Top PDF Semen Ionomer Kaca Dan Resin Komposit Sebagai Bahan Restorasi Sandwich Untuk Kelas II Molar Desidui

Semen Ionomer Kaca Dan Resin Komposit Sebagai Bahan Restorasi Sandwich Untuk Kelas II Molar Desidui

Semen Ionomer Kaca Dan Resin Komposit Sebagai Bahan Restorasi Sandwich Untuk Kelas II Molar Desidui

Juliaman Purba: Semen Ionomer Kaca Dan Resin Komposit Sebagai Bahan Restorasi Sandwich Untuk Kelas II Molar Desidui, 2003... Juliaman Purba: Semen Ionomer Kaca Dan Resin Komposit Sebagai[r]

42 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA SELF ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA SELF ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID

Salah satu macam resin komposit adalah resin komposit nanohibrid yang merupakan gabungan dari komposit microfiller dan komposit nanofiller, rata-rata berukuran 0,2-3 µm. Komposit nanohibrid memiliki sifat fisik dan mekanis yang baik serta mudah dipoles (permukaannya halus) (Uskovic, 2010). Resin komposit tidak mampu berikatan secara kimiawi dengan jaringan keras gigi sehingga dapat menyebabkan marginal leakage, marginal stain, karies sekunder dan iritasi pulpa sehingga dibutuhkan suatu bahan adhesif (Philips, 1991). Terdapat berbagai macam bahan adhesif, salah satunya adalah resin semen dan semen ionomer kaca (Anusavice, 2004). Philips, (1991) mengatakan bahwa semen resin sebagai pelekat restorasi estetis merupakan komposit microfilled atau hibrid dengan kandungan utama resin Bis-GMA atau urethane dimethacrylate, dan filler silica atau glass dan semen ionomer kaca atau disebut dengan ASPA (Aluminate Silicate and Polyacrilic Acid), selain sebagai bahan restorasi, SIK dapat digunakan sebagai bahan perekat, bahan pengisi untuk restorasi gigi anterior dan posterior, pelapis kavitas, penutup pit dan fisur, bonding agent pada resin komposit, serta sebagai semen adhesif pada perawatan estetis (Anusavice, 2004). Ukuran partikel gelas SIK bervariasi, yaitu 50 µm sebagai bahan restorasi dan sekitar 20 µm sebagai bahan luting (Heymann dkk, 2002).
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Perbandingan Kekuatan Tarik Restorasi Sandwich Kelas V Antara Resin Komposit Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Dengan Menggunakan Sistem Adhesif Yang Berbeda

Perbandingan Kekuatan Tarik Restorasi Sandwich Kelas V Antara Resin Komposit Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Dengan Menggunakan Sistem Adhesif Yang Berbeda

Indi Rosi Siregar : Perbandingan Kekuatan Tarik Restorasi Sandwich Kelas V Antara Resin Komposit Dan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Dengan Menggunakan Sistem Adhesif Yang Berbeda, 2[r]

82 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEKUATAN GESER SELF ADHESIVE SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT MICROHYBRID

PERBEDAAN KEKUATAN GESER SELF ADHESIVE SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 PADA RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT MICROHYBRID

Gigi post-ekstraksi dibersihkan dahulu lalu dilakukan pembuatan sample, dengan melakukan preparasi berbentuk window menggunakan bur pada fasial gigi, lalu diberikan latex agar restorasi veneer mudah dilepas pakai pada sample.setelah pembuatan veneer indirek dengan bahan resin komposit microhybrid, sample dibersihkan dengan air bersih ditunggu hingga keadaan moist, lalu diberikan bahan bonding selama ±10detik dan disinari menggunakan light cure selama 20-40detik. Selanjutnya 12 sample dibentuk menjadi 2 kelompok, dengan masing-masing kelompok terdapat 6 sample. Pemberian bahan sementasi menggunakan bahan RelyX dan semen ionomer kaca tipe 1 pada masing-masing kelompok. Perlekatan dengan bahan sementasi selesai, veneer lalu dilekatkan pada permukaan fasial gigi yang telah dipreparasi dan sisa-sisa yang berlebih dihilangkan, kemudian dilakukan penyinaran kembali selama ±20-4-detik. Lakukan polishing agar restorasi terleihat lebih estetis.
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

PENGARUH PENUND AAN TAHAP PENUMPATAN DENGAN RESIN KOMPOSIT PADA TEKNIK SANDWICH TERHADAP KEKUATAN TARIK PELEKATAN SEMEN IONOMER KACA DAN RESIN KOMPOSIT

PENGARUH PENUND AAN TAHAP PENUMPATAN DENGAN RESIN KOMPOSIT PADA TEKNIK SANDWICH TERHADAP KEKUATAN TARIK PELEKATAN SEMEN IONOMER KACA DAN RESIN KOMPOSIT

Dewasa ini penggunaan resin komposit pada praktek kedokteran gigi semakin diminati. Hal ini oleh karena bahan ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya : kekuatan tarik dan kekuatan tekan yang relatif besar, modulus elastisitas tinggi, kekerasan dan ketahanan terhadap abrasi yang cukup tinggi, tidak mudah larut, dan memiliki warna yang sangat mirip dengan warna gigi asli. Adapun kelemahannya, apabila bahan ini langsung diaplikasikan diatas dentin, monomer bahan tersebut dapat meresap dalam tubulus dentinalis. Jika hal initerjadi, maka akan menjadi ancaman b^gi vitalitas jaringan pulpa. Oleh karena itu, sebelum ditumpat dengan resin komposit, digunakan semen ionomer kaca untuk memberikan perlindungan terhadap jaringan pulpa di bawahnya. Selanjutnya teknik ini disebut sebagai teknik sandwich. Menurut Mc Lean dan Wilson (1988) sandwich adalah restorasi yang menggunakan semen ionomer kaca tipe H dan
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 TERHADAP RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT MIKROHYBRID

PERBEDAAN KEKUATAN TARIK ANTARA ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 TERHADAP RESTORASI VENEER INDIREK RESIN KOMPOSIT MIKROHYBRID

besar dan diaduk dengan cepat selama 30-45 detik. Seperti untuk semua semen lain, sifat semen ionomer kaca tipe I sangat dipengaruhi oleh faktor manipulasi. Retensi penuangan dapat diperbaiki jika permukaan bagian bagian dalamnya dibersihkan. Seperti semen seng fosfat, ionomer kaca menjadi rapuh (mudah patah) begitu mengeras. Setelah mengeras, kelebihan semen dapat dibuang dengan mencungkil atau mematahkan semen menjauh dari tepi restorasi. Seperti polikarboksilat, kelebihan semen perlu dijaga agar tidak melekat kepermukaan gigi atau protesa. Semen ini sangat peka terhadap kontaminasi air selama pengerasan karena itu, tepi restorasi harus dilapisi untuk melindungi semen dari kontak yang telalu dini dengan cairan (Anusivace, 2004)
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEKUATAN GESER ANTARA SELF ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 TERHADAP RESTORASI INDIRECT VENEER RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID

PERBEDAAN KEKUATAN GESER ANTARA SELF ADHESIF SEMEN DAN SEMEN IONOMER KACA TIPE 1 TERHADAP RESTORASI INDIRECT VENEER RESIN KOMPOSIT NANOHYBRID

Backgroud : Indirect venneer is a laminate restoration that make in dental laboratory for correct tooth discoloration by improve the shape, size, and color of the tooth. Veneer divided into two type which made from percelain and composite resin. The composite resin veneer is common material for veneer because of the price is cheaper than porcelain while strong enough for usable. Nowadays, the materials type of composite resin that well know for fabricated the veneer is nanohybrid composite resin because it has good mechanical strength and good estheti for anterior teeth. Indirect veneer is one in two technique of veneering which can’t bond with tooth surfeace directly , so the veneer need to use cementation material adhere to the tooth. Self adhesive and glass ionomer cement type 1 is cementation materials which the most widely used for indirect veneer.. Aims : To study the differences of shear bond strength between self adhesive cement and glass ionomer cement type 1 to nanohybrid composite resin indirect veneer restoration.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Bahan Semen Ionomer Kaca Setelah Perendaman Dalam Obat Kumur Beralkohol Se 30, 60 dan 90 Detik

Kekasaran Permukaan Bahan Semen Ionomer Kaca Setelah Perendaman Dalam Obat Kumur Beralkohol Se 30, 60 dan 90 Detik

Namun, semen ionomer kaca memiliki beberapa kelemahan dibandingkan dengan amalgam dan bahan resin komposit seperti waktu kerja yang pendek, mudah patah (kekuatan rendah), daya tahan yang rendah terhadap pemakaian, rentan terhadap kontaminasi kelembaban atau dehidrasi selama tahap awal pengerasan. 3,4,6

4 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN KEBOCORAN MIKRO PADA RESTORASI RESIN KOMPOSIT MIKROFILLER DENGAN RESIN-MODIFIED GLASS IONOMER CEMENT (RMGIC) PADA KAVITAS KLAS V GIGI ANTERIOR

PERBANDINGAN KEBOCORAN MIKRO PADA RESTORASI RESIN KOMPOSIT MIKROFILLER DENGAN RESIN-MODIFIED GLASS IONOMER CEMENT (RMGIC) PADA KAVITAS KLAS V GIGI ANTERIOR

Resin-modified glass ionomer cement merupakan semen ionomer kaca yang mengandung resin sehingga dapat dipolimerisasi dengan aktivasi sinar. Komponen ini mampu meningkatkan estetik awal, meningkatkan sifat fisik (seperti tensile strength dan fracture toughness), reaksi pengerasan dilakukan dengan light curing serta mudah dalam penggunaannya. Namun Reaksi polimerimerisasi pada resin- modified glass ionomer cement menyebabkan terjadinya shrinkage selama proses setting berlangsung. Kandungan air dan carbocylix acid yang rendah juga menurunkan kemampuan semen untuk membasahi substrat gigi sehingga akan meningkatkan terjadinya kebocoran mikro. 8
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman isotonik berpotensi menyebabkan erosi gigi karena keasamannya, sehingga hal ini juga dapat merugikan sifat bahan restoratif yang ada di rongga mulut. 11 Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa minuman isotonik (sports drinks) mempengaruhi sifat fisik mekanik bahan restorasi seperti semen ionomer kaca, kompomer, dan resin komposit. 11,12 Minuman yang dikonsumsi tentunya akan berkontak dengan gigi dan rongga mulut. Pada asumsi bahwa waktu paparan sama dengan 10 menit dari minum, pengukuran satu hari sama dengan empat bulan, dan empat minggu sama dengan setahun. 13
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Degradasi Bahan Restorasi Resin Komposit

Degradasi Bahan Restorasi Resin Komposit

Degradasi resin komposit akibat proses kimiawi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain difusi molekul dan kecepatan molekul bereaksi, partikel makanan, dan cairan yang menghilangkan korosi dari permukaan polimer. Dengan kata lain, sifat difusi bahan resin komposit khususnya bahan matriks berperan pada proses degradasi kimiawi. Komposisi resin, derajat konversi, ikatan antara matriks dan partikel pengisi, serta jumlah pecahan partikel pengisi juga mempengaruhi degradasi kimiawi. Selain itu, proses degradasi secara kimiawi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan rongga mulut, seperti minuman, makanan, mikroorganisme, dan saliva. Komponen-komponen tersebut dapat mengubah kondisi difusi molekul dengan menyebabkan penggelembungan matriks resin sehingga dapat mengubah kecepatan degradasi. Sebagai contoh, minuman beralkohol dapat melunakkan bahan resin, enzim-enzim yang dihasilkan mikroorganisme dapat menyebabkan degradasi resin dan keton pada pasien penderita penyakit sistemik dapat melarutkan resin. Saliva juga dapat menyebabkan degradasi resin komposit (Freund dan Munksgaard, 1990; Munksgaard dan Freund, 1990; Larsend an Munksgaard, 1991; Larsen dkk., 1992). Saliva sebagai faktor yang berperan pada proses degradasi resin dipengaruhi oleh faktor komposisi dan viskositas saliva itu sendiri. Selain itu, enzim juga dapat menyebabkan degradasi resin komposit. Enzim yang terbentuk akibat efek sel
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Pada semen ionomer kaca modifikasi resin rasio bubuk dan cairan yaitu 1,6 g bubuk dan 1,0 g cairan. Bubuk harus diaduk sebelum dikeluarkan dan cairan diteteskan dalam arah vertikal. 1 Bubuk dan cairan semen ionomer kaca modifikasi resin dalam proporsi yang tepat diletakkan pada kertas pad atau glass slab. Bubuk dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama dicampur dengan cairan dan diaduk rata menggunakan spatula plastis, lalu sisa bahan tadi ditambahkan. Waktu pencampuran selama 30 detik untuk menghasilkan konsistensi yang untuk penyemenan. 3,18,19 Semen ionomer kaca modifikasi resin disinari dengan sinar tampak biru selama 30 detik sehingga mempercepat pengerasan semen. Semen ionomer kaca modifikasi resin dapat diaplikasikan pada gigi yang sudah bersih dan kering. Sebagian produk merokomendasikan penggunaan kondisioner untuk peningkatan ikatan pada dentin. HEMA merupakan allergen yang dapat berkontak sehingga dianjurkan harus
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

BAB 2 BAHAN RESTORASI RESIN KOMPOSIT

BAB 2 BAHAN RESTORASI RESIN KOMPOSIT

Resin komposit resisten terhadap perubahan warna yang disebabkan oleh oksidasi tetapi sensitive pada penodaan. Stabilitas warna resin komposit dipengaruhi oleh pencelupan berbagai noda seperti kopi, teh, jus anggur, arak dan minyak wijen. Perubahan warna bisa juga terjadi dengan oksidasi dan akibat dari penggantian air dalam polimer matriks. Untuk mencocokan dengan warna gigi, komposit kedokteran gigi harus memiliki warna visual (shading) dan translusensi yang dapat menyerupai struktur gigi. Translusensi atau opasitas dibuat untuk menyesuaikan dengan warna email dan dentin. 1,5
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Abstract Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Abstract Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Semen ionomer kaca modifikasi resin merupakan semen ionomer kaca konvensional yang dimodifikasi dengan menambahkan resin polimerisasi dikeraskan dengan penyinaran (light cure) sehingga mempercepat reaksi pengerasan asam-basa. Perubahan warna pada gigi yang ditambal biasanya diaplikasikan bahan pemutih. Bahan pemutih eksterna yang digunakan karbamid peroksida. Karbamid peroksida terurai menjadi urea, amonia, karbon dioksida dan hidrogen peroksida merupakan bahan aktif. Pemecahan produk dapat mempengaruhi bahan tambal, ionomer kaca dapat mengalami pelunakan karena terjadi erosi dan melepaskan kation logam dari permukaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat ada tidaknya perubahan kekerasan permukaan semen ionomer kaca modifikasi resin setelah berkontak dengan gel karbamid peroksida 16%. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan semen ionomer kaca modifikasi resin berbentuk tablet
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Cover Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Cover Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

4. Seluruh staf pengajar dan pegawai di Departemen Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara atas kesediaanya menerima penulis untuk menyelesaikan skripsi di Departemen Ilmu Material dan Teknologi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Perubahan Kekerasan Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin Setelah Aplikasi Bahan Pemutih Karbamid Peroksida 16%

Semen ionomer kaca telah digunakan secara luas dibidang kedokteran gigi. Sejak diperkenalkan oleh Wilson dan Kent pada tahun 1971. Ionomer kaca adalah nama generik dari sekelompok bahan yang menggunakan bubuk kaca silika dan larutan asam poliakrilat. Bahan ini mendapatkan namanya dari formulanya yaitu suatu bubuk kaca dan asam ionomer yang mengandung gugus karboksil. Semen ionomer kaca disebut juga semen polialkenoat. Perusahaan mencoba memberbaiki sifat-sifat dari semen ionomer kaca konvensional dengan memadukan resin sehingga bahan ini dikenal sebagai semen ionomer kaca modifikasi resin. Semen ionomer kaca modifikasi resin merupakan semen ionomer konvensional dimodifikasi dengan menambahkan gugus fungsional resin polimerisasi yang dikeraskan dengan sinar tampak biru. 1
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

LAMPIRAN 1: ALUR PENELITIAN Sampel semen ionomer kaca berbentuk tablet berdiameter 10 mm dengan tebal 3 mm N=30 Pengukuran kekasaran permukaan awal Kelompok 1: n=10 Sampel direndam [r]

9 Baca lebih lajut

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Kekasaran Permukaan Bahan Restorasi Semen Ionomer Kaca Tipe II Setelah Direndam dalam Minuman Isotonik

Semen ionomer kaca merupakan nama umum dari suatu bahan yang berdasarkan pada reaksi dari bubuk silikat kaca dan asam poliakrilat. Semen ionomer kaca diperkenalkan pertama kali oleh Wilson dan Kent pada tahun 1971. Polikarboksilat telah dikembangkan beberapa tahun sebelumnya dan menjadi semen dental pertama yang melekat secara adhesi ke struktur gigi. Semen ionomer kaca dengan cepat memperoleh popularitas sebagai luting semen tetapi tidak dapat digunakan sebagai restorasi karena daya larut tinggi, sifat mekanik rendah dan estetis yang kurang baik. Setelah itu, ditemukan pengganti zinc oxide dari polikarboksilat dengan ion kaca yang larut yang mirip dengan bahan yang digunakan pada semen silikat sebelumnya, sedikit larut dan lebih translusen. 1-2
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...