Top PDF REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

Þ¿-»¼ ±² ¬¸» ®»-«´¬-ô ·¬ ½¿² ¾» ½±²½´«¼»¼ ¬¸¿¬æ øï÷ ¬¸» ¾¿½µ¹®±«²¼ ±º ÐÕ× ®»ª±´«¬·±² ·² Ó¿¼·«² ¾»½¿«-» »ºº»½¬ ¹®±© «° ½±³³«²·-³ ·¼»±´±¹§ ·²º´«»²½» ײ¼±²»-·¿² °±´·¬·½ ½±²¼·¬·±²-ò λ½±²-¬®«½¬·±² ¿²¼ ο¬·±²¿´¬¿¬·±² °®±¹®¿³ º®±³ Hatta’s cabinet pro ¶»½¬ ¬± ³¿µ» ®»¿½¬·±² º¬±³ ½±³³«²·- -·¼»-ô -± ³¿µ» ¿ ½±²º´·½¬ ¿¬ ͱ´± ½·¬§ ²±¬ º¿® ©·¬¸ Ó¿¼·«²ò ݱ²º´·½¬ ²· ͱ´± ³¿µ» ½¿«-» Ó¿¼·«² ײ½·¼»²¬ ïçìè øî÷ ̸» ·²½·¼»²¬ ¾»¹¿² ©·¬¸ ¬¸» °®±½´¿³¿¬·±² ±º ͱª·»¬ Ò¿¬·±² ±º ײ¼±²»-·¿ò ̸»®» ©¿- ¿² ¿¾¼«½¬·±² ±º ½·ª·½ô ³·´·¬¿®§ô °«¾´·½ô ¿²¼ ®»´·¹·±² °®±³·²»²¬ º·¹«®»- ·² ¬¸» ¹±ª»®²³»²¬ò ɸ»² ¬¸»®» ©¿- ¿ ª¿½««³ ±º ÌÒ× ´»¿¼»®-¸·° ·² Û¿-¬ Ö¿ª¿ô Hatta’s cabinet accused that “PKI Rebellion” happened so that he commanded the ß®³»¼ Ú±®½»- ¬± ±ª»®½±³» ¬¸» ®»¾»´´·±²ò ̸» ®»¾»´´·±² ±½½«®®»¼ ±²´§ ·² »´»ª»² ¼¿§-ò øí÷ Ûºº»½¬ º®±³ ײ½·¼»²¬ ÐÕ× Î»ª±´«¬·±² ·² Ó¿¼·«² ¸¿°°»² ·²-·¼» °±´·¬·½ ¿²¼ -±½·¿´ò ̸» 몱´«¬·±² ±º ÐÕ× Ó¿¼·«² ³¿µ·²¹ ¬®±«¾´» ·² °±´·¬·½ -·¬«¿¬·±² ¿²¼ µ·´´»¼ ¿ ³±®» º·¹«®» °«¾´·½ -±½·»¬·»-ò
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

REVOLUSI PKI MADIUN TAHUN 1948.

Þ»®¼¿-¿®µ¿² ¸¿-·´ °»²»´·¬·¿² ¼¿°¿¬ ¼·-·³°«´µ¿²æ øï÷ Ô¿¬¿® ¾»´¿µ¿²¹ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¿¼¿´¿¸ ¿µ·¾¿¬ ¾»®µ»³¾¿²¹²§¿ °¿¸¿³ µ±³«²·- §¿²¹ ³»³°»²¹¿®«¸· -·¬«¿-· °±´·¬·µ ײ¼±²»-·¿ò λµ±²-¬®«µ-· ¼¿² ο-·±²¿´·-¿-· ¼·´¿µ-¿²¿µ¿² µ¿¾·²»¬ Ø¿¬¬¿ ¶«¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² ®»¿µ-· ¼¿®· °·¸¿µ µ±³«²·-ô -»¸·²¹¹¿ ³»²·³¾«´µ¿² µ±²º´·µ ¼· µ±¬¿ ͱ´± §¿²¹ ¾»®¼»µ¿¬¿² ¼»²¹¿² Ó¿¼·«²ò Õ±²º´·µ ¼· ͱ´± ³»²¶¿¼· °»²§»¾¿¾ °»®·-¬·©¿ Ó¿¼·«² ïçìèò øî÷ л®·-¬·©¿ ·²· ¼·³«´¿· ¼»²¹¿² °®±µ´¿³¿-· ²»¹¿®¿ ͱª·»¬ λ°«¾´·µ ײ¼±²»-·¿ò Ì»®¶¿¼· °»²½«´·µ¿² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ -·°·´ ³¿«°«² ³·´·¬»® ¼· °»³»®·²¬¿¸¿² ¿¬¿«°«² ¬±µ±¸ó¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ ¼¿² ¿¹¿³¿ò п¼¿ -¿¿¬ µ»µ±-±²¹¿² °·³°·²¿² ÌÒ× ¼· Ö¿©¿ Ì·³«®ô Pemerintah Hatta menuduh telah terjadi “Pemberontakan PKI” sehingga ¼·µ»®¿¸µ¿² µ»µ«¿¬¿² ¾»®-»²¶¿¬¿ ±´»¸ Ø¿¬¬¿ «²¬«µ ³»²«³°¿- °»³¾»®±²¬¿µ¿²ò л³¾»®±²¬¿µ¿² ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¸¿²§¿ -»¾»´¿- ¸¿®·ò øí÷ Ü¿³°¿µ ¼¿®· °»®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ¬»®¶¿¼· ¼¿´¿³ ¾·¼¿²¹ °±´·¬·µ ¼¿² -±-·¿´ò л®·-¬·©¿ ®»ª±´«-· ÐÕ× ¼· Ó¿¼·«² ³»²¹¿µ·¾¿¬µ¿² µ»µ¿½¿«¿² °±´·¬·µ ¼¿² ¬»®¾«²«¸²§¿ -»¶«³´¿¸ ¬±µ±¸ ³¿-§¿®¿µ¿¬ò
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

3.1 Menganalisis upaya bangsa indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G-30-S/PKI 3.1.1 3.1.2 3.1.3 Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa Indonesia Menjelaskan

Setelah Jepang menyerah tidak syarat pada sekutu, Andi Azis diperbolehkan memilih tugas apakah yang akan diikutinya, apakah ikut satuan-satuan sekutu yang akan bertugas di Jepang atau yang akan bertugas di gugus selatan (Indonesia). Dengan pertimbangan bahwa telah 11 tahun tidak bertemu orang tuanya di Sulawesi Selatan, akhirnya ia memilih bertugas ke Indonesia, dengan harapan dapat kembali dengan orang tuanya di Makassar. Pada tanggal 19 Januari 1946 satuannya mendarat di Jawa (Jakarta), waktu itu ia menjabat komandan regu, kemudian bertugas di Cilinding. Dalam tahun 1947 mendapat kesempatan cuti panjang ke Makassar dan mengakhiri dinas militer. Tetapi di Makassar Andi Azis merasa bosan. Ditinggalkannya Makassar untuk kembali lagi ke Jakarta dan mengikuti pendidikan kepolisian di Menteng Pulo, pertengahan 1947 ia dipanggil lagi masuk KNIL dan diberi pangkat Letnan Dua. Selanjutnya menjadi Ajudan Senior Sukowati (Presiden NIT), karena Sukowati berhasrat memiliki Ajudan bangsa Indonesia asal Sulawesi (Makasar), sedang ajudan seniornya selama ini adalah Kapten Belanda totok. Jabatan ini dijalaninya hampir satu setengah tahun, kemudian ia ditugaskan sebagai salah seorang instruktur di Bandung-Cimahi pada pasukan SSOP—sekolah pasukan payung milik KNIL bernama School tot Opleiding voor Parachusten—(Baret Merah KNIL) dalam tahun 1948. pada tahun 1948 Andi Azis dikirim lagi ke Makasar dan diangkat sebagai Komandan kompi dengan pangkat Letnan Satu dengan 125 orang anak buahnya (KNIL) yang berpengalaman dan kemudian masuk TNI. Dalam susunan TNI (APRIS) kemudian Ia dinaikan pangkatnya menjadi kapten dan tetap memegang kompinya tanpa banyak mengalami perubahan anggotanya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PERJUANGAN KAUM KIRI DI MADIUN 1948

PERJUANGAN KAUM KIRI DI MADIUN 1948

Pamflet yang dikeluarkan Tan Malaka ternyata tidak mampu menghentikan keinginan para petinggi PKI seperti Muso, Alimin, Semaun dan para petani untuk melakukan pemberontakan dan pemogokan. Pandangan Tan Malaka ini terbukti ketika pemogokan dan pemberontakan para petani serta PKI dapat dipatahkan oleh Belanda. Pemogokan dan pemberontakan para petani serta PKI yang belum tepat waktunya harus dibayar mahal. Mahkamah Agung Hindia Belanda memerintahkan penangkapan semua orang PKI. Sebanyak 13.000 orang ditahan dan 4.500 orang dipenjarakan dan 1.380 orang dibuang ke Boven Digul. Sementara itu para petinggi-petinggi PKI seperti Alimin, Muso, Semaoen melarikan diri ke Rusia. Oleh karena itu Patai Komunis Indonesia kemudian terpaksa berkerja di bawah tanah berhubungan dengan kehilangan pemimpin- pemimpin intelektualnya. Kegiatan-kegiatannya makin lama tidak terkoordinasi secara baik. Tahun 1935 Muso kembali ke tanah air dan sempat berusaha mendirikan PKI-ilegal, akan tetapi usaha Muso untuk menghidupkan PKI seperti semula tidak berhasil. Keadaan semakin tidak menguntungkan kaum kiri ketika kedatangan Jepang ke Indonesia.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PKI dan proses pemilu 1955 (1)

PKI dan proses pemilu 1955 (1)

Senior (Semaun, Muso, Alimin) dengan Founding Fathers yang lebih menekankan sinergitas keberlangsungan hidup masyarakat beragama di dalam pandangan politik bernegara. Terbukti dengan adanya pemberontakan PKI di Madiun pada tahun 1948 akibat ide Musso yang ingin mendirikan Republik Sovyet Indonesi. Namun, usaha tersebut menemui jalan buntu dan bahkan sang pemimpin pergerakan pun meninggal ditempat. Pergerakan itu ditafsirkan oleh Soekarno dan Hatta sebagai suatu bentuk pemisahan diri dari NKRI. Tetapi perlu kita liat juga sudut pandang Musso yang menginginkan Imperialisme dan Kolonialisasi Barat itu sama sekali tidak masuk kembali ke Indonesia. Sehingga, ekses pergerakan Muso ini berupa citra PKI yang buruk.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER DIBALIK PERISTIWA PEMBERONTAKAN PKI MADIUN TAHUN 1948 | Adhitya | Jurnal DKV Adiwarna 4410 8400 1 SM

PERANCANGAN FILM DOKUMENTER DIBALIK PERISTIWA PEMBERONTAKAN PKI MADIUN TAHUN 1948 | Adhitya | Jurnal DKV Adiwarna 4410 8400 1 SM

Peristiwa PKI Madiun tahun 1948 merupakan sebuah konflik kekerasan yang terjadi di Madiun, Jawa Timur antara PKI (Partai Komunis Indonesia) dan TNI (Tentara Nasional Indonesia). Peristiwa ini telah merugikan masyarakat sekitar, mereka banyak kehilangan harta dan nyawa. Namun, saat ini tidak banyak media yang mengangkat tentang peristiwa Madiun 1948 ini. Film Dokumenter ini dibuat untuk mengetahui apa yang sebenarnya melatar belakangi peristiwa pemberontakan PKI di Madiun itu terjadi, di dalam film ini ada beberapa tokoh sejarah yang pernah mengalami secara langsung peristiwa Madiun, mereka akan bercerita tentang pengalaman mereka beperang melawan komunis, dan bercerita tentang situasi Madiun saat itu, dan ditutup oleh sejahrawan.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Benturan NU PKI 1948  1965

Benturan NU PKI 1948 1965

Pandangan PKI semacam itu terjadi karena PKI tidak pernah melihat apalagi mengakuai tindakannya selama belasan tahun sebelum peristiwa 1965 yang penuh teror dan kekejaman. Ketika d i s a p u o l e h p a r a m u s u h n y a m e r e k a m e r e n g e k m i n t a perlindungan, merasa tidak bersalah, merasa didlolimi. Padahal ketika PKI membuat aksi sepihak, maka pihak lain merespon sehingga terjadi pertempuran horizontal. Dalam sebuah konflik horizontal mana korban mana pelaku menjadi sangat rumit, tetapi motifnya sangat jelas, yang satu menyerang untuk mewujudkan ambisinya, pihak yang lain bertahan untuk membela negara dan agama. Motif itu yang membedakan keduanya sebab keduanya pelaku dan kedua belah pihak terdapat korban. Kenyataan ini yang dihapus oleh PKI ketika kalah perang. Maka yang dilakukan sekarang mengadu pada para juragan mereka para Belanda itu. Dalam sebuah konflik sosial memang antara aktor dan korban tidak bisa dilihat secara hitam putih sebagaimana PKI dan para pengamat melihatnya. Apalagi dalam kenyataannya juga ratusan korban dari kalangan kiai. Apalagi kalau dihitung sejak dari peristiwa Madiun hingga Peristiwa 1965 banyak sekali kalangan kiai, dan Ansor yang menjadi korban keganasa PKI. Sementara PKI menutupi kenyataan itu, sehingga merasa dirinya tidak salah hanya dijadikan sasaran kekerasan oleh NU dan TNI. Cara pandang dan berbagai klaim itulah yang hendak dijelaskan dalam buku ini.
Baca lebih lanjut

176 Baca lebih lajut

Bung Hatta dalam menghadapi pemberontakan PKI [Partai Komunis Indonesia] di Madiun 18 September 1948 - USD Repository

Bung Hatta dalam menghadapi pemberontakan PKI [Partai Komunis Indonesia] di Madiun 18 September 1948 - USD Repository

Berkaitan dengan Front Nasional, Muso juga berpendapat supaya dibentuk suatu kabinet yang terdiri dari wakil-wakil Front Nasional yang paling cakap sebagai jalan untuk meneguhkan pemerintahan. 35 Dari pendapat Muso ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Kabinet Hatta harus mundur dan diganti dengan kabinet baru yang beranggotakan wakil-wakil dari Front Nasional. Untuk merealisasikan terbentuknya Front Nasional, PKI pertama kali mengajak dua partai terbesar yaitu Masyumi dan PNI untuk bergabung ke dalam front tersebut. Upaya ini ternyata sia- sia dan gagal sebagai akibat Masyumi dan PNI menolak tawaran tersebut. Secara formal Masyumi menolak pada tanggal 11 September 1948 dan PNI menolak pada tanggal 13 September 1948. Gagalnya upaya pembentukan Front Nasional ini semakin meyakinkan Muso bahwa jalur parlementer sudah tidak dapat diharapkan lagi untuk memperjuangkan partainya agar dapat ambil bagian dalam pemerintahan dan dalam memperjuangkan cita-cita partainya, yaitu memegang kendali dalam memimpin revolusi rakyat Indonesia menggunakan dasar perjuangan kaum komunis. Sebagai dampaknya muncul peristiwa yang terkenal dengan sebutan Peristiwa Madiun 1948.
Baca lebih lanjut

136 Baca lebih lajut

Islam dan Marxisme di Indonesia Hanya Se

Islam dan Marxisme di Indonesia Hanya Se

Konsekuensi logis dari peristiwa G 30 S menyebabkan berbagai demonstrasi yang dipimpin oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tahun 1966 menuntut pembubaran PKI. Dalam situasi yang memanas kala itu, Presiden Soekarno memberikan mandat kepada Mayjend. Soeharto melalui Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) untuk mengamankan situasi sementara waktu. Rupanya, Soeharto tidak ambil pusing dengan membentuk Panglima Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) yang segera memberangus orang-orang yang dituduh sebagai kader dan simpatisan PKI sampai ke pelosok daerah. Di tambah lagi, proses pemberangusan ini didukung oleh golongan muslim yang sangat kesal lantaran trauma sejarah pemberontakan Madiun 1948. Kader-kader NU yang terhimpun dalam Barisan Serbaguna (Banser) dan GP Anshor banyak menjadi eksekutor dalam aksi pengganyangan komunis di desa-desa.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

PERANAN WANITA DESA SOCO BENDO MAGETAN DALAM MENGATASI DAMPAK PSIKOLOGI SOSIAL PASCA MADIUN AFFAIR 1948 (STUDI SEJARAH SOSIAL) | Hanif | AGASTYA: JURNAL SEJARAH DAN PEMBELAJARANNYA 128 229 1 SM

Menurut Priyono Kepala Desa Soco, peristiwa tragis ditahun 1948 yang dilakukan oleh PKI di desa Soco diperoleh dari orang tua serta membaca buku. PKI dalam mencapai tujuan ternyata menghalalkan ber- bagai cara seperti perampokan, penculikan dan pembunuhan, ter- hadap tokoh-tokoh pemerintah, masyarakat, agama. Pembantaian yang dilakukan orang-orang PKI di sumur Soco merupakan perbuatan keji dan tidak mengenal peri- kemanusiaan. Dengan membayang- kan peristiwa yang terjadi di desa Soco pada tahun 1948, sebagai anak bangsa merasa takut dan ngeri oleh karena itu belajar dari pengalaman sejarah sangatlah penting, harus waspada terhadap segala kemung- kinan walaupun kita hidup di zaman kebebasan dan keterbukaan, karena PKI bahaya laten. Ia berharap peristiwa-peristiwa yang menakut- kan itu tidak terulang lagi selama- lamanya khususnya di desa Soco dan di seluruh tanah air Indonesia pada umumnya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

20001115 Tindak pidana ketatanegaraan Jur A Hamzah

Ternyata ceritera tentang riwayat aanslag atau maker itu juga terulang lagi dengan pecahnya G 30 S, yang hampir saja komunis berkuasa di Indonesia. Pengaruh trauma akan pemberontakan PKI yang sudah dua kali terjadi, yaitu Pemberontakan PKI di Madiun tahun 1948 dan G 30 S tahun 1965, membawa pengaruh sehingga penyusun Rancangan KUHP baru menciptakan tambahan delik ideologi ke dalam Bab Delik terhadap Keamanan Negara dengan nama baru Tindak Pidana Terhadap Proses Kehidupan Ketatanegaraan (Bab I Buku II).

6 Baca lebih lajut

PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN TAHUN 1948

PEMBERONTAKAN PKI DI MADIUN TAHUN 1948

Semula orang menduga bahwa pekerjaan untuk menghijrahkan tentara beserta keluarganya yang sedemikian besar adalah tidak mungkin. 124 KTN juga tidak yakin bahwa pekerjaan itu akan berhasil, bahkan memprediksikan akan menimbulkan insiden- insiden yang tidak diinginkan. Tetapi kenyataannya pekerjaan tersebut berhasil dilakukan dalam tempo yang tidak terlalu lama. Pemberangkatan dimulai pada tanggal 2 Februari 1948 dengan melalui darat (dengan kereta api lewat Gombong-Yogya) dan laut (dengan kapal laut) mendarat di Rembang dengan Cirebon sebagai tempat pemberangkatannya. 125 Penghijrahan dimulai tanggal 1 Februari 1948 dengan pemindahan seluruh pasukan Siliwangi dari benteng pertahanannya di Jawa Barat ke sisa daerah kekuasaan RI di Jawa Tengah. Pada tanggal 11 Februari 1948 rombongan pertama dari Divisi Siliwangi tiba di stasiun Tugu Yogyakarta. Sehari kemudian panglima Divisi Siliwangi dan para komandan brigadenya melaporkan diri kepada panglima besar Angkatan Perang. Rombongan hijrah Divisi Siliwangi yang lain segera menyusul, dan pada tanggal 22 Februari 1948 pelaksanaan hijrah berhasil diselesaikan. Namun dengan hijrahnya berpuluh ribu tentara beserta keluarga mereka ke daerah RI yang semakin menyempit itu, ternyata mengakibatkan beban ekonomi yang tidak ringan. Kesulitan-kesulitan ekonomi itu ditambah lagi dengan membanjirnya ratusan ribu penduduk dari daerah pendudukan Belanda yang ingin berlindung
Baca lebih lanjut

188 Baca lebih lajut

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Pemberontakan Pki-musso Di Madiun 18 - 30 September 1948.

Kekhilafan Pemerintah RI waktu itu ialah tidak segera mengambil tindakan tegs membubarkan organisasi politik PKI, sehingga terjadi Pemberontakan G.30 S/PKI tahun 1965. secara organisatoris PKI memang sudah dibubarkan, namun keputusan tertulis tidak pernah diumumkan. Jendral Nasution dalam suatu wawancara dengan team dari Dinas Sedjarah Militer Angkatan Darat antara lain mengatakan : “… mengenai rencana operasi saya yang menyusun, tetapi kalau tak salah ada kata-kata pembubaran, tetapi bagaimana kalimatnya saya sendiri sudah tidak ingat”. Memang sebenarnya Peme- rintah RI-pun telah merencanakan untuk menuntut secara hu- kum yang berlaku bagi mereka yang secara langsung atau- pun tidak langsung terlibat dalam Pemberontakan PKI Musso di Madiun. Akan tetapi rencana itu terkatung-katung karena beberapa mimggu kemudian Belanda telah melancarkan Ag- resi Militernya yang kedua. Dengan terjadinya Agresi Militer Belanda tersebut seolah-olah Pemberontakan PKI di Madiun dianggap selesai, ssehingga dengan adanya kekhilafan pemerintah tersebut operasi-operasi pembersihan dan pe- nangkapan-penangkapan terhadap tokoh-tokoh FDR/PKI ti- dak lebih dari tindakan yang bersifat preventif agar supaya pemberontakan dapat dilokalisir. Sekalipun secara militer pemberontakan PKI Musso di Madiun dapat dilumpuhkan sama sekali, tetapi secara ideologi tidak. 230
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

Analisis Makna Simbolik Pada Perayaan Festival Koinobori Di Jepang

Analisis Makna Simbolik Pada Perayaan Festival Koinobori Di Jepang

Pada 1931, pencipta lagu Miyako Kondo menulis lagu berjudul " Koinobori" . Dalam lirik lagu tersebut, koinobori yang besar dan berwarna hitam adalah bapak koi dan koinobori warna lain yang lebih kecil adalah anak-anak koi. Konsep dari lirik lagu tersebut diterima secara luas di tengah rakyat yang sedang di bawah pemerintahan militer. Seusai Perang Dunia II, peran wanita makin penting, dan koinobori warna merah dipakai untuk melambangkan ibu koi. Satu set koinobori a khirnya secara lengkap melambangkan keluarga yang utuh: bapak, ibu, dan putra-putrinya. Hingga kini, lagu " Koinobori " ciptaan Miyako Kondo tetap dinyanyikan anak-anak, namun liriknya tetap sama seperti ketika diciptakan pada tahun 1931. Berikut liriknya dalam huruf Kanji da Romaji.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

ProdukHukum RisTek

ProdukHukum RisTek

1. Berhubung dengan diterimanya mosi-Sujono cs. oleh Badan pekerja K.N.I. Pusat pada tanggal 29 Nopember 1948 yang dalam keputusannya pertama mendesak kepada Pemerintah supaya mengadakan perubahan dalam susunan harga (herziening prijzencompositie) dengan perbedaan harga diantara daerah produksi dan daerah konsumsi, maka Pemerintah menganggap perlu dalam waktu yang pendek menetapkan daftar harga baru dengan memperhatikan hal-hal termuat dalam mosi tersebut.

5 Baca lebih lajut

ProdukHukum RisTek

ProdukHukum RisTek

2. Pada hari-hari belakangan ini ternyata bahwa persediaan beras dipasar-pasar menjadi kurang, dan setelah diumumkan peraturan tentang pembatasan harga barang-barang, beraspun sama sekali lenyap dari peredaran. Untuk mengatasi kesulitan ini maka dianggap perlu pedagang-pedagang mempunyai persediaan jagung, gaplek, tepung gaplek dan tapioka agar bahan-bahan makanan ini dapat dijual sebagai pengganti beras. Hal ini hanya mungkin jika pedagang-pedagang diberi ijin untuk menyimpan bahan-bahan tersebut lebih dari pada batas-batas yang ditetapkan dalam pasal 3 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 29 tahun 1948.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

ProdukHukum RisTek

ProdukHukum RisTek

37 tahun 1948 tentang "Susunan dan kekuasaan pengadilan/kejaksaan dalam lingkungan Peradilan Ketentaraan; Mengingat: Undang-Undang Nomor 30 tahun 1948 tentang "Pemberian kekuasaan penu[r]

3 Baca lebih lajut

ProdukHukum RisTek

ProdukHukum RisTek

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 1948 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 45 TAHUN 1948 TENTANG PEMBERIAN PANGKAT MILITER TITULER KEPADA HAKIM YANG BUKAN[r]

3 Baca lebih lajut

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

periwtiwa Madiun, PKI bangkit dengan dipimpin oleh DN. Aidit. Strategi yang dijalankan oleh Aidit selama Demokrasi Liberal disesuaikan dengan strategi komintern dan disesuaikan dengan kondisi sosial politik yang ada di Indonesia. PKI menggunakan strategi front persatuan nasional untuk mencari dukungan massa yang besar guna bersaing dengan partai-partai lain selama Demokrasi Liberal. Keberhasilan PKI menerapkan strategi front persatuan nasional dapat terlihat dalam perolehan suara pada Pemilu tahun 1955. Selama masa Demokrasi Terpimpin PKI menggunakan strategi ofensif manipolis dan ofensif revolusioner. Strategi tersebut dilakukan setelah PKI memiliki pendukung yang besar. strategi tersebut ditujukan untuk menghadapi lawan utama PKI selama Demokrasi Terpimpin, yaitu Angkatan Darat. Perjuangan PKI berakhir ketika terjadi periwtiwa G30S, dimana PKI dituduh sebagai dalang dalam peristiwa tersebut. Penumpasa PKI oleh Angkatan Darat menandai berakhirnya eksistensi PKI di Indonesia.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

DINAMIKA PKI DI INDONESIA TAHUN 1950-1965

Pasca peristiwa Madiun, kekuatan PKI di Indonesia mengalami kelemahan. Penumpasan pemberontakan PKI yang dilakukan oleh pemerintah, menyebabkan kekuatan PKI mengalami kelumpuhan. Namun, memasuki masa Demokrasi Liberal PKI mampu bangkit dari keterpurukan dan dalam perkembangannya mampu mempertahankan eksistensi partai selama masa Demokarasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin. Hal tersebut yang melatar belakangi ketertarikan peneliti untuk melakukan penelitian dan mengkaji masalah mengenai Dinamika PKI di Indonesia tahun 1950-1965.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...