Top PDF Sosiologi pedesaan masalah sosial Sosiologi pedesaan masalah sosial

Sosiologi pedesaan masalah sosial Sosiologi pedesaan masalah sosial

Sosiologi pedesaan masalah sosial Sosiologi pedesaan masalah sosial

Faktor Penyebab Rendahnya Tingkat Pendidikan di NTT Persentase kelulusan yang rendah, kualitas lulusan yang meragukan, hilangnya semangat belajar, Siswa malas datang ke sekolah karena h[r]

10 Baca lebih lajut

Sosiologi Pedesaan (SPD) –> S2 dan S3

Sosiologi Pedesaan (SPD) –> S2 dan S3

Teori dan konsep sosiologi ekonomi klasik dan kontemporer: teori aksi- rasional Max Weber, teori kelas ekonomi dari Karl Marx, teori pertukaran dari Sahlin hingga teori keterlekatan dari Granovetter. Ekonomi-rasional vs Ekonomi-moral Scottian. Sistem ekonomi pedesaan: involusi, kemiskinan berbagi, dan stagnasi. Moda produksi dan konsep ekonomi ganda (kapitalis dan pra-kapitalis) dalam masyarakat. Perubahan moda produksi (evolusi dan revolusi pertanian) dan formasi sosial. Tipologi dan dinamika sosionomi pedesaan (ekonomi perikanan, ekonomi persawahan, ekonomi perladangan/perkebunan). Hubungan sosionomi desa-kota. Sistem penghidupan (livelihood system) dan strategi ekonomi rumahtangga. Penelitian sosiologi ekonomi pedesaan di Indonesia.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENDEKATAN SOSIOLOGI PEDESAAN DALAM PEMB

PENDEKATAN SOSIOLOGI PEDESAAN DALAM PEMB

Sumbangsih Prof. Dr. Ir. Sajogyo dapat dilihat dari pengukuhan otoritas disiplin akademis dengan mengombinasikan beragam disiplin ilmu, mengingat kompleksitas realitas sosial sulit terbaca dengan menggunakan satu ilmu satu disiplin ilmu. Artinya ada keterkaitan suatu kemampuan komprehensif (holistic), Isu lebih dikedepankan untuk didekati dari segala arah ketimbang menonjolkan disiplin ilmu. Dr. Ir. Sa jogyo Dengan tegas ia menyatakan “Jika Anda ingin mengerti perekonomian negeri kami, kajilah kebudayaan dan sistem politik kami; jika ingin memahami kebudayaan dan sistem politik kami, kajilah perekonomian kami”. Dalam kontek yang lain Brown (1998: 26), pendidikan sosial atau dalam bahasa sajogyo “ pendidikan orang dewasa” yaitu nilai yang berkaitan secara mendalam dengan moral, kode-kode susila, dan menentukan pikiran orang tentang apa yang semestinya dilakukan. Individu-individu dan organisasi-organisasi yang menyadari nilai honesty, integrity, dan openness akan bertindak dengan kejujuran, terbuka, dan integritas, karena hal itu merupakan sesuatu yang benar untuk dilakukan. Sehingga, dalam konteks pendidikan, seseorang atau masyarakat yang menyadari bahwa belajar (pendidikan) merupakan sesuatu yang benar untuk dilakukan, seseorang atau masyarakat tersebut akan bertindak untuk melakukan apa yang dianutnya, yakni belajar atau sebaliknya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PERKOTAAN perbedaan

SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PERKOTAAN perbedaan

Penyebab Konflik : Konflik yang terjadi antar warga pada umumnya dimulai dari interaksi antar dua kelompok pemuda di tempat hiburan. Konflik yang terjadi umumnya “difasilitasi” oleh adanya acara hiburan penyelenggaraan hajat. Konflik ini bermula ketika ada salah satu warga Tugu yang kepalanya terluka terkena pukulan botol minuman Tak terima ada salah satu warganya terkena pukulan botol, maka warga Tugu menyerang warga Mekar Gading. Dan konflik pun berkepanjangan hingga menjadi masalah yang cukup rumit. Jika diamati dari kasus di atas, bahwa sebenarnya kejadian tersebut bukanlah kejadian yang merugikan semua pihak, karena mungkin saja ada kesalahpahaman yang terjadi sehingga korban terkena pukulan botol minuman, karena pada saat itu warga tengah asik berpesta “minuman” yang membuat mereka tidak dalam keadaan sadar sepenuhnya. Namun berdalih rasa solidaritas antar sesama warga, maka emosi warga Tugu pun tidak terkontrol untuk melakukan penyerangan. Dan pada akhirnya tawuran pun tidak dapat dihindari. Dalam hal kasus tersebut kita dapat melihat bagaimana jalan penyelesaian yang diambil guna mengurangi konflik, yaitu dengan cara konsiliasi, dimana lembaga-lembaga desa menjadi pihak ketiga untuk melerai konflik yang ada.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

TUGAS INDIVIDU SOSIOLOGI PEDESAAN dan

TUGAS INDIVIDU SOSIOLOGI PEDESAAN dan

Dalam setiap hubungan antar manusia maupun antar kelompok sosial selalu tersimpul pengertian-pengertian kekuasaan dan wewenang. Kekuasaan mencakup kemampuan untuk memerintah (agar yang di perintah patuh) dan juga untuk memberi keputusan-keputusan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi tindakan-tindakan pihak-pihak lainnya. Birokrasi juga merupakan salah satu sumber kekuasaan, di samping kemampuan khusus dalam bidang ilmu-ilmu pengetahuan yang tertentu ataupun atas dasar peraturan- peraturan hukum yang tertentu. Akan tetapi umumnya kekuasaan tertinggi berada pada organisasi yang dinamakan “negara’’.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Laporan Sosiologi Pertanian UNSOED : BAB I PENDAHULUAN

Laporan Sosiologi Pertanian UNSOED : BAB I PENDAHULUAN

Masyarakat perkotaan sering disebut urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Yang dimaksud dengan desa menurut Sukardjo Kartohadi adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemeritnahan sendiri. Menurut Bintaro desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi, sosial, ekonomi, politik dan cultural yang terdapat disuatu daerah dalam hubungannya dan pengaruhnya secara timbal-balik dengan daerah lain.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MASALAH SOSIAL DALAM LIMA FILM INDEPENDEN: Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra.

MASALAH SOSIAL DALAM LIMA FILM INDEPENDEN: Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra.

Dengan mengucap puji syukur Alhamdulillah ke hadirat Allah SWT, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Masalah Sosial Dalam Lima Film Independen: Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra . Skripsi ini disusun guna meraih gelar kesarjanaan pada Jurusan Sastra Indonesia Universitas Sebelas Maret Surakarta.

13 Baca lebih lajut

Keberdayaan Peternak Di Pedesaan Dalam Perspektif Sosiologi Politik.

Keberdayaan Peternak Di Pedesaan Dalam Perspektif Sosiologi Politik.

Terhadap pandangan di atas telah lama terjadi perdebatan, karena ternyata ada juga yang memiliki pemikiran, bahwa sebetulnya kawasan pedesaanlah yang mendukung perkembangan kota serta pertumbuhan ekonomi secara nasional. Dalam pemikiran ini terbesit optimisme, dan bahwa konservativisme masyarakat pedesaan tersebut sebetulnya bukan merupakan masalah jika betul-betul berkehendak untuk membangun masyarakat pedesaan. Argumentasinya adalah bahwa budaya yang disebut sebagai penghambat itu justru dibentuk oleh kekuatan eksternal yang dengan sengaja semakin dikukuhkan. Dengan demikian, jika ingin berhasil membangun masyarakat di pedesaan, maka jangan menganggap konservativisme mereka sebagai suatu penghambat, apalagi dengan sengaja mereproduksinya.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

MASALAH MASALAH SOSIAL DI INDONESIA Pema

MASALAH MASALAH SOSIAL DI INDONESIA Pema

D itinjau dari paradigma ilmu -ilmu sosialsosiologi misalnya — pengertian masalah sosial hingga saat ini masih lazim digunakan untuk menunjuk s uatu masalah yang tumbuh dan/atau berkembang dalam kehidupan komunitas, di mana masalah itu dianggap kurang atau bahkan tidak sesuai dengan nilai -nilai dan/atau norma-norma sosial dalam komunitas tersebut. Tumbuh dan/atau berkembangnya suatu masalah sosial sangat tergantung pada dinamika proses perkembangan komunitas itu sendiri. Ketika suatu komunitas mengalami proses perkembangan — baik karena adanya faktor -faktor dari luar komunitas, karena adanya faktor -faktor dari dalam komunitas itu sendiri, maupun ad anya proses deferensiasi struktural dan kultural — biasanya komunitas tersebut akan selalu mengalami goncangan, apalagi jika faktor -faktor perubahan itu datangnya sangat cepat. Dalam situasi seperti ini, tidak semua anggota komunitas siap dalam menerima perubahan itu. Misalnya, ada anggota komunitas yang sangat siap, cukup siap dan bahkan sama sekali tidak siap dalam menerima perubahan itu. Adanya perbedaan dalam kesiapan menerima perubahan itulah, yang biasanya menjadi factor pemicu tumbuh dan/atau berkembangnya suatu masalah-masalah sosial. Lihatlah, bagaimana timbulnya pro dan kontra tentang pornografi dan pornoaksi dalam liputan media massa yang merebak akhir -akhir ini!
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UAS Sosiologi Hukum Perubahan dan Masalah Sosial yang Berdampak pada Pelanggaran Hukum

UAS Sosiologi Hukum Perubahan dan Masalah Sosial yang Berdampak pada Pelanggaran Hukum

Sedang pendekatan kedua system blame approach merupakan unit analisis untuk memahami sumber masalah pada level sistem. Pendekatan ini mempunyai asumsi bahwa sistem dan struktur sosial lebih dominan dalam kehidupan bermasyarakat. Individu sebagai warga masyarakat tunduk dan dikontrol oleh sistem. Selaras dengan itu, masalah sosial terjadi oleh karena sistem yang berlaku didalamnya kurang mampu dalam mengantisipasi perubahan-perubahan yang terjadi, termasuk penyesuaian antar komponen dan unsur dalam sistem itu sendiri.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

RPP   Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupa (2)

RPP Penerapan Sosiologi Dalam Kehidupa (2)

Perencanaan sosial merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui perkembangan masyarakat. Dalam hal perencanaan sosial, sosiologi berfungsi sebagai sarana merencanakan kebijakan sosial. Kebijakan sosial adalah serangkaian upaya, strategi, rencana, dan tindakan yang digunakan untuk mengatasi masalah sosial dan memenuhi kebutuhan sosial masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan sosial merupakan bagian dari objek sosiologi. Secara umum, sosiologi memiliki beberapa kegunaan dalam perencanaan sosial diantaranya yaitu :
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pemulung Lansia di Kota Medan (Studi Pemulung Lansia di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan)

Pemulung Lansia di Kota Medan (Studi Pemulung Lansia di Lingkungan I Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan)

”Modal Sosial dan Mekanisme Adaptasi Masyarakat Pedesaan dalam Pengelolaan dan Pembangunan Insfrastruktur Jurnal Sosiologi Vol 20 No 01 Online diakses pada tanggal 28 April 2016 Pu[r]

