Top PDF Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Silika dapat diperoleh dari berbagai bahan baku seperti pasir kuarsa, granit, dan fledsfar namun mineral ini memiliki kadar logam pengotor yang besar sehingga sangat sulit untuk memperoleh silika murni. Silika dengan tingkat kemurnian tinggi dapat diperoleh dari abu sekam padi yang tingkat kemurniaannya sebesar 88 - 90%. Komponen lain berupa senyawa organik dari sekam padi dapat dipisahkan dengan cara kalsinasi (Luh, 1991). Sekam padi merupakan salah satu buangan pertanian yang mencapai 120 juta ton per tahun (FAO, 2013) yang tidak dapat digunakan secara langsung karena memiliki nilai gizi yang rendah, kasar dan kandungan abu tinggi. (Houston, 1972).
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi mesopori silika dari sekam padi dengan metode kalsinasi dengan variasi suhu 800 o C, 850 o C dan 900 o C sehingga diperoleh abu sekam padi. Selanjutnya dimurnikan dengan asam klorida untuk memperoleh silika dengan kadar minimum dari mineral lain. Silika yang diperoleh dari sekam padi diekstraksi dengan natrium hidroksida diikuti dengan pengendapan kembali menggunakan asam klorida untuk memperoleh silika mesopori dan luas permukan yang besar. Data FT-IR yang diperoleh cukup baik karena memiliki kemiripan dengan silika komersial. Difraktogram XRD juga menunjukkan adanya puncak melebar pada daerah 22,7 o menunjukkan bahwa silika berbentuk amorf. Hasil adsorpsi desorpsi nitrogen isotherm silika memperlihatkan adsorbsi isotherm Tipe IV yang merupakan karekteristik material mesopori dan diperoleh distribusi ukuran pori antara 5 sampai 17 nm serta volume dan luas permukaan silika berdasarkan perhitungan BJH masing-masing 0,817 cm 3 g -1 dan 243,165 m 2 g -1
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Telah dilakukan penelitian mengenai sintesis dan karakterisasi mesopori silika dari sekam padi dengan metode kalsinasi dengan variasi suhu 800 o C, 850 o C dan 900 o C sehingga diperoleh abu sekam padi. Selanjutnya dimurnikan dengan asam klorida untuk memperoleh silika dengan kadar minimum dari mineral lain. Silika yang diperoleh dari sekam padi diekstraksi dengan natrium hidroksida diikuti dengan pengendapan kembali menggunakan asam klorida untuk memperoleh silika mesopori dan luas permukan yang besar. Data FT-IR yang diperoleh cukup baik karena memiliki kemiripan dengan silika komersial. Difraktogram XRD juga menunjukkan adanya puncak melebar pada daerah 22,7 o menunjukkan bahwa silika berbentuk amorf. Hasil adsorpsi desorpsi nitrogen isotherm silika memperlihatkan adsorbsi isotherm Tipe IV yang merupakan karekteristik material mesopori dan diperoleh distribusi ukuran pori antara 5 sampai 17 nm serta volume dan luas permukaan silika berdasarkan perhitungan BJH masing-masing 0,817 cm 3 g -1 dan 243,165 m 2 g -1
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Metode BET tidak tepat untuk perhitungan mikropori, karena ketika metode ini diterapkan pada adsorben mikro maka akan terjadi penyerapan pada tekanan yang relatif rendah sehingga memungkinkan volume monolayer yang dihitung lebih dari satu lapisan terserap. Jika nilai ini diubah menjadi luas permukaan BET maka nilai yang dihasilkan akan lebih besar dari nilai yang sebenarnya. Meskipun metode BET tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya, namum metode ini yang lebih umum digunakan untuk analisa isotherm adsorbsi. Ini disebabkan metode BET relatif sederhana dan dianggap memberikan kapasitas adsorpsi yang baik dari adsorben yang digunakan (Kanellopoulos, N. 2011).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

RICE HUSK ASH AS AN ALTERNATE SOURCE FOR ACTIVE SILICA PRODUCTION.. PHYSICAL CHEMISTRY WITH APPLICATION TO THE LIFE SCIENCES.[r]

3 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Sintesis dan Karakterisasi Mesopori Silika dari Sekam Padi Dengan Metode Kalsinasi

Proses sintesis silika mesopori telah dilakukan menggunakan natrium silikat dari abu tanaman tebu dengan menggunakan polietilen glikol. Sehingga dihasilkan ruang pada silika setelah dilakukan kalsinasi pada suhu 600 o C yang berukuran mesopori (Rahman, N. A., 2015)

4 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

Sintesis dan Karakterisasi Titania Silika Berbasis Titanium Butoksida dan Silika Sekam Padi dengan Metode Sol Gel

seperti pengolahan karet, textil kertas, dan elektronik. Semakin berkembangnya teknologi, aplikasi silika juga makin dikembangkan pada skala nanometer. Dengan ukuran yang sedemikian kecil, maka makin banyak kegunaan yang diperoleh, seperti pada industri pengolahan ban, cat, kosmetik, elektronik, dan keramik, digunakan juga sebagai agen penguat (Saowaroj et al, 2001), silika dalam fasa kaca sebagai penyimpan hidrogen (Seyed et al, 2011), untuk menurunkan BOD (biochemical oxygen demand) yaitu kebutuhan oksigen biologis (Andres et al, 2009) dan COD (chemical oxygen demand) yaitu kebutuhan oksigen kimiawi (Piyawan et al, 2009) serta limbah cair (Adam et al, 2011).
Baca lebih lanjut

53 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI ADSORBEN RHODAMIN B

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI ADSORBEN RHODAMIN B

Karakterisasi menggunakan SEM-EDS dilakukan melalui adsorpsi isotermis gas oleh padatan sampel. Jumlah molekul gas yang diadsorpsi pada permukaan luar padatan sampel sangat sedikit dibandingkan dengan yang diadsoprsi oleh porinya. prinsip kerja Scanning Electron Microscope, dengan cara mengalirkan arus pada kawat filamen tersebut dan perlakuan pemanasan, sehingga dihasilkan elektron. Elektron tersebut dikumpulkan dengan tegangan tinggi dan berkas elektron difokuskan dengan sederetan lensa elektromagnetik. Ketika berkas elektron mengenai target, informasi dikumpulkan melalui tabung sinar katoda (CRT) yang mengatur intensitasnya.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Pengaruh Suhu Kalsinasi (450 oC, 550 oC, dan 650 oC) terhadap Struktur dan Luas Permukaan Spesifik Zeolit Berbasis Silika Sekam Padi

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap struktur kristal dan luas permukaan spesifik zeolit berbasis silika sekam padi. Silika diperoleh dari sekam padi menggunakan teknik ekstraksi alkalis. Sementara, sintesis zeolit menggunakan metode sol gel dari sol silika dan sol sodium aluminat. Variasi suhu kalsinasi yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu 450 o C, 550 o C, dan 650 o C dengan waktu tahan selama 3 jam. Karakterisasi sampel menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan Surface Area Analyzer (SAA) dengan metode Brunaur, Emmet, Teller (BET). Hasil XRD menunjukkan bahwa zeolit telah terbentuk pada suhu 450 o C dengan munculnya fasa gmelinite, dan terbentuk fasa lainnya yaitu bohmite, aluminum oxide gamma, dan silicon oxide hydrate yang merupakan senyawa alumina dan silika sebagai kerangka dasar penyusun zeolit. Sementara, pada suhu 550 o C dan 650 o C hilangnya fasa bohmite dan fasa yang terbentuk yaitu aluminum oxide gamma, silicon oxide hydrate, dan gmelinite. Nilai luas permukaan yang diperoleh seiring kenaikan suhu kalsinasi, yaitu 216,21 m 2 /g, 159,46 m 2 /g, dan 149,94 m 2 /g. Semakin tinggi suhu kalsinasi maka ukuran kristalit semakin meningkat, sehingga menyebabkan luas permukaan spesifik menurun.
Baca lebih lanjut

55 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI ADSORBEN RHODAMIN B

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI ADSORBEN RHODAMIN B

Karakterisasi menggunakan SEM-EDS dilakukan melalui adsorpsi isotermis gas oleh padatan sampel. Jumlah molekul gas yang diadsorpsi pada permukaan luar padatan sampel sangat sedikit dibandingkan dengan yang diadsoprsi oleh porinya. prinsip kerja Scanning Electron Microscope, dengan cara mengalirkan arus pada kawat filamen tersebut dan perlakuan pemanasan, sehingga dihasilkan elektron. Elektron tersebut dikumpulkan dengan tegangan tinggi dan berkas elektron difokuskan dengan sederetan lensa elektromagnetik. Ketika berkas elektron mengenai target, informasi dikumpulkan melalui tabung sinar katoda (CRT) yang mengatur intensitasnya.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI KATALIS TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI KATALIS TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA

Suka dkk. (2008) berhasil mengkarakterisasi sekam padi Provinsi Lampung dengan metode ekstraksi. Mula-mula sekam padi dipreparasi, sekam padi direndam dalam air panas selama 2 jam dan dicuci berulang-ulang dengan air panas untuk menghilangkan pengotor organiknya. Kemudian, sekam padi yang telah bersih direndam ke dalam KOH 5% selama 60 menit. Filtrat yang diperoleh diasamkan dengan HCl hingga pH mencapai 7,0. Karakterisasi dengan FTIR, muncul puncak Si-OH, dan Si-O-Si yang menunjukkan adanya gugus fungsi siloksan, yang mengindikasikan bahwa silika sekam padi merupakan silika reaktif. Sifat reaktif silika ini juga didukung hasil karakterisasi menggunakan XRD, yang menunjukkan bahwa silika adalah amorf dengan fase kristobalit. Karakterisasi dengan EDX menunjukkan unsur unsur yang terkandung, meliputi O, Na, Mg, Al, Si, K dan Ca. Hasil yang di dapatkan, sekam padi yang
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

SEBAGAI TEMPLATE TERHADAP PEMBENTUKAN SILIKA NANOPARTIKEL MESOPORI DARI SEKAM PADI

Pada penelitian (Le, et al., 2007) ini melakukan sintesis nanopartikel silika dari sekam padi Vietnam dengan metode sol- gel. Sekam padi digunakan sebagai prekursor silika karena abu sekam padi (rice husk ash/RHA) merupakan salah satu sumber penghasil silika yang kandungannya mencapai 90% sampai 98% silika. Selain itum juga silika pada abu sekam padi ini dapat dihasilkan dalam fasa amorfus dan memiliki luas permukaan yang cukup tinggi. Metode sol-gel dipilih karena metode ini nerupakan metode yang cukup sering digunakan. Metode ini terdiri dari dua reaksi, yakni hidrolisi dan kondensasi. Di dalam menghasilkan silika dari sekam padi, dilakukan beberapa tahapan eksperimen, mulai dari perlakuan awal dari sekam padi menjadi abu sekam padi, persiapan pembuatan larutan Sodium silicate, dan sintesis silika nanopartikel. Setil trimetil amonium bromida (CTABr) merupakan salah satu surfaktan yang digunakan sebagai template. Selain itu, juga digunakan Setil amin (CA), Setil amonium klorida (CAC), Arkopal, Polietilen glikol (PEG), Aliquat 336, Alkil dimetil benzil amonium klorida (ADBAC), dan Setilpiridinium bromida (CPB). Konsentrasi template yang digunakan sebesar 2 wt.% yang dilarutkan di dalam air atau butanol sebagai pelarut. Kemudian, untuk CTABr juga digunakan konsentrasi 0,5, 1, 1,5, 2, 2,5, dan 3 wt.% yang dilarutkan di dalam air atau butanol.
Baca lebih lanjut

150 Baca lebih lajut

PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT MgO-SiO2 BERBASIS SILIKA SEKAM PADI

memiliki derajat keasamaan antara 7 sampai 10,8. Memiliki struktur kristal amorf berwarna putih dengan struktur internal berpori dan permukaan aktiv yang sangat besar dan sangat ideal digunakan sebagai adsorben, anti-statis agen aliran, anti- caking agen, pendukung katalis, pegotor, dan pengisi penguat. Sintesis komposit magnesium silikat sendiri mulai dibuat pada tahun 1994 (Anonim A, 2012). Beberapa literatur lain untuk mendatkan magnesium silikat dapat dengan metode hidrotermal (Goluber, 2005), kondensasi fase gas ke solid state (Brucato, 2005), ablasi laser (Fabian, 2000) yang menggunakan panas bumi pada proses pengeringan dari air laut yang didasarkan pada penggunaan zeolit (Strack, 1987).
Baca lebih lanjut

61 Baca lebih lajut

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI KATALIS TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA

SINTESIS ZEOLIT BERBASIS SILIKA SEKAM PADI DENGAN METODE ELEKTROKIMIA SEBAGAI KATALIS TRANSESTERIFIKASI MINYAK KELAPA

Suka dkk. (2008) berhasil mengkarakterisasi sekam padi Provinsi Lampung dengan metode ekstraksi. Mula-mula sekam padi dipreparasi, sekam padi direndam dalam air panas selama 2 jam dan dicuci berulang-ulang dengan air panas untuk menghilangkan pengotor organiknya. Kemudian, sekam padi yang telah bersih direndam ke dalam KOH 5% selama 60 menit. Filtrat yang diperoleh diasamkan dengan HCl hingga pH mencapai 7,0. Karakterisasi dengan FTIR, muncul puncak Si-OH, dan Si-O-Si yang menunjukkan adanya gugus fungsi siloksan, yang mengindikasikan bahwa silika sekam padi merupakan silika reaktif. Sifat reaktif silika ini juga didukung hasil karakterisasi menggunakan XRD, yang menunjukkan bahwa silika adalah amorf dengan fase kristobalit. Karakterisasi dengan EDX menunjukkan unsur unsur yang terkandung, meliputi O, Na, Mg, Al, Si, K dan Ca. Hasil yang di dapatkan, sekam padi yang
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Sintesis dan Karakterisasi Silika Mesopori Dari Limbah Kaca Bening

Beberapa penelitian tentang silika telah banyak dilakukan, diantaranya (Madrid, dkk 2012) telah melakukan penelitian mengenai karakterisasi silika dari limbah sekam padi dengan menggunakan kalsinasi pada suhu 540 0 C selama 2 jam sehingga diperoleh penurunan kontaminan mencapai 90% dan silika yang diperoleh dari sekam padi bersifat amorf.

4 Baca lebih lajut

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisasi Mesopori Berbasis Silika Hasil Karakterisasi mesopori dengan XRD

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakterisasi Mesopori Berbasis Silika Hasil Karakterisasi mesopori dengan XRD

permukaan yang sangat besar dibandingkan dengan material pori konvensional menyebabkan mesopori memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mengabsorpsi dan berinteraksi dengan atom, ion, ataupun molekul pada permukaan luarnya (Vadia and Sadhara 2011). Potensi yang dimiliki mesopori inilah menjadi dasar pada penelitian ini mesopori digunakan dalam pengembangan metode isolasi senyawa kuersetin pada teh hitam.

7 Baca lebih lajut

Sintesis Dan Karakterisasi Zeolitic Imidazolate Framework-8 Pada Pendukung Silika Mesopori - ITS Repository

Sintesis Dan Karakterisasi Zeolitic Imidazolate Framework-8 Pada Pendukung Silika Mesopori - ITS Repository

Material ZIF-8 yang diteliti oleh He dkk. (2013), memiliki luas permukaan yang besar. Ukuran pori berdasarkan adsorpsi- desorpsi nitrogen menunjukkan grafik tipe 1 yang merupakan material mikropori. Menurut Kondo dkk. (2012), penambahan Al- MCM-41 mampu membentuk pori bimodal. Pori bimodal merupakan pori yang terbentuk dari material mikropori dan mesopori. ZIF-8 yang bersifat mikropori akan tumbuh dipermukaan Al-MCM-41 yang bersifat mesopori, sehingga diharapkan dapat menambah luas permukaan ZIF-8. ZIF-8 mempunyai kestabilan termal sekitar 250 – 400 °C (Nguyen dkk., 2012), sedangkan Al-MCM-41 mempunyai kestabilan termal lebih tinggi, yaitu mencapai 750 °C (Ortiz dkk., 2012). Penambahan Al- MCM-41 menyebabkan terjadinya interaksi secara Van der Walls antara ZIF-8 dengan permukaan Al-MCM-41, sehingga diharapkan mampu menambah kestabilan termal ZIF-8. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan sintesis ZIF-8 dan ZIF- 8/Al-MCM-41 dengan variasi massa Al-MCM-41 dalam pelarut N’N-dimetil formamida.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

Sintesis Dan Karakterisasi Membran Silika Dari Sekam Padi Untuk Filtrasi Ion Logam Ca2+ Dan Mg2+ dalam Air Sadah.

Sintesis Dan Karakterisasi Membran Silika Dari Sekam Padi Untuk Filtrasi Ion Logam Ca2+ Dan Mg2+ dalam Air Sadah.

Pirastuti, Intan. 2012. Sintesis Dan Karakterisasi Membran Silika Dari Sekam Padi Untuk Filtrasi Ion Logam Ca 2+ Dan Mg 2+ dalam Air Sadah. Tugas Akhir II, Jurusan Kimia, Program Studi Kimia, Fakultas Metematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: F. Widhi Mahatmanti, S.Si, M.Si., Pembimbing II: Drs. Warlan Sugiyo, M.Si.

1 Baca lebih lajut

SINTESIS UiO-66 PADA PENDUKUNG SILIKA MESOPORI - ITS Repository

SINTESIS UiO-66 PADA PENDUKUNG SILIKA MESOPORI - ITS Repository

Dalam penelitian yang dilaporkan oleh Kondo dkk.(2012), disebutkan bahwa penggunaan material mikropori dan mesopori secara bersamaan dalam suatu reaksi sintesis MOF, dapat dihasilkan material baru yang memiliki struktur pori bimodal dan dapat memperluas aplikasi dari MOF. Ukuran pori dari MOF memberikan ukuran dan bentuk yang selektif sehingga material berukuran mikro dapat teradsorp dalam material mesopori. Kondo dkk. (2012) melaporkan penggunaan silika mesopori yang memiliki stabilitas termal tinggi pada sintesis MOF CuBTC (HKUST-1). Silika mesopori yang digunakan adalah SBA-15, dan material HKUST-1 yang dihasilkan memiliki grafik adsorpsi-desorpsi nitrogen sesuai dengan tipe IV yang menunjukkan bahwa material memiliki pori mesopori dengan total volume porinya adalah 0,38-0,87 mL/g.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...