Top PDF Stagnansi Perwakafan di Aceh: Analisis Faktor Penyebab

Stagnansi Perwakafan di Aceh: Analisis Faktor Penyebab

Stagnansi Perwakafan di Aceh: Analisis Faktor Penyebab

Abstrak: Keadaan perwakafan di Aceh pasca bencana tsunami cenderung stagnan. Hal ini terlihat dari data-data yang didapat pada penelitian pendahuluan, terutama periode 2005 - 2010. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya stagnasi perwakafan di Aceh pasca bencana. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 15 orang responden yang terdiri dari pejabat bidang wakaf dari Kantor Kementerian Agama Provinsi dan/atau kabupaten, kepala-kepala KUA sebagai pengelola wakaf di beberapa kecamatan terpilih, para imum masjid/meunasah terpilih, dan para Wakif dan/atau ahli warisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat faktor yang menjadi penyebab stagnansi perwakafan di Aceh pasca bencana. Pertama, terjadinya peningkatan harga tanah yang sangat signifikan. Kedua, terjadi pergeseran nilai- nilai masyarakat Aceh ke arah yang lebih materialis. Ketiga, pudarnya nilai-nilai sosial dan persaudaraan (ukhwah) dalam masyarakat Aceh. Keempat, banyaknya harta wakaf di Aceh yang terbengkalai dan tidak diproduktifkan.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN ACEH TESIS

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN ACEH TESIS

The aim of the research was too analyze some factors which caused the delay in the implementation of construction project in North Sumatera and Aceh. The data were gathered by distributing surveying questionnaires. The management aspects in the questionnaires comprised of six study aspects and 61 kinds which caused the delay in the implementation of the bridge construction project in North Sumatera and Aceh. These 61 kinds of the delay were based on previous studies and certified by the experts from the owner as expert staffs in road and bridge planning, General Superintendents (GS), who work for the contractor of Non-BUMN and the commercial staffs who work for the contractor of BUMN. There were 71 questionnaires from the owner’s respondents of the National Road Planning Center 1 of The Departments of Public Works, Jalan Sakti Lubis, the contractor respondents of Non-BUMN, BUMN in North Sumatera, and contractor respondents on Non-BUMN in Aceh. The data are analyzed quantitatively with the assumption according to the research of The Ordinance Department of US Army and Ballistic Research Laboratory (BRL) in the ACE Formula which promulgates correlation, Non Parametric, Ordinal Variable, Spearman Corelation, Concordance of Kendall Correlation and Mean Rank.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kajian Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Kinerja Mutu pada Proyek Konstruksi di Provinsi Aceh

Kajian Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Kinerja Mutu pada Proyek Konstruksi di Provinsi Aceh

Kesalahan desain merupakan faktor yang paling berpengaruh ketiga terhadap kinerja mutu proyek konstruksi. Hasil perhitungan analisis berdasarkan jawaban responden, 17 responden dari 30 responden memilih kategori sangat berpengaruh yang didapatkan dari nilai modus. Dalam hal ini jika desain dan spesifikasi yang salah atau kurang jelas diberikan kepada pihak pelaksana, dapat menyebabkan mutu pada waktu penyelesain jadi tidak efisien pada tahap pelaksanaan. Dampak yang ditimbulkan dari kesalahan desain adalah hasil tidak dapat digunakan atau tidak optimal, operasional terganggu, perlu biaya dan waktu untuk perbaikan, timbulnya konflik, menjadi temuan dan timbul resiko. Kesalahan desain juga dapat secara signifikan menurunkan kinerja yaitu dapat menghasilkan kerja berulang, membutuhkan waktu tambahan, dan pembengkakan pengeluaran sumber daya. (Han et al., 2013). Kesalahan desain dapat berupa kesalahan gambar atau perhitungan pada saat pekerjaan konstruksi sudah dilaksanakan di lapangan, sehingga terjadilah rework yang menyebabkan rendahnya mutu proyek konstruksi. Kesalahan desain bisa terjadi jika arsitek, drafter, konsultan, atau kontraktor dalam mendesain dan menggambarkan suatu kondisi dari proyek konstruksi yang tidak sesuai dengan yang telah direncanakan. Hal ini akan menyebabkan komplain dari pihak pemilik yang akhirnya menyebabkan terjadinya rework.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB KELELA

ANALISIS BEBERAPA FAKTOR PENYEBAB KELELA

Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja (Suma’mur, 2014). Data dari International Labour Organization (ILO) menyebutkan bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan oleh faktor kelelahan (Markanen, 2004). Kelelahan kerja di Indonesia termasuk masalah kesehatan nasional. Hasil penelitian di PT. Indofood Sukses Makmur Tbk Surabaya tahun 2011 menunjukkan bahwa dari 47 tenaga kerja sebagian besar mengalami tingkat kelelahan sedang yaitu 27 orang (57,4%) dan 20 orang (42,6%) mengalami tingkat kelelahan ringan (Andrias, 2011), juga penelitian yang dilakukan oleh Tyas (2010) pada sebagian besar pekerja di wilayah Medan, Samarinda, Maluku dan Surabaya yang terpajan panas, ternyata mengalami kelelahan ringan. Demikian pula hasil penelitian Eraliesa (2009), menunjukkan sebagian besar buruh pada bagian stevedoring dan receiving pelabuhan Tapaktuan Aceh mengalami kelelahan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN ACEH TESIS

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN DI WILAYAH SUMATERA UTARA DAN ACEH TESIS

Berkat Ridho dan Karunia Allah SWT saya dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan di Wilayah Sumatera Utara dan Aceh” sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan Program Magister Bidang Manajemen Prasarana Publik Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

15 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan Di Sumatera Utara Dan Aceh

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan Di Sumatera Utara Dan Aceh

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek jembatan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Analisis dilakukan dengan menyebarkan survei kuesioner. Tinjauan aspek manajemen pada kuesioner ditetapkan sebanyak 6 aspek kajian dengan 61 jenis penyebab keterlambatan proyek jembatan dalam penelitian ini khususnya di Sumatera Utara dan Aceh. Penetapan sebanyak 61 jenis penyebab keterlambatan proyek jembatan didasari penelitian-penelitian sebelumnya dan disetujui oleh pakar-pakar yang berasal dari instansi pemilik (owner) dengan posisi staff ahli perencanaan jalan dan jembatan, General Superintendent (GS) yang bekerja di kontraktor Non-BUMN dan staff komersial yang bekerja di kontraktor BUMN. Total kuesioner yang diperoleh sebanyak 71 dari responden pemilik (owner) Departemen Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I (BBPJN I) di jalan Sakti Lubis, responden kontraktor Non-BUMN, BUMN di Sumatera Utara dan responden kontraktor Non- BUMN di Aceh. Analisis data kuantitatif dengan asumsi menurut penelitian The Ordance Department of US Army and Ballistic Research Laboratory (BRL) didalam formula ACE menetapkan korelasi, Non Parametrik, Variabel Ordinal, korelasi Spearman, konkordansi korelasi Kendall dan rata-rata ( mean rank).
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan di Wilayah Sumatera Utara dan Aceh

Analisis Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Jembatan di Wilayah Sumatera Utara dan Aceh

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan proyek jembatan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Analisis dilakukan dengan menyebarkan survei kuesioner. Tinjauan aspek manajemen pada kuesioner ditetapkan sebanyak 6 aspek kajian dengan 61 jenis penyebab keterlambatan proyek jembatan dalam penelitian ini khususnya di Sumatera Utara dan Aceh. Penetapan sebanyak 61 jenis penyebab keterlambatan proyek jembatan didasari penelitian-penelitian sebelumnya dan disetujui oleh pakar-pakar yang berasal dari instansi pemilik (owner) dengan posisi staff ahli perencanaan jalan dan jembatan, General Superintendent (GS) yang bekerja di kontraktor Non-BUMN dan staff komersial yang bekerja di kontraktor BUMN. Total kuesioner yang diperoleh sebanyak 71 dari responden pemilik (owner) Departemen Pekerjaan Umum Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional I (BBPJN I) di jalan Sakti Lubis, responden kontraktor Non-BUMN, BUMN di Sumatera Utara dan responden kontraktor Non- BUMN di Aceh. Analisis data kuantitatif dengan asumsi menurut penelitian The Ordance Department of US Army and Ballistic Research Laboratory (BRL) didalam formula ACE menetapkan korelasi, Non Parametrik, Variabel Ordinal, korelasi Spearman, konkordansi korelasi Kendall dan rata-rata ( mean rank).
Baca lebih lanjut

172 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PELAKSANAAN PEN

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PELAKSANAAN PEN

Kaplan dan Norton (1996) dalam Yuwono (2003) mengatakan bahwa pekerja yang puas merupakan prakondisi bagi meningkatnya produktivitas, daya tanggap, mutu, dan layanan pelanggan. Sedangkan perspektif motivasi, pemberdayaan, dan keselarasan penting untuk menjamin adanya proses yang berkeseimbangan terhadap upaya pemberian motivasi dan inisiatif yang sebesar- besarnya bagi pegawai. Perawat Rumah Sakit Jiwa Menur paling banyak memiliki tingkat kepuasan sedang dan motivasinya dalam pengisian format dokumentasi asuhan keperawatan adalah tinggi. Ini berarti pada kedua aspek tersebut tidak menjadi penyebab pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan yang rendah di Rumah Sakit Jiwa Menur. Bahkan kepuasan kerja dan motivasi perawat yang baik merupakan modal untuk meningkatkan pelayanan keperawatan. Dengan demikian manajemen harus menjaga kondisi yang sudah kondusif dengan prinsip memotivasi pegawai dengan cara yang dikemukakan Mangkunegara (2005), yaitu memberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin, mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas, mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan, memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya, dan memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahan.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Risiko Penyebab Penyakit

Analisis Faktor Risiko Penyebab Penyakit

Pada grafik diatas terlihat bahwa masyarakat di Kelurahan Bulu Lor memiliki faktor lingkungan yang mempengaruhi asma sebagai berikut, merokok sebanyak 9 responden, sesak nafas saat menghirup rokok sebanyak 17 responden, memakai obat nyamuk jenis semprot sebanyak 9 responden, memakai obat nyamuk jenis bakar sebanyak 8 responden, memakai obat nyamuk jenis elektrik sebanyak 5 responden, sesak nafas saat menghirup asap obat nyamuk sebanyak 16 responden, asma kambuh saat cuaca dingin sebanyak 26 responden, asma kambuh saat cuaca panas sebanyak 9 responden, sesak nafas didahului hujan atau mendung sebanyak 16 responden, memiliki binatang peliharaan berbulu sebanyak 12 responden, sesak nafas saat dekat dengan binatang berbulu sebanyak 8 responden, dan perabotan berdebu sebanyak 17 responden. Dari data menunjukkan bahwa faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap asma adalah cuaca dingin.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Risiko Penyebab Kejadian

Analisis Faktor Risiko Penyebab Kejadian

Riwayat keluarga menderita DM menjadi faktor risiko seseorang untuk terkena Diabetes Mellitus tipe 2. Seorang anak merupakan keturunan pertama dari orang tua yang DM (Ayah, ibu, termasuk saudara laki-laki dan saudara perempuan) (Kemenkes RI, 2008). Berdasarkan hasil uji chi square (Fisher's Exact Test) didapatkan nilai pvalue 0,049 (pvalue <0,05), maka hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara riwayat DM dengan kejadian kasus DM tipe 2.

65 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJ

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJ

Informasi yang cukup jelas bagi para pekerja mengenai tata cara kerja yang baik dan tepat dapat mencegah bahaya kecelakaan saat melaksanakan pekerjaan di tempat kerja. Tempat serta lingkungan kerja juga sangat berpengaruh terhadap tingkat produktivitas para pekerja, karena lingkungan dan tempat kerja yang baik dapat memberikan semangat dan ketenangan bagi para pekerja sehingga mereka dapat bekerja dengan baik dan mencapai tingkat produktivitas yang tinggi. Metode Seven Tools dapat digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab dari kecelakaan kerja, sehingga dapat segera dilakukan perbaikan terhadap faktor- faktor yang paling dominan berdasarkan skala prioritasnya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Faktor Penyebab Kemiskinan dan (1)

Analisis Faktor Penyebab Kemiskinan dan (1)

a. Faktor Biologik secara Genothype dan Phenotype Stephen Hurwitz (1986:36) menyatakan perbedaan antara kedua tipe tersebut bahwa Genotype ialah warisan sesungguhnya, Phenotype ialah pembawaan yang berkembang. Sekalipun sutu gen tunggal diwariskan dengan cara demikian hingga nampak keluar, namun masih mungkin adanya gen tersebut tidak dirasakan. Perkembangan suatu gen tunggal adakalanya tergantung dari lain-lain gen, teristimewanya bagi sifat-sifat mental. Di samping itu, nampaknya keluar sesuatu gen, tergantung pula dari pengaruh- pengaruh luar terhadap organism yang telah 22 atau belum lahir. Apa yang diteruskan seseorang sebagai pewarisan kepada genrasi yang berikutnya semata- mata tergantung dari genotype. Apa yang tampaknya keluar olehnya, adalah phenotype yaitu hasil dari pembawaan yang diwaris dari orang tuanya dengan pengaruh-pengaruh dari luar.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA MINAT

Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk atau Variabel dari pegawai yang dijadikan sebagai objek penelitian tidak memilih produk pembiayaan di bank syariah pada model konfirmatori ini terdiri dari 22 indikator pernyataan sebagai dimensi pembentuknya. Hasil pengolahan data untuk analisis faktor konfirmatori konstruk untuk analisis faktor- faktor yang mempengaruhi pegawai tidak memilih produk pembiayaan di bank syariah dapat dilihat pada tabel berikut, dimana asumsi yang mendasari dapat tidaknya digunakan analisis faktor adalah data matrix harus memiliki korelasi yang cukup (sufficient correlation).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

ANALISIS TERHADAP FAKTOR PENYEBAB PROSTITUSI PADA ANAK

ANALISIS TERHADAP FAKTOR PENYEBAB PROSTITUSI PADA ANAK

Prostitusi anak merupakan hal yang perlu mendapat perhatian khusus karena sebagai generasi penerus bila terjebak pada prostitusi anak, maka masa depan bangsa juga akan dipertaruhkan. Beberapa factor yang menyebabkan prostitusi pada anak antara lain : factor keluarga, factor ekonomi, factor pendidikan, factor lingkungan, serta factor mental dan kejiwaan. Selain itu, perdagangan orang menjadi penyebab seorang terjerumus pada dunia prostitusi.

8 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA COST

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA COST

Latarbelakang: Kemandirian rumah sakit non pemerintah mempunyai kewenangan untuk menggunakan penerimaan fungsionalnya secara langsung (Sekretaris Kabinet RI, 1991). Melalui penertiban akuntansi secara mendasar rumah sakit swasta harus dapat mempertahankan hidup dan mengembangkan rumah sakit dengan biaya mandiri secara bertahap. Pentingnya Cost Recovery Rate (CRR) sebagai alat penentuan efisiensi, adalah bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pendapatan rumah sakit dapat menutupi biaya yang dikeluarkan (Pudjiraharjo,1998). Angka CRR di Rumah Sakit Anak Dan Bersalin Sitti ‘Aisyah pada 2011 sebesar 95% dan 2012 sebesar 98% sehingga selama 2 tahun treakhir adalah < 100%. Idealnya CRR adalah > 1 atau > 100%. Jika CRR = 1 atau CRR = 100%, artinya organisasi tersebut belum memperoleh keuntungan, secara financial tidak ada selisih antara pendapatan dengan pengeluaran (Wulandari,2003). Sehingga tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor penyebab rendahnya CRR. Metode: Berdasarkan dari waktu termasuk penelitian cross sectional yang dilakukan secara observasional. Alat pengumpul data menggunakan tabel analisis data sekunder. Obyek penelitian adalah program kerja tahunan dan laporan kerja tahunan Rumah Sakit Anak Dan Bersalin S itti ‘Aisyah Surabaya tahun 2014 dan tahun 2015 . Hasil: penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab rendahnya CRR adalah jika dilihat dari aspek pendapatan adalah rendahnya tarif dan jumlah kunjungan rawat jalan dan rawat inap serta jumlah kunjungan Tempat Penitipan Anak (TPA). Jika dilihat dari aspek biaya adalah besarnya biaya operasional di laundry, kantor, rawat jalan, pegawai, transportasi, biaya bahan habis pakai non medis, biaya listrik telepon air. Saran: Pembuatan laporan penerimaan dan pengeluaran rumah sakit perlu dibedakan untuk setiap pusat biaya/ setiap ruangan sehingga dapat diketahui efisiensi setiap pusat biaya, meningkatkan fungsi marketing rumah sakit seperti penyebaran brosur, membuka jenis pelayanan baru yang lebih inovatif dan unik.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN W

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN W

PERSPEKTIF KEPUASAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA PANTAI DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Usulan Penelitian Untuk Tesis S-2 Program Studi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Pemas[r]

1 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ANAK PUT (4)

ANALISIS FAKTOR FAKTOR PENYEBAB ANAK PUT (4)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) faktor-faktor penyebab anak putus sekolah usia pendidikan dasar di Kecamatan Gerokgak Tahun 2012/2013, dan (2) faktor yang dominan penyebab anak putus sekolah usia pendidikan dasar di Kecamatan Gerokgak Tahun 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada Kecamatan Gerokgak dengan jumlah responden sebanyak 64 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dan dokumentasi dianalisis dengan analisis faktor melalui program SPSS versi 16.0, yang meliputi Uji Kaiser-Meyer-Olkin of Sampling adequacy (KMO and Barllet’s Test), Uji Measure of Sampling Adequacy (MSA), koefisien varimax rotation, dan rotasi faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam faktor penyebab anak putus sekolah usia pendidikan dasar di Kecamatan Gerokgak Tahun 2012/2013. Faktor tersebut (1) faktor ekonomi, (2) faktor perhatian orang tua, (3) fasilitas pembelajaran, (4) minat anak untuk sekolah, (5) budaya dan (6) faktor lokasi sekolah. Faktor perhatian orang tua menjadi faktor yang paling dominan karena memiliki nilai variance explained tertinggi yaitu sebesar 39,952%, artinya bahwa perhatian orang tua mampu menjelaskan penyebab anak putus sekolah usia pendidikan dasar di Kecamatan Gerokgak. Faktor lokasi sekolah merupakan faktor yang memiliki variance explained terendah yaitu sebesar 17,014%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

ANALISIS JALUR FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KR (1)

ANALISIS JALUR FAKTOR FAKTOR PENYEBAB KR (1)

Kriminalitas atau tindak kejahatan adalah tingkah laku yang melanggar hukum dan melanggar norma-norma sosial, sehingga masyarakat menentangnya. Dalam banyak kasus kejahatan terjadi karena beberapa faktor. Faktor penyebab kejahatan antara lain faktor biologik, sosiologik yang terdiri dari faktor-faktor ekonomi (sistem ekonomi, populasi, perubahan harga pasar, krisis moneter, kurangnya lapangan kerja dan pengangguran), faktor-faktor mental (agama, bacaan, harian-harian, film), faktor- faktor fisik: keadaan Iklim dan lain-lain, dan faktor-faktor pribadi (umur, ras dan nasionalitas, alkohol, perang) (kartono,
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI  ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMERINTAH DAN SWASTA DI TIMOR LESTE.

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMERINTAH DAN SWASTA DI TIMOR LESTE.

Benar-benar merupakan karya pribadi dan bukan merupakan dan bukan merupakan kutipan atau duplikasi dari karya tulis yang telah ada sebelumnya. Semua yang tertulis baik berupa data, teks, tabel, analisis, kesimpulan dan rekomendasi, kecuali yang merupakan kutipan disertai dengan sumbernya. Thesis in adalah murni karya saya dan merupakan hasil kerja pribadi.

12 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan Di Provinsi Riau

Analisis Faktor-faktor Penyebab Kemiskinan Di Provinsi Riau

Banyak faktor-faktor yang kemungkinan menjadi penyebab kemiskinan. Terlebih dahulu harus mengetahui lebih lanjut ada atau tidaknya pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, tingkat pengangguran, dan kesempatan kerja terhadap kemiskinan. Secara sederhana kerangka pemikiran dapat digambarkan sebagai berikut:

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects