Top PDF RPKPS HUKUM ACARA PERADILAN PERDATA

RPKPS HUKUM ACARA PERADILAN PERDATA

RPKPS HUKUM ACARA PERADILAN PERDATA

KOMPETENSI:Mahasiswa mampu menjelaskan Tinjauan Umum Tentang Peradilan Agama , Struktur,Susunan dan kewenangan Peradian Agama, Sumber Hukum Acara Peradilan Agama yang umum dan yang khusus,Pemeriksaan Perkara Perkawinan, Perkara Warisan ,Perkara Perbankan Syariah, Penemuan hukum dan Putusan Pengadilan serta hal lainnya menyangkut Peradilan Agama.

8 Baca lebih lajut

SMALL CLAIM COURT DALAM SISTEM PERADILAN PERDATA DI INDONESIA DAN PELUANG PENERAPANNYA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA EKONONOMI SYARI’AH PADA PERADILAN AGAM

SMALL CLAIM COURT DALAM SISTEM PERADILAN PERDATA DI INDONESIA DAN PELUANG PENERAPANNYA DALAM PENYELESAIAN SENGKETA EKONONOMI SYARI’AH PADA PERADILAN AGAM

Diberlakukannya mekasisme Small claim court yang ditandai dengan diundangkannya PERMA Nomor. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Sengketa Sederhana merupakan terobosan baru dalam sistem peradilan perdata di Indonesia. Terobosan ini ditempuh oleh Mahkamah Agung guna mengurangi terjadinya antrian penyelesaian perkara Perdata di pengadilan yang nilai sengketanya di bawah Rp 200 juta. Pelaksanaan penyelesaian sengketa melalui mekanisme Penyelesaian Sengketa Sederhana dilakukan dengan hakim tunggal dibantu oleh seorang Panitera Pengganti dan diselesaikan dalam jangka waktu 25 hari kerja dan putusannya bersifat final dan mengikatsehingga tidak dapat diajukan upaya hukum banding, kasasi maupun peninjauan kembali ke MA, putusan mana dapat langsung di eksekusi sesuai dengan mekanisme peradilan perdata pada umumnya. Yusdiksi Small claim court yang diatur dalam PERMA No. 2 Tahun 2015 adalah Peradilan Umum, mengingat Peradilan Agama juga berwenang menyelesaikan perkara perdata ekonomi syari’ah dengan mekanisme dan hukum acara yang sama dengan peradilan perdata pada Peradilan Umum, maka penerapan peradilan dengan mekanisme Small claim court pada Peradilan Agama dimungkinkan dan prospektif, untuk itu diperlukan dukungan regulasi sebagaimana halnya PERMA No 2 Tahun 2015 yng diberlakukan untuk Peradilan Agama, khususnya dalam proses penyelesaian sengketa ekonomi syari’ah
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERAN LAWYER DALAM SENGKETA KEWARISAN (Studi Multi Kasus di Pengadilan Negeri Tulungagung dan Pengadilan Agama Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PERAN LAWYER DALAM SENGKETA KEWARISAN (Studi Multi Kasus di Pengadilan Negeri Tulungagung dan Pengadilan Agama Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Hukum acara perdata peradilan umum adalah : rangkuman peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertidak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan itu harus bertindak, satu sama lain untuk melaksanakan berjalanya peraturan – peraturan hukum perdata. 6 Sedangkan hukum acara perdata peradilan agama definisinya adalah : segala peraturan baik yang bersumber dari peraturan perundang – undangan Negara maupun dari syariat islam yang mengatur bagaimana orang bertindak di muka Pengadilan Agama dan juga mengatur bagaimana cara pengadilan agama tersebut menyelesaikan perkaranya, utuk mewujudkan hukum material islam yang menjadi kekuasaan wilayah Peradilan Agama. 7 Jadi hukum acara peradilan umum berlaku juga di Peradilan Agama, Khususnya dalam hal perkara perdata. Namun bagaimana dengan dasar hukum memutus perkaranya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

RPKPS HUKUM ACARA PERDATA

RPKPS HUKUM ACARA PERDATA

KOMPETENSI: Mahasiswa mengerti bagaimana beracara di pengadilan, khususnya acara perdata, bagaimana membuat surat gugatan, penyitaan, pemeriksan perkara, pembuktian, putusan hakim serta upaya hukum yang dilakukan oleh para pihak dengan adanya putusan hakim (1)

6 Baca lebih lajut

Analisis Yuridis Pemberian Iwadh Dalam Gugatan Cerai Menurut Hukum Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.248 K AG 2011)

Analisis Yuridis Pemberian Iwadh Dalam Gugatan Cerai Menurut Hukum Islam (Studi Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia No.248 K AG 2011)

Lubis Sulaikin, et al,Hukum acara Perdata Peradilan Agama di Indonesia, Kencana, Jakarta, 2005 Manan, Abdul,Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia, Kencana Prenada Media, Jakart[r]

6 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Soetrisno Ismail, Pedoman Teknis dan Teknis Peradilan Perdata Umum dan Perdata Khusus Buku II, Mahkamah Agung RI, Jakarta.. Sudikno Mertokusumo, 1999,“Hukum Acara Perdata Indonesia”, Li[r]

3 Baca lebih lajut

PEMBUKTIAN PERZINAAN DALAM PERCERAIAN MENURUT AL-QUR’AN DAN HUKUM ACARA PERDATA

PEMBUKTIAN PERZINAAN DALAM PERCERAIAN MENURUT AL-QUR’AN DAN HUKUM ACARA PERDATA

Keempat-empatnya sejak awal pembuatannya dipergunakan untuk mengabdi kepada hukum materiil yang berlaku bagi Landraad atau Raad van Justitie (Pengadilan Negeri) yang jelas irrelevant (tidak peduli) terh}adap hukum Islam. Pertimbangan diberlakukannya hukum acara perdata Peradilan Umum sebagai hukum acara perdata Peradilan Agama walaupun tidak secara tegas dinyatakan dalam UU No.7 Tahun 1989 tetapi dari penjelasannya dapat ditangkap karena ada persamaan dari segi sifat keperdataannya meskipun tidak secara keseluruhan. Sebut saja mengenai kasus jatuhnya putusan perceraian PA dan PN yang mendapat banding atau kasasi. Di Pengadilan Agama hukum materiil cerai beserta segala akibatnya tetap terhitung sejak tanggal ditetapkannya cerai di pengadilan tingkat pertama, sedangkan di Peradilan Umum cerai baru dihitung sejak dicatatkan perceraian pada Kantor Catatan Sipil setelah diputus oleh Mahkamah Agung. Begitu juga dengan pembuktian zina, dalam hukum acara perdata Peradilan Umum hanya diperlukan dua orang saksi, sedangkan di Peradilan Agama harus empat orang saksi sesuai dengan ketentuan al-Qur’an. Untuk lebih lanjutnya mengenai pembuktian zina ini, perlu ditegaskan terlebih dulu alat-alat bukti dalam hukum acara yaitu saksi, surat, persangkaan, dan sumpah yang selanjutnya akan diterapkan pada pembuktian zina dalam Peradilan Agama.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

hukum acara perdata

hukum acara perdata

Hukum pembuktian merupakan bagian dari hukum acara yang memberikan aturan- aturan tentang bagaimana berlangsungnya suatu perkara di muka hakimpengadilan negeri (Law of Procedure), dalam memeriksa perkara pidana maupun perkara perdata. Hukum acara perdata pada pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum yang berlaku saat ini, belum terhimpun dalam satu kodifikasi dan masih tersebar dalam berbagai peraturan perundang- undangan, baik produk kolonial Hindia Belanda maupun produk nasional setelah Indonesia merdeka.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

Dispensasi Nikah dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Studi Penetapan Pengadilan Agama Medan Nomor : 110 Pdt.P 2011 PA-MDN)

Dispensasi Nikah dalam Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 (Studi Penetapan Pengadilan Agama Medan Nomor : 110 Pdt.P 2011 PA-MDN)

Lubis, Sulaikin, Hukum Acara Perdata Peradilan Agama Di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2006 Manan, Abdul,Etika Hakim dalam Penyelenggaraan Peradilan: Suatu Kajian dalam Siatem Peradilan I[r]

4 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata

Hukum Acara Perdata

Sebuah gugatan dikatakan baik dan benar apabila orang yang membuat surat gugat itu mengetahui tentang hukum formil dan hukum materiil, sebab kedua hukum tersebut berkaitan erat dengan seluruh isi gugatan yang akan dipertahankan dalam sidang Pengadilan. Dalam praktek Peradilan Agama sangat sulit ditemukan pada Penggugat mengetahui hukum formil dan materiil secara utuh, meskipun kadang-kadang perkara yang diajukan itu mempergunakan jasa pemberi bantuan hukum. Jalan keluar yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan terhadap orang belum memahami hukum formil dan materiil ini adalah sebagaimana disebut dalam pasal 119 HIR dan pasal 143 R.Bg dimana dikemukakan bahwa Ketua Pengadilan berwenang memberikan nasehat dan bantuan kepada Penggugat atau kuasanya dengan tujuan agar tidak mengalami kesulitan dalam membuat gugatan bagi orang-orang yang kurang pengetahuannya tentang hukum formil dan materiil itu.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

Konsep Keadilan dalam Sistem Peradilan Perdata | Butarbutar | Mimbar Hukum 16262 30810 1 PB

Konsep Keadilan dalam Sistem Peradilan Perdata | Butarbutar | Mimbar Hukum 16262 30810 1 PB

Dalam pelaksaanaannya kedua asas tersebut terjadi antinomi atau pertentangan, namun sebagai asas, keduanya harus tetap eksis. Kedua varian asas kesamaan yang dikenal dalam hukum acara perdata ini, harus dijalankan secara bersama-sama, di mana asas audi et alteram partem, atau equality before the law, diterapkan pada saat proses beracara di persidangan, yaitu pada proses jawab menjawab dan pada proses pembuktian, hakim harus memperhatikan dan mendengarkan kedua belah pihak secara bersama-sama, sedangkan asas to each his own diterapkan ketika hakim menjatuhkan putusan. Dalam hal menjatuhkan putusan, hakim akan memberikan apa yang menjadi hak yang dimenangkan dan memberi hukuman bagi pihak yang dikalahkan. Pemberian putusan ini didasarkan kepada dalil-dalil dan alat-alat bukti yang diajukan oleh para pihak di persidangan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA

Sidang pemeriksaan pengadilan pada asasnya adalah terbuka untuk umum, yang berarti bahwa setiap orang dibolehkan hadir dan mendengarkan pemeriksaan di persidangan. Tujuan dari pada asas ini tidak lain untuk memberikan perlindungan hak-hak asasi manusia dalam peradilan serta untuk lebih menjamin objektivitas peradilan dengan mempertanggungjawabkan yang fair, tidak memihak serta putusan yang adil kepada masyarakat. Asas ini dapat kita jumpai pada Pasal 13 ayat (1) UU No. 48 tahun 2009 : “ Semua sidang pemeriksaan pengadilan adalah terbuka untuk umum, kecuali undang-undang menentukan lain ” .
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA   Tinjauan Yuridis Tentang Putusan Terhadap Pemeriksaan Perkara Pembatalan Akta Jual Beli Tanah (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Semarang).

DAFTAR PUSTAKA Tinjauan Yuridis Tentang Putusan Terhadap Pemeriksaan Perkara Pembatalan Akta Jual Beli Tanah (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Semarang).

Rasyid, Chatib dan Syaifuddin, Hukum Acara Perdata Dalam Teori da n Praktek Pada Peradilan Agama.. Rasyid, A Raihan, 2007, Hukum Acara Peradilan Agama, Jakarta: Raja Grafindo.[r]

4 Baca lebih lajut

RPKPS PRAKTEK PERADILAN PERDATA

RPKPS PRAKTEK PERADILAN PERDATA

KOMPETENSI: Mahasiswa mengerti dan bisa mempraktekkan hukum perdata dalam lalu lintas hukum, kemahiran hukum perdata berhubungan dengan kontrak-kontrak, kemahiran beracara di peradilan, baik di peradilan umum, peradilan agama, peradilan tata usaha negara, peradilan administrasi negara.

4 Baca lebih lajut

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

HUKUM ACARA PERDATA BAB I PENDAHULUAN - HUKUM ACARA PERDATA

- Wirjono Projodikoro : rangkaian peraturan yang memuat cara bagaimana orang harus bertindak terhadap dan di muka pengadilan dan cara bagaimana pengadilan harus bertindak satu sama lain untuk melaksanakan berjalannya peraturan-peraturan hukum perdata

6 Baca lebih lajut

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata  .pptx

Hukum Acara Perdata 2badan hukum perdata .pptx

RBg yang dinyatakan Pasal VIII ordonansi tanggal 11 Mei 1927 Nomor 227 mulai berlaku sejak tanggal 1 Juli 1927, merupakan pengganti peraturan-peraturan Hukum Acara Perdata yang lama yang tersebar dan berlaku bagi daerah-daerah tertentu saja. Yaitu ordonansi-ordonansi bagi daerah-daerah Bengkulu, Lampung, Palembang, Jambi, Sumatra Timur, Aceh, Riau, Bangka, Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Manado, Sulawesi, Ambon, Ternate, Timor, Bali, dan Lombok (Pasal I ordonansi).

35 Baca lebih lajut

Resensi buku KEDUDUKAN DAN EKSISTENSI PE

Resensi buku KEDUDUKAN DAN EKSISTENSI PE

Ketika kolonial Belanda mulai memasuki Indonesia mealui VOC, yakni sebuah wadah dagang yang telah mengarahkan sasarannya untuk menjajah Nusantara, tidak dapat menyepelekan eksistensi Hukum Islam yang telah berurat-akar dilaksanakan oleh masyarakat Islam Indonesia. Meskipun VOC semakin kokoh mencengkeram dan bahkan selanjutnya menjajah Nusantara ini, tidak mampu menekan dan membendung pelaksanaan Hukum Islam yang menjadi keyakinan hidup. Upaya

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...