Top PDF Tahap komunikasi interpersonal murid-murid sekolah rendah di jajahan Tumpat, Kelantan

Tahap komunikasi interpersonal murid-murid sekolah rendah di jajahan Tumpat, Kelantan

Tahap komunikasi interpersonal murid-murid sekolah rendah di jajahan Tumpat, Kelantan

Untuk menjawab persoalan kajian kedua di atas, data telah dianalisis dan keputusan menunjukkan skor min bagi; (1) ciri keyakinan sosial ialah 3.23 berada pada tahap sederhana, (2) ciri kebersamaan dengan skor min 2.94 berada pada tahap sederhana, (3) ciri daya ekspresif dengan skor min 3.76 berada pada tahap tinggi, (4) ciri pengurusan interaksi dengan skor min 3.28 berada pada tahap sederhana dan, (5) ciri orientasi lain dengan skor min 3.01 berada pada tahap sederhana. Secara keseluruhannya tahap komunikasi interpersonal murid-murid Tahun Enam di sekolah-sekolah dalam jajahan Tumpat, Kelantan bagi Model Pragmatik adalah berada pada tahap sederhana dengan skor min 3.24. Dapatan ini adalah selari dengan dapatan kajian yang dilakukan oleh Shahir (2006) yang mendapati bahawa tahap komunikasi interpersonal mahasiswa dan mahasiswi adalah berada pada tahap sederhana.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tahap Komunikasi Interpersonal MuridMurid

Sekolah

Rendah di Jajahan Tumpat, Kelantan

Tahap Komunikasi Interpersonal MuridMurid Sekolah Rendah di Jajahan Tumpat, Kelantan

Skala Likert yang digunakan adalah bagi mengenal pasti tahap komunikasi interpersonal murid-murid Tahun Enam di sekolah rendah dalam jajahan Tumpat, Kelantan. Skala Likert digunakan kerana ia boleh mengumpul maklumat mengenai persetujuan responden terhadap item-item yang digunakan. Mohamad Najib (1999) mengatakan bahawa responden dikehendaki menandakan jawapan mereka tentang sesuatu kenyataan berdasarkan satu skala dari satu ekstrem yang lain; contohnya dari ‘sangat setuju’ kepada ‘sangat tidak setuju’. Soal selidik yang mengandungi item komunikasi interpersonal menggunakan skala lima. Respondan memilih dan menanda jawapan berdasarkan skala 1 hingga 5 iaitu:
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Prevalens dan faktor berkaitan jangkitan helmin tularan tanah dalam kalangan murid tahap satu sekolah rendah di jajahan Bachok, Kelantan

Prevalens dan faktor berkaitan jangkitan helmin tularan tanah dalam kalangan murid tahap satu sekolah rendah di jajahan Bachok, Kelantan

Jangkitan HTT merupakan masalah kesihatan awam yang masih berleluasa terutamanya di kawasan luar bandar dan kawasan pedalaman di negara membangun. WHO menganggarkan lebih kurang dua bilion manusia ataupun hampir satu pertiga daripada populasi dunia dijangkit oleh A. lumbricoides, T. trichiura dan/atau cacing kait; dan berbilion lagi terdedah kepada penyakit ini setiap hari. Meskipun jangkitan HTT jarang menyebabkan maut, jangkitannya membantut pertumbuhan fizikal dan mental kanak-kanak. Murid-murid di kawasan endemik seolah-olah dianiayai kerana tidak boleh menumpu pelajaran dengan berkesan ataupun tidak dapat hadir sekolah sepenuhnya.
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL   PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata).

PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata).

Facebook (FB) merupakan sebuah wadah yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan kaum muda dalam berjejaring. Selain itu FB yang berbasis internet juga digunakan sebagai media untuk berkomunikasi antara guru dengan murid. Komunikasi interpersonal antara guru dan murid dilihat dari aspek hubungan personal, penerapan tata tertib, dan kegiatan belajar mengajar. Penelitian dengan judul Peran Facebook dalam Komunikasi Interpersonal (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran FB sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata), bertujuan untuk mengetahui peran FB dalam komunikasi interpersonal antara guru dan murid di SMP Maria Immaculata. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu: reduksi data, model data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian dilakukan selama bulan Juli 2012 – Juni 2013 dengan cara observasi dan wawancara. Observasi dilakukan melalui timeline FB milik beberapa guru dan murid SMP Maria Immaculata, dan wawancara terhadap mereka dilakukan via inbox FB dan bertemu langsung.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Kajian Mengenai Kesepadanan Antropometri Dan Ukuran Kerusi Di Kalangan Murid Sekolah Rendah Tahap Satu (MSRTS) Di Perlis, Kedah Dan Pulau Pinang

