Top PDF Kajian Strategis Pemekaran Kecamatan di Daerah Perbatasan (Studi Pemekaran Kecamatan Selat Gelam Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau)

Kajian Strategis Pemekaran Kecamatan di Daerah Perbatasan (Studi Pemekaran Kecamatan Selat Gelam Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau)

Kajian Strategis Pemekaran Kecamatan di Daerah Perbatasan (Studi Pemekaran Kecamatan Selat Gelam Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau)

syarat pembentukan kecamatan seperti yang diatur di dalam PP No 19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan, yaitu persyaratan persyaratan teknis, sedangkan untuk persyaratan administratif dan fisik kewilayah tidak terpenuhi. Untuk persyaratan teknis, Kecamatan Induk Karimun memperoleh skor yang berada pada kategori Mampu dan Direkomendasikan. Kesimpulan dari kajian ini adalah walaupun hanya memenuhi 1 dari 3 persyaratan pembentukan kecamatan, Pemerintah Kabupaten Karimun tetap dapat untuk melakukan pembentukan Calon Kecamatan Selat Gelam. Hal ini dimungkinkan secara aturan, bahwa pemerintah kabupaten/kota dapat membentuk kecamatan diwilayah yang mencakup satu atau lebih pulau, yang persyaratannya dikecualikan dari persyaratan administrasi, syarat fisik kewilayahan, dan syarat teknis sebagaimana yang telah disebutkan dengan pertimbangan untuk efektivitas dan efisiensi pelayanan serta pemberdayaan masyarakat desa di pulau-pulau terpencil dan/atau terluar.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kajian Strategis Pemekaran Kecamatan di Daerah Perbatasan (Studi Pemekaran Kecamatan Sugie Besar Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau)

Kajian Strategis Pemekaran Kecamatan di Daerah Perbatasan (Studi Pemekaran Kecamatan Sugie Besar Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau)

b. Kesepakatan musyawarah Desa dan/atau kepu- tusan forum komunikasi kelurahan atau nama lain di wilayah Kecamatan yang akan dibentuk. Berkaitan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Karimun untuk melakukan pembentukan Kecamatan Sugie Besar yang merupakan pemekaran dari Kecamatan Moro, maka dipandang perlu untuk dilakukan sebuah kajian akademik dalam rangka mengetahui kelayakan pembentukan kecamatan tersebut. Kajian akademik yang dimaksud, selain berpedoman pada peraturan perundang-undangan, juga berpedoman pada konsep teoritis pemekaran wilayah. Sehingga hasil kajian nantinya dapat dijadikan dasar yang kuat untuk melakukan pembentukan kecamatan. Karena selain didukung oleh aspek Perarutan perundang-undangan kajian ini juga didukung oleh konsep teoritis.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KAJIAN STRATEGIS PEMEKARAN KECAMATAN DI DAERAH PERBATASAN

KAJIAN STRATEGIS PEMEKARAN KECAMATAN DI DAERAH PERBATASAN

565 berbunyi : terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan desentralistik, sistem politik yang demokratis, pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga pada Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 4 ayat (3) yang berbunyi : “pembentukan daerah dapat berupa penggabungan be berapa daerah atau bagian daerah yang bersanding atau pemekaran beberapa daerah atau bagian daerah atau lebih”. Untuk mengoperasionalisasikan secara kongkrit jehendak daerah, dan agar pembentukan daerah baru berupa pemekaran ini memiliki pertimbangan yang obyektif dan rasional maka pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan dan Penggabungan Daerah, setelah itu diganti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2007. 9
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Kajian Yuridis Pemekaran Wilayah Kecamatan Dikabupaten Bondowoso Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Kajian Yuridis Pemekaran Wilayah Kecamatan Dikabupaten Bondowoso Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Dalam beberapa tahun pelaksanaannya ada beberapa hal yang menjadi catatan kita, sbb banyak daerah pemekaran yang tidak memiliki cukup kemampuan. Akibatnya, pembangunan daerah tersebut jalan ditempat. Pemekaran daerah yang tidak direncanakan dengan baik, hasilnya tidak akan baik. Pemekaran harus dengan semangat yang muncul dari bawah, murni aspirasi masyarakat, buttom up planning dan diharapkan bukan kehendak pejabat, top down planning. Sehingga bertolak dari hasil evaluasi daerah-daerah otonom hasil pemekaran yang tidak berkembang, maka kedepan pemekaran daerah akan diperketat. Jika pemekaran daerah tidak di perketat, maka negeri ini akan dipenuhi oleh pegawai negeri dan pejabat, menjadi “negara PNS”. Karena dengan terbentuknya daerah baru, akan melahirkan banyak jabatan baru, baik kepala daerah, kepala dinas, anggota DPRD, PNS baru, dsb. Dalam hal ini dalam pemekaran wilayah desa baru ada beberapa pihak yang seolah-olah hanya menincar jabatan dalam pemerintahan desa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN BONDOWOSO BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

KAJIAN YURIDIS PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN BONDOWOSO BERDASARKAN UNDANGUNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Dalam ketentuan Pasal 1 ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan disebutkan bahwa : Pembentukan Kecamatan adalah pemberian status pada wilayah tertentu sebagai kecamatan di wilayah Kabupaten/Kota. Selanjutnya dalam Pasal 2 ayat (1) disebutkan bahwa : Pembentukan Kecamatan dapat berupa pemekaran 1 (satu) kecamatan menjadi 2 (dua) kecamatan atau lebih, dan/atau penyatuan wilayah desa dan/atau kelurahan dari beberapa kecamatan. Dalam usaha mendorong perkembangan wilayah, suatu daerah dituntut untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dengan menggali potensi-potensi sumber daya yang dimiliki guna pembiayaan daerah serta mengefektifkan pelaksanaan pembangunan daerah, yang pada akhirnya dapat dikembangkan sebagai sektor ekonomi basis dan ekonomi unggulan yang memiliki daya saing dalam persaingan ekonomi global. Daerah pemekaran dituntut untuk mampu merintis dan mengembangkan kemampuan untuk membangun dengan melakukan langkah-langkah terobosan. Tantangan bagi daerah hasil pemekaran adalah kemampuan untuk mendanai dan mengelola keuangan sendiri. Untuk itu, dalam waktu dua tahun, kabupaten/ kota baru harus mampu melepaskan ketergantungan keuangan dari daerah induk dan provinsi, sehingga tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah daerah induk dan provinsi. Permasalahan dalam skripsi ini meliputi 2 (dua) hal yaitu ; (1) apakah yang melatarbelakangi pelaksanaan pemekaran wilayah kecamatan di Kabupaten Bondowoso ? dan (2) apakah kendala dalam pemekaran wilayah kecamatan di Kabupaten Bondowoso ?
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

KAJIAN DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP KESENJANGAN EKONOMI ANTAR DAERAH PESISIR DI PROVINSI BENGKULU

KAJIAN DAMPAK PEMEKARAN WILAYAH TERHADAP KESENJANGAN EKONOMI ANTAR DAERAH PESISIR DI PROVINSI BENGKULU

Provinsi Bengkulu berada di bagian barat Pulau Sumatera dengan luas 19.813 km 2 . Letaknya memanjang sejauh 567 km, dari perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara di bagian Utara, dan perbatasan dengan Provinsi Lampung di bagian Selatan. Batas bagian barat wilayah Provinsi Bengkulu adalah Samudera Indonesia dengan garis pantai sepanjang 525 km. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, maka sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu adalah wilayah pesisir, dengan demikian sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pesisir tersebut. Wilayah pesisir mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional maupun daerah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kajian Dampak Pemekaran Wilayah terhadap Kesenjangan Ekonomi Antar Daerah Pesisir di Provinsi Bengkulu

Kajian Dampak Pemekaran Wilayah terhadap Kesenjangan Ekonomi Antar Daerah Pesisir di Provinsi Bengkulu

Provinsi Bengkulu berada di bagian barat Pulau Sumatera dengan luas 19.813 km 2 . Letaknya memanjang sejauh 567 km, dari perbatasan dengan Provinsi Sumatera Utara di bagian Utara, dan perbatasan dengan Provinsi Lampung di bagian Selatan. Batas bagian barat wilayah Provinsi Bengkulu adalah Samudera Indonesia dengan garis pantai sepanjang 525 km. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia, maka sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu adalah wilayah pesisir, dengan demikian sebagian besar penduduknya tinggal di wilayah pesisir tersebut. Wilayah pesisir mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional maupun daerah.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

KAJIAN YURIDIS PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN BONDOWOSO BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

KAJIAN YURIDIS PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN BONDOWOSO BERDASARKAN UNDANG- UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

Pembentukan Kecamatan dapat berupa pemekaran 1 (satu) kecamatan menjadi 2 (dua) kecamatan atau lebih, dan/atau penyatuan wilayah desa dan/atau kelurahan dari beberapa kecamatan. Dalam usaha mendorong perkembangan wilayah, suatu daerah dituntut untuk dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, dengan menggali potensi-potensi sumber daya yang dimiliki guna pembiayaan daerah serta mengefektifkan pelaksanaan pembangunan daerah, yang pada akhirnya dapat dikembangkan sebagai sektor ekonomi basis dan ekonomi unggulan yang memiliki daya saing dalam persaingan ekonomi global. Daerah pemekaran dituntut untuk mampu merintis dan mengembangkan kemampuan untuk membangun dengan melakukan langkah-langkah terobosan. Tantangan bagi daerah hasil pemekaran adalah kemampuan untuk mendanai dan mengelola keuangan sendiri. Untuk itu, dalam waktu dua tahun, kabupaten/ kota baru harus mampu melepaskan ketergantungan keuangan dari daerah induk dan provinsi, sehingga tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah daerah induk dan provinsi. Permasalahan dalam skripsi ini meliputi 2 (dua) hal yaitu ; (1) apakah yang melatarbelakangi pelaksanaan
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Kajian Strategis Daerah DPD KNPI Kalteng

Kajian Strategis Daerah DPD KNPI Kalteng

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Masih beroperasinya perusahaan pertambangan PT Bharinto Ekatama (BEK) di kawasan Desa Benangin, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara (Batara), memunculkan permasalahan tata batas antara Kalteng dan Kaltim.

3 Baca lebih lajut

Kajian Pemekaran Kecamatan Pampangan

Kajian Pemekaran Kecamatan Pampangan

a. Batas usia penyelenggaraan pemerintahan minimal 5 (lima) tahun. Berdasarkan penyelenggaraan pemerintahan maka usia pemerintahan Kecamatan Pampangan terbilang sudah sangat lama. Bahkan kalau ditelusuri ternyata Kecamatan Pampangan sudah pernah dilakukan pemekaran. Pada saat era Orde Baru yang dalam pembentukan kecamatan harus diatur dalam bentuk Peraturan Pemerintah telah terjadi pemekaran atas Kecamatan Pampangan dengan terbentuknya Kecamatan Air Sugihan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 1996 Tentang Pembentukan 9 (Sembilan) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim dan Musi Rawas dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, Kecamatan Air Sugihan meliputi beberapa desa yaitu Desa Kerta Mukti, Desa Tirta Mulya, Desa Suka Mulya, Desa Jadi Mulya, Desa Marga Tani, Desa Bandar Jaya, Desa Mukti Jaya, Desa Srijaya Baru, Desa Nusantara, Desa Nusakarta, Desa Banyu Biru, Desa Bangunharjo, Desa Sidorahayu, Desa Panggungharjo, Desa Timbulharjo, Desa Sidomakmur, Desa Saptoharjo, Desa Margomulyo, Desa Sungai Batang.
Baca lebih lanjut

91 Baca lebih lajut

Interaksi Wilayah di Kawasan Strategis Nasional (Perbatasan) dalam Kerangka Jaringan Perkotaan

Interaksi Wilayah di Kawasan Strategis Nasional (Perbatasan) dalam Kerangka Jaringan Perkotaan

Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini merupakan tahap awal yang bertujuan mengidentifikasi detail karakter interaksi antarkawasan di kawasan perbatasan. Hasil penelitian sebelumnnya memperlihatkan bahwa arah interaksi cenderung belum maksimal di antara pusat kota dengan area perbatasan yang salah satunya dikarenakan oleh keterbatasan jarak dan infrastruktur. Kajian ini akan melihat dari beberapa faktor serta entitas dalam kajian analisis jaringan. Interaksi yang dieksplorasi pada tahap ini adalah interaksi dari kawasan strategi pariwisata atau ibukota Kabupaten Sambas yaitu Kecamatan Sambas terhadap kawasan perbatasan (PKSN) yaitu di Kecamatan Paloh, tepatnya di Temajuk. Dalam mengeksplorasi interaksi antardaerah, pendekatan yang digunakan adalah prinsip analisis jaringan yang mencoba untuk mencari hubungan antarentitas (Scott, Baggio, & Cooper, 2008). Dalam menentukan unsur kajian, khususnya kajian kewilayahan, digunakan tipe-tipe jaringan yang dikembangkan dalam kerangka pengembangan keilmuan, yaitu analisis jaringan yang terbagi atas jaringan teknikal (infrastruktur), jaringan transaksional, dan jaringan sosial.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

POTENSI WILAYAH PERBATASAN STRATEGIS

POTENSI WILAYAH PERBATASAN STRATEGIS

Abstrak: Potensi Wilayah Perbatasan Strategis. Kecamatan Pasir Limau Kapas [Palika], Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau merupakan kawasan yang tertinggal, terisolir dan terluar. Posisi ini menyebabkan kesejahteraan menjadi isu penting dan utama yang selalu menjadi bahan diksusi. Isu penting dan utama terkait kesejahteraan antara lain, pembangunan infrastruktur yang minim dan lambat, kebijakan pembangunan yang ambigu [rerata kebijakan yang dikeluarkan saling tumpang-tindih tidak saling mendukung terkait pembangunan di kawasan perbatasan], pembiaran pelanggaran wilayah dan alat penangkapan ikan, masalah pertahanan-keamanan batas negara yang belum menjadi perhatian utama dan potensi objek wisata alam yang belum tergarap. Berdasarkan berbagai isu penting, penelitian ini bertujuan menjelaskan potensi utama yang dimiliki Pasir Limau Kapas sebagai kawasan perbatasan yang strategis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dikumpulkan berdasarkan dokumen yang didukung wawancara. Setelah terkumpul data dianalisis secara kualitatif. Studi ini menyimpulkan bahwa, pertama, potensi utama yang dimiliki Pasir Limau Kapas, seperti posisi geografis terkait kawasan strategis dan regulasi yang dihasilkan dinilai belum mendukung masalah pertahanan dan keamanan negara di perbatasan termasuk mengembangkan kawasan potensi objek wisata alam. Pengembangan kawasan perbatasan yang dinilai strategis dipastikan memerlukan perangkat di daerah yang akan mengelolanya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Studi Literatur: Kajian Geoteknik Daerah Perbatasan sebagai Salah Satu Faktor dalam Penguatan Infrastruktur Daerah Perbatasan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

Studi Literatur: Kajian Geoteknik Daerah Perbatasan sebagai Salah Satu Faktor dalam Penguatan Infrastruktur Daerah Perbatasan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional menyebutkan bahwa kawasan perbatasan digolongkan pada kawasan strategis, yang penataan ruangnya diprioritaskan dalam pelaksanaan pembangunan (Raharjo, 2013). Berdasarkan hal tersebut, salah satu hal yang paling menonjol di daerah perbatasan adalah pembangunan infrastruktur. Dengan infrastruktur yang lengkap dan bermutu baik, maka kawasan perbatasan sebagai cerminan diri dari suatu negara akan terasa semakin jelas. Manfaat yang dapat diperoleh dari pembangunan infrastruktur di daerah perbatasan bagi masyarakat adalah:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

STUDI EVALUASI DAMPAK PEMEKARAN DAERAH

STUDI EVALUASI DAMPAK PEMEKARAN DAERAH

Fokus studi sebagaimana disebutkan dengan huruf tebal di atas, masing-masing diwakili dengan beberapa indikator yang digunakan untuk menghasilkan satu indeks. Indeks-indeks tersebut merupakan rata-rata dari seluruh indikator yang mewakili aspek-aspek evaluasi pemekaran daerah, yang didasarkan atas nilai masing-masing indikator yang telah distandardisasi dengan menggunakan jarak nilai minimum dan maksimum indikator yang bersangkutan sebagai denominator. (Indikator-indikator tersebut diuraikan secara lengkap pada Bab 2). Studi ini menggunakan data sekunder terkait dengan empat bidang kinerja yang dievaluasi, diambil dari beberapa publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Departemen Keuangan, Departemen Dalam Negeri dan Badan Kepegawaian Nasional. Selain itu, studi ini juga melakukan pendalaman terhadap situasi dan kondisi dengan melakukan wawancara dan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion) di daerah kabupaten pemekaran yang memiliki kondisi ekstrim, yaitu Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu di Propinsi Sulawesi Selatan, serta Kabupaten Lampung dan Kabupaten Lampung Timur di Propinsi Lampung.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Dinamika Pemekaran Daerah di Kepulauan (Studi Penataan Pemekaran Daerah di Kabupaten Lingga Tahun 2015-2025)

Dinamika Pemekaran Daerah di Kepulauan (Studi Penataan Pemekaran Daerah di Kabupaten Lingga Tahun 2015-2025)

terbentuklah Kabupaten Kepulauan Anambas. Berdasarkan pemaparan ini terlihat bahwa di- namika pemekaran di Provinsi Kepulauan Riau sangat tinggi sejak tahun 1999 hingga 2015 sudah terjadi pemekaran sebanyak 6 kali. Meskipun adanya moratorium pemekaran daerah hingga tahun 2025, tata cara pembentukan, penghapusan dan pengga- bungan daerah dengan syarat pembentukan daerah otonom yang lebih diperketat namun hingga kini masih banyak daerah di Indonesia yang berniat membentuk daerah otonom baru. Seperti yang terjadi di Provinsi Kepulauan Riau yang dapat dilihat pada tabel berikut ini. 1 Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pergulatan Etnis dalam Pemekaran Daerah (Studi Kasus: Wacana Pemekaran Pinrang Utara)

Pergulatan Etnis dalam Pemekaran Daerah (Studi Kasus: Wacana Pemekaran Pinrang Utara)

sekitarnya namun masyarakat Pattinjo ini tentunya memiliki keterikatan sejarah dengan daerah induknya yakni Pinrang. Keterikatan emosional yang bersumber dari rentetan sejarah ini dilihat dari perjuangan kerajaan-kerajaan kecil pada masa lampau yang berjuang untuk membentuk suatu daerah yang merdeka. Pinrang di masa lalu terdiri dari empat kerajaan kecil yakni: Kerajaan Sawitto, Suppa, Batu Lappa dan Kassa. Dalam hubungan antar kerajaan, Sawitto pernah mengirimkan pasukannya un- tuk membantu Kerajaan Bone dalam menaklukkan Kerajaan Buton di Sulawesi Tenggara. Pasukan yang dikirim tersebut merupakan orang-orang yang berasal dari Letta dimana karakteristik masyarakat disana merupakan masyarakat pemberani dan peta- rung. Ketika berhasil menaklukkan Kerajaan Buton, Kerajaan Bone pun memberikan re-
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAHP KAJIAN STRATEGIS

BAHP KAJIAN STRATEGIS

Cakrabuana Consultants Memenuhi Syarat/ Lulus Memenuhi Syarat/ Lulus Pada hari ini, Kamis tanggal Delapan Belas bulan Oktober tahun Dua Ribu Dua Belas, Panitia Pengadaan Jasa Konsultans[r]

3 Baca lebih lajut

Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pas

Pemekaran Wilayah dan Otonomi Daerah Pas

Pembentukan daerah baru secara otomatis menyebabkan perubahan tata ruang batas wilayah. Persoalan penentuan luas dan tapal batas daerah serta keberatan dari daerah induk untuk menyerahkan beberapa wilayah yang ada kepada daerah baru merupakan persoalan pelik yang dapat berpotensi memicu konflik antar daerah. Aspek sosiologis dan budaya dalam pembentukan daerah memiliki peran penting yang dapat meminimalisasi adanya resistensi dari pihak berseberangan. Karena pada prinsipnya keberadaan sebuah wilayah tidak bisa dilepaskan dari komunitas yang menempatinya dengan konstruksi sosial dan budaya yang telah dijalani dalam rentang waktu yang lama. Wilayah menyediakan sumberdaya yang dibutuhkan oleh komunitas dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu pembentukan daerah baru, selain berkurangnya otoritas politik, juga berarti hilangnya sumberdaya lokal dan infrastruktur yang menjadi daya dukung terhadap kehidupan sehari-hari. Seperti kasus pemekaran Kota Bukittinggi yang ditolak Kabupaten Agam. Sikap penolakan Kabupaten Agam terhadap pemekaran Kota Bukittinggi, didasarkan atas dua faktor, pertama, dari ‘masyarakat’ yang menolak menyerahkan sedikitnya 34 desa untuk perluasan Kota Bukittinggi. Berdasarkan keputusan Kerapatan Adat Nagari (KAN), desa-desa tersebut memilih kembali kepada pola hidup bernagari. Hal ini berarti tidak mengenal adanya perbedaan wilayah berdasarkan batas politik antara Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. Sikap ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sikap masyarakat Papua yang menolak pemekaran Provinsi Papua. Kedua, keberadaan PDAM yang berada di Kota Bukittinggi. Dengan pemisahan tersebut, tentunya akan merugikan Kabupaten Agam dengan kehilangan PDAM yang menjadi sumber pendapatan daerah. 31
Baca lebih lanjut

212 Baca lebih lajut

DAMPAK PEMEKARAN KECAMATAN TERHADAP PELAYANAN PUBLIK (Studi Pada Kecamatan Kangayan, Sebagai Hasil Pemekaran Dari Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep)

DAMPAK PEMEKARAN KECAMATAN TERHADAP PELAYANAN PUBLIK (Studi Pada Kecamatan Kangayan, Sebagai Hasil Pemekaran Dari Kecamatan Arjasa Kabupaten Sumenep)

melakukan pemekaran dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kualitas pelayanan publik. Sehubungan dengan itu, pemerintah dan masyarakat kabupaten Sumenep, khususnya masyarakat kecamatan Arjasa (sebelum dimekarkan) juga melakukan pemekaran kecamatan di wilayahnya, yakni Kecamatan Kangayan yang merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Arjasa. Dimana tujuan dari pemekaran ini untuk memberikan pelayan yang lebih efektif dan efisien kepada masyarakat Kangayan. Akan tetapi masih terlihat, masyarakat yang mengeluhkan tentang kurang berkualitasnya pelayanan yang diterima. Hal ini disebabkan, karena kantor kecamatan yang masih baru dan masih kurang lengkapnya sarana dan prasarana
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Evaluasi Pemekaran Daerah di Era Reformasi

Evaluasi Pemekaran Daerah di Era Reformasi

Sedangkan berdasarkan Monotoring dan evaluasi yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri pada April 2011 juga menemukan rapor merah di daerah otonom baru hasil pemekaran. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Kemendagri, sekitar 80 persen daerah yang dimekarkan dan setelah menjadi daerah otonomi dalam kurun waktu tiga tahun, menunjukkan ketidaksiapan daerah tersebut. Temuan lain paling tidak ada 44 daerah otonom baru yang mengalokasikan 80 persen dana dari APBN hanya untuk belanja pegawai. Sulit membayangkan bagaimana kualitas dan kuantitas pelayanan publik di daerah-daerah tersebut. Sementara itu, daerah otonom baru yang masuk kategori berhasil diperkirakan tak lebih dari 10 %. Singkatnya, relasi antara pembentukan daerah otonomi baru dan peningkatan kesejahteraan masyarakat masih jauh panggang daripada api.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects