Top PDF Supervisi dalam Peningkatan Kompetensi Guru melalui Gugus Sekolah

Supervisi dalam Peningkatan Kompetensi Guru melalui Gugus Sekolah

Supervisi dalam Peningkatan Kompetensi Guru melalui Gugus Sekolah

Adapun faktor pendukung dalam kegiatan peningkatan kompetensi profesional guru, yaitu (1) kesetiakawanan antar guru dan lembaga di pedesaan cukup tinggi serta memiliki semangat untuk maju bersama, pendayagunaannya dengan menjalin komunikasi yang efektif antara guru, kepala sekolah, pengawas, instansi lain dan masyarakat selain itu juga kepala sekolah dan pengawas sekolah terus melakukan pembinaan, bimbingan dan pengawasan terhadap kegiatan guru. Hal ini sesuai pendapat dari Nawawi dalam Suhardan (2010) bahwa supervisi adalah kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh seorang pejabat terhadap bawahannya untuk melakukan tugas-tugas dan kewajibannya dengan baik sesuai dengan tugas yang digariskannya; (2) kondisi perekonomian guru yang membaik karena adanya sertifikasi guru pengoptimaannya dengan cara mewajibkan guru untuk mengikuti kegiatan yang difungsikan sebagai pengembangan diri guru salah satunya melalui kegiatan KKG dengan biaya swadaya guru. Hal ini sesuai dengan Depdiknas (2009) bahwasannya sumber dana KKG dapat berasal dari iuran anggota, dana BOS, Komite Sekolah/Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan baik Kabupaten/Kota maupun Propinsi, Departemen Pedidikan Nasional, hasil kerjasama, masyarakat, sponsor yang tidak mengikat dan sah serta dana blockgrant; (3) wilayah gugus yang tidak luas pendayagunaannya dengan melaksanakan koordinasi antar sekolah dan antar personil secara intens. Hal ini sesuai dengan pendapat Burhanuddin, dkk (2007) bahwasannya gugus sekolah adalah sekelompok atau gabungan dari 3²8 SD dalam suatu wilayah tertentu yang memiliki semangat maju bersama dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan melalui wadah profesional.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH BINAAN PASAMAN BARAT

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS SEKOLAH BINAAN PASAMAN BARAT

Penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan kompetansi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Kurang mampunyai guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini disebabkan berbagai macam faktor. Komponen-komponen RPP ini lebih rinci dan lebih spesifik dibandingkan dengan komponen-komponen dalam silabus. Bentuk RPP yang dikembangkan pada berbagai daerah atau sekolah mungkin berbeda-beda, tetapi isi dan prinsipnya seharusnya sama. Komponen minimal yang ada dalam RPP adalah tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, penilaian hasil belajar. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Menurut Kemmis dan McTaggart (1992:9-14) prosedur penelitian adalah “Proses penelitian tindakan merupakan proses tindakan yang direncanakan yang merupakan gambaran daur ulang atau siklus. Setiap siklus dimulai dari perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), refleksi (reflection) yaitu perenungan terhadap perencanaan kegiatan tindakan dan kesuksesan hasil yang diperoleh”. Penelitian ini ditujukan kepada seluruh guru semua mata pelajaran di SMPN 2 Gunung Tuleh. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik Pengawas Sekolah Binaan Pasaman Barat sudah tampak perbedaan siklus 1 dan siklus 2 dimana pada siklus 2 kualitas RPP guru sudah hampir bagus, dimana 14 orang guru dengan kriteria cukup, 8 orang dengan kriteria baik dan 7 orang dengan kriteria sangat baik. Dengan nilai rata-rata 80,75. Berdasarkan kriteria ketuntasan atau kesuksesan penelitiab tindakan yang dilaksanakan, maka kegiatan ini dinyataka berhasil, bahwa pada siklus 2 guru sudah mendapatkan nilai rata-rata 80,75 berikut ini disajikan perbandingan siklus satu dan dua.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

SDN Kubangwungu 01 Brebes Jawa Tengah sriendangmulyatiyahoo.co.id ABSTRACT - PERANAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

SDN Kubangwungu 01 Brebes Jawa Tengah sriendangmulyatiyahoo.co.id ABSTRACT - PERANAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH BAGI PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

Dalam sistem pendidikan di Indonesia, matematika merupakan satu- satunya bidang studi yang dipelajari secara eksplisit mulai dari tingkat taman kanak- kanak hingga perguruan tinggi. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik mulai dari sekolah dasar untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif. Melalui pembelajaran matematika inilah diharapkan bangsa dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusianyasehingga individu-individu generasi penerus bangsa dapat bangkit untuk memajukan bangsa dan negaranya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelaksanaan Dan Penilaian Pembelajaran Peserta Didik Melalui Supervisi Akademik

Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Pelaksanaan Dan Penilaian Pembelajaran Peserta Didik Melalui Supervisi Akademik

penilaian pembelajaran peserta didik melalui supervisi akademik. Subjek penelitian adalah 20 orang guru SMP Negeri 5 Tambun Utara. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah model Kemmis yang terdiri dari dua siklus. Pengumpulan data menggunakan instrumen kompetensi guru dalam pelaksanaan pembelajaran dan instrumen kompetensi guru dalam penilaian pembelajaran peserta didik. Hasil penelitian dari instrumen yang mengukur kompetensi guru, yaitu penilaian praktik pelaksanaan pembelajaran diperoleh nilai rata-rata 90,00 masuk dalam kategori Baik dengan prosentase keberhasilan mencapai 100,00% dan penilaian kemampuan guru terhadap penilaian pembelajaran peserta didik diperoleh nilai rata-rata 92,50 prosentase keberhasilan mencapai 100,00%.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Guru Di Gugus Sekolah VIII Kecamatan Abang

Kontribusi Supervisi Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Guru Di Gugus Sekolah VIII Kecamatan Abang

(http://ttsnsewulan.com), profesional (dari bahasa inggris) berarti ahli, pakar, mumpuni dalam bidang yang di geluti. Menjadi profesinal adalah tuntutan jabatan, pekerjaan ataupun profesi. Ada satu hal penting yang menjadi aspek bagi sebuah profesi, yaitu sikap professional dan kualitas kerja . Menjadi guru professional, berarti menjadi guru yang ahli dalam bidang pendidikan. Seorang ahli, berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi tidak semua ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personalitas. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, menjadi professional adalah satu kesatuan antara konsep personality dan integritas yang memadupadankan dengan skil atau keahliannya. Minimal menjadi guru harus memiliki keahlian tertentu dan distandarkan secara kode keprofesian apabila keahlian tersebut tidak dimiliki, maka tidak dapat disebut guru, artinya tidak sembarangan bisa menjadi guru.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penerapan Model Pembelajaran melalui Supervisi Akademik pada SDN 2 Paokmotong

Jika mencermati visi pendidikan tersebut, semuanya mengarah pada mutu pendidikan yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Mutu pendidikan ternyata dipengaruhi oleh banyak komponen. Menurut Syamsuddin (2005: 66) ada tiga komponen utama yang saling berkaitan dan memiliki kedudukan strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Ketiga komponen tersebut adalah kurikulum, guru, dan pembelajar (siswa). Ketiga komponen itu, guru menduduki posisi sentral sebab peranannya sangat menentukan. Dalam pembelajaran seorang guru harus mampu menerjemahkan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum secara optimal. Walaupun system pembelajaran sekarang sudah tidak theacher center lagi, namun seorang guru tetap memegang peranan yang penting dalam membimbing siswa. Bahkan berdasarkan seorang guru harus mempunyai pengetahuan yang memadai baik di bidang akademik maupun pedagogik.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dengan Supervisi Akademik di Madrasah Ibtidaiyah Yaspuri Lowokwaru Malang

Upaya Peningkatan Kompetensi Guru dengan Supervisi Akademik di Madrasah Ibtidaiyah Yaspuri Lowokwaru Malang

Abstrak: Kepala sekolah sebagai supervisor haruslah selalu berusaha memperbaiki cara guru mengajar, cara siswa belajar, meningkatkan mutu pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar yang bertujuan untuk memperbaiki dan mengembangkan situasi belajar dan mengajar yang lebih baik sehingga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, dan dapat tercapai tujuan pendidikan di sekolahataumadrasah.Pelaksanaan ideal supervisi akademik oleh kepala madrasah di MI Yaspuri Lowokwaru Malang masih kurang maksimal. Hal ini dapat diindikasikan pada kenyataan bahwa supervisi belum mampu dilakukan secara berkala dan belum ada tindak lanjut dari hasil supervisi sebagai upaya perbaikan atau peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan penelitian tindakan, yaitu Penelitian Tindakan Sekolah. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan pada siklus I dan siklus II, dapat dilihat bahwa ada kenaikan nilai yang diperoleh dari masing-masing guru kecuali untuk seorang guru. Bila dibandingkan nilai yang diperoleh secara rata-rata pada siklus I adalah 74.29, dan nilai yang diperoleh pada siklus ke II rata-rata sebesar 79.38 maka mengalami kenaikan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 5.09. Artinya dengan pelaksanaan supervisi, mengalami peningkatan nilai rata-rata guru sebesar 5,09, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru, terutama dalam kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Peranan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Bagi Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar

Peranan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Bagi Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar

memberikan tes untuk mengetahui tingkat kemampuan representasi matematis siswa di sekolah tempat peneliti melakukan penelitian, yaitu SDN Cijati. Berdasarkan hasil observasi di salah satu kelas pada tingkatan kelas V, persentase skor kemampuan representasi matematis siswa pada indikator representasi visual mencapai 31,26%, representasi berupa

10 Baca lebih lajut

Strategi Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru MI Melalui Supervisi Akademik Kepala Madrasah

Strategi Peningkatan Kompetensi Pedagogik dan Profesional Guru MI Melalui Supervisi Akademik Kepala Madrasah

Berdasarkan informasi yang diperoleh peneliti pada saat pra riset di lapangan, ditemukan sebuah fakta yang sangat menarik dan sangat inovatif dalam rangka peningkatan kompetensi guru-guru MI baik guru kelas maupun guru mata pelajaran melalui implementasi supervisi akademik kepala madrasah di KKM Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara sebagaimana diungkapkan oleh Ketua KKM bahwa, “Problematika utama yang seringkali dialami oleh kepala madrasah di Lombok Utara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, salah satunya adalah tidak dapat berjalannya secara efektif dan efisien tentang peran kepala madrasah selaku supervisor. Hal ini terjadinya karena adanya faktor budaya yang sangat melekat dalam sistem kehidupan mereka ditambah lagi dengan adanya unsur kekeluargan dan kekerabatan sehingga semakin memperbesar rasa canggung dan tak enak hati untuk melaksanakan supervisi secara objektif dan profesional di lingkungan madrasahnya. Oleh sebab itu, untuk menanggulangi permasalahan diatas, problem solving yang telah kami rancang dan sepakati bersama yaitu strategi pelaksanaan supervisi akademik kepala madrasah dengan teknik silang atau teknik tukar peran dimana seorang kepala madrasah tidak melakukan supervisi akademik di lembaganya sendiri, melainkan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Implementasi Supervisi Akademik Dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Menyusun RPP Pada Guru Matematika Sekolah Dasar Anggota KKG Gugus IV Kecamatan Sukasada

Implementasi Supervisi Akademik Dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Menyusun RPP Pada Guru Matematika Sekolah Dasar Anggota KKG Gugus IV Kecamatan Sukasada

Peningkatkan mutu tenaga pendidik yang berkualitas perlu dilakukan secara terprogram, terstruktur dan berkelanjutan melalui pembinaan profesional oleh pengawas sekolah. Upaya peningkatan kemampuan guru perlu adanya wadah yang mampu menampung berbagai masalah yang dihadapi oleh guru dalam proses pembelajaran untuk dapat menemukan cara-cara pemecahan permasalahan tersebut. Surat Keputusan Dirjen Dikdasmen Nomor : 079/C/Kep. I / 93, tanggal 7 April 1993 memutuskan tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pembinaan Profesional Guru melalui Pembentukan Gugus Sekolah di Sekolah Dasar, Hal tersebut sebagai wujud nyata dalam upaya pemberdayaan dan meningkatkan kompetensi guru sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat .
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Pada Gugus I Uptd Dewantara Aceh Utara

Pelaksanaan Supervisi Akademik Oleh Kepala Sekolah Untuk Meningkatkan Kinerja Guru Sekolah Dasar Pada Gugus I Uptd Dewantara Aceh Utara

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyusunan program supervisi akademik, pelaksanaan supervisi akademik, dan upaya kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik terhadap peningkatan kinerja guru-guru. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Sedangkan subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyusunan program supervisi akademik kepala sekolah melibatkan sejumlah guru dan tenaga kependidikan; (2) Pelaksanaan supervisi akademik dilakukan dengan pendekatan tehnik supervisi akademik yang berbeda oleh masing-masing kepala sekolah, ada yang bersifat kelompok dan ada yang bersifat individual; dan (3) Upaya kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi akademik terhadap peningkatan kinerja guru-guru antara lain melaksanakan rapat guru di sekolah, mengirimkan sejumlah guru untuk mengikuti penataran, mewajibkan seluruh guru untuk membuat RPP, dan mengumpulkan seluruh instrumen evaluasi selanjutnya dijabarkan dalam laporan evaluasi akhir pembelajaran. Kata kunci: Supervisi Akademik, dan Kinerja Guru.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Self Supervision Guru MI Ma’arif Bego Sleman

Kompetensi Manajerial dan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Self Supervision Guru MI Ma’arif Bego Sleman

Belakangan ini muncul istilah Supervisi Diri (Self Supervision), yaitu salah satu model supervisi yang memungkinkan pihak yang disupervisi (supervisee) memiliki independensi dalam bekerja, dapat mengelola diri dan bertanggung jawab atas pertumbuhan profesionalismenya sendiri. Self Supervision merupakan pendekatan supervisi yang dapat digunakan pada satuan pendidikan dimana kondisi guru-guru sudah memiliki kedewasaan berpikir dan bertindak dalam melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya sebagai tenaga pendidik. Aspek penting observasi dan penilaian diri, dari dua aspek tersebut guru dapat melakukan empat hal guru melakukan tugas tanpa terus menerus harus diingatkan oleh kepala sekolah, guru membuat program dan rencana pembelajaran tertulis secara benar dan tepat, guru mampu mencurahkan segenap pikirannya dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan tanpa gagal dan tepat waktu, guru membuat laporan hasil belajar siswa yang telah diselesaikannya secara tertulis.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR: SEBUAH ANALISIS REFLEKTIF DENGAN TEKNIK SUPERVISI PENGAJARAN PENILAIAN DIRI SENDIRI

KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR: SEBUAH ANALISIS REFLEKTIF DENGAN TEKNIK SUPERVISI PENGAJARAN PENILAIAN DIRI SENDIRI

Guru dengan menilai terhadap dirinya sendiri diharapkan dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya sendiri, dan berupaya untuk mengatasi kelemahannya (Gunawan, 2014; Gunawan, 2009a). Tugas supervisor adalah menyiapkan instrumen penilaian diri sendiri yang akan digunakan oleh guru. Beberapa cara atau alat yang dapat digunakan untuk menilai diri sendiri, yaitu: (1) suatu daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada siswa untuk menilai pekerjaan atau suatu aktivitas, biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan baik secara tertutup maupun terbuka, dengan tidak perlu menyebut nama; (2) menganalisa tes-tes terhadap unit kerja; dan (3) mencatat aktivitas siswa dalam suatu catatan, baik mereka bekerja secara perorangan maupun secara kelompok (Soetopo dan Soemanto, 1987; Gunawan, 2009b). When teachers use the rubrics
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Kompetensi supervisi akademik kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru (Studi pada SMP IT Al Amin Kuala Kapuas)

Kompetensi supervisi akademik kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru (Studi pada SMP IT Al Amin Kuala Kapuas)

Program supervisi akademik mempunyai fungsi sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan dan sekaligus sebagai alat untuk mengukur keberhasilan pembinaan profesional. Dengan program yang baik, maka guru dan kepala sekolah dapat mengetahui masalah-masalah proses pembelajaran apa saja yang dihadapi, cara-cara apa saja yang dapat di lakuakan untuk mengatasi masalah itu dan pada akhirnya dapat mengetahui secara sistematis perubahan-perubahan positif apa saja yang telah terjadi dari waktu ke waktu. Bila program supervisi akademik yang realistik sesuangguhnya dapat menolong kepala sekolah dalam melakukan pembinaan yang progesif dan akumulatif, artinya kepala sekolah diharapkan terhindar dari penanganan masalah yang sama dari waktu ke waktu dalam rangka pencapaian kemajuan. Untukkefektifan pelaksanaan supervisi diperlukan suatu program yang memuat berbagai aktifitas atau kegiatan yang akan dikerjakan oleh supervisor dalam melaksanakan supervisi disekolah.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KABUPATEN TANGGAMUS

PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL DAN KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI SE-KABUPATEN TANGGAMUS

Sebagai pemimpin pendidikan, kepala sekolah harus peduli dan mau membantu guru menyelesaikan masalah-masalah pribadi sekalipun yang menghambat kinerja guru. Kompetensi supervisi ini sangat strategis bagi seorang kepala sekolah khususnya dalam memahami apa tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin sekolah/madrasah. Sub-sub kompetensi supervisi mencakup: (a) merencanakan program supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru; (b) melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat; (c) menindaklanjuti hasil supervisi akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru, di antaranya adalah bahwa tugas dan fungsi dari supervisi ini adalah untuk memberdayakan sumber daya sekolah termasuk guru. Dengan demikian kinerja kepala sekolah dapat dinilai melalui peniliain terhadap sub kompetensi melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat. Langkah yang perlu dilakukan mencakup: (1) mengidentifikasi potensi-potensi sumberdaya sekolah berupa guru yang dapat dikembangkan; (2) memahami tujuan pemberdayaan sumberdaya guru; (3) mengemukakan contoh-contoh yang dapat membuat guru- guru lebih maju; dan (4) menilai tingkat keberdayaan guru di sekolahnya.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Supervisi Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru di SMA Primaganda Jombang

Supervisi Kepala Sekolah dalam Peningkatan Profesionalisme Guru di SMA Primaganda Jombang

Kepala sekolah tersusun dari dua kata, yaitu kepala dan sekolah. Kepala dapat diartikan sebagai ketua atau pemimpin dalam suatu organisasi atau lembaga. Sekolah merupakan suatu lembaga tempat bernaungnya peserta didik untuk memperoleh pendidikan formal. Secara sederhana, kepala madrasah dapat didefinisikan sebagai tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin sekolah tempat diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan peserta didik yang menerima pelajara 18 . Menurut Mulyasa, kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Kepala sekolah bertanggung jawab atas penyelenggaraan kegiataan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan pendayagunaan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Kepala madrasah adalah mereka yang banyak mengetahui tugas-tugas sekolah dan mereka yang menemukan irama bagi sekolah. Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu kepala madrasah harus mempunyai kepribadian atau sifat-sifat dan kemampuan serta keterampilan-keterampilan untuk memimpin sebuah lembaga pendidikan secara profesional.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Supervisi Kepala Sekolah untuk meningkatkan kompetensi Pedagogik Guru di SDN 6 Sumbawa

Supervisi Kepala Sekolah untuk meningkatkan kompetensi Pedagogik Guru di SDN 6 Sumbawa

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah, yakni salah satu dari komponen kompetensi manajerialnya adalah mengelola pendidik dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal. Menurut A. F Stoner ada delapan fungsi seorang manajer yang perlu dilaksanakan dalam suatu organisasi yaitu: (1) bekerja dan dengan melalui orang lain; (2) dengan waktu dan sumber yang terbatas mampu menghadapi berbagai persoalan; (3) bertanggung jawab mempertanggung jawabkan; (4) berfikir secara realistik dan konseptual; (5) adalah juru penengah; (6) adalah seorang politis; (7) adalah seorang diplomat; (8) mengambil keputusan yang sulit. Kedelapan fungsi manajer dikemukakan oleh Stoner tersebut tentu saja berlaku bagi setiap manajer dari suatu organisasi apapun, termasuk kepala sekolah. 7 Kepala SDN 6 Sumbawa membentuk kelompok diskusi guru sebagai bentuk dari bekerja dan dengan melalui orang lain. Sehingga keterlibatan para pendidik dalam kelompok tersebut mampu meningkatkan
Baca lebih lanjut

160 Baca lebih lajut

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI - Test Repository

SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PAI - Test Repository

Masih adanya hambatan yaitu faktor yang tidak mendukung, termasuk juga kompetensi kepala sekolah perlu ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini yang selalu terjadi perubahan-perubahan dengan cepatnya dalam mengelola pendidikan dewasa ini. Paradigma pendidikan dalam era globalisasi sekarang ini selalu mengalami perubahan-perubahan, sehingga membuat penyelenggara pendidikan harus mengikuti arus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak tertinggal dengan kemajuan jaman. Kepala sekolah sebagai salah seorang penentu maju mundurnya sekolah harus membuka diri dengan perubahan jaman ini. Dengan demikian, jalan yang dapat ditempuh dengan menambah wawasan berpikir dan ilmu pengetahuan serta menguasai teknologi yang diperlukan melalui kegiatan pelatihan, diskusi, seminar dan kursus.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

PENGARUH MANAJEMEN OPERASIONAL SEKOLAH, DAN SUPERVISI TERHADAP KOMPETENSI GURU SMA NEGERI DI KOTA CIMAHI.

PENGARUH MANAJEMEN OPERASIONAL SEKOLAH, DAN SUPERVISI TERHADAP KOMPETENSI GURU SMA NEGERI DI KOTA CIMAHI.

Pembiayaan, mulai bermasalah sejak dari konstitusinya yang dijabarkan dengan kebijakan-kebijakan yang mempertimbangkan penyesuai- an-penyesuaian dengan kondisi politik, sosial dan ekonomi. Prioritas alokasi anggaran pendidikan diluar gaji dan anggaran pendidikan kedinasan minimal 20% sukar dilaksanakan eksekutif, meskipun demikian dengan anggaran dana yang jauh dibawah batas minmal sekalipun kebocoran-kebocoran terjadi sangat tinggi, juga lebih diakibatkan oleh tidak berjalannya kegiatan pengawasan dan evaluasi yang baku. Masyarakat kebanyakan merasakan biaya pendidikan yang dibebankan kepadanya sangat berat, disisi lain para pendidik terutama yang belum berstatus PNS, guru yayasan kecil menerima penghasilan dibawah kewajaran.
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 12 SUNGAI LIMAU

UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MELALUI SUPERVISI AKADEMIK DI SDN 12 SUNGAI LIMAU

meningkatkankompetensi pedagogik mulai dari pengertian, aspek, prinsip dan cara meningkatkan kompetensi pedagogikyang baik. Kemudian, peneliti meminta guru untuk membuat program meningkatkan kompetensi pedagogik yang akan digunakan untuk tahun ajaran 2016/2017. Pada tahapan ini, peneliti meminta guru untuk membuat kerangka dasar program meningkatkan kompetensi pedagogik yang akan dibuat. Kemudian, peneliti memberikan bantuan dan bimbingan kepada guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kegiatan Supervisi akademik dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan hasil analisis dari lembaran nilai observasi, maka ditemukakan bahwa secara keseluruhan rata-rata guru masih belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai yang diperoleh oleh guru masih berada dibawah nilai 80. Pada siklus satu ini rata-rata dalam kemampuan pedagogik guru masih berada pada kategori kurang dengan nilai 51.30 Hal ini berarti, tindakan yang diberikan masih belum berhasil. Untuk itu, kegiatan ini dilanjutkan pada siklus II.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects