Top PDF Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida (GIG) telah dapat diperoleh dari reaksi galaktomanan kolang-kaling(GKK) dengan glutaraldehida pada pH 2. Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan ekstraksi galaktomanan dari kolang- kaling menggunakan air suling diperolehkadarnya 4,427%. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang glutaraldehida dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1150-1085 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-O-C asimetrik, serta terjadinya perubahan absorbansi gugus hidroksil yang semakin kecil jika jumlah Glutaraldehida semakin besar.Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscpic) galaktomanan ikat silang glutaraldehida menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan. Pada galaktomanan kolang-kaling bentuk permukaan halus, sedangkan bentuk permukaan galaktomanan ikat silang glutaraldehida kasar dan bergelombang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,20-0,82 mm. Hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang glutaraldehida yang diperoleh, yaitu semakin banyak glutaraldehida, maka indeks swelling semakin kecil, dari nilai indeks swelling ini kemungkinan Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Berdasarkan hal tersebut diatas peneliti tertarik untuk melakukan sintesis dan karakterisasi film galaktomanan ikat silang glutaraldehida melalui kondensasidari galaktomanan kolang-kaling (Arenga pinnata) dengan glutaraldehida sebagai pengikat silang. Galaktomanan ikat silang glutaraldehidayang telah terbentuk akan dianalisis dengan spektrofotometer FTIR, SEM (Scanning Electron Microscopic), DTA(Differential Thermal Analysis)dan juga diuji kemampuan mengembang (swelling)serta ketebalan rata-rata film galaktomanan ikat silang glutaraldehida.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Tarigan, J. dan Kaban, J., 2011, Karakterisasi Ekstrak Kolang-Kaling (Arenga Pinnata). Medan : Laboratorium Kimia Organik Departemen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dalam Evitriwulan. 2012., Analisis Komponen Senyawa Kimia Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) Dan Sifat Antimikroba Apabila Diinkorporasi Pada Film Galaktomanan, Skripsi Departemen Kimia. FMIPA, USU, Medan.

5 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida (GIG) telah dapat diperoleh dari reaksi galaktomanan kolang-kaling(GKK) dengan glutaraldehida pada pH 2. Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan ekstraksi galaktomanan dari kolang- kaling menggunakan air suling diperolehkadarnya 4,427%. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang glutaraldehida dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1150-1085 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-O-C asimetrik, serta terjadinya perubahan absorbansi gugus hidroksil yang semakin kecil jika jumlah Glutaraldehida semakin besar.Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscpic) galaktomanan ikat silang glutaraldehida menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan. Pada galaktomanan kolang-kaling bentuk permukaan halus, sedangkan bentuk permukaan galaktomanan ikat silang glutaraldehida kasar dan bergelombang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,20-0,82 mm. Hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang glutaraldehida yang diperoleh, yaitu semakin banyak glutaraldehida, maka indeks swelling semakin kecil, dari nilai indeks swelling ini kemungkinan Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

74 Sampel Berat Awal gram Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Berat Awal dan Akhir Film didalam Pengukuran Indeks Swelling dalam Media pH 1,2 Larutan HCL 0,1M SGF Sampel Berat Awal gram.[r]

18 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Gambar 2.1 pohon aren Gambar 2.2 kolang-kaling Buah aren yang masih muda besifat keras dan melekat sangat erat pada untaian buah, sedangkan buah yang sudah masak daging buahnya agak lunak. Daging buah aren yang masih muda mengandung lendir yang sangat gatal jika mengenai kulit karena lendir tersebut menganduk asam oksalat. Buah yang setengah masak dapat dibuat kolang-kaling.Kolang- kaling merupakan endosperm biji buah aren yang berumur setengah masak setelah melalui proses pengolahan. Setelah diolah menjadi kolang- kaling, maka benda ini akan menjadi lunak, kenyal, dan berwarna putih agak bening (Sunanto, 1993).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Sintesis dan Karakterisasi Film Galaktomanan Ikat Silang Glutaraldehida Melalui Reaksi Kondensasi dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida (GIG) telah dapat diperoleh dari reaksi galaktomanan kolang-kaling(GKK) dengan glutaraldehida pada pH 2. Dalam penelitian ini terlebih dahulu dilakukan ekstraksi galaktomanan dari kolang- kaling menggunakan air suling diperolehkadarnya 4,427%. Analisis gugus fungsi galaktomanan ikat silang glutaraldehida dengan spektrofotometer FT-IR menghasilkan pita serapan pada daerah bilangan gelombang 1150-1085 cm -1 yang menunjukkan adanya gugus fungsi C-O-C asimetrik, serta terjadinya perubahan absorbansi gugus hidroksil yang semakin kecil jika jumlah Glutaraldehida semakin besar.Hasil analisis SEM (Scanning Electron Microscpic) galaktomanan ikat silang glutaraldehida menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan. Pada galaktomanan kolang-kaling bentuk permukaan halus, sedangkan bentuk permukaan galaktomanan ikat silang glutaraldehida kasar dan bergelombang. Hasil pengukuran ketebalan menghasilkan tebal film 0,20-0,82 mm. Hasil pengukuran derajat swelling galaktomanan ikat silang glutaraldehida yang diperoleh, yaitu semakin banyak glutaraldehida, maka indeks swelling semakin kecil, dari nilai indeks swelling ini kemungkinan Galaktomanan kolang-kaling ikat silang glutaraldehida dapat diaplikasikan sebagai matriks pembawa obat.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SINTESIS GALAKTOMANAN IKAT SILANG FOSFAT DARI GALAKTOMANAN KOLANG-KALING (Arenga pinnata) DENGAN TRINATRIUM TRIMETAFOSFAT SKRIPSI HOTNIDA NOVALIA

SINTESIS GALAKTOMANAN IKAT SILANG FOSFAT DARI GALAKTOMANAN KOLANG-KALING (Arenga pinnata) DENGAN TRINATRIUM TRIMETAFOSFAT SKRIPSI HOTNIDA NOVALIA

Modification of galactomannan of sugar palm fruit (GKK) by the process of crosslinked can be used as a drug carrier matrix. Phosphate crosslinked galactomannan can be used as a drug carrier matrix. Extraction of galactomannan from 700 grams sugar palm fruit used ethanol that resulted 9.9013 grams (1,4%). The crosslinked of galactomannan with Trisodium Trimetaphosphate has done by two methods, crosslinked without heating process and crosslinked with the heating process in the temperature of 50 o C. The analysis of functional groups phosphate crosslinked galactomannan with the spectrophotometer of FT-IR which appeared the absorption band in wave number 1280-1260 cm -1 which shows the group of P = O aliphatic that supported by an absorption band in wave number 1050-950 cm -1 which shows the group of P-O-C asymmetric. The result of SEM (Scanning electron Microscopic) appeared that morphology of surface have showed that phosphate crosslinked galactomanan was rough and perforated. The measurement of thickness appeared that thick of film have obtained was 0.05-0.22 mm. The test results of tensile strength was 0,268-9,714 MPa, percentage of elongation was 0,751 - 14,35 %, the measurement degree of swelling phosphate crosslinked galactomanan in NaCl 0,9% was smaller than the degree of swelling phosphate crosslinked galactomannan without heating process in water, and the degree of swelling was larger than phosphate crosslinked galactomannan with the heating process.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Glutaraldehida juga telah digunakan secara luas untuk proses ikat silang polimer yang mengandung gugus hidroksil. Telah diketahui bahwa dengan peningkatan konsentrasi glutaraldehida maka terjadi peningkatan densitas hasil ikat silang dan penurunan kemampuan mengembang pada larutan penyangga. Jika jumlah glutaraldehida yang digunakan untuk reaksi ikat silang makin tinggi maka efisiensi ikat silang rendah. Glutaraldehida merupakan pengikat silang yang bersifat racun, tetapi sifat racun itu dapat direduksi secara signfikan setelah proses ikat silang (Kabir et al,1998).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat  Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling  (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Ikat silang (crosslink) merupakan suatu ikatan yang menghubungkan satu rantai polimer dengan rantai polimer lainnya, dapat berupa interaksi kovalen maupun interaksi non kovalen dan dapat meningkatkan massa molekul polimer. Hidrogel terikat-silang secara kovalen disebut gel kimia sedangkan secara non kovalen disebut gel fisik (Hennik et al., 2002). Cara pembentukan ikat silang secara fisik yaitu dengan interaksi hidrofobik, interaksi muatan, atau dengan pembentukan ikatan hidrogen. Metode ikat silang kimia meliputi polimerisasi radikal, reaksi kimia dari gugus komplementer, energi tinggi irradiasi dan menggunakan enzim. Pada ikat silang kimia, dibutuhkan agen pengikat silang yang mungkin dapat bereaksi dengan zat-zat lainnya (Berg et al., 2010).
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Tarigan, J., 2012, Karakterisasi Edible Film yang Bersifat Antioksidan dan Antimikroba dari Galaktomanan Biji Aren (Arenga pinnata) yang Diinkoporasi dengan Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) , FMIPA, USU, Medan.

4 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Glutaraldehida juga telah digunakan secara luas untuk proses ikat silang polimer yang mengandung gugus hidroksil. Telah diketahui bahwa dengan peningkatan konsentrasi glutaraldehida maka terjadi peningkatan densitas hasil ikat silang dan penurunan kemampuan mengembang pada larutan penyangga. Jika jumlah glutaraldehida yang digunakan untuk reaksi ikat silang makin tinggi maka efisiensi ikat silang rendah. Glutaraldehida (Gambar 2.9) merupakan pengikat silang (Gambar 2.10) yang bersifat racun, tetapi sifat racun itu dapat direduksi secara signfikan setelah proses ikat silang (Kabir et al. , 1998).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pembuatan Film Hidrogel Galaktomanan Ikat Silang Borat dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dengan Asam Borat (H3BO3)

Pezron et al. , 1988, telah meneliti interaksi-interaksi yang terjadi pada pembentukan gel reversible yang dipengaruhi oleh ion pengompleks borat dengan galaktomanan guaran . Kesavan dan Prud'homme, 1992, telah meneliti pembuatan hidrogel asam borat dan pengaruh dari reaksi ikat silang antara gum dengan senyawa borat. Selain itu, Burruano et al. , 2002, meneliti sintesis guar gum ikat silang borat yang mengandung senyawa mucin dalam konsentrasi sama dengan lendir serviks sebagai pengganti lendir serviks (lendir leher rahim) segar.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Sintesis Galaktomanan Ikat Silang Fosfat Dari Galaktomanan Kolang-Kaling (Arenga pinnata) dan Trinatrium Trimetafosfat

Modification of galactomannan of sugar palm fruit (GKK) by the process of crosslinked can be used as a drug carrier matrix. Phosphate crosslinked galactomannan can be used as a drug carrier matrix. Extraction of galactomannan from 700 grams sugar palm fruit used ethanol that resulted 9.9013 grams (1,4%). The crosslinked of galactomannan with Trisodium Trimetaphosphate has done by two methods, crosslinked without heating process and crosslinked with the heating process in the temperature of 50 o C. The analysis of functional groups phosphate crosslinked galactomannan with the spectrophotometer of FT-IR which appeared the absorption band in wave number 1280-1260 cm -1 which shows the group of P = O aliphatic that supported by an absorption band in wave number 1050-950 cm -1 which shows the group of P-O-C asymmetric. The result of SEM (Scanning electron Microscopic) appeared that morphology of surface have showed that phosphate crosslinked galactomanan was rough and perforated. The measurement of thickness appeared that thick of film have obtained was 0.05-0.22 mm. The test results of tensile strength was 0,268-9,714 MPa, percentage of elongation was 0,751 - 14,35 %, the measurement degree of swelling phosphate crosslinked galactomanan in NaCl 0,9% was smaller than the degree of swelling phosphate crosslinked galactomannan without heating process in water, and the degree of swelling was larger than phosphate crosslinked galactomannan with the heating process.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Peneliti sebelumnya telah menggunakan beberapa matriks sebagai pembawa pembawa tokoferol antara lain calsium alginat (Yoo et al., 2006), calsium pektinat (Song et al.,2009),oktenil suksinat anhidrida (Hategekimana,2015), xantan (Anca et al.,2009). Namun demikian galaktomanan ikat silang fosfat belum digunakan sebagai matriks pembawa vitamin E.Dorli, 2015 telah melakukan penelitian tentang variasi perbandingan antara galaktomanan : trinatrium trimetafosfat dimana pada perbandingan 1:2 dan 1:3 diperoleh nilai viskositas yang tinggi. Semakin tinggi viskositas daripada metriks maka kemampuan film untuk mentrap vitamin E akan semakin baik. Oesrima, 2015 telah melakukan penelitian tentang inkorporasi vitamin E dengan menggunakan perbandingan antara galaktomanan
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

Pembuatan Dan Penentuan Nilai CMC Asetil Galaktomanan Yang Diperoleh Melalui Asetilasi Galaktomanan Hasil Isolasi Dari Kolang-Kaling (Arenga pinnata)

terbentuk. Anhidrida etanoat mendidih pada suhu 140°C. Titik didih cukup tinggi karena memiliki molekul polar yang cukup besar sehingga memiliki gaya dispersi Van der Waals sekaligus gaya tarik dipol-dipol. Akan tetapi, anhidrida etanoat tidak membentuk ikatan hidrogen. Ini berarti bahwa titik didihnya tidak sama tingginya dengan titik didih asam karboksilat yang berukuran sama. Sebagai contoh, asam pentanoat (asam yang paling mirip besarnya dengan anhidrida etanoat) mendidih pada suhu 186°C. Reaksi-reaksi ini (reaksi asil klorida dan reaksi anhidrida asam) melibatkan komponen alkohol dan fenol, atau amonia dan amina. Semua komponen ini mengandung unsur yang sangat elektronegatif dengan sebuah pasangan elektron bebas yang aktif baik oksigen maupun nitrogen.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Telah dilakukan penelitian tentang inkorporasi vitamin E 50% dan 70% pada matriks galaktomananikat silang fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vitamin E yang terperangkap kedalam matriks galaktomanan kolang-kaling yang diikat silang dengantri natrium trimeta fosfat. Pembuatan galaktomananikat silang fospat dilakukan dengan mereaksikan galaktomanan kolang-kaling (GKK) denganTrinatriumtrimetafosfatdenganperbandingan 1:2 dan 1:3 (b/b) diadukselama 2 jam dalamsuhukamarpada pH 12. PembuatanGalaktomananIkatSilangFosfat vitamin E (GIFVE) dilakukandenganmenambahkan vitamin E denganvariasi berat 0.05 gram; 0.1 gram; dan 0.15 gram pada matriks GIF dengan perbandingan GKK:TMF = 1:2 serta 1:3. Kadar vitamin E yang terperangkap diperoleh dari hasil perhitungan jumlah vitamin E yang ditambahkan, dikurang vitamin E hasil pencucian film GIFVE. Hasil analisa FT-IR menunjukkan telah terbentuknya ikat silang fosfat ditandai dengan adanya perbedaan puncak gugus OH dari yang melebar dan tajam pada galaktomanan menjadi lemah. Demikian juga setelah penambahan vitamin E pada GIF muncul puncak pada bilangan gelombang 1652 cm -1 merupakan vibrasi streaching C=C dan puncak tajam pada bilangan gelombang 1120 cm -1 dan 1270 cm -1 merupakan vibrasi bending C-O. Hasil SEM menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan dari yang berongga pada GIF menjadi halus pada GIFVE. Hasilspektrofotometer UV-Vis menunjukkanbahwa vitamin E yang terikatbaikpadamatriks GIF adalah vitamin E 70% denganberat 0,05 gram padaperbandingan TMF : GKK 1:2 yaitusebesar96.5597% dan data HPLC menunjukkanbahwa GIFVE 70% denganberat 0.05 gram memiliki sedikit kandungan vitamin E yang terlepassaatpencucian.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan penyertaanNya penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “inkorporasi vitamin e 50% dan 70% pada matriks galaktomananikat silang fosfat”. Dalam penyelesaian skripsi ini penulis senantiasa berterimakasih kepada:

10 Baca lebih lajut

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Inkorporasi Vitamin E 50% dan 70% Padamatriks Galaktomanan Kolang-Kaling Ikat Silang Fosfat

Telah dilakukan penelitian tentang inkorporasi vitamin E 50% dan 70% pada matriks galaktomananikat silang fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vitamin E yang terperangkap kedalam matriks galaktomanan kolang-kaling yang diikat silang dengantri natrium trimeta fosfat. Pembuatan galaktomananikat silang fospat dilakukan dengan mereaksikan galaktomanan kolang-kaling (GKK) denganTrinatriumtrimetafosfatdenganperbandingan 1:2 dan 1:3 (b/b) diadukselama 2 jam dalamsuhukamarpada pH 12. PembuatanGalaktomananIkatSilangFosfat vitamin E (GIFVE) dilakukandenganmenambahkan vitamin E denganvariasi berat 0.05 gram; 0.1 gram; dan 0.15 gram pada matriks GIF dengan perbandingan GKK:TMF = 1:2 serta 1:3. Kadar vitamin E yang terperangkap diperoleh dari hasil perhitungan jumlah vitamin E yang ditambahkan, dikurang vitamin E hasil pencucian film GIFVE. Hasil analisa FT-IR menunjukkan telah terbentuknya ikat silang fosfat ditandai dengan adanya perbedaan puncak gugus OH dari yang melebar dan tajam pada galaktomanan menjadi lemah. Demikian juga setelah penambahan vitamin E pada GIF muncul puncak pada bilangan gelombang 1652 cm -1 merupakan vibrasi streaching C=C dan puncak tajam pada bilangan gelombang 1120 cm -1 dan 1270 cm -1 merupakan vibrasi bending C-O. Hasil SEM menunjukkan telah terjadi perubahan morfologi permukaan dari yang berongga pada GIF menjadi halus pada GIFVE. Hasilspektrofotometer UV-Vis menunjukkanbahwa vitamin E yang terikatbaikpadamatriks GIF adalah vitamin E 70% denganberat 0,05 gram padaperbandingan TMF : GKK 1:2 yaitusebesar96.5597% dan data HPLC menunjukkanbahwa GIFVE 70% denganberat 0.05 gram memiliki sedikit kandungan vitamin E yang terlepassaatpencucian.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...