Top PDF Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder

Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder

Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder

because plastic has a lot of advantages for people’s necessary. Generally the advantages of plastic are more efisien than usage of metals or logs and also the process of manufacture is relatively simple. Beside efisien, plastic is lighter, cheaper, and easely be formed. One of process that can be used to produced the product that made of plastic is called extrusion which use extruder machine. At this time, there is rarely the product of plastic manufacture which have good mechanical properties, like tensile strength because the mixture of plastic material is not homogeneous and deficiencies in the determination of material to be mixed. It is the background so that the author conducted research Studi temperatur optimal terhadap kekuatan tarik campuran polypropilne (PP) dan high-density polyethylene (HDPE) dengan mesin ekstruder with the aim of plastic raw material mixture is homogeneous. The variations of mix are 80% PP : 20% HDPE, 70% PP : 30% HDPE, dan 60% PP : 40% HDPE.
Show more

110 Read more

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder

Kemasan makanan, minuman dan hampir semua peralatan rumah tangga dan peralatan dapur kebanyakan berbahan polimer, polimer dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan sebutan plastik. Plastik memiliki beberapa jenis tergantung kepada ujung dari rantai monomer dan kode dalam panah segitiga yang digunakan. Secara umum ada 7 jenis plastik yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari- hari yaitu polyethilen terephtalat (PET), High Density Polyehylene (HDPE), polyvinyl chloride (PVC), Low Density Polyethylene (LDPE), polypropilene (PP), polystirene(PS) dan other (7). Kode-kode yang menandakan bahan pembuatan
Show more

31 Read more

STUDI TEMPERATUR OPTIMAL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN MAKRO STRUKTUR PADA KOMPOSISI CAMPURAN

STUDI TEMPERATUR OPTIMAL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN MAKRO STRUKTUR PADA KOMPOSISI CAMPURAN

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk dapat lulus menjadi Sarjana Teknik di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Adapun Skripsi yang dipilih, diambil dari mata kuliah Metalurgi Serbuk, yaitu “Studi Temperatur Optimal Terhadap Kekuatan Tarik dan Makrostruktur pada Komposisi Campuran Polypropiline (PP) Dan High-Densitiy Polyethylene (HDPE) dengan Mesin Ekstruder ”.

11 Read more

Studi Temperatur Optimal Terhadap Campuran Bahan Polypropylene Dan Polyethylene Pada Proses Mixing Untuk Pemakaian Plastic Injection Molding

Studi Temperatur Optimal Terhadap Campuran Bahan Polypropylene Dan Polyethylene Pada Proses Mixing Untuk Pemakaian Plastic Injection Molding

ABSTRAK Era globalisasi, pemakaian barang-barang yang terbuat dari bahan baku plastik semakin meningkat. Hal ini dikarenakan plastik mempunyai banyak kelebihan- kelebihan yang mulai diperhitungkan oleh masyarakat. Plastik pada umumnya adalah lebih unggul dibandingkan penggunaan logam atau kayu dan juga proses pengerjaannya yang relatif sederhana. Selain itu, plastik juga lebih ringan, lebih murah dan mudah dibentuk. Salah satu proses yang digunakan untuk membuat produk dari bahan baku plastik adalah proses plastic injection molding. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas suatu produk pada proses plastic injection molding yaitu komposisi dan sifat campuran bahan baku plastik. Namun tidak jarang dijumpai plastik hasil proses plastic injection molding memiliki kekurangan apabila dilakukan pengujian sifat mekanik, seperti kekuatan tarik (tensile strength), hal ini dikarenakan campuran tidak homogen saat dilakukan proses plastic injection molding, dan kurang baiknya penentuan bahan baku plastik yang akan dicampur. Hal inilah yang mendasari sehingga penulis melakukan penelitian Studi temperatur optimal terhadap campuran polypropilne (PP) dan polyethylene (PE) pada proses mixing untuk pemakaian plastic injection molding. Yang artinya sebelum bahan baku plastik di proses pada plastic injection molding, dilakukan proses mixing menggunakan internal mixer dengan tujuan agar campuran bahan baku plastik lebih homogen. Variasi campuran 80% PP : 20% PE, 70% PP : 30% PE, dan 60% PP : 40% PE. Sedangkan variasi temperatur mixer 160°C, 165°C, 170°C 175°C, 180°C. Dilakukan pengujian kekuatan tarik dengan menggunakan mesin uji tarik, dan dari pengujian yang dilakukan pada penelitian ini diperoleh temperatur pada proses mixing adalah 175°C yang paling optimal untuk pemakaian plastic injection molding.
Show more

141 Read more

Studi Temperatur Optimal Terhadap Sifat Mekanik Dengan Campuran Bahan Polypropylene Dan Polyethylene Pada Proses Mixing

Studi Temperatur Optimal Terhadap Sifat Mekanik Dengan Campuran Bahan Polypropylene Dan Polyethylene Pada Proses Mixing

Namun, tidak jarang dijumpai kasus - kasus pada penggunaan barang – barang yang berbahan baku plastik yang membuat penggunaan tersebut kurang efisien seperti, mudah pecah, rapuh, tidak ulet, dan tidak tahan terhadap beban yang tidak terlalu berat, sehingga dibutuhkan suatu perubahan pada proses pembuatan barang – barang yang berbahan baku plastik tersebut, seperti komposisi campuran bahan baku plastik, proses pencampuran bahan baku, pemilihan temperatur optimal pada saat pencampuran untuk pemakaian injection molding, sehingga didapat hasil yang lebih baik. Hal ini lah yang mendasari sehingga penulis melakukan penelitian studi temperatur optimal terhadap campuran bahan polypropilene dan polyetilene pada proses mixing untuk pemakaian plastic injection molding. Dimana, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan suatu formula/komposisi campuran bahan baku plastik yang sangat baik untuk selanjutnya dipakai pada proses injection molding dengan memvariasikan komposisi perbandingan volume campuran dan temperature pada saat dilakukan proses pencampuran, kemudian memilih variasi yang paling optimal.
Show more

144 Read more

CACAT PENYUSUTAN (SHRINKAGE) DAN KEKUATAN TARIK CAMPURAN POLYPROPYLENE DAN POLYETHYLENE AKIBAT VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PADA INJECTION MOULDING

CACAT PENYUSUTAN (SHRINKAGE) DAN KEKUATAN TARIK CAMPURAN POLYPROPYLENE DAN POLYETHYLENE AKIBAT VARIASI TEMPERATUR DAN WAKTU TAHAN PADA INJECTION MOULDING

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul: “Cacat Penyusutan (Shrinkage) Dan Kekuatan Tarik Campuran Polypropylene Dan Polyethylene Akibat Variasi Temperatur Dan Waktu Tahan Pada Injection Moulding” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada instansi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmiah yang harus dijunjung tinggi.

16 Read more

PENGARUH PROSENTASE SEKAM PADI TERHADAP KEKUATAN TARIK NANO KOMPOSIT HDPE (HIGH DENSITY POLYETHYLENE) DENGAN PROSES INJECTION MOULDING PADA TEMPERATUR 150˚C

PENGARUH PROSENTASE SEKAM PADI TERHADAP KEKUATAN TARIK NANO KOMPOSIT HDPE (HIGH DENSITY POLYETHYLENE) DENGAN PROSES INJECTION MOULDING PADA TEMPERATUR 150˚C

The process in this study uses tensile strain process; rice husk is refined by using rotap sieve to get particle by measurement of 466 nano. Then, the husk is combined by plastic HDPE (High Density PolyEthylene) by husk percentage of 0%, 5%, 15%, 20%, 30 and is processed in injection molding by temperature of 150°C.

1 Read more

PENGARUH PENGGUNAAN SERAT HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BETON

PENGARUH PENGGUNAAN SERAT HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BETON

Dalam perencanaan struktur beton tegangan tarik pada daerah beton tarik akan ditahan oleh serat-serat tambahan ini, sehingga kuat tarik beton serat dapat lebih tinggi dibanding kuat tarik beton biasa. Di negara-negara maju seperti Amerika dan Inggris, para peneliti telah berusaha memperbaiki sifat-sifat kurang baik dari beton tersebut dengan cara menambahkan serat pada adukan beton. Pemikiran dasarnya adalah menulangi beton denganserat yang disebarkan merata ke dalam beton segar, sehingga dapat mencegah terjadinya retakan retakan beton yang terlalu dini, baik akibat panas hidrasi maupun pembebanan.
Show more

19 Read more

PENGARUH PENGGUNAAN SERAT HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BETON

PENGARUH PENGGUNAAN SERAT HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) SEBAGAI BAHAN TAMBAH DALAM CAMPURAN BETON TERHADAP KUAT TARIK BETON

Tugas akhir ini kami tulis dengan judul PENGARUH PEMBERIAN CACAHAN PLASTIK HDPE (HIGH DENSITY POLY-ETHYLENE) SEBAGAI SERAT TERHADAP KUAT LENTUR BETON SERAT untuk memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang.

13 Read more

ANALISA KOMBINASI KOMPOSISI PEMBUATAN BENANG PLASTIK GUNA MEMINIMALKAN PENGGUNAAN POLYPROPELENE DAN KEKUATAN TARIK OPTIMAL.

ANALISA KOMBINASI KOMPOSISI PEMBUATAN BENANG PLASTIK GUNA MEMINIMALKAN PENGGUNAAN POLYPROPELENE DAN KEKUATAN TARIK OPTIMAL.

Untuk menagatasi masalah tersebut, maka perlu diadakan penelitian dalam menganalisa kombinasi komposisi dominan yang berpengaruh pada nilai kekuatan tarik benang plastik tersebut, salah satu metode yang digunakan ialah dengan menggunakan Analisa Kombinasi Komposisi. Analisa Kombinasi Komposisi merupakan metodologi dalam bidang teknik yang bertujuan untuk memperbaiki meminimalkan bahan baku utama produk dalam waktu yang bersamaan menekan biaya dan sumber daya seminimal mungkin. Sehingga dengan Analisa tersebut mampu untuk meminimalkan bahan baku utama dengan kekuatan tarik yang optimal dan masih dalam standar SNI. Produk atau proses ”tidak sensitif”
Show more

146 Read more

ANALISA KOMBINASI KOMPOSISI PEMBUATAN BENANG PLASTIK GUNA MEMINIMALKAN PENGGUNAAN POLYPROPELENE DAN KEKUATAN TARIK OPTIMAL

ANALISA KOMBINASI KOMPOSISI PEMBUATAN BENANG PLASTIK GUNA MEMINIMALKAN PENGGUNAAN POLYPROPELENE DAN KEKUATAN TARIK OPTIMAL

PT. Kerta