakup areal seluas 2,9 juta hektar dengan produksi kayu bulat sebesar 16,1 juta m3. Namun demikian, pembangunan kehutanan tidak lepas dari permasalahan. Kesenjangan bahan baku yang diperkirakan mencapai sebesar 26,1 juta m3 per tahun telah mendorong terjadinya penebangan ilegal yang terorganisir. Degradasi terhadap sumberdaya hutan yang terjadi selama ini telah menimbulkan kerugian ekonomi dan sosial yang jauh melebihi manfaat finansial yang diperoleh selama ini. Di sisi lain, belum optimalnya penerapan teknologi untuk dimanfaatkan pengelolaan hutan secara berkelanjutan turut mengurangi peluang produk jasa yang dapat dihasilkan dari ekosistem hutan seperti air, udara bersih, keindahan alam dan kapasitas asimilasi lingkungan, yang mempunyai manfaat besar sebagai penyangga kehidupan dan mendukung sektor ekonomi lainnya.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Berbagai upaya dalam rangka pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh yang dilakukan sepanjang tahun 2005 diharapkan akan menghasilkan berbagai pencapaian sebagai berikut. Pelaksanaan berbagai kegiatan evakuasi dan tanggap darurat serta berbagai bentuk pertolongan lainnya telah mencegah timbulnya wabah endemi, terlaksananya pelayanan kesehatan, dan berlanjutnya pendidikan bagi anak-anak usia sekolah, serta telah berfungsinya trauma centre untuk meringankan beban psikis masyarakat. Kegiatan ekonomi meskipun belum sepenuhnya pulih telah berjalan kembali melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemulihan pasar rakyat. Hal ini ditunjang dengan pulihnya kegiatan perbankan dan lembaga keuangan. Berbagai kegiatan perbaikan dan pembangunan kembali sarana dan prasana terutama yang bersifat strategis dan vital telah dimulai. Bahkan jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih telah pulih. Penyelenggaraan pemerintahan daerah secara bertahap telah dipulihkan. Bersamaan dengan itu telah mulai terbentuk badan pelaksana yang bersama pemerintah daerah setempat mengkoordinasikan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh. Selanjutnya blueprint dan rencana tata ruang yang baru bagi perencanaan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh telah tersusun. Selain itu kerusakan lingkungan yang terjadi telah mulai ditangani.
Baca lebih lanjut

714 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III (77-105)

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III (77-105)

Selanjutnya,   tingkat   kualitas   pengelolaan   keuangan   daerah dapat   diketahui   berdasarkan   analisis  rasio   atau   perbandingan antara   kelompok/elemen   laporan   keuangan   yang   satu   dengan kelompok yang lain. Beberapa rasio yang dapat diterapkan di sektor publik   adalah   rasio   likuiditas,   rasio   solvabilitas   dan   rasio   utang. Rasio   likuiditas   terdiri   rasio   lancar  (current   ratio),rasio   kas  (cash ratio)  dan rasio cepat  (quick ratio).  Sedangkan rasio lancar  (current ratio) adalah rasio standar untuk menilai kesehatan organisasi. Rasio ini   menunjukkan   apakah   pemerintah   daerah   memiliki   aset   yang cukup   untuk   melunasi   kewajiban   yang   jatuh   tempo.   Kualitas pengelolaan keuangan daerah dikategorikan baik apabila nilai rasio lebih dari satu. 
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Penurunan yang paling tajam terjadi pada ekspor bijih kerak dan abu   logam   serta   kakao.   Konsekuensi   diterbitkannya   Peraturan Pemerintah   Nomor   1   Tahun   2014   tentang   Larangan   Ekspor   Mineral Mentah yang merupakan revisi Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 dan menjadi dasar pelaksanaan Undang­Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batu Bara menyebabkan nilai ekspor bijih kerak dan abu logam Sulawesi Tengah Tahun 2014 hanya sebesar US$ 19,34 juta atau mengalami penurunan sebesar US$ 201,58 juta (91,24 persen)   dibandingkan   tahun   2013   yang   sebesar   US$   220,92   juta. Sementara   ekspor   kakao  juga   mengalami   penurunan   tajam  dimana pada tahun 2014 ekspor kakao Sulawesi Tengah hanya sebesar US$ 1,64 juta,  turun sebesar US$ 44,56 juta (96,45 persen) dibandingkan ekspor  tahun 2013  yang sebesar  US$  46,20   juta.  Penurunan  ekspor kakao Sulawesi Tengah disebabkan produksi kakao yang ada tidak lagi difokuskan   untuk   ekspor   melainkan   untuk   memenuhi   pasar   dalam negeri  seiring   dengan  pembangunan   pabrik  pengolahan   biji  kakao  di dalam negeri.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RKPD_2016_BAB IV

Secara prinsip antara agenda prioritas pembangunan nasional dan sasaran pokok pembangunan nasional merupakan satu bagian integral yang tidak terpisahkan dalam penyelenggaraan pembangunan nasional 5 (lima) tahunan (2015-2019). Dalam hal ini tentunya prinsip perencanaan pembangunan 5 (lima) tahunan tersebut juga menjadi bagian integral dalam perencanaan pembangunan daerah baik dalam konteks perencanaan pembangunan 5 (lima) tahunan maupun perencanaan pembangunan tahunan pada wilayah provinsi maupun daerah tingkat II yang dalam hal ini adalah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Batu.
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Permasalahan pembangunan di sektor ketahanan pangan terjadi pada konsumsi masyarakat belum pola pangan harapan. Jika dilihat dari ketersediaan pangan lokal belum mencukupi sehingga Kota Sawahlunto menjadi ketergantungan pasokan pangan dari daerah tetangga. SDM pengelola Ketahanan Pangan masih kurang secara kuantitas, serta pengawasan keamanan pangan belum optimal. Selain itu, harga komoditas pangan fluktuatif dan alih fungsi lahan pertanian juga merupakan permasalahan yang harus dibenahi dalam membangun ketahanan pangan Kota Sawahlunto. Upaya yang akan dilakukan ke depan adalah dengan menjaga stabilitas harga pokok khususnya bahan pangan karena setiap kenaikan harga akan menurunkan daya beli masyarakat terutama kelompok miskin, memperlancar distribusi bahan pokok serta meningkatkan koordinasi dengan daerah tetangga.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB III

Melihat komposisi pendapatan daerah Kota Sawahlunto dana perimbangan menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah yaitu sebesar 81,78 % pada tahun 2012 sehingga untuk kelancaran pembangunan kota sangat tergantung dari bantuan keuangan dari pusat. Untuk itu, pada masa yang akan datang harus diupayakan bagaimana meningkatkan sumber pendapatan yang berasal dari potensi yang dimiliki daerah sendiri sehingga proporsi pendapatan asli daerah terhadap keseluruhan pendapatan daerah akan meningkat.

21 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...