4 Baca lebih lajut

Sosiologi Pedesaan Sosiologi Pedesaan Sosiologi Pedesaan

Sosiologi Pedesaan Sosiologi Pedesaan Sosiologi Pedesaan

Kasus gerak sosial ada dua macam yaitu gerak horizontal dan vertikal. Gerak sosial horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial satu ke lainnya yang sederajat. Sedangkan gerak sosial vertikal merupakan perpindahan individu atau objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya, yang tidak sederajat. Sesuai arahnya maka terdapat dua jenis gerak sosial vertikal, yaitu naik (social climbing) dan turun (social sinking). Gerak sosial horizontal banyak terjadi dalam masyarakat yang kami kunjungi karena bedasarkan pernyataan narasumber yang menyatakan bahwa “di perumahan ini, kebanyakan orang pendatang. Saya juga tidak terlalu kenal dengan tetangga disini karena mereka yang jarang dirumah. Saya hanya kenal dengan beberapa orang saja disini, dan kalaupun kenal ya dapet setahun aja mereka sudah pindah. Jadi disini jarang ada yang menetap. Kebanyakan hanya tinggal setahun disini kemudian mereka pindah dan biasanya rumah mereka di kontrakkan”. Jadi gerak sosial horizontal yang ditandai dengan peralihan individu dari suatu kelompok sosial satu ke lainnya yang sederajat. Sedangkan gerak sosial vertikal yang terjadi adalah gerak vertikal naik karena ada golongan masyarakat yang ada dilapisan menengah kemudian berada di lapisan atas karena jumlah kekayaan mereka. Sedangkan gerak vertikal turun jarang terjadi, kalaupun terjadi tidak banyak orang yang mengetahuinya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Komunitas Karo di Kawasan Relokasi Siosar

Komunitas Karo di Kawasan Relokasi Siosar

“Modal Sosial dan Mekanisme A daptasi Masyarakat Pedesaan dalam Pengelolaan dan Pembangunan Infrastruktur,” Jurnal Sosiologi: LabSosio, Pusat Kajian Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia. 20(1):81-97, 2015.

3 Baca lebih lajut

9 7 2012 1 DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI D

9 7 2012 1 DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI D

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT Sosiologi Sosiologi, berupaya memahami keadaan sosial manusi[r]

11 Baca lebih lajut

Lala M. Kolopaking, Dr,Ir, M.S Lala M Kolopaking

Lala M. Kolopaking, Dr,Ir, M.S Lala M Kolopaking

Pendidikan - S1 lampirkan ijazah Ilmu Sosial Ekonomi Institut Pertanian Bogor 1958 - S2 lampirkan ijazah Sosiologi Pedesaan Institut Pertanian Bogor 1988 - S3 lampirkan ijazah Sains K[r]

1 Baca lebih lajut

Masalah-Masalah Sosial Dalam Cerbung ”Dalane Isih Peteng” Karya Sartono Kusumaningrat (sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra)

Masalah-Masalah Sosial Dalam Cerbung ”Dalane Isih Peteng” Karya Sartono Kusumaningrat (sebuah Tinjauan Sosiologi Sastra)

Latar belakang dari penelitian ini adalah : Cerbung Jawa adalah salah satu karya sastra Jawa yang mengungkap aspek-aspek kemanusiaan secara lebih mendalam. Dalam penelitian ini, penulis mengkaji Cerbung Dalane Isih Peteng karya Sartono Kusumaningrat dengan tinjauan sosiologi sastra. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penurunan nilai-nilai moral para pemuda masa kini sehingga diharapkan penelitian ini mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai moral yang baik, khususnya bagi para pemuda. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian cerbung DIP yaitu (1) Bagaimanakah unsur-unsur struktural yang meliputi tema; fakta-fakta cerita yang di dalamnya menyangkut alur, karakter, latar; sarana-sarana sastra; judul; sudut pandang; gaya dan tone; simbolisme; dan ironi yang terdapat dalam cerbung Dalane Isih Peteng karya Sartono Kusumaningrat. (2) Bagaimanakah cara seorang tokoh utama dalam menyikapi orang baru yang terdapat dalam cerbung DIP karya Sartono Kusumaningrat? (3) bagaimanakah masalah-masalah social yang terjadi dalam cerbung DIP dengan masalah-masalah sosial yang terjadi pada jaman sekarang? Penelitian terhadap cerbung DIP bertujuan: Mendeskripsikan unsur-unsur struktural seperti tema; fakta-fakta cerita yang di dalamnya menyangkut alur, karakter, latar; sarana- sarana sastra; judul; sudut pandang; gaya dan tone; simbolisme; dan ironi yang terdapat dalam cerbung Dalane Isih Peteng karya Sartono Kusumaningrat. Mendeskripsikan cara seorang tokoh utama dalam menyikapi orang baru yang terdapat dalam cerbung DIP karya Sartono Kusumaningrat. Mendeskripsikan relevansi masalah-masalah sosial dalam cerbung DIP dengan masalah-masalah sosial yang terjadi masa masa sekarang.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

I. Stratifikasi Sosial dan perjuangan (1)

I. Stratifikasi Sosial dan perjuangan (1)

Dalam analisis stratifikasi sosial yang paling mudah digunakan adalah pandangan sosiologi, dimana sosiologi bisa mendalami masalah-masalah yang ada dalam suatu stratifikasi sosial lebih mendalam dan karakteristik sosiologi yang non etis dalam pembahasannya juga bisa mendukung suatu kajian analisa stratifikasi sosial sehingga dalam menganalisa suatu masalah atau kejadian yang ada atau bertkaitan dengan stratifikasi sosial dapat denganmudah dipahami melalui perspektif sosiologi.

8 Baca lebih lajut

Laporan Praktikum Sosiologi Pedesaan sosiologi pedesaan

Laporan Praktikum Sosiologi Pedesaan sosiologi pedesaan

Ruang lingkup bidang kajian sosiologi pedesaan menekankan pada masyarakat pedesaan dan segala dinamikanya yang antara lain mencakup struktur sosial, proses sosial, mata pencaharian, pola perilaku, serta berbagai transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Ulrich P , Sosiologi Pedesaan (Rural Sociology) sering disamakan dengan Sosiologi Pertanian (Agricultural Sociology), karena menurut Rahardjo pertanian memang masih merupakan karakteristik pokok dari umumnya desa-desa di Indonesia. Dilihat dari eksistensinya, desa merupakan fenomena yang muncul dengan mulai dikenalnya cocok tanam. Dengan mengingat pentingnya faktor pertanian bagi keberadaan desa, maka dapat dipahami bahwa kebanyakan ruang lingkup dan objek sosiologi pedesaan masih selalu berkisar pada aspek pertanian, aktivitas serta dinamikanya. Maksud mempelajari sosiologi pedesaan adalah untuk mengumpulkan keterangan mengenai masyarakat pedesaan dan hubungan-hubungannya yang melukiskan tentang tingkah laku, sikap, perasaan, motif, dan kegiatan manusia yang hidup dalam lingkungan pedesaan itu. Hasil dari pengkajian dari sosiologi pedesaan dapat dipergunakan sebagai penyedia dan pensuplai data dan informasi- informasi yang sangat dibutuhkan dalam upaya-upaya pengembangan masyarakat pedesaan. Misalnya untuk suksesnya kegiatan penyuluhan pertanian (Shahab K, 2007).
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Masalah Sosial Dan Manfaat Sosiologi

Masalah Sosial Dan Manfaat Sosiologi

Gejala-gejala yang terjadi dalam masyarakat tidak semua berlangsung secara normal sebagaimana yang dikehendaki masyarakat bersangkutan. Gejala-gejala abnormal tersebut dinamakan masalah-masalah sosial. Masalah-masalah sosial adalah adanya gangguan atau goncangan yang menyangkut ketidakseimbangan antara interpretasi-interpretasi tentang nilai- nilai sosial dan moral. Kehidupan masyarakat normal yang menjadi terganggu perlu ditertibkan kembali seperti sediakala/ menjadi bentuk baru akibat dari perkembangannya.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...