Top PDF Status Karies Dan Faktor Resiko Karies Gigi Pada Wanita Usia 21-50 Tahun Di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010

Status Karies Dan Faktor Resiko Karies Gigi Pada Wanita Usia 21-50 Tahun Di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010

Status Karies Dan Faktor Resiko Karies Gigi Pada Wanita Usia 21-50 Tahun Di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2010

Kennedy, Klas I kennedy dan paling sedikit Klas IV Kennedy. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Prabhu dkk (2009) yaitu pada umur 35 – 44 tahun paling tinggi mengalami kehilangan gigi sebagian Klas III Kennedy diikuti dengan kehilangan gigi sebagian Klas II Kennedy, Klas I Kennedy dan paling sedikit mengalami kehilangan gigi sebagian Klas IV Kennedy, hal ini disebabkan gigi posterior pada kedua sisi rahang memiliki fungsi pengunyahan sehingga secara fungsional lebih banyak digunakan daripada gigi anterior yang memiliki fungsi untuk memotong makanan dan estetis. 23 Lokasi gigi posterior juga lebih sulit untuk dibersihkan sehingga lebih mungkin untuk terjadi kerusakan yang akhirnya menyebabkan gigi harus dicabut. 3 Kehilangan gigi sebagian lebih banyak terjadi dibandingkan kehilangan gigi seluruhnya dan paling tinggi terjadi di rahang bawah dibandingkan di rahang atas, hal ini disebabkan karena menurut penelitian yang dilakukan oleh Prabhu dkk (2009) bahwa gigi molar permanen rahang bawah adalah gigi yang pertama erupsi di rongga mulut sehingga memungkinkan persentase karies yang tinggi dan kemungkinan dicabut akan lebih cepat. 3
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Pola Kehilangan Gigi Dan Kebutuhan Jenis Gigitiruan Masyarakat Desa Binaan Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Januari – Februari 2010

Pola Kehilangan Gigi Dan Kebutuhan Jenis Gigitiruan Masyarakat Desa Binaan Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Januari – Februari 2010

Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh karies, penyakit periodontal, trauma dan atrisi yang berat. Sebagian besar penelitian menyatakan bahwa karies dan penyakit periodontal merupakan penyebab utama terjadinya kehilangan gigi. Okoisor (1977) menyatakan bahwa faktor penyakit seperti karies dan penyakit periodontal yang menyebabkan kehilangan gigi berhubungan dengan meningkatnya usia. Beberapa penelitian sebelumnya menyatakan faktor bukan penyakit seperti faktor sosio – demografi, perilaku dan gaya hidup juga berpengaruh terhadap kehilangan gigi. 1 Faktor sosio – demografi seperti umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat penghasilan merupakan faktor utama yang dapat mempengaruhi jumlah kehilangan gigi – geligi. 2-3 Tahapan usia dewasa menurut Erikson dibagi atas dewasa muda berusia 20 – 39 tahun, dewasa pertengahan berusia 40 – 59 tahun dan dewasa tua berusia 60 tahun ke atas. 4 Meningkatnya usia sering dihubungkan dengan jumlah kehilangan gigi yang semakin tinggi. 5 Marcus dkk (1996) menyatakan bahwa prevalensi kehilangan gigi tidak berkaitan dengan jenis kelamin. 1 Lain halnya dengan Hoover dan McDermount (1989) dan Prabhu dkk (2009) menyatakan kehilangan gigi sebagian paling tinggi dialami oleh perempuan dibandingkan laki – laki, sedangkan kehilangan seluruh gigi paling tinggi dijumpai pada laki – laki dibandingkan perempuan. 3 Esan dkk (2004) mengatakan apabila tingkat pendidikan dan penghasilan rendah maka memungkinkan terjadinya
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Hubungan Early Childhood Caries dengan Kebersihan Rongga Mulut Anak Usia 36-71  Bulan dan Ibu di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Hubungan Early Childhood Caries dengan Kebersihan Rongga Mulut Anak Usia 36-71 Bulan dan Ibu di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Pada pekerjaan ibu diperoleh data yang terbanyak jumlahnya adalah yang tidak bekerja yaitu sebesar 61,9% dan hanya 2,4% yang bekerja sebagai pegawai swasta/ PNS/ ABRI/ Polisi, karena ibu yang bekerja sebagai pegawai swasta berjumlah satu orang dan yang bekerja sebagai PNS/ ABRI/ Polisi berjumlah satu orang maka dijadikan menjadi satu kelompok, dari hasil uji statistik antara pekerjaan ibu dengan ∑ deft tidak ditemukan hubungan signifikan (p = 0,174). Dan untuk gambaran sosial ekonomi seperti jumlah pendapatan keluarga bukan merupakan faktor risiko karies (Tabel 7). Ini sesuai menurut Mustahsen dkk (2008) menyatakan bahwa status kesehatan rongga mulut tidak dipengaruhi oleh keadaan sosial ekonomi, dimana pada penelitian Mustahsen dkk, keadaan sosial ekonomi menengah memiliki kesehatan rongga mulut yang lebih buruk daripada keadaan sosial ekonomi rendah atau tinggi. 28 Tetapi ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Angela A yang menyatakan bahwa ada hubungan antara tingkat sosial ekonomi dengan kejadian karies pada anak usia 4-5 tahun. 35
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

Persepsi Masyarakat Terhadap Pemakaian Gigitiruan Di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Februari 2010

Persepsi Masyarakat Terhadap Pemakaian Gigitiruan Di Desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Februari 2010

Kehilangan gigi geligi dapat menimbulkan dampak emosional dan fungsional serta dapat mempengaruhi estetis. Perawatan dengan pemakaian gigitiruan sebagai pengganti daerah yang kehilangan gigi geligi sangat penting. Namun, tidak semua orang yang kehilangan gigi memakai gigitiruan. Salah satu keputusan seseorang dalam menentukan kebutuhan pemakaian gigitiruan adalah persepsi individu terhadap status kesehatan gigi. Persepsi adalah proses kognitif yang memungkinkan seseorang dapat menafsirkan dan memahami lingkungan sekitarnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap kebutuhan pemakaian gigitiruan diantaranya estetis, sosial, fungsional, pendidikan, dan faktor kebudayaan. Faktor- faktor klinis seperti jumlah dan lokasi kehilangan gigi, usia, jenis kelamin, gangguan fungsional, ketidaknyamanan dan ketidakpuasan dengan penampilan merupakan aspek-aspek penting dalam membuat keputusan.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Hubungan Status Karies dan Gingivitis dengan Oral Hygiene pada Anak Usia  6-12 tahun di desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang  Bedagai

Hubungan Status Karies dan Gingivitis dengan Oral Hygiene pada Anak Usia 6-12 tahun di desa Ujung Rambung Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

sukrosa merupakan sumber energi bakteri dan bersifat kariogenik. Asam yang diproduksi bakteri yang disebut dengan asam laktat merupakan hasil perubahan dari sukrosa atau glukosa melalui proses glikolitik yang disebut dengan fermentasi. 8,10-16 Asam tersebut akan menyebabkan demineralisasi dan jika terus berlanjut maka akan menimbulkan lubang. Proses demineralisasi tergantung pada pH rongga mulut. Biasanya sekitar 5,2 hingga 5,5. Namun, proses remineralisasi juga dapat terjadi jika pH di sekitar gigi meninggi. Hal ini mungkin disebabkan oleh (1) kurangnya substrat untuk metabolisme bakteri, (2) persentase bakteri kariogenik yang rendah pada plak gigi, (3) kecepatan sekresi saliva yang meningkat, (4) kemampuan buffer pada saliva yang tinggi, (5) adanya ion inorganik pada saliva, (6) fluoride dan (7) proses pembersihan rongga mulut yang teratur. 18
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

GAMBARAN POLA JAJAN, FREKUENSI MENYIKAT GIGI DAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN DI SD NEGERI GUMPANG 01 KECAMATAN  Gambaran Pola Jajan, Frekuensi Menyikat Gigi Dan Status Karies Gigi Anak Usia 11-12 Tahun Di Sd Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartas

GAMBARAN POLA JAJAN, FREKUENSI MENYIKAT GIGI DAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN DI SD NEGERI GUMPANG 01 KECAMATAN Gambaran Pola Jajan, Frekuensi Menyikat Gigi Dan Status Karies Gigi Anak Usia 11-12 Tahun Di Sd Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartas

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa status karies dalam perhitungan DMF-T sebesar 56 dengan rata-rata adalah 0,98. Menurut kriteria WHO, nilai tersebut termasuk dalam kategori rendah. Jumlah rata- rata DMF-T anak laki-laki dan perempuan hampir sama yaitu 0,93 dan 1. Berdasarkan umur, jumlah DMF-T lebih besar pada usia 12 tahun yaitu 36 dengan DMF-T rata-rata 1,03. Peningkatan status karies berkaitan dengan bertambahnya usia seseorang. Frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dalam proses pengunyahan dapat menyebabkan kerusakan gigi semakin parah. 14
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Wanita Terhadap  Osteoporosis Di Desa Arapayung Dusun II   Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai 2010

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Wanita Terhadap Osteoporosis Di Desa Arapayung Dusun II Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai 2010

Bagian kedua instrumen juga dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan tinjauan pustaka. Kuesioner ini berisi pertanyaan untuk mengetahui sikap ibu wanita menopause terhadap risiko osteoporosis. Bagian ini terdiri dari 10 pertanyaan. Untuk menilai penerimaan sikap responden yang dijadikan sampel dilakukan dengan cara mengisi kuesioner dengan menggunakan skala likert yang menggunakan empat kategori untuk setiap pertanyaan sebagai berikut : alternatif jawaban : sangat setuju (SS) skornya 4,setuju (S) skornya 3, tidak setuju (TS) skornya 2, sangat tidak setuju (SST) skornya 1

65 Baca lebih lajut

Analisis Komparatif Pendapatan Peternak Domba Secara Intensif dan Semi Intensif di Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Analisis Komparatif Pendapatan Peternak Domba Secara Intensif dan Semi Intensif di Desa Celawan Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

The results showed that in intensive system maintenance earn income per smaller breeder compared to maintenance in semi-intensive system, in sequence Rp 4.279.750 and Rp 10.563.242. While income per ST, respectively Rp 3.468.241 and Rp 5.794.982, and the value of R / C obtained is 0.144. The conclusion of this research is sheep breeding system in Celawan Village Serdang Bedagai Regency consists of two maintenance system, intensive and semi intensive system which gives different effect to farmer's income. Semi-intensive maintenance system is easier than intensive system maintenance. This is because intensive maintenance systems require more costs for feed and labor costs for maintenance while on maintenance systems.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

GAMBARAN POLA JAJAN, FREKUENSI MENYIKAT GIGI  DAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN DI   Gambaran Pola Jajan, Frekuensi Menyikat Gigi Dan Status Karies Gigi Anak Usia 11-12 Tahun Di Sd Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

GAMBARAN POLA JAJAN, FREKUENSI MENYIKAT GIGI DAN STATUS KARIES GIGI ANAK USIA 11-12 TAHUN DI Gambaran Pola Jajan, Frekuensi Menyikat Gigi Dan Status Karies Gigi Anak Usia 11-12 Tahun Di Sd Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.

Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan crosssectional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pola jajan, frekuensi menyikat gigi dan status karies gigi anak usia 11-12 tahun di SD Negeri Gumpang 01 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo. Sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh murid SD kelas VI yang berjumlah 61 anak. Pengambilan data dilakukan melalui pemeriksaan DMF-T untuk mengetahui status karies gigi anak dan pengisian kuesioner untuk melihat pola jajan dan frekuensi menyikat gigi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Dukungan Isteri Kepada Suami Dalam Pemilihan Kontrasepsi Vasektomi Di Wilayah Kerja Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2012

Dukungan Isteri Kepada Suami Dalam Pemilihan Kontrasepsi Vasektomi Di Wilayah Kerja Puskesmas Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2012

Hasil : Karakteristik demografi responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Cermin Kecamatan Kabupaten Serdang Bedagai diperoleh bahwa mayoritas responden berumur 31- 40 tahun yaitu sebanyak 28 orang (54,9%), berpendidikan SMP sebanyak 21orang (41,2%), tidak bekerja atau berperan sebagai ibu rumah tangga, yaitu sebanyak 46 orang (90,2) dan tidak mempunyai penghasilan, yaitu sebanyak46 orang (90,2%) serta hasil bahwa dukungan isteri kepada suami dalam pemilihan kontrasepsi vasektomi mayoritas responden memiliki dukungan yang baik, yaitu sebanyak 28 orang (54,9%), responden yang memiliki dukungan cukup sebanyak 8 orang (15,7%) dan responden yang memiliki dukungan kurang sebanyak 15 orang (29,4%).
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  HUBUNGAN USIA PENYAPIHAN DAN POLA KONSUMSI SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK BALITA DI DESA MRANGGEN SUKOHARJO.

DAFTAR PUSTAKA HUBUNGAN USIA PENYAPIHAN DAN POLA KONSUMSI SUSU FORMULA DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK BALITA DI DESA MRANGGEN SUKOHARJO.

Nora Tina Negra S, Ihda Mauliyah, Dadang Kusbuantoro. 2010. Hasi Penelitian Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Penggunaan Susu Formula Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Balita Usia 2-4 Tahun Di Desa Nguwok Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Vol. 02, No.VI. Agustus 2011.

6 Baca lebih lajut

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Perbedaan Ketinggian Maxillary Alveolar Ridge Pada Wanita Edentulus Dan Bergigi Menggunakan Radiografi Panoramik

Salah satu struktur yang terlihat pada radiografi panoramik adalah alveolar ridge. Saat terjadi kehilangan gigi, struktur ini mengalami penurunan ketinggian. Pasien dengan rahang tidak bergigi atau kehilangan seluruh geligi pada rahang menyebabkan terjadinya penurunan struktur ini. Ketinggian maxillary alveolar ridge pada pasien edentulus dapat diperkirakan dengan menghitung ketinggian alveolar ridge melalui radiografi panoramik. Ketinggian maxillary alveolar ridge dapat dinyatakan sebagai jarak antara garis infraorbita dan alveolar crest pada maksila baik pada pasien edentulus maupun bergigi. 6
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Karies Gigi - HUBUNGAN PENGETAHUAN, UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA-SISWI KELAS II-III MI MUHAMMADIYAH JATIKULON KUDUS - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Karies Gigi - HUBUNGAN PENGETAHUAN, UMUR DAN JENIS KELAMIN DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA SISWA-SISWI KELAS II-III MI MUHAMMADIYAH JATIKULON KUDUS - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

dimetabolisme oleh bakteri plak menjadi asam dengan kadar yang berbeda. Seseorang dengan kebiasaan diet gula terutama sukrosa cenderung mengalami kerusakan pada giginya dibandingkan kebiasaan diet lemak dan protein. Setiap kali seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat yang dapat diragikan, maka beberapa bakteri penyebab karies di rongga mulut akan memulai memproduksi asam sehingga terjadi demineralisasi yang berlangsung selama 20-30 menit setelah makan. Diantara periode makan, saliva akan bekerja menetralisir asam dan membantu proses remineralisasi. Tetapi apabila makanan dan minuman berkarbonat terlalu sering dikonsumsi, maka enamel gigi tidak mempunyai kesempatan untuk melakukan remineralisasi dengan sempurna sehingga terjadi karies. (30)
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Okta Fajar Silviana DAFTAR PUSTAKA

Okta Fajar Silviana DAFTAR PUSTAKA

Siti Alimah (2013). Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi dengan Timbulnya Karies Gigi pada Anak Usia Sekolah Kelas 4-6 di SDN Ciputat 6 Tangerang Selatan Provinsi Banten Tahun 2013. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

6 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Menggosok Gigi Pada Anak Serta Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Karies Gigi Di Paud Taman Ceria Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Hubungan Antara Kebiasaan Konsumsi Makanan Kariogenik Dan Menggosok Gigi Pada Anak Serta Pengetahuan Ibu Dengan Kejadian Karies Gigi Di Paud Taman Ceria Surakarta.

Sumini. 2014. Hubungan Konsumsi Makanan Manis Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Prasekolah Di TK B RA Muslimat PSM Tegalrejo desa Semen Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan. Jurnal Delima Harapan. Vol 3. No. 2. Agustus - Januari 2014: 20-27.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Orang Tua Tentang Pemberian Susu Botol Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Pra Sekolah Intan Permata Aisyiah, di Kelurahan Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

PENDAHULUAN Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Perilaku Orang Tua Tentang Pemberian Susu Botol Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Siswa Pra Sekolah Intan Permata Aisyiah, di Kelurahan Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

Karies gigi dan cedera akibat trauma pada gigi masih sangat umum ditemukan pada anak dan perawatan kerusakan yang ditimbulkan masih merupakan bagian utama dari praktik kedokteran gigi anak. Tujuan utama perawatan operatif pada anak ialah mencegah meluasnya penyakit gigi dan memperbaiki gigi yang rusak sehingga dapat berfungsi secara sehat, sehingga kesehatan jaringan mulut dapat dipertahankan (Budiyanti, 2006).

7 Baca lebih lajut

Hubungan antara Status Karies (deft dan pufa) dengan Indeks Massa Tubuh pada Anak Usia 3-5 tahun di Kecamatan Medan Maimun dan Medan Marelan

Hubungan antara Status Karies (deft dan pufa) dengan Indeks Massa Tubuh pada Anak Usia 3-5 tahun di Kecamatan Medan Maimun dan Medan Marelan

Hubungan keparahan karies gigi dengan konsumsi zat gizi dan status gizi anak Sekolah Dasar di Kecamatan Lhoknga Kabupaten Aceh Besar.. Hubungan karies dengan status gizi pada balita usi[r]

5 Baca lebih lajut

Hubungan Perilaku Murid Sd Kelas V Dan Vi Pada Kesehatan  Gigi  Dan  Mulut Terhadap  Status Karies Gigi Di Wilayah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009

Hubungan Perilaku Murid Sd Kelas V Dan Vi Pada Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Status Karies Gigi Di Wilayah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009

Karies gigi adalah suatu penyakit yang kronis. Sebab lesi terjadi setelah beberapa bulan/tahun. Adanya kemampuan saliva untuk mendepositkan kembali mineral selama berlangsungnya proses karies, menandakan bahwa proses karies tersebut terdiri dari atas periode perusakan dan perbaikan yang silih berganti. Oleh karena itu, bila saliva ada di dalam lingkungan gigi, maka karies tidak menghancurkan gigi dalam hitungan hari atau minggu, melainkan dalam bulan atau tahun. Dengan demikian sebenarnya terdapat kesempatan yang baik untuk menghentikan penyakt ini (Kidd & Bechal, 1992).
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

THE ANALYSIS OF THE FACTORS WHICH INFLUENCE MALE PARTICIPATION IN FAMILY PLANNING AT CELAWAN VILLAGE, PANTAI CERMIN SUBDISTRICT, SERDANG BEDAGAI DISTRICT THESIS BY

THE ANALYSIS OF THE FACTORS WHICH INFLUENCE MALE PARTICIPATION IN FAMILY PLANNING AT CELAWAN VILLAGE, PANTAI CERMIN SUBDISTRICT, SERDANG BEDAGAI DISTRICT THESIS BY

The objective of the research was to reduce some factors which influenced male participation in Family Planning program which included predisposition factors (knowledge and attitude), support (access to service and facilities), and motivation (wife's support, family support, and peer group support) at Celawan Village, Pantai Cermin Subdistrict, Serdang Bedagai District. The research was survey with cross sectional design. It was conducted from August to November, 2014. The population was 60 husbands of fertile age couples who participated in Family Planning, and all of them were used as the samples. The data were collected by conducting interviews with questionnaires and analyzed by using exploratory method factor analysis.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Rendahnya persepsi masyarakat terhadap pemakaian gigitiruan di Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Minor perception of denture wear’s at Ujung Rambung Village, Pantai Cermin Subdistrict, Serdang Bedagai Regency

Rendahnya persepsi masyarakat terhadap pemakaian gigitiruan di Desa Ujung Rambung, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Minor perception of denture wear’s at Ujung Rambung Village, Pantai Cermin Subdistrict, Serdang Bedagai Regency

gigi terbanyak di Desa Ujung Rambung yang berusia antara 25-64 tahun, sedangkan yang berusia 15-24 tahun kebanyakan sedang merantau ke kota lain. Sampel berusia 65-85 tahun paling sedikit karena sebagian besar tidak mau diwawancarai, pindah tempat tinggal dan meninggal dunia. Sampel perempuan lebih banyak karena kebanyakan laki-laki sedang bekerja. Sebagian besar sampel mempunyai pendidikan yang rendah karena sarana pendidikan di Desa Ujung Rambung hanya mempunyai 2 SD negeri, 1 SD swasta, dan 1 SLTP swasta. Selain itu sampel tidak melanjutkan pendidikan ke yang lebih tinggi karena ingin meningkatkan tingkat ekonomi keluarga dengan bekerja di sawah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Akeel terhadap pasien laki-laki di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas King Saud, Arab Saudi. 9 Hal tersebut dikarenakan pemeliharaan kesehatan gigi sampel yang kurang memadai karena tingkat pendidikan yang masih rendah. Berdasarkan lokasi gigi yang hilang, didapati persentase tertinggi pada beberapa regio yang berbeda. Hal ini dikarenakan perilaku atau kebiasaan sampel terhadap perhatian tentang kesehatan gigi masih kurang dan mereka jarang memeriksakan gigi secara berkala ke dokter gigi. Selain itu, juga dapat disebabkan oleh keadaan lingkungan sosial sampel yang tidak begitu mempedulikan kesehatan gigi. 2
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...