Top PDF Respon Masyarakat Sagerat terhadap Keberadaan Pasar Pinasungkulan Kota Bitung

Respon Masyarakat Sagerat terhadap Keberadaan Pasar Pinasungkulan Kota Bitung

Respon Masyarakat Sagerat terhadap Keberadaan Pasar Pinasungkulan Kota Bitung

Pasar tradisional merupakan pasar yang berperan penting dalam memajukan pertumbuhan ekonomi ragional dan memiliki keunggulan bersaing secara alamiah. Keberadaan pasar tradisional ini sangat membantu, tidak hanya bagi pemerintah daerah tetapi juga para masyarakat yang menggantungkan hidupnya dalam kegiatan berdagang, karena didalam pasar tradisional terdapat banyak aktor yang memiliki arti penting dan berusaha untuk mensejahterakan kehidupannya baik itu pedagang, pembeli, pekerja panggul dan sebagainya. Pasar tradisional terdapat banyak interaksi yang ditemukan, dimana para pedagang pasar tradisional tidak membeli suatu barang dagangan yang akan mereka jajakan di tokonya dalam jumlah yang besar dari agen, hal ini disebabkan karena keterbatasan modal yang mereka miliki tidak mencukupi untuk membeli barang-barang dalam jumlah yang besar kemudian juga mereka tidak memiliki fasilitas yang lengkap untuk menyimpan barang dagangan terlalu banyak. Keunggulan dari pasar tradisional adalah para pembeli dan penjual bertemu langsung untuk melakukan suatu transaksi jual beli, didorong pula dengan defenisi dari pasar itu sendiri dimana pasar adalah suatu tempat bertemunya penjual dan pembeli dalam satu lokasi dan melakukan transaksi jual beli baik itu barang ataupun jasa, tindakan ini merupakan suatu nilai lebih untuk pasar tradisional dimana pembeli dan penjual dapat melakukan proses tawar menawar barang yang akan dibeli oleh pembeli, mutu dari barang yang akan dibeli dan yang terpenting menumbuhkan kesan akrab antara pembeli dan penjual. Salah satu pasar tradisional di Kota Bitung adalah pasar Pinasungkulan Sagerat, walaupun pasar ini masih tergolong baru dan mengalami masalah dalam pembangunan pasar tradisioanal tidak membuat pasar tradisional ini berhenti beroperasi. Kebijakan relokasi yang tidak berjalan sesuai yang diharapkan dimana banyak pedagang yang kembali lagi kepasar sebelumnya, dan konsumen yang tetap berbelanja di pasar sebelumnya, namun hal ini tidak menyebabkan pasar tradisional Pinasungkulan Sagerat ditutup, masih banyak pedagang dan konsumen yang berbelanja di pasar tersebut, terutama masyarakat yang tingal di sekitar pasar tersebut. Oleh karena itu dalam penelitian ini Penulis bermaksud
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Ipteks Analisis Swot Tentang Perkembangan Pasar Pinasungkulan Sagerat

Ipteks Analisis Swot Tentang Perkembangan Pasar Pinasungkulan Sagerat

Pengaruh Faktor internal dan faktor eksternal terhadap keberadaan Pasar Pinasungkulan, Sagerat Weru 1, Kecamatan Matuari yaitu faktor internal terdiri dari kesesuaian visi dan misi,produk dan dagangan lengkap memadai,sarana prasarana memadai, lokasi strategis,pemasaran bahan pokok secara online,kebersihan lingkungan pasar, harga produk kompetitif,aksesbilitas,kualitas dan kuantitas SDM belum memadai, Belum terselenggara pinjaman dana bagi pelaku usaha,belum maksimal permintaan konsumen,sedikitnya anggaran rehabilitasi pasar,keamanan pasar,jaminan kualitas dagangan yang dijual. Sedangkan, faktor eksternal yaitu adanya usaha menyediakan pelayanan yang bagus, adanya regulasi kebijakan tentang Pasar tradisional dan modern,adanya kebijakan penyegaran pasar tradisional dalam RPJMD,adanya investasi sekitar Pasar dengan pembangunan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus),tingginya minat untuk berdagang,ramainya pertumbuhan pasar tradisional di Kota Bitung, Tanggung jawab Pemerintah kota dan Dinas Pasar dalam melaksanakan prosedur,pergeseran budaya dan perilaku masyarakat,perilaku pedagang. Alternatif strategi pengembangan Pasar Pinasungkulan, Sagerat Weru 1, .HFDPDWDQ 0DWXDUL \DLWX VWUDWHJL ³0HPSHUEDKDUXL PDQDMHPHQ SDVDU 3LQDVXQJNXODQ 6DJHUDW´ ³3HQLQJNDWDQ WHUKDGDS SURPRVL SDVDU WUDGLVLRQDO 3LQDVXQJNXODQ´ ³.HUMDVDPD DQWDUD SHQJHOROD SDVDU 3LQDVXQJNXODQ SHGDJDQJ GDQ NRSHUDVL´ GDQ³SHQJDUDKDQ XQWXN SDUD SHGDJDQJ´
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kinerja Dinas Pasar Kota Bitung terhadap Relokasi Pasar Girian

Kinerja Dinas Pasar Kota Bitung terhadap Relokasi Pasar Girian

Oleh sebab itu Pemerintah Kota Bitung menyikapi untuk menata ruas jalan dan merelokasi pasar Girian ke daerah Kelurahan Sagerat yang disebut Pasar Pinasungkulan. Dalam pasar Pinasungkulan Pemerintah Kota Bitung telah menyediakan fasilitas yang modern dan akses jalan yang relevan untuk konsep pasar selain itu Pemerintah Kota juga menyediakan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang disediakan untuk para pedagang yang berjualan di pasar Pinasungkulan. Ketika tim kerja relokasi yang dipimpin oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kota Bitung bersama Forum Aspirasi Masyarakat (FAM) melakukan penertiban ruas jalan dan relokasi pasar hal tersebut terlaksana dengan baik, sebagai hasilnya sebagian dari pedagang telah pindah di Pasar Pinasungkulan dan bersiap untuk mulai menjajakan dagangannya. Ada masalah lain bagi pedagang yang berjualan di Pasar Pinasungkulan yaitu ketika beberapa lama berjualan di lokasi baru banyak para pedagang yang merasakan bahwa keuntungan berjualan di pasar baru lebih rendah dibandingkan pada saat berjualan di pasar Girian.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Peranan Wanita Pedagang Sayuran terhadap Pendapatan Keluarga di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado

Peranan Wanita Pedagang Sayuran terhadap Pendapatan Keluarga di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kontribusi wanita pedagang sayuran dalam menunjang pendapatan keluarga. Penelitian ini di laksanakan dari Bulan Juli sampai Bulan Oktober 2015 di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado. Pengambilan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperolah melalui wawancara pada 10 wanita pedagang sayuran di Pasar Pinangsungkulan dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yaitu Dinas Pasar. Data disajikan dalam bentuk tabel dan analisis secara deskriptif dan untuk mengetahui kontribusi pendapatan wanita diperoleh dari persentase antara pendapatan Istri terhadap pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita pedagang sayuran di Pasar Pinasungkulan Karombasan pernah mengecap pendidikan SD dan mereka semuanya menamatkan pendidikan mereka; sebagian besar tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Wanita pedagang sayuran yang menjadi obyek penelitian adalah wanita yang sudah menikah dan masih bersuami. Pendapatan suami yang rendah sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga mendorong istri untuk turut bekerja, selain itu karena ingin memanfaatkan waktu yang ada. Wanita pedagang sayuran telah menekuni pekerjaan ini antara 10 tahun hingga 35 tahun. Curahan waktu kerja antara 8 hingga 19 jam per hari dengan rata-rata curahan waktu kerja 13 jam per hari. Kegiatan yang dilakukan yaitu pembelian sayur, pembersihan sayur, hingga penjualan sayuran. Jenis sayuran yang diteliti yaitu caisin, petsai, kangkung dan bayam yang merupakan jenis sayuran daun hijau komersial. Volume pembelian/pengadaan untuk jenis sayuran dataran tinggi yang terbesar adalah caisin yaitu rata-rata 150 ikat per hari, dan untuk jenis sayuran dataran rendah adalah kangkung yaitu rata-rata 160 ikat per hari. Rata-rata pendapatan suami Rp. 1.487.500 per bulan dan rata-rata pendapatan istri Rp. 2.014.000 per bulan. Pendapatan Istri ternyata lebih besar dari pendapatan suami, dimana kontribusi rata-rata istri sebesar 50,01% yang artinya istri memegang peranan penting dalam menunjang pendapatan keluarga.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

INISIASI MASYARAKAT DAN RESPON PEMERINTAH KOTA PEKANBARU (STUDI PASAR KAGET DI KECAMATAN TAMPAN 2011-2012)

INISIASI MASYARAKAT DAN RESPON PEMERINTAH KOTA PEKANBARU (STUDI PASAR KAGET DI KECAMATAN TAMPAN 2011-2012)

Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan pasar kaget sangat membantu masyarakt disekitar perumahan yang jaraknya jauh dari pusat perbelanjaan serta pusat Kota untuk berbelanja. Keberadaan pasar kaget tidak hanya mempermudah warga sekitar untuk berbelanja keperluan sehari-hari atau mingguannya, akan tetapi harga barang yang dijual yang relative lebih murah, sehingga masyarakat merasa mudah dan murah dalam berbelanja. Akan tetapi keberadaan pasar kaget juga memberikan dampak yang negative terhadap lingkungan serta ketertiban umum, seperti menimbulkan kemacetan, pasar terlihat kumuh karena lapak dan sampah yang berserakan, serta menimbulkan bau tak sedap. Untuk itu, respon Pemerintah Kota Pekanbaru sangat dibutuhkan agar pasar kaget tertata dengan baik dan rapi serta melakukan penertiban terhadap terhadap pasar kaget yang tidak layak dan menyalahi tata ruang Kota. Untuk itu maka Pemerintah Kota Pekanbaru hendaknya membuat regulasi yang bertujuan untuk mengendalikan Pasar Kaget supaya tertata dengan rapi dan bermanfaat untuk semua.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Sleko di Kota Madiun

Analisis Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Pasar Tradisional Sleko di Kota Madiun

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dampak keberadaan pasar modern Alfamart dan Indomaret terhadap pasar tradisional Sleko di Kota Madiun, 2) Mengetahui apakah keberadaan pasar modern Alfamart dan Indomaret menyebabkan turunnya aktivitas pasar tradisional Sleko di Kota Madiun. Teknik pengambilan sampel dipilih dengan teknik probability sampling yaitu sebanyak empat pedagang tradisional dari masing-masing kategori pedagang yang diteliti dan satu orang dari pengelola pasar tradisional yang diwakili oleh Kepala Pasar Sleko Kota Madiun, serta empat pembeli di pasar tradisional Sleko dan empat pembeli di pasar modern Alfamart dan Indomaret. Hasil menujukkan bahwa dampak keberadaan pasar modern Alfamart dan Indomaret terhadap pasar tradisional Sleko di Kota Madiun yaitu pedagang sayuran dan pedagang buah tidak mengalami pengaruh terhadap omset dan konsumen. Sedangkan dampak bagi pedagang sembako yakni mengalami turunnya omset dan berkurangnya konsumen. Oleh karena itu, keberadaan Alfamart dan Indomaret tidak menyebabkan menurunnya aktivitas pasar tradisional Sleko dalam hal jual beli. Pasar Sleko pun masih memiliki konsumen walaupun keberadaan Alfamart dan Indomaret berlokasi di dekat pasar.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pemb. Jln. Kelurahan Sagerat

Pemb. Jln. Kelurahan Sagerat

30143 – BITUNG POKJA PEKERJAAN KONSTRUKSI DINAS PU-BIDANG BINA MARGA APBD – KOTA BITUNG TAHUN ANGGARAN 201 4 Bitung, 04 September 2014 Nomor : 08.01/Pokja/BM/PU-BTG/IX/2014 Lamp[r]

1 Baca lebih lajut

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU LESBIAN DI KOTA PONTIANAK

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERILAKU LESBIAN DI KOTA PONTIANAK

espon masyarakat adalah reaksi dari sekumpulan orang atau masyarakat terhadap apa yang dilihat dan didengar di lingkungan sekitar masyarakat. Ahmadi (1992:64) menyatakan respon adalah gambaran ingatan dan pengamatan yang mana objek yang telah diamati tidak lagi berada dalam ruang dan waktu pengamatan. Sedangkan Munandar (2006:122) masyarakat artinya bergaul, adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk aturan hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam sosial yang merupakan kesatuan. Respon masyarakat yang di maksud adalah respon terhadap perilaku lesbian yang terjadi di sekitar masyarakat baik respon yang negatif maupun respon yang positif sesuai dengan masing-masing individu yang menilai perilaku lesbian itu. respon negatif contohnya menggunjing, membicarakan, menjauhi, memaki kaum lesbian, sedangkan respon yang positif seperti mendekati pelaku lesbian, menasehati, tidak memandang rendah, tidak memaki. B.S. Bloom dalam Tia Nopitri Yanti (2009) Respon dibagi menjadi 3 bagian yaitu : (1) Kognitif, yaitu respon masyarakat yang berkaitan erat dengan pengetahuan keterampilan dan informasi seseorang mengenai sesuatu. (2) Afektif, yaitu respon masyarakat yang berhubungan dengan emosi, sikap, dan menilai seseorang terhadap sesuatu. (3) Konatif, yaitu respon masyarakat yang berhubungan dengan perilaku nyata yang meliputi tindakan atau perbuatan. Bimo Walgito (2002:13) menjelaskan perilaku terbagi menjadi dua yaitu : (1) perilaku yang menampak (overt behavior) dan (2) perilaku yang tidak menampak (innert behavior). Perilaku atau aktivitas-aktivitas yang ada dalam individu atau organisme itu tidak timbul dengan sendirinya, tetapi akibat dari stimulus yang diterima oleh organisme yang bersangkutan baik stimulus eksternal maupun stimulus internal. Sedangkan menurut Johan Suban Tukan (1994:78) “lesbian adalah rasa tertarik secara erotis dan seksual kepada orang sesam a jenis antara sesama wanita.”. Jadi, Respon masyarakat terhadap perilaku lesbian adalah tanggapan masyarakat terhadap perilaku kaum lesbian di lingkungan masyarakat, baik perilaku negatif ataupun perilaku positif. METODE
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian Keberadaan Pasar Tradisional di Kota Pekanbaru Studi Kasus : Pasar Limapuluh

Kajian Keberadaan Pasar Tradisional di Kota Pekanbaru Studi Kasus : Pasar Limapuluh

Sedangkan untuk angkutan transportasi yang melewati jalan ini untuk menuju pasar berupa angkutan pribadi dan angkutan umum. Angkutan pribadi biasanya dengan berjalan kaki, bersepeda, sepeda motor, dan mobil. Tetapi sepeda motor dan mobil yang paling banyak melalui jalan ini, karena sarananya ada yaitu jalan. Sedangkan untuk pejalan kaki dan sepeda ada beberapa masyarakat yang menggunakan moda ini, tetapi tidak tersedianya prasarana untuk menunjang penggunaan sarana tersebut.

12 Baca lebih lajut

PERAN LURAH DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAH YANG BAIK SUATU STUDI DI KELURAHAN SAGERAT KECAMATAN MATUARI KOTA BITUNG | Rantepasang | JURNAL EKSEKUTIF 15430 30967 1 SM

PERAN LURAH DALAM MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAH YANG BAIK SUATU STUDI DI KELURAHAN SAGERAT KECAMATAN MATUARI KOTA BITUNG | Rantepasang | JURNAL EKSEKUTIF 15430 30967 1 SM

Setiap manusia dalam kehidupannya masing-masing memiliki peran dan fungsi dalam menjalankan kehidupan sosialnya. Dalam melaksanakan perannya, setiap manusia memiliki cara atau sikap yang berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang kehidupan sosialnya. Istilah peran dalam “Kamus Besar Bahasa Indonesia” mempunyai arti pemain sandiwara (film), tukang lawak pada permainan makyong, perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Menurut Abu Ahmadi (1982:74) peran adalah suatu kompleks pengharapan manusia terhadap caranya individu harus bersikap dan berbuat dalam situasi tertentu yang berdasarkan status dan fungsi sosialnya. Pengertian peran menurut Soerjono Soekanto (2002:243), yaitu peran merupakan aspek dinamis kedudukan (status), apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menjalankan suatu peranan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PESAN DAN KEBERADAAN MURAL (STUDI DESKRIPTIF RESPON MASYARAKAT RW 5 KELURAHAN WONOKROMO TERHADAP PESAN DAN KEBERADAAN SENI JALANAN MURAL DI KELURAHAN WONOKROMO SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

RESPON MASYARAKAT TERHADAP PESAN DAN KEBERADAAN MURAL (STUDI DESKRIPTIF RESPON MASYARAKAT RW 5 KELURAHAN WONOKROMO TERHADAP PESAN DAN KEBERADAAN SENI JALANAN MURAL DI KELURAHAN WONOKROMO SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

Keberadaan mural di daerah Wonokromo mengundang penilitian ini berlangsung, karena banyak diantaranya mural tersebut membawa pesan dan makna yang ditujukan kepada khalayak luas serta sekumpulan mural tersebut masih memberikan pro kontra atas kehadirannya yang juga kerap dianggap sebagai vandalisme dan perusakan.

13 Baca lebih lajut

Respon Masyarakat Terhadap Sertifikasi Ulama di Kota Palembang

Respon Masyarakat Terhadap Sertifikasi Ulama di Kota Palembang

Menurut Menteri agama Lukma Hakim Saifuddin muncul sertivikai ulama berdasarkan gagaan organisasi masyarakat Islam dan sejumlah tokoh. Katanya lagi ”Pemerintah melalui Kementerian Agama hanya memfasilitasi saja aspirasi yang berkambang”. Mereka ingin agar pemerintah ikut hadir menjamin kualitas mutu khotbah Jumat lantaran dirasa ada yang melenceng dari syariat dan rukunya. Padahal khutbah jumat adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dan menjadi kewajiban. Untuk itu perlu dibuat batas minimal kompetensi yang dimiliki seorang khotib. Pemerintah tidak mengatakan, yang tidak bersertifikasi atau berstandarisasi kemudian tidak boleh khutbah, pemerintah tidak mempunyai domain melarang.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SETELAH KEBERADAAN PASAR MODERN DI KELURAHAN BLIMBING KOTA MALANG

ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SEBELUM DAN SETELAH KEBERADAAN PASAR MODERN DI KELURAHAN BLIMBING KOTA MALANG

Berdasarkan asas desentralisasi dan asas dekonsentrasi maka Negara republik Indonesia adalah suatu Negara kesatuan yang memiliki tiap-tiap daerah untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Oleh karena itu pembangunan daerah dilaksanakan secara serasi dan terpadu agar dalam pembangunannya sendiri dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan agar pembangunan setiap daerah harus benar-benar sesuai dengan prioritas dan potensi yang berada di setiap daerah maupun kota tersebut dikarenakan pembangunan merupakan suatu kesatuan, yang dalam pembangunan nasional sebagai wujud wawasan nusantara dan terbinanya Indonesia sebagai suatu kesatuan yang politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Analisis Respon Segmen Geografis terhadap Pasar Kaget di Kota Batam

Analisis Respon Segmen Geografis terhadap Pasar Kaget di Kota Batam

Keberadaan pasar kaget ini tidak membatasi konsumennya dari berbagai segmen. Menurut Hermawan Kertajaya, segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Menurut Philip Kotler segmentasi konsumen dilakukan berdasar pada satu atau lebih empat kriteria, yakni : (a) geografis, pasar dibagi menjadi unit-unit geografis yang berbeda seperti negara, wilayah, propinsi, kota, maupun lingkungan; (b) demografis, pasar dibagi menjadi kelompok berdasarkan peubah-peubah demografis seperti usia, ukuran keluarga, siklus hidup keluarga, jenis kelamin, penghasilan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial; (c) psikografis, pembeli dibagi menjadi kelompok berdasarkan kelas sosial, gaya hidup dan kepribadian; dan (d) perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, pemakaian, maupun tanggapannya terhadap sesuatu. Semua jenis segmen berbelanja di pasar kaget yang terdaftar pada tabel berikut. Jam operasional pasar kaget ini beragam, ada yang beroperasi di pagi hari juga di sore hari. Tapi kebanyakan beroperasi di sore hari mulai pukul 15.00 hingga 22.00 malam hari. Masalah hari operasional juga beragam akan tetapi semuanya dari hari Senin hingga Sabtu kecuali pasar kaget Jodoh, buka dari hari Senin hingga hari Minggu.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Transportasi Dalam Rantai Pasok Telur Ayam Ras Pada Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado

Analisis Transportasi Dalam Rantai Pasok Telur Ayam Ras Pada Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado

Dalam penelitian Tumbel (2016) dikatakan untuk meningkatkan efektif dan efisien dari transportasi rantai pasok maka petani harus menggunakan mini-truck sebagai moda transportasinya. Namun dalam penelitian ini agar transportasi dalam rantai pasok telur ayam ras dari peternakan ke Pasar Pinasungkulan Karombasan efektif dan efisien selain para pedagang harus memperhatikan moda transportasi yang digunakan dalam hal ini mobil box, peternak juga harus memperhatikan pengepakan dari telur tersebut karena jika telur ayam tidak dikepak dengan baik maka bisa teradi kerusakan pada telur sebelum sampai pada pedagang pengecer di pasar. Selain itu sangat disarankan dukungan peraturan dan perundangan yang progresif serta bantuan pemerintah untuk perbaikan infrastruktur yang memadai dalam hal ini yaitu jalan, agar dapat membantu kelancaran sestem logistik daerah.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KEBERADAAN DAN BENTUK PENYAJIAN RANDAI PADA MASYARAKAT MINANGKABAU DI KOTA MEDAN.

KEBERADAAN DAN BENTUK PENYAJIAN RANDAI PADA MASYARAKAT MINANGKABAU DI KOTA MEDAN.

Randai merupakan teater tradisi masyarakat Minang yang didalamnya terdapat tari, musik dan dialog (pelakonan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang keberadaan dan bentuk penyajian Randai pada masyarakat Minangkabau di Kota Medan.

16 Baca lebih lajut

Respon Masyarakat terhadap Perilaku Lesbian di Kota Pontianak

Respon Masyarakat terhadap Perilaku Lesbian di Kota Pontianak

Data primer dari penelitian ini adalah hasil jawaban sampel dari populasi objek yang di teliti, yang dimaksud sampel dalam penelitian adalah masyarakat kelurahan Darat Sekip Kota Pontianak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket dan kuesioner. (Nawawi, 2012:124) “Angket atau kuesioner yaitu usaha mengumpulkan informasi dengan menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis, untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden ”. Dalam kuesioner pertanyaan yang disampaikan adalah untuk memperoleh informasi dari responden menurut dirinya sendiri. Sesuai dengan pertanyaan peneliti yang disebarkan maka bentuk analisis data yang relevan adalah statistik deskriptif, fungsi statistik deskriptif adalah mereduksi data agar lebih mudah diinterprestasikan (Morrisan 2012:235) dengan rata-rata, modus dan simpangan baku. Untuk penarikan kesimpulan digunakan statistik korelasi kontigensi, Sri Mulyono (1991:237) Korelasi kontigensi (C) mengukur tingkat hubungan atau atau ketergantungan antar kategori dalam suatu label Kontingensi. Hal-hal yang ingin dijelaskan melalui korelasi kontingensi adalah ada tidaknya keterkaitan tingkat pendidikan, jenis kelamin dan keyakinan responden baik terhadap pengetahuan, sikapnya tentang lesbian maupun kecendrungan tindakannya terhadap lesbian.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Peran  Dinas  Koperasi dan  UKM  dalam  Pemberdayaan Masyarakat  di  Kota Bitung

Peran Dinas Koperasi dan UKM dalam Pemberdayaan Masyarakat di Kota Bitung

Pemberdayaan UKM dimasyarakat sangat diperlu dilakukan oleh Pemerintah, terutama dalam melakukan sosialisasi tentang UKM, upaya pendampingan, upaya pembinaan dan penyuluhan serta upaya pengawasan terhadap UKM agar dapat berkembang dengan baik. Salah satu kendala yang menjadi permasalahan dalam upaya pemberdayaan UKM di Kota Bitung salah satunya adalah dalam hal perizinan dan pembiayaan. Dengan adanya persyaratan perizinan dipandang akan membebani usaha mereka dengan pajak atau restribusi.

13 Baca lebih lajut

400 Pengaruh Keberadaan Pasar terhadap Sosial Ekonomi Pedagang di Pasar Klithikan Notoharjo Kota Surakarta

400 Pengaruh Keberadaan Pasar terhadap Sosial Ekonomi Pedagang di Pasar Klithikan Notoharjo Kota Surakarta

Pasar Klithikan Notoharjo merupakan pasar bentukan dari hasil relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang awalnya berada di kompleks Monumen Banjarsari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik demografis pedagang, karakteristik sosial pasar, dan karakteristik ekonomi pedagang serta mengetahui perubahan kondisi sosial, ekonomi pedagang Pasar Klithikan Notoharjo pada saat awal dibangun (tahun 2006) dan saat sekarang (2014).Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pengumpulan data berupa kuesioner kepada 40 responden. Responden merupakan pedagang di Pasar Klithikan Notoharjo. Data nominal disajikan melalui diagram lingkaran, grafik dan tabel. Data ordinal dan rasio diolah melaui skoring kemudian di klasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu rendah, sedang dan tinggi.Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa karakteristik pedagang Pasar Klithikan Notoharjo mayoritas berasal dari PKL Banjarsari, merupakan profesi yang utama, pendidikan pedagang rata-rata lulusan SMA sederajat, usia produktif, sudah menikah. Karakteristik sosial pedagang cenderung tidak mengalami perubahan sejak awal dibangunnya pasar sampai saat ini karena sudah dalam kondisi baik.Karakteristik ekonomi mengalami perubahan yang cukup signifikan, dibuktikan dengan pendapatan pedagang yang mengalami peningkatan, kondisi tempat tinggal pedagang yang berubah lebih baik serta kepemilikan kendaraan yang bertambah.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...