Top PDF TANGGUNG JAWAB perusahaan perseorangan (3)

TANGGUNG JAWAB perusahaan perseorangan (3)

TANGGUNG JAWAB perusahaan perseorangan (3)

Menurut sifatnya manusia adalah makhluk bermoral. Akan tetapi manusia juga seorang pribadi, dan sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, angan-angan untuk berbuat ataupun bertindak, sudah barang tentu apabila perbuatan dan tindakan tersebut dihadapan orang banyak, bisa jadi mengundang kekeliruan dan juga kesalahan. Untuk itulah agar maanusia itu dalam mengisi kehidupannya memperoleh makna, maka atas diri manusia perlu diberi Tanggung Jawab.

9 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Orang luar, hanya bisa membantu membuat rencana-rencana pembangunan perdesaan yang didasarkan atas masalah yang muncul dan keberadaan potensi yang ada di wilayah yang bersangkutan.Karena pada umumnya suatu proyek pembangunan yang direncanakan oleh suatu pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat, dan secara tidak langsung mengentaskan kemiskinan.Selain itu, orang luar dapat membantu menemukan dan menciptakan peluang berdasarkan potensi masyarakat dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya.Misalnya, pemanfaatan sumberdaya milik bersama (hutan, bantaran sungai, sungai, dan lainnya); memperbaiki alat-alat untuk proses produksi; membuka lapangan kerja musiman; membantu rumah tangga miskin dengan modal yang kecil; membangun prasarana dan sarana pertanian di perdesaan; memanfaatkan budi daya air; mengembangkan varietas tanaman yang lebih produktif, dan lainnya. Selain itu, agar kita dapat memahami kondisi kemiskinan masyarakat perdesaan perlu dikembangkan sikap positif, terutama bagi para profesional dan ilmuwan yang berkecimpung di dalam pembangunan desa. Misalnya, (1) harus menghilangkan sikap anti kemiskinan, artinya kita harus berusaha membantu orang miskin keluar dari jerat kemiskinannya; (2) tinggal bersama lebih lama. Dengan tinggal lebih lama pada kehidupan masyarakat miskin, maka dapat merasakan dan memahami kondisi kemiskinan mereka; (3) Berlakulah seperti orang kecil atau miskin. Jangan menjaga jarak dengan mereka, cara berpakaian, cara makan, berbicara, dan lain sebagainya. ( Chambers, 1988 )
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Orang luar, hanya bisa membantu membuat rencana-rencana pembangunan perdesaan yang didasarkan atas masalah yang muncul dan keberadaan potensi yang ada di wilayah yang bersangkutan.Karena pada umumnya suatu proyek pembangunan yang direncanakan oleh suatu pemerintah bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat, dan secara tidak langsung mengentaskan kemiskinan.Selain itu, orang luar dapat membantu menemukan dan menciptakan peluang berdasarkan potensi masyarakat dan sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya.Misalnya, pemanfaatan sumberdaya milik bersama (hutan, bantaran sungai, sungai, dan lainnya); memperbaiki alat-alat untuk proses produksi; membuka lapangan kerja musiman; membantu rumah tangga miskin dengan modal yang kecil; membangun prasarana dan sarana pertanian di perdesaan; memanfaatkan budi daya air; mengembangkan varietas tanaman yang lebih produktif, dan lainnya. Selain itu, agar kita dapat memahami kondisi kemiskinan masyarakat perdesaan perlu dikembangkan sikap positif, terutama bagi para profesional dan ilmuwan yang berkecimpung di dalam pembangunan desa. Misalnya, (1) harus menghilangkan sikap anti kemiskinan, artinya kita harus berusaha membantu orang miskin keluar dari jerat kemiskinannya; (2) tinggal bersama lebih lama. Dengan tinggal lebih lama pada kehidupan masyarakat miskin, maka dapat merasakan dan memahami kondisi kemiskinan mereka; (3) Berlakulah seperti orang kecil atau miskin. Jangan menjaga jarak dengan mereka, cara berpakaian, cara makan, berbicara, dan lain sebagainya. ( Chambers, 1988 )
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

PKBL memiliki 2 (dua) program, pertama adalah Program KemitraanBUMN dengan Usaha Kecil dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuanusaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Kedua adalah Program Bina Lingkungan yaitu program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan danadari bagian laba BUMN. Jumlah penyisihan laba untuk pendanaan program maksimal sebesar 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Kemitraan dan maksimal 2% (dua persen) dari laba bersih untuk Program Bina Lingkungan. Sedangkan menurut Asisten Deputi Pembinaan Kemitraan dan Bina Lingkungan,Kementrian BUMN (2010), sebenarnya peran PKBL BUMN mempunyai cakupanyang lebih luas dibanding praktek CSR yang dilakukan oleh perusahaan swastakarena PKBL- BUMN juga diharapkan untuk mampu mewujudkan 3 pilar utamapembangunan (triple tracks), yaitu: (1) pengurangan jumlah pengangguran (2) pengurangan jumlah penduduk miskin; dan (3) peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain itu diharapkan, melalui PKBL dapat terjadi peningkatan partisipasi BUMN untuk memberdayakan potensi dan kondisi ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat dengan fokus diarahkan pada pengembangan ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pemerataan pembangunan, ( Rukminto, 2003 ).
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Keberpihakan Pemerintah kepada pasar rakyat ditunjukkan dengan adanya anggaran untuk revitalisasi fisik pembangunan jangka menengah untuk periode 2015-2019, dengan target sejumlah 3.000 pasar di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut tidaklah terlalu besar mengingat jumlah pasar tradisional yang perlu direvitalisasi (dengan asumsi jumlah 10.000 pasar tradisional di Indonesia). Karena itu perlu dukungan dari sektor swasta, kelompok masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Keberadaan pasar tradisional akan menggerakkan ekonomi kerakyatan, menumbuhkan ekonomi daerah, mendukung pergerakan rantai penjualan perusahaan dan sebagai penyedia kebutuhan masyarakat, serta memberikan ruang publik untuk interaksi. Melengkapi upaya pemerintah, Danamon Peduli hadir dengan program pendampingan yang lebih komprehensif, yang tidak saja menyentuh revitalisasi fisik namun juga pada aspek non fisik.
Baca lebih lanjut

52 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Dalam program Pasar Sejahtera, fokus utama kami adalah memperbaiki dan meningkatkan kondisi kesehatan lingkungan pasar agar menjadi ruang publik komersial yang bersih, sehat, aman, dan nyaman selaras dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 8152:2015) tentang Pasar Rakyat. Hal ini secara langsung mendukung peningkatan ekonomi kerakyatan dan ekonomi daerah serta pemenuhan hak-hak konsumen di pasar rakyat. Tujuan program ini sejalan dengan Poin 6 Nawacita, terkait revitaliasi pasar rakyat. Dalam konteks Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, program ini mendukung cita-cita pembangunan nomor 1 mengenai Tidak Ada Kemiskinan, nomor 3 mengenai Kesehatan dan Kesejahteraan, nomor 6 mengenai Air Bersih dan Sanitasi, nomor 8 mengenai Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dan nomor 11 tentang Perkotaan yang Berkelanjutan. Kami meyakini bahwa berbagai inisiatif dan inovasi yang dijalankan dalam Program Pasar Sejahtera, termasuk di dalamnya Festival Pasar Rakyat, akan menambah kapasitas pasar rakyat untuk berkompetisi dengan ritel modern. Oleh karena itu, Danamon Peduli berkomitmen untuk memberi dukungan terbaik terhadap pengembangan pasar rakyat sebagai salah satu pusat beradaban dari suatu daerah yang sarat dengan nilai sosial, budaya dan ekonomi.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Pada perdagangan tanggal 3 Januari 2011, yang merupakan perdagangan awal tahun 2011, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis (0,15%) ke level 3.704,441 dari harga penutupan pada 2010 sebesar 3.698,938. Posisi indeks pada awal tahun 2011 ini tidak dapat dipertahankan dikarenakan adanya sentimen negatif yang berasal dari krisis kawasan ekonomi Eropa sehingga indeks mengalami penurunan yang cukup dalam hingga ke level 3.346,061 pada tanggal 24 Januari 2011. Seiring dengan kesadaran bahwa fundamental ekonomi domestik cukup kuat dan ekpektasi pasar akan diraihnya status investment grade pada tahun ini, kepercayaan investor berangsur-angsur pulih kembali yang ditunjukkan dengan meningkatnya indeks hingga ke level 4.192,509 yang diraih pada tanggal 2 Agustus 2011, yang juga merupakan level indeks tertinggi yang dicapai pada tahun 2011. Krisis di kawasan ekonomi Eropa yang terus berlanjut tidak dapat dielakkan, kembali berimbas pada pasar modal di Indonesia yang menyebabkan indeks mengalami penurunan hingga mencapai level terendah untuk tahun 2011, sebesar 3.269,543 pada 4 Oktober 2011. Namun, timbulnya kepercayaan bahwa fundamental ekonomi domestik cukup kuat dan bahwa penurunan indeks lebih disebabkan oleh faktor eksternal, indeks berangsur- angsur pulih. Pada 15 Desember 2011, Fitch rating agency akhirnya merealisasikan status investment grade (BBB-) bagi Indonesia yang setidaknya diharapkan berefek positif untuk prospek tahun 2012. Pada 30 Desember 2011 indeks ditutup pada level 3.821,992, atau hanya naik tipis 3,20% dibandingkan harga pembukaan tahun 2011.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Sebagai

K edua, F ungsi komunikasi. S ebagai fungsi komunikasi PR dapat dilihat dari empat hal, yaitu ketrampilan atau keahlian komuniukasi yang perlu dimiliki public relations, aktivitas kerja yang biasa dilakukan, sistem yang dibentuk dan operasionalisasi penggunaan sistem yang sudah dibentuk dan operasionalisasi penggunaan sistem yang sudah dibentuk meliputi : 1) kemampuan dasar komunikasi. S etidaknya ada tiga kemampuan dasar yang perlu dimiliki seorang public relations, yaitu kemampuan mendengarkan, menulis dan berbicara, baik dalam kontek komunikasi organisasi maupun berbicara didepan publik. S elain ketiga hal tersebut, untuk menjalankan peran manajerial maka seorang PR juga perlu memiliki kemampuan melakukan riset, menyusun perencanaan dan mengevaluasi hasil riset. 2) PR mencakup berbagai aktivitas kerja yang dilakukan berkaitan dengan proses komunikasi seperti memproduksi media release, company profile, ataupun majalah internal termasuk disini program kampanye membentuk kesadaran akan isu tertentu ataupun membentuk image positif organisasi. 3) PR berperan dalam membangun suatu sistem komunikasi seperti sistem pengumpulan informasi dari publik, membentuk kelompok pelanggan ataupun komunitas untuk mendapatkan masukan, ataupun dengan menjalin hubungan baik dengan para editor dan wartawan. 4) PR berkaitan dengan aktivitas memanfaatkan sistem komunikasi yang sudah ada.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Tanggung jawab perusahaan dan lingkungan

Tanggung jawab perusahaan dan lingkungan

Pemangku kepentingan teori menunjukkan bahwa ada sejumlah kelompok yang bisnis bertangung ketika mengejar menyatakan tujuan dan sasaran. Secara tradisional telah diadakan bahwa ini akan menjadi pemegang saham, pelanggan dan karyawan bisnis-definisi yang sangat sempit yang berkonsentrasi pada kelompok-kelompok yang terlibat secara langsung dengan organisasi. Asumsi ini disebut semakin dipertanyakan dan insiden di Shell (Brent Spar atau kegiatannya di Nigeria), atau Perrier, atau lebih baru dengan Monsanto (dengan pengenalan makanan GM) telah menunjukkan pengaruh yang lebih luas masyarakat dapat membawa ke bisnis practice.3 hal ini sering berpendapat bahwa bisnis dan organisasi harus dilihat sebagai alat untuk menyediakan barang dan jasa untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat. Pandangan sedemikian berkaitan dengan tujuan bisnis sebagai pelayan untuk masyarakat bukan hanya seorang hamba serangkaian sempit kelompok-kelompok yang terlibat langsung dengan bisnis. Ini mewakili perbedaan penting. Organisasi menyerap semua kehidupan kita semakin rupa; Jika mereka untuk menerima tanggung jawab terhadap lingkungannya, maka ada kebutuhan untuk mengintegrasikan perspektif' lingkungan' ke dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan perusahaan. Ini adalah langkah yang diperlukan dalam mengubah keprihatinan menjadi aktual perilaku. Dengan demikian, dapat menyarankan bahwa perpanjangan pemangku kepentingan termasuk kelompok-kelompok yang tidak secara langsung terlibat dalam bisnis menginduksi budaya bisnis lebih badan usaha bertanggung jawab.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Tanggung jawab sosial perusahaan (3)

Tanggung jawab sosial perusahaan (3)

International (Toronto), Conference Board (New York) dan Prince of Wales Business Leader Forum (London) di antara 25.000 responden dari 23 negara menunjukkan bahwa dalam membentuk opini tentang perusahaan, 60% mengatakan bahwa etika bisnis, praktik terhadap karyawan, dampak terhadap lingkungan, yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) akan paling berperan. Sedangkan bagi 40% lainnya, citra perusahaan & brand image-lah yang akan paling memengaruhi kesan mereka. Hanya 1/3 yang mendasari opininya atas faktor-faktor bisnis fundamental seperti faktor finansial, ukuran
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

RUANG LINGKUP dan peranan BISNIS

RUANG LINGKUP dan peranan BISNIS

ciri dan sifat perusahaan perseorangan : – relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan – tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi – tidak ada pajak, yang ada ada[r]

13 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB INDUK PERUSAHAAN TERHADAP ANAK PERUSAHAAN DALAM SUATU PERUSAHAAN KELOMPOK  Tanggung Jawab Induk Perusahaan Terhadap Anak Perusahaan Dalam Suatu Perusahaan Kelompok.

TANGGUNG JAWAB INDUK PERUSAHAAN TERHADAP ANAK PERUSAHAAN DALAM SUATU PERUSAHAAN KELOMPOK Tanggung Jawab Induk Perusahaan Terhadap Anak Perusahaan Dalam Suatu Perusahaan Kelompok.

Hasil Penelitian menunjukan bahwa “tanggung jawab induk perusahaan terhadap anak perusahaan dalam suatu perusahaan kelompok” adalah Hubungan hukum yang terjadi antara induk perusahaan dengan anak perusahaan setelah terjadinya merger merupakan induk perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas dari anak perusahaannya sehingga dengan demikian Induk perusahaan dapat mengontrol jalannya perusahaan dengan kepemilikan mayoritas saham. Antara anak perusahaan dengan induk perusahaan masing- masing kedudukannya berdiri sendiri. Induk perusahaan dan anak perusahaan mempunyai anggaran dasar sendiri-sendiri yang merupakan hukum yang positif bagi Perseroan Terbatas itu yang apabila dilanggar akan mengakibatkan transaksi yang dibuat menjadi batal. Jika ada pihak yang menggugat anak perusahaan, apabila ada anak perusahaan yang melakukan pelanggaran hak, maka yang digugat oleh pihak yang merasa dirugikan adalah anak perusahaan itu sendiri. Induk perusahaan tidak perlu diikutsertakan digugat, karena secara hukum anak perusahaan bertanggung jawab sendiri didalam melakukan aktifitasnya
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Kegiatan tanggung jawab sosial Danamon dikoordinasikan melalui Yayasan Danamon Peduli, Dibentuk secara resmi sebagai entitas hukum independen di 2006, Danamon Peduli adalah badan sosial yang mendukung pengembangan komunitas berkelanjutan yang berlandaskan pada semangat sukarela, sejalan dengan visi Danamon, “Kami peduli dan membantu jutaan orang mencapai kesejahteraan”.

10 Baca lebih lajut

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Teori Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Tangggung jawab sosial perusahaan sering disebut juga sebagai corporate social responsibility atau social disclosure, corporate social reporting, social reporting merupakan proses pengkomunikasian dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok khusus yang berkepentingan dan terhadap masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut memperluas tanggung jawab organisasi dalam hal ini perusahaan, di luar peran tradisionalnya untuk menyediakan laporan keuangan kepada pemilik modal, khususnya pemegang saham. Perluasan tersebut dibuat dengan asumsi bahwa perusahaan mempunyai tanggung jawab yang lebih luas dibanding hanya mencari laba untuk pemegang saham.[2]
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

7 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pemberdayaan, Pengembangan Masyarakat dan Intervensi Komunitas : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia : Jakarta Buku Profil Desa Sambirejo 2015 Chambers, Robert.. [r]

1 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Pak yandri adalah kepala laboratorium yang membawahi langsung IPAL Instalasi Pengolahan Air Limbah di PGKM sehingga dianggap pihak yang langsung bersentuhan dengan lingkungan hidup.Lal[r]

13 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Dalam upaya peningkatan produktivitas tanah, Balai penelitian PT. Perkebunan Nusantara IX melakukan penelitian tentang peranan tebu. Dari hasil penelitian yang dilakukan, Balai penelitian ini memiliki harapan besar untuk memulai suatu proyek gula. Hal ini dikarenakan output yang diperoleh setiap hektarnya sangat tinggi. Maka studi kelayakan pendirian pabrik pada bulan Februari tahun 1978 oleh Philpine Consurtium of Consultan, dan pada bulan Agustus 1978 izin prinsip pengembangan proyek gula PTP II dikeluarkan oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Surat No. 252/Menteri/III/1978. Pabrik Gula Kwala Madu adalah suatu perusahaan penghasil gula kedua yang didirikan diluar pulau Jawa yang mempunyai kantor besar dijalan Tembakau Deli No.4 Medan.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana program kemitraan bina lingkungan yang dilaksanakankan di lingkungan Pabrik Gula Kwala Madu, serta untuk memberikan informasi mengenai implikasi dari penerapan Program Kemitraan Bina Lingkungan terhadap masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yang dalam hal ini adalah tanggung jawab perusahaan dalam pengelolaan lingkungan.

1 Baca lebih lajut

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL P (2)

Penerapan prinsip K3 telah banyak dilaksanakan pula oleh pengusaha kita. Seperti kita ketahui bahwa ada beberapa perusahaan yang telah memperoleh penghargaan “Zero Accident” atau “Tidak Pernah Terjadi Kecelakaan Kerja”. Perusahaan yang memperoleh penghargaan ini berarti telah menjalankan proses peroduksinya sedemikian lama tanpa mengalami kecelakaan kerja bagi karyawannya. Hal ini merupakan prestasi yang cukup bagus dalam menjaga kesehatan dan keselamatan kerja. Guna menjalankan praktek K3 tersebut tentu saja memerlukan banyka peralatan pelindung bagi para pekerja dalam menjalankan tugasnya baik berupa topi pengaman, masker, maupun pakaian kerja khusus.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...