Top PDF Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mixer is a very important equipment used on process of mixing two or more materials for industrial-based thermoplastics and powder (powder). Mixing process is intended to obtain a homogeneous mixing of several types of material. Until now the machine mixer for mixing thermoplastic materials and powders has not yet available in the laboratory of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering USU while its needed is absolutely necessary for research students of graduate and part graduate. This research aims to design, manufacture and testing mixer engine variations influence the composition and speed of the homogeneity and mechanical properties of a mixture of Polypropylene(PP), Polyethylene(PE) and Aluminum(AL). Tests carried out using an optical microscope and a macro photo to see the homogeneity of the mixture and the tensile test for the strength of the mixture. testing is also done with Autodesk Moldflow simulation adviser to compare the fill time and air traps with manual processes hidrolic hot press The test results showed that the mixer machine may operate with a variety of speed 52, 100, 144 rpm and a temperature of 160 0 C, 170 0 C, 180 0 C. The results of tensile testing optimum composition variation is 78% polypropylene, polyethylen 20% and 2% aluminum on 52 rpm, temperature of 150 0 C obtained tensile stress value of 20.92 N/ mm 2 .finally the conclusion for optimum speed variation found on 100 rpm , the temperature of 160 0 C in obtaining optimum tension of 17.91 N / mm 2 . Autodesk Moldflow simulation results Fill time adviser on the process for 6 seconds while the manual process hidrolic hot press time achieved for 10 seconds. and in the simulation of air traps occur at the lower end of the sample, while in the hot press manual hirolic occur on the neck, middle and end of the sample.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas karunia-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. Skripsi adalah salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul skripsi yang penulis kerjakan ini adalah.” Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL)

17 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mesin mixer merupakan peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar Thermoplastik dan serbuk (powder). Proses percampuran dimaksudkan untuk mendapatkan suatu campuraan yang homogen dari beberapa jenis material. Sampai saat ini mesin mixer untuk mencampur bahan-bahan thermoplastik dan serbuk belum tersedia di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik USU sedangkan kegunaannya mutlak diperlukan untuk penelitian-penelitian mahasiswa S1, S2 dan dan S3. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain, pembutan mesin mixer serta pengujian pengaruh variasi komposisi dan putaran terhadap kehomogenan dan sifat mekanis campuran Polypropylene(PP), Polyethylene(PE) dan Alumunium powder (AL). Pengujian dilakukan menggunakan mikroskop optik dan foto makro untuk melihat homogenan campuran dan pengujian tarik untuk melihat kekuatan campuran.pengujian juga di lakukan dengan simulasi autodesk moldflow adviser untuk membandingkan proses fill time dan air traps dengan proses manual hidrolic hot press. Hasil pengujian mesin diperoleh bahwa mesin mixer dapat dioperasikan dengan variasi putaran 52, 100 , 144 Rpm dan temperatur 160 0 C, 170 0 C, 180 0 C. Hasil pengujian tarik variasi komposisi yang paling optimum adalah polypropylene 78% , Polyethylen 20% dan Alumunium 2% pada putaran 52 rpm,temperatur 150 0 C di peroleh nilai tegangan tarik 20,92 N/mm 2 .untuk variasi putaran dan temperatur paling optimum terdapat pada putaran 100 rpm,temperatur 160 0 C di peroleh tegangan tarik optimum sebesar 17,91 N/mm 2 .Hasil simulasi autodesk modflow adviser pada proses Fill time selama 6 detik sedangkan pada proses manual hidrolic hot press waktu yang di capai selama 10 detik. dan pada hasil simulasi air traps terjadi pada ujung bagian bawah sampel,sedangkan pada manual hirolic hot press terjadi pada bagian leher,tengah dan ujung sampel.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Tujuan dari proses pencampuran yaitu mengurangi ketidaksamaan atau ketidakrataan dalam komposisi, temperature atau sifat-sifat lain yang terdapat dalam suatu bahan atau terjadinya homogenisasi, kebersamaan dalam setiap titik dalam pencampuran. Dampak dari hasil pencampuran adalah terjadinya homogenitas, kebersamaan dalam setiap titik dalam pencampuran. Dampak dari hasil pencampuran adalah terjadinya keadaan serba sama, terjadinya reaksi kimia, terjadinya perpindahan panas, dan perpindahan massa. Dan dampak tersebut merupakan tujuan akhir dari suatu proses pencampuran.Dalam praktek, operasi mixing hampir selalu mempunyai multi fungsi yaitu ketika proses dilakukan di dalam tangki berpengaduk mekanis, pengaduk menjalankan banyak tugas, sebagai contoh dalam tangki kristalisasi harus memperhatikan bulk blending, heat transferdan suspense kristal [12].
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Hamsi, Pengaruh campuran 3% dan 4%PP pada aspal penetrasi 60/70 terhadap kekuatan tekan dan rendam air, Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, USU 2014.. Hamsi, The application of p[r]

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik campuran Polypropylene (PP),Polyethylene (PE) dan Alumunium Powder (AL) Menggunakan Mesin Mixer

Mesin mixer peralatan yang sangat penting yang digunakan pada proses percampuran dua atau lebih material dalam suatu industri yang berbahan dasar thermoplastik dan serbuk (powder). Bahan jenis serbuk dapat dicampur menggunakan mixer statis yang lebih murah dalam penggunaan serta mudah dalam pemasangan [1,2]. Proses percampuran dimaksudkan untuk mendapatkan suatu campuran homogen dari beberapa material baik liquid/solid(pasta) atau solid/solid.Kehomogenan suatu campuran dipengaruhi berbagai faktor, diantarnya ukuran partikel yang lebih seragam akan menghasilkan kehomogen yang lebih baik dibandingkan ukuran yang tidak seragam.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Plastik adalah polimer rantai-panjang dari atom yang mengikat satu sama lain. Rantai ini membentuk banyak unit molekul berulang atau monomer. Sejarahnya, tahun pada 1920 Wallace Hume Carothers, ahli kimia lulusan Universitas Harvard, mengembangkan nylon yang pada waktu itu disebut Fiber 66. Pada tahun 1940-an nylon, acrylic, polyethylene, dan polimer lainnya digunakan untuk menggantikan bahan-bahan alami yang waktu itu semakin berkurang. Inovasi lainnya dalam plastik yaitu penemuan polyvinyl chloride (PVC). Ketika mencoba untuk melekatkan karet dan metal, Waldo Semon, seorang ahli kimia di perusahaan ban B.F. Goodrich menemukan PVC. Sedangkan pada tahun 1933 Ralph Wiley, seorang pekerja lab di perusahaan kimia Dow secara tidak sengaja menemukan plastik jenis lain yaitu polyvinylidene chloride atau populer dengan sebutan saran dan pada tahun yang sama, dua orang ahli kimia organik bernama E.W. Fawcett dan R.O. Gibson yang bekerja di Imperial Chemical Industries Research Laboratory menemukan polyethylene. pada tahun 1938 seorang ahli kimia bernama Roy Plunkett menemukan teflon. [9]
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Abu vulkanik yang terbentuk selama letusan gunung berapi, letusan freatomagmatik dan selama transportasi di arus piroklastik (piroklastik: salah satu hasil letusan gunung berapi yang bergerak dengan cepat dan terdiri dari gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan). Erupsi eksplosif terjadi ketika magma terdekompresi hingga memungkinkan zat volatil terlarut (dominan air dan karbon dioksida) untuk keluar menjadi gelembung-gelembung gas. Karena semakin banyak gelembung yang dihasilkan, maka akan menurunkan kepadatan magma, sehingga mempercepat magma menaiki saluran. Fragmentasi terjadi ketika gelembung menempati 70-80% volume dari campuran erupsi. Ketika fragmentasi terjadi, gelembung secara keras memecah magma hingga magma terpisah menjadi fragmen-fragmen yang dikeluarkan ke atmosfer di mana mereka mengeras menjadi partikel abu. Fragmentasi adalah proses yang sangat efisien dalam pembentukan abu dan mampu menghasilkan abu yang sangat halus bahkan tanpa penambahan air . Abu vulkanik juga diproduksi selama letusan freatomagmatik. Selama letusan ini, fragmentasi terjadi ketika magma kontak dengan badan air (seperti laut, danau dan rawa-rawa), air tanah, salju atau es . Sebagai magma, yang secara signifikan lebih panas dari titik didih air, kontak dengan air akan membentuk uap (efek Leidenfrost). Hal tersebut membuat terjadinya fragmentasi magma, mulai dari sedikit bagian dan terus bertambah seiring dengan banyaknya magma yang terkena air.
Baca lebih lanjut

101 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Hamsi, Pengaruh campuran 3% dan 4%PP pada aspal penetrasi 60/70 terhadap kekuatan tekan dan rendam air, Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, USU 2014.. Mesin Pencampur Mixing Equi[r]

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

1. Berdasarkan hasil dari penelitian yang sudah dilakukan yang memakai bahan baku polyethylene, polypropylene, dan fiber glass [5] maka pada penelitian ini yang membedakan hanya pada bahan penguatnya yaitu mengganti fiber glass dengan Debu Vulkanik Sinabung.

5 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Mixer is a very important equipment used on process of mixing two or more materials for industrial-based thermoplastics and powder (powder). Mixing process is intended to obtain a homogeneous mixing of several types of material. Until now the machine mixer for mixing thermoplastic materials and powders has yet available in the laboratory of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering USU while its needed is absolutely necessary for research students of graduate and part graduate. This research aimed to examine the effect of variations in the composition and rotation speed of the mixer to mix homogeneity and mechanical properties of a mixture of polypropylene (PP) , Polyethylene (PE) and Volcanic Ash Sinabung (DVS) . It is the background to the study authors conducted a study of mechanical properties of the mixture of PP, PE, DVS in the mixing process. Tests carried out using an optical microscope and a macro photo to see the homogeneity of the mixture and the tensile test to see the strength of the mixture. Tests were also conducted with adviser moldflow simulation to compare the fill time and air traps with manual processes hidrolic hot press The test results showed that the machine homemade mixer machine can be operated with a variety of speed 52, 100, 144 rpm and a temperature of 160 0 c, 170 0 c, 180 0 c. The results of tensile test variation composition I: PP 38%, PE 60% and DVS 2% on speed 144 rpm, and a temperature of 170 0 c obtained value most optimum tension of 16.08 N/mm 2 . While the variation of composition II: PP 10%, PE 20% and DVS 70% on speed 144 rpm, and the temperature of 170 0 c obtained optimum tension of 15.85 N/mm 2 . Having obtained the tensile stress value most optimum, finally the conclusion result of mixing variations in the composition of PE, PP, and DVS increased compared to pure PE which has a value of tensile stress of 13 N/mm 2 . Moldflow simulation results adviser on the fill time for 6 seconds while the manual process hidrolic hot press time achieved for 10 seconds. And the simulation of air traps occur at the lower end of the sample while in the hot press manual hidrolic occur on the neck, middle, and end of the sample.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Studi Sifat Mekanik Campuran Debu Vulkanik Sinabung (Dvs), Polyethylene (Pe), Dan Polypropylene (Pp) Menggunakan Mesin Mixer

Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan, motivasi, pengetahuan, dan lain-lain dalam penyelesaian skripsi ini. Penulis telah berupaya dengan segala kemampuan pembahasan dan penyajian, baik dengan disiplin ilmu yang diperoleh dari perkuliahan, menggunakan literatur, serta bimbingan dan arahan dari Bapak Ir. Alfian Hamsi, M.Sc sebagai Dosen Pembimbing.

18 Baca lebih lajut

STUDI SIFAT MINYAK PIROLISIS CAMPURAN SAMPAH BIOMASA DAN SAMPAH PLASTIK POLYPROPYLENE (PP)

STUDI SIFAT MINYAK PIROLISIS CAMPURAN SAMPAH BIOMASA DAN SAMPAH PLASTIK POLYPROPYLENE (PP)

Indonesia produces waste with a very high number. This waste can be reused by means of pyrolysis. The pyrolysis process is the decomposition process of waste by using high temperatures, without oxygen, and produced a liquid product that can be used as fuel. Pyrolysis reactor was built with a capacity of 1,5 kg and heated by electric heaters. In this research was examined about density, viscosity, and heating value of the pyrolysis oil. Furthermore, the results of pyrolysis oil were used in stove for cooking water. Efficiency of pyrolysis oil- fired stoves was tested by using standard methods of water boiling test (WBT). Wastes were processed by pyrolysis and consisted of biomass waste and plastic waste from type of polypropylene. The pyrolysis was performed by using temperature of 400 o C, 500 o C,and 600 o C with composition ratio of 70% biomass : 30% plastic; 50% biomass : 50% plastic and 30% biomass :70% plastic. From this experiment can be concluded that the best efficiency for stove of oil pyrolysis was produced from composition 30% biomass : 70% plastic at temperature 400 o C as big as 24% and this effisiency result is equal with kerosene at this experiment. The highest heating value was produced from composition 30% biomass : 70% plastic at temperature 400 o C as big as 46,5 MJ/kg. The highest density value was produced from composition 70% biomass : 30% plastic at temperature 400 o C as big as 0.81 kg/L, and the highest viscosity value was produced from composition 70% biomass : 30% plastic at temperature 400 o C as big as 5cp.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

CAMPURAN BAHAN SERAT TANDAN KELAPA SAWIT DENGAN POLYPROPYLENE DAN POLYSTYRENE PADA PROSES INJECTION MOULDING “ disusun untuk menyelesaikan pendidikan guna meraih gelar Sarjana Teknik pada Departemen Teknik Mesin, Universitas Sumatera Utara.

17 Baca lebih lajut

Analisa Warpage (Cacat Datar) pada Lembaran Plastik Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP) Hasil Proses Vacuum Thermoforming.

Analisa Warpage (Cacat Datar) pada Lembaran Plastik Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP) Hasil Proses Vacuum Thermoforming.

Plastik merupakan salah satu bahan yang paling sering ditemukan dan digunakan. Bahan plastik secara perlahan-lahan mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu: ringan, kuat, mudah dibentuk, anti karat, tahan terhadap bahan kimia, mempunyai sifat isolasi listrik yang tinggi, dapat dibuat berwarna maupun transparan dan biaya proses yang lebih murah. Keanekaragaman jenis plastik memberikan banyak pilihan dalam penggunaannya dan cara pembuatannya. Hampir disegala sektor atau bidang selalu dijumpai barang-barang yang terbuat dari bahan plastik, misalnya sebagai bahan kemasan baik untuk minuman maupun makanan, alat-alat rumah tangga, elektronik, kimia, bahkan dalam industri otomotif.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Shrinkage pada Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE) Hasil Proses Injection Molding dengan Bentuk Acetabular Cup.

Analisis Shrinkage pada Polypropylene (PP) dan Polyethylene (PE) Hasil Proses Injection Molding dengan Bentuk Acetabular Cup.

Pada saat ini material yang sering digunakan pada acetabular cup adalah polymer. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi yang baik antara sifat mekanik dan permukaannya dengan biocompatibility dan bioactivity. Acetabular cup dari polymer dapat diproduksi dengan teknik injection molding (Darmawan, 2008).

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Pengetahuan Produk dan Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Kamera DSLR Canon Pada Komunitas Photography Model Artwork Cinema

Pengaruh Pengetahuan Produk dan Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Kamera DSLR Canon Pada Komunitas Photography Model Artwork Cinema

350 Dengan Bahan Baku Polypropylene Murni, Campuran Polypropylene, Polyethylene dan Polystyrene” http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28675 “Pengaruh Campuran 50% Polypropylene[r]

1 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

350 Dengan Bahan Baku Polypropylene Murni, Campuran Polypropylene, Polyethylene dan Polystyrene” http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/28675 “Pengaruh Campuran 50% Polypropylene[r]

1 Baca lebih lajut

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

Studi Sifat Mekanik Dari Campuran Bahan Serat Tandan Kelapa Sawit Dengan Polypropylene Dan Polystyrene Pada Proses Injection Moulding

penggabungan partikel karet, PP bisa menjadi liat serta fleksibel, bahkan di suhu rendah. Hal ini membolehkan polipropilena digunakan sebagai pengganti berbagai plastik teknik, seperti ABS. Polipropilena memiliki permukaan yang tak rata, seringkali lebih kaku daripada beberapa plastik lain, lumayan ekonomis, dan bisa dibuat translusen (bening) tapi tidak setransparan polistirena, akrilik maupun plastik lainnya. Bisa dibuat buram dan/atau berwarna-warni melalui penggunaan pigmen, Polipropilena memiliki resistensi yang bagus terhadap kelelahan (bahan). Polipropilena memiliki titik lebur ~160 °C (320 °F), sebagaimana yang ditentukan Differential Scanning Calorimetry (DSC). MFR (Melt Flow Rate) maupun MFI (Melt Flow Index) merupakan indikasi berat molekulnya PP serta menentukan seberapa mudahnya bahan mentah yang meleleh akan mengalir saat pengolahan. MFR PP yang lebih tinggi akan mengisi cetakan plastik dengan lebih mudah selama berlangsungnya proses pencetakan. Tapi ketika arus leleh (melt flow) meningkat, maka beberapa sifat fisik, seperti kuat dampak, akan menurun.
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPOSISI SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON  PENGARUH KOMPOSISI SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON.

PENGARUH KOMPOSISI SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON PENGARUH KOMPOSISI SERAT POLYPROPYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON.

Puji dan Syukur penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan kasih Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir dengan judul “ PENGARUH KOMPOSISI SERAT P OLYP ROPYLENE TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON“ adalah untuk syarat menyelesaikan jenjang pendidikan tinggi Program Strata-1 (S-1) di Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...