Kajian Mengenai Kesepadanan Antropometri Dan Ukuran Kerusi Di Kalangan Murid Sekolah Rendah Tahap Satu (MSRTS) Di Perlis, Kedah Dan Pulau Pinang

antropometri kanak-kanak merupakan faktor utama menyumbang kepada postur duduk yang janggal di kalangan kanak-kanak semasa di dalam kelas. Faktor ini turut menyumbang kepada ketidakselesaan dan gangguan tumpuan semasa menjalani proses belajar di dalam kelas. Seiring dengan itu, Lueder dan Rice (2008) turut menyarankan agar rekabentuk untuk kanak-kanak perlu mengambilkira akan suasana dan cara pemikiran kanak-kanak semasa menggunakannya kerana ianya sejajar dengan tahap perkembangan kanak-kanak. Faktor ini penting bagi perkembangan kanak-kanak. Oleh itu, pereka bentuk perlulah peka dan mendalami pemikiran dan perlakuan kanak-kanak ketika menghasilkan sesuatu produk.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Peran Facebook dalam Komunikasi Interpersonal Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata.

Peran Facebook dalam Komunikasi Interpersonal Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata.

Model peranan yang bisa dilihat di dialog yang menekankan bahwa setiap orang harus memainkan peranannya sesuai dengan “naskah” yang telah dibuat masyarakat. Hubungan interpersonal berkembang baik bila setiap individu bertindak sesuai dengan ekspektasi peranan dan tuntutan peranan. Sebagai seorang guru, subjek pertama sampai dengan ketiga dituntut untuk dapat memainkan peran mereka sebagai seorang guru yang mengatur dan menjadi contoh bagi para muridnya. Kedudukannya dengan murid menjadi top – down. Kedudukan itu diperkuat dengan kekuatan yang dimiliki seorang guru untuk menentukan nasib muridnya terkait dengan hukuman ataupun nilai. Di sisi lain para guru juga harus dapat memainkan peranan sebagai seorang teman bagi para murid. Ketika guru bisa menjadi sejajar dengan para murid, murid akan memiliki kepercayaan dan menjadi terbuka. Sifat percaya dan terbuka ini menjadi penting dalam proses belajar mengajar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Proses Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dengan Murid Penyandang Autis Di Kursus Piano Sforzando Surabaya

Proses Komunikasi Interpersonal Antara Guru Dengan Murid Penyandang Autis Di Kursus Piano Sforzando Surabaya

Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus merupakan strategi pada penelitian yang berkenaan dengan how dan why. Studi kasus memungkinkan peneliti untuk mempertahankan karakteristik holistik dan ,bermakna dari perisitiwa-peristiwa kehidupan nyata seperti siklus kehidupan seseorang, proses organisasional dan manajerial, perubahan lingkungan social, hubungan-hubungan internasional, bermatang industri-industri (Yin, 2006, p.1-4). Metode studi kasus dalam penelitian ini peneliti mengamati secara langsung proses komunikasi yang dilakukan antara guru dan murid yang menyandang autisme dan sekaligus untuk menjawab fenomena komunikasi yang peneliti temukan. Seperti halnya tipe anak autis, maka setiap tipe anak memiliki kasus yang berbeda. Maka berbeda pula komunikasi interpersonal yang terjadi.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN MURID PENYANDANG AUTIS DI KURSUS PIANO SFORZANDO SURABAYA

