Top PDF Sebuah Penelitian Mengenai Kemampuan Siswa Kelas 1 Sman 3 Pekanbaru dalam Menulis Teks Prosedur

Sebuah Penelitian Mengenai Kemampuan Siswa Kelas 1 Sman 3 Pekanbaru dalam Menulis Teks Prosedur

Sebuah Penelitian Mengenai Kemampuan Siswa Kelas 1 Sman 3 Pekanbaru dalam Menulis Teks Prosedur

Most of the students consider writing to be the most difficult subject because there are many aspects to be considered. Those aspects are grammar, organization, mechanic, vocabulary and fluency. Writing is one of the four language skills that must be learned by the students at school. Based on KTSP 2006 (School Based Curriculum), it focuses on text types or English genres directly related to communicative language skills. The students are required to express their ideas with good rhetorical steps in written texts. B ased on the writer’s observation, in SMAN 3 Pekanbaru, many students had difficulties in writing procedure texts. They didn ’t know what they are going to write, eventhough they were already given a topic, and also they were confused to choose words that are suitable with the topic given. It might be caused by several factors. One of them was in developing ideas. The students spent a lot of time to write a paragraph, and the students were confused to start their writing. The second possibility was that they had poor mastery of grammatical rules. While some others, lack of knowledge and information.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING (NLP) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI ; Penelitian Eksperimen Semu pada Siswa Kelas X SMAN 3 Bandung.

PENERAPAN MODEL NEURO-LINGUISTIC PROGRAMMING (NLP) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI ; Penelitian Eksperimen Semu pada Siswa Kelas X SMAN 3 Bandung.

1) NLP ialah sebuah ilmu yang berbicara tentang bagaimana sistem otak dan bahasa dapat saling memengaruhi, dan bagaimana cara mengoptimalkan peran keduanya sehingga pengaruhnya dapat memprogram perilaku yang tercerminkan pada personal yang diberikan perlakuan olehnya, baik dari segi perilaku emosional secara umum maupun perilaku berpikir dan perilaku berbahasanya. Pada dasarnya, NLP itu sendiri dapat disebut sebagai suatu terapi melalui bahasa yang salah satu fungsinya ialah untuk memaksimalkan komunikasi antarpelaku (pendidik dan peserta didik) serta perilaku berbahasa dan berpikir yang lebih baik dari personal itu sendiri. Lebih khususnya, NLP memungkinkan pribadi pemakai bahasa dapat menemukan penelaahan pikiran yang mendalam sehingga dari penelaahan pikiran tersebut mampu menentukan sudut pandang atas suatu esensi penggunaan bahasanya untuk memengaruhi perilakunya. Dalam hal ini ialah perilaku belajar, komunikasi dalam belajar, timbal balik pembelajaran, keterpahaman dan kemampuan merealisasikan pikirannya ke dalam tulisan.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN STRATEGI RAFT (ROLE-AUDIENCE-FORMAT-TOPIC) PADA SISWA KELAS X SMAN 1 KRETEK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS DESKRIPSI MELALUI PENERAPAN STRATEGI RAFT (ROLE-AUDIENCE-FORMAT-TOPIC) PADA SISWA KELAS X SMAN 1 KRETEK.

Gambaran mengenai kemampuan menulis teks deskripsi siswa juga dapat dilihat dari hasil wawancara dengan guru dan siswa pada saat observasi awal (halaman 169). Berdasarkan hasil wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menulis teks deskripsi terutama dalam hal menemukan ide. Selain itu, guru juga belum menggunakan strategi tertentu dalam Guru menjelaskan kedatangan peneliti kepada siswa. Suasana kelas menjadi ramai kembali. Ada siswa yang ramai dan mengajak kenalan peneliti. Kemudian guru memulai materi pelajaran dengan menuliskan judul materi yang akan diajarkan, yakni teks deskripsi. Mengingat pelajaran ini merupakan pertemuan pertama sebelum memasuki siklus I, maka guru memberikan materi dasar tentang menulis teks deskripsi. Namun, masih ada beberapa siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru dan lebih asyik mengobrol dengan siswa lain. Pada saat guru memberikan pertanyaan: “ Apakah semua siswa sudah jelas tentang materi menulis teks deskripsi? Adakah yang ingin bertanya? ” Semua siswa hanya diam dan tidak memberikan respon. Guru menganggap semua siswa sudah paham karena tidak ada yang bertanya.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII

SMP Negeri 26 Makassar

Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 26 Makassar

Dari penggalan tes unjuk kerja siswa diatas dapat dilihat bahwa siswa belum mampu memilih diksi yang benar dalam menulis sebuah kalimat. Pemilihan diksi yang kurang tepat mengakibatkan munculnya makna yang berbeda dari informasi yang ingin disampaikan dan kalimat yang terbentuk menjadi tidak logis. Sebagaimana menurut Keraf (1984: 24) yang menurunkan tiga kesimpulan utama mengenai diksi, antara lain sebagai berikut: (1) Pilihan kata atau diksi mencakup pengertian kata-kata mana yang dipakai untuk menyampaikan gagasan, bagaimana membentuk pengelompokkan kata-kata yang tepat. (2) Pilihan kata atau diksi adalah kemampuan membedakan secara tepat nuansa- nuansa makna dari gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan menemukan bentuk yang sesuai atau cocok dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat pendengar. (3) Pilihan kata yang tepat dan sesuai hanya dimungkinkan penguasaan sejumlah besar kosa kata atau perbendaharaan kata bahasa.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI DENGAN METODE INQUIRY BASED LEARNING (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 6 Surakarta)

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI DENGAN METODE INQUIRY BASED LEARNING (Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas XII IPA 3 SMAN 6 Surakarta)

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan kualitas kinerja guru dan kinerja siswa pada proses pembelajaran menulis karangan jenis eksposisi dengan topik tertentu pada siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 dengan metode pembelajaran Inquiry Based Learning; (2) Meningkatkan keterampilan menulis dalam hal ketepatan isi, struktur kalimat, koherensi serta ejaan dan tanda baca pada karangan jenis eksposisi dengan topik tertentu pada siswa kelas XII IPA 3 SMA Negeri 6 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015 dengan metode pembelajaran Inquiry Based Learning.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI A SMK NEGERI 1 SINGARAJA

PENGGUNAAN GAMBAR BERSERI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS PADA SISWA KELAS X AKUNTANSI A SMK NEGERI 1 SINGARAJA

Faktor lainnya adalah pemberian bimbingan dan penghargaan oleh guru dapat mendorong siswa menjadi lebih aktif. Guru memiliki peranan yang amat penting dalam keseluruhan proses pembelajaran. Upaya guru dalam membimbing siswa harus didasari dengan kesabaran. Guru harus tetap menghargai usaha siswa baik yang belum berhasil maupun yang sudah berhasil. Bimbingan yang diberikan oleh guru dalam menulis teks prosedur kompleks dapat mempermudah siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan. Temuan ketiga, yaitu siswa menjadi sangat senang dan aktif mengikuti pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Ini merupakan temuan penting terakhir dalam penelitian ini. Rasa senang dan aktif tersebut dapat dilihat dari pandangan-pandangan yang diberikan oleh siswa dalam pembelajaran ini. Sebagian besar siswa memberikan pandangan yang positif terhadap tindakan yang dilakukan dalam pembelajaran. Siswa merasa senang melakukan kegiatan pembelajaran ini karena divariasikan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECKS

(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. Kompetensi dasar; Menyusun teks cerita moral/fabel, ulasan, diskusi, prosedur, dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Indikator; Menulis teks prosedur “Cara Memasak Nasi Goreng” secara urut dan logis. Materi pembelajaran; Teks prosedur. Metode pembelajaran yang digunakan pada siklus I ini adalah tanya jawab, penugasan, dengan pendekatan saintifik. Sedangkan, model pembelajaran yang digunakan pair checks, dan media yang digunakan contoh teks prosedur. Peningkatan pembelajaran menulis teks prosedur dengan model pair checks ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sengah Temila semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan di kelas VIII B dengan jumlah siswa 35 siswa, yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur dengan Model Pembelajaran Pair Checks

Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Prosedur dengan Model Pembelajaran Pair Checks

(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. Kompetensi dasar; Menyusun teks cerita moral/fabel, ulasan, diskusi, prosedur, dan cerita biografi sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan. Indikator; Menulis teks SURVHGXU ³&DUD 0HPDVDN 1DVL *RUHQJ´ secara urut dan logis. Materi pembelajaran; Teks prosedur. Metode pembelajaran yang digunakan pada siklus I ini adalah tanya jawab, penugasan, dengan pendekatan saintifik. Sedangkan, model pembelajaran yang digunakan pair checks, dan media yang digunakan contoh teks prosedur. Peningkatan pembelajaran menulis teks prosedur dengan model pair checks ini dilakukan di SMP Negeri 1 Sengah Temila semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian dilakukan di kelas VIII B dengan jumlah siswa 35 siswa, yang terdiri dari 17 laki-laki dan 18 perempuan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kemampuan Menulis Teks Pidato Persuasif Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tommo Kabupaten Mamuju

Kemampuan Menulis Teks Pidato Persuasif Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Tommo Kabupaten Mamuju

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan menulis teks pidato persuasif siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tommo kabupaten Mamuju. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tommo yang berjumlah 77 siswa terbagi dalam 3 kelas. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang diambil dari 10 orang siswa dari setiap kelas. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik tes menulis teks pidato persuasif dengan tema bebas. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis melalui beberapa tahap: (1) membuat daftar skor mentah; (2) mencari distribusi skor mentah ke dalam nilai; (3) mencari persentase kemampuan siswa; dan (4) membuat tabel klasifikasi kemampuan siswa sampel.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Eksposisi Siswa Kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru

Kemampuan Membaca Pemahaman Teks Eksposisi Siswa Kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru

ABSTRAK: penelitian ini membahas tentang kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru. Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi yang terdiri dari empat aspek, yaitu judul, tesis, argumen, dan penegasan ulang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 41 siswa kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes objektif (pilihan ganda) kepada sampel penelitian, lalu memberikan penilaian sesuai dengan hasil jawaban para siswa tersebut, dan terakhir, mencari persentase untuk setiap aspek membaca pemahaman teks eksposisi serta menghitung reratanya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh simpulan bahwa (1) kemampuan menentukan judul berkategori sedang dengan rerata 73,17,(2) kemampuan menentukan tesis berkategori rendah dengan rerata 65,24, (3) kemampuan menentukan argumen berkategori rendah dengan rerata 64,23, (4) kemampuan menentukan penegasan ulang berkategori rendah dengan rerata 65,85. Secara keseluruhan, kemampuan membaca pemahaman teks eksposisi siswa kelas VII SMP Babussalam Pekanbaru berkategori rendah dengan rerata 67,12.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015

Tujuan dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah adalah siswa dapat memahami konsep dan prinsip dari suatu materi dimulai dari bekerja dan belajar terhadap situasi atau masalah yang diberikan melalui investigasi, inkuiri, dan pemecahan masalah, selanjutnya siswa membangun konsep atau prinsip dengan kemampuannya sendiri yang mengintegrasikan keterampilan dan pengetahuan yang sudah dipahami sebelumnya. Arends menyatakan bahwa langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah dimulai dari fase 1 yaitu memberikan orientasi masalah kepada siswa, setelah itu masuk ke fase 2 dengan mengorganisasikan siswa untuk belajar, lalu beralih ke fase 3 dimana pada fase ini guru membimbing investigasi mandiri maupun kelompok, kemudian berlanjut ke fase 4, pada fase ini siswa diminta untuk mengembangkan dan mempresentasikan artefak (hasil karya) yang telah mereka hasilkan, dan diakhiri oleh fase 5 dimana pada fase ini kegiatan yang dilakukan adalah menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang telah dilakukan (2008:57).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 MEDAN TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Dalam penelitian ini, penulis tertarik untuk menggunakan model pembelajaran berbasis masalah sebagai model pembelajaran yang akan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran teks prosedur kompleks untuk memudahkan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks. Hal itu karena model pembelajaran berbasis masalah merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar (Ibrahim dan Nur, 2000:2). Selanjutnya Ngalimun (2012:89) menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi SMP Negeri 25 Pekanbaru

Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi SMP Negeri 25 Pekanbaru

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif merupakan metode yang memaparkan suatu keadaan bagaimana realitas sebenarnya, data dideskripsikan sedemikian rupa, sehingga diperoleh gambaran yang utuh. Penulis menggunakan metode ini untuk mendeskripsikan data mengenai kemampuan siswa menulis teks eksplanasi kelas VII SMP Negeri 25 Pekanbaru yang berhubungan dengan aspek pernyataan umum, deretan penjelas dan interpretasi. Metode ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah pengumpulan data, mengelompokkan data, membuat kesimpulan dan melaporkan dengan tujuan memberi gambaran tentang suatu keadaan secara objektif.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGANALISIS TEKS BERITA DAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SELESAI TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN MENGANALISIS TEKS BERITA DAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA OLEH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SELESAI TAHUN PEMBELAJARAN 2015/2016.

Sri Muliana. NIM 2121111015. Hubungan antara Kemampuan Menganalisis Teks Berita dan Kemampuan Menulis Teks Berita oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Selesai Tahun Pembelajaran 2015/2016, Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan menganalisis teks berita dan kemampuan menulis teks berita oleh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Selesai tahun pembelajaran 2015/2016. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 311 orang. Sampel penelitian diambil sebanyak 36 orang. Dari pengolahan data, diperoleh hasil kemampuan menganalisis teks berita dengan nilai rata-rata = 66,69 dan standar deviasi = 11,69. Nilai tersebut tergolong dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang, yakni 16,6% untuk kategori sangat baik, 25,0% untuk kategori baik, 33,3% untuk kategori cukup, 13,9% untuk kategori kurang, dan 11,2% untuk kategori sangat kurang. Hasil kemampuan menulis teks berita dengan rata-rata = 73,55 dan standar deviasi = 9,76. Nilai tersebut tergolong dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang, yakni 36,1% untuk kategori sangat baik, 38,9%, untuk kategori baik, 13,8%, untuk kategori cukup, 11,2% untuk kategori kurang, dan tidak ada atau 0% untuk kategori sangat kurang. Dari uji normalitas data hasil kemampuan menganalisis teks berita dan kemampuan menulis teks berita, menunjukkan bahwa kedua hasil berdistribusi normal. Dalam uji linieritas data penelitian tersebut juga dinyatakan linier. Setelah melakukan uji normalitas dan uji linieritas maka dilakukan pengujian hipotesis. Untuk mengetahui tingkat hubungan variabel X dan Y digunakan rumus korelasi Product Moment (r xy ) dari
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Kemampuan Memahami Struktur dan Isi Teks Cerpen Siswa Kelas XI Sman 1 Teluk Kuantan

Kemampuan Memahami Struktur dan Isi Teks Cerpen Siswa Kelas XI Sman 1 Teluk Kuantan

Berdasarkan hasil penelitian terhadap kemampuan memahami struktur dan isi teks cerpen siswa kelas XI SMAN 1 Teluk Kuantan telah diperoleh secara keseluruhan kemampuan sampel penelitian dalam memahami struktur teks cerpen tergolong sedang dan kemampuan memahami isi teks cerpen tergolong tinggi. Maka penulis merekomendasikan hal-hal sebagai berikut: (1) Diharapkan dengan adanya penelitian ini, dapat memberikan sumbangsih pada penelitian selanjutnya, khususnya untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang ingin melaksanakan penelitian mengenai kemampua memahami struktur dan isi teks cerpen. (2) Untuk peneliti selanjutnya, penulis menyarankan untuk memperluar topik yang dapat dijadikan sebagai penelitian lanjutan, seperti topik yang digunakan dalam penelitian adalah topik yang umum. (3) Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk lebih meningkatkan dan mendapatkan hasil dari proses belajar mengajar yang lebih baik.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH SISWA KELAS X MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

HUBUNGAN PENGUASAAN STRUKTUR DAN CIRI KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR KOMPLEKS DENGAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS OLEH SISWA KELAS X MAS AL-WASHLIYAH 22 TEMBUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015.

Terhadap Kemampuan Menulis Teks Prosedur Kompleks Oleh Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Air Puti h Tahun Pembelajaran 2013/2014,” bahwa kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks masih rendah sebab siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran menulis. Sehingga untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis teks prosedur kompleks siswa perlu diberikan motivasi dengan baik, serta memberikan pemahaman kepada siswa mengenai struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur kompleks agar siswa mampu menulis teks prosedur kompleks dengan baik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK STRIP TANPA TEKS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG BAHASA PRANCIS SISWA KELAS XI SMAN 6 CIMAHI.

EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK STRIP TANPA TEKS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DIALOG BAHASA PRANCIS SISWA KELAS XI SMAN 6 CIMAHI.

This study aims at investigating the implementation ofFrench language learning by using the comic strip without dialog in French on high school students. The researcher describes (1) the use of comic strip to enhance the ability to write dialogue in French, (2) thecomparison between the ability to write dialogue in French before using the comic strip without text media and after using the comic strip without text media, and (3) thestudent ’s responses on the comic strip media in increasing writing ability on dialogue text in French. The method used in this research is pre-experimental with One Group Pretest-Posttest Design, involving 34 students of grade XI IPA 5 of the academic year of 2015/2016 at SMAN 6 in Cimahi. The instruments are test and questionnaire. The results of data analysis from tests show that there is an increase result, from pre-test average value 5.69 to 6.86 post-test value. In addition, the increased value is also supported by the questionnaire that shows that comic strip without text media helps in improving writing dialogue skill in French. Thus, the researcher suggests the comic strip without text media can be used as an alternative media to improve writing skill in French.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN METODE INQUIRI LEARNING PADA SISWA KELAS VIIA

1 PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI MENGGUNAKAN METODE INQUIRI LEARNING PADA SISWA KELAS VIIA

4 II dilaksanakan pada hari kamis 21 Mei 2015 pukul 08.35-09.55 WIB. Pada pertemuan kedua ini juga dihadiri oleh seluruh siswa yaitu 35 siswa. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan oleh guru dan siswa sebagai berikut: Pertemuan 1 Kegiatan Awal (Pendahuluan) 10 Menit (a) Mengecek kehadiran dan kesiapan siswa, (b) Menyampaikan tujuan pembelajaran, (c) Untuk menggugah rasa ingin tahu siswa guru menjelaskan tentang materi teks eksplanasi serta hal-hal lain yang berhubungan dengan teks, (d) Guru memberikan motivasi dan penguatan kepada siswa tentang cara menulis teks dengan benar, (e) Peserta didik menerima informasi mengenai hal-hal apa saja yang akan dilakukan selama proses pembelajaran. Kegiatan Inti (60 Menit). (a) Siswa diminta untuk membaca teks eksplanasi “Banjir” pada buku siswa, halaman 152 untuk membangun konteks pembelajaran, dengan perilaku jujur dan kreatif. (Pra pembelajaran), (b) Guru mengajukan beberapa pertanyaan berupa masalah yang berkaitan dengan teks berupa penyebab terjadinya banjir, pencegahan agar tidak terjadi banjir serta penanggulangan banjir (Menetapkan masalah), (c) Siswa merumuskan hipotesis/jawaban tentang masalah yang berhubungan dengan hal-hal berkaitan dengan konteks pembelajaran dengan santun dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (Merumuskan Hipotesis), (d) Siswa diminta untuk menjawab pertanyaan pada tugas 2 dalam buku siswa, dengan sikap responsif, santun, dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, (e) Siswa dibagi menjadi kelompok kecil, (f) Siswa mulai melakukan pengamatan dan merencakan akan melakukan kegiatan penelitian tentang penyebab banjir sesuai dengan hal-hal yaang berkaitan dengan pembelajaran (Melaksanakan Penelitian/Eksperimen), (g) Setiap kelompok berdiskusi menetukan stuktur teks eksplanasi dengan menunjukan perilaku jujur dan kreatif, (h) Setiap
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN METODE INVESTIGASI KELOMPOK: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 26 Bandung.

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA DENGAN METODE INVESTIGASI KELOMPOK: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 26 Bandung.

Perencanaan pembelajaran menulis teks berita dengan metode investigasi kelompok, disusun berdasarkan masalah-masalah yang muncul dalam proses pembelajaran dan isinya meliputi pemberian alokasi waktu yang harus sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan, langkah-langkah metode pembelajaran investigasi kelompok, persiapan media pembelajaran, dan persiapan evaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran pada siklus 1, disusun berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan dengan menggunakan metode investigasi kelompok sebagai metode pembelajaran dan mengambil tema “jajanan sekolah” sebagai tema berita. Perencanaan pembelajaran pada siklus 2, disusun berdasarkan hasil refleksi siklus 1 dengan tetap menggunakan metode investigasi kelompok sebagai metode pembelajaran dan mengambil tema berita yang berbeda, yaitu “siswa berprestasi” serta memperbaiki hal-hal yang masih kurang pada siklus 1. Begitu pula dengan penyusunan perencanaan pembelajaran siklus 3 yang mengacu pada hasil refleksi siklus 2 dengan tetap menggunakan metode investigasi kelompok sebagai metode pembelajaran dan mengambil tema berita yang berbeda, yaitu “peristiwa terhangat di tengah masyarakat” serta memperbaiki hal -hal yang masih kurang pada siklus sebelumnya.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi dengan Metode Demonstrasi Siswa Kelas XII Mia 3 Sman 1 Pekanbaru

Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Puisi dengan Metode Demonstrasi Siswa Kelas XII Mia 3 Sman 1 Pekanbaru

Berdasarkan uraian di atas peneliti akan melakukan penelitian tindakan yang disebut penelitian tindakan kelas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca puisi lama atau pantun dan puisi baru siswa kelas XII MIA 3 SMAN 1 Pekanbaru dalam membaca puisi lama atau pantun dan puisi baru dengan metode demonstrasi. Seperti yang diungkapkan Djamarah dan Zein (2006:95) bahwa metode demonstrasi adalah cara latihan dengan praktik yang dilakukan berulang-ulang atau kontinu yang bertujuan untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Peneliti memilih metode ini karena metode ini diterapkan dengan praktik berulang-ulang atau kontinu sehingga diharapkan kemampuan siswa dalam membaca puisi lama atau pantun dan puisi baru dapat lebih dikuasai. Lebih dari itu diharapkan agar pengetahuan atau keterampilan yang telah dipelajari itu
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects