Top PDF SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF.

SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF.

SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN AKTIF.

Menurut Sagala(2010) Workshop dalam supervisi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan belajar kelompok yang terjadi dari sejumlah guru atau pendidik yang mempunyai masalah yang relatif sama ingin dipecahkan bersama melalui percakapan dan bekerja secara kelompok maupun bersifat perorangan. Ciri-ciri dari Workshop ini antara lain (1) masalah yang dibahas bersifat “life centred” dan muncul dari peserta sendiri (guru latih); (2) selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatannya, sehingga tercapai taraf pertumbuhan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik dari semula, terjadi perubahan yang berarti pada diri mereka setelah mengikuti kegiatan Workshop. ini; (3) metode yang digunakan dalam bekerja adalah “Metode pemecahan masalah, musyawarah, praktik dan penyelidikan”;(4) diadakan berdasarkan kebutuhan bersama untuk memecahkan masalah pengajaran; (5) menggunakan narasumber-resource perseon the resource material yang memberi bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil; dan (6) senantiasa memelihara kehidupan seimbang disamping memperkembangkan pengetahuan, kecakapan, dan perubahan tingkah laku.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MEMBUAT PENNELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMA KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM ACEH.

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MEMBUAT PENNELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMA KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM ACEH.

Menurut Saroni (2012: 24) kompetensi menulis guru masih memprihatinkan, meskipun memiliki kompetensi untuk menulis, hasil tulisan para guru belum menggambarkan tulisan seseorang yang mempunyai kesibukan utama seorang guru. Sebagai kaum yang memiliki intelektualitas tinggi ironisnya tidak diimbangi dengan kompetensi menulis yang sesuai dengan tuntutan. Padahal, dalam proses pendidikan dan pembelajaran, kemampuan guru dalam menulis sangat dibutuhkan sebagai wahana untuk menyampaikan materi. Guru dapat menyampaikan banyak hal dalam bentuk tulisan sehingga anak didik dapat belajar secara mandiri. Apabila guru memiliki kemampuan menulis yang bagus akan menjadi nilai tambah yang mampu mengangkat posisi guru dalam proses pendidikan dan pembelajarannya.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

View of SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMK NEGERI 1 BOJONG DALAM MEMBUAT ADMINISTRASI PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP

View of SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SMK NEGERI 1 BOJONG DALAM MEMBUAT ADMINISTRASI PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA PEMBELAJARAN MELALUI WORKSHOP

Proses pembinaan dari siklus I sampai siklus II, skor guru menunjukan adanya peningkatan. Peningkatan itu menunjukkan bahwa setiap guru telah melaksanakan dan mengikuti tahap-tahap jalannya kegiatan pembinaan, serta menunjukan bahwa hampir semua guru berperan aktif mengikuti setiap sesi pembinaan yang dilakukan oleh peneliti. Sehingga pada saat dilaksanakan pengukuran kemampuan dan keterampilan guru dalam membuat administrasi pembelajaran berbasis media pembelajaran, pada siklus II, sudah 100% guru memperoleh skor 80 ke atas. Selain itu proses bimbingan dan arahan selama proses pembinaan yang dilakukan sudah diupayakan efektif, efisien dan intensif. Sehingga guru tidak mengalami kesulitan dalam melaksanakan proses pembinaan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK PELATIHAN ON-THE-JOB TRAINING DI SMK KABUPATEN KARO.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA MERENCANAKAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN TEKNIK PELATIHAN ON-THE-JOB TRAINING DI SMK KABUPATEN KARO.

Keberhasilan tujuan pendidikan ditentukan bagaimana kurikulum (Silabus dan RPP) diimplementasikan pada satuan pendidikan, dalam bentuk kegiatan pembelajaran serta pada desain atau rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Pada pelaksanaannya seringkali tidak sesuai dengan desain pembelajaran sehingga mengakibatkan ketidak tercapaian tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan guru tidak mampu menyusun sendiri Silabus dan RPP yang baik, sebagian besar dari guru langsung mengambil dari internet atau mengcopy paste dari teman guru yang serumpun. Guru tidak mampu membuat RPPnya sudah tentu, tidak mampu juga melaksanakan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

34 Baca lebih lajut

View of SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA COKROAMINOTO SUKARESMI DALAM MEMBUAT ADMINISTRASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI WORKSHOP

View of SUPERVISI AKADEMIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU SMA COKROAMINOTO SUKARESMI DALAM MEMBUAT ADMINISTRASI PENELITIAN TINDAKAN KELAS MELALUI WORKSHOP

Proses pembinaan dari siklus I sampai siklus II, skor guru menunjukan adanya peningkatan. Peningkatan itu menunjukkan bahwa setiap guru telah melaksanakan dan mengikuti tahap-tahap jalannya kegiatan pembinaan, serta menunjukan bahwa hampir semua guru berperan aktif mengikuti pembinaan. Sehingga pada saat dilaksanakan pengukuran kemampuan dan keterampilan guru dalam membuat administrasi penelitian tindakan kelas, pada siklus II, sudah 90.00% guru memperoleh skor 80.00 ke atas. Selain itu proses bimbingan dan arahan selama proses pembinaan berjalan dengan efektif, efisien dan intensif. Sehingga peneliti tidak mendapati kesukaran yang cukup berarti yang dialami para pendidik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN TEORI MUSIK MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMA SE-KECAMATAN SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATERI PELAJARAN TEORI MUSIK MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMA SE-KECAMATAN SEI RAMPAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI.

Masalah yang lain yaitu sebagian besar guru khususnya di sekolah swasta belum mendapatkan pelatihan pengembangan perangkat pembelajaran. elama ini guru-guru yang mengajar di sekolah swasta sedikit (jarang) mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai Diklat Peningkatan Profesionalisme Guru dibandingkan sekolah negeri. Hal ini menyebabkan banyak guru yang belum tahu atau mengerti dan juga memahami bagaimana penyusunan (pembuatan) encana Pelaksanaan Pembelajaran ( PP) secara baik maupun lengkap. Beberapa guru mengadopsi perangkat pembelajaran orang lain maupun dari internet. Hal ini dapat diketahui pada saat seorang pengawas sekolah mengadakan supervisi akademik (supervisi kunjungan kelas) ke sekolah binaan. Permasalahan tersebut berpengaruh besar terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Format LAPORAN  SUPERVISI dan PEMANTAUAN

Format LAPORAN SUPERVISI dan PEMANTAUAN

Supervisi akademik adalah menilai dan membina guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar diperoleh hasil belajar peserta didik yang lebih optimal. Tujuan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.Oleh sebab itu, sasaran supervisi akademik adalah guru dalam proses pembelajaran.

15 Baca lebih lajut

Akred No. 26 LAPORAN  SUPERVISI

Akred No. 26 LAPORAN SUPERVISI

Supervisi akademik adalah menilai dan membina guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses pembelajaran agar diperoleh hasil belajar peserta didik yang lebih optimal. Tujuan supervisi akademik yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah untuk meningkatkan kemampuan profesional guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran.Oleh sebab itu, sasaran supervisi akademik adalah guru dalam proses pembelajaran.

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN.

Guru harus mampu berperan sebagai desainer (perencana), implementor (pelaksana), dan evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor yang paling dominan karena di tangan gurulah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai. Kualitas mengajar guru secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran pada umumnya. Seorang guru dikatakan profesional apabila (1) serius melaksanakan tugas profesinya, (2) bangga dengan tugas profesinya, (3) selalu menjaga dan berupaya meningkatkan kompetensinya, (4) bekerja dengan sungguh tanpa harus diawasi, (5) menjaga nama baik profesinya, (6) bersyukur atas imbalan yang diperoleh dari profesinya.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran Melalui Supervisi dengan Teknik Kunjungan Antar Kelas di SDN 2 Kalahang

Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran Melalui Supervisi dengan Teknik Kunjungan Antar Kelas di SDN 2 Kalahang

Supervisi akademik dengan teknik kunjungan kelas menurut Imron (2005) adalah suatu teknik pembinaan guru di mana guru dari kelas yang satu mengunjungi guru di kelas lain yang sedang mengajar di suatu sekolah. Dengan kunjungan antar kelas ini guru di suatu sekolah akan memperoleh pengalaman baru tentang proses belajar mengajar, pengelolaan kelas dan sebagainya, dari guru lainnya yang ia kunjungi. Agar kunjungan antar kelas ini dapat berhasil dengan baik, maka seorang pembina haruslah mampu: (a) merencanakan waktu kunjungan antar kelas; (b) merumuskan tujuan kunjungan antar kelas; (c) merumuskan prosedur kunjungan antar kelas; (d) menetapkan acara kunjungan antar kelas; (e) mengaitkan kunjungan antar kelas dengan peningkatan kemampuan profesional guru; (f) membantu kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam kunjungan antar kelas; (g) menyimpulkan hasil kunjungan antar kelas; dan (h) membuat tindak lanjut kunjungan antar kelas.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

View of MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN TEHNIS DALAM PEMBELAJARAN (BINI-DAMBEL)

View of MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN BIMBINGAN TEHNIS DALAM PEMBELAJARAN (BINI-DAMBEL)

Pada tanggal 19 Maret 2015 peneliti bersama guru senior mengobservasi kegiatan pembe- lajaran yang dilakukan oleh guru IPA yang mengajar kelas 4 dan Guru IPS. Hasil penga- matan menunjukkan bahwa se- mua guru telah melaksanakan pembelajaran dengan baik dan lebih baik dari siklus sebelum- nya, Rencana pembelajaran te- lah disusun dengan baik instru- men penliaian yang biasanya belum sempurna telah disusun dengan baik dan lengkap, baik instrumennya maupun kunci jawaban dan rumus penilaian- nya. Demikian juga dengan pelaksanaan pembelajaran, ke- dua guru telah melaksanakan kegiatan pembelajaran lebih sempurna dari siklus sebelum- nya (siklus kedua). Langkah- langkah jigsaw tampak, penilai- an baik dalam proses maupun pada akhir kegiatan pembelaja- ran tekah dilaksanakan dengan baik.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

View of MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU PKn DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN BINI-DAMBEL

View of MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU PKn DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DENGAN PENDEKATAN BINI-DAMBEL

Penelitiannya adalah kegiatan guru dalam melaksanakan pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Dengan demikian yang menjadi pengamatan peneliti adalah bagaimana guru mene- rapkan model pembelajaran kooperatif model Jigsaw di Kelasnya. Untuk melaksanakan penga -matan tersebut peneliti menggunakan instrumen pe- ngamatan yang disebut Instrumen Pengamatan Kegiatan Guru atau IPKG. Intstrumen tersebut mencakup bagai- mana guru menyusun rencana pembe- lajaran, melaksanakan pembelajaran baik pendahuluan kegiatan inti maupun kegiatan akhir, dan juga bagaimana guru subyek penelitian mengadaan peniliaan hasil belajar.Penelitian ini dilakukan berdasarkan lokasi wilayah binaan peneliti yakni di SMPN 1 Kamal, SMPN 1 Socah, SMPN 2 Socah, dan SMPN 3 Bangkalan, Kabu- paten Bangkalan. Penelitian ini dilak- sanakan se-lama 3 (tiga) Bulan yakni pada bulan Pebruari 2013 sampai dengan bulan April 2013.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

View of Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran CBSA melalui Supervisi Akademik dengan Pendekatan Kolaboratif di SDN Klampis Barat Tahun Pelajaran 2016/2017

View of Meningkatkan Kemampuan Guru dalam Menerapkan Pembelajaran CBSA melalui Supervisi Akademik dengan Pendekatan Kolaboratif di SDN Klampis Barat Tahun Pelajaran 2016/2017

Tahap pelaksanaan ini dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 24 Februari 2017 di lokasi penelitian. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mengacu pada persiapan yang telah disempurnakan dari siklus kedua. Guru menyampaikan informasi tujuan pembelajaran yang akan disampaikan. Dalam pertemuan ini tampak berbeda dengan siklus kedua, siswa mulai banyak yang aktif bertanya maupun mengeluarkan pendapat bahkan yang menjawab pertanyaan lebih banyak lagi. Di samping itu aktifitas guru sudah mulai terkendali artinya guru tidak terlalu mendominasi kegiatan
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN.

PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP (LOKAKARYA) PADA SMA DI KABUPATEN NIAS SELATAN.

Kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang guru yaitu : (a) merencanakan program belajar mengajar, (b) melaksanakan dan memimpin proses belajar mengajar, (c) menilai kemajuan proses belajar mengajar, (d) membina hubungan dengan peserta didik. Kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar dapat dijadikan indikator penilaian kinerja guru. Kinerja guru yang menjadi sasaran pengawasan untuk dibantu oleh pengawas sekolah meliputi : (1) sebagai tenaga pengajar, yaitu pengawas sekolah membantu guru menyusun persiapan mengajar, melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, dan mengadakan evaluasi hasil belajar mengajar dengan cara memeriksa dengan prosedur yang benar, kemampuan, dan keterampilan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran; (2) sebagai manajer kelas, yaitu membantu guru menciptakan situasi kondisi yang optimal bagi terlaksananya proses pembelajaran di kelas dengan menerapkan pendekatan-pendekatan dan teknik- teknik manajemen kelas yang efektif dengan cara memeriksa kemampuan dan keterampilan guru dalam mengelola kelas; dan (3) sebagai pembimbing, pengawas sekolah memeriksa dan membantu meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru memberi bimbingan belajar kepada peserta didik agar mampu memperoleh perkembangan yang optimal.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS COACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU RUMPUN MATA PELAJARAN IPA DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DI SMAN UNGGUL ACEH TIMUR.

PENERAPAN SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS COACHING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU RUMPUN MATA PELAJARAN IPA DALAM MENERAPKAN STRATEGI PEMBELAJARAN INKUIRI DI SMAN UNGGUL ACEH TIMUR.

Peningkatan kemampuan mengajar guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode tertentu biasanya dilakukan dengan cara supervisi atau bimbingan teknis melalui pelatihan, wnrkshnp, kegiatan MGMP secara rutin, maupun guru belajar melalui teman ataupun studi literasi dari buku maupun internet. Berdasarkan penelitian yang telah peneliti lakukan Widodo, dkk (2006) dalam Widodo, dkk (2011:58) terungkap salah satu kendala penerapan yang terkait dengan isi pelatihan/penataran adalah kurang sesuainya materi pelatihan dengan kebutuhan lapangan. Dari sisi dukungan pasca pelatihan/penataran, kegiatan yang ada selama ini sebagian besar belum diikuti dengan mnnitnring dan evaluasi yang memadai. Selain itu, tidak ada evaluasi, dukungan nyata dari sekolah (waktu, sarana, dan dana) juga kurang memadai.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMK NEGERI 4 TEBING TINGGI.

PENINGKATAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YANG MENDIDIK MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK WORKSHOP DI SMK NEGERI 4 TEBING TINGGI.

guru tidak dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, 30 orang menyatakan sudah mengenal karakter siswanya masing-masing, hanya 10 orang yang menyatakan siswa dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dikelasnya, 25 orang menyatakan aktivitas dikelasnya menyenangkan dan 40 orang menyatakan selalu menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kegiatan pembelajarannya. Berdasarkan data ini dapat dinyatakan bahwa aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar masih perlu ditingkatkan. Pada point akhir, terdapat pertanyaan mengenai kesediaan guru untuk memperbaiki tugasnya terutama dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang mendidik. Berdasarkan wawancara tersebut diperoleh 20 orang guru yang bersedia untuk dilakukan observasi terhadap kegiatan pembelajarannya di kelas.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PEMERINTAH KABUPATEN JAYAPURA DINAS PEND

PEMERINTAH KABUPATEN JAYAPURA DINAS PEND

Sasaran utama supervisi akademik adalah kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran, melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat. Supervisi akademik didukung oleh instrumen-instrumen yang sesuai.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PROGRAM KERJA Supervisi Akademik

PROGRAM KERJA Supervisi Akademik

Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik yang meliputi (1) Memahami konsep supervisi akademik; (2) membuat rencana program supervisi akademik; (3) menerapkan teknik-teknik supervisi akademik; (4) menerapkan supervisi klinis; (5) Melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

PROGRAM KERJA Supervisi Akademik

PROGRAM KERJA Supervisi Akademik

Kompetensi supervisi akademik intinya adalah membina guru dalam meningkatkan mutu proses pembelajaran. Sasaran supervisi akademik adalah guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, yang terdiri dari materi pokok dalam proses pembelajaran, penyusunan silabus dan RPP, pemilihan strategi/metode/teknik pembelajaran, penggunaan media dan teknologi informasi dalam pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran serta penelitian tindakan kelas. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik yang meliputi (1) Memahami konsep supervisi akademik; (2) membuat rencana program supervisi akademik; (3) menerapkan teknik-teknik supervisi akademik; (4) menerapkan supervisi klinis; (5) Melaksanakan tindak lanjut supervisi akademik.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KUANTUM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK JOB INSTRUCTION TRAINING DI SMAN 1 SIMPANG KANAN ROKAN HILIR-RIAU.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN KUANTUM MELALUI SUPERVISI AKADEMIK TEKNIK JOB INSTRUCTION TRAINING DI SMAN 1 SIMPANG KANAN ROKAN HILIR-RIAU.

Pendidikan itu pada dasarnya sangatlah penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, keluarga, bangsa dan negara. Maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan bangsa itu. Begitu juga dengan baik buruknya suatu bangsa bisa dilihat dari baik buruknya pendidikan bangsa tersebut. Mengingat sangat pentingnya bagi kehidupan, maka pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Untuk melaksanakan pendidikan harus dimulai dengan pengadaan tenaga pendidikan sampai pada usaha peningkatan mutu tenaga pendidikan. Dalam hal ini, guru merupakan salah satu tenaga pendidik yang memegang peranan penting terhadap keberhasilan pendidikan bangsa ini
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...