Top PDF SKRIPSI PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

SKRIPSI PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

SKRIPSI PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

Laundry business was developed rapidly and the waste produced could raise bad impact for the environment. The monitoring towards laundry business was a part of environmental preservation effort. How does the role of Life Environmental Agency of Yogyakarta in the monitoring of laundry business activity as an effort of environmental pollution control of Yogyakarta, what are the obstacles faced by Life Environmental Agency of Yogyakarta in monitoring laundry business activity as the effort of environmental pollution control in Yogyakarta. This thesis was aimed to find out the role of Life Environmental Agency of Yogyakarta in monitoring laundry business activity as an effort of environmental pollution control in Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENUTUP PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

PENUTUP PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

1. Dalam hal ini Peran yang telah dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Dalam Pengawasan Kegiatan Usaha Laundry Sebagai Upaya Pengendalian Pencemaran Lingkungan Di Kota Yogyakarta sudah berjalan, tetapi belum maksimal. BLH Kota Yogyakarta telah melakukan pengawasan terhadap perizinan kegiatan usaha laundry, penggunaan detergen usaha laundry dan proses pembuangan limbah laundry. Pengawasan belum berjalan secara maksimal dikarenakan masih banyaknya usaha laundry yang belum berizin di Kota Yogyakarta dan proses pembuangan limbah belum sesuai dengan tahapan yang ditentukan oleh BLH Kota Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

3. Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang di jalankan, dilaksanakan, atau diselenggarakan itu dengan apa yang dikehendaki, direncanakan atau diperhatikan . 5 Menurut Saiful Anwar, pengawasan atau kontrol terhadap tindakan aparatur pemerintah diperlukan agar pelaksanaan tugas yang telah ditetapkan dapat mencapai tujuan dan terhindar dari penyimpangan-penyimpangan 6 , sedangkan menurut M. Manullang mengatakan bahwa: Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan suatu pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula . 7 Dilain pihak menurut Sarwoto yang dikutip oleh Sujamto memberikan batasan: Pengawasan adalah kegiatan manager yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan atau hasil yang dikehendaki . 8
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

PERAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PENGAWASAN KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KOTA YOGYAKARTA.

Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan atau barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangunan dan perekayasaan industri yakni kelompok industri hulu (kelompok industri dasar), kelompok industri hilir, dan kelompok industri kecil. Bidang usaha industri adalah lapangan kegiatan yang bersangkutan dengan cabang industri yang mempunyai ciri khusus yang sama dan atau hasilnya bersifat akhir dalam proses produksi. Usaha laundry saat ini mulai marak di Kota Yogyakarta, karena kebutuhan untuk mencuci tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan mengganggu aktifitas kerja sehari-hari membuat para pengguna jasa tersebut lebih memilih menitipkan pakaian kotor mereka untuk dicuci di penyedia pelayanan jasa tersebut. Bisnis laundry dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika, bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, di mana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu. Sementara bentuk laundry yang canggih di Indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

Penggunaan ijin sebagai instrumen pengawasan yang di lakukan Kantor Pelayanan Perijinan terhadap kegiatan usaha laundry merupakan salah satu bentuk pengendali dalam memfungsikan ijin itu sebagai alat untuk mengawasi aktifitas masyarakat. Berdasarkan Pasal 2 ayat (1) Peraturan Bupati Sleman Nomor 17 Tahun 2012 tentang Tahapan Pemberian Ijin, setiap orang/badan dalam melakukan usaha atau kegiatan tertentu wajib memiliki ijin sesuai dengan jenis kegiatan di lakukan. Sedangkan menurut Pasal 14 ayat (1), pengawasaan, evaluasi, dan pengendalian atas pelaksanaan tahapan pemberian ijin menjadi kewenangan Kantor Pelayanan Perijinan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

PENDAHULUAN PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

Data primer yaitu data yang diperoleh dengan cara mengumpulkan keterangan secara langsung dari pihak-pihak yang terkait dengan obyek yang di teliti sebagai data utama. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian dengan melakukan wawancara langsung dengan pelaku usaha laundry di Kabupaten Sleman serta mewawancari dinas-dinas terkait dalam pengelolaan limbah laundry yaitu Kantor Pelayanan Perijinan dan Badan Lingkungan Hidup Sleman.

15 Baca lebih lajut

Pendahuluan  PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA USAHA LAUNDRY DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA YOGYAKARTA.

Pendahuluan PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA USAHA LAUNDRY DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA YOGYAKARTA.

Terkait dengan usaha laundry yang juga menghasilkan limbah cair, usaha laundry ini juga semakin menjamur di Kota Yogyakarta seiring pertumbuhan jumlah mahasiswa, akan tetapi masih banyak yang belum dibarengi dengan pengelolaan limbah yang baik. Laundry yang memiliki Izin mendapatkan pengawasan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dalam penanganan limbah pasca pencucian, sementara laundry yang tidak memiliki izin cukup banyak berkeliaran dimana-mana. Selain menggunakan bahan detergen yang mengandung bahan senyawa berbahaya, penanganan limbah pasca pencucian sembarangan. 2
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

SKRIPSI PERAN KANTOR PELAYANAN PERIJINAN DALAM PENGAWASAN TERHADAP KEGIATAN USAHA LAUNDRY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN SLEMAN.

Dengan ini penulis menyatakan menyatakan bahwa Penulisan Hukum / Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain. Jika Penulisan Hukum/ Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

12 Baca lebih lajut

PROSEDUR PENGADAAN BARANG (PERALATAN UJI SAMPLE LINGKUNGAN) DI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA

PROSEDUR PENGADAAN BARANG (PERALATAN UJI SAMPLE LINGKUNGAN) DI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KOTA SURAKARTA

Pelaksanaan pelelangan pengadaan barang dan jasa pemerintah oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Surakarta merupakan suatu kegiatan oleh instansi pemerintah dalam rangka pemenuhan terhadap barang dan jasa dari pemerintah tersebut dan juga merupakan suatu kewajiban fungsional dari instansi pemerintahan tersebut. Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis mendapatkan sumber-sumber data dengan menggunakan Peraturan Presiden Republik Indonesia No 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang atau jasa pemerintah. Dalam Perpres No 54 Tahun 2010 tersebut telah diatur mengenai tahap-tahap atau prosedur dalam pemilihan penyedia barang atau jasa pemerintah. Dalam penulisan tugas akhir ini pelaksanan lelang yang diamati oleh penulis adalah pengadaan peralatan uji sample lingkungan. Adapun yang dimaksud dengan pengadaan peralatan uji sample lingkungan ini adalah kegiatan pemenuhan kebutuhan alat-alat laboratorium berupa Ambient Monitoring, Air Sample Train Unit dan Sound Level Meter dimana semua fungsi alat tersebut adalah untuk pengukuran potensi atau kualitas udara.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

PERAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KAWASAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA Diajukan oleh.

PERAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KAWASAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA Diajukan oleh.

Based on the results of the study, showed that the role of street vendors in waste management as an effort to control environmental pollution in accordance with the Malioboro Yogyakarta Perwal No. 37 of 2010, namely the maintenance of cleanliness by providing waste disposal generated. In addition, vendors pay a fee for suction sewage effluent in Malioboro area. Constraints experienced by the street vendors in managing waste as environmental pollution control efforts in the area of Malioboro is obstruction due to aspiration of liquid waste a lot of vehicles parked around the waste dumps.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SKRIPSI  PERAN DINAS PERUMAHAN TATA KOTA DAN KEBERSIHAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR.

SKRIPSI PERAN DINAS PERUMAHAN TATA KOTA DAN KEBERSIHAN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR.

KOTAWARINGIN TIMUR”. Public awareness of garbage management still lack and soceity still have habit of littering. The result is the volume of garbage has increased. Legal issues rised are: 1) how the role of Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan in garbage management as efforts to control environmental pollution in kotawaringin timur, and 2) what obstacles faced by Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan in garbage management. The purpose of this research is to find out the role of Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan in garbage management and obstacles faced by Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan in garbage management. The research findings shows that, the role of Dinas Perumahan Tata Kota dan Kebersihan in garbage management has not been maximum, because the garbage management by the department only covers two (2) subsdistricts and the other fifteen (15) subsdistricts become the duty of their own government. The garbage management in those two subsdistricts by the department has run well enough. The obstacles faced by the departement are lack of resources and a fleet of garbage collector, lack of budget funds, lack of information, lack of knowledge and awareness from soceity, poor law enforcement. It is recommended that the budget funds for supporting programs, the capability of human resource, the infrastructures be increased. And in addition, the department socialize garbage management, and sanctions for offenders be enforced.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGAWASAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR KALI WONOKROMO SURABAYA (Studi tentang Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya )

PENGAWASAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR KALI WONOKROMO SURABAYA (Studi tentang Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya )

Penelitian ini didasarkan pada fenomena masih banyaknya masyarakat dan instansi yang melanggar peraturan agar tidak membuang limbah ke dalam kali. Dari hasil pengamatan di lapangan, ternyata masih banyak pelanggar baik beberapa instansi perusahaan atau indrustiawan maupun masyarakat yang membuang limbah ke dalam sungai tanpa melihat efek yang terjadi pada jangka panjang dalam kehidupan manusia baik secara langsung atau tidak langsung melalui air. Maka tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pengawasan terhadap kualitas air di Kali Wonokromo oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya. Karena pengawasan merupakan salah satu cara untuk menjaga agar peraturan tetap berjalan sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Dalam hal ini diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk dapat saling mengawasi agar mencegah terjadinya pelanggaran. Berdasarkan hal diatas, maka dibuatlah rumusan masalah penelitian “Bagaimanakah pengawasan pengendalian pencemaran air di Kali Wonokromo Surabaya oleh Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya?”.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGAWASAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR KALI WONOKROMO SURABAYA (Studi tentang Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya ).

PENGAWASAN PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR KALI WONOKROMO SURABAYA (Studi tentang Pengawasan Badan Lingkungan Hidup Kota Surabaya ).

Banyak pabrik yang beroperasi di sepanjang Kali Surabaya tidak memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) banyak juga pabrik yang hanya menggunakan bak kontrol untuk menampung limbah tanpa pengolahan lebih lanjut. Meskipun nantinya perusahaan itu terbukti mencemari Kali Surabaya, sanksi hukum yang diberikan tidak sebanding dengan kejahatan lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut. Menurut Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air di Kota Surabaya, ketentuan pidana atas tindakan pencemaran air yaitu pidana kurungan selama-lamanya enam bulan atau denda sebanyak-banyaknya lima juta rupiah. Betapa minimnya sanksi hukum atas suatu tindakan kejahatan lingkungan yang berdampak sangat buruk bagi seluruh organisme termasuk manusia yang menggunakan air Kali Surabaya untuk kelangsungan hidupnya.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

PENGAWASAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN CIWANDAN KOTA CILEGON

PENGAWASAN BADAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM MENGATASI PENCEMARAN LINGKUNGAN PADA KAWASAN INDUSTRI DI KECAMATAN CIWANDAN KOTA CILEGON

Keberadaan industri di Kota Cilegon yang bergerak di bidang industri pada kawasan industri, tentunya akan menimbulkan bangkitan lalu lintas terhadap jalan yang semakin tinggi baik berasal dari kendaraan angkutan bahan baku, hasil produksi, karyawan / buruh pabrik, ataupun masyarakat umum,ditambah lagi jalan yang ada merupakan jalur lintas sumatera serta dengan bertambahnya jumlah persampahan. Dimana dalam proses produksinya akan menghasilkan produk sampingan / emisi baik dalam jumlah kecil maupun besar, sehingga dapat menimbulkan masalah – masalah penurunan kualitas udara yang akan berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat kota Cilegon yang lebih parah pada masyarakat yang tinggal dekat di kawasan industri tersebut. Berdasarkan pernyataan diatas harus ada pengendalian atau pengawasan dampak lingkungan hidup pada aktivitas perindustrian tersebut khususnya oleh pihak pemerintah seperti Badan Lingkungan Hidup di Kota Cilegon harus melakukan upayaupaya dalam mengatasi pencemaran lingkungan tersebut
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

SKRIPSI   PERAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KAWASAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA.

SKRIPSI PERAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KAWASAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA.

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga skripsi yang berjudul “ PERAN PEDAGANG KAKI LIMA DALAM PENGELOLAAN LIMBAH SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KAWASAN MALIOBORO KOTA YOGYAKARTA ” bisa terselesaikan tanpa hambatan yang berarti. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Atmajaya Yogyakarta.

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  PERAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL) DALAM PENGENDALIAN PERSOALAN LINGKUNGAN BERKENAAN DENGAN PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN PERAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL) DALAM PENGENDALIAN PERSOALAN LINGKUNGAN BERKENAAN DENGAN PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA YOGYAKARTA.

Denpasar termasuk dalam cekungan air tanah Denpasar – Tabanan dan juga memberikan rekomendasi teknis yang berisi persetujuan atau penolakan pemberian izin berdasarkan konservasi air tanah. Kendala – kendala yang dihadapi dalam pengendalian pemanfaatan air tanah oleh hotel di Kota Denpasar berupa kurang intensifnya sosialisasi mengenai dampak negatif dari pemanfaatan air tanah yang berlebihan, tidak adanya regulasi dari Pemerintah Kota Denpasar yang memberikan sanksi tegas bagi yang melanggar perijinan air tanah karena air tanah dianggap gratis. Kendala – kendala lainnya seprti kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam mengendalikan pemanfaatan air tanah oleh hotel dan masih terjadinya pencurian air tanah yang dilakukan oleh pengusaha juga menjadi masalah yang sangat serius dan harus segera diselesaikan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

1. perda_5_th_2012

1. perda_5_th_2012

m. melaporkan kepada Bupati/Walikota dengan tembusan kepada Gubernur dan Menteri mengenai kejadian tidak normal dan/atau keadaan darurat yang mengakibatkan baku mutu air limbah dilampaui serta rincian upaya penanggulangannya paling lama 2 X 24 jam.

10 Baca lebih lajut

PERAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL) DALAM PENGENDALIAN PERSOALAN LINGKUNGAN BERKENAAN DENGAN PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA YOGYAKARTA.

PERAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (UKL) DAN UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (UPL) DALAM PENGENDALIAN PERSOALAN LINGKUNGAN BERKENAAN DENGAN PEMBANGUNAN HOTEL DI KOTA YOGYAKARTA.

7 Selain dampak negative tersebut di atas, aktivitas hotel tentu saja menghasilkan limbah, baik limbah padat, cair, maupun gas. Limbah padat merupakan limbah yang berwujud padat, bersifat kering, tidak dapat berpindah kecuali ada yang memindahkannya, misalnya sisa makanan, sayuran, sobekan kertas, sampah, plastik dan logam. Limbah cair merupakan limbah yang berwujud cair, terlarut dalam air, selalu berpindah, dan tidak pernah diam, misalnya limbah cuci piring, septi tank , limbah mandi, dan limbah laundry . Limbah gas merupakan zat buangan yang berwujud gas dan dapat dilihat dalam bentuk asap, misalnya pipa pembuangan asap hotel, dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SKRIPSI PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA  PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA USAHA LAUNDRY DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA YOGYAKARTA.

SKRIPSI PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA PELAKSANAAN KEWAJIBAN PENGELOLAAN LIMBAH OLEH PENGELOLA USAHA LAUNDRY DALAM PENGENDALIAN PENCEMARAN LINGKUNGAN HIDUP DI KOTA YOGYAKARTA.

Dengan ini penulis menyatakan bahwa skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, bukan merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain. Jika Penulisan Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku

12 Baca lebih lajut

Kuliah 4 Pengendalian Lingkungan (Ekonomi)-Penanggulangan-Pemulihan

Kuliah 4 Pengendalian Lingkungan (Ekonomi)-Penanggulangan-Pemulihan

• Apa yang membuat para pelaku usaha terdorong untuk melakukan penaatan sukarela? Salah satu alasan utama yang mendasari penaatan sukarela adalah adanya keuntungan ekonomi dari penaatan sukarela. Artinya, sebuah kegiatan/usaha/produk yang diakui sebagai ramah lingkungan akan

48 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...