Top PDF Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

hujan tersebut adalah empat sampai lima kali dari keadaan normal, yang secara rata-rata berkisar 8 mm sehari.” Secara sengaja memberi kesan bahwa peristiwa longsornya batuan limbah di Danau Wanagon terjadi karena kondisi alam. Ketiga, Pernyataan FIC dalam siaran persnya tanggal 24 Mei 2000, yaitu … “tidak ditemukan adanya ancaman terhadap kesehatan jiwa serta kemungkinan dampak lingkungan jangka panjang yang mungkin terjadi dari kejadian itu” adalah dengan sengaja membohongi publik dalam hal ini bertentangan dengan hasil laporan Bapedal seperti tersebut dalam siaran persnya tanggal 17 Mei 2000, yaitu, “Longsoran tersebut dapat menyebabkan meluapnya material limbah Danau Wanagon” dimana sludge yang dimaksud merupakan bahan beracun dan berbahaya (B3), sebagaimana disebutkan Bapedal dakan siaran persnya tersebut yaitu, “Mengingat sludge yang ada di dalam Danau Wanagon dikategorikan sebagai limbah B3 ….” Keempat, Pernyataan FIC lebih lanjut secara sengaja telah memberi kesan bahwa longsornya tumpukan batuan limbah adalah kondisi alam dan dengan demikian menutupi buruknya pengelolaan lingkungan dan kelalaian FIC sebagaimana tersebut dalam laporan hasil investigasi Bapedal pada peristiwa longsornya tumpukan batuan limbah pada bulan Juni 1988, yang menyatakan bahwa, “Disamping itu kejadian tanggal 22 Juni 1988 disebabkan kesalahan prosedur berupa aktivitas dumping yang berlebihan sehari sebelumnya”, dan juga pernyataan konsultan Call and Nicholas Inc., yang menyatakan bahwa “… The Fact that displacement occurred associated with large dumping rates is sufficient.” Kelima, kesalahan prosedur di atas juga diperkuat oleh konsultan FIC yakni Call and Nicholas Inc., yang menyatakan bahwa, “On the 12, 18, and 19 June the tonnage dumped on the south end of the Wanagon OBS was in the range of 80,000 tons per day.” Di mana batas jumlah pembuangan batuan limbah adalah tidak melebihi 50.000 ton per hari sebagaimana disebutkan oleh konsultan CNI. “Most of the displacement can be correlated to the time periods when the dumping tonnage was greater than 50,000 tpd.” Lihat Bismar Nasution, Keterbukaan Dalam Pasar Modal, Op.Cit., hlm. 184-185.
Baca lebih lanjut

177 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Setelah melewati berbagai tantangan dan rintangan, akhirnya oleh karena berkat pertolongan Tuhan Yesus Kristus, penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan skripsi ini. Maka dari itu, sudah sepatutnya penulis memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Allah atas nikmat karunia yang telah diberikan-Nya kepada penulis selama pengerjaan tersebut. Pada kesempatan ini, penulis dengan rendah hati mempersembahkan skripsi yang berjudul “Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia” kepada dunia pendidikan, guna menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan hukum.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

_______________. OJK Sebagai Suatu Sistem Hukum dalam Pembangunan Ekonomi. Makalah, disampaikan pada Seminar Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan untuk Mewujudkan Perekonomian Nasional yang Berkelanjutan dan Stabil, diselenggarakan oleh Lembaga Pembinaan Hukum Indonesia (BINA HUKUM), 25 November 2014.

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Tanggung Jawab Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dalam Perspektif Hukum Pasar Modal Indonesia

Tragedi Bhopal merupakan insiden industri terburuk dalam sejarah yang telah menjadi securities fraud class action berdasarkan kasus In Re Union Carbide Class Action Securities, 684 F. Supp. 1322 (S.D.N.Y. 1986), yaitu kebocoran gas pada instalasi pabrik Union Carbide India Limited’s (UCIL) di Bhopal, India. Selama dua hari yaitu 2-3 Desember 1984 terjadi kebocoran methyl isocyanate (MIC), yaitu bahan kimia beracun yang digunakan di dalam produksi pestisida sehingga kecelakaan ini langsung menewaskan lebih dari 3.000 orang. Para aktivis mengatakan 25.000 orang lain meninggal setelah bencana itu, dan banyak lainnya yang terus menderita secara fisik maupun mental sebagai dampak dari keracunan gas itu, diambil dari VOA Indonesia
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Pengaturan Prinsip Keterbukaan Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Lingkungan Hidup Di Pasar...

Pengaturan Prinsip Keterbukaan Perusahaan Publik Dalam Perlindungan Lingkungan Hidup Di Pasar...

bagian dari proses pemeriksaan secara menyeluruh mengenai tnasalah hukum (legal due diligence-legal audit) yang dilakukan konsultan hukum berdasarkan standar pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang ditetapkan oleh. Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal. Ketiadaan pengaturan yang mewajibkan setiap perusahaan publik untuk melakukan keterbukaan informasi terhadap perlindungan lingkungan hidup secara tegas dalam UUPM berikut peraturan-peraturan pelaksana yang biasanya diterbitkan oleh Bapepam atau Bursa-bursa Efek di Indonesia dapat membuat lengah para pengusaha sekalipun mereka mengetahui bahwa hal tersebut adalah merupakan kewajiban yang diemban setiap penanggung jawab usaha/kegiatan yang telah digariskan dalam UUPLH. Dengan adanya ketegasan peraturan, Bapepam dapat saja menolak untuk sementara (menunda) setiap perusahaan publik yang berhubungan dengan lingkungan yang hendak listing bila perusahaan tersebut didapati tidak memenuhi persyaratan lingkungan hidup selaku perusahaan publik. Hal ini tentu dapat menjadi solusi yang baik bagi Bapepam atau Bursa dalam ikut serta melaksanakan perlindungan lingkungan hidup, yang tentu saja dapat juga menyelamatkan investor yang membeli saham dari perusahaan yang mempunyai tingkat risiko yang tinggi, sekarang dan di masa mendatang.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tanggung Jawah Hukum Perusahaan Patungan (Joint Venture Company) dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tanggung Jawah Hukum Perusahaan Patungan (Joint Venture Company) dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Tujuan dari negara-negara berkembang dalam mendatangkan para investor setidaknya harus mampu memenuhi ketiga syarat yaitu pertamasyarat adanya kesempatan ekonomi (economic opportunity) untuk menarik modal asing dibutuhkan adanya kesempatan ekonomi bagi investor, seperti dekat dengan sumber daya alam, tersedia bahan baku, tersedia lokasi untuk mendirikan pabrik yang cukup, tersedianya tenaga kerja yang murah dan tersedianya pasar yang prospektif.Kedua yaitu syarat stabilitas politik hal ini sangat mempengaruhi masuknya modal asing dalam suatu negara. Karena jika terjadi konflik elit politik atau terjadinya konflik masyarakat akan sangat mempengaruhi iklim investasi disuatu negara. Ketiga merupakan syarat adanya suatu kepastian hukum (legal certainty) untuk mewujudkan sistem hukum yang mampu mendukung iklim investasi diperlukan adanya suatu aturan yang jelas mulai dari izin usaha sampai dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikan suatu perusahaan. Kata kunci untuk mencapai kondisi ini adalah adanya penegakan supermasi hukum (rule of law).
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Pengaturan Prinsip Keterbukaan Perusahaan Publik Terkait Perlindungan Hak Tenaga Kerja   Di Pasar Modal Indonesia

Pengaturan Prinsip Keterbukaan Perusahaan Publik Terkait Perlindungan Hak Tenaga Kerja Di Pasar Modal Indonesia

Suatu perusahaan harus bertanggungjawab atas tindakan dan kegiatan bisnisnya yang mempunyai pengaruh terhadap konsumen, masyarakat, lingkungan dan tentu saja tenaga kerja yang merupakan bagian tak terpisahkan dari perusahaan. CSR sesungguhnya mengacu pada kenyataan bahwa perusahaan adalah badan hukum yang dibentuk oleh manusia dan terdiri dari manusia. Sebagaimana halnya manusia yang tidak dapat hidup tanpa orang lain, demikian pula perusahaan yang tidak bisnis tanpa pihak lain. Hal ini menuntut agar perusahaan dijalankan dengan tetap tanggap, peduli Perusahaan juga mempunyai beban pertanggungjawaban dan penghormatan atas nilai-nilai hak asasi manusia yang merupakan bagian yang paling integral. Maka teori Corporate Social Responsibility (CSR) pada penelitian pengaturan prisip keterbukaan dalam perlindungan hak tenaga kerja di pasar modal Indonesia dapat digunakan sebagai teori pendukung.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA PT. FREEPORT INDONESIA SEBAGAI PT. PENANAM MODAL DALAM RANGKA PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PADA PT. FREEPORT INDONESIA SEBAGAI PT. PENANAM MODAL DALAM RANGKA PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP

sehingga struktur dan fungsi ekosistem menjadi terganggu. Meningkatnya kegiatan pembangunan menyebabkan peningkatan dampak terhadap lingkungan. Keadaan ini mendorong diberlakukan upaya pengendalian dampak sehingga risiko terhadap lingkungan dapat ditekan sekecil mungkin. Dalam membahas mengenai dampak lingkungan perlu disadari bahwa pembangunan bukan lagi semata-mata pembangunan ekonomi melainkan juga pertimbangan lingkungan, sebab pembangunan ekonomi masih bergantung kepada kemampuan lingkungan untuk menyediakan sumber daya alam sebagai modal pasar (resource base). Kerusakan dan pencemaran lingkungan seiring diselesaikan secara parsial tanpa memperhatikan prinsip-prinsip dalam pengelolaan lingkungan hidup merupakan cerminan dari ketidakberdayaan hukum dengan segala perangkatnya.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Akuntability Perusahaan Terhadap Lingkungan (Studi Mengenai PT. Toba Pulp Lestari )

Akuntability Perusahaan Terhadap Lingkungan (Studi Mengenai PT. Toba Pulp Lestari )

Adapun permasalahan yang akan diteliti adalah Bagaimanakah pengaturan mengenai tanggung jawab perusahaan publik terhadap lingkungan hidup di Indonesia, masalah — masalah apa yang dihadapi perusahaan PT Toba Pulp Lestari dalam melaksanakan kegiatan perlindungan terhadap lingkungan hidup, Bagaimanakah penerapan prinsip akuntabilitas terhadap lingkungan pada PT Toba Pulp Lestari ?

5 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL DAN TANGGUNG JAWAB SOS

HUKUM PASAR MODAL DAN TANGGUNG JAWAB SOS

meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi nasional, mewujudkan kesejahteraan masyarakat dalam suatu sistem perekonomian yang berdaya saing. Hukum penamaman modal mempunyai arti yang sangat penting bagi pembangunan ekonomi Indonesia, untuk meningkatkan hal tersebut salah satu upaya adalah penetapan UU No.25 Tahun 2007 Tentang Penananam Modal. Oleh karena itu, dengan adanya Undang-undang tersebut diharapkan menjadi sumber hukum bagi pelaksanaan teknis penanaman modal baik luar dan dalam negeri. Adanya landasan hukum tersebut diharapkan dalam menghadapi perubahan perekonomian global dan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai kerja sama internasional dapat diciptakan iklim penanaman modal yang kondusif, promotif, memberikan kepastian hukum, keadilan, dan efisien dengan tetap memperhatikan kepentingan ekonomi nasional.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PT BIO FARMA (PERSERO) DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO. 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DAN UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAA.

IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PT BIO FARMA (PERSERO) DIHUBUNGKAN DENGAN UU NO. 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DAN UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAA.

Spesifikasi penelitian berupa deskriptif analitis dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu pendekatan yang dilakukan dengan mengkaji dan meneliti data sekunder berupa bahan-bahan hukum primer, sekunder, maupun tersier yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

2 Baca lebih lajut

HUKUM PASAR MODAL DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

HUKUM PASAR MODAL DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL

Berdasarkan rumusan t ersebut , set iap invest or berkewaj iban unt uk melaksanakan t anggung j a- wab sosial perusahaan sert a menghormat i t ra- disi budaya masyarakat sekit ar lokasi kegiat an usaha penanaman modal. Tanggung j awab so- sial perusahaan adalah t anggung j awab yang melekat pada set iap perusahaan penanaman modal unt uk t et ap mencipt akan hubungan yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkung- an, nilai, norma, dan budaya masyarakat se- t empat (Penj elasan Pasal 15 huruf b UU No. 25 Tahun 2007). Hal ini merupakan suat u komit - men berkelanj ut an yang dilakukan oleh dunia usaha unt uk bert indak et is dan memberikan kont ribusi kepada pengembangan ekonomi dari komunit as set empat at aupun masyarakat luas, bersamaan dengan peningkat an t araf hidup pe- kerj anya besert a seluruh keluarganya. 9 Terha- dap pelanggaran ket ent uan t anggung j awab sosial ini, invest or diancam dengan sanksi be- rupa: peringat an t ert ulis, pembat asan kegiat an usaha, pembekuan kegiat an usaha dan/ at au f a- silit as penanaman modal; at au pencabut an ke- giat an usaha dan/ at au f asilit as penanaman mo- dal (Pasal 34)
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Penyampaian Prospektus Di Pasar Modal

Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Tebatas dan Undang- Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, setiap perusahaan wajib mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dalam jangka waktu enam bulan setelah tutup tahun buku. Dalam rangka RUPS ini, direksi wajib menyusunan laporan yang meliputi paling tidak laporan keuangan tahunan terakhir, informasi tentang kegiatan usaha dan perubahannya, problem yang dihadapi, dan hasil-hasil yang telah dicapai. Laporan tersebut juga mengungkapkan nama Direksi dan Komisaris berikut remunerasi masing-masing direksi atau komisaris. Untuk perusahaan terbuka, laporan keuangan harus diperiksa (diaudit) oleh Akuntan Pulik dan dipublikasikan dalam dua surat kabar berperedaran nasional. Jika dokumen tersebut tidak benar atau menyesatkan, para direktur dan komisaris secara pribadi dapat bertanggung jawab kepada setiap pihak yang menderita kerugian.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

PERLINDUNGAN PEMODAL AKIBAT INSIDER TRADING PADA PASAR MODAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi pada Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung dan Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Lampung) - Raden Intan Repository

PERLINDUNGAN PEMODAL AKIBAT INSIDER TRADING PADA PASAR MODAL DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (Studi pada Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung dan Kantor Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Wilayah Lampung) - Raden Intan Repository

Pasar modal merupakan salah satu alternatif sumber pendanaan bagi perusahaan sekaligus sebagai sarana investasi bagi para pemodal. Implementasi dari hal tersebut adalah perusahaan dapat memperoleh pendanaan melalui penerbitan efek yang bersifat ekuitas atau surat utang. Pada sisi lain, pemodal juga dapat melakukan investasi di pasar modal dengan membeli efek-efek tersebut. Dalam hukum Islam kegiatan- kegiatan di dalam pasar modal dapat dikategorikan sebagai kegiatan muamalah. Dengan demikian transaksi di dalam pasar modal diperbolehkan sepanjang tidak ada larangan menurut Syariah. Salah satu transaksi yang dilarang dalam pasar modal adalah praktik insider trading. Insider trading sangat berbahaya karena dapat merugikan banyak orang lain dan menguntungkan salah satu pihak serta merubah harga saham di pasaran sehingga merusak kegiatan pasar di dalam pasar modal. Dan tidak terdapatnya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada pemodal dalam pasar modal di Indonesia.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Analisis Tanggung Jawab Hukum Konsultan Hukum Pasar Modal Atas Pendapat Hukum (Legal Opinion)...

Analisis Tanggung Jawab Hukum Konsultan Hukum Pasar Modal Atas Pendapat Hukum (Legal Opinion)...

As well as in another country, securities market in Indonesia s a fund collector for the national development. The share or stock selling in securities market in the first time is known as Initial Public Offering (IP0). Initial Public Offering, firm or incorporated must fulfill any requirements and liabilities as mentioned in regulations, in particular the Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 concerning to securities market and its implementation provision. According to article 64 paragraph (1) for Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 concerning to money market, the profession categorized into money market as Accountant, Appraiser of law consultant, Public Notary, and another profession role in securities market specially in public offering procedures is to review all of documents in the form of law investigation Report or Legal audit transparency and based on the legal audit, the law consultant will provides any opinion. This legal opinion is an important th ing for emitten and guarantor, broker or investor. Securities market law consultant must investigate according to the law investigation standard and law opinion standard, profession ethic code and independently , th ee consultant has a law r e sp ons ibility ac co rding to the sec u r it ie s ma r k e t r e g u l a t io n a n d g o v er n me n t r e g u l a ti o n N o . 4 5 o f 1 9 9 5 concerning to activities implementation in money market. The responsibility of securities market law consultant are the civil, criminal, administration and professional Responsibilities according to the ethic code issued by Securities Market Law Consultant Association (IIKHPM). The law sanction to securities market law consultant did not applied absolutely means the securities market Regulation apply the limited liability principles as mentioned in article 80 paragraph (2) and (3) its explanation, Le the Securities market Profession (law consultant) and another parties only has a liability on legal opinion. Therefore, investor only claimed on the loss caused by the legal opinion in which the investor can not be claimed if the law consultant have make an appraisal or legal opinion professionally based on the investigation of auditing norm, ethic code principles and independently. It is necessary to have a standard for discrepancy deed and determine the material fact to know whether the opinion principles securities market in Indonesia related to the law consultant opinion is true or false. Do the development of securities market in the future in Indonesia, it is i mp o r t an t t o r e v i e w t h e s e cu r i t i e s ma r k e t r e g u l a t i o n th a t f o cu s ed to th e discrepancy deed.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

TANGGUNG JAWAB HUKUM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN PASCA TAMBANG DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT PT. BATU ALAM PERSADA, PRINGSEWU, LAMPUNG).

TANGGUNG JAWAB HUKUM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN PASCA TAMBANG DALAM PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATU ANDESIT PT. BATU ALAM PERSADA, PRINGSEWU, LAMPUNG).

commit to user ÞßÞ ×Êò ÐÛÒËÌËÐ òòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòçï ßò Í·³°«´¿² òòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòòò[r]

15 Baca lebih lajut

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum

Produk Hukum | Jaringan Dokumentasi Informasi Hukum

(2) Bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan TSLP dengan biaya yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya perusahaan dengan memperhatikan ukuran usaha, cakupan pemangku kepentingan dan kinerja keuangannya.

16 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

untuk menanggulangi kerusakan lingkungan yang mungkin dapat ditimbulkan dari proses produksi. Selain itu juga program CSR (corporate social responsibility) yang dialokasikan untuk menangani dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi akibat operasional pabrik gula harus dipandang sebagai bentuk investasi wajib yang dianggarkan. Kegiatan ini juga dapat secara aktif meningkatkan perekonomian warga sekitar, peningkatan ketrampilan warga dalam bidang tertentu bisa membuat mereka mempunyai keahlian dalam menciptakan lapangan kerja baru, didukung dengan pemberian kredit dengan bunga murah serta pembangunan sarana dan prasarana warga, semisal perbaikan masjid, jalan, jembatan atau fasilitas umum lainnya melalui program PKBL juga secara langsung bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat disekitar pabrik gula, hal ini juga merupakan pendorong perekonomian daerah sekitar. selain itu pabrik gula juga mempunyai produk sampingan yang antara lain berupa listrik (co-generation), bioetanol, serta pupuk. Jika produk-produk ini menjadi kesatuan integrasi dengan pabrik gula, tentu akan semakin efisien dan semakin memberdayakan masyarakat daerah. Konsep integrasi tersebut telah dilakukan di India. Pabrik gula disana telah didesain terintegrasi dengan memproduksi gula, listrik, dan etanol. Nilai rendemennya mencapai 10 persen. Listrik yang dihasilkan 30 MW, dan etanol 120 kiloliter per hari (Wibowo, 2012).
Baca lebih lanjut

120 Baca lebih lajut

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Tanggung Jawab Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ternyata banyak kegiatan yang mendukung pelaksanaan Program Kemitraan Bina Lingkungan yang terus direncanakan dan diimplementasikan oleh pihak PTPN 2, sehingga sebagian besar masyarakat setempat pun merasakan dampak positif dari program tersebut walaupun masih ada beberapa kekurangan yang masih harus dievaluasi kembali oleh pihak masyarakat maupun pihak PTPN 2, misalnya saja seperti kesadaran mengenai pentingnya Program Kemitraan bina lingkungan belum banyak diketahui oleh kalangan karyawan PTPN 2 ataupun masyarakat setempat, sehingga pelaksanaan program PKBL kurang optimal apalagi pihak PTPN 2 kurang memiliki inisiatif dalam menjalin kemitraan dengan masyarakat di sekitar Pabrik Gula Kwala Madu yaitu masyarakat Desa Sambirejo yang tinggal tidak jauh dari Pabrik Gula Kwala Madu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...