Top PDF REVIEW SINGARAJA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

REVIEW SINGARAJA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

REVIEW SINGARAJA SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN

Putu Panji Sudira FT Universitas Negeri Yogyakarta Senin 16 Agustus 2010 Dalam perspektif Pengembangan Manusia Bali TUJUAN PENGEMBANGAN MANUSIA Pengembangan Manusia Melalui Peningk[r]

5 Baca lebih lajut

DAMPAK MINIMARKET TERHADAP EKSISTENSI WA

DAMPAK MINIMARKET TERHADAP EKSISTENSI WA

Kota Singaraja merupakan Ibu Kota Kabupaten Buleleng. Kota Singaraja adalah suatu kota dengan potensi perkembangan pembangunan kota yang pesat, yaitu pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan jasa, peningkatan sektor perdagangan, yang dipicu pula berdirinya Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) menyebabkan banyak pendatang ke Kota Singaraja. Pertambahan jumlah penduduk akan mendorong semakin kompleks kebutuhan hidup masyarakat kota sehingga banyak Minimarket dibangun di sekitaran Kota Singaraja yang dianggap bisnis menjanjikan. Ini terlihat dari beberapa tahun belakangan ini Minimarket dengan konsep waralaba semakin menjamur berdiri di Kota Singaraja. Persebaran Minimarket Indomaret dan Alfamart di Kota Singaraja masih belum merata di setiap Kelurahan. Sebelum sebuah Minimarket didirikan tentunya harus mempertimbangkan kondisi fisik dan sosial wilayah atau kelurahan yang bersangkutan dimana Minimarket tersebut akan didirikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KES

PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KES

Penelitian ini dilaksanakan pada lokasi-lokasi pasar senggol yang terdapat di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) tingkat pendidikan para pedagang di Pasar Senggol Kota Singaraja, (2) kesadaran lingkungan para pedagang dalam berjualan di Pasar Senggol Kota Singaraja, dan (3) pengaruh antara tingkat pendidikan terhadap kesadaran lingkungan para pedagang dalam berjualan di pasar senggol Kota Singaraja. Obj ek dari penelilian ini adalah tingkat pendidikan dan pengaruhnya terhadap kesadaran lingkungan, sedangkan subjeknya adalah para pedagang di Pasar Senggol Kota Singaraja. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian deskriptif dengan mengambil sampel sebanyak 93 pedagang (50%) dari 186 pedagang yang terdapat di pasar senggol yang diambil secara Proportional Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner yang dilengkapi dengan metode observasi dan metode pencatatan dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat pendidikan para pedagang di Pasar Senggol Kota Singaraja yang dinilai dari pendidikan terakhir yang ditamatkan termasuk pendidikan menengah, yaitu SMP sebesar 36,56% dari 93 responden, (2) kesadaran lingkungan para pedagang yang dinilai dari pengetahuan lingkungan dan sikap atau tingkah laku pedagang dalam berjualan di pasar senggol Kota Singaraja termasuk kategori sedang (59,14%), dan (3) terdapat pengaruh yang positif dan signikan antara tingkat pendidikan dengan kesadaran lingkungan pedagang dalam berj ualan di pasar senggol.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

MEMBACA CITRA KOTA SINGARAJA | SUARDANA | Anala 31 35 1 SM

MEMBACA CITRA KOTA SINGARAJA | SUARDANA | Anala 31 35 1 SM

Kota Singaraja selain sebagai kota pendidikan juga sebagai kota yang memiliki nilai historis dengan adanya peninggalan bangunan Puri (keberadaannya sejak jaman kerajaan dulu), juga bangunan-bangunan kolonial Belanda. Di antara pembangunan gedung-gedung baru yang tengah berlangsung belakangan ini, seyogyanya masyarakat tetap menjaga, memelihara dan melestarikan arsitektur kolonial Belanda-salah satu unsur penunjang karakter kota lama-di Singaraja. Sekaligus pula, guna meningkatkan kualitas lingkungan dari arsitektur yang memiliki nilai seni, arsitektonis dan historis. Konservasi dan pembangunan bisa diibaratkan sebagai dua sisi dari keping yang sama. Keduanya merupakan satu kesatuan utuh yang sama-sama dibutuhkan untuk mewujudkan arsitektur dan lingkungan kota yang berkarakter dan berjati diri.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Politik Desentralisasi: Implikasi Penarikan Kewenangan Pengelolaan Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sederajat di Kota Surabaya Repository - UNAIR REPOSITORY

Politik Desentralisasi: Implikasi Penarikan Kewenangan Pengelolaan Pendidikan Tingkat Sekolah Menengah Atas dan Sederajat di Kota Surabaya Repository - UNAIR REPOSITORY

Persoalan pendanaan inilah kemudian yang menggerakkan sedikitnya empat warga Surabaya yang menggugat dengan mengajukan judicial review Undang- Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah dalam Pasal 15 ayat 1 dan 2 kepada Mahkamah Konstitusi (MK). Namun keputusan akhir yang diambil oleh MK adalah tidak mengabulkan gugatan empat warga Surabaya dan penyelenggaraan pendidikan menengah tetap menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang resmi diberlakukan mulai 1 Januari 2017. Begitu pengelolaan jenjang pendidikan ini resmi diambil alih dengan melantik Kepala Sekolah, biaya sekolah gratis untuk SMA/SMK di kota Surabaya sudah tidak berlaku lagi. Surabaya tidak dapat menjamin pembiayaan sebab APBD Surabaya untuk tahun 2017 yang terdapat alokasi anggaran pendidikan didalamnya sebesar Rp.180 Milyar tidak dapat dipakai. Surabaya juga tidak dapat memberikan bantuan berupa Bantuan Khusus Siswa Miskin (BKSM) atau bantuan sosial lainnya karena anggaran tersebut tidak dialokasikan dan tidak mencapai kesepakaktan antara Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD Surabaya pada Perubahan APBD Surabaya tahun 2017.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM BERB

PEMAHAMAN DAN PELAKSANAAN KURIKULUM BERB

akan mempengaruhi gerak langkah dari dunia pendidikan itu sendiri. Perubahan-perubahan yang terjadi di luar dunia pendidikan harus menjadi bahan kajian untuk membenahi sistem yang berlaku dalam dunia pendidikan. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan luaran pendidikan yang siap terjun ke dunia luar (masyarakat). Perubahan- perubahan di luar lingkungan pendidikan dianti- sipasi salah satunya dengan perubahan kurikulum. Akibatnya, perubahan kurikulum dalam dunia pen- didikan merupakan sesuatu yang wajar dan tidak terhindarkan seiring dengan perubahan-perubahan dunia di luar sistem pendidikan itu. Guru yang merupakan salah satu bagian dari dunia pendidikan itu sudah semestinya menganggap perubahan kuri- kulum sebagai sesuatu yang wajar. Hal ini juga tercermin dari sikap guru-guru Matematika SMA di kota Singaraja. Mereka menganggap perubahan kurikulum merupakan suatu keharusan dalam me- nyesuaikan luaran pendidikan dengan masyarakat. Di samping itu, perubahan kurikulum juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DAMPAK MINIMARKET TERHADAP EKSISTENSI WA (1)

DAMPAK MINIMARKET TERHADAP EKSISTENSI WA (1)

Kota Singaraja merupakan Ibu Kota Kabupaten Buleleng. Kota Singaraja adalah suatu kota dengan potensi perkembangan pembangunan kota yang pesat, yaitu pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan jasa, peningkatan sektor perdagangan, yang dipicu pula berdirinya Universitas Pendidikan Ganesha (UNDIKSHA) menyebabkan banyak pendatang ke Kota Singaraja. Pertambahan jumlah penduduk akan mendorong semakin kompleks kebutuhan hidup masyarakat kota sehingga banyak Minimarket dibangun di sekitaran Kota Singaraja yang dianggap bisnis menjanjikan. Ini terlihat dari beberapa tahun belakangan ini Minimarket dengan konsep waralaba semakin menjamur berdiri di Kota Singaraja. Persebaran Minimarket Indomaret dan Alfamart di Kota Singaraja masih belum merata di setiap Kelurahan. Sebelum sebuah Minimarket didirikan tentunya harus mempertimbangkan kondisi fisik dan sosial wilayah atau kelurahan yang bersangkutan dimana Minimarket tersebut akan didirikan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

MUSEUM GEDONG KIRTYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH, FAKULTAS ILMU SOSIAL, UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA

MUSEUM GEDONG KIRTYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL DI JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH, FAKULTAS ILMU SOSIAL, UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA

This study aims to determine (1) The types of collections at the Museum Gedong Kirtya-Singaraja that can be utilized as a local history learning source, (2) The values can get by students and the lecturer with the Museum Gedong Kirtya as a learning source, (3) Appreciation of students when use Museum Gedong Kirtya collections as learning resources of local history; and (4) the problems when using the Museum Gedong Kirtya-Singaraja as learning source of local history.Conclusion of this research: (1) All collection of Museum Gedong Kirtya can use as learning source of local history that is Dutch archives, Dutch books, ancient picture, appliances make papyrus, ancient idols, candra sangkala in entrance of Museum Gedong Kirtya and divided papyruss to become seven group that is, Wariga, Itihasa, Chronicle, Tantri, Religion and Lelampahan except Weda; (2) The values that exist in the Museum Gedong Kirtya is inspiring educational value, aesthetic and cultural values, religious values and the values of heroism, (3) Appreciation of students to Museum Kirtya Gedong learning resources is very high viewed from the interaction of learning in the classroom and the tasks that produced be more better, and (4) The problem when study at Museum Gedong Kirtya are: language, services of offices, information and socialization, infrastructure dan time to visit museums.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PROMOSI KOTA SOLO SEBAGAI KOTA BUDAYA

PROMOSI KOTA SOLO SEBAGAI KOTA BUDAYA

Segala puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Tak lupa sholawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan pengikutnya. Dengan mengucap Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ PROMOSI KOTA SOLO SEBAGAI KOTA BUDAYA (Study Deskriptif Kualitatif Tentang Kegiatan Komunikasi Pemasaran Dalam Promosi Kota Solo Sebagai Kota Budaya Oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) ” . Skripsi ini penulis susun dalam rangka memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Mas

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Mas

Pendidikan adalah salah satu bentuk perwujudan kebudayaan manusia yang dinamis dan sarat perkembangan. Oleh karena itu,perubahan atau perkembangan pendidikan adalah hal yang memang seharusnya terjadi sejalan dengan perubahan budaya kehidupan. Perubahan dalam arti perbaikan pendidikan pada semua tingkat perlu terus–menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan. Pendidikan yang mampu mendukung pembangunan dimasa mendatang adalah pendidikan yang mampu mengembangkan potensi siswa, sehingga mampu menghadapi dan memecahakan problema kehidupan yang dihadapi. Pendidikan harus menyentuh potensi nurani maupun kompotensi siswa, hal tersebut terasa semakin penting ketika siswa harus memasuki kehidupan dimasyarakat dan dunia kerja. Siswa harus mampu menerapkan apa yang dipelajari di sekolah untuk menghadapi problema dalam kehidupan sehari-hari maupun yang akan datang. Sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003, menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Review Jurnal Tentang Pendidikan Kejurua

Review Jurnal Tentang Pendidikan Kejurua

Komponen penyampaian pembelajaran e-learning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokerto yaitu strategi belajar dengan menggunakan multimedia belum sepenuhnya diadaptasi dan kurangnya penambahan materi pembelajaran yang bersifat interaktif untuk setiap mata pelajaran. Sedangkan sistem pembelajaran e- learning di Rumania sudah pada tahap Desain dan pembentukan kemajuan pendidikan maupun infrastruktur pelatihan didasarkan pada praktik video terbaik dari Skandinavia, dengan ruang video di UPM memiliki 3 skenario penggunaan yaitu Transmisi kursus melalui internet ke lokasi eksternal, Produksi materi pelatihan untuk distribusi pada platform web offline dengan memperoleh gambar menggunakan video kamera beresolusi tinggi dan materi pelatihan, dan Sesi konferensi video dengan 3 lokasi berbeda secara bersamaan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

JADWAL PERKULIAHAN IPS.2

JADWAL PERKULIAHAN IPS.2

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA PROGRAM PASCASARJANA Alamat : Jalan Udayana, Kampus Tengah Singaraja; Telp.. MATA KULIAH KODE SKS/J[r]

9 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA M

PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA M

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan guru bahasa Indonesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot, (2) mendes- kripsikan pelaksanaan pembelajaran menulis teks anekdot yang dilakukan oleh guru bahasa Indo- nesia di kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja, (3) mendeskripsikan evaluasi yang dilakukan oleh guru bahasa Indonesia terkait dengan pembelajaran menulis teks anekdot di kelas X.A Akun- tansi SMK Negeri 1 Singaraja, dan (4) mendeskripsikan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa dalam pembelajaran menulis teks anekdot. Penelitian ini dirancang dalam bentuk peneli- tian deskriptif-kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X.A Akuntansi SMK Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks anekdot pada mata pelaja- ran bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah me- tode dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini mencakup empat ta- hap, yaitu: tabulasi data, reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini me- nunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran masih memiliki beberapa kelemahan, seperti: tujuan pembelajaran belum seluruhnya sesuai dengan indikator, materi pelajaran perlu diperinci, metode yang digunakan harus disesuaikan dengan kurikulum 2013, pada bagian pendahuluan guru perlu me- rumuskan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik, pada kegiatan inti guru perlu merumuskan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan tahapan-tahapan pendekatan saintifik, pada kegiatan penutup pembelajaran guru tidak mencantumkan kegiatan pengayaan atau remidi, dan pada rubrik “penilaian hasil” contoh instrum en yang digunakan belum seluruhnya sesuai dengan indikator. Dalam pelaksanaan pembelajaran ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan RPP, yaitu rencana kegiat- an pembelajaran tidak dicantumkan di dalam RPP, pada kegiatan inti yang dirancang oleh guru be- lum memuat kegiatan pembelajaran sesuai dengan tahapan pendekatan saintifik, akan tetapi dalam pelaksanaannya guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan pendekatan saintifik. Pada kegiatan penutup, tes lisan yang diberikan oleh guru belum bisa memberikan gambaran yang akurat terhadap kemampuan peserta didik, serta kegiatan pengayaan dan remidi yang diberikan oleh guru tidak dicantumkan di dalam RPP. Pelaksanaan evaluasi yang dilakukan oleh guru juga memiliki kekurangan, antara lain: rubrik penilaian untuk tes lisan dan tulis belum disediakan oleh guru, daftar pertanyaan untuk tes tulis juga belum disediakan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis. pdf

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis. pdf

Pembelajaran drama di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pendidikan Bahasa Inggris selama ini menggunakan naskah-naskah karya penulis luar negeri. Hal ini menjadi beban bagi mahasiswa karena adanya kesenjangan antara latar budaya di dalam naskah dengan latar budaya mahasiswa. Kesenjangan budaya ini menyebabkan mahasiswa kesulitan memahami teks. Persoalan budaya adalah hal yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa akan berhasil jika pembelajaran bersifat kontekstual, berkarakter dan bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran drama berbasis karakter dan lokalitas. Metode yang digunakan adalah model pengembangan Dick, Carey and Carey (2001). Pengembangan ini melalui sembilan tahapan. Hasilnya adalah produk model pembelajaran drama berbasis karakter dan lokalitas. Bahan ajar yang dihasilkan adalah naskah drama berbasis karakter dan lokalitas. Model dan naskah ini kemudian diimplementasikan dan diujikan pada mahasiswa. Hasilnya adalah terdapat perbedaan signifikan antara prestasi mahasiswa yang diajar dengan model pembelajaran drama berbasis karakter dan lokalitas dengan prestasi mahasiswa yang tidak mendapat perlakuan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HASIL SELEKSI AKADEMIS HARI 1 PPDB2012

HASIL SELEKSI AKADEMIS HARI 1 PPDB2012

-Mengetahui, Kepala SMP Negeri 1 Singaraja.[r]

19 Baca lebih lajut

PENDIRIAN MINIMARKET DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG DITINJAU DARI PERDA NO. 6 TAHUN 2010 DAN ETIKA BISNIS ISLAM - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENDIRIAN MINIMARKET DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG DITINJAU DARI PERDA NO. 6 TAHUN 2010 DAN ETIKA BISNIS ISLAM - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. 1) Sebaran spasial Warung tradisional di Kota Singaraja memiliki pola tersebar tidak merata (T=0,92) karena persebaran Warung tradisional dipengaruhi Jumlah penduduk, kepadatan penduduk, jumlah rumah tangga dan persentase rumah tangga yang memiliki anak. 2) Sebaran spasial Minimarket di Kota Singaraja memiliki pola tersebar merata (T=1,52) diseluruh Kelurahan yang ada di Kota Singaraja karena dipengaruhi oleh faktor Kebijakam Perencanaan (KP) yang mengeluarkan ijin untuk pendirian Minimarket sehingga terbatas pada lokasi-lokasi
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Darmayanti   Model CPL   KPS   Konsep

Darmayanti Model CPL KPS Konsep

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya pendidikan sains. Salah satu cara yang telah dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional adalah melakukan pembaharuan pada kurikulum dengan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang merupakan hasil revisi dari Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) (Sanjaya, 2009).Usaha-usaha tersebut belum mencapai hasil sesuai yang diharapan, khususnya pemahaman konsep dan kinerja ilmiah, baik dari keterampilan proses maupun sikap ilmiah siswa masih tergolong rendah. Hal itu dapat dilihat dari hasil-hasil penelitian sebelumnya. Berdasarkan penilaian dari Program for International Student Assessment (PISA) yang mengukur tentang kemampuan scientific literacy. Hasil menunjukkan bahwa pada PISA tahun 2006, skor rata-rata siswa Indonesia berturut-turut untuk mengidentifikasi isu-isu ilmiah, menjelaskan fenomena ilmiah dan menggunakan bukti ilmiah adalah 393, 393, dan 386. Indonesia menduduki urutan 50 dari 57 negara (Baldi et al., 2007). Selanjutnya PISA pada tahun 2009, Indonesia menduduki urutan 60 dari 65 negara dengan skor 383 (Fleischman, et al., 2010).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH METODE ROLE PLAYING BERBANTUAN

PENGARUH METODE ROLE PLAYING BERBANTUAN

Sampai saat ini persoalan pendidikan yang dialami bangsa Indonesia adalah belum optimalnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. (Depdiknas,2009:1)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AS

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AS

Penelitian ini dilaksanakan di SD Gugus IV Kediri, Tabanan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental). Hal ini dikarenakan praktek pendidikan dengan para siswa di kelas atau ruangan dalam situasi interaksi antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan sulit dilakukan pengontrolan yang ketat (Sudjana, 2004:43-44). Rancangan penelitian yang digunakan adalah “nonequivalent control group design ” . Pada penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas penelitian ini adalah model pembelajaran ASSURE berbantuan media audiovisual dan model pembelajaran konvensional berbantuan media audiovisual. Sedangkan yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar PKn.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...