Top PDF STRUKTUR ORGANISASI poltekkes kemenkes (2)

STRUKTUR ORGANISASI poltekkes kemenkes (2)

STRUKTUR ORGANISASI poltekkes kemenkes (2)

Kecenderungan terjadi pada banyak organisasi yang menggunakan departementalisasi fungsional yang kaku , biasanya dapat diatasi dengan cara mem-bentuk suatu tim-tim yang melampaui garis-garis departemen tradisional. Divisi departemental yang kaku digantikan oleh pengelompokkan campuran individu-individu yang ahli dalam berbagai macam spesialisasi yang bekerjasama dalam suatu tim yang biasa disebut Tim Lintas Fungsional. Saat ini banyak dijumpai akuntan- akuntan yang bergabung dengan manajer operasi, desainer produk bekerja sama dengan bagian pembelian. Banyak hasil yang dicapai misalnya perancangan produk baru hingga di jual ke pasar, menciptakan tataletak baru untuk pabrik yang dimiliki, dll.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

struktur organisasi poltekkes kemenkes jakarta 2  2014 2018

struktur organisasi poltekkes kemenkes jakarta 2 2014 2018

Penel &Pengembangan DR.drg.Johan Arief,SP.Prost BS.Wibowo,SKM,Mars.MM Ka.Unit.JAMU Sudarmani Joko,M.Kes Ka.Unit.LAB Ka.Unit.BISNIS Drg.Ima Hariyati, MKM Ka.Unit.KOMPUTER Tiara Dewi, S[r]

1 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Pada Poltekkes Kemenkes Banjarmasin)

Komitmen dapat dibentuk diawal ketika individu awalnya bergabung sebagai anggota organisasi, melalui berkembang sosialisasi dan orientasi. Pemahaman karyawan pada detail perusahaan, visi dan misi melalui sosialisasi dan orientasi program ini akan mempercapat penyatuan karyawan sebagai individu dalam organisasi, sesuai dengan Meyer dan Allen,(1991) . yang menyatakan bahwa (1).Karyawan dengan komitmen afektif meliputi keadaan emosional dari karyawan untuk menggabungkan diri, menyesuaikan diri dan berbaur langsung dalam organisasi dengan kata lain menjadi anggota organisasi. (2). Karyawan dengan komitmen kontinyu merupakan komitmen yang didasarkan pada penghargaan yang diharapkan karyawan untuk dapat tetap berada dalam organisasi, dengan kata lain seseorang menjadi anggota organisasi sebab ia merasa membutuhkannya. (3). Karyawan dengan komitmen normatif terkait dengan komitmen organisasi meliputi perasaan karyawan terhadap kewajiban untuk tetap tinggal dalam organisasi sebab ia merasa harus melakukan sesuatu.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Prodi D-III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO

Prodi D-III KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES GORONTALO

Areola mammae merupakan daerah berbentuk lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi dengan diameter + 2,5 cm. Didalamnya terdapat + 20 glandula sebacea. Pada kehamilan, areola dan glandula tersebut membesar (disebut tuberculum Montgomery). Corpus (badan) mammae merupakan bagian yang membesar. Didalamnya terdapat 15-20 lobus pada setiap payudara. Setiap lobus terdiri dari duktus, duktulus laktiferus dan alveoli. Struktur mikroskopis menunjukkan, payudara tersusun atas jaringan lemak dan jaringan kelenjar. Jaringan kelenjar terdiri dari 15-20 lobus yang dipisahkan secara sempurna oleh lembaran jaringan fibrosa. Setiap lobus merupakan satu unit fungsional yang menghasilkan susu, terdiri dari alveolus, duktulus dan duktus laktiferus.
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

KATA PENGANTAR DIREKTUR POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

KATA PENGANTAR DIREKTUR POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG

Kekokohan lembaga perguruan tinggi ditandai adanya visi dan misi yang kuat serta mampu mendorong motivasi dan komitmen seluruh anggota organisasi, sehingga memiliki struktur dan manajemen yang efektif dan efisien, serta memberikan wahana kerja yang kondusif bagi semua elemen dalam organisasi tersebut. Untuk menuju Perguruan Tinggi yang kokoh maka Poltekkes Kemenkes Palembang dalam rangka mewujudkan Perguruan Tinggi yang akuntabel maka dalam menyelenggarakan Perguruan Tinggi menganut prinsip-prinsip Good Governance University yang bertujuan untuk mewujudkan Perguruan Tinggi yang akuntabel. Prinsip-prinsip good university governance, meliputi: 1.transparansi, 2. Akuntabilitas, 3. Responsibility, 4. Independensi, 5. Fairness (adil), 6. Penjaminan mutu dan relevansi, 7. Efektivitas dan efisiensi serta 8. Nirlaba.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

LAPORAN HASIL SURVEY KEPUASAN TERHADAP SISTEM PENGELOLAAN SDM DI LINGKUNGAN POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG TAHUN 2017

LAPORAN HASIL SURVEY KEPUASAN TERHADAP SISTEM PENGELOLAAN SDM DI LINGKUNGAN POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG TAHUN 2017

Dalam rangka tercapainya tujuan pelayanan administrasi dalam sebuah organisasi menjadi hal yang sangat penting dalam menunjang tugas pokok organisasi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang merupakan koordinator sekaligus pemberi dukungan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Poltekkes Palembang. Politeknik Kesehatan Palembang juga sebagai salah satu institusi yang mendukung kegiatan pemerintahan. Dalam melaksanakan tugas tersebut salah satunya menyelenggarakan fungsi pelaksanaan administrasi kepegawaian, ketatausahaan, kearsipan, kerumahtanggaan, dokumentasi dan layanan pengadaan yang merupakan tugas pokok dan fungsi dari Bagian Umum dan Kepegawaian.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

MEDIA INFORMASI KESEHATAN VOLUME 8 NOMOR 4

MEDIA INFORMASI KESEHATAN VOLUME 8 NOMOR 4

Terhitung semenjak reformasi 1998, pemilihan pemimpin dengan menjaring partisipasi publik sebesar-besarnya semakin melekat dalam keseharian masyarakat Indonesia. Perkembangan politik itu turut pula mewarnai perpolitikan kampus di berbagai kampus di Indonesia, saat ini sudah jamak dikenal adanya Pemilihan Raya Mahasiswa atau biasa disingkat dengan istilah PEMIRA. Begitu pula halnya dengan kampus Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu. Dalam PEMIRA, mahasiswa memilih secara langsung calon Ketua Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Ketua Dewan Pertimbangan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang terpilih akan memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Poltekkes Kemenkes Bengkulu untuk periode selanjutnya. Partai Mahasiswa akan mengirimkan wakilnya untuk masuk dalam struktur Dewan Perwakilan Mahasiswa. Sistem PEMIRA terus berkembang. Mulai tahun 2006, dalam
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Poltekkes Kemenkes Medan

Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pegawai Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Poltekkes Kemenkes Medan

sendiri. Data sekunder ini dapat diperoleh melalui pustaka atau keterangan- keterangan. Data sekunder yang diperoleh penulis dalam penelitian ini adalah mengenai sejarah Poltekkes Kemenkes Medan, Struktur Organisasi serta penjabaran tugas dan fungsi Poltekkes Kemenkes Medan

10 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN. B T

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN. B T

Kom POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III JURUSAN KEPERAWATAN PRODI KEPERAWATAN PERSAHABATAN.[r]

2 Baca lebih lajut

DAMPAK RUANG BER-AC (PERPUSTAKAAN) TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PETUGAS PERPUSTAKAAN DI POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Imam Thohari (Poltekkes Kemenkes Surabaya) Rachmaniyah (Poltekkes Kemenkes Surabaya) ABSTRAK - DAMPAK RUANG BER-AC (PERPUSTAKAAN) TERHADAP G

DAMPAK RUANG BER-AC (PERPUSTAKAAN) TERHADAP GANGGUAN KESEHATAN PETUGAS PERPUSTAKAAN DI POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Imam Thohari (Poltekkes Kemenkes Surabaya) Rachmaniyah (Poltekkes Kemenkes Surabaya) ABSTRAK - DAMPAK RUANG BER-AC (PERPUSTAKAAN) TERHADAP G

Penggunan Air Conditioner (AC) di ruang perpustakaan sebagi alternatif untuk mengganti ventilasi alamidapat meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung dan pegawai, namun kondisi AC yang jarang dibersihkan akan berpotensi sebagai tempat bagi mikroorganisme untuk berkembang biak. Di antara berbagai polutan yang memiliki peran penting terhadap kesehatan adalah terdapatnya mikrobiologis jamur/kapang di dalam udara ruangan. Perpustakaan merupakan salah satu ruangan yang berpotensi tinggi untuk mengalami masalah polusi udara dalam ruang. Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh jamur/kapang di dalam udara ruangan perpustakaan bisa dialami oleh semua orang yang beraktivitas di dalam ruang perpustakaan, misalnya petugas perpustakaan, dosen, mahasiswa dan pengunjung luar lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap kualitas mikrobiologis udara dalam ruangan kerja ber-AC dengan gangguan kesehatan pada ruang perpustakaan di tiga Jurusan di Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Data yang dikumpulkan meliputi keberadaan jamur/kapang, dan kualitas fisik udara dalam ruang serta keluhan subyektif yang dirasakan petugas perpustakaan di dalam ruangan perpustakaan. Hasil pemeriksaan jumlah kuman yang telah dilakukan pada ketiga likasi penelitian, hasil tertinggi di ruang C rata-rata 7.05 x 10 CFU/m 3 , sedang hasil pengukuran terendah di ruang A dengan hasil rata-rata 4,75 x 10 CFU/m 3 . Hasil pengukuran suhu berkisar antara 23-25 o C, sedangkan kelembaban yaitu 68%-79%. Pemeriksaan jumlah kuman dan pengukuran suhu, hasilnya masih dibawah nilai ambang batas yang telah ditetapkan dalam Permenkes RI. No. 1077/Menkes/Per/V/2011 yaitu sebesar 700 CFU/m 3 , dan suhu 18 – 30 o C. Sedangkan pengukuran kelembaban masih melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan yaitu sebesar 40% - 60%. Dengan demikian nilai kelembaban di ketiga ruangan tersebut tidak memenuhi syarat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

JURNAL SAIN PETERNAKAN INDONESIA (Indonesia Animal Science Journal)

JURNAL SAIN PETERNAKAN INDONESIA (Indonesia Animal Science Journal)

Penyediaan bibit sendiri yang dilakukan oleh peternak puyuh disinyalir telah meningkatkan terjadinya inbreeding yang diketahui berdampak negatif. Penyilangan puyuh dengan memasukkan bibit dari luar atau mempunyai hubungan kekerabatan lebih jauh merupakan cara yang dapat menekan inbreeding akibat menurunnya gen-gen homozigot resesif serta menimbulkan dampak heterositas yang menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh komposisi genetik hasil persilangan puyuh tiga daerah asal yaitu puyuh asal Bengkulu (BB), puyuh asal Padang (PP), dan puyuh asal Yogyakarta (YY) terhadap performans produksi telur puyuh sejak dewasa kelamin sampai masa afkir. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap enam perlakuan dan tujuh ulangan, masing-masing ulangan terdiri empat ekor. Enam perlakuan komposisi genetik yang digunakan adalah : (G 1 ) 50%B 25%P 25%Y; (G 2 ) 25%B 50%P 25%Y;
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

LAPORAN HASIL SURVEI KEPUASAN MAHASISWA (IKM) POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG TAHUN 2016

LAPORAN HASIL SURVEI KEPUASAN MAHASISWA (IKM) POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG TAHUN 2016

Indeks Kepuasan Mahasiswa terhadap layanan akademik meliputi item : 1) Informasi (Pembayaran SPP, KHS, Jadwal, Kegiatan Ilmiah, Beasiswa dan Lowongan Pekerjaan) 2) Jadwal kuliah yeng tersusun dengan baik (jarang bentrok), 3) Kemudahan mengurus transkrip nilai 4) Kemudahan mengurus surat keterangan akademik (Surat Tugas, Ijin penelitian, surat cuti, dll) 5) Kelengkapan informasi dan kemudahan dalam registrasi mahasiswa baru / lama 6) Sikap PA (Pembimbing akademik) dalam membantu mahasiswa (keramahan) 7) Kemampuan PA dalam membimbing / menyelesaikan masalah akademik 8) Kemudahan PA untuk ditemui atau membuat janji bertemu 9) Keramahan Petugas (Layanan akademik, Pelayanan surat menyurat). Dari keseluruhan kuisioner IKM yang terkumpul sesuai dengan jumlah responden maka dihasilkan hasil nilai Indeks kepuasaan mahasiswa(IKM) terhadap layanan akademik akademik sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 03 3_02412

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 03 3_02412

1 2 5034.001 Dokumen perencanaan dan pengelolaan program dan anggaran 5034.014 Kurikulum pendidikan di Poltekkes Kemenkes yang dikembangkan 5034.015 Tenaga pendidik dan kependidikan d[r]

8 Baca lebih lajut

kegiatan sosialisasi germas poltekkes kemenkes surakarta tahun 2017

kegiatan sosialisasi germas poltekkes kemenkes surakarta tahun 2017

Kegiatan Sosialisasi Germas Poltekkes Kemenkes Surakarta Tahun 2017 Written by UPTIK_Poltekkes Monday, 21 August 2017 02:22 - Pada hari Minggu tanggal 20 Agustus 2017 bertempat di Car [r]

3 Baca lebih lajut

KARTU PESERTA UJIAN SELEKSI PENERIMAAN M (2)

KARTU PESERTA UJIAN SELEKSI PENERIMAAN M (2)

KARTU PESERTA UJIAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Nama Poltekkes : POLTEKKES KEMENKES PADANG Pilihan Program Studi : 1.. Tidak ada penambahan waktu bagi [r]

1 Baca lebih lajut

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN

Workshop Pembuatan Modul dan Diklat Berbasis Multimedia Bagi Dosen Poltekkes Palembang Dan Penilaian SKP Pegawai Poltekkes Kemenkes Palembang 29 – 31 Maret 2016 112.. Workshop Pembua[r]

22 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Status Karies Gigi a. Pengertian Karies Gigi - HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA SISWA SDN 3 SEDAYU BANTUL - Repository Poltekkesjogja

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Telaah Pustaka 1. Status Karies Gigi a. Pengertian Karies Gigi - HUBUNGAN STATUS KARIES GIGI DENGAN STATUS GIZI ANAK PADA SISWA SDN 3 SEDAYU BANTUL - Repository Poltekkesjogja

Berdasarkan baku antropometri WHO 2007 untuk anak umur 5-18 tahun status gizi ditentukan berdasarkan nilai Zscore IMT/U (Kemenkes RI, 2013). Istiany dan Ruslanti (2013) mengungkapkan bahwa kebutuhan gizi anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan, karena anak laki-laki lebih banyak melakukan aktifitas fisik sehingga membutuhkan energi yang lebih banyak daripada anak perempuan, maka dari itu standar nilai Zscore IMT/U antara anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan. Berdasarkan nilai Zscore ini status gizi anak dikategorikan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Perawatan Kesehatan Ibu Hamil trimester

Perawatan Kesehatan Ibu Hamil trimester

Usia 20 — 30 tahun adalah periode yang paling aman untuk melahirkan. Akan tetapi di negara berkembang sekitar 10 — 20 % bayi dilahirkan dari ibu remaja yang sedikit lebih besar usia anak —anak. Padahal dal = suatu penelitian ditemukan bahwa 2 tahun setelah menstruasi yang pertama, seorang anak wanita masih mungkin mencapai pertumbuhan panggul antara 2 — 9 % dan tinggi badan 1 % karena tubuh belum sepenuhnya siap untuk menghadapi kehamilan, remaja akan mengalami risiko kematian yang lebih besar dibandingkan dengan wanita berumur antara 20 — 24 tahun. Di samping risiko yang ada hubungannya dengan umur, ada peningkatan risiko kematian pada ibu berkaitan dengan tingginya paritas. Persalinan yang biasanya paling aman bagi ibu adalah persalinan
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...