Top PDF Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan

Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket  kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan

Sifat fisik, kimia, dan morfologik kulit jaket kambing tersamak menggunakan krom hasil recovery air limbah penyamakan

Bahan penyamak jenis senyawa krom digu- nakan untuk penyamakan kulit yang di kelom- pokkan sebagai penyamakan mineral. Kandungan krom dalam limbah yang keluar dari drum penya- makan kulit relatif tinggi yang diindikasikan oleh warna limbah yang gelap. Selain mencemari ling- kungan, senyawa krom merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3), maka krom juga menggangu pengolahan limbah cair khususnya pada pengola- han limbah cair sistem biologi (Fuck et al., 2011; Hyder, 2013; Bestawy et al., 2013). Senyawa kromium (Cr) dalam limbah cair industri penya- makan kulit berasal dari unit penyamakan kulit, yang menggunakan senyawa krom sulfat antara dengan konsentrasi 60-70%. Krom sulfat tersebut tidak seluruhnya dapat diserap oleh kulit saat pe- nyamakan berlangsung dengan demikian sisanya dikeluarkan dalam bentuk limbah cair (Harmami
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Sifat Fisik dan Kimia Pupuk dari Limbah Kulit Ubi Kayu (Manihot utillissima) dengan Aktivator Tricholant

Sifat Fisik dan Kimia Pupuk dari Limbah Kulit Ubi Kayu (Manihot utillissima) dengan Aktivator Tricholant

Limbah atau sampah adalah hasil pembuangan dari suatu proses produksi baik skala kecil maupun besar. Karena bau dan dampak negatifnya terhadap kesehatan, itu telah menjadi masalah besar di masyarakat. Salah satu masalah adalah limbah ubi kayu. Dengan banyak limbah ubi kayu yang tidak terpakai, terutama daerah penjualan gorengan di sekitar kota Samarinda. Solusi yang baik adalah membuat pupuk dari limbah ubi kayu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati sifat fisik pupuk (warna, bau, bentuk dan suhu) dan sifat kimia atau untuk menganalisis kandungan nutrisi pupuk dari limbah ubi kayu menggunakan aktivator tricholant dan kotoran ayam. Berdasarkan sifat fisik pupuk limbah ubi kayu (Manihot
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Sifat Fisik dan Sifat Kimia

Sifat Fisik dan Sifat Kimia

b. Kelarutan alkohol dalam air makin rendah bila rantai hidrokarbonnya makin panjang. c. Makin tinggi berat molekul alkohol, makin tinggi pula titik didih dan viskositasnya. d. Alkohol yang mengandung atom karbon lebih dari 12 berupa zat padat yang tidak berwarna.

5 Baca lebih lajut

sifat fisik dan kimia

sifat fisik dan kimia

Physical properties Concentration Density Molarity pH Viscosity Specific heat.[r]

2 Baca lebih lajut

Penyamakan Kulit Ikan Tuna (Thunnus sp.) dengan Kombinasi Penyamak Krom dan Nabati

Penyamakan Kulit Ikan Tuna (Thunnus sp.) dengan Kombinasi Penyamak Krom dan Nabati

Penyamakan kulit merupakan cara untuk mengubah kulit mentah yang bersifat labil (mudah rusak oleh pengaruh fisik, kimia dan biologis) menjadi kulit yang stabil terhadap pengaruh tersebut. Penyamakan kombinasi adalah penyamakan dengan dua atau lebih bahan penyamak, dengan tujuan saling melengkapi karena setiap bahan penyamak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Penyamakan dengan krom memiliki beberapa kelebihan diantaranya kulit yang dihasilkan bersifat lemas, tahan terhadap panas tinggi, dan kuat tarik tinggi. Penggunaan bahan penyamak nabati dalam penyamakan kulit akan memengaruhi sifat-sifat fisik, yakni kuat tarik, kuat sobek, maupun sifat-sifat fisik lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan pengaruh jenis dan konsentrasi bahan penyamak nabati terhadap sifat fisik dan organoleptik kulit ikan tuna pada penyamakan kombinasi kulit ikan tuna, menentukan jenis bahan dan konsentrasi penyamak nabati yang terbaik untuk penyamakan kulit ikan tuna, menentukan sifat-sifat kulit tuna yang dihasilkan, dan menghitung nilai tambah kulit ikan tuna hasil samak kombinasi. Bahan penyamak yang digunakan adalah krom dengan konsentrasi sebesar 8% dan bahan penyamak nabati (mimosa, gambir, dan quebracho) dengan konsentrasi masing-masing (10%, 15%, dan 20%). Respon yang diamati pada penelitian ini adalah peningkatan ketebalan, suhu kerut, kuat tarik, kuat sobek, perpanjangan putus dan sifat-sifat organoleptik kulit yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa jenis bahan penyamak nabati berpengaruh nyata terhadap semua variabel sifat fisik, yaitu ketebalan, suhu kerut, kuat sobek, kuat tarik, dan perpanjangan putus. Konsentrasi berpengaruh nyata terhadap suhu kerut, dan kuat sobek. Pemilihan perlakuan terbaik yaitu gambir dengan konsentrasi 20% yang dikombinasikan dengan krom 8% menghasilkan kulit dengan mutu terbaik, peningkatan ketebalan kulit, kuat sobek 84.77 N/mm, kuat tarik 22.68 N/mm 2 , dan perpanjangan putus 57.38%. Uji organoleptik menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan kulit samak dengan menggunakan gambir lebih terlihat menarik dan alami, serta lebih halus, sehingga pada pengaplikasiannya dapat digunakan sebagai alas sofa maupun jaket.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

KAJIAN FITOREMEDIASI KROMIUM DALAM LIMBAH PENYAMAKAN KULIT

KAJIAN FITOREMEDIASI KROMIUM DALAM LIMBAH PENYAMAKAN KULIT

Kepedulian para peneliti tentang ancaman ekologi yang disebabkan oleh logam berat menghasilkan banyak penelitian terkait remediasi. Akan tetapi, metode yang telah dilakukan untuk memulihkan lingkungan dari logam berat cenderung berbiaya tinggi, sehingga tidak memberikan hasil yang optimal (Tangahu et al., 2011), dan tidak mudah untuk dilakukan. Remediasi logam berat yang mengkontaminasi tanah secara tradisional dilakukan dengan penggalian dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir yang hanya memindahkan masalah dari satu tempat ke tempat lain, mahal, dan menghasilkan residu yang membutuhkan perlakuan lebih lanjut (Tangahu et al., 2011).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

I.  PENDAHULUAN  AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

I. PENDAHULUAN AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

Keprihatinan dengan banyaknya pencemaran oleh logam berat krom (Cr), maka dilakukan usaha penelitian untuk mengetahui seberapa besar tanaman bayam duri dalam menyerap krom (Cr). Bayam (Amaranthus sp) mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan tumbuh, dapat di tanam di dataran rendah sampai dataran tinggi. Sampai batas tertentu, bayam dapat mengatasi berbagai jenis penyakit dalam. Bayam mengandung senyawa antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas. Senyawa tersebut berupa flavonoid kuersetin berperan sebagai radical scavenger terhadap radikal bebas hidroksil (Setiowati,2004).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Efktivitas Pengolahan Limbah Cair Penyamakan Kulit Terhadap Kadar BOD, COD, DO, pH, Sulfida, dan Krom dengan Metode Deep Aeration

Efktivitas Pengolahan Limbah Cair Penyamakan Kulit Terhadap Kadar BOD, COD, DO, pH, Sulfida, dan Krom dengan Metode Deep Aeration

Grafik diatas menunjukkan perubahan kadar DO sebelum dan sesudah pengolahan menggunakan metode deep aeration. Kadar DO pada waktu 0 jam atau sebelum pengolahan, didapatkan hasil sebesar 0,48 mg/L yang tidak memenuhi angka batas minimum dari baku mutu yang ditetapkan. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air untuk parameter DO yang mengacu pada kriteria mutu air berdasarkan kelas III adalah sebesar 3 mg/L sebagai angka batas minimumnya. Perlakuan aerasi pada waktu selama 12 jam dengan laju aerasi 180 L/h menunjukkan bahwa parameter DO memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Semakin lama waktu tinggal pengolahan limbah, maka suplai oksigen ke dalam air limbah akan meningkat dan mikroba akan lebih sering kontak dengan udara. Peningkatan jumlah oksigen yang tersedia pada air limbah akan membuat jumlah mikroba semakin berkembang sehingga lapisan biofilm menjadi lebih banyak dan kadar polutan pada limbah akan mengalami penurunan (Ahmad, 2004).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KABUPATEN MAGETAN

EVALUASI KINERJA INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT KABUPATEN MAGETAN

Penyamakan kulit menggunakan air dalam jumlah yang relatif banyak dan beberapa jenis bahan kimia, sehingga usaha ini akan menghasilkan air limbah yang mengandung berbagai polutan organik dari bahan baku dan polutan kimia dari bahan pembantu proses. Limbah buangan industri penyamakan kulit rata-rata 8000 ppm total padatan, 1000 ppm protein, 300 ppm NaCl , 1600 ppm total kesadahan, 1000 ppm sulfida, 40 ppm kromium, 60 ppm nitrogen, dan 1000 ppm BOD. Limbah tersebut mempunyai pH antara 11 – 12 dan secara normal menghasilkan 5% - 10% konsentrasi lumpur (sludge) karena kandungan kapur dan natrium sulfida (Cabeza et al., 1998). Oleh karena itu, industri penyamakan kulit harus dilengkapi dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan tujuan mengolah air limbah industrinya sendiri menjadi air yang sesuai dengan baku mutu dan kegunaannya.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

SKRIPSI  AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

SKRIPSI AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

Pujian syukur yang sebesar- besarnya kepada Tuhan Yesus, karena hanya oleh Berkat Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan mengambil Judul “ Akumulasi Logam Berat Krom (Cr) Oleh Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) di Sekitar Pembuangan Limbah Pabrik Penyamakan Kulit “ dapat selesai tepa tpada waktunya.

12 Baca lebih lajut

SKRIPSI. AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

SKRIPSI. AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

Pujian syukur yang sebesar- besarnya kepada Tuhan Yesus, karena hanya oleh Berkat Karunia-Nya saya dapat menyelesaikan penyusunan skripsi ini dengan mengambil Judul “ Akumulasi Logam Berat Krom (Cr) Oleh Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) di Sekitar Pembuangan Limbah Pabrik Penyamakan Kulit“ dapat selesai tepa tpada waktunya.

12 Baca lebih lajut

Solidifikasi Limbah Industri Penyamakan Kulit dengan Semen Portland

Solidifikasi Limbah Industri Penyamakan Kulit dengan Semen Portland

Solidifikasi Limbah Industri Penyamakan Kulit dengan Semen Portland sebagai Upaya Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Solidification of leather tanning industry wastes used Portland ce[r]

1 Baca lebih lajut

SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK YOGURT DRINK SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS

SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK YOGURT DRINK SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo dan Laboratorium Uji Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Materi Penelitian yang digunakan adalah susu kambing dari Ds. Tlogoguwo dan kulit manggis dari Ds Somongari Kec.Kaligesing Kab. Purworejo. Susu kambing dengan kualitas fisik yang masih segar, warna putih kekuningan dan memiliki aroma khas kambing. Kulit manggis yang digunakan adalah kulit bagian dalam yang berwarna coklat. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian yogurt drink ekstrak kulit manggis ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama perbedaan level ekstrak kulit manggis (0%, 3% dan 6% v/v), dan faktor kedua yaitu masa simpan yogurt (0, 1, dan 2 minggu) dengan 3 kali ulangan.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

V. KESIMPULAN DAN SARAN  AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

V. KESIMPULAN DAN SARAN AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

E-mail : info@btkljogja.or.id Website : www.btkljogja.or.id ................................................................................................................................................ FR/IX.3/12/Rev.4 LAPORAN HASIL UJI Hal. 1 dari 2 hal K/ /2010

18 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

II. TINJAUAN PUSTAKA AKUMULASI LOGAM BERAT KROM (Cr) OLEH BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L.) DI SEKITAR PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK PENYAMAKAN KULIT.

Distribusi krom pada tumbuhan mempunyai karakter yang stabil dan tidak tergantung pada konsentrasinya dalam tanah. Bagian tumbuhan yang mengakumulasi krom paling besar yaitu pada akar, sedangkan pada organ vegetatif dan reproduksi jumlahnya jauh lebih sedikit. Alasan mengapa akar mampu mengakumulasi krom paling tinggi, karena krom disimpan dalam vakuola sel-sel akar, sehingga mengurangi toksisitas, dan ini merupakan respon alami tumbuhan terhadap zat toksik (Marthini, 2005).

10 Baca lebih lajut

DAMPAK KROM PADA LIMBAH BUANGAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT DI SUNGAI GAJAH WONG TERHADAP MORTALITAS DAN MORFOLOGI SISIK DAN INSANG IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus).

DAMPAK KROM PADA LIMBAH BUANGAN INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT DI SUNGAI GAJAH WONG TERHADAP MORTALITAS DAN MORFOLOGI SISIK DAN INSANG IKAN NILA HITAM (Oreochromis niloticus).

Cuaca memiliki peranan penting dalam penambahan atau pengurangan debit air sungai, yang berarti juga adanya penganceran atau pengeringan zat – zat terlarut yang ada dalam air sungai. Berdasar data yang diambil dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sepanjang penelitian yang dimulai pada bulan September hingga Oktober, hujan mulai turun pada kisaran bulan Oktober minggu ke – 2. Hal ini sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan, dimana di daerah sekitar Bantul (Daerah Sungai Gajah Wong) hujan mulai turun pada tanggal 16 Oktober 2013.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects