Top PDF BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

BAB V Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998-sekarang) - Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Rformasi (1998 sekarang)

Selain konflik Aceh dan Poso, konflik lain yang mendapat perhatian serius pemerintah adalah konflik di Papua. Seperti halnya konflik di Aceh, upaya untuk menyelesaikan konflik di Papua juga mengedepankan aspek dialog dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kurangnya keadilan bagi masyarakat Papua menimbulkan adanya perlawanan dan keinginan sebagian masyarakat untuk memisahkan diri dari NKRI. Perhatian pemerintah sudah sewajarnya lebih diberikan untuk meningkatkan sisi ekonomi dan pemberdayaan sumber daya manusia masyarakat yang tinggal di wilayah ini melalui pemberian pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka di bidang pertanian dan pemahaman birokrasi, terlebih provinsi Papua memiliki sumber daya alam besar terutama di sektor pertambangan. Terkait dengan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengeluarkan kebijakan otonomi khusus bagi Papua. Otonomi khusus tersebut diharapkan dapat memberikan porsi keberpihakan, perlindungan dan pemberdayaan kepada orang asli Papua. Kebijakan tersebut didukung oleh pemerintah melalui aliran dana yang cukup besar agar rakyat Papua dapat menikmati rasa aman dan tenteram di tengah derap pembangunan (Suasta, 2013: 294).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Bab IV Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) - Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Orde baru (1966 1998)

Bab IV Sistem dan Struktur Politik- Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru (1966-1998) - Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Orde baru (1966 1998)

Berdasarkan Tap MPRS No IX/MPRS/1966, pemerintah diharapkan segera melakukan pemilu pada tahun 1968. Namun karena berbagai pertimbangan politik dan keamanan, pemilu baru dapat diselenggarakan pada 1971. Lembaga Pemilu sebagai pelaksana pemilu dibentuk dan ditempatkan di bawah koordinasi Departemen Dalam Negeri, sedangkan peserta pemilu ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 23 tanggal 23 Mei 1970. Berdasarkan surat keputusan itu, jumlah partai politik (parpol) yang diijinkan ikut serta dalam pemilu adalah 9 parpol, yaitu: NU, Parmusi, PSII, Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah), Partai Kristen Indonesia, Partai Khatolik, Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), dan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) ditambah dengan Golkar. Adapun perolehan suara hasil pemilu 1971 adalah sebagai berikut: Golkar (236 kursi; 62,82%), NU (58 kursi;18,68%), Parmusi (24 kursi; 5,56%), PNI (20 kursi; 6,93%), PSII (10 kursi; 2,39%), dan Parkindo (10 kursi; 2,39%). (Anhar Gonggong ed, 2005: 150)
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

BAB III Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) - Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

BAB III Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) - Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Indonesia Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

Presiden Soekarno memerlukan waktu beberapa hari untuk mengambil langkah yang menentukan masa depan bangsa Indonesia dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada tanggal 3 Juli 1959, Presiden Soekarno memanggil Ketua DPR, Mr. Sartono, Perdana Menteri Ir. Djuanda, para menteri, pimpinan TNI, dan anggota Dewan Nasional (Roeslan Abdoel Gani dan Moh. Yamin), serta ketua Mahkamah Agung, Mr. Wirjono Prodjodikoro, untuk mendiskusikan langkah yang harus diambil. Setelah melalui serangkaian pembicaraan yang panjang mereka bersepakat mengambil keputusan untuk memberlakukan kembali UUD 1945. Pertemuan tersebut juga menyepakati untuk mengambil langkah untuk melakukannya melalui Dekret Presiden. Pada hari Minggu, 5 Juli 1959 pukul 17.00, dalam suatu upacara resmi yang berlangsung selama 15 menit di Istana Merdeka, Presiden Soekarno mengumumkan Dekret yang memuat tiga hal pokok, yaitu:
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa OrdeBaru (1966 1998)

Bab 4 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa OrdeBaru (1966 1998)

hampir setiap hari di TVRI. Selain di media massa, di papan iklan di pinggir-pinggir jalan pun banyak dipasang mengenai pesan pentingnya KB. Demikian pula dalam mata uang koin seratus rupiah dicantumkan mengenai KB. Hal itu menandakan bahwa Orde Baru sangat serius dalam melaksanakan program KB. Slogan yang muncul dalam kampanye- kampanye KB adalah “dua anak cukup, laki perempuan sama saja”. Program KB di Indonesia, diawali dengan ditandatanganinya Deklarasi Kependudukan PBB pada tahun 1967 sehingga secara resmi Indonesia mengakui hak-hak untuk menentukan jumlah dan jarak kelahiran sebagai hak dasar manusia dan juga pentingnya pembatasan jumlah penduduk sebagai unsur perencanaan ekonomi dan sosial.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

Bab 3 Sistem dan Struktur Politik dan Ekonomi Masa Demokrasi Terpimpin (1959 1965)

Presiden Soekarno memerlukan waktu beberapa hari untuk mengambil langkah yang menentukan masa depan bangsa Indonesia dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Pada tanggal 3 Juli 1959, Presiden Soekarno memanggil Ketua DPR, Mr. Sartono, Perdana Menteri Ir. Djuanda, para menteri, pimpinan TNI, dan anggota Dewan Nasional (Roeslan Abdoel Gani dan Moh. Yamin), serta ketua Mahkamah Agung, Mr. Wirjono Prodjodikoro, untuk mendiskusikan langkah yang harus diambil. Setelah melalui serangkaian pembicaraan yang panjang mereka bersepakat mengambil keputusan untuk memberlakukan kembali UUD 1945. Pertemuan tersebut juga menyepakati untuk mengambil langkah untuk melakukannya melalui Dekrit Presiden. Pada hari Minggu, 5 Juli 1959 pukul 17.00, dalam suatu upacara resmi yang berlangsung selama 15 menit di Istana Merdeka, Presiden Soekarno mengumumkan dekrit yang memuat tiga hal pokok yaitu :
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998 sekarang)

Bab 5 Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indonesia Masa Reformasi (1998 sekarang)

Satu peristiwa penting yang terjadi pada masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie adalah diadakannya Referendum bagi rakyat Timor-Timur untuk menyelesaikan permasalahan Timor-Timur yang merupakan warisan dari pemerintahan sebelumnya. Harus diakui bahwa integrasi Timor-Timur (Tim- Tim) ke wilayah RI tahun 1975 yang dikukuhkan oleh TAP MPR No.VI/ M7PR/1978, atas kemauan sebagian warga Timor-Timur tidak pemah mendapat pengakuan internasional. Meskipun sebenarnya Indonesia tidak pernah mengklaim dan berambisi menguasai wilayah Tim-Tim. Banyak pengorbanan yang telah diberikan bangsa Indonesia, baik nyawa maupun harta benda, untuk menciptakan perdamaian dan pembangunan di Tim-Tim, yang secara historis memang sering bergejolak antara yang pro integrasi dengan yang kontra. Subsidi yang diberikan oleh pemerintah pusat bahkan melebihi dari apa yang diberikan kepada provinsi-provinsi lain untuk mengejar ketertinggalan. Namun sungguh disesalkan bahwa segala upaya itu tidak pernah mendapat tanggapan yang positif, baik di lingkungan internasional maupun di kalangan masyarakat Timor-Timur sendiri.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Politik Pembangunan Indonesia-Cina (Studi Kasus : Terhadap Perbandingan Masa Pemerintahan Soeharto dan Deng Xiaoping)

Studi perbandingan adalah bidang di dalam Ilmu Politik yang acap kali mengalami berbagai perubahan yang disesuaikan dengan studi intensif untuk mengurangi kekakuan dalam sistem politik yang ada. Perbandingan melibatkan sebuah abstraksi situasi atau proses konkrit yang tidak pernah dibandingkan semata, setiap fenomena diharapkan merupakan peristiwa yang unik setiap manifestasi adalah unik, setiap individu dan perilakunya adalah unik.   Melakukan perbandingan dalam studi politik, hanya akan memberikan sebuah teori politik yang secara umum, tetapi secara perlahan melalui berbagai proses akan terjadi pengembangan kondisi. Singkatnya pendekatan yang nantinya dilakukan dalam proses memperbandingkan juga akan menentukan deskripsi pendekatan, apakah akan terbatas pada pendekatan lembaga pemerintahan yang dibentuk secara formal atau lebih pada sebuah kontekstual dalam pembongkaran kekuatan- kekuatan politik yang melatarbelakangi yaitu ideologi. 28
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Bab 5   Sistem Politik di Indonesia

Bab 5 Sistem Politik di Indonesia

dalam bentuk lisan  Guru memotivasi peserta didik yang kurang berpartisipasi aktif dalam proses KBM Penutup  Guru dan peserta didik membuat kesimpulan atas materi menunjukkan keleb[r]

6 Baca lebih lajut

Makalah Politik Dan Ekonomi Indonesia Pa

Makalah Politik Dan Ekonomi Indonesia Pa

Dalam menyelesaikan makalah ini, adapun kami menggunakan metode literatur dan studi kepustakaan melalui media cetak dan media elektronik. Referensi makalah ini bersumber dari buku Sejarah Indonesia Kurikulum 2013 oleh Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia dan buku pendamping Sejarah Indonesia oleh Intan Pariwara. Kami juga memperoleh sejumlah informasi melalui media elektronik seperti, web, blog dan perangkat media massa yang terdapat diinternet.

4 Baca lebih lajut

PELEMBAGAAN POLITIK PDIP JATENG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PELEMBAGAAN POLITIK PDIP JATENG - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

“Adanya Tim Khusus ini berarti anggota legislatif dari PDIP tidak dilepas begitu saja. Apalagi, dengan sistem pemilu legislatif seperti sekarang, para caleg yang sebelumnya tidak diprediksi menjadi calon jadi. Namun dengan kekuatan kapital (uang) yang dimiliki mampu menggerakan kekuatan massa pemilih dan berhasil menduduki kursi, maka jika tidak diawasi, hal ini akan membahayakan kelangsungan partai. Sebab, mereka merasa menjadi caleg terpilih karena kerja keras dan usahanya sendiri dan bukan karena partai. Partai hanya dianggap sebagai kendaraan politik dan pintu masuk bagi pencalonan mereka,” kata Bona. Menurutnya, kontrol partai yang ketat pasca perubahan sistem penetapan caleg mutlak diperlukan. Sebab, jika tidak, maka akan sangat sulit untuk mengkondisikan seluruh caleg terpilih dari PDIP. Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk mendisiplinkan para caleg terpilih. Disamping itu, kontrol ini bukanlah bentuk ketakutan DPP PDIP yang dianggap akan kehilangan kendali terhadap para kadernya di tengah kapitalisme politik yang kini berkembang.
Baca lebih lanjut

208 Baca lebih lajut

Perkembangan Pendidikan Zaman Reformasi Reformasi

Perkembangan Pendidikan Zaman Reformasi Reformasi

Secara umum KTSP tidak jauh berbeda dengan KBK namun perbedaan yang menonjol terletak pada kewenangan dalam penyusunannya, yaitu mengacu pada desentralisasi sistem pendidikan. Pemerintah pusat menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, sedangkan sekolah dalam hal ini guru dituntut untuk mampu mengembangkan dalam bentuk silabus dan penilaiannya sesuai dengan kondisi sekolah dan daerahnya. ( menyusun dan membuat silabus pendidikan sesuai dengan kepentingan siswa dan kepentingan lingkungan. KTSP lebih mendorong pada lokalitas pendidikan. Karena KTSP berdasar pada pelaksanaan KBK, maka siswa juga diberikan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan secara terbuka berdasarkan sistem ataupun silabus yang telah ditetapkan oleh masing-masing sekolah.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indo

Sistem dan Struktur Politik Ekonomi Indo

sosial masyarakat Indonesia. Pegawai negeri (termasuk pegawai BUMN), baik sipil maupun militer diharuskan mengikuti penataran P4. Kemudian para pelajar, mulai dari sekolah menengah sampai Perguruan Tinggi, juga diharuskan mengikuti penataran P4 yang dilakukan pada setiap awal tahun ajaran atau tahun akademik. Melalui penataran P4 itu, pemerintah juga memberikan penekanan pada masalah “suku”, “agama”, “ras”, dan “antargolongan”, (Sara). Menurut pemerintah Orde baru, “sara” merupakan masalah yang sensitif di Indonesia yang sering menjadi penyebab timbulnya konflik atau kerusuhan sosial. Oleh karena itu, masyarakat tidak boleh mempermasalahkan hal-hal yang berkaitan dengan Sara. Secara tidak langsung masyarakat dipaksa untuk berpikir seragam; dengan kata lain yang lebih halus, harus mau bersikap toleran dalam arti tidak boleh membicarakan atau menonjolkan perbedaan yang berkaitan dengan masalah sara. Meskipun demikian, akhirnya konflik yang bermuatan sara itu tetap tidak dapat dihindari. Pada tahun 1992 misalnya, terjadi konflik antara kaum muslim dan non muslim di Jakarta (Ricklefs, 2005: 640).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

S SEJ 0805430 Chapter5

S SEJ 0805430 Chapter5

tahun 1955, merupakan pemilihan umum yang baru dapat dilaksanakan setelah sepuluh tahun Indonesia merdeka. Diselenggarakan pada masa pemerintahan Orde Baru dengan sukses, namun sayangnya menjadi pemilihan umum pertama dan terakhir pada masa itu. Kesuksesan pemilihan umum ini kemudian sering dibandingkan dengan pemilihan umum tahun 1999.

3 Baca lebih lajut

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Era Reformasi (1998)

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Era Reformasi (1998)

berkem bang karena m ereka m am pu m enabung/ m engakum ulasi m odal sehingga akan t erus dapat m em perluas kegiat annya/ sum ber pendapat annya. Masyarakat yang t idak m em iliki sum ber daya adalah bukan pem ilik m odal at au lahan yang m em adai sert a t idak m em iliki keahlian/ ket eram pilan kecuali hanya t enaga dan kalaupun ada m odal nilainya kecil. Yang dapat diandalkannya sebagai sum ber pendapat an/ m at a pencaharian hanyalah t enaga yait u m enj adi buruh at au dagang kecil- kecilan. Karena invest asi t idak bert um buh cepat dan lapangan kerj a form al t idak bert am bah secara m em adai, m aka upah riil akan t et ap rendah dan hanya cukup unt uk kebut uhan sehari- hari sehingga t idak pernah punya kesem pat an unt uk m enyim pan/ m elakukan akum ulasi m odal. Kalaupun bergerak di bidang dagang, keunt ungan yang diperoleh hanya m am pu m enut upi kebut uhan sehari- hari dan t idak dapat m enabung. Mereka akan t erus t ergant ung kepada lapangan kerj a yang disediakan pem ilik m odal dan akan t et ap sulit unt uk m andiri at au bagi yang berusaha secar a kecil- kecilan di sekt or inform al pendapat annya hanya sebat as m enut upi kebut uhan sehari- hari, sehingga t idak bisa m enabung dan raw an t erhadap goncangan/ pasang surut usahanya. Kegiat an inform al ini t idak m am pu m em berikan pendapat an yang m em adai karena dalam kondisi lapangan kerj a form al adalah sulit , m aka banyak yang beralih ke kegiat an inform al sehingga pendapat an m asing- m asing usaha adalah kecil, biasanya hanya cukup unt uk m em enuhi kebut uhan hidup yang m inim um . Bahkan banyak j uga yang akhirnya gulung t ikar. Perekonom ian I ndonesia set elah era Presiden Soehart o m engarah kepada kondisi di at as. Perekonom ian bert um buh 4 – 5% per t ahun, t et api lapangan kerj a form al t idak bert am bah secara m em adai, pengangguran t et ap t inggi dan kelom pok yang berada di baw ah garis kem iskinan t idak m enurun secara nyat a bahkan cenderung bert am bah. Hal ini berart i pert um buhan ekonom i hanya dinikm at i m asyarakat pem ilik sum ber daya dan lapangan kerj a yang t erbuka pun um um nya t ersedia unt uk m ereka baik kar ena m ereka m encipt akan lapangan kerj a m ereka sendiri m aupun m ereka lebih punya kesem pat an unt uk m endapat kan pekerj aan t ersebut . Dikot om i dalam kehidupan ini bila m akin parah, bisa m engarah pada kerusuhan m assal.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Biografi Presiden Soeharto  tentang pembangunan 1)

Biografi Presiden Soeharto tentang pembangunan 1)

Sejarah bangsa Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peristiwa yang dikenal sebagai Serangan Umum 1 Maret 1949, itu merupakan peristiwa yang menjadi catatan penting dalam sejarah bangsa ketika resmi merdeka dari penjajahan bangsa Belanda selama tiga setengah abad. Banyak versi mengatakan bahwa Peranan Soeharto ketika merebut Yogyakarta yang waktu itu sebagai Ibukota Republik Indonesia dalam Serangan Umum 1 Maret tidak bisa dipisahkan.

6 Baca lebih lajut

TUGAS BAHASA JERMAN BIOGRAFI PRESIDEN SO

TUGAS BAHASA JERMAN BIOGRAFI PRESIDEN SO

Pengadilan digelar dan sebagian dari mereka yang terlibat "dibuang" ke Pulau Buru bahkan sebagian yang terkait atau masih pendukung dari Partai PKI dihabisi dengan cara dieksekusi massal di hutan oleh militer pada waktu itu. Program pemerintah Soeharto diarahkan pada upaya penyelamatan ekonomi nasional, terutama stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi.

12 Baca lebih lajut

S SEJ 0805430 Bibliography

S SEJ 0805430 Bibliography

73 Tannia Listia, 2015 PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK MASA REFORMASI DI INDONESIA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Lembaga Informasi Nasion[r]

3 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK MASA REFORMASI DI INDONESIA (Kajian Terhadap Sistem Pemilihan Umum Orde Baru ke Reformasi Tahun 1997-2009) - repository UPI S SEJ 0805430 Title

PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK MASA REFORMASI DI INDONESIA (Kajian Terhadap Sistem Pemilihan Umum Orde Baru ke Reformasi Tahun 1997-2009) - repository UPI S SEJ 0805430 Title

PERKEMBANGAN SISTEM POLITIK MASA REFORMASI DI INDONESIA Kajian Terhadap Perubahan Sistem Pemilihan Umum Orde Baru ke Reformasi Tahun 1971-2009 Oleh Tannia Listia Sebuah skripsi ya[r]

3 Baca lebih lajut

Antiremed Kelas 12 Sejarah 1

Antiremed Kelas 12 Sejarah 1

Berikan gambaran krisis yang terjadi di Indonesia pada tahun 1997-1998 dari segi EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK yang menyebabkan munculnya tuntutan reformasi!. 4.[r]

17 Baca lebih lajut

Bab 2 Perkembangan masyarakat indonesia pada masa reformasi

Bab 2 Perkembangan masyarakat indonesia pada masa reformasi

Pemerintah Indonesia pun sebenarnya berusaha memulihkan keadaan ekonomi nasional dengan menjalin kerja sama dengan Bank Dunia (World Bank) dan Dana Moneter Internasional (IMF). Namun, kebijaksanaan ekonomi pemerintah Indonesia atas saran dua lembaga keuangan dunia malah memperburuk situasi ekonomi nasional. Dua lembaga keuangan dunia itu menyarankan agar subsidi pemerintah untuk listrik, BBM, dan telepon dicabut. Akibatnya, terjadi kenaikan biaya pada ketiga sektor tersebut sehingga rakyat makin terjepit. Atas desakan rakyat Indonesia, akhirnya pemerintah memutuskan hubungan dengan dua lembaga keuangan pada masa pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri. Para pemilik bank (bankir) di Indonesia juga ikut memperburuk keadaan dengan membawa lari dana penyehatan bank (dana BLBI) yang mereka terima. Maksud pemerintah sebenarnya baik, yaitu ikut membantu menyehatkan bank akibat krisis keuangan yang menimpa. Akan tetapi, mental mereka memang sudah rusak sehingga dana itu malah dipakai untuk hal lain sehingga mereka tidak bisa mengembalikan.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...