Top PDF Syarat Dan Rukun Jual Beli

Syarat Dan Rukun Jual Beli

Syarat Dan Rukun Jual Beli

Di jelaskan dalam ilmu ushulfiqh jual beli adalah proses penukaran suatu barang dengan barang lain atau dengan alat penukar yang di akui melalui suatu akad jual beli, atas dasar suka sama suka (antarodin) yaitu saling ridho penjual dan pembeli atas suatu barang yang di perjual belikan.

12 Baca lebih lajut

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

Syarat Dan Rukun Jual Beli (1)

Jual beli yang sesuai dengan Syariat Islam harus memenuhi rukun dan syarat dari jual beli sementara rukun dan syarat adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar jual beli itu dipandang sah. Karena jual beli merupakan suatu akad, maka harus dipenuhi rukun dan syaratnya. Sebagai salah satu bentuk transaksi, dalam jual beli harus ada beberapa hal agar akadnya dianggap sah dan mengikat. Beberapa hal tersebut disebut sebagai rukun. Ulama hanafiah menegaskan bawah rukun jual beli hanya satu, yaitu ijab. Menurut mereka hal yang paling prinsip dalam jual beli adalah saling rela yang diwujudkan dengan kerelaan saling memberikan barang. Maka jika telah terjadi ijab, disitu jual beli telah dianggap berlangsung. Tentunya dengan adanya ijab, pasti ditemukan hal hal yang berkait dengannya, seperti para pihak yang berakad, obyek jual beli dan nilai tukarnya.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI ONLINE DI WWW.KASKUS.CO.ID Tinjauan Hukum Islam Terhadap Jual Beli Online Di www.kaskus.co.id.

Setelah dikaji, dilihat dari rukun dan syarat jual beli, ada beberapa kasus yang tidak memenuhi syarat dan rukun jual beli, seperti kasus penipuan blackberry oleh Hafid Hasan, dimana obyek yang diperjualbelikan tidak kunjung diserahkan kepada pembeli setelah Hafid Hasan menerima uang dari pembeli, adanya jual beli jasa judi online, penjualan DVD pornografi, maka jual beli yang seperti itu tidak diperbolehkan dalam Islam.

14 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (2)

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (2)

Menurut ulama Hanafiyah rukun jual beli hanya satu, yaitu ijab (ungkapan membeli dari pembeli) dan kabul (ungkapan menjual dari penjual). Menurut mereka, yang menjadi rukun dari jual beli itu hanyalah kerelaan (rida/taradhi) kedua belah pihak untuk melakukan transaksi jual beli. Akan tetapi, jumhur ulama menyatakan bahwa syarat dan rukun jual beli itu ada empat, yaitu:

12 Baca lebih lajut

Fiqih Muamalah Rukun dan Syarat Jual Bel

Fiqih Muamalah Rukun dan Syarat Jual Bel

Menurut Mazhab Hanafi rukun jual beli hanya ijab dan Kabul. Menurut ulama mazhab Hanafi yang menjadi rukun jual beli hanyalah kerelaan antara kedua belah pihak untuk berjual beli. Ada dua indicator yang menunjukkan kerelaan dari kedua belah pihak, yaitu dalam bentuk perkataan (ijāb dan qabūl) dan dalam bentuk perbuatan, yaitu saling memberi (penyerahan barang dan penerimaan uang). 3 Jika penjual dan pembeli tidak ada atau hanya salah satu pihak yang ada, jual beli tidak mungkin terwujud. Adapun rukun-rukun jual beli adalah sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisa hukum islam tentang jual beli gold pada game online jenis world of warcraft (wow)

Analisa hukum islam tentang jual beli gold pada game online jenis world of warcraft (wow)

Menurut hukum Islam, transaksi jual beli terjadi karena adanya kehendak antara dua pihak atau lebih untuk memindahkan suatu harta atau benda dengan cara tukar menukar, yaitu menyerahkan barang yang diperjualbelikan dan menerima harga sebagai imbalan dari penyerahan barang tersebut dengan syarat dan rukun yang ditentukan oleh hukum Islam. 4 Jumhur ulama menyatakan bahwa rukun jual beli itu ada empat, yaitu: penjual dan pembeli, shighat (lafal ijab dan qabul), ada barang yang dibeli, dan ada nilai tukar pengganti barang. Sedangkan yang masuk ke dalam syarat jual beli adalah orang yang bertransaksi harus berakal, barang yang diperjualbelikan dapat dimanfaatkan oleh manusia, diserahkan pada saat akad berlangsung atau pada waktu yang telah disepakati bersama, dan harga yang disepakati kedua belah pihak harus jelas jumlahnya. serta yang lebih utama adalah adanya unsur kerelaan antara kedua belah pihak.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (3)

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI (3)

Sebagai salah satu bentuk transaksi, dalam jual beli harus ada beberapa hal agar akadnya di anggap sah dan mengikat. Beberapa hal tersebut di sebut sebagai rukun . ulama Hanafiyah menegaskan bahwa rukun jual beli hanya satu yaitu ijab. Menurut mereka hal yang paling pronsip dalam jual beli adalah saling rela yang diwujudkan dengan kerelaan untuk saling memberikan barang.maka jika telah terjadi ijab,disitu jual beli telah di anggap berlangsung . Tentunya dengan adanya ijab,pasti di temukan hal-hal yang terkait dengannya,seperti paea pihak yang berakad,obyek jual beli dan nilai tukarnya. 2
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

RUKUN DAN SYARAT JUAL BELI MURABAHAH Mak

Rukun jual beli murabahah sama halnyab dengan jual beli pada umumnya, yaitu adanya pihak penjual, pihak pembeli, barang yang di jual, harga dan akad atau ijab kabul. 1 Dalam Penetapannya rukun jual-beli, di anatra para ulama terjadi perbedaan para pendapat. Menurut Hanafiyah rukun jual Beli adalah ijab dan qabul yang menunjukan pertukaran barang secara rida, baik secara ucapan maupun perbuatan. 2

9 Baca lebih lajut

FIQIH MUAMALAH RUKUN DAN SYARAT JUAL BEL (4)

FIQIH MUAMALAH RUKUN DAN SYARAT JUAL BEL (4)

Syarat ketiga : disebutkanya volume barang yang ditransaksikan dengan akad salam itu, seperti tajaranya, atau timbanganya, atau meteranya. Hal itu sesuai dengan sabda rosululloh yang artinya “siapa yang melakukan jual beli dengan cara as-salaf,maka hendaknya dia melakukanya dalam takaran yang jelas,timbangan yang jelas dan untuk jangka waktu yang ditentukan.”(Muttafaq Alaih) 13

11 Baca lebih lajut

Prota dan Promes Agama III-VI\Prota dan Promes Fiqih IV-VI\Prota Fiqih KLS VI SMT 1 &  2(1)

Prota dan Promes Agama III-VI\Prota dan Promes Fiqih IV-VI\Prota Fiqih KLS VI SMT 1 & 2(1)

Mengenal ketentuan jual beli dan pinjam meminjam 3.1 Menjelas-kan tata cara jual beli  Menyebutkan pengertian jual beli  Menyebutkan syarat syah jual beli  Menyebutkan rukun jual[r]

6 Baca lebih lajut

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK JUAL BELI PUPUK KANDANG  Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Jual Beli Pupuk Kandang (Studi Kasus Di Dusun Sodong Desa Tengklik Kec. Tawangmangu Kab. Karanganyar Jawa Tengah).

TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP PRAKTEK JUAL BELI PUPUK KANDANG Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Jual Beli Pupuk Kandang (Studi Kasus Di Dusun Sodong Desa Tengklik Kec. Tawangmangu Kab. Karanganyar Jawa Tengah).

Praktek jual beli pupuk kandang di Dusun Sodong Desa Tengklik Kec. Tawangmangu Kab. Karanganyar Jawa Tengah telah sesuai dengan rukun dan syarat jual beli meskipun bahan dasar dari pembuatan pupuk kandang ialah kotoran hewan yang sesuai dengan tabiatnya sebagai benda yang menjijikan dan buruk, dengan diikuti sifatnya yakni kotor, bau dan menjijikan. Akan tetapi terdapat pendapat pertama yang menerangkan bahwa kotoran hewan ternak tidaklah najis karena berasal dari kotoran hewan yang dapat dimakan dagingnya. Pendapat yang kedua ialah pendapat-pendapat Ulama yang memperbolehkan untuk mengambil manfaat dari suatu benda serta memperjual belikan dengan catatan tidak melanggar hukum Islam.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PRAKTIK JUAL BELI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS PRAKTIK JUAL BELI SINGKONG SISTEM PENANGGUHAN MASA PANEN DI DESA TEGALHARJO KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI) - STAIN Kudus Repository

ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP SISTEM PRAKTIK JUAL BELI HASIL PERTANIAN (STUDI KASUS PRAKTIK JUAL BELI SINGKONG SISTEM PENANGGUHAN MASA PANEN DI DESA TEGALHARJO KECAMATAN TRANGKIL KABUPATEN PATI) - STAIN Kudus Repository

Hasil penelitian dari praktik jual beli singkong dengan sitem penangguhan masa panen, prakteknya adalah dilakukan antara petani dan pembeli secara suka rela, pembayaran dilakukan dimuka sekitar singkong dalam usia 5-6 bulan, ditangguhkan sampai singkong usia 9-10 bahkan sampai 12 bulan, dalam masa waktu panen petani tidak diperbolehkan menanami lahannya. Adapun prakteknya adalah petani datang ke rumah untuk manwarkan singkong yang masih usia 5-6 bulan, terus ditanya luasnya berapa, hasilnya biasanya berapa Kg kalau usia masa panen, setelah mengetahui informasi tersebut dari petani, terus saselanjutnya pembelinyya kroscek lokasi untuk membutikan kebenaran luasnya, dan memperkirakan harganya. Ditinjau dari rukun jual belinya, keempat rukun yang mayoritas dikemukakan oleh ulama fiqih sudah terpenuhi karena adanya penjual, pembeli, ijab-qabul, dan barang yang diperjual belikan. Namun, berkaitan dengan syarat jual beli ada beberapa syarat yang menurut peniliti harus ditinjau kembali seperti, objek harus bisa diserahterimakan, dan harus diketahui wujudnya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

JUAL BELI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Jual beli batil adalah akad yang salah satu rukun dan syaratnya tidak terpenuhi dengan sempurna, seperti penjual yang bukan berkompeten, barang yang tidak bisa diserahterimakan dan sebagainya. Sedangkan jual beli yang fasid adalah akad yang secara syarat rukun terpenuhi, namun terdapat masalah atas sifat akad tersebut, seperti jual beli majhul yaitu jual beli atas barang yang spesifikasinya tidak jelas. Menurut mayoritas ulama, kedua akad ini dilarang serta tidak diakui adanya perpindahan kepemilikan. 14
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

rukun dan syarat istishna (3)

rukun dan syarat istishna (3)

a. Barang yang menjadi objek istishna’ harus jelas, baik jenis,macam, kadar dan sifatnya. Apabila salah satu unsur ini tidak jelas, maka akad istishna’ rusak. Karena barang tersebut pada dasarnya adalah objek jual beli yang harus diketahui. Apabila seseorang memesan suatu barang, harus dijelaskan spesifikasinya; bahan, jenis, model, ukuran, bentuk, sifat, kualitas serta hal-hal yang terkait dengan barang tersebut.

14 Baca lebih lajut

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

rukun dan syarat jual beli murabahah (1)

Rukun adalah suatu elemen yang tidak dapat dipisahkan dari suatu kegiatan atau lembaga, sehingga bila tidak ada salah satu elemen tersebut maka kegiatan terdebut dinyatakan tidak sah atau lembaga tersebut tidak eksis. secara defenisi, rukun adalah suatu unsur yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu perbuatan atau lembaga yang menentukan sah atau tidaknya perbuatan tersebut dan ada atau tidak adanya sesuatu itu sedangkan Definisi syarat berkaitan d engan sesuatu yang tergantung padanya keberadaan hukum syar‟i dan ia berada di luar hukum itu sendiri, yang ketiadaannya menyebabkan hukum pun tidak ada, jadi perbedaan antara rukun dan syarat menurut ulama ushul fiqih, yaitu rukun merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum dan ia termasuk dalam hukum itu sendiri, sedangkan syarat merupakan sifat yang kepadanya tergantung keberadaan hukum, tetapi ia berada di luar hukum itu sendiri.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Rukun dan Syarat Jual Beli

Rukun dan Syarat Jual Beli

Diriwayatkan dari Hakim bin Hizam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “aku bertanya kepada rasulullah, jual-beli apakah yang diharamkan dan yang dihalalkan? Beliau bersabda, “hai keponakanku! Bila engkau membeli barang jangan dijual sebelum terjadi serah terima”. (HR. Ahmad)

15 Baca lebih lajut

Jual Beli dan Syarat Syaratnya 4

Jual Beli dan Syarat Syaratnya 4

Seseorang diperbolehkan melakukan transaksi terhadap barang yang bukan miliknya dengan syarat pemilik memberi izin atau rida terhadap apa yang dilakukannya, karena yang menjadi tolok ukur dalam perkara muamalah adalah rida pemilik. (Lihat Fiqh wa Fatawal Buyu’ hal. 24). Hal ini ditunjukkan oleh persetujuan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap perbuatan Urwah tatkala beliau memerintahkannya untuk membeli kambing buat beliau. (HR. Bukhari bab 28 nomor 3642)

7 Baca lebih lajut

SYARAT PEMBAYARAN DALAM JUAL BELI PERUSAHAAN

SYARAT PEMBAYARAN DALAM JUAL BELI PERUSAHAAN

• Setelah pembeli drawee melakukan pembayaran kepada remitting bank, maka dokumen-2 barang akan diserahkan oleh remitting bank kepada pembeli tersebut, sehingga pembeli tersebut dapat[r]

31 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...