Top PDF Sanksi Pidana dalam Praktik Pelayanan Pengobatan Tradisional

Sanksi Pidana dalam Praktik Pelayanan Pengobatan Tradisional

Sanksi Pidana dalam Praktik Pelayanan Pengobatan Tradisional

Sebagaimana diketahui kejahatan tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat. Semakin maju dan berkembangnya peradaban umat manusia, maka akan semakin mewarnai corak dan bentuk kejahatan yang muncul dalam kehidupan ini. Munculnya bentuk-bentuk kejahatan baru yang begitu l}u‰o l•U • ‰ Œš] ^l i Z š v l}Œ‰}Œ •]_ sesungguhnya merupakan konsekuensi yang logis dari perkembangan ilmi pengetahuan dan teknologi yang dapat menimbulkan efek positif maupun efek negatif. Upaya penanggulangan kejahatan dengan menggunakan sarana hukum pidana (penal policy) yang merupakan bahagian integral dari kebijakan penegakan hukum, sesungguhnya meliputi masalah yang cukup lu • Ç ]šµW ^u o]‰µš] À oµ •] š ŒZ ‰ substansi hukum pidana yang berlaku saat ini, guna melakukan pembaharuan substansi hukum pidana pada masa yang akan datang dalam rangka menanggulangi kejahatan_. 18
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tindakan kepolisian resort Cianjur dalam menangani praktik pengobatan alternatif dengan menggunakan obat tradisional yang mengandung bahan kimia

Tindakan kepolisian resort Cianjur dalam menangani praktik pengobatan alternatif dengan menggunakan obat tradisional yang mengandung bahan kimia

Pada umumnya masyarakat memilih pengobatan dengan memakai obat tradisional berdasarkan informasi yang ada di masyarakat dan iklan-iklan pengobatan alternatif, akan tetapi dalam kenyataannya banyak masyarakat yang dirugikan akibat iklan yang menyesatkan tersebut karena obat tradisional yang digunakan kerap kali mengandung bahan kimia, hal ini merupakan tindak pidana dibidang kesehatan khusunya dibidang obat-obatan dan sediaan farmasi yang harus ditangani secara serius, namun masyarakat tidak berdaya untuk melakukan tuntutan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

MENJAGA SEHAT, MENJAGA ADAT: PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL TUMPUROO DAN PELESTARIAN ADAT DI HUKAEA-LAEYA

MENJAGA SEHAT, MENJAGA ADAT: PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL TUMPUROO DAN PELESTARIAN ADAT DI HUKAEA-LAEYA

Kenyataan seperti di atas terlihat jelas dalam berbagai kelompok suku bangsa yang memiliki kedekatan pada akses pelayanan kesehatan. Se- baliknya, bagi kelompok-kelompok suku bangsa yang jauh dari pelayanan kesehatan akan tetap bertumpu pada pengetahuan, keterampilan, dan keahlian dari sosok-sosok pengobat tra disional yang berada di lingkungan demografisnya. Fenomena seperti ini tampak jelas dalam kehidup- an masyarakat Moronene di Sulawesi Tenggara. Moronene adalah suku tertua yang hidup di semenanjung tenggara Pulau Sulawesi, Indonesia. Berdasarkan informasi dalam sastra lisan kisah Donsiolangi dan Wa Lu Ea, peradaban Moro- nene dimulai di daratan yang sekarang berada di wilayah Kabupaten Bombana, Kabupaten Pole- ang, dan Rumbia. Peradaban ini kemudian dibawa ke pulau-pulau yang berpusat di Pulau Kabaena. Sejak itu, budaya Moronene juga tumbuh dan berkembang di Pulau Kabaena. Bahasa yang digunakan oleh penduduk di Kabaena, menurut hasil penelitian, masih bahasa yang sama dengan bahasa di Poleang dan Rumbia, yaitu bahasa Moronene, tetapi keduanya memiliki dialek yang berbeda. Di daratan, Moronene memiliki wilayah adat, yaitu Hukaea-Laeya. Di desa ini, adat dan tradisi masih kuat dipertahankan, termasuk adat dan tradisi pengobatan untuk menyembuhkan sakit dan penyakit.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Praktik penanganan pengobatan tradisional K.H. Amiruddin Mu'in: studi analisis dari sisi Mistis

Praktik penanganan pengobatan tradisional K.H. Amiruddin Mu'in: studi analisis dari sisi Mistis

Dunia internasional maupun masyarakat di berbagai daerah di Indonesia mengenal orang-orang berkemampuan khusus. Kelompok orang berkemampuan khusus ini sering dimasukkan dalam kelompok penyembuh tradisional karena mereka mendasarkan penyembuhan dengan memakai pengetahuan tradisional. Pengetahuan tradisional dibedakan dengan pengetahuan ilmiah modern. Pengetahuan tradisional berbasis pada pengalaman sosialbudaya dan agama, sedangkan pengetahuan modern berbasis pada rasionalitas ilmu seperti misalnya pengetahuan yang dimiliki dokter sebagai praktisi kesehatan. Dengan kemampuan tradisionalnya, para penyembuh tersebut mampu melakukan berbagai pelayanan kepada masyarakat, misalnya melakukan praktek penyembuhan penyakit fisik seperti terbakar, digigit hewan berbisa, atau penyakit demam. Mereka juga dianggap mampu menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan gangguan mental bahkan gangguan makhluk jahat dan permasalahan ekonomi dan karir. Mereka juga dianggap mempunyai kemampuan mengarahkan kepada pilihan kehidupan yang lebih baik misalnya dalam mendirikan rumah atau bangunan, menempati
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Sanksi Bagi Tenaga Kesehatan Yang Melakukan Tindak Pidana Dalam Praktik Pelayanan Kesehatanmenurut Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014

Sanksi Bagi Tenaga Kesehatan Yang Melakukan Tindak Pidana Dalam Praktik Pelayanan Kesehatanmenurut Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014

Bahwa sanksi dalam hukum pidana adalah merupakan reaksi atas pelanggaran hukum yang telah ditentukan undang-undang, mulai dari penahanan, penuntutan sampai, sampai pada penjatuhan hukuman oleh hakim. Simon menyatakan, bahwa bagian terpenting dari setiap undang-undang adalah menentukan sistem hukum yang dianutnya. Masalah kebijakan menetapkan jenis sanksi dalam hukum pidana, tidak terlepas dari masalah penetapan tujuan yang ingin dicapai dalam pemidanaan. 9

9 Baca lebih lajut

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN.

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN.

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan (UU No.36 Tahun 2009) Pasal 1 angka 16 menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan tradisional adalah pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan ketrampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana bagi pelaku pengobatan tradisional yang ditinjau dari hukum kesehatan Indonesia, karena praktek pengobatan tradisional ini memiliki potensi terjadinya tindak pidana kelalaian. Permasalahan : Bagaimanakah pertanggungjawaban pidana terhadap pengobatan tradisional yang melakukan kelalaian dalam pekerjaanya?; dan Bagaimanakah kajian terhadap pengobatan tradisional yang melakukan kelalaian dalam pekerjaannya sehingga menyebabkan luka berat dan kematian dalam perspektif UU No. 36 Tahun 2009?
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN TERHADAP PENYELENGGARA PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL

PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN TERHADAP PENYELENGGARA PRAKTIK PENGOBATAN TRADISIONAL

Penelitian ini dilakukan secara normatif dengan pendekatan yuridis normatif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis jenis perjanjian pengobatan tradisional, hak dan kewajiban dan peraturan yang melindungi antara pasien dan penyelenggara pengobatan tradisional. Penelitian mengenai perlindungan hukum pasien dengan mengkaji Keputusan Menteri Kesehatan No. 1076/MENKES/SK/VII/2003 tentang Penyelenggara Pengobatan Tradisional (Kepmenkes No. 1076/MENKES/SK/VII/2003), Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (UU No. 36 Tahun 2009) dan Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UU No. 8 Tahun 1999). Data yang digunakan adalah data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan peraturan undang-undang. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Perjanjian pengobatan tradisional dikualifikasikan dalam perjanjian pemberian pertolongan/perjanjian pemberian jasa-jasa tertentu sebagaimana yang diatur dalam Pasal 1601 KUHPerdata. Hak dan kewajiban pasien sebagai konsumen serta hak penyelenggara pengobatan tradisional tidak tercantum pada Kepmenkes No. 1076/MENKES/SK/VII/2003 dan UU No. 36 Tahun 2009 namun dapat dikonstruksikan seperti yang dirumuskan Pasal 4, 5 dan 6 UU No. 8 Tahun 1999. Peraturan pengobatan tradisional melindungi dengan cara memberikan tindakan administratif berupa pengawasan dan sanksi pidana. Kepada pihak pengobat tradisional agar patuh terhadap Kepmenkes No. 1076/MENKES/SK/VII/2003 dan UU No. 36 Tahun 2009 sebagai tuntunan terhadap tindakan pengobatannya secara hukum. Kepada pasien hendaknya mengetahui pengobatan tradisional yang didatangi telah memiliki izin dan pendaftaran pengobatan tradisional.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Penerapan Sanksi Pidana terhadap Tindak Pidana Carding

Penerapan Sanksi Pidana terhadap Tindak Pidana Carding

Tindak pidana carding ini telah berkembang pesat di Indonesia, sementara itu sistem hukum di Indonesia masih memberikan celah dan lemahnya sistem pengawasan atas kejahatan ini. Indonesia termasuk negara yang tertinggal dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam merumuskan suatu perundang-undangan yang mengatur tentang cyber crime terutama pengaturan tindak pidana carding dimana penegakan hukumnya masih sangat memprihatin kan. Hal tersebut terkait dengan berbagai aspek yang mempengaruhi penegakan hukum, diantaranya masalah regulasi di bidang teknologi informasi dan aspek lainnya adalah kemampuan aparat penegak hukum, kesadaran hukum masyarakat, dan sarana- prasarana yang mendukung penegakan hukum di bidang teknologi informasi. Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BASIS OTORITAS DALAM PRAKTIK PENGOBATAN AKAR PANINGGIL (STUDI DESKRIPTIF TENTANG SISTEM KEPERCAYAAN DAN TINDAKAN SOSIAL DALAM PROSES PEMILIHAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

BASIS OTORITAS DALAM PRAKTIK PENGOBATAN AKAR PANINGGIL (STUDI DESKRIPTIF TENTANG SISTEM KEPERCAYAAN DAN TINDAKAN SOSIAL DALAM PROSES PEMILIHAN PENGOBATAN TRADISIONAL DI SURABAYA) Repository - UNAIR REPOSITORY

Tindakan berobat yang paling dominan di lakukan oleh pasien suatu untuk memperoleh kesembuhan dari penyakit yang diderita informan adalah tindakan rasional istrumental, weber mendefinisikan tindakan rational instrumental sebagai tindakan yang berdasarkan pertimbangan- pertimbangan manusia yang rasional ketika menanggapi lingkungan eksternalnya, yang secara sadar berhubungan dengan tujuan itu dan alat yang di pergunakan untuk mencapainya. Tujuan utamanya yaitu memperoleh kesembuhan. Semua subyek dalam studi ini melakukan pemeriksaan di rumah sakit yang diidentifikasi sebagai tindakan rasional instrumental. Dan dari keselurahan informanpun menjelaskan bahwa melakukan pengobatan tradisional karena
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Pengobatan Tradisional Orang Bugis-makassar

Pengobatan Tradisional Orang Bugis-makassar

Selain pemahaman tentang konsep sehat dan sakit, serta berbagai pertimbangan yang menjadi pegangan masyarakat untuk tetap percaya kepada pengobatan tradisional, khususnya yang menggunakan bahan ramuan tumbuhan, faktor lain yang mengukuhkan eksistensi pengobatan tradisional tidak lain adalah pengetahuan masyarakat setempat tentang tanaman obat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengobatan. Sesungguhnya pengetahuan tadi diwarisi dari para orang tua dan ahli pengobatan tradisional yang telah ada sejak zaman dahulu. Namun demikian, sebagian warga ada juga yang memperoleh pengetahuan tersebut dari pengalaman pribadi, yakni dengan mencoba-coba berbagai tanaman yang ada di sekeliling rumahnya. Seperti tanaman pala, bawang putih, jeruk purut, jeringo, tapak dara, dan kencur. Berbagai penyakit memang dapat disembuhkan dengan cara meramu tanaman obat dengan tuntunan orang “pintar”. Pengetahuan tersebut didengar dan dilihat oleh sebagian orang lainnya, dan di kemudian hari semakin banyak warga masyarakat yang mulai beralih dari penggunaan obat-obatan modern ke pengobatan tradisional.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Surat Ijin Penyelenggaran Pengobatan Tradisional

Surat Ijin Penyelenggaran Pengobatan Tradisional

Rekomendasi dari Asosiasi / Organisasi Profesi di Bidang Pengobatan Tradisional yang bersangkutan 4.. Foto copy Sertifikat / Ijasah pengobatan tradisional yang dimiliki 5.[r]

1 Baca lebih lajut

STPT Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional

STPT Surat Terdaftar Pengobatan Tradisional

1. Nama : ................................................................... 2. Jenis Kelamin : ................................................................... 3. Tempat/tanggal lahir : .................................................................... 4. Agama : .................................................................... 5. Kewarganegaraan : .................................................................... 6. Pekerjaan : .................................................................... 7. Pendidikan / pelatihan : .................................................................... 8. Alamat : .................................................................... 9. Alamat pekerjaan : ..................................................................... 10. Klasifikasi pengobatan tradisional : ..................................................................... 11. Jenis pengobatan tradisional : ..................................................................... 12. Pengalaman Pekerjaan : ..................................................................... 13. Dalam melakukan pengobatan saya : (terlampir)
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengobatan Tradisional Kanker Payudara A

Pengobatan Tradisional Kanker Payudara A

Pengobatan Tradisional Kanker Payudara __ Penyakit Kanker Payudara ialah keganasan yang asal muasal terbentuk dari sel - sel payudara. Dan pada kasusnya wanitalah yang sering dihinggapi penyakit ini, namun tidak menutup kemungkinan pria juga berpeluang mengidapnya. Tahukah anda bahwasanya organ payudara wanita terdiri dari kelenjar yang membuat air susu (Lobulus), dan saluran kecil yang mengambil susu dari lobulus ke puting disebut Duktus. Lemak dan jaringan ikatnya, pembuluh darah dan kelenjar getah bening. Sebagian besar kanker payudara

8 Baca lebih lajut

KAJIAN TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA TINDAK PIDANA

KAJIAN TERHADAP PENERAPAN SANKSI PIDANA TINDAK PIDANA

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa alas an hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku tindak pidana kenakalan remaja secara berkelompok adalah :Pertama alasannya disebabkan para pelaku tindak pidana melakukan tindakan yang membahayakan, meresahkan atau merugikan orang lain yaitu melakukan tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap anak sehingga melanggar ketentuan Pasal 80 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Kedua pertimbangan hakim dalam menjauhkan putusan terhadap anak berupa tindakan karena pelaku masih dibawah umur atau kurang dewasa sehingga membutuhkan pengawasan khusus terutama orang tua.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN

Dalam hal memutuskan perkara di sidang pengadilan peranan hakim besar sekali, sebab meskipun alat bukti yang diajukan penuntut umum berlebih dari bukti minimum apabila hakim tidak yakin bahwa terdakwa salah maka terdakwa harus dibebaskan.Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali dengan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah dan hakim juga memperoleh keyakinan bahwa suatu tindak pidana benar- benar terjadi dan terdakwalah yang bersalah melakukannya. Alat bukti tersebut meliputi : keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kajian tentang Penerapan Sanksi Pidana

Kajian tentang Penerapan Sanksi Pidana

Apabila konsep penegakan hukum di atas, dikaji penerapannya pada proses penyelesaian kasus dari tindak pidana penipuan yang dilakukan pelaku bisnis berkaitan dengan suplai pakan. Maka, meskipun perbuatan pelaku bisnis tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 379a KUHP, bahwa perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan, karena perbuatan itu dilakukan berulang- ulang bukan hanya kepada satu pelaku usaha tetapi kepada pelaku usaha lainnya, sehingga memiliki indikasi adanya maksud tidak membayar lunas. Namun demikian, lembaga penegak hukum tidak menindaklanjuti lebih jauh karena alasan perkara merupakan kasus perdata bukan pidana, sehingga tujuan penerapan ketentuan Pasal 379a KUHP terhadap pelaku usaha yang melakukan perbuatan curang tidak tercapai, dalam: 1. memberi kepastian hukum; 2. memberikan kesebandingan hukum; dan 3. memberikan perlindungan hukum bagi para pihak yang terkait, belum dapat diharapkan.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EXPRORASI METODE PENGOBATAN TRADISIONAL OLEH PARA PENGOBAT TRADISIONAL DI WILAYAH KARESIDENAN SURAKARTA

EXPRORASI METODE PENGOBATAN TRADISIONAL OLEH PARA PENGOBAT TRADISIONAL DI WILAYAH KARESIDENAN SURAKARTA

serbuk, rebusan/ rajangan dan bentuk kapsul atau tablet. Berbagai bentuk sediaan jamu yang dibuat para battra membuat penampilan jamu semakin menarik dan variatif walaupun cara pembuatanya masih sangat sederhana dan bersifat rumahan dan perlu pembinaan/ pengembangan untuk tarap kemanfaatan, kebersihan serta keamananya, agar masyarakat dapat terlindungi. Didapatkan 23 ramuan yang dipakai oleh para pengobat tradisional untuk mengobati penyakit yang sering terjadi dimasyarakat, antara lain: ramuan untuk penyakit asam urat, hipertensi, penurun kolesterol, penyakit gula atau diabitus militus, ambeyen, sakit kuning, peningkatan kesuburan, peningkatan stamina pria dan ramuan lainya, akan tetapi setiap jenis ramuan terdapat beberapa variasi isi komposisi ramuan setiap battra walaupun ada jenis ramuan yang bahan dasarnya sama, akan tetapi variasi dan jumlah ramuanya berbeda setiap battra, hal ini dimungkinkan karena masing masing battra memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda dan tidak memiliki pendidikan kesehatan tradisional yang sama, sehingga cara membuat ramuanpun berbeda, juga cara penyajianpun berbeda. Maka diperlukan pembinaan dari pemerintah untuk para battra agar memiliki ketrampilan dan pedoman peracikan jamu yang standar agar aman untuk masyarakat. Ramuan yang dipakai untuk pengobatan tersebut memiliki manfaat yang baik dan bahan rajikan ramuan dari para battra tersebut memiliki komposisinya tidak berbeda jauh/ mendekati indikasi obat herbal indonesia dalam Formularium Obat Herbal Asli indonesia (FOHAI) (2011) seperti herbal untuk hipertensi meliputi seledri, rosela mengkudu, pegagan,
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...