Top PDF DESA SECARA LANGSUNG MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004( Studi Kasus Di Kabupaten Enrekang)”

DESA SECARA LANGSUNG MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004( Studi Kasus Di Kabupaten Enrekang)”

DESA SECARA LANGSUNG MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004( Studi Kasus Di Kabupaten Enrekang)”

proses pemilihan, hal ini disebabkan oleh karena beberapa warga di Kabupaten Enrekang yang letak tempat tinggalnya jauh dan berada dilereng dan perbukitan sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menuju ketempat pemungutan suara, seperti yang dikemukakan oleh Sukrianto salah Seorang Penduduk Dusun Pakewa di Desa Rampunan, bahwa : “Dirinya beserta par a wajib pilih/penduduk lainnya pada saat proses pemungutan suara terlambat menuju ketempat pemungutan suara hal ini disebabkan oleh karena jarak dari tempat tinggal kami dari tempat pemungutan suara cukup jauh dan melalui kawasan lereng dan perbukitan yang licin oleh karena pengaruh hujan dan embun sehingga sangat menyulitkan untuk cepat tiba di lokasi pemungutan suara.” 28
Show more

87 Read more

PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SECARA SERENTAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI KASUS KABUPATEN SERANG)

PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SECARA SERENTAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI KASUS KABUPATEN SERANG)

Negara demokrasi telah menjadi arus utama bagi negara-negara modern. 1 Demokrasi berdiri berdasarkan prinsip persamaan, yaitu bahwa setiap warga negara memiliki kesamaan hak dan kedudukan didalam pemerintahan, dalam hal ini rakyat diberi kekuasaan untuk turut serta menentukan pemerintahaan yakni kewenangan yang dimiliki oleh penguasa berasal dari legitimasi rakyat. 2 Salah satu sarana untuk menyalurkan demokrasi adalah melalu pemilihan umum. Secara umum pemilu merupakan media dan alat perwujudan kedaulatan rakyat baik secara langsung (direct democracy) atau tidak langsung (indirect democracy) untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahaan baik ditingkat pusat, daerah, maupun di tingkat desa.
Show more

67 Read more

PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SECARA SERENTAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI KASUS KABUPATEN SERANG)

PELAKSANAAN PEMILIHAN KEPALA DESA SECARA SERENTAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI KASUS KABUPATEN SERANG)

Kemudian kisruh yag terjadi dalam pemilihan Kepala Desa ini, bentrok terjadi antara arga Kampung Kejayen dan Kampung Pengarengan, Desa Pejaten, Kecamatan Kabupaten Serang, Banten saling serang. Bentrok antar kampung tersebut dipicu lantaran tidak terima pasangan calon kepala desanya kalah dalam pilkades, Aksi yang berlangsung di Jalan Raya Serang - Cilegon ini warga kedua kampung dipersenjatai dengan, balok kayu, batu, rante, bahkan senjata tajam berupa golok dan samurai. Bentrok terjadi dikarenakan kades terpilih Rofai sudah dilantik, namun entah kenapa pendukung Rofai tidak terima dan langsung menyerang hingga membuat lalu lintas dari arah Serang maupun Cilegon tersendat, karena warga membakar puluhan ban bekas di tengah jalan. 4 Adapun permasalahan yang dihadapi dalam pemilihan kepala desa ini mengenai penggelembungan suara, daftar pemilih dari sekitar 3.600 di DPS menjadi 4.006 di DPT. Salah seorang Warga desa Rancasumur, kecamatan Kopo, Kabupaten Serang, Grlly Pitaraga mengatakan, pihaknya sangat tidak terima dengan kinerja panitia Pilkades. Pasalnya, pada penyelenggaraan pilkades terdapat penggelembungan daftar pemilih. 5
Show more

17 Read more

PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA ADAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 (Studi di Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat)

PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DESA ADAT BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 (Studi di Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat)

Menggunakan Metode Diskriptif. Subjek penelitian ditentukan oleh peneliti. Sumber data berupa: nara sumber, dokumen atau arsip, serta peristiwa atau aktivitas. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi partisipasi, wawancara, dan menggunakan dokumen atau arsip dianggap penting untuk menunjang hasil penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan telpon, kamera foto, dan peneliti sendiri dengan datang langsung ke lokasi penelitian untuk mengumpulkan data. Lokasi penelitian berada di Desa Dalam, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Teknik analisis data melalui beberapa tahap, diantaranya: reduksi data,
Show more

2 Read more

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Akuntabilitas dan Transparansi Kepala Daerah dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Daerah (Studi Provinsi Sumatera Utara)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Akuntabilitas dan Transparansi Kepala Daerah dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Daerah (Studi Provinsi Sumatera Utara)

Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, telah memberikan kewenangan kepada Pemerintahan Daerah untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, Dalam Pasal 56 ayat (1) dikatakan : “Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.”
Show more

21 Read more

123 WEDANA Jurnal Pemerintahan, Politik dan Birokrasi

123 WEDANA Jurnal Pemerintahan, Politik dan Birokrasi

Badan Permusyawaratan Desa merupakan unsur penyelenggaraan Pemrintahan Desa, BPD sebaga mitra pemerintah dalam melaksanakan kegiatan pemerinitahan, pembanguna, pemberdayaan dan pelayanan masyarakat. Peran BPD sangat penting dalam rangka membawa aspirasi masyarakat agar penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai dengan kebutuhn dan kehendak masyrakat. Badan Permusyawaratan Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil penduduk desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis. Terkait dengan keberadaan dari lembaga Badan Permusyaratan Desa ini telah dinyatakan dengan jelas dan tegas pada Pasal 55 UU Nomor 6 Tahun 2014, terkait dengan hal tersebut, maka dijelaskan keberadaan dari BPD mempunyai fungsi sebagai berikut; a. Membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa; b. Menampung dan menyalur aspirasi masyarakat Desa; dan c. Melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa. Disinilah peran penting Badan Permusyawartan Desa melaksanakan fungsi sebagai bagian dari pemerintahan desa dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Sehingga pembangunan desa tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan kehendak masyarakat. Peran BPD sangat penting sebagai perpanjangan tangan masyarakat dalam dalam pelaksanaan pembangunan berdasakan aspirasi masyarakat tersebut Oleh sebab itu penguatan peran BPD untuk membawa aspirasi tersebut menjadi hal yang sangat vital agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat. Dalam proses pembuatan keputusan, meknisme pembuatan keputusan melibatkan masyarakat dalm arti sesuai dengan yang dikehendaki masyrakat.
Show more

8 Read more

naskah RPJM Desa Pesuruhan

naskah RPJM Desa Pesuruhan

Landasan Pemikiran dalam pengaturan mengenai desa adalah keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan pola pemikiran dimaksud, dimana bahwa berwenang mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan/atau dibentuk dalam sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Kabupaten / Kota, maka sebuah desa diharuskan mempunyai perencanaan yang matang dalam penyelengggaraan pemerintahan dan pembangunan berdasarkan partisipasi dan transparansi serta demokrasi yang berkembang di desa, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) 5 (lima) tahun ataupun Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) untuk 1 (satu) tahun.
Show more

23 Read more

PERATURAN DESA RPJM Desa

PERATURAN DESA RPJM Desa

Bahwa berdasarkan Undangundang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah yang merupakan pengganti Undangundang Nomor 22 Tahun 1999, Desa atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas – batas wilayah yuridis, berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan/atau dibentuk dalam sistem Pemerintah Nasional dan berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Show more

22 Read more

T2 322011003 Daftar Pustaka

T2 322011003 Daftar Pustaka

Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 16 tahun 2010, tentang Pedoman Tata Cara Pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara dalam Pemilihan Umum KDH dan WKDH oleh Panitia Pemilihan Kecamatan, KPU Kabupaten/Kota, dan KPU Provinsi, serta Penetapan Calon Terpilih, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pelantikan.

7 Read more

CALK Pemda 2009

CALK Pemda 2009

Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yoryakarta pada APBD Tahun Anggaran 2009 telah disusun sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami menyadari sepenuhnya bahwa Catatan Atas Laporan Keuangan yang telah kami sajikan ini masih belum sempurna dalam arti belum seperti yang diharapkan. Dalam penyusunan Catatan Atas Laporan Keuangan Tahun anggaran 2009 telah berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan juga memperhatikan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentag Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Meskipun demikian dalam penyusunan Catatan Atas Laporan Keuangan Provinsi DIY juga memperhatikan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 mengenai Standar Akuntansi Pemerintahan serta Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Show more

93 Read more

Strategi Pengembangan Perusahaan Daerah Pasar Ya’ahowu GunungsitoliDalam Meningkatkan PAD Kabupaten Nias

Strategi Pengembangan Perusahaan Daerah Pasar Ya’ahowu GunungsitoliDalam Meningkatkan PAD Kabupaten Nias

79 Undang-undang Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang[r]

2 Read more

LPSE Kabupaten Tuban DISHUB   SK

LPSE Kabupaten Tuban DISHUB SK

Bahwa sebagai tindak lanjut pelaksanaan Pasal 8 ayat (1) huruf a Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Pengguna Anggaran mempunyai tugas dan kewenangan menetapkan Rencana Umum Pengadaan ;

2 Read more

MEKANISME EKSEKUTIF REVIEW PERATURAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.

MEKANISME EKSEKUTIF REVIEW PERATURAN DAERAH MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH.

Hukum Negara secara substansinya tidak lahir secara alamiah, melainkan direkontruksi secara sosial.Pengertian direkontruksi tentu saja terkait dengan kebutuhan tetapi tetap dalam koridor substansinya. Oleh karena itu hukum menjadi media pengarah masyarakat yang popular dengan istilah law as tool of social engineering yang tidak lain hasil pemikiran Rosco Pound, teori ini meyakinkan bahwa dalam membangun masyarakat yang tertib menuju keadilan, hukum memegang peranan sangat penting. Atas dasar itulah hampir tidak ada sebuah
Show more

21 Read more

LPSE Kabupaten Tuban SET DPRD   SK

LPSE Kabupaten Tuban SET DPRD SK

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah ;

2 Read more

 BAB III

BAB III

Dari Tabel 3.8 terlihat bahwa selama 3 tahun terakhir (2009-2011), sebagai tahun rujukan yang dijadikan bahan laporan keuangan pemerintah daerah, adanya kecenderungan penurunan SiLPA (Sisa Lebih Hasil Perhitungan Anggaran) pada setiap tahunnya. Merujuk pada ketentuan pasal 62 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah kondisi ini, sumber terjadinya SiLPA berasal dari pelampauan penerimaan PAD, pelampauan penerimaan dana perimbangan, pelampauan penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah, pelampauan penerimaan pembiayaan, penghematan belanja, kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan, dan sisa dana kegiatan lanjutan.
Show more

27 Read more

Memahami Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Memahami Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 Dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Pemberlakuan dua paket UU Otonomi Daerah, yakni UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah sebenarnya dapat dikatakan telah menggeser bentuk negara kesatuan ke arah bentuk negara yang bersifat kuasi federasi. Hal ini karena substansi kedua UU tersebut yang tidak lagi menempatkan hubungan antarlevel pemerintahan secara hirarkhis namun lebih ke arah hubungan kerja. Namun demikian, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dicermati dalam implementasi kedua UU ini, antara lain menyangkut belum tersedianya sejumlah peraturan pelaksananya; perubahan struktur dan fungsi lembaga-lembaga pemerintah daerah; dan pola hubungan internal dan eksternal pemerintah dengan masyarakat dan dunia usaha. Antisipasi terhadap permasalahan yang mungkin timbul sebagai akibat penerapan kedua UU ini akan membantu tercapainya visi demokratisasi dan pelayanan publik yang terkandung dalam kedua UU tersebut.
Show more

8 Read more

PENJELASAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004

PENJELASAN UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2004

a. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. Pemberian otonomi luas kepada daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat. Disamping itu melalui otonomi luas, daerah diharapkan mampu meningkatkan daya saing dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan serta potensi dan keanekaragaman daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Show more

70 Read more

Peran Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pembangunan Desa Tanjung Keranjang Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau

Peran Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pembangunan Desa Tanjung Keranjang Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau

Usaha untuk menggalakkan pembangunan desa yang dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup serta kondisi sosial masyarakat desa yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat desa yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat Indonesia, melibatkan tiga pihak, yaitu pemerintah, swasta dan warga desa. Dalam prakteknya peran dan prakarsa pemerintah masih dominan dalam perencanaan dan pelaksanaan maupun untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan teknis warga desa dalam pembangunan desa. Berbagai teori mengatakan, bahwa kesadaran dan partisipasi warga desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa. Sedangkan untuk menumbuhkan kesadaran warga desa akan pentingnya usaha – usaha pembangunan sebagai sarana untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan dalam meningkatan partisipasi warga desa dalam pembangunan banyak tergantung pada kemampuan pemimpin desa khususnya pimpinan atau Kepala Desa.
Show more

11 Read more

Perdes No 5 Th 2010 tentang RPJMDES

Perdes No 5 Th 2010 tentang RPJMDES

Selain Penyusunan Visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh Desa agar tercapainya visi desa tersebut. Visi berada di atas Misi. Pernyataan Visi kemudian dijabarkan ke dalam misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan Visi, Misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan pertimbangan potensi serta kebutuhan Desa Pandanlor, sebagaimana proses yang dilakukan maka misi Desa Pandanlor adalah :

20 Read more

Show all 10000 documents...