Top PDF Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Material Mentah

Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Material Mentah

Sistem Informasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Material Mentah

$EVWUDN² 3HUVHGLDDQ EDKDQ EDNX PHUXSDNDQ VDODK VDWX PDVDODK \DQJ SHQWLQJ \DQJ GLKDGDSL ROHK SHUXVDKDDQ VHSHUWL SDGD 37 6K\DQJ <DR )XQJ \DQJ EHUJHUDN GLELGDQJ PDQXIDNWXU 3HUVHGLDDQ EDK[r]

6 Baca lebih lajut

Penerapan Sistem Material Requirement Planning (MRP) untuk Meminimalisasi Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku di Home Industry Dhuttawali.

Penerapan Sistem Material Requirement Planning (MRP) untuk Meminimalisasi Biaya Pengendalian Persediaan Bahan Baku di Home Industry Dhuttawali.

kegiatan operasinya sejak tahun 2009 sampai sekarang. Dhuttawali memproduksi makanan cemilan beraneka jenis. Dhuttawali memasarkan produknya ke sekolah- sekolah, outlet-outlet, restoran, supermarket, rumah sakit, tempat perbelanjaan, toko roti, dan menjual secara langsung kepada konsumen. Dengan semakin bertambah banyaknya permintaan pasar, Dhuttawali harus dapat memastikan bahwa proses produksinya dapat terus berjalan secara berkesinambungan agar tidak mengecewakan konsumennya dan menekan biaya agar dapat memperoleh keuntungan (profit) yang lebih besar. Oleh sebab itu lah Dhuttawali juga merasakan pentingnya suatu perencanaan persediaan bahan baku.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUERIMENT PLANNING (MRP) DI PT. X SURABAYA

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUERIMENT PLANNING (MRP) DI PT. X SURABAYA

Masalah tersebut biasanya dipengaruhi oleh kurangnya persediaan bahan baku saat ada pemesanan dari pihak customer dan sistem penjadwalanya yang kurang mendukung. Hal ini mengakibatkan kebijakan untuk pengendalian persediaan bahan baku pada suatu pemesanan tertentu sangat penting dilakukan oleh manajemen dalam mengkoordinasi penjadwalan sehingga perusahaan tidak mengalami kerugian. Bertitik tolak dari latar belakang yang ada turut mengantisipasi atau mencegah agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan bahan baku pada perusahaan, sehingga perlu adanya suatu metode yang dapat memberikan solusi permasalahan pada perusahaan khususnya dibidang persediaan bahan baku.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS TOKO TIRTA HARUM)

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING DALAM SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS TOKO TIRTA HARUM)

Fakta yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa pembelian barang dari pelanggan memiliki pola musiman dan trend. Berdasarkan latar belakang masalah dan fakta dilapangan, maka dibutuhkan suatu sistem informasi pengendalian persediaan menggunakan metode exponential smoothing. Sistem informasi pengendalian persediaan ini bertujuan membantu menghitung jumlah barang yang akan disediakan pada periode mendatang, menentukan waktu pemesanan kembali dan menentukan jumlah stok pengaman yang harus disediakan, sehingga meningkatkan keuntungan melalui penjualan barang sesuai permintaan dari pelanggan dan meningkatkan efisiensi karena tidak adanya penumpukan barang di gudang dalam waktu yang lama
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUERIMENT PLANNING (MRP) DI PT. X SURABAYA.

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUERIMENT PLANNING (MRP) DI PT. X SURABAYA.

Pada tahap ini dilakukan perhitungan dengan menggunakan sistem MRP. Sistem MRP digunakan karena produk yang dihasilkan perusahaan merupakan produk assembly dan merupakan Dependent demand. Selain itu, Karena perusahaan mempunyai produksi yang bersifat job order dan mempunyai masalah terhadap kebutuhan bahan baku secara sederhana, dapat dijelaskan bahwa MRP adalah suatu teknik yang mengkonfirmasi kebutuhan produk pada jadwal induk menjadi kebutuhan akan komponen – komponen penyusun dan bahan bakunya pada periode yang telah ditetapkan. Masukan ( input ) untuk sistem MRP selain didapatkan dari jadwal induknya juga dari tahapan – tahapan penelitian sebelumnya. Rencana pemesanan merupakan output dari MRP yang dibuat atas dasar waktu tenggang dari setiap komponen. Waktu tenggang dari suatu item yang dibeli merupakan periode antara pesanan mulai dilakukan sampai dengan barang diterima ( on – hand ). Dari perhitungan MRP dapat diperoleh output yang antara lain adalah :
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU OBAT COPARCETIN KID COUGH SYRUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) BERBASIS SISTEM INFORMASI PADA PT. SAMPHARINDO PERDANA.

PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU OBAT COPARCETIN KID COUGH SYRUP DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) BERBASIS SISTEM INFORMASI PADA PT. SAMPHARINDO PERDANA.

PT. Sampharindo Perdana Semarang merupakan industri yang bergerak dalam bidang farmasi, yang salah satu produk terlaris adalah Coparcetin Cough Kid Syrup 60 ml. Perusahaan membutuhkan suatu perencanaan bahan baku supaya produksi dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya. Perencanaan bahan baku sangat berpengaruh terhadap jalannya produksi. Masalah dalam penelitian ini mengenai persediaan bahan baku, dimana terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku. Oleh karena itu dibutuhkan pula suatu sistem informasi yang diharapkan dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan dengan tepat dan penentuan biaya persediaannya dapat ditetapkan seoptimal mungkin yaitu melalui penerapan MRP. Variabel penelitian dalam hal ini adalah perencanaan persediaan bahan baku. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder perusahaan tempat penelitian dilakukan.Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah wawancara dan dokumentasi perusahaan.Teknik analisis yang dilakukan yaitu MRP (Material Requirements Planning), dan analisis sistem. Dari hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode Lot Sizing Lot for Lot untuk setiap bahan baku Coparcetin Cough Kid Syrup 60 ml pada PT. Sampharindo Perdana Semarang dapat meminimalkan biaya total persediaan apabila dibandingkan dengan metode Lot Sizing Part Period Balancing dan Algoritma Wagner Within selain itu perancangan sistem informasi PPIC yang baru sangat diperlukan manajer agar dapat dengan cepat mengambil keputusan yang berkaitan dengan perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT.GRANESIA BANDUNG

Perancangan Sistem Informasi PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT.GRANESIA BANDUNG

Teknologi merupakan “kotak alat” dalam system informasi. Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari system secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software).

26 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Deka Interior Contractor Jakarta

Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Deka Interior Contractor Jakarta

of interiorcontracting company. Company which active in the field of production is closely related to inventories of raw materials. Recapitulation process raw materials inventory data on the PT Deka is not done regularly but in times of need alone. It can be time consumingand reduces the effectiveness of the company's work, because if the companyrequires a recapitulation of the raw material data must be made in advance. And it can also disrupt the production process and purchasing process of raw materials due tothe amount of inventory of raw materials is not known with certainty.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Abstrak

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) Abstrak

Menurut Heizer dan Render (2005:176-179), sistem MRP merupakan cara yang sangat baik dalam menentukan jadwal produksi dan kebutuhan bersih. Ketika suatu perusahaan memiliki kebutuhan bersih, maka perlu dibuat keputusan mengenai berapa banyak kebutuhan yang harus dipesan. Keputusan ini merupakan keputusan penentuan ukuran lot (lotsizing decision). Didalam MRP terdapat beberapa teknik penentuan lot sizing, diantaranya adalah Fixed Order Quantity (FOQ). FOQ merupakan teknik penentuan ukuran lot dengan menggunakan kuantitas pemesanan yang tetap untuk suatu persediaan item tertentu dan dapat ditentukan secara sembarang atau berdasarkan pada faktor-faktor intuitif. Apabila diperlukan, dalam menggunakan teknik ini jumlah pesanan diperbesar untuk disamakan dengan jumlah kebutuhan bersih yang tinggi pada suatu periode tertentu yang harus dipenuhi, yang berarti ukuran kuantitas pemesanannya (lot sizing) adalah sama untuk seluruh periode selanjutnya dalam perencanaan. Metode ini dapat digunakan untuk item-item yang biaya pemesanannya (ordering cost) sangat besar.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA HOME INDUSTRY SARANA BERSIH “LIMA”

EVALUASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING PADA HOME INDUSTRY SARANA BERSIH “LIMA”

Sarana Bersih “LIMA” merupakan salah satu home industri pembuat berbagai model tempat sampah dan peralatan kebersihan. Produksi pada industri ini masih menggunakan sistem konvensional yaitu dikerjakan secara manual oleh tenaga karyawan dan beberapa peralatan pendukung. Dikarenakan limbah sampah bersifat jahat atau merusak, maka bahan baku yang digunakan juga harus berkualitas supaya bisa tahan. Penentuan bahan baku yang berkualitas tersebut mengakibatkan biaya yang dikeluarkan besar dan waktu tiba pesanan menjadi lebih lama karena harus impor.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

TA : Rancang Bangun Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Material Requirements Planning Pada PT. Wilken Mitra Perkasa Surabaya.

TA : Rancang Bangun Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Material Requirements Planning Pada PT. Wilken Mitra Perkasa Surabaya.

