Top PDF Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. RS Saanin

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. RS Saanin

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. RS Saanin

Tabel 5.3.4 TABEL MATRIK RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SKPD PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2016 3 4 6 10 2 1 Kode 5 Target Capaian Kinerja Rencana Tahun 2016 Kebutuhan Dana / Pa[r]

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4 Bab-final

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4 Bab-final

Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2016 IV-1 Perencanaan pembangunan jangka menengah Provinsi Kalimantan Tengah telah memasuki babak baru dalam kerangka pencapaian pembangunan jangka panjang daerah maupun nasional. Pembangunan periode 2016-2020 ini akan lebih banyak memberikan penyesuaian pada realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan sebelumnya mengingat pada periode 2016-2020 merupakan tahapan pembangunan ketiga pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2005-2025. Perencanaan jangka menengah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2016-2020 lebih menekankan pada pemantapan kemandirian dan ketahanan ekonomi sebagai dasar pencapaian visi dan misi pembangunan daerah sehingga RKPDtahun 2016 harus menjadi tonggak pertama dalam merealisasikan tujuan pembangunan jangka menengah tersebut.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. BAB II_2.1.

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. BAB II_2.1.

Subsektor tanaman pangan adalah salah satu subsektor yang perlumendapat perhatian dari pemerintah daerah karena selama periode tahun 2008-2010, NTP subsektor ini mengalami penurunan dan masih dibawah 100. Hal ini menunjukkan bahwa kesejahteraan petani tanaman pangan masih kurang. Oleh karenanya, diharapkan kepada semua pihak yang terkait agar merumuskan kebijakan yang tepat untuk dapat lebih meningkatkan kehidupan petani pada subsektor ini. NTP-P pada tahun 2008 sebesar 91,44, mengalami peningkatan pada tahun 2009 menjadi sebesar 95,54 dan turun kembali pada tahun 2010 menjadi sebesar 92,60.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 18. lampiran 4

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 18. lampiran 4

1.15.001 DINAS KOPERASI, USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH, SERTA PERDAGANGAN Perdagangan Program Pengembangan Data/Informasi SKPD Urusan Perdagangan Terlaksananya Pengembangan Data/Info[r]

5 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. Kata Pengantar

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. Kata Pengantar

Tim penyusan RKPD tahun 2016 menyampaikan terima kasih atas kerja samanya kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi aktif dalam penyusunan dokumen RKPD ini. Sangat disadari bahwa tanpa bantuan semua pihak dokumen RKPD ini tidak dapat terwujud.

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 3-4

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 3-4

Tabel.3.11 Proyeksi tentang Kapasitas Rill Kemampuan Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk Mendanai Pembangunan Daerah Tahun 2011­2016 No.[r]

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Cover Bab 4

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Cover Bab 4

Sub Kawasan Pedalaman yang terdiri atas kawasan Timor Utara, Timor Selatan, Lembata Tengah dan Timur, Sumba Timur, Gizing dan Pota; c.. Sub Kawasan Pulau - pulau kecil yang terdiri atas[r]

1 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 4 ok

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Bab 4 ok

Upaya peningkatan kualitas hidup perempuan di Provinsi Nusa Tenggara Timur masih dihadapkan pada kondisi rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan. Sebagian besar sebagai Pekerja Keluarga tanpa upah, tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan, maraknya kasus perdagangan perempuan, kurangnya perlindungan terhadap Tenaga Kerja Wanita asal NTT di luar Negeri, terbatasnya ruang dan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta belum terpenuhinya kuota 30% Perempuan di Lembaga Legislatif. Sedangkan upaya pemenuhan hak anak dihadapkan pada kondisi rendahnya partisipasi anak dalam proses pembangunan, masih banyaknya anak jalanan, bayi dan anak terlantar, anak nakal, penyandang cacat, belum maksimalnya sistem perlindungan anak, tingginya tingkat kekerasan terhadap anak serta perdagangan anak.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RS ERBA

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah RS ERBA

ERNALDI BAHAR TABEL 5.3 Urusan/Bidang Urusan Pemerintah Daerah dan Program/Kegiatan Indikator Kinerja Program / Kegiatan Rencana Tahun 2016 Lokasi Capaian Target Kinerja Sumb[r]

2 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Pada tahun 2006, perkiraan pencapaian pembangunan kebudayaan terkait pengelolaan keragaman budaya adalah 1) terselenggaranya pengembangan metoda dialog antarbudaya yang terbuka dan demokratis; 2) tersusunnya materi dan bahan pendidikan multikultural untuk meningkatkan toleransi dalam masyarakat; 3) terlaksananya pengembangan berbagai wujud ikatan kebangsaan antara lain melalui sosialisasi pentingnya pengembangan infrastruktur untuk meningkatkan akses transportasi dan komunikasi lintas daerah dan lintas budaya; dan 4) terlaksananya pemetaan ruang publik untuk memperkuat modal sosial. Perkiraan pencapaian terkait dengan pengembangan nilai budaya adalah 1) ditelaahnya metoda aktualisasi nilai moral; 2) terlaksananya revitalisasi nilai-nilai luhur termasuk pengembangan budaya maritim; 3) dilaksanakannya upaya transformasi budaya melalui adopsi dan adaptasi nilai-nilai baru yang positif untuk memperkaya dan memperkukuh khasanah budaya bangsa, seperti orientasi pada peningkatan kinerja, budaya kritis, akuntabilitas dan penerapan iptek. Perkiraan pencapaian terkait dengan pengelolaan kekayaan budaya adalah 1) terselenggaranya pelestarian kekayaan budaya yang meliputi sejarah, benda purbakala, dan benda cagar budaya; 2) terlaksananya pengembangan Pusat Kebudayaan Nasional; 3) terlaksananya pengembangan sistem informasi dan data base bidang kebudayaan antara lain peta budaya dan dokumen arsip negara; 4) meningkatnya kapasitas sumber daya manusia pengelola kekayaan budaya; 5) meningkatnya kapasitas kelembagaan melalui pembenahan sistem manajerial lembaga-lembaga yang mengelola kekayaan budaya sehingga memenuhi kaidah tata pemerintahan yang baik (good governance); 6) berkembangnya peran serta masyarakat dan swasta dalam pengelolaan kekayaan budaya, misalnya melalui pengembangan film kompetitif, dan pengembangan pola insentif; 7) terlaksananya review peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan kekayaan budaya; dan 8) terlaksananya alihaksara naskah kuno sebanyak 2.850 lembar, reproduksi bahan pustaka langka sebanyak 26.500 lembar; digitalisasi bahan pustaka sebanyak 13.000 lembar transkripsi, dan transliterasi naskah-naskah kuno.
Baca lebih lanjut

676 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 4

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 4

Belanja daerah merupakan perwujudan dari kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan. Melihat perkembangan realisasi Belanja Daerah pada periode tahun 2008-2012, menunjukkan bahwa realisasi anggaran Belanja Tidak Langsung lebih kecil dari pada alokasi Belanja Langsung atau rata-rata sekitar 25.11 persen dari total Belanja Daerah. Realisasi Belanja Tidak Langsung menunjukkan trend meningkat dari tahun ke tahun yaitu sebesar Rp 376.976.006.693,00 Milyar pada Tahun 2008, meningkat menjadi Rp 823.973.537.469,71 Milyar pada tahun 2012. Peningkatan Belanja Tidak Langsung tidak hanya berdasarkan pertimbangan kebutuhan aparatur, namun juga adanya belanja transfer yang terus meningkat yang menjadi bagian dari komponen Belanja Tidak Langsung. Bagian dari belanja tidak langsung yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak tahun 2008 – 2012 adalah belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota serta bantuan keuangan kepada kabupaten/kota dan pemerintahan desa dalam rangka peningkatan pemberian layanan dasar kepada masyarakat Provinsi Maluku dalam bentuk program pendidikan gratis, kesehatan gratis, serta membangun dan memelihara infrastruktur.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4.BAB IV-CETAK

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4.BAB IV-CETAK

a. Peraturan   Daerah   Rencana   Tata   Ruang   yang mengatur   Rencana   Detail   Tata   Ruang   Kawasan Perkotaan,   Ibukota   Kecamatan   dan   Kawasan Strategis   sebagian   besar   telah   habis   masa perencanaannya atau belum disusun sama sekali. b. Masih   banyak   pemanfaatan   ruang/pelaksanaan

15 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. RKPD 2016 BAB-IV

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah 4. RKPD 2016 BAB-IV

6) Terbentuknya ASEAN Economic Community (AEC) dengan pemberlakuan Zona Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) di tahun 2015 akan menghadapkan kita pada situasi di mana lalu lintas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja terampil akan menjadi jauh lebih bebas. Ini akan menjadi ancaman jika Sumatera Utara tidak siap menghadapi persaingan yang semakin ketat, karena kesamaan komoditi ekspor yang dipasarkan. Tidak ada pilihan bagi kita selain meningkatkan daya saing setinggi mungkin dan daya saing perekonomian kita akan lebih ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (Human Capital) yang menguasai ilmu
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Pembangunan Semesta

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah Pembangunan Semesta

Oleh karena angka X variabel, sesuai dengan kegiatan bekerdja, maka dengan sendirinja keharusan memindjam dari luar-negeri (hu- ruf Z) djadi djuga variabel. Makin besar angka X maka makin ketjil angka Z. Besarnja angka Z djuga akan dibatasi, menurut haluan po- litik negara ; ada jang mengharap 20% dan ada pula jang mengharap 40% dari total amount Rp. 240 miljar. Djika kita ambil djalan tengah bagi pembatasan itu 30%, djadi Indonesia dimana perlu dapat me- mindjam longterm credit dari luar negeri paling tinggi Rp. 80 miljar. Oleh karena Indonesia dalam tahun pertama 1961 — 1969 sudah mem- butuhkan dollar, maka dapatlah dipertanggung djawabkan djika In - donesia misalnja dalam periode 1961 — 4 sudah memindjam lebih dahulu longterm crediet darj luar negeri 20% — 40% daripada Rp. 80 miljar, jaitu kira-kira 16 — 32 miljar rupiah atau kira-kira $ 350 — 700 djuta.
Baca lebih lanjut

253 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 4 hal 112-128

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah BAB 4 hal 112-128

2. Investasi IHP membutuhkan dana yang besar yang sulit dibiayai oleh pemerintah daerah. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk meyakinkan pemerintah agar menjadi bagian dari konsorsium dengan perusahaan pelayaran besar di dunia untuk membangun IHP di Sulawesi Utara.

17 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Pada tahun 2003 tercatat sumbangan laju PDB UKM adalah sebesar 2,37 persen dari laju PDB nasional sebesar 4,1 persen. Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nasional ke depan serta mengurangi pengangguran dan sekaligus untuk mampu bersaing dalam pasar global dan dinamika perubahan situasi dalam negeri, maka pengembangan UKM perlu mempertimbangkan aspek potensial yang ada, yaitu: (a) seyogyanya mulai meningkatkan pengembangan UKM untuk lebih proporsional menerapkan perpaduan antara tenaga kerja terdidik dan terampil dengan adopsi penerapan teknologi; (b) UKM di sektor agribisnis dan agroindustri, karena prospeknya yang sangat menarik, perlu didukung oleh meningkatnya kemudahan dalam pengelolaan usaha, seperti status kepemilikan tanah, ketersediaan bahan baku (jumlah dan kualitas), teknologi, informasi pasar dan SDM serta oleh berkembangnya wadah organisasi usaha bersama yang sesuai dengan kebutuhan dan efisien, seperti antara lain asosiasi produsen dan koperasi; (c) sumber permodalan UKM harus semakin berkembang dengan meluasnya akses terhadap sumber permodalan yang memiliki kapasitas dukungan lebih besar seperti perbankan; (d) pengembangan usaha menengah yang kuat merupakan pilihan strategis yang dapat diandalkan untuk mendukung proses industrialisasi, perkuatan keterkaitan industri, percepatan pengalihan teknologi, dan peningkatan kualitas SDM. Peran, ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan industri besar nasional terhadap impor input antara; (e) penyederhanaan prosedur pendaftaran usaha dan penyediaan insentif bagi usaha informal, khususnya yang berskala mikro, diprioritaskan dalam rangka perlindungan, kesetaraan berusaha dan kontinuitas peningkatan pendapatan; dan (f) pengintegrasian pengembangan usaha dalam konteks pengembangan regional. Tujuannya selain untuk menyesuaikan dengan karakteristik pengusaha dan jenis usaha di setiap daerah dan setiap sektor usaha, juga untuk memperluas kegiatan ekonomi yang lebih merata.
Baca lebih lanjut

321 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Pencapaian tahun 2013 di bidang pengarusutamaan gender serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai tindak kekerasan, masih dihadapkan pada permasalahan, antara lain: (1) masih terdapat kesenjangan dalam pemerataan hasil-hasil pembangunan di berbagai bidang, baik terhadap perempuan, maupun laki-laki; yang dapat dikelompokkan ke dalam empat aspek utama: akses, partisipasi dalam proses pembangunan/ pengambilan keputusan, kontrol terhadap sumber daya, maupun manfaat pembangunan, (2) program kesetaraan gender dan/atau pemberdayaan perempuan selama ini hanya meliputi sosialisasi/advokasi untuk perempuan belaka, tidak menyentuh pada substansi inti kegiatan/program pembangunan, dan tidak menyentuh persoalan laki-laki yang juga tertinggal di beberapa bidang pembangunan; (3) masih rendahnya perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan, yang ditandai dengan maraknya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak; (4) belum tersedianya data terkait kekerasan terhadap perempuan dalam lingkup nasional yang akurat, mutakhir dan berkelanjutan; (5) rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan tindak kekerasan terhadap anak. Hal ini ditandai dengan masih adanya nilai-nilai lokal yang melanggengkan praktik kekerasan terhadap anak. Selain itu, banyak kasus kekerasan terhadapa anak yang tidak dilaporkan karena masih menganggap bahwa kasus tersebut adalah aib; (6) data tentang KtA belum optimal, masih bersifat sektoral dan tidak berkelanjutan; dan (7) munculnya berbagai tindak kekerasan baru, seperti pornografi dan perdagangan anak melalui media online.
Baca lebih lanjut

1246 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim diarahkan untuk: (1) mendorong upaya penurunan emisi gas rumah kaca di berbagai kegiatan dalam rangka menanggulangi terjadinya perubahan iklim, serta mendorong upaya-upaya pelaksanaan program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terutama di daerah yang rawan perubahan iklim dan bencana alam; melakukan pemeliharaan menyeluruh peralatan yang telah terpasang, antara lain sensor, radar, AWS, ARG, AAQMS, peralatan manual lainnya serta sewa jaringan telekomunikasi sampai pengamanan sensor: (2) meningkatkan kecepatan diseminasi informasi peringatan dini cuaca dan iklim ekstrim kepada masyarakat dengan melanjutkan pembangunan peringatan dini cuaca dan iklim ekstrim (M/CEWS); (3) meningkatkan akurasi, jangkauan dan kecepatan penyampaian informasi cuaca penerbangan dan kelautan untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan dengan menambah dan membangun jaringan observasi, telekomunikasi dan membangun sistem kalibrasi di Kantor Balai Besar; (4) melanjutkan pembangunan Gedung Operasional Utama yang akan mengkomodasi: Pusat Basis Data, Pusat Nasional Perpustakaan MKKuG, Pusat Sistem Telekomunikasi Terpadu dan Pusat Perbengkelan; (5) meningkatkan akurasi prakiraan iklim/musim untuk mendukung kegiatan pertanian dengan penguatan stasiun/pos kerja sama dan penelitian- penelitian di bidang klimatologi; (6) melakukan sosialisasi pengembangan dan evaluasi model iklim kepada masyarakat, metode diseminasi informasi potensi tsunami, serta produk informasi MKKuG lainnya; (7) meningkatkan pembinaan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia serta pembangunan sarana dan prasarana diklat untuk mengoptimalkan fasilitas BMKG; (8) memperbaharui tarif jasa pelayanan informasi MKKuG; (9) meningkatkan sistem operasi pelayanan MKKuG di daerah; dan (10) membangun Pusat Nasional Pustaka MKKuG.
Baca lebih lanjut

790 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Terkait dengan pengelolaan kekayaan budaya, hasil yang dicapai adalah: (1) penulisan Sejarah Kebudayaan Indonesia dan penulisan Sejarah Pemikiran untuk memperkaya pengetahuan kita tentang kebudayaan Indonesia; (2) penyelenggaraan pendidikan multikultur di daerah konflik melalui dialog dalam rangka meningkatkan rasa saling menghargai sebagai bangsa yang multietnis; (3) pelaksanaan kegiatan Lawatan Sejarah di Makassar dengan tema ”Pelayaran Makassar Selayar merajut simbol-simbol Maritim Perekat Bangsa”; (4) penyusunan Ensiklopedi Sejarah Perkembangan Iptek yang mengenai pengetahuan dan teknologi maritim di Indonesia; (5) pelaksanaan koordinasi penanganan perlindungan benda cagar budaya (BCB) dan Survey Arkeologi Bawah Air; (6) penyelenggaraan Sidang ke-40 ASEAN-Committee on Culture and Information (ASEAN-COCI) di Mataram; (7) penyusunan Pedoman Museum Situs sebagai landasan bagi pemda kabupaten/kota dan masyarakat dalam mendirikan museum; (8) pelaksanaan koordinasi dalam rangka Ratifikasi UNESCO: Convention on The Protection of Underwater Cultural Heritage untuk mengetahui posisi RI dalam menentukan kebijakan pelestarian dan pengelolaan peninggalan bawah air; (9) sosialisasi/kampanye Peningkatan Apresiasi Masyarakat Terhadap Museum yang diselenggarakan di Museum Kartini Jepara dan Museum Kraton Kasepuhan Cirebon; (10) pemberian bantuan kepada Museum NTT berupa penataan dan pameran tetap beserta sarananya tentang Manusia Purba Flores (Homo Floresiensis); dan (11) penggalian dan penelitian situs Trowulan yang dilanjutkan dengan kegiatan pameran Peninggalan Sejarah dan Purbakala Situs Trowulan bekerjasama dengan Yayasan Kebudayaan Indonesia-Jepang (NIHINDO); serta (12) konservasi dan rehabilitasi Istana Tua Sumbawa beserta kawasannya.
Baca lebih lanjut

810 Baca lebih lajut

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah

Hambatan yang ada pada urusan kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain belum sinkronnya antara struktur organisasi SKPD dengan kewenangan yang dimilikinya, khususnya pada kewenangan di bidang pariwisata di mana secara ideal meliputi 4 (empat) hal yaitu destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan. Sementara struktur yang ada hanya menyediakan tugas dan fungsi untuk pemasaran dan kelembagaan, sementara fungsi untuk destinasi dan industri belum mendapat porsi sebagaimana seharusnya. Akibatnya indikator kinerja menjadi tidak jelas, sehingga terjadi tumpang tindih dan ketidakjelasan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Akibatnya SKPD tidak dapat melaksanakan pelayanan secara optimal. Kurangnya dikenalnya beberapa wisata di beberapa lokasi di kabupaten yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dibandingkan dengan Kabupaten lainnya yang telah maju kepariwisataannya turut mempengaruhi kecilnya minat wisatawan untuk berkunjung, disamping juga factor jarak tempuh dari kota serta fasilitas penunjang kepariwisataan. Selain itu masih terbatasnya kemampuan SDM kepariwisataan juga merupakan permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan sektor pariwisata.
Baca lebih lanjut

691 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...