Top PDF Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

LATAR BELAKANG KEBIJAKAN LATAR BELAKANG KEBIJAKAN • K3 masih belum mendapatkan perhatian yang memadai semua pihak Kecalakaan kerja yang terjadi masih tinggi • Kecalakaan kerja yang t[r]

36 Baca lebih lajut

Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina, Perbaungan )

Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja Terhadap Loyalitas Karyawan (Studi Pada PT. Perkebunan Nusantara IV Unit Usaha Adolina, Perbaungan )

Pengaruh Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Terhadap Kinerja Karyawan, Jurusan Psikologi, fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma.. Penerapan Sistem Manajemen Kesela[r]

2 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Analisis Implementasi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) Menggunakan Metode PDCA (Plan-Do-Check-Act) di RSUD DR.Moewardi Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Analisis Implementasi Kesehatan Dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit (K3RS) Menggunakan Metode PDCA (Plan-Do-Check-Act) di RSUD DR.Moewardi Surakarta.

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja SMK3 Studi Pada Proyek Pembangunan Jalan Rawa Buaya, Cengkareng.. Regulasi dan Penerepan Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3 Rum[r]

4 Baca lebih lajut

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja K3

Sedangkan peraturan Menteri terkait K3 banyak dikeluarkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Kesehatan. Seperti peraturan Menaker yang mewajibkan perusahaan memeriksakan kesehatan pekerjanya sebelum bekerja, pemeriksaan kesehatan berkala, dan pemeriksaan kesehatan khusus. Pelbagai peraturan lain juga dikeluarkan Menaker antaralain peraturan yang mengatur syarat-syarat K3 dalam pemakaian lift listrik untuk pengangkutan orang dan barang, K3 pada konstruksi bangunan, syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan, kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja, tentang Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik, dan beberapa peraturan lain. Menaker juga secara khusus mengeluarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. Per.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Kerja (SMK3). Dalam peraturan ini dijelaskan mengenai tujuan dan sasaran system manajemen K3, penerapan system manajemen K3, audit system manajemen K3, mekanisme pelaksanaan audit dan sertifikasi K3. Dalam lampiran peraturan tersebut diuraikan mengenai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K3 Yang terdiri dari: Komitmen dan kebijakan, Perencanaan, Penerapan, serta Pengukuran dan Evaluasi. Menteri Kesehatan juga menelurkan sejumlah peraturan terkait pelaksaan K3. Antara lain Keputusan Menteri Kesehatan tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Pedoman Keamanan Laboratorium Mikrobiologi dan Biomedis, dan Pengamanan Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan.
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT PADA PROYEK KONSTRUKSI DI BALI.

TINJAUAN PUSTAKA IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA DAN PENERAPAN SAFETY MANAGEMENT PADA PROYEK KONSTRUKSI DI BALI.

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah salah satu faktor yang paling penting dalam menunjang tercapainya tujuan suatu proyek. Keselamatan dan Kesehatan Kerja hanya bisa berjalan apabila adanya kerja sejumlah pihak yang terkait secara langsung dalam proyek konstruksi mulai dari owner, kontraktor maupun perkerja lapangan (tenaga kerja ahli maupun tenaga kerja non ahli).

10 Baca lebih lajut

BAGIAN IKM DAN IKK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

BAGIAN IKM DAN IKK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi/taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja, program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian. 1,2
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3) DI BENGKEL ELEKTRO DAN INFORMATIKA BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK (BLPT) YOGYAKARTA.

EVALUASI PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) BERDASARKAN SISTEM MANAJEMEN K3 (SMK3) DI BENGKEL ELEKTRO DAN INFORMATIKA BALAI LATIHAN PENDIDIKAN TEKNIK (BLPT) YOGYAKARTA.

pada rapat tahunan dan belum terdokumentasikan. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa sub indikator berupa pelaporan dan pencatatan kecelakaan kerja, pemeliharaan dan perbaikan sarana, pemantauan kesehatan, serta evaluasi kebijakan menurut PP No. 50 tahun 2012, pasal 14 masih belum terlaksana dengan baik dan dapat dikategorikan kurang sesuai. Mengatasi permasalahan yang adadapat dilakukan dengan cara sebaiknya pihak BLPT mendokumentasikan seluruh kegiatan dengan baik, dan adanya pengawasan setiap kegiatan sehingga pemantauan dan evaluasi K3 dapat berjalan sesuai dengan kebijakan yang telah di tetapkan. Pemantauan ini dapat dilakukan dengan melakukan pencatatan setiap kegiatan yang terjadi dibengel, seperti pencatatan kecelakaan kerja, inventarisasi barang. Serta dilakukan evaluasi setiap kegiatan yang sudah dilaksanakan, sehingga evaluasi ini nantinya akan mempermudah dalam melakukan audit K3. Evaluasi ini dapat dilaksanakan dengan menerapkan panduan dalam SMK3 yaitu menerapkan PP nomor 50 tahun 2012 tentang evaluasi dan audit internal. 2) Peninjauan dan peningkatan kinerja K3
Baca lebih lanjut

179 Baca lebih lajut

264371329 Pengaruh Kesehatan Dan Keselamatan Kerja

264371329 Pengaruh Kesehatan Dan Keselamatan Kerja

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan ilmu dan seni dalam pengelolahan hazard (bahaya) dan risiko agar tercipta kondisi tempat kerja yang aman dan sehat. ILO telah menetapkan bahwa penerapan K3 sangat penting guna memberikan bagi para pekerja dari bahaya penyakit dan kecelakaan yang dapat ditimbulkan di tempat kerja. Menurut definisi dari International Occupation Hyglene Association (IOHA), kesehatan dan keselamatan kerja merupakan suatu ilmu mengenai antisipasi, kesadaran, evaluasi dan pengendalian atas bahaya yang muncul di tmpat kerja yang dapat mempengharui kesehatan dan kondisi para pekerja, serta dengan mempertimbangkan pengaruhnya kepada komunitas dan lingkungan sekitar, (Dewi Hanggraeni : 2012).
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3

1. Menulis dan memasang semua syarat keselamatan kerja yang diwajibkan pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya. 2. Memasang semua gambar keselamatan kerja yang diwajibkan dan semua bahan pembinaan lainnya pada tempat-tempat yang mudah dilihat dan terbaca menurut petunjuk pegawai pengawas atau Ahli K3 di tempat kerja yang dipimpinnya.

27 Baca lebih lajut

Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3

Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sudah banyak diterapkan diberbagai tempat kerja (industri). Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan suatu upaya untuk menciptakan suasana bekerja yang aman, nyaman, dan tujuan akhirnya adalah mencapai produktivitas setinggi-tingginya. Upaya K3 diharapakan dapat mencegah dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat melakukan pekerjaan. Maka dari itu K3 mutlak untuk dilaksanakan pada setiap jenis bidang pekerjaan tanpa kecuali.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

1352-KSP-Airframe dan Powerplant

1352-KSP-Airframe dan Powerplant

Standar Kompetensi Lulusan Kemampuan yang Diuji 1 Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja K3 Mendeskripsikan keselamatan dan kesehatan kerja K3 Melaksanakan prosedur K3 2 Melaksana[r]

2 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecelakaan Kerja 2.1.1 Pengertian Kecelakaan Kerja - Penerapan Manajemen Risiko Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Unit Usaha Pabatu Tebing Tinggi Tahun 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kecelakaan Kerja 2.1.1 Pengertian Kecelakaan Kerja - Penerapan Manajemen Risiko Pada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTPN IV Unit Usaha Pabatu Tebing Tinggi Tahun 2015

Manajemen risiko sangat erat hubungannya dengan K3. Timbulnya aspek K3 disebabkan karena adanya risiko yang mengancam keselmatan pekerja, sarana dan lingkungan kerja sehingga harus dikelola dengan baik. Sebaliknya, keberadaan risiko dalam kegiatan perusahaan mmendorong perlunya upaya keselamatan untuk mengendalikan semua risiko yang ada. Dengan demikian, risiko adalah bagian tidak terpisahkan dengan manajemen K3.

29 Baca lebih lajut

MANAJEMEN K3 Kesehatan Keselamatan dan K

MANAJEMEN K3 Kesehatan Keselamatan dan K

Penyakit akibat kerja bila tidak ditangani secara sungguh-sungguh dan terpadu, dapat menjadi bumerang bagi pekerja dan perusahaan di tempat mana mereka bekerja, misalnya: kanker kelenjar tiroid, hati, paru-paru, otak dan ginjal; penyakit paru-paru putih, coklat dan hitam; leukemia; bronthitis; emphysema; lymphomia,; anemia plastik, kerusakan sistem saraf pusat; dan kelainan-kelainan reproduksi. Bagi tenaga kerja, penyakit akibat kerja dapat menurunkan produktivitas kerja sekaligus menurunkan pendapatan yang diterimanya. Sedangkan bagi perusahaan berakibat menurunnya jumlah produksi serta memberikan citra yang kurang baik terhadap kualitas dan kapasitas perusahaan. Untuk itu pertimbangan ekonomi secara murni mungkin tidak baik, maka perlu memanusiakan pekerjaan atau membuat suasana kerja lebih manusiawi.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen K3 Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pekerja PT FSC...

Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen K3 Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pekerja PT FSC...

Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan PT Flora Sawita Chemindo Medan yang telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja selama 6 tahun dan berskala besar yang menggunakan teknologi tinggi, bahan, alat, cara kerja dan tenaga kerja yang berpotensi besar dalam mengakibatkan kecelakaan kerja dengan sampel penelitian sebanyak 58 orang responden yang bekerja di bagian operasional. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner mengenai perilaku aman tenaga kerja dan daftar standart audit dalam Permenaker No. 5 Tahun 1996 untuk menganalisis penerapan SMK3.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PENGHAMBAT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DENGAN PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Studi di RSUD Balung Kabupaten Jember)

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PENGHAMBAT SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DENGAN PELAKSANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Studi di RSUD Balung Kabupaten Jember)

Namun, berdasarkan data awal yang diperoleh oleh peneliti, sampai saat ini RSUD Balung belum mempunyai panitia K3RS. Meskipun ada program-program atau kegiatan terkait K3 yang dilaksanakan, namun tidak terkoordinir atau tidak tertata sebagai suatu manajemen K3RS karena program-program tersebut dibuat dan dilaksanakan oleh masing-masing instalasi. Menurut Alowie (1997), hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor penghambat seperti kualitas sumber daya manusia yang relatif rendah, tingkat upah dan jaminan sosial yang relatif masih rendah, angka pertambahan tenaga kerja baru masih tetap lebih tinggi daripada angka pertambahan lapangan kerja produktif yang dapat diciptakan setiap tahun, masih ada pimpinan yang belum memiliki komitmen terhadap masalah K3, lemahnya data dan informasi yang berkaitan dengan K3, distribusi petugas yang belum sesuai dengan potensi objek pengawasan di masing-masing wilayah mempengaruhi pengawasan di lapangan, kurang optimalnya law enforcement terhadap pelanggaran K3 yang ada serta lemahnya kontrol sosial masyarakat terhadap pelaksanaan K3 di lapangan.
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

P P K3 001 Pedoman (Manual) Sistem Manajemen Kesetan Kerja

P P K3 001 Pedoman (Manual) Sistem Manajemen Kesetan Kerja

2. Melaporkan kepada Ketua atas kegiatan yang telah dilaksanakan. Perusahaan menjamin pemenuhan sumber daya yang relevan untuk penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lingkungan Perusahaan. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki ruang kerja sendiri dan melaksanakan rapat (pertemuan) rutin minimal 2 (dua) kali dalam 1 (satu) bulan guna membahas pencapaian kinerja K3 Perusahaan. Seluruh hasil pertemuan didokumentasikan oleh Sekretaris P2K3.

31 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3

BAB II TINJAUAN UMUM TERHADAP KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (K3) DAN SISTEM MANAJEMEN K3

Kecelakaan yang disebabkan faktor alam, teknis atau manusia dapat berakibat fatal dan berubah menjadi bencana yang dapat mengganggu dan menghambat kegiatan pola kehidupan masyarakat atau jalannya operasi perusahaan dan dapat mendatangkan kerugian harta benda atau korban manusia. Bila bencana terjadi dan keadaan menjadi emergency, maka perlu ditanggulangi secara terencana, sistematis, cepat, tepat dan selamat. Untuk telaksananya penanggulangan dimaksud perlu dibentuk Tim Tanggap Darurat yang trampil dan terlatih, dilengkapi sarana dan prasarana yang baik serta sistem dan prosedur yang jelas. Tim tersebut perlu mendapatkan pelatihan baik teori atau praktek paling sedikit enam bulan sekali. Bagusnya kinerja Tim Tanggap Darurat akan sangat menentukan berhasilnya pelaksanaan Penanggulangan Keadaan Emergency. Dan akhirnya tujuan mengurangi kerugian seminimal mungkin baik harta benda atau korban manusia akibat keadaan emergency akan dapat dicapai.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Coca Cola Amatil Medan

Analisis Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Kesetan dan Kesehatan Kerja OHSAS 18001 Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan PT. Coca Cola Amatil Medan

Semua persyaratan dalam Standar OHSAS 18001 dimaksudkan untuk menjadi referensi bagi sistem manajemen K3 (OH&S). Perluasan dari aplikasi akan tergantung pada faktor-faktor seperti kebijakan K3 (OH&S) dari organisasi, keadaan aktivitas, risiko-risiko dan kompleksitas operasional. Standar OHSAS 18001 hanya diperuntukkan bagi K3 dan tidak dimaksudkan untuk kesehatan dan keselamatan kerja yang lain seperti kesejahteraan karyawan, program-program kesejahteraan, keamanan produk, kerusakan property, atau dampak lingkungan.

41 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROGRAM JAMSOSTEK (STUDI PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT INDO ACIDATAMA TbK KEMIRI KEBAKRAMAT KARANGANYAR SURAKARTA).

PELAKSANAAN DAN PENGAWASAN PROGRAM JAMSOSTEK (STUDI PERJANJIAN KERJA BERSAMA PT INDO ACIDATAMA TbK KEMIRI KEBAKRAMAT KARANGANYAR SURAKARTA).

Kemudian dalam ayat 2 disebutkan bahwa: “Setiap tenaga kerja berhak atas jaminan sosial tenaga kerja”. 2 Tenaga kerja sebagai warga Negara RI tidak dapat lepas dari tuntutan perkembangan negara dan bangsa yang dewasa ini tengah melaksanakan pembangunan di segala bidang kehidupan. Dan setiap perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja sebanyak 100 orang atau lebih dan mempunyai potensi bahaya atau dapat mengakibatkan kecelakaan kerja seperti peledakan, kebakaran, pencemaran dan penyakit akibat kerja, wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Sistem Manajemen K3 wajib dilaksanakan oleh pengurus pengusaha dan seluruh tenaga kerja sebagai satu kesatuan.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

PENDAHULUAN Pengaruh Penerapan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Bagian Produksi PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta.

4 Hasil survei di PT. Djitoe Indonesian Tobacco Surakarta menunjukkan bahwa meskipun perusahaan tersebut telah menerapkan sistem manajemen K3, namun masih ada beberapa masalah yang muncul berkaitan dengan K3. PT. Djitoe Indonesian Tobacco merupakan perusahaan yang mengolah produk pertanian berupa tembakau menjadi rokok. Persaingan dengan perusahaan rokok lain pun sangat ketat baik lokal maupun nasional. Dari proses produksi tersebut, terdapat berbagai macam potensi bahaya yang mengancam para pekerja. Perusahaan ini termasuk ke dalam perusahaan besar dengan risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Ini terlihat dari proses produksinya yang banyak menggunakan mesin-mesin yang berteknologi tinggi sehingga menimbulkan potensi bahaya yang cukup banyak. Misalnya pada bagian giling gunting, pekerja tembakau dengan alat penggiling dan pemotong tembakau dimana di bagian ini terdapat potensi bahaya seperti terjepit, terpotong, tergores dan berbagai macam potensi penyakit akibat kerja seperti pneumonia, sakit pinggang, dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...