MRP adalah teknik yang digunakan untuk merencanakan pembuatan atau pembelian komponen dan bahan baku yang dibutuhkan untuk mendukung master production schedule (MPS). Dua fungsi utama MRP adalah (1) kebutuhan item yang dikontrol oleh MRP dialokasikan dengan dasar jadwal untuk item dengan level lebih tinggi sesuai dengan peramalan, (2) perencanaan dalam time-phased (dibuat bertahap sesuai dengan waktu) yang menunjukkan orders release (pesanan yang secara resmi telah dikeluarkan apakah ke pabrik atau ke pemasok) dan

66 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan ( relia bility ) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan. Akuntansi merupakan alat pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi. Pengembangan sistem akuntansi seringkali ditujukan untuk memperbaiki perlindungan terhadap kekayaan organisasi sehingga pertanggungjawaban terhadap penggunaan kekayaan organisasi dapat dilaksanakan dengan baik. Pengembangan sistem akuntansi dapat pula ditujukan untuk memperbaiki pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut dapat dipercaya.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Penerapan Material Requirement Planning Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Carded Fiber Pada PT HIlon Indonesia-Bali.

Penerapan Material Requirement Planning Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Carded Fiber Pada PT HIlon Indonesia-Bali.

Suatu industri manufaktur dalam mengendalikan produksi secara tepat waktu serta kesediaan bahan baku dalam jumlah yang memadai merupakan hal yang utama. Pada PT Hilon Indonesia-Bali proses produksi dan penyediaan bahan baku sering tidak terkendali dengan baik. Kadangkala persediaan bahan baku tidak ada pada saat proses produksi, namun kadangkala berlebih yang menyebabkan menumpuknya bahan baku di gudang. Hal ini menyebabkan kurang efisiennya biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan maka digunakan konsep Material Requirement Planning (MRP). Penelitian ini dilakukan dengan melakukan peramalan permintaan pada periode sebelumnya sebagai langkah awal untuk perencanaan produksi dan dipakai untuk membuat Jadwal Induk Produksi (JIP). Selanjutnya dengan menerjemahkan JIP menjadi “kebutuhan bersih” untuk semua jenis dan mengatur aliran bahan baku dan persediaan dalam proses sehingga sesuai dengan jadwal produksi untuk produk akhir. Setelah menerapkan sistem MRP pada perusahaan, terjadi penurunan persediaan bahan baku sebesar 73%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku di PT. Prabu Jaya

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku di PT. Prabu Jaya

PT. Prabu Jaya merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Produk utama yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah pintu kayu. Perusahaan ini berlokasi di Jalan Patumbak No. 10-A Km 8 Medan Tanjung Morawa, Medan-Sumatera Utara. Rumusan masalah di perusahaan ini adalah adanya kesulitan untuk mendapatkan informasi pada bagian persediaan bahan baku dikarenakan belum adanya sistem informasi persediaan bahan baku yang terintegrasi ke departemen yang membutuhkan data persediaan bahan baku termasuk belum akuratnya perhitungan bahan yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian perancangan ini adalah untuk merancang sistem informasi persediaan bahan baku berbasis komputer yang dapat diimplementasikan sebagai pendukung perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku di PT. Prabu Jaya.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN

ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERN

Raw material inventory control is a problem issue faced by manufacturing companies where the balance of raw material inventory based on company records is not relevant to the balance of raw material inventory in the warehouse. The company must control the raw material inventory balance effectively. Control of raw material inventory systems can be measured when the recorded data are of equal amount when compared to the physical materials in the warehouse. This study is aimed at investigating how companies control its system of accounting for raw material inventories as an effort to improve internal control. The method applied in this study is qualitative descriptive analysis. The result of the study show that when a company uses a system of accounting for raw material inventories starting from the procedure for receipt of raw material inventories from suppliers to the procedure of raw material inventory in the warehouse. The company can get the order of raw materials that are ordered from the supplier, facilitating the fulfillment of raw materials needed in the production division, minimizing the loss of raw materials in warehouses, increasing the relevance of stock data in systems with stock in warehouses. Still, there are violations to the procedures found, most specifically in the procedure for requesting goods in the warehouse and returning warehouse goods. These violations are due to the flexibility of the standard procedures and warehouse access that is found rather loose to the production division, so as to cause the difference in stock between the stocks of raw material in the warehouse with the stock of raw materials in the system. We can conclude that the increasing internal control of raw material inventories will result in the more effective and efficient costs incurred by the company because it minimizes the risk of fraud and negligence of work.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Penerapan Material Requirements Planning Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Carded Fiber Pada PT. Hilon Indonesia-Bali

Penerapan Material Requirements Planning Dalam Pengendalian Persediaan Bahan Baku Carded Fiber Pada PT. Hilon Indonesia-Bali

Suatu industri manufaktur dalam mengendalikan produksi secara tepat waktu serta kesediaan bahan baku dalam jumlah yang memadai merupakan hal yang utama. Pada PT Hilon Indonesia-Bali proses produksi dan penyediaan bahan baku sering tidak terkendali dengan baik. Kadangkala persediaan bahan baku tidak ada pada saat proses produksi, namun kadangkala berlebih yang menyebabkan menumpuknya bahan baku di gudang. Hal ini menyebabkan kurang efisiennya biaya persediaan bahan baku yang dikeluarkan oleh perusahaan. Untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan maka digunakan konsep Material Requirement Planning (MRP). Penelitian ini dilakukan dengan melakukan peramalan permintaan pada periode sebelumnya sebagai langkah awal untuk perencanaan produksi dan dipakai untuk membuat Jadwal Induk Produksi (JIP). Selanjutnya dengan menerjemahkan JIP menjadi “kebutuhan bersih” untuk semua jenis dan mengatur aliran bahan baku dan persediaan dalam proses sehingga sesuai dengan jadwal produksi untuk produk akhir. Setelah menerapkan sistem MRP pada perusahaan, terjadi penurunan persediaan bahan baku sebesar 73%.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Analisis Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku Utama Biskuit di PT XYZ

Industri biskuit bergerak dinamis seiring dengan kebutuhan masyarakat akan makanan ringan. PT XYZ adalah salah satu perusahaan yang memproduksi biskuit. Di perusahaan tersebut, ada dua jenis bahan baku yang digunakan untuk memproduksi biskuit, yaitu bahan baku mentah (raw material) dan bahan baku kemasan (packaging material). Dinamika permintaan akan biskuit berdampak pula pada proses penyediaan bahan baku pembuatan biskuit. PT XYZ memiliki kendala dalam pemenuhan kebutuhan tersebut terutama dikarenakan tren permintaan yang berubah-ubah. Atas masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi bahan baku kelas A di PT XYZ, (2) mengidentifikasi konsep-konsep persediaan yang dilakukan oleh PT XYZ, (3) mengidentifikasi kesenjangan antara rencana persediaan dengan realisasi, dan (4) menganalisis sistem pengendalian persediaan untuk menentukan cara terbaik dalam pengendalian persediaan.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT. X.

Dalam dunia yang terus berkembang, menyebabkan perusahaan dituntut untuk mendapatkan informasi yang baru, lebih cepat, dan lebih andal. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, maka diperlukan perubahan sistem dalam perusahaan. Dengan semakin pesatnya perkembangan sistem ini, maka sistem informasi merupakan salah satu bagian yang penting bagi suatu perusahaan untuk meningkatkan sistem pengendalian intern dalam perusahaan baik dalam memperoleh informasi, mengolah dan menggunakan informasi tersebut terutama untuk kepentingan intern perusahaan. PT. X adalah perusahaan yang memiliki sistem akuntansi yang kurang baik dalam pengendalian persediaan bahan baku. Terdapat dua masalah yang dialami perusahaan. Pertama adalah kurangnya jumlah karyawan. Kedua adalah kurangnya jumlah dokumen yang digunakan oleh perusahaan. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah deskriptif analisis, yaitu dengan cara mengumpulkan dan menganalisa data. Hasil penelitian menunjukan bahwa perusahaan memiliki dua langkah untuk menyelesaikan masalah. Pertama adalah menambah karyawan, dan kedua adalah menambah jumlah dokumen.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku terhadap Efektivitas Persediaan Bahan Baku pada Pt.ipha Laboratories

Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku terhadap Efektivitas Persediaan Bahan Baku pada Pt.ipha Laboratories

Populasi, menurut Sugiyono (2016:80) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh staf perusahaan yang berkaitan dengan penelitian ini, dengan demikian yang akan menjadi populasi adalah seluruh pegawai pada PT.IPHA Laboratories yang bekerja di bagian pembelian sampai dengan gudang (persediaan bahan baku) yaitu sebanyak 30 pegawai.

14 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE REORDER POINT

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE REORDER POINT

penyimpanan data pengelolaan di gudang yang masih manual menyebabkan terlambatnya pembuatan laporan dan penyampaian laporan kepada kepala operasional dan direktur, sehingga tidak efektif dan efisien waktu dan pengelolaan data yang dilakukan oleh para karyawan CV. Cahaya Karya Tehnik. Selain itu masalah yang ada pada pengelolaan yang sekarang yaitu pada saat melakukan proses produksi sering mengalami kekurangan bahan baku yang dapat menimbulkan kerugian waktu, sehingga untuk menunggu bahan baku tersebut datang ke gudang produksi membutuhkan waktu dua hari.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects