Top PDF Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO! Messenger

Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO! Messenger

Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO! Messenger

Tujuan pengelolaan kesan berikutnya, tidak terlalu sering Mario gunakan karena tampak dari chat history bahwa mereka tidak terlalu sering terjadi. Tujuan pengelolaan kesan untuk menyembunyikan kesalahan selalu digunakan Mario, dengan strategi yang digunakan adalah pemantauan diri. Kesan yang Mario dan Lina timbulkan melalui chatting, tidak selalu baik. Di beberapa waktu, sama seperti pasangan suami istri pada umumnya mereka beragumentasi, menunjukkan kekecewaannya, amarah dan pikiran negatif kepada pasangannya. Berdasarkan percakapan Lina dan Mario di chat history, Mario telah berencana untuk datang lagi ke Indonesia setelah terakhir kali ia datang pada bulan Desember 2013. Namun, ia gagal memenuhi rencananya sebanyak tiga kali. Setelah membaca pesan Lina yang berisi kekawatiran dan kesedihannya, membuat Mario yang kecewa terhadap dirinya sendiri tidak dapat mengunjungi istrinya. Dalam pesannya, agar dirinya tidak disalahkan atau menyembunyikan kesalahannya oleh Lina bahwa ia tidak jadi ke Indonesia, ia membalas pesan istrinya dengan menunjukkan kekecewaannya serta amarahnya, sehingga menimbulkan kesan negatif. Mario yang mengaku bahwa ia tidak memiliki jaringan internet di telepon genggamnya, dan ia mengatakan bahwa ia sangat marah dengan salah satu maskapai penerbangan yang ia pilih, dan menjadi lebih marah setelah membaca pesan yang dikirimkan Lina.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO Messenger | Harijanto | Jurnal e-Komunikasi 3779 7451 1 PB

Strategi Impression Management Pasangan Suami Istri Yang Berbeda Budaya Melalui YAHOO Messenger | Harijanto | Jurnal e-Komunikasi 3779 7451 1 PB

Melihat kecenderungan topik percakapan Mario dan Lina, mereka tampak ingin selalu merasa intim antara satu sama lain. Salah satunya yang tampak dari chati history mereka adalah dengan membicarakan masalah seks (cybersex). Untuk dapat selalu merasa intim antara satu sama lain, Mario dan Lina sering kali berbicara mengenai apa yang mereka lakukan saat mereka bertemu tatap muka, mengingat masa saat Mario datang ke Indonesia. Mereka juga membuat kode- kode yang mereka komunikasikan secara verbal melalui chatting. Kode adalah saat mereka membuat suatu tanda dan arti yang hanya mereka berdua yang tahu artinya. Sedangkan akibat dari konsistensi berkomunikasi melalui chatting setiap harinya membuat Lina dan Mario dapat membicarakan segala hal. Dengan membicarakan segala hal maka secara tidak langsung membuat mereka merasa intim, dibutuhkan keterbukaan untuk saling berbagi cerita satu sama lain. Seperti yang dikatakan Tong dan Walther (dalam Rabby, 2007, p.20), yang menjelaskan penemuan Rabby bahwa di antara dunia virtual, keterbukaan adalah strategi yang paling sering dilakukan untuk mempertahankan suatu hubungan melalui keterbukaan diri dan berbagi informasi dengan pasangan mereka (hal. 331-332). Keterbukaan antara satu sama lain mereka tunjukkan dengan cara berbicara mengenai hal-hal yang terjadi sehari-hari. Melalui percakapan, mereka membagikan kisah sehari-hari mereka, apa yang mereka lakukan atau alami. Saling bertukar cerita mengenai apa yang mereka kerjakan, kebiasaan dan juga kegemaran satu sama lain.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Impression Management Pasangan suami

Strategi Impression Management Pasangan suami

Messenger Suami Mario Istri Lina To be Believed Untuk Dipercaya: Strategi konsistensi chatting, merencakan masa depan Strategi konsistensi chatting, Strategi merencakan masa depan [r]

17 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI MELALUI YAHOO MESSENGER TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN ONLINE SHOP (Studi Pada Penjual Baju Online Shop yang Menggunakan Yahoo Messenger)

HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI MELALUI YAHOO MESSENGER TERHADAP PENINGKATAN PENJUALAN ONLINE SHOP (Studi Pada Penjual Baju Online Shop yang Menggunakan Yahoo Messenger)

langsung  dengan  lawan  bicara  walaupun  terpisah  jarak  beribu  ribu  mil  jauhnya  dengan memanfaatkan teknologi seperti ym ( yahoo messenger ), skype ( telepon  internet) ataupun facebook. Dalam media hiburan internet menyediakan berbagai  macam  hiburan  yang  dapat  kita  pilih  dengan  sesuka  hati.  Seperti bermain  game  online, membuka situs jejaring pertemanan social seperti facebook, twitter, plurk,  friendster,  YM,  Google  talk  dll.  Kita  juga  dapat  melihat  tv  melalui  saluran  tv  online  yg  banyak  tersedia,  kita juga  dapat memanfaatkan  situs semcam  youtube  untuk melihat maupun mengunduh video music atau video­video yang lain atapun  mengunduh  bermacam  macam  software  baik  itu  yang  berbayar  maupun  yang  gratis.  Tidak  lupa  internet  juga  dapat  menjadi  media  kita  untuk  membuat  semacam catatan harian kita dalam bentuk blog. Kita dapat menuangkan berbagai  ide,  tulisan  dalam  blog  kita  sehingga  orang  dapat  membaca  tulisan  kita  dan  mungkin juga mengomentari tulisan kita. 
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Manajemen konflik pasangan suami istri (studi fenomenologi terhadap pasangan yang menikah pada usia dini)

Manajemen konflik pasangan suami istri (studi fenomenologi terhadap pasangan yang menikah pada usia dini)

pragmatis, sehingga penghayatan terhadap nilai-nilai budaya Jawa mengenai perkawinan akibat kehamilan pranikah oleh subyek penelitian cenderung bersifat situasional. Sumber-sumber konflik dalam perkawinan akibat kehamilan pranikah pada wanita Jawa adalah karakter suami, keuangan dan

20 Baca lebih lajut

Komunikasi Antarpribadi Suami Istri (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri Yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan)

Komunikasi Antarpribadi Suami Istri (Studi Kasus Kualitatif Pasangan Suami Istri Yang Menikah Tanpa Pacaran di Kota Medan)

Skripsi ini berjudul Komunikasi Antarpribadi Suami Istri (Studi Kasus Kualitatif Komunikasi Antarpribadi Pasangan Suami Istri Yang Menikah Tanpa Proses Pacaran di Kota Medan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi antarpribadi pada pasangan suami istri yang menikah tanpa proses pacaran di Kota Medan, dan untuk mengetahui perkembangan hubungan suami istri yang menikah tanpa proses pacaran di Kota Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus dimana peneliti akan memberikan pemaparan atau gambaran umum mengenai bagaimana komunikasi antarpribadi yang terjadi pada pasangan suami istri yang menikah tanpa pacaran di Kota Medan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara mendalam (in-depth interview) yaitu wawancara terhadap empat orang informan yang telah memenuhi kriteria penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Wawancara dilakukan secara intensif dan terus menerus sampai data yang didapatkan telah sesuai dengan tujuan penelitian dan penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan bahan bacaan dan buku sebagai bahan referensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles and Huberman yaitu peneliti melakukan reduksi data dan melakukan penarikan kesimpulan kemudian menyajikan data dengan teks yang naratif lalu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan pasangan suami istri (JS dan HS, VP dan RS, ES dan OS, SS dan NM) yang menikah tanpa proses pacaran membutuhkan penyesuaian baik karakter maupun berbagai kondisi seperti aktivitas waktu luang, seksualitas, ekonomi dan sebagainya. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa keintiman dan kemesraan yang dirasakan oleh pasangan suami istri (JS dan HS, ES dan OS, SS dan NM) yang menikah tanpa proses pacaran tidak langsung muncul di awal pernikahan, namun seiring berjalannya waktu dan kebersamaan mereka setiap hari, timbul keintiman, kemesraan dan cinta, kecuali pasangan suami istri (VP dan RS) tidak menemukan keintiman, kemesraan, dan cinta di dalam hubungan suami istri. Pasangan suami istri (JS dan HS, ES dan OS, SS dan NM) yang menikah tanpa pacaran menjalin komunikasi yang efektif, saling terbuka dan saling percaya, serta menjunjung tinggi komitmen, sedangkan pasangan suami istri (VP dan RS) tidak menjalin komunikasi yang efektif, tidak saling terbuka, tidak saling percaya namun tetap menjunjung tinggi komitmen pernikahan. Peneliti menemukan bahwa pasangan suami istri (JS dan HS, ES dan OS, SS dan NM) merasa puas menjalani pernikahan tanpa pacaran kecuali pasangan suami istri (VP dan RS) tidak puas menjalani pernikahan tanpa pacaran.
Baca lebih lanjut

147 Baca lebih lajut

Strategi Pasangan Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Wanita Karir - UNS Institutional Repository

Strategi Pasangan Suami Istri Dalam Menjaga Keharmonisan Keluarga Wanita Karir - UNS Institutional Repository

Penulis memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam, yang sedalam-dalamnya atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyajikan tulisan skripsi yang berjudul strategi pasangan suami istri dalam menjaga keharmonisan keluarga pada wanita karir(studi kasus strategi pasangan suami istri dalam menjaga keharmonisan keluarga pada wanita karir di Desa Pucangan, Kelurahan Pucangan, Kecamatan Kartasura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motifasi keterlibatan perempuan dalam sektor publik,dampak, dan strategi dalam menjaga keharmonisan keluarga.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DITINJAU DARI KEBERSAMAAN PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM PERNIKAHAN  Perbedaan Kesejahteraan Subjektif Ditinjau Dari Kebersamaan Pasangan Suami Istri Dalam Pernikahan.

PERBEDAAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DITINJAU DARI KEBERSAMAAN PASANGAN SUAMI ISTRI DALAM PERNIKAHAN Perbedaan Kesejahteraan Subjektif Ditinjau Dari Kebersamaan Pasangan Suami Istri Dalam Pernikahan.

Kesejahteraan subjektif bagi pasangan suami istri merupakan salah satu hal yang penting dalam menciptakan keluarga yang harmonis, karena dalam suatu pernikahan jika dilihat dari kebersamaan pasangan suami istri terdapat dua kategori, yakni pasangan suami istri yang tinggal serumah (Proximal Marriage) dan pasangan suami istri yang tinggal jarak jauh (Long Distance Marriage). Kesejahteraan subjektif yang tinggi tidak begitu saja ada pada pasangan suami istri baik yang tinggal serumah maupun jarak jauh, melainkan sebuah proses, pemahaman, dan penerimaan diri bagi setiap individu, dalam hal ini pasangan suami istri yang tinggal serumah maupun pasangan suami istri yang tinggal jarak jauh. Semakin baik pasangan suami istri yang tinggal seruamh maupun jarak jauh dalam memahami dan menerima keadaan keluarganya dalam situasi apapun, maka semakin tinggi pula kesejahteraan subjektif pasangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kesejahteraan subjektif ditinjau dari kebersamaan pasangan suami istri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI ARAB DENGAN NON ARAB DI DALAM KELUARGA (Studi Pada Pasangan Suami dan Istri Arab-Non Arab di Bandar Lampung)

POLA KOMUNIKASI PASANGAN SUAMI ISTRI ARAB DENGAN NON ARAB DI DALAM KELUARGA (Studi Pada Pasangan Suami dan Istri Arab-Non Arab di Bandar Lampung)

Suami dapat diibaratkan sebagai tiang dalam keluarga karena suami yang bertanggung jawab penuh kepada keluarga terutama kepada istri dan anak. Suami pula yang bertanggung jawab atas biaya hidup keluarga, sehingga setiap orang ingin hidup bahagia secara lahir dan batin. Istri merupakan pasangan dari suami, sedangkan suami adalah pasangan dari istri. Istri adalah perempuan yang mesti menjadi pendamping dan mendampingi suami dalam bahtera rumah tangganya. Istri juga harus mampu menjadi sahabat dan kawan dalam suka maupun lara bagi suaminya. Kewajiban dan tugas seorang istri adalah menjadi "psikolog" bagi suami dan anaknya saat sedang resah, stress dan depresi saat dalam persaingan dan kompetensi bisnis dan pekerjaan sekolah begitu pula dengan kondisi sekolah bagi anaknya. Begitu pentingnya fungsi seorang istri sebagai pendamping kebahagiaan seorang suami.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Pasangan Suami Istri di Surga dan Baca Qur'an Ketika Haid

Pasangan Suami Istri di Surga dan Baca Qur'an Ketika Haid

Dari ayat dan hadits di atas dapat difahami bahwa apabila salah seorang suami atau istri meninggal dunia, terjadilah perceraian antara keduanya, dan yang meninggal didoakan akan memperoleh pasangan yang lebih baik dari pasangan yang ditinggalkannya, sehingga ia hidup di dalam surga dengan penuh kenikmatan.

4 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

PENDAHULUAN Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

Hal penting yang perlu lebih diperhatikan adalah banyak dari pasangan suami istri tidak tahu bagaimana menjaga hubungan pernikahannya tetap sehat dan bahagia dalam kondisi yang baik maupun kritis. Komitmen pada pasangan suami istri sejak dahulu diakui sebagai prediktor terkuat dalam menjaga stabilitas pernikahan (Clements & Swenson, dalam Lambert & Dollahite, 2008), oleh karenanya komitmen dijadikan sebagai strategi dalam melanjutkan hubungan dengan penuh usaha dan biaya. Selain itu komitmen juga mengalami perubahan bahkan dari awal pernikahan sampai yang sudah menjalani hubungan dalam waktu yang lama (Burgoyne, Reibstein, Edmunds, & Routh, 2010), karena menurut penemuan Stanley (Lambert & Dollahite, 2008) komitmen berhubungan dengan komunikasi yang lebih baik, kebahagian, dan perilaku yang lebih konstruktif saat ada permasalahan dalam hubungan yang dijalani.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

KOHESIVITAS KELUARGA PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG BERTEMPAT TINGGAL TERPISAH.

KOHESIVITAS KELUARGA PADA PASANGAN SUAMI ISTRI YANG BERTEMPAT TINGGAL TERPISAH.

Setiap pasangan ingin hidup bersama dalam satu atap atau rumah namun beberapa keluarga harus tinggal terpisah dari pasangannya. Rasa sedih dan kesepian dialami oleh pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah. Terdapat banyak alasan satu mengapa pasangan suami istri lebih memilih untuk bertempat tinggal terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang timbul pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah dan untuk mengetahui komunikasi suami istri yang bertempat tinggal terpisah agar tercipta kohesivitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Ternyata faktor ekonomi dan faktor pekerjaan menjadi pemicu pasangan suami istri rela tinggal terpisah. Ketika tinggal terpisah pasangan suami istri akan menghadapi banyak masalah. Namun dengan adanya komunikasi interpersonal pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah dapat menciptakan, membina, dan mengubah hubungan menjadi lebih baik. Terdapat beberapa masalah yang dilami oleh pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah. Pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah juga memiliki perbedaan dalam memenuhi fungsi keluarga,namun pasangan seperti ini memiliki cara sendiri untuk tetap dapat mempertahankan kohesivitas dalam keluarganya. Walau terjadi banyak masalah namun ketika komuniksi dan rasa percaya diterapkan dalam kehidupan maka akan mengurangi rasa khwatir pada pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah. Pasangan suami istri yang bertempat tinggal terpisah juga memiliki media khusus untuk tetap dapat berkomunikasi dan tentu berbeda dengan pasangannya.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Rintangan Komunikasi Antar Budaya dalam Perkawinan dan Perceraian Etnis Jawa dengan Papua di Kota Jayapura (suatu Strategi Manajemen Konflik dalam Hubungan Interpersonal Pasangan Suami Istri)

Rintangan Komunikasi Antar Budaya dalam Perkawinan dan Perceraian Etnis Jawa dengan Papua di Kota Jayapura (suatu Strategi Manajemen Konflik dalam Hubungan Interpersonal Pasangan Suami Istri)

Penelitian bertujuan (1) mengidentifikasi rintangan komunikasi antar budaya pasangan etnis Jawa dengan Papua yang masih dalam ikatan perkawinan maupun dari pasangan yang telah bercerai, (2) menganalisa strategi manajemen konflik dalam hubungan interpersonal pasangan etnis Jawa dengan Papua dalam menyikapi konflik yang ada. Penelitian menggunakan pendekatan interpretatif dengan metode penelitian kualitatif. Data diperoleh dengan melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang informan, yang terdiri dari 5 pasangan suami istri yang masih harmonis dalam ikatan perkawinan dan 2 pasangan mantan suami istri yang telah bercerai, serta 1 orang janda dari perkawinan etnis Jawa dengan Papua yang menetap di Kota Jayapura. Berdasarkan hasil penelitian mengindikasikan bahwa banyak pasangan suami istri berbeda etnis Papua dengan Jawa yang cenderung ingin menampilkan ciri khas budaya diri masing-masing secara dominan satu sama lain. Salah satu penyebab terjadinya konflik adalah karena adanya misscommunication diantara kedua belah pihak yang diakibatkan karena perbedaan etnis dan sulit nya menyesuaikan kondisi tersebut. Penelitian ini menunjukkan, keterbukaan komunikasi antar pasangan suami istri yang baik belum tentu bisa mengurangi intensitas konflik pada proses eskalasi hubungan dalam perkawinan. Faktor gaya komunikasi pada etnis Jawa dengan Papua (mengontrol, agresif, koersif, dominasi dan bersifat rasis) memberi kontribusi untuk menentukan munculnya konflik. Solusi utamanya adalah mereka membentuk ikatan komitmen yang kuat dan perlunya pemahaman akan adanya keberagaman.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Persepsi Akan Tekanan Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Pasangan Suami-Istri Dengan Stroke

Persepsi Akan Tekanan Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Pasangan Suami-Istri Dengan Stroke

Pembahasan mengenai hasil ini akan di- lakukan dengan melihat masing-masing varia- bel yang diukur, yaitu tekanan dalam pengasuh- an dan kesejahteraan psikologis. Tekanan (strain) merupakan kombinasi antara stres dan beban yang berdampak terhadap keseluruhan kesehatan caregiver, mulai dari penurunan kondisi keuangan, fisik, psikologis & sosial (Onega, 2008). Terdapat dua faktor pendukung yaitu stres dan beban dalam tekanan yang didefinisikan sebagai respon fisik dan emo- sional yang dialami oleh seorang pasangan dalam perannya sebagai caregiver (Thornton & Travis, 2003). Adapun perolehan skor ter- tinggi pada responden terdapat pada domain
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Manajemen Konflik Antarpribadi Pasangan Suami Istri Beda Agama

Manajemen Konflik Antarpribadi Pasangan Suami Istri Beda Agama

Oleh karena itu adanya pengelolaan konflik yang tepat dan efektif sangat dibutuhkan bagi pasangan beda agama guna meminimalisir konflik yang terjadi menyangkut perbedaan agama, dan ada beberapa strategi manajemen konflik yang disesuaikan dengan situasi terjadinya konflik, yaitu : kompetisi (menguasai), penghindaran (menarik diri), kompromi (berunding), kolaborasi (menghadapi) dan akomodasi (melunak).

10 Baca lebih lajut

Persepsi Akan Tekanan Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Pasangan Suami-Istri Dengan Stroke

Persepsi Akan Tekanan Terhadap Kesejahteraan Psikologis Pada Pasangan Suami-Istri Dengan Stroke

proses building rapport yang dilakukan pe- neliti kepada responden sebelum melakukan pengambilan data, dimana ketika peneliti men- coba menanyakan secara umum kesulitan yang dialami, umumnya responden memberikan jawaban terkait kewajiban dan peran mereka sebagai pasangan. Hal ini sejalan dengan alasan spouse caregiver mengambil peran- nya sebagai pemberi perawatan antara lain karena kewajiban untuk merawat, cinta dan kasih sayang kepada penderita, tidak adanya pilihan lain, ekspektasi dari keluarga ataupun kepatuhan (Man Wah dan Doris, 2007).

8 Baca lebih lajut

Penerimaan Pasangan Suami Istri Terhadap Konflik Interpersonal Dalam Film “Fireproof”

Penerimaan Pasangan Suami Istri Terhadap Konflik Interpersonal Dalam Film “Fireproof”

Melihat realitas kehidupan berumah tangga dalDP ILOP ³)LUHSURRI´ dapat menjadi referensi bagi pasangan suami istri mengenai konflik-konflik interpersonal antara suami istri. Jika mereka tidak tahu bagaimana seharusnya cara mengatasi konflik tersebut, bukan tidak mungkin hubungan yang sudah dibangun itu akan berakhir dengan perceraian. Selain itu, dipandang dari sisi Kristiani, pasangan yang sudah menikah tidak bisa diceraikan oleh siapapun, kecuali dipisahkan oleh kematian. ,GH FHULWD GDODP ILOP ³)LUHSURRI´ VHODUDV GHQJDQ IHQRPHQD \DQJ WHUMDGL SDGD rumah tangga pasangan suami istri. Setiap pasangan suami istri pasti mengalami konflik interpersonal dalam pernikahnnya. Konflik akan senantiasa terjadi dalam kehidupan perkawinan. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil penelitiannya dimana 45% orang yang sudah menikah mengatakan bahwa dalam kehidupan bersama akan selalu muncul berbagai masalah, dan 32% pasangan yang menilai pernikahan mereka sangat membahagiakan melaporkan bahwa mereka juga pernah mengalami pertentangan (Basti, 2008, p. 42).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Self-compassion pada pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan

Self-compassion pada pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan

Dalam penelitian ini terdapat dua subjek, yaitu subjek primer dan subjek sekunder. Subjek primer merupakan pasangan yang belum memiliki keturunan. Sedangkan subjek sekunder merupakan significant others dari subjek primer dan dianggap paham mengenai bentuk permasalahan dan proses penyelesaian masalah yang sedang dihadapi oleh narasumber primer.

9 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

DAFTAR PUSTAKA Komitmen Pernikahan Pada Pasangan Suami Istri Bekerja.

Desmayanti, S. (2009). Hubungan Antara Resolusi Konflik dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Suami Istri Bekerja pada Masa Awal Pernikahan. Skipsi . Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta. Dewi, Nyoman R., Sudhana, H. (2013). Hubungan Antara Komunikasi

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects