Top PDF Strategi Pengembangan Industri Kreatif Dalam Mewujudkan Kota Cerdas

Strategi Pengembangan Industri Kreatif Dalam Mewujudkan Kota Cerdas

Strategi Pengembangan Industri Kreatif Dalam Mewujudkan Kota Cerdas

Manusia sebagai subyek sekaligus obyek pembangunan memegang peranan penting dalam proses pemabngunan. Salah satu aspek yang sangat krusial adalah mengolah sumberdaya insani berupa kemampuan olah pikir yang menghasilkan berbagai teknologi guna mendukung perikehidupan yang lebih baik. Ditengah cepatnya pertumbuhan ekonomi dan globalisasi saat ini, maka penemuan baru di bidang teknologi akan menetukan posisi dan percaturan global sekaligus peradaban sosial yang terbentuk. Proses teknologi yang tidak lepas dari industrialisasi akan menciptakan pola kerja, pola produksi dan pola distribusi yang lebih murah dan lebih efisien. Sebagai contoh adanya penemuan berbagai media internet telah menciptakan interkoneksi antar manusia yang membuat manusia menjadi semakin produktif, sehingga jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk melakukan komunikasi. Termasuk didalamnya perkembangan informasi yang cepat telah mendorong terjadinya perubahan karakter, gaya hidup dan perilaku masyarakat menjadi lebih kritis dan lebih peka seiring derasnya informasi global yang menerpa mereka. Menyadari cepatnya perkembangan informasi di atas, Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan perencanaan pembangunan industri nasional secara sistematis, komprehensif, dan futuristik dalam wujud Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015 – 2035 (PP No. 14 Tahun 2015). Adapun visi pembangunan industri nasional adalah menjadi negara industri tangguh yang bercirikan antara lain:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Strategi Komunikasi Sapulidi Center dalam Mensosialisasikan Program Pengembangan Industri Kreatif di Kota Pekanbaru (Studi Deskriptif pada Subsektor Industri Kuliner Ecafe Sapulidi Center)

Strategi Komunikasi Sapulidi Center dalam Mensosialisasikan Program Pengembangan Industri Kreatif di Kota Pekanbaru (Studi Deskriptif pada Subsektor Industri Kuliner Ecafe Sapulidi Center)

Dari beberapa industri kreatif yang dikembangkan Sapulidi Center yang tergabung dalam Sapulidi Kreasindo Nusantara, industri kuliner eCafe merupakan usaha mandiri yang cukup berkembang dan menjadi unggulan serta menjadi tujuan utama pengunjung saat ke Sapulidi Center. Hal ini terlihat dari tingginya minat pengunjung di eCafe Sapulidi Center yang telah didirikan sejak tahun 2014. Industri kuliner egarden café atau biasa disebut eCafe yang dikembangkan Sapulidi Center ini memiliki konsep yang menarik baik itu dari menu kuliner maupun konsep eCafe tersebut. Dimana furniture di eCafe Sapulidi Center merupakan barang bekas yang di daur ulang kembali dengan kreatifitas yang tinggi sehingga menjadi meja, kursi dan aksesories lainnya yang menjadi keunikan dan daya tarik tersendiri untuk eCafe Sapulidi Center. Sedangkan industri kuliner di Pekanbaru pada umumnya mengusung konsep modern minimalis baik itu dari menu kuliner maupun konsep kafenya.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI NILAI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI - repository UPI S PEK 1006164 Title

ANALISIS RANTAI NILAI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI - repository UPI S PEK 1006164 Title

Oleh: SILVIA SELY MURTHY Sebuah Skripsi yang Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis © Silvia S[r]

3 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Hasil dari penelitian ini yaitu potensi industri kreatif yang berada di Kota Medan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1-20 tenaga kerja pada setiap bidang usaha dan mampu mengumpulkan pendapatan rata-rata sebesar Rp 50.000,00 - Rp 5.000.000,00 setiap harinya. Dari potensi industri kreatif dapatlah diketahui bagaimana kebijakan dan strategi penting dalam pengembangan industri kreatif di Kota Medan, yang dihimpun dari hasil temuan penelitian dalam membangun kebijakan pengembangan industri kreatif yang ada di Kota Medan. Kata Kunci : Industri Kreatif, Analisis Deskriptif Kualitatif, Potensi, Kebijakan
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Hasil dari penelitian ini yaitu potensi industri kreatif yang berada di Kota Medan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1-20 tenaga kerja pada setiap bidang usaha dan mampu mengumpulkan pendapatan rata-rata sebesar Rp 50.000,00 - Rp 5.000.000,00 setiap harinya. Dari potensi industri kreatif dapatlah diketahui bagaimana kebijakan dan strategi penting dalam pengembangan industri kreatif di Kota Medan, yang dihimpun dari hasil temuan penelitian dalam membangun kebijakan pengembangan industri kreatif yang ada di Kota Medan. Kata Kunci : Industri Kreatif, Analisis Deskriptif Kualitatif, Potensi, Kebijakan
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Medan

Atika dan Widiyanto (2015) dalam penelitiannya yang berjudul “Strategi pengembangan Industri Kecil Lanting di Kabupaten Kebumen” menyatakan bahwa usaha kecil dan menengah memiliki peran yang penting dan peranan strategis dalam perekonomian di Indonesia dan negara-negara lain. Indikasi yang menunjukkan peranan usaha kecil dan menengah itu dapat dilihat dari kontribusinya terhadap PDB, ekspor non-migas, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cukup berarti (M. Irfan, dalam Anoraga, 2011:47). Berdasarkan hasil observasi didapatkan data rekapitulasi pengusaha mikro kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Kebumen dengan total 42.784 buah. Keseluruhan jumlah usaha tersebut berasal dari banyaknya industri dan perdagangan yang terbagi dalam bebepa jenis usaha.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL PRODUK  ROTAN DI KOTA MEDAN

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL PRODUK ROTAN DI KOTA MEDAN

Keberadaan toko ataupun show room yang sebagian juga merangkap tempat proses produksi berada dijalan protokol yang cukup ramai dan lebar. Hal ini memungkinkan para pembeli yang melewati jalan ini mengetahui keberadaan usaha rotan ini. Apalagi apabila toko yang merangkap show room ini memiliki eye catching yang mampu menarik calon konsumen untuk singgah. Sayang sekali kekuatan ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh para perajin kreatif ini untuk memajang produknya dengan baik dan menarik. Adapun bobot dari faktor ini bernilai 0,10, dengan peringkat 3. Berbeda dengan IK rotan di kota Cirebon yang lokasinya juga cukup strategis dijalan lintas, telah mampu menarik konsumen untuk melihat ke toko mereka oleh karena jenis barang yang di display mampu menarik konsumen untuk singgah. Artinya mereka mampu memajang produk yang memiliki eye catching yang bagus dan unik. Produk yang dipajang dibagian luar dari toko oleh IK rotan yang ada di cirebon terdiri dari produk assesoris seperti tempat buah yang unik dari rotan, pot bunga yang unik dan elegan dan sebagian kursi santai atau kursi teras.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Industri Kreatif Pada Subsektor Fesyen Berbasis Kearifan Lokal Di Kota Yogyakarta

Strategi Pengembangan Industri Kreatif Pada Subsektor Fesyen Berbasis Kearifan Lokal Di Kota Yogyakarta

Permodalan industri krea f sub sektor fesyen di Kota yogyakarta setengahnya sudah menunjukkan indikator baik, namun masih ada industri krea f fesyen yang modalnya masih sangat terbatas. Pada umumnya sumber utama modal didapatkan dari modal pribadi, hanya beberapa industri yang sudah mendapat bantuan modal. Hal tersebut disebabkan kurangnya informasi dan pembinaan dari pihak terkait dalam hal mengakses permodalan untuk industri kecil. Selain itu rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi dan kurang pemahaman para pelaku industri dalam mengakses bantuan modal dari pihak-pihak terkait.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Metode Triple Helix (Studi Pada UMKM Kreatif di Kota Medan)

Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif Dengan Metode Triple Helix (Studi Pada UMKM Kreatif di Kota Medan)

Sistem ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi solusi dalam mengatasi masalah tersebut, sekaligus sebagai alternatif dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang akan menggeser sistem ekonomi yang telah berjalan (Mahmud Syarif dan Ayu Azizah: 2015) . Indonesia yang kaya akan budaya dan berpenduduk besar mempunyai potensi yang sangat besar dalam pengembangan ekonomi kreatif. Teori futurolog Alvin Toffler dalam bukunya Future Shock (1970), yang dikutip oleh Nenny telah melakukan pembagian gelombang peradaban ekonomi kedalam tiga gelombang. Pertama, gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga, gelombang ekonomi informasi. Berdasarkan prediksi, selanjutnya akan datang gelombang keempat, yaitu gelombang ekonomi kreatif dengan berorientasi pada ide dan gagasan kreatif (Nenny Anggraini: 2008, 144).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Kata kunci: industri kecil, strategi pengembangan PENDAHULUAN - STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL PRODUK ROTAN DI KOTA MEDAN

Kata kunci: industri kecil, strategi pengembangan PENDAHULUAN - STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL PRODUK ROTAN DI KOTA MEDAN

sebagai perajin usaha kreatif yang ada di kota Medan Sumatera Utara. kondisi penurunan usaha sudah mulai dirasakan sejak satu tahun sesudah krisis moneter tahun 1997/1998 hingga saat ini (2012/2013). Satu persatu pengusaha rotan mulai menutup usahanya dan beralih ke usaha lain. Jumlah semula ada 80-an perajin IK rotan dan perusahaan menengah rotan, yang masih tinggal hanya 40%. Kota Medan yang terpilih sebagai provinsi sentra industri kecil rotan termasuk dalam melayani pasar luar negri (ekspor) memiliki potensi untuk dikembangkan melalui kewenangan daerah otonom yang dikeluarkan melalui UU No 32 tahun 2004. Namun para pengusaha rotan ini belum merasakan bantuan dan bimbingan yang signifikan. Padahal pasar global mensyaratkan standar kualitas melalui ISO 9000, dan isu lingkungan dengan ISO 14.000. Walaupun menurut pengamat isu ini sering digunakan secara tidak fair oleh negara maju sebagai hambatan non tarif. (Kuncoro dan Abimanyu, 1995).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PURBALINGGA KOTA KREATIF BERBASIS INDUSTRI KREATIF BERDASARKAN PERSEPSI STAKEHOLDER APARAT PEMERINTAH

ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PURBALINGGA KOTA KREATIF BERBASIS INDUSTRI KREATIF BERDASARKAN PERSEPSI STAKEHOLDER APARAT PEMERINTAH

Kota Kreatif adalah kota yang memiliki berbagai ekosistem kreatif yang mampu memicu sebuah kota untuk menggerakkan sumber daya manusia (individu) yang ada didalamnya agar memiliki kemampuan dalam membuat sesuatu yang baru. Kota Kreatif dapat menjadi ujung tombak pengembangan ekonomi kreatif, dimana aktivitas kulturalnya menyatu dengan aktivitas ekonomi dan sosial. Mengingat peran kota kreatif sangat penting dalam mendorong istsem ekonomi kreatif tersebut, maka program PMK3I tersebut ditujukan untuk mengenali dan memetakan potensi ekonomi kreatif di daerah dengan menilai potensi unggulan dari daerah tersebut. Hasil pemetaan ini akan menjadi acuan utama dalam mewujudkan "Sistem Ekonomi Kreatif Nasional” agar arah pembangunan ekonomi kreatif dapat terjaga untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam kerangka keberlanjutan ekonomi, lingkungan dan sosial. Pelaksanaan Penilaian Mandiri dilakukan oleh Be Kraf secara bertahap, mulai dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2019. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan PM3KI pada tahun 2016, maka pada tahun 2017 ini PM3KI dilakukan terhadap 30 Kabupaten/Kota Kreatif (BeKraf, 2016). Kabupaten/Kota yang memiliki potensi unggulan kreatif di daerahnya dapat mendaftar unutk ikut dalam program tersebut dan mengikuti seleksi atau penilaian yang dilakukan oleh tim PM3KI dari BeKRaf.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kajian Pengembangan Industri Kreatif Sektor Periklanan (Advertising) di Kota Pekanbaru

Kajian Pengembangan Industri Kreatif Sektor Periklanan (Advertising) di Kota Pekanbaru

Pergeseran orientasi ekonomi dunia telah terjadi, seperti munculnya Era Ekonomi Kreatif, dimana globalisasi di bidang media dan hiburan akan mengubah karakter dan gaya hidup. Perilaku masyarakat menjadi lebih kritis dan menjadi lebih peka terhadap rasa dan etika, serta pasar akan semakin luas dan mengglobal (Reniati,2013:1). Fenomena lain yang muncul adalah kompetisi yang semakin keras, sehingga setiap per- usahaan/organisasi akan mencari cara agar bisa menekan biaya semurah mungkin, melakukan strategi diferensiasi atau bahkan fokus untuk melayani segmen pasar tertentu.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI PROVINSI BALI.

STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI PROVINSI BALI.

Tujuan penelitian untuk: a) mengidentifikasi peluang/ancaman lingkungan yang dapat mempengaruhi industri kreatif kain endek di Provinsi Bali, b). mengidentifikasi kekuatan/kelemahan lingkungan internal industri kain endek di Provinsi Bali, c). merancang strategi paling tepat untuk industri kreatif kain endek di Provinsi Bali dan d) melakukan implementasi strategi bagi industri kreatif subsektor industri endek di Provinsi Bali. Lokasi penelitian di lima kabupaten yang ada di Bali sebagai sentra perajin kain endek yaitu: Kabupaten Karangasem, Klungkung, Jembrana, Gianyar dan Kota Denpasar. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Pada masing-masing kabupaten diambil 5 pengusaha sehingga total pengusaha yang menjadi responden sebanyak 25 orang. Wawancara dilakukan dengan metode Delphi. Teknik analisis data menggunakan analisis SWOT dan Matrik IE untuk mengetahui posisi industri kain endek di Bali. Berdasarkan Matrik Internal dan Eksternal maka posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran V (stabilitas) sedangkan untuk masa yang akan datang diprediksi berada pada kuadran I (tumbuh dan kembangkan). Strategi yang tepat untuk diimplementasikan adalah strategi pengembangan pasar yaitu mencari pasar yang lebih besar untuk produk yang sudah ada. Secara operasional dapat dilakukan dengan memasarkan produk ke daerah geografis baru di Indonesia yang dapat dilakukan dengan cara promosi baik lewat bauran komunikasi pemasaran maupun lewat media sosial
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

ANALISIS RANTAI NILAI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI.

ANALISIS RANTAI NILAI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA BANDUNG DAN CIMAHI.

Namun pada perkembangannya ditahun 2009, hasil riset yang dilakukan oleh PT. Sembilan Matahari merekomendasikan bahwa Kota Cimahi harus mengembangkan Animasi dan Film. Hal tersebut sejalan dengan perkembangan di dunia dan fenomena industri kreatif, maka industri kreatif dengan unggulan Information Technology (IT), animasi, dan film di rekomendasikan. Hal tersebut didukung oleh sumber daya manusia dan potensi pasar yang besar. Maka untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah kota melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) industri kreatif pertama yang tujuannya menghimpun pelaku kreatif. Pada hasilnya cukup menjanjikan, karena jumlah pelaku kreatif cukup banyak dan memiliki kemampuan yang baik. Kemudian pada FGD kedua yang dilaksanakan pada tanggal 29 September 2009, terbentuklah Cimahi Creative Association (CCA) berikut pemilihan ketuanya. Pada FGD ketiga, tanggal 28 Oktober 2009, kelembagaan dan kepengurusan CCA diresmikan dengan SK Walikota No. 530/KEP 304 - PENMO/ 2009. Sedangkan pada FGD keempat CCA menyusun Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), serta rencana kerja tahun berikutnya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Pengembangan Industri Kreatif Di Kota Batu (Studi Tentang Industri Kreatif Sektor Kerajinan Di Kota Batu)

Pengembangan Industri Kreatif Di Kota Batu (Studi Tentang Industri Kreatif Sektor Kerajinan Di Kota Batu)

Di mana konsep industri kreatif sendiri merupakan aktivitas berbasis kreativitas yang berpengaruh terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat, maka industri-industri kecil seperti kerajinan tangan yang ada di Kota Batu merupakan salah satunya. Seperti misalnya pada sektor industri kerajinan tangan yang tersebar di berbagai penjuru Kota Batu. Adapun kerajinan yang terdapat di Kota Batu adalah kerajinan batik, kerajinan cobek, kerajinan batu onyx, kerajinan gerabah, kerajinan gong, dan masih banyak lainnya. Kerajinan-kerajinan ini mempunyai peranan tersendiri di dalam pengembangan perekonomian daerah. Adanya inovasi dan kreativitas yang timbul pada masyarakat inilah yang membuat sektor industri kreatif di suatu daerah mempunyai peran penting dalam pengembangan perekonomian suatu daerah. Terlebih lagi pada Kota Batu yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan Kota Wisata Batu sebagai Sentra Pertanian Organik Berbasis Kepariwisataan Internasional (BPS, 2013).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI KREATIF INDONESIA DALAM MENGHADAPI MASYAKARAT EKONOMI ASEAN PADA TAHUN 2016

STRATEGI PENGEMBANGAN SDM INDUSTRI KREATIF INDONESIA DALAM MENGHADAPI MASYAKARAT EKONOMI ASEAN PADA TAHUN 2016

Dari berbagai isu strategis diatas terdapat salah satu yang menarik yaitu isu mengenai ketersediaan SDM kreatif yang professional. SDM merupakan faktor produksi utama Industri kreatif, tanpa adanya SDM yang berdaya saing, sangat sulit bagi Indonesia untuk megembangkan Industri kreatifnya. Mari Pangestu menyebutkan bahwa "Sumber daya insani belum memadai dalam kuantitas dan kualitas. Umumnya belajar otodidak, bukan diciptakan institusi-institusi pendidikan formal/informal. Selain itu sumber daya insani terkonsentrasi di kota tertentu saja.” (www.neraca.co.id). Selain itu masih terbatasnya kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan kreatif membuat lulusan SDM kreatif di Indonesia sangat terbatas.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Model Pengembangan Pelukis Mandiri dengan Pengembangan Industri Kreatif

Model Pengembangan Pelukis Mandiri dengan Pengembangan Industri Kreatif

Desa Jelekong berada di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.Letaknya kurang lebih berjarak 12 km dari Kota Bandung, tepat di ruas sebelah kanan jalan raya Bandung-Majalaya.Desa Jelekong merupakan wilayah kelurahan yang wilayahnya terbagi menjadi 27 Rukun Warga.Lukisan Jelekong mulai dikenal oleh para peminat lukisan sejak tahun 1970-an. Orang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan lukisan di desa Jelekong adalah Bapak Odin Rohidin. Bapak Odin Rohidin adalah orang yang pertama kali mengenalkan dan melakukan pembelajaran melukis secara turun temurun kepada masyarakat Jelekong.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Strategi Pengembangan SDM Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN pada Tahun 2016

Strategi Pengembangan SDM Industri Kreatif Indonesia dalam Menghadapi Masyakarat Ekonomi ASEAN pada Tahun 2016

2. Memfasilitasi peningkatan profesionalisme (skill-knowladge-attitude) tenaga kerja kreatif. Pelaksanaan strategi ini dapat dilaksanakan melalui : a) memfasilitasi pemberdayaan masayarakat dan partisipasi orang kreatif dan komunitas kreatif dalam kompetisi internasional, b) memfasilitasi aktivitas komunitas kreatif untuk pengembangan kemampuan orang kreatif, c) memfasilitasi dan memberikan insentif bagi orang kreatif yang berpengalaman di Industri kreatif tingat global untuk bekerja atau bekerja sama dengan pelaku Industri kreatif lokal, d) memfasilitasi pengembangan sistem informasi ketenagakerjaan di Industri kreatif, e) memfasilitasi pengembangan kode etik profesi kreatif, f) memfasilitasi penyelenggaraan kompetisi bagi orang kreatif yang berstandar internasional. Indikator keberhasilan strategi ini adalah meningkatnya kapasitas tenaga kerja kreatif lokal dalam : penguasaan iptek, berpola fikir serta kemampuan teknis, bisnis dan manajerial. Selain itu keberhasilan strategi ini dapat dilihat melalui terciptanya akses terhadap tenaga kerja kreatif lokal, meningkatnya kepuasan konsumen produk, karya dan jasa kreatif, serta meningkatnya kreativitas orang kreatif lokal.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

REALITAS KOTA INDUSTRI KREATIF MASA DEPAN (ANALISIS DESKRIPTIF KEADAAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA SURAKARTA).

REALITAS KOTA INDUSTRI KREATIF MASA DEPAN (ANALISIS DESKRIPTIF KEADAAN INDUSTRI KREATIF DI KOTA SURAKARTA).

Dengan metode ini diharapkan peneliti dapat memperoleh informasi yang mendalam tentang kondisi industri kreatif yang terdapat di kota yang telah dicanangkan sebagai kota industri kreatif. Dalam penelitian ini, penulis merupakan instrmen penting yang berusaha mengungkapkan data secara mendalam dengan dibantu oleh teknik pengumpulan data lainnya. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Moleong (2004:168) bagi peneliti kualitatif manusia adalah instrumen utama karena dia menjadi segala dari keseluruhan penelitian. Dia sekaligus merupakan perencana, pelaksana, pengumpul data, analisis, penafsir dan pada akhirnya dia menjadi pelapor penelitiannya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri kreatif

Analisis Kebijakan Pengembangan Industri kreatif

skenario 6 mampu mendorong kinerja sistem agroindustri kakao lebih baik dibandingkan dengan skenario lainnya sekaligus mampu mendorong peningkatan penerimaan petani. Dengan demikian, dalam upaya pengembangan industri hilir kakao, diperlukan kebijakan yang mampu meningkatkan kinerja industri pengolahan kakao melalui insentif iskal dan moneter yang tidak memberikan dampak negatif terhadap usahatani kakao seperti penerapan bea ekspor kakao. Insentif tersebut antara lain dapat berupa kebijakan pajak (Sinaga dan Susilowati, 2007), insentif investasi; kebijakan harmonisasi tarif bagi produk hilir dan bahan bakunya (Suprihatini, 2004); pengendalian nilai tukar, penetapan tingkat suku bunga (Munandar, et al., 2008; Sukmananto, 2007). Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif juga mampu mendorong industri hilir seperti jaminan keamanan investasi, supply chain management dan infrastruktur (Suprihatini, 2004), layanan dan kemudahan dalam melakukan bisnis (Christy, et al., 2009). Pemberian insentif dan penciptaan iklim usaha tersebut diasumsikan mampu mendorong perkembangan industri pengolahan kakao juga didasarkan pada hasil penelitian Syam (2006) yang menyebutkan bahwa beberapa kendala utama dalam program pengembangan agroindustri kakao adalah keterbatasan modal usaha, buruknya mekanisme birokrasi seperti perizinan dan pajak, serta infrastruktur yang belum memadai. Sementara itu, program Gernas kakao memberikan dampak yang cukup signiikan terhadap peningkatan penerimaan petani akibat adanya peningkatan produktivitas dan mutu kakao. Perkebunan rakyat yang tidak terlibat dalam program Gernas kakao seharusnya juga tidak luput dari perhatian pemerintah dengan melakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mutu. Hal ini penting karena adanya kecenderungan penurunan produktivitas perkebunan rakyat, sehingga menurunkan penerimaan petani. Di samping itu, petani yang tidak terlibat dalam program gernas kakao memiliki jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang terlibat dalam program tersebut.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...