Top PDF REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan hermeneutik. Karena terdapat narasi dan suatu kesinambungan antara pemunculan suatu teka –teki. Pada kalimat Srintil mengisak seorang diri. Ronggeng itu tak akan menghentikan tangis karena binatang jantan lainnya akan segera datang menyingkap kelambu dan mendengus”. Yang berarti bahwa Srintil yang menahan rasa sakit dan tangisnya karena dia harus melayani laki-laki lain yang akan menikmati tubuhnya. Dari leksia di atas dapat dilihat bahwa Perjuangan srintil melawan rasa sakit pada perutnya, sebab masih ada laki-laki lainnya yang akan menikmati tubuhnya. Dalam novel tersebut menunjukkan bahwa perempuan seakan dilecehkan direndakan harga dirinya dengan dijadikannya pelayan bagi para laki-laki yang ingin memilikinya
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Lazimnya, tarian ronggeng disuguhkan oleh laki-laki dan perempuan yang menari bersamaan (ngibing). Laki-laki disimbolkan sebagai benih tanaman yang siap tumbuh dan berkembang, sedangkan perempuan sebagai lahan yang siap ditanami. Seiring dengan keyakinan masyarakat akan daya magic-simpatetis tarian ronggeng, penyajiannya kemudian beralih tidak lagi di sawah-sawah, tetapi merambah dunia resepsi khitanan atau pernikahan. Kekuatan gaib yang ada pada ronggeng itu dianggap turut berpengaruh terhadap kesuburan pasangan sehingga berkah itu diharapkan segera mewujud dalam bentuk kelahiran anak. Selain itu, laki-laki dan perempuan yang melakukan praktik tari kesuburan itu tidak menganggapnya sebagai ajang jual-beli seks, tetapi sebagai unsur sah sebuah mitos. Meskipun akhirnya, ronggeng tidak lagi disajikan dalam upacara-upacara
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Dalam novel karyanya yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, kesenian ronggeng yang ditampilkan Ahmad Tohari mengisahkan dunia ronggeng dengan beragam persoalan yang ada. Dalam tradisi masyarakat Dukuh Paruk, ronggeng tidak hanya berpentas sebagai penari, tetapi bertugas pula melayani laki-laki yang berkeinginan kepadanya. Dalam masyarakatnya, ronggeng dikonstruksi oleh sistem religi yang ada untuk menampilkan perilaku atau peran yang menyokong kepentingan sepihak. Hal itu ditunjukkan dengan suatu realita bahwa ronggeng dicipta untuk memikat laki-laki sehingga perempuan ronggeng tidak dibenarkan terpikat kepada laki-laki tertentu atau berumah tangga dengan laki-laki tertentu. Hal itu merupakan suatu konvensi yang tidak bisa ditawar-tawar yang berlaku di Dukuh Paruk.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan hermeneutik. Karena terdapat narasi dan suatu kesinambungan antara pemunculan suatu teka –teki. Pada kalimat Srintil mengisak seorang diri. Ronggeng itu tak akan menghentikan tangis karena binatang jantan lainnya akan segera datang menyingkap kelambu dan mendengus”. Yang berarti bahwa Srintil yang menahan rasa sakit dan tangisnya karena dia harus melayani laki-laki lain yang akan menikmati tubuhnya. Dari leksia di atas dapat dilihat bahwa Perjuangan srintil melawan rasa sakit pada perutnya, sebab masih ada laki-laki lainnya yang akan menikmati tubuhnya. Dalam novel tersebut menunjukkan bahwa perempuan seakan dilecehkan direndakan harga dirinya dengan dijadikannya pelayan bagi para laki-laki yang ingin memilikinya
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

GAMBARAN SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK JILID CATATAN BUAT EMAK KARYA AHMAD TOHARI

perempuan tidak akan memiliki pilihan. Jika, lelaki sudah berkehendak, perempuan harus menerimanya, baik terpaksa maupun tidak terp aksa. D eng an d em ikian, To hari m enunjukkan d an m eng ekalkan nilai patriakal bahwa lelakilah yang memegang kendali. Tokoh Rasus pun memilih untuk ‘ tid ak’ m elakukanny a. Rasus justru mengiyakan ajakan Srintil pada kali kedua. Berikut kutip an Srintil yang mereng ek meminta untuk melakukannya untuk kali ked ua: “ A ku benci, benci. Lebih baik kuberikan padamu. Rasus, sekarang kau tak boleh menolak seperti kau lakukan tadi siang. Di sini bukan pekuburan. Kita takkan kena kutuk. Kau mau, bukan?” (Tohari, 2011:76). M em ang p ad a p eristiw a itu, Srintil m em utuskan untuk m eny erahkan kep eraw ananny a karena ia ing in m enentukan lelaki p ertam a y ang berhubungan seks dengannya bukan dari tradisi bukak-kelambu. Pembaca diajak untuk puas p ad a tind akan Srintil, tetapi tanpa sadar sebenarnya Srintil telah lari dan masuk pada ranah patriakal lainnya tempat lelaki yang memegang kuasa.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

View of DIKSI SEKSUALITAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

gowokmenurut Ahmad Tohari adalah seorang perempuan yang disewa oleh seorang ayah bagi anak lelakinya yang sudah menginjak dewasa, menjelang kawin (RDP, 2011:201). Seorang gowok akan memberi pelajaran kepada anak laki-laki itu banyak hal perikehidupan berumah tangga. Dari keperluan dapur sampai bagaimana memperlakukan seorang istri secara baik misalnya, bagaimana mengajak istri pergi kondangan dan sebagainya. Selama menjadi gowok dia tinggal hanya berdua dengan anak laki-laki tersebut dengan dapur yang terpisah. Masa pergowokan biasanya berlangsung hanya beberapa hari, paling lama satu minggu. Satu hal yang tidak perlu diterangkan tetapi harus diketahui oleh semua orang adalah hal yang menyangkut tugas inti seorang gowok, yaitu mempersiapkan seorang perjaka agar tidak mendapat malu pada malam pengantin baru (RDP, 2011:201). "Bukan itu masalahnya. Kami memang pernah mendengar tentang pergowokan. Tetapi belum jelas karena di sini tidak berlaku adat seperti itu."(RDP, 2011:201)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

KONFLIK BATIN TOKOH SRINTIL DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA.

Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa laki- laki ada yang menghargai perempuan dan juga ada yang tidak menghormati perempuan. Peran male feminis dan kontra male feminis ini pada intinya menggambarkan perilaku yang menghargai sosok perempuan dan perilaku yang tidak menghargai perempuan. Faktor-faktor yang menyebabkan munculnya male feminis adalah faktor kultur kesenian tradisional dan kontra male feminis itu meliputi faktor ekonomi, faktor seksualitas dalam kultur masyarakat Jawa. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan dapat menjadi jembatan bagi munculnya penelitian baru. Penelitian ini juga diharapkan dapat menambah wawasan dalam dunia apresiasi sastra Indonesia.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

PEMAHAMAN KONFLIK BATIN TOKOH DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI | Ramlah | BAHASANTODEA 6320 20914 1 PB

Data KK 2 dan 3 menggambarkan konflik batin Rasus akan sosok Emak ternyata kemudian ditemukannya pada diri Srintil, anak perawan Dukuh Paruk berusia sebelas tahun, yang merupakan teman sepermainan Rasus. Selama bertahun-tahun hingga usianya empat belas tahun ia hanya bisa berandai- andai tentang Emak. Ia biarkan Emak hidup abadi dalam angan-angannya. Bahkan sengaja ia gambarkan sosok Emak ke dalam diri Srintil. Gambaran tersebut ia reka sendiri dan dijadikan kepastian dalam hidupnya. Dalam hal ini ada kecenderungan supresi yang dilakukan oleh Rasus. Rasus secara sadar telah mendeskripsikan Srintil sebagai perempuan yang ia rindukan, dalam hal ini ibunya. Dalam imajinasi Rasus, ia bebas memiliki Srintil, karena Srintil adalah ibunya. Rasus menciptakan imajinasinya demikian karena ia merasa ia memerlukan sebuah kenyamanan yang seharusnya ia peroleh dari seorang perempuan, akan tetapi ia tidak dapat memperolehnya karena ibunya telah meninggal sedangkan ia tidak mungkin memiliki Srintil. Khayalan-khayalan seperti ini wajib dimiliki oleh manusia, terutama jika ia tidak dapat meraih apa yang sangat diinginkannya. Maka ia kemudian menghayalkannya dalam imajinasinya. Menghayalkan bahwa ia dapat memiliki apa yang dalam dunia nyata tidak dapat dimilikinya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH  ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH ASPEK GENDER DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN SINTREN KARYA DIANING WIDYA YUDHISTIRA: KAJIAN INTERTEKS.

Secara interteks novel RDP menjadi hipogram dari novel Sintren. Novel RDP dan Sintren sarat dengan muatan masalah-masalah gender. Aspek gender dalam novel RDP karya Ahmad Tohari yaitu, Diskriminasi yang terdapat dalam masyarakat, pelecehan seksual, pemaksaan, cara berpikir dan penyifatan. Selain itu juga ditemukan aspek gender dari segi kecantikan dan kekuasaan. Aspek gender dalam Sintren karya Dianing Widya Yudhistira yaitu, dari masyarakat berupa pengucilan, pelecehan seksual, pemaksaan, penyifatan, cara berpikir, selain itu juga terjadi dalam dunia pendidikan, kecantikan dan kekuasaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

KAJIAN PERUBAHAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” KARYA AHMAD TOHARI KE DALAM SKENARIO FILM “SANG PENARI” KARYA SALMAN ARISTO

Puji syukur alhamdulilah kehadirat Allah Swt atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi yang berjudul ‘Kajian Perubahan Unsur Intrinsik Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari ke dalam Skenario Film Sang Penari karya Salman Aristo’ dapat terselesaikan dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad Saw. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Seni, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA  Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Tinjauan Psikologi Sastra Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Sastr

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang sosial budaya Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk, (2) mendeskripsikan analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, (3) mendeskripsikan analisis konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, dan (4) mendeskripsikan implementasi konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari sebagai bahan ajar sastra di SMA. Jenis penelitian ini ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan strategi penelitian studi kasus terpancang. Objek penelitian ini adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dengan tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini berupa data deskriptif dalam bentuk kalimat dan wacana yang menyangkut konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah biografi Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Hand Out perkuliahan metodologi penelitian sastra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode pembacaan model semiotik yaitu pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil analisis latar sosial budaya pengarang Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh Ahmad Tohari sebagai pengarang novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah seorang penulis dan mantan jurnalis berasal dari Banyumas. Ahmad Tohari telah menghasilkan trilogi novel Ronggeng Dukuh Paruk, yang terdiri dari Catatan Buat Emak, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala. Analisis struktural novel Ronggeng Dukuh Paruk diperoleh tema novel adalah kehidupan ronggeng Dukuh Paruk yang terkoyak. Tokoh-tokoh dalam novel yaitu, Srintil, Rasus, Nenek Rasus, Sakarya, Nyai Sakarya, Sakum, Ki Kertareja, Nyai Kertareja, Tampi, Bajus. Tokoh utama dalam novel adalah Srintil. Alur yang digunakan dalam Ronggeng Dukuh Paruk adalah alur maju. Latar waktu dalam novel berlangsung pada tahun 1960-1966, sedangkan latar tempatnya berada di Dukuh Paruk, Dawuhan, Alas Wangkal. Latar sosialnya bahwa masyarakat Dukuh Paruk melarat secara turun-temurun dan kebanyakan masyarakatnya mengidap penyakit kulit. Berdasarkan tinjauan psikologi sastra, konflik batin dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk mencakup (1) konflik mendekat-mendekat (approach- approach conflict), (2) konflik menghindar-menghindar (advoidance-advoidance conflict), (3) konflik mendekat-menghindar (approarch-advoidance conflict). Konflik batin tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dapat diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Politik Tubuh Perempuan dalam Media (Studi Analisis Wacana Politik Tubuh Perempuan dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dan Sri Sumarah Karya Umar Kayam).

Politik Tubuh Perempuan dalam Media (Studi Analisis Wacana Politik Tubuh Perempuan dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari dan Sri Sumarah Karya Umar Kayam).

Ahmad Tohari dan Umar Kayam adalah sastrawan Indonesia yang mengangkat perempuan ke dalam karya sastranya. Keduanya merupakan sastrawan angkatan 66 dan berasal dari Jawa. Keduanya juga merupakan sastrawan yang karyanya tidak hanya diakui di Indonesia, tapi telah diapresiasi oleh masyarakat dunia. Keduanya pernah mendapatkan SEA Write Award , yaitu penghargaan penulis se-Asia Tenggara. Umar Kayam mendapatkannya pada tahun 1987 sedang Ahmad Tohari pada tahun 1995 (http://id.wikipedia.org diakses pada tanggal 15 April 2013). Dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk dan Sri Sumarah , keduanya bercerita mengenai tema yang sama, yakni perempuan pada masa pergolakan komunis. Ronggeng Dukuh Paruk bercerita tentang seorang perempuan di Banyumas Jawa Tengah, Srintil, yang karena bakatnya, ia menjadi terikat oleh budaya di lingkungannya. Budaya tersebut secara tidak langsung memaksa ia untuk menyerahkan keperawanan beserta harga dirinya. Dalam novel ini Srintil mencoba untuk keluar dari budaya, menyelamatkan harga dirinya. Sri Sumarah bercerita mengenai seorang perempuan yang hidup pada masa kemerdekaan dan G30S PKI. Dia hidup bersama neneknya yang sangat memegang teguh budaya Jawa. Segala yang ia lakukan haruslah sesuai dengan yang adat Jawa anggap baik. Dari caranya merawat tubuh, melayani suami hingga cara dia bersikapun juga tak lepas dari tata santun Jawa.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

REALISASI KESANTUNAN BERBAHASA DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI

Penutur (A) dalam contoh (1) mengulang pernyataannya ”Mana mungkin kau bisa meneteki bocah bila tetekmu kosong. Lagipula seorang perempuan yang sedang menyusui harus banyak makan, terutama sayuran. Sedangkan kau sudah empat-lima hari ini tidak makan apa pun. Pokoknya tidak mungkin!” kepada lawan tutur bahwa tidak mungkin mitra tutur memberi air susu kepada anak kecil yang sedang digendongnya. Hal itu disebabkan mitra tutur tidak dalam keadaan hamil. Demikian pula, seorang nenek (B) pada contoh (2) menekankan tujuan tamunya (A) datang ke rumah kepada cucunya ”Dengar itu, Srin? Pokoknya, Pak Marsusi datang kemari hanya membawa satu tujuan. Yakni membuat hatimu senang. Iya kan, Pak?”. Hal ini dilakukan sang nenek karena cucunya tidak mau diajak berjalan-jalan oleh tamunya yang sudah berniat baik.
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA  Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

MAJAS NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN IMPLEMENTASINYA Majas Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di Sma.

Sebuah perbandingan antara Srintil dengan Emak yang dihubungkan dengan kata “bagai”. Kemiripan lahir yang terlihat di antaranya Emak mempunyai senyum yang bagus seperti Srintil, suaranya lembut, sejuk, suara perempuan sejati. Persamaan antara Srintil dengan tokoh Emak itu dibangun sendiri oleh tokoh Rasus. Sedikit demi sedikit, lama-lama hal yang direkam sendiri itu dijadikan kepastian dalam hidup Rasus. Menurut bentuknya majas simile di atas menggunakan persamaan tertutup karena dalam ungkapan tersebut mengandung perincian mengenai sifat persamaan itu, yakni “citra perempuan sejati”.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN).

1. Struktur novel RDP dan MOG dianalisis berupa aspek cerita dengan menggunakan teori kajian analisis stuktur Todorov. Analisis struktur Todorov tersebut akan menganalisi bagian (1) aspek sintaktik, (2) aspek semantik, dan (3) aspek verbal. Aspek pertama untuk meneliti urutan peristiwa secara kronologis dan logis khusus di dalam alur; aspek kedua untuk meneliti tema, tokoh, dan latar, ini sudah berkaitan dengan penafsiran makna atas lambang (verbal, bahasa); dan aspek ketiga untuk meneliti sarana atau alat-alat pengungkapannya seperti sudut pandang, gaya, `atau pengujaran. Dalam penelitian ini, analisis hanya akan dibatasi pada pembahasan: (1) sekuen dan fungsi utama (aspek sintaktik); (2) tokoh dan latar (aspek semantis); dan (3) sudut pandang (aspek verba/pragmatis).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Ronggeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA

Tokoh utama dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari adalah Srintil. Srintil adalah seorang yatim piatu, sisa sebuah malapetaka, yang membuat banyak anak Dukuh Paruk kehilangan ayah- ibu. Sebelum membahas terkait dengan sifat dan karakter Srintil, peneliti terlebih dahulu membahas tentang makna yang terkandung dari nama “Srintil”. Ali Imron Al- Ma’ruf dalam Novi Anoegrajekti menyatakan mengenai makna nama Srintil, meskipun dari namanya terdengar tidak istimewa bahkan terkesan rendah, sebenarnya memiliki makna yang dalam, simbolis, dan filosofis. Nama Srintil memiliki fungsi sebagai identitas seorang perempuan desa juga memiliki fungsi simbolik. Kata “Srintil” dalam bahasa Jawa berarti kotoran kambing yang wujudnya kebulat-bulatan berwarna hijau tua kehitam-hitaman dan berbau tidak sedap. Mes kipun baunya busuk dan wujudnya menjijikan, “Srintil” dapat menjadi pupuk yang mampu menyuburkan tumbuhan-tumbuhan di sekitarnya di tanah yang gersang sekalipun. Artinya, meskipun kotoran kambing itu wujudnya menjijikan dan baunya busuk, Srintil tetap dibutuhkan dan dicari oleh manusia. Jadi, nama Srintil dalam Ronggeng Dukuh Paruk mengandung makna filosofis yang tinggi. 2
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN: (SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN) - repository UPI S IND 1100672 Title

IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI DAN MEMOIRS OF A GEISHA KARYA ARTHUR GOLDEN SEBUAH KAJIAN SASTRA BANDINGAN Oleh Citra Resmi Sebuah skri[r]

3 Baca lebih lajut

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Ronngeng dalam kebudayaan Banyumas dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMA “suatu tinjauan objektif”

Kutipan di atas menggambarkan bahwa Nyai Sakarya selaku dukun ronggeng Srintil telah memasukkan beberapa susuk emas dan membacakan mantra pekasih agar Srintil dapat terlihat lebih cantik sehingga menarik perhatian penonton. Sehingga, tidak mengherankan jika seorang ronggeng mempunyai jimat tertentu agar terlihat lebih menarik dari biasanya. Kecantikan dan keakuannya sebagai seorang ronggeng, Srintil mempunyai tugas yang harus dilakoninya sebagai seorang ronggeng Dukuh Paruk. Seperti Srintil seorang ronggeng menjadi gowok. Gowok adalah seorang perempuan yang disewa oleh seorang ayah bagi anak lelakinya yang sudah menginjak dewasa. Dan menjelang kawin. Seorang gowok akan memberi pelajaran kepada Waras tentang kehidupan berumah tangga. Dari keperluan dapur sampai bagaimana memperlakukan seorang istri secara baik. Misalnya, bagaimana mengajak istri pergi kondangan dan sebagainya. Selama menjadi gowok dia tinggal hanya berdua dengan anak laki-laki tersebut dengan dapur yang terpisah. Masa pergowokan biasanya berlangsung hanya beberapa hari, paling lama satu minggu. Satu hal yang perlu diterangkan tetapi harus diketahui oleh semua orang adalah hal yang menyangkut tugas inti seorang gowok, yaitu mempersiapkan seorang
Baca lebih lanjut

140 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Puji syukur yang dalam penulis panjatkan kepada Allah Swt yang telah menganugrahkan berbagai karunia. Salah satu karunia yang penulis rasakan adalah diberikan kenikmatan untuk menyelesaikan tesis dengan judul ” Gaya Kata dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika dan Relevansinya sebagai Bahan Ajar Ba hasa Indonesia di SMA”.

13 Baca lebih lajut

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK  KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN   Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

GAYA KATA DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN STILISTIKA DAN Gaya Kata Dalam Novel Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari: Kajian Stilistika Dan Relevansinya Sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia Di SMA.

Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, memaparkan gaya kata dalam novel trilogi RDP dengan kajian stilistika. Kedua, mendeskripsikan relevansi gaya kata dalam novel trilogi RDP Tohari dengan kajian stilistika sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek kajian penelitian ini berupa gaya kata dalam novel trilogi RDP dan bahan ajar sebagai bagian dari pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata yang merupakan gaya kata yang digunakan oleh Ahmad Tohari sebagai penulis dalam novel trilogi RDP . Selain itu, SKKD mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA yang dapat direlevansikan dengan gaya kata yang telah dianalisis dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual dengan teknik lanjutan HBSP, metode pembacaan model semiotik, yaitu heuristik dan hermeneutik, dan teknik analisis komparatif. Hasil penelitian ini menyatakan gaya kata dalam novel RDP digolongkan dalam 8 gaya kata, yaitu kata konotatif, kata konkret, kata sapaan khas dan nama diri, kata serapan bahasa asing, kata dengan objek realitas alam, kata vulgar, dan kata seru khas Jawa, dan kosakata bahasa Jawa. Dari Kedelapan jenis kata tersebut yang paling dominan digunakan Ahmad Tohari adalah konotatif. Selanjutnya, relevansi gaya kata dengan SK dan KD mata pelajaran Bahasa Indonesia dinyatakan pada KD 7.2. Menganalisis unsur instrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/ terjemahan dan KD 5.2. Menjelaskan unsur-unsur intrinsik dari pembacaan penggalan novel. Relevansi tersebut dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indoensia di SMA.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...