PROSES KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN MURID PENYANDANG AUTIS DI KURSUS PIANO SFORZANDO SURABAYA

dilapangan, metode yang digunakan oleh Sforzando dalam mengajar sesuai dengan metode terapi untuk penyandang autis yang dilakukan melalui komunikasi interpersonal. Materi pengajaran yang diterapkan kepada anak autis sama dengan materi pengajaran kepada anak-anak yang normal. Yang membedakan adalah pada proses penyampaian materi terapi piano antara guru dengan anak autis. Dengan melihat adanya peningkatan jumlah penderita autis terus meningkat dari tahun ke tahun, hal itu dibuktikan pada pemberitaan SuaraSurabaya.net Prof.dr. Endang Warsiki Gozali, SpKJ (K) Spesialis Kejiwaan Anak RSU dr Soetomo membenarkan jumlah kasus autisme yang semakin meningkat dalam kurun waktu lebih dari satu dekade. Pada 1990-an, jumlah penderita autisme hanya 1-4 anak dalam setahun. Tapi, sejak 1997 hingga sekarang, kasus autisme terus merangkak naik. Dari 1 per 500 populasi anak, kini menjadi 1 per 125 populasi anak. RSU dr Soetomo saja bisa menerima 1-4 anak dalam sehari. "Sejak 1997, kasus autisme terus meningkat. Bahkan, sekarang kasus autisme nomor satu terbanyak" Menurut Endang (Paparan Logam Berat Bisa Sebabkan Autisme, 2012)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERSEPSI MURID TERHADAP PEMBELAJARAN KOPERATIF DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGERIS SEKOLAH RENDAH

PERSEPSI MURID TERHADAP PEMBELAJARAN KOPERATIF DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INGGERIS SEKOLAH RENDAH

Menurut kajian Alghamdy (2019) beliau dapati bahawa kaedah PK telah berjaya meningkatkan kemahiran berbahasa Inggeris murid serta dapat memperluaskan rangkaian persahabatan melalui jalinan hubungan baru dengan rakan sekelas yang lain. Kenyataan ini turut dipersetujui oleh Nguyen & Nguyen (2018) di mana kajian mereka mendapati PK telah berjaya memahirkan murid yang menguasai kemahiran berkomunikasi dalam bahasa Inggeris kerana penglibatan aktif murid semasa aktiviti dalam kumpulan. Selaras dengan dapatan Nguyen & Nguyen (2018), hubungan yang baik antara rakan membolehkan murid mendapat sokongan dan mudah diterima masuk ke dalam satu-satu kumpulan. Ini menunjukkan emosi murid yang positif akan melancarkan proses pembelajaran dijalankan (Alcalá et al., 2019).
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Murid Penyandang Autis Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Siswa di SLB YKAB Surakarta Tingkat Sekolah Dasar

Komunikasi Interpersonal Antara Guru dan Murid Penyandang Autis Dalam Membentuk Kepercayaan Diri Siswa di SLB YKAB Surakarta Tingkat Sekolah Dasar

Komunikasi interpersonal antara guru dan murid penyandang autis mampu meningkatkan kepercayaan diri dan mengatasi masalah-masalah lain yang dialami murid penyandang autis. Jenis kesulitan yang sering dialami oleh anak autis dalam pembelajaran dikelas adalah kesulitan dalam menyesuaikan diri di lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat, kesulitan dalam mempelajari materi pelajaran disekolah dan kesuliatan dalam mengatasi masalah pribadi yang dialami, kesulitan-kesulitan tersebut jika tidak bisa diatasi akan semakin membuat rasa percaya diri anak autis menurun, oleh karena itu komunikasi interpersonal guru memiliki peran yang besar dalam membantu anak autis dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dialami dan membimbing agar anak tersebut tumbuh rasa percaya dirinya (Hadis, 2007). Menurut Elisabeth (2017) anak normal yang mempunyai rasa percaya diri presentasenya hanya sebanyak 35,29%, bagaimana dengan anak autis yang masalahnya lebih kompleks dari anak normal, tentu presentasenya lebih kecil dari itu, untuk itulah penelitian ini penting untuk diteliti agar presentase kepercaya diri pada anak yang kecil itu dapat meningkat, dan mencari pemecahan masalah agar anak yang tidak terlalu percaya diri bisa menjadi percaya diri.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Anjakan corak pengajaran kemahiran membuat hipotesis dalam kalangan murid sekolah rendah

Anjakan corak pengajaran kemahiran membuat hipotesis dalam kalangan murid sekolah rendah

lllenentllkaU fenomena yang dikaji, dan (iii) membuat pengujian hipotesis iaitu ~el11bole~ sall_laada hipotesis ini benar dan boleh diterima atau salah untuk kita a()I11Ponen an ~ta meno[r]

12 Baca lebih lajut

A. Etika Murid dalam Sekolah

A. Etika Murid dalam Sekolah

Salah satu cara menghormati guru adalah tidak kencang berjalan di depannya, tidak duduk di tempatnya, tidak memulai percakapan dengannya kecuali atas izinnya, tidak memperbanyak omongan di sisinya, tidak menanyakan sesuatu ketika ia sudah bosan, menjaga waktu dan tidak mengetuk pintu rumah atau kamarnya, tetapi harus menunggu sampai ia keluar. Kesimpulannya seorang murid harus berusaha mendapatkan ridhonya, menghindari kemurkaannya dan patuh kepadanya selain dalam perbuatan maksiat kepada Allah SWT, sebab tidak boleh patuh kepada makhluk untuk melakukan perbuatan maksiat kepada pencipta.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kesan bimbingan kelompok terhadap konsep kendiri murid sekolah rendah / Yusni Mohamad Yusop

Kesan bimbingan kelompok terhadap konsep kendiri murid sekolah rendah / Yusni Mohamad Yusop

Teknik main peranan merupakan salah satu daripada teknik yang mengandungi komponen kognitif, emotif dan tingkah laku. Teknik main peranan ini merupakan salah satu pendekatan dalam CBT (Neukrug, 2011). Pada dasarnya teknik ini berlaku dalam sesi kaunseling antara kaunselor dan klien. Kaunselor mengambil peranan individu yang signifikan lalu melakonkan watak berkenaan bagi membantu klien mengatasi kelemahannya. Teknik ini bertujuan membuat klien dapat merasai sendiri pengalaman dalam perkara yang diragui untuk mengurangkan kerisauan yang dihadapi. Selain menambah asertif klien pada keadaan tertentu, main peranan dapat memberikan peluang kepada klien berlatih untuk melakukan tingkah laku yang baharu agar dapat mengalami sendiri apa yang difikir dan dirasakan (Brown & Srebalus, 2003). Hal ini dianggap sebagai latihan untuk membantu klien mengatasi keraguan dan kerisauan hidupnya di samping meningkatkan keyakinan melalui latihan tingkah laku. Main peranan adalah sebahagian daripada aktiviti bemain. Whitebread, Basilio, Kuvalja & Verma (2012) yang meninjau kajian lampau bermain terhadap kanak-kanak telah didedahkan berlakon menerusi Storysack di sekolah (play, taught, control). Dapatan kajian menunjukkan perkembangan kanak-kanak yang dibantu melalui aspek mengingat, intonasi bersuara dan kemahiran bercakap, berlakon juga telah dapat meningkatkan estim kendiri kanak- kanak.
Baca lebih lanjut

330 Baca lebih lajut

Rancangan Integrasi Murid-Murid

Rancangan Integrasi Murid-Murid

1.1 Salah satu matlamat pendidikan negara ialah perpaduan kaum. Sekolah adalah merupakan salah satu agen yang berkesan kearah menyatupadukan murid-murid. Sekolah juga boleh memainkan peranan yang lebih berkesan jika kegiatan-kegiatan khas dijalankan bersama di antara ketiga-tiga jenis sekolah berkenaan iaitu SK/SRK, SRJK(C) dan SRJK(T) terutamanya sekolah-sekolah yang terletak di dalam satu kawasan atau yang berhampiran (tetapi bukan dalam satu kawasan). Peluang untuk bergaul dan bermesra di kalangan murid-murid bagi sekolah-sekolah di dalam satu kawasan atau yang berhampiran ini hendaklah diwujudkan. Demikian juga jika peluang untuk bergaul dapat disediakan dengan baik dan dilaksanakan secara sedar dan terancang serta bertanggungjawab, proses integrasi murid-murid pelbagai kaum dari ketiga-tiga jenis sekolah itu dapat dipupuk dan dibina lebih awal sebelum mereka masuk ke sekolah-sekolah menengah.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

PENUTUP  PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata).

PENUTUP PERAN FACEBOOK DALAM KOMUNIKASI INTERPERSONAL (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Peran Facebook sebagai Media dalam Komunikasi Interpersonal antara Guru dan Murid di SMP Maria Immaculata).

A :Sehubungan dengan nama baik sekolah, pihak sekolah justru punya hak untuk melindungi dirinya.... jadi ini bukan lagi persoalan mencampuri urusan siswa.... tetapi ini soal melindungi nama baik.... misalkan, sekolah bisa mengklarifikasi dan memberi bukti bahwa dengan adanya postingan tertentu nama baik sekolah sudah atau akan bisa terganggu .... atau sekolah juga silakan mensosialisasikan bahwa postingan tertentu, misalnya menggunakan seragam sekolah, atau pada keterangan fb-nya tercantum nama sekolah, bisa merusakkan nama sekolah.... Saya juga tidak setuju kalau sekolah terlalu jauh mencampuri keputusan pribadi seseorang, atau menggiring situasi agar seseorang mengambil keputusan sesuai keinginan sekolah....
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Penggunaan telefon pintar dan tahap nomofobia dalam kalangan murid berkeperluan khas di sekolah menengah

Penggunaan telefon pintar dan tahap nomofobia dalam kalangan murid berkeperluan khas di sekolah menengah

bersama mereka (Kanmani, Bhavani & Maragatham, 2017). Kegelisahan ini wujud akibat tidak dapat berkomunikasi, terputus hubungan, tidak dapat mengakses informasi serta tidak dapat menikmati kemudahan yang disediakan dalam telefon pintar (Seungyeon Lee et al., 2018). Nomofobia bukan sahaja dialami murid biasa (Durak, 2018; Gezgin & Cakir, 2016), malahan murid berkeperluan khas juga tidak terkecuali. Murid berkeperluan khas merupakan mereka yang sama ada mengalami ketidakupayaan penglihatan, ketidakupayaan pertuturan, ketidakupayaan pendengaran, ketidakupayan fizikal, masalah pembelajaran atau mana-mana kombinasi daripada ketidakupayaan tersebut (Malaysia, 2013). Ketidakupayaan yang dihadapi oleh mereka memberi kesan terhadap kemahiran sosial dan psikologi. Misalnya, kekangan visual yang dialami oleh murid-murid kurang upaya penglihatan turut mempengaruhi keterlibatan mereka dalam bilik darjah (Manisah & Noorfaziha, 2014). Bagi mengatasi kekangan yang dihadapi dari aspek sosial dan komunikasi secara bersemuka, mereka menjadikan telefon pintar sebagai alternatif agar mereka dapat diterima tanpa diskriminasi. Sebagai contoh, keseronokan individu dengan masalah pembelajaran dan individu dengan Kecelaruan Spektrum Autism melayari internet untuk pelbagai tujuan seperti hiburan, berkomunikasi dan bersosial (Sallafranque-St-Louis & Normand, 2017) boleh mencatatkan penggunaan telefon pintar yang tinggi sehingga menyebabkan nomofobia (Veerapu et al., 2019). Bagi murid berkeperluan khas yang ketagihan dalam permainan video, internet dan perjudian dalam talian, aktiviti harian mereka boleh terjejas akibat kekhusyukan melayan bentuk-bentuk hiburan (Parker et al., 2013). Ini seterusnya mengehadkan peluang murid berkeperluan khas untuk mengembangkan kemahiran cara kerja, sosial dan akademiknya (MacMullin, Lunsky & Weiss, 2016) sehingga menerukkan keadaan ketidakupayaan yang dialami dan menjejaskan pencapaian mereka (Mendoza et al., 2018). Justeru, kajian ini dijalankan bagi mendalami fenomena nomofobia dengan mengenalpasti penggunaan telefon pintar dan tahap nomofobia dalam kalangan murid berkeperluan khas di sekolah menengah. Selain itu, kajian ini turut mengenalpasti sama ada faktor jantina dan tempoh penggunaan telefon pintar memberi kesan terhadap tahap nomofobia murid-murid berkeperluan khas.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Kesan play-based learning terhadap afektif murid pemulihan jawi J-Qaf di Sekolah Rendah

Kesan play-based learning terhadap afektif murid pemulihan jawi J-Qaf di Sekolah Rendah

Berdasarkan teori Sociocultural Vygotsky (1967) “Main membantu perkembangan bahasa dan pemikiran. Struktur otak akan membentuk melalui penggunaan simbol dan alat, ia juga membantu dalam pembentukan ini. Main juga memberi kebebasan kepada kanak-kanak untuk meluahkan tekanan dalam menghadapi dunia sebenar. Dalam cara ini kanak-kanak dapat mengawal 85 situasi dan menyesuaikannya dalam dunia sebenar. Mereka dibenarkan untuk memperolehi proses pemikiran yang tinggi melalui bermain”. Dengan melihat kajian-kajian lalu, Play-Based Learning dilihat mempunyai keupayaan untuk membantu meningkatkan pencapaian murid, Tsung Chuang, Mei Fan Chen (2009), Wern Huar Tarng (2010), Jui-Mei Yien,Chun-Ming HUNG, Gwo-Jen Hwang & Yueh-Chiao LIN (2011) Jennie M. Carr (2012), Luu Trong Tuan, (2012), Zhenlin Wang, Lai Ming Hung (2010), Geetha B.Ramani, Robert S.Siegler, Aline Hitti (2012), Geetha B.Ramani, Robert S.Siegler(2008), Jennie M. Carr (2012), Citra Dewi (2011), Nur Amirah Zulkifli, Norizwani Abd Rahim (2009), Normazla Ahmad Mahir, Haliza Harun, Arnida Abu Bakar (2012), Nasithah Abd Hamid, Zalina Ahmad, Zainuddin Latip Muhammad, Maimunah Muda, Ahmad Zaafar Ismail, Salmah Mohd Salleh, Nur Liyana Husna@Aloha Shaari (2011), Mohd Razimi Husin (2011), Habib (2011), Zaharah (2011), Mohd Razimi, Abd Aziz, Ahmad Jazimin (2011), Misnan, Ishak, Abu Zaid (2011), Ahmad (2004), Alireza (2009),
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PERATURAN SEKOLAH UNTUK MURID

PERATURAN SEKOLAH UNTUK MURID

ketidakhadiran sebagai pengesahan. Ibu bapa/penjaga yang gagal berbuat demikian akan menyebabkan anak jagaannya dianggap sebagai ponteng sekolah. Jika murid membawa surat sakit dari klinik swasta, surat tersebut mestilah salinan asal, bernombor siri, mempunyai nombor telefon klinik dan cop asal klinik dengan nama doktor serta tanda tangan doktor tersebut.

18 Baca lebih lajut

Faktor dan kesan masalah membaca dalam kalangan murid

sekolah rendah kerajaan di Brunei Darussalam

Faktor dan kesan masalah membaca dalam kalangan murid sekolah rendah kerajaan di Brunei Darussalam

dalam kalangan murid sekolah rendah kerajaan di Brunei Darussalam. Kajian kualitatif ini menggunakan reka bentuk kajian kes pelbagai tempat. Data kualitatif diperoleh sepenuhnya melalui temu bual mendalam. Subjek kajian terdiri daripada empat orang murid, empat orang ibu bapa dan enam orang guru daripada empat buah sekolah rendah di Brunei Darussalam. Data dianalisis menggunakan perisian Nvivo 7 dan dapatan kajian dilaporkan dalam dua bahagian, iaitu profil sekolah dan subjek kajian serta berdasarkan kepada soalan kajian. Dapatan kajian menunjukkan bahawa faktor penyumbang kepada wujudnya masalah membaca dalam kalangan murid sekolah rendah kerajaan di Brunei Darussalam disebabkan oleh (a) faktor individu, (b) psikologi, (c) faktor kaedah pengajaran guru, (d) masa pengajaran, (e) faktor persekitaran, dan (f) buku teks bacaan yang digunakan. Sebanyak lima kesan masalah membaca, iaitu (i) gagal dalam peperiksaan, (ii) menjejaskan pembelajaran subjek lain, (iii) kesukaran menghadapi peperiksaan, (iv) kesan psikologi dan (v) kedudukan nombor di dalam kelas dihadapi oleh murid-murid yang tidak boleh membaca ini. Implikasi kajian ini menjelaskan bahawa kaedah pengajaran guru bahasa perlu diperbaiki dan ditingkatkan bagi mengatasi masalah membaca murid-murid darjah 6 di Brunei Darussalam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

MURID KELAS MURID KELAS MURID KELAS MURI

MURID KELAS MURID KELAS MURID KELAS MURI

JAWATAN JUMUD/ PEMBANTU OPERASI, GRED N14 0 44 PEMBANTU PENGURUSAN MURID, GRED N17/N22 TBK 13 Tahun KELAS PRA SEKOLAH 0 45 Pembantu Am Pejabat, Gred N1/N4 TBK 13 Tahun, Jawatan Jumud /[r]

5 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects