Top PDF Seri pendidikan orang tua: bermain bersama anak usia dini

Seri pendidikan orang tua: bermain bersama anak usia dini

Seri pendidikan orang tua: bermain bersama anak usia dini

Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi dan karakter setiap individu. Orang tua memegang peran penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orang tua dalam mendidik akan sangat bergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimilikinya. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyediakan sumber belajar bagi orang tua dalam bentuk buku seri pendidikan orang tua.

32 Baca lebih lajut

PERAN ORANG TUA DALAM KEGIATAN BERMAIN DALAM PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (5-6 TAHUN)

PERAN ORANG TUA DALAM KEGIATAN BERMAIN DALAM PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (5-6 TAHUN)

Anak memiliki suatu ciri khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak saat konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Hal inilah yang membedakan anak dari orang dewasa. Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya jumlah dan besarnya sel diseluruh bagian tubuh yang secara kuantitatif dapat diukur. Perkembangan (development) adalah bertambah sempurnanya fungsi alat tubuh yang dapat dicapai melalui kematangan dan belajar (Hidayat, 2005). Perkembangan anak terjadi mulai dari aspek sosial, emosional, dan intelektual yang berkembang pesat saat anak memasuki usia prasekolah (3-6 tahun) dan bisa disebut dengan golden age. Masa prasekolah adalah masa dimana kognitif anak mulai menunjukkan perkembangan dan anak telah mempersiapkan diri untuk memasuki sekolah (Hidayat, 2005). Pengalaman belajar yang diperlukan usia prasekolah diantaranya mengenal warna, mengerti kata sifat, mengenal huruf dan angka, berhitung sederhana, mengerti perintah sederhana, dan mengenal bentuk suatu objek (Utami, 2009). Kemampuan lain seperti mengelompokkan, mengamati, menganggap, dan membayangkan hal-hal yang lebih abstrak juga berkembang. Kemampuan tersebut seharusnya sudah dapat dicapai oleh anak prasekolah. Stimulasi merupakan hal yang penting dalam tumbuh kembang anak. Anak yang mendapat stimulasi terarah dan teratur akan lebih cepat berkembang (Soetjiningsih, 1996). Menstimulasi anak usia prasekolah dapat dilakukan dengan bermain. Bermain secara tidak langsung akan membuat anak mengembangkan kemampuan fisik – motorik, sosial – emosional, dan kognisinya (Davida, 2004).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG BERMAIN AIR PADA ANAK USIA TODDLER

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG BERMAIN AIR PADA ANAK USIA TODDLER

Sedangkan untuk menilai tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air digunakan kuesioner gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air pada anak usia toddler. Kuesioner tentang tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air pada anak usia toddler berisikan 18 item pernyataan dengan Alternatif jawabannya ada dua yaitu “ya” dan “tidak”. Untuk pelihan jawaban ”ya” mendapat skor 1, sedangkan untuk jawaban “tidak” mendapat skor 0. Hasil nilai rata-rata validitas 0,47031-0,6835 terlihat bahwa nilai r hitung lebih besar dibandingkan r tabel 0,444. Hal ini menunjukkan bahwa 18 pernyataan untuk mengukur variabel tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air pada anak usia toddler dapat dinyatakan valid. Kemudian untuk nilai reliabilitas diperoleh nilai koefisien reliabilitas untuk tingkat pengetahuan orang tua tentang bermain air sebesar 0,85878, ini menunjukkan pernyataan reliabel dan bernilai baik karena nilai koefisien reliabilitas lebih dari konstanta (0,6).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BERMAIN ANAK BERDASARKAN GENDER:(Studi Fenomenologi pada Orang Tua yang Memiliki Anak Usia di bawah Enam Tahun di Kecamatan Cicalengka).

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP PERILAKU BERMAIN ANAK BERDASARKAN GENDER:(Studi Fenomenologi pada Orang Tua yang Memiliki Anak Usia di bawah Enam Tahun di Kecamatan Cicalengka).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya setiap anak mendapatkan kesempatan dan kebebasan melakukan berbagai kegiatan bermain tanpa adanya pengelompokkan kegiatan bermain yang diberi label khusus untuk gender tertentu. Berkaitan dengan hal tersebut, orang tua sebagai lingkungan terdekat anak dalam hal ini memegang peranan yang penting dalam kegiatan bermain dan perkembangan anak khususnya perkembangan gender. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi fenomenologi. Penentuan subjek dalam penelitian ini dilakukan secara purposive, subjek penelitian berjumlah empat orang yang terdiri dari dua pasangan orang tua yang memiliki anak laki-laki maupun perempuan dengan usia di bawah enam tahun. Penelitian ini mencoba mendapatkan berbagai pemahaman orang tua secara mendalam tentang perilaku bermain anak berdasarkan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman tentang kegiatan bermain berdasarkan gender, orang tua memahami konstruksi anak laki-laki dan perempuan dengan peran gender laki-laki dan perempuan yang berlaku di masyarakat. Hal ini yang kemudian menjadikan orang tua memberi label bahwa kegiatan bermain memiliki kekhususan bagi gender tertentu saja. Orang tua merasa khawatir bahwa kegiatan bermain yang tidak sesuai dengan gender yang dipahami orang tua akan memberikan dampak terhadap perilaku anak di masa mendatang. Rekomendasi dari penelitian ini ditujukkan bagi orang tua serta bagi setiap orang yang berkepentingan dengan anak usia dini untuk memberikan kesempatan kepada anak melakukan berbagai kegiatan bermain lintas gender sekalipun. Hal ini karena setiap anak berhak mendapat kesempatan kegiatan bermain yang bervariatif untuk menambah pengetahuan serta kaya dengan pengalaman.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP AKTIVITAS BERMAIN ANAK USIA DINI : Penelitian Fenomenologi pada Orang Tua Anak Usia Dini.

PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP AKTIVITAS BERMAIN ANAK USIA DINI : Penelitian Fenomenologi pada Orang Tua Anak Usia Dini.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman orang tua mengenai konsep bermain anak usia dini, peran orang tua dalah aktivitas bermain anak, serta tantangan yang dialami orang tua dalam aktivitas bermain anak. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data serta Grounded Theory sebagai teknik analisis data. Subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang ibu yang memiliki anak usia dini. Hasil penelitian ini menunjukkan mengenai pemahaman orang tua terhadap konsep bermain anak usia dini sudah cukup baik dimana orang tua sudah mengetahui mengenai urgensi bermain, faktor bermain, dan jenis bermain. Orang tua sudah berperan aktif dalam aktivitas bermain anak dimana oranng tua berperan sebagai manager, fasilitator, teman bermain, serta observer. Tantangan yang dialami dalam aktivitas bermain anak adalah sebagai orang tua bekerja dan perkembangan teknologi. Adapun rekomendasi dalam penelitian ini adalah orang tua diharapkan dapat lebih meningkatkan perannya dalam aktivitas bermain anak serta lebih bijaksana dalam menyikapi perkembangan teknologi. Serta pihak sekolah diharapkan dapat lebih mengembangkan pendekatan bermain sebagai kegiatan pembelajaran utama.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Buku Seri Pendidikan Orang Tua untuk Anak Usia PAUD, SD, SMP, SMA, SMK Internet Aman

Buku Seri Pendidikan Orang Tua untuk Anak Usia PAUD, SD, SMP, SMA, SMK Internet Aman

Dalam masa ini, anak mulai mencari informasi dan kehidupan sosial di luar keluarga mereka. Inilah saatnya dimana faktor pertemanan dan kelompok bermain memiliki pengaruh yang signiikan terhadap kehidupan seorang anak. Pada usia ini pulalah anak mulai meminta kebebasan lebih banyak dari orang tua. Anak memang harus didorong untuk melakukan eksplorasi sendiri.

52 Baca lebih lajut

Bermain Bagi AUD. dan Alat Permainan yang Sesuai Usia Anak SERI BACAAN ORANG TUA

Bermain Bagi AUD. dan Alat Permainan yang Sesuai Usia Anak SERI BACAAN ORANG TUA

Anak usia dua tahun mulai mengalami perkembangan da- lam gerakan kasar dan halus, juga mulai bisa mengontrol gerakan tubuh, sehingga anak bangga dengan keberhasilan dalam kegiatan fisik mereka. Karena kemampuan bahasa mulai berkembang, anak juga mulai menggunakan bahasa. Beberapa contoh kegiatan bermainnya ialah bermain palang (terbuat dari besi atau kayu) sejajar untuk bergelantungan; naik-turun tangga; bermain gerobak untuk ditarik; perosotan; bermain di terowongan untuk merangkak; bermainan den- gan benda yang dapat dikendarai; bermain kepingan gambar (puzzle) sederhana dengan potongan besar; manik-manik untuk dironce; tanah liat, pasir, adonan sagu/terigu (penting untuk mempertajam indra, bukan untuk menghasilkan suatu bentuk); dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Hubungan antara Orang Tua dan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

Hubungan antara Orang Tua dan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini

PAUD adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak 0-6 tahun, fenomena maraknya (PAUD) yang kian hari kian meningkat pertumbuhannya membuat Pendidikan Anak Usia Dini menerapkan biaya yang sangat mahal, di samping maraknya Pendidikan PAUD yang mahal ada salah satu PAUD yang di selenggarakan gratis yaitu TAPAS (Taman Pendidikan Anak Sholeh) yang ada Di Kota Mojokerto, Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, .DEXSDWHQ 0RMRNHUWR 0HODOXL PHWRGH ³Dgama dan bermain merupakan metode EHODMDU \DQJ WHUEDLN EDJL DQDN´. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pertukaran antara orangtua dengan lembaga TAPAS. Blau mengutarakan bahwa interaksi sosial yang dilakukan selalu didasarkan pada reward intrinsik dan reward ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. lokasi penelitian yaitu di Desa Gedeg, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Subyek dalam penelitian ini adalah ustadzah, wali Santri, pengurus dan donatur yang terdapat TAPAS, data diperoleh melalui participant observert, in-depth
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

SERI BACAAN ORANG TUA

SERI BACAAN ORANG TUA

Anak usia dini belajar dengan caranya sendiri. Bermain merupakan cara belajar yang sangat penting dan utama. Bermain dianggap penting karena anak akan belajar dengan perasaan senang, aktif, tidak terpaksa dan merdeka. Nantinya guru akan memasukkan unsur-unsur pembelajaran dalam kegiatan bermain, sehingga anak tidak sadar telah belajar berbagai hal. Misalnya, ketika anak diajak menyanyikan lagu yang menyebutkan semua anggota tubuh, anak juga belajar tentang anggota tubuhnya (kepala, pundak, lutut, kaki, dan sebagainya).
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling)  Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling).

PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling) Peran Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Studi Kasus Pada Keluarga Muslim Pelaksana Homeschooling).

Homeschooling merupakan sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah sebagai sekolah alternatif dengan cara menempatkan anak-anak sebagai subjek yang menggunakan pendekatan at home. Pengajar atau guru dari program homeschooling biasanya dilakukan oleh orang tua atau orang lain yang ditunjuk sebagai gurunya. Pada pelaksanaan homeschooling, anak dan orang tua yang akan menentukan isi materi pelajaran mereka. Waktu pelaksanaan homeschooling sendiri cenderung fleksibel, berbeda dengan sekolah pada umumnya. Homeschooling dapat dilaksanakan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga pada anak usia dini, orang tua dapat memberikan materi pembelajaran pada saat anak bermain, makan, dan segala aktivitas anak (Rivero, 2008).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG  PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA  Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/2

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/2

Taman Kanak-Kanak merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang diselenggarakan pada jalur formal yang menyediakan program pendidikan dini bagi anak usia empat sampai memasuki pendidikan dasar. TK juga merupakan pendidikan yang menyediakan kegiatan yang tidak hanya sekedar bermain dan belajar saja, melainkan penanaman nilai, sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari- hari. Pada masa itu, anak menjadi sensitif untuk menerima berbagai upaya perkembangan seluruh potensi yang dimilikinya. Pada masa itu pula terjadi pematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang dimiki oleh lingkungan sehingga dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial emosional, disiplin, kemandirian, moral dan nilai-nilai agama. Keberadaan TK sangat penting, karena TK merupakan tempat bagi anak untuk bermain dan belajar serta menyesuaikan diri dengan beberapa hal sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PenelitianDeskriptifPada Orang TuaMurid TK Chaerunnisa KomplekPuteracoDesaJagabayaKecamatanCimaungKabupaten Bandung).

PERSEPSI ORANG TUA TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PenelitianDeskriptifPada Orang TuaMurid TK Chaerunnisa KomplekPuteracoDesaJagabayaKecamatanCimaungKabupaten Bandung).

Fenomena ini juga terjadi pada sekolah TK Chaerunnisa, yang sebagian besar persepsi orang tua mengenai pendidikan anak usia dini mengarah terhadap pendidikan yang mencapai hasil sesuai dengan harapan orang tua, seperti halnya bisa menulis, berhitung dan membaca tanpa melihat waktu kematangan dan kemampuan anak tersebut. Selain itu Santrock&Yussen (Solehuddin:1997) menyebutkan pula bahwa banyak program-program pendidikan anak usia dini sekarang yang cenderung terlalu menekankan pada segi-segi penguasaan pengetahuan yang bersifat akademik. Sedangkan pola pembelajaran pada pendidikan anak usia dini disesuaikan dengan jenjang usia yang mengarah terhadap kepekaan anak supaya bisa menerima berbagai macam pengetahuan untuk merespon terhadap perkembangan fisik dan psikis melalui belajar sambil bermain (Depdiknas:2004).
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

SERI BACAAN ORANG TUA

SERI BACAAN ORANG TUA

Pada jam-jam senggang, ibu-bapak dapat bermain peran bersama anak. Gunakan peralatan main yang ada di rumah, atau buatan orangtua bersama anak, akan menambah per- mainan menjadi lebih seru dan semangat. Misal, seorang anak berkata bahwa ia ingin menjadi dokter. Kita dapat men- gajak anak untuk bermain dokter-dokteran. Tetangga atau adik diundang main bersama, termasuk ibu dan ayah ikut ber- main seolah-olah sedang memeriksakan anaknya yang sakit ke dokter. Diskusikan dengan anak peran-peran apa yang dibutuhkan, dan siapa yang akan memerankannya.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

SERI BACAAN ORANG TUA

SERI BACAAN ORANG TUA

Seiring dengan bertambahnya usia, kebutuhan tidur seseorang semakin berkurang. Jika sewaktu bayi, sebagian besar waktu anak dihabiskan dengan tidur, maka sekarang tidak lagi. Malah, setelah usia 3 tahun, kebanyakan anak tidak lagi tidur siang. Adanya perubahan kebutuhan tidur ini disebabkan anak telah “berubah” menjadi sosok yang sangat aktif. Ini terjadi karena anak tengah mengembangkan seluruh kemampuan yang ada di dalam dirinya, termasuk memuaskan rasa ingin tahunya yang besar.

30 Baca lebih lajut

Seri pendidikan orang tua : mendampingi anak menghadapi bahaya pornografi - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Seri pendidikan orang tua : mendampingi anak menghadapi bahaya pornografi - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi dan karakter setiap individu. Orang tua memegang peran penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orang tua dalam mendidik akan sangat bergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimiliki oleh orang tua. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyediakan sumber belajar bagi orang tua dalam bentuk buku seri pendidikan orang tua.

32 Baca lebih lajut

Seri pendidikan orang tua : ayo, bantu anak hindari perundungan - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Seri pendidikan orang tua : ayo, bantu anak hindari perundungan - Repositori Institusi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Keluarga merupakan pendidik pertama dan utama bagi pembentukan pribadi dan karakter s etiap individu. Orang tua memegang peran penting dan strategis dalam mengantarkan pendidikan bagi putra-putrinya. Keberhasilan orang tua dalam mendidik akan sangat tergantung pada kecakapan dan pola asuh yang dimilikinya. Oleh karena itu, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menyediakan sumber belajar bagi orang tua dalam bentuk buku seri pendidikan orang tua.

40 Baca lebih lajut

Gaya Pengasuhan Orang Tua pada Anak usia Dini

Gaya Pengasuhan Orang Tua pada Anak usia Dini

Wiyani (2016) menyatakan bahwa 50% kecerdasan manusia terjadi ketika usia 4 tahun, lalu 80% telah terjadi ketika berusia 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi 100% ketika anak berusia 8-18 tahun. Anak-anak pada masa usia ini memerlukan berbagai macam layanan dan bantuan orang dewasa, dari kebutuhan jasmani dan rohani, dimana bentuk layanan tersebut diarahkan untuk dapat memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan sebagai pondasi awal anak dalam melanjutkan proses hidup dan kehidupannya. Layanan dan bantuan awal yang pertama diterima oleh anak berasal dari lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama anak dalam memperoleh pendidikan. Keluarga terdiri dari seorang ayah, ibu, kakak, adik, dan lain-lain. Orang tua yaitu ayah dan ibu memiliki tanggung jawab dalam memperhatikan kebutuhan anak seperti pendidikan, kesehatan dan kasih sayang serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Harapan Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini

Harapan Orang Tua dalam Mendidik Anak Usia Dini

tantangan yang sulit dalam mengasuh dan mendidik anak karena orangtua tidak hanya menghadapi tantangan yang timbul seiring dengan perkembangan anak dalam setiap siklus kehidupannya (Carter & McGoldrick dalam Craig,1986), tapi juga harus berjuang menghadapi kondisi politik, sosial dan ekonomi yang berpotensi besar melemahkan kemampuan mereka untuk memberikan dukungan yang tepat untuk anak-anak (Evans, Judith L, 2006). Para orangtua, khususnya orangtua yang memiliki anak usia dini memiliki banyak cara untuk mengoptimalkan peran pengasuhan mereka, salah satunya adalah dengan melibatkan asisten rumah tangga, baby sitter, ataupun dengan keluarga mereka yang lain. Akibatnya, hal ini juga mempengaruhi peran serta orangtua dalam pendidikan anak di dalam lembaga pendidikan pun menjadi berkurang meskipun banyak dari mereka yang mengetahui bahwa pendidikan anak usia dini yang pertama dan utama terletak pada orangtua.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA  Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/20

PENGARUH JENJANG PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP PERSEPSI TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI DESA Pengaruh Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi Tentang Pendidikan Anak Usia Dini Di Desa Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Tahun 2013/20

16. Hasil Analisis Korelasi Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi tentang Pendidikan TK di TK Aisyiyah I Gemolong ……………………. 7 6 17. Hasil Analisis Korelasi Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi tentang Pendidikan TK di TK Bhayangkari Gemolong …………………. 7 7 18. Hasil Analisis Korelasi Jenjang Pendidikan Orang Tua Terhadap Persepsi tentang Pendidikan TK di TK Anggrek Gemolong ……………………… 78

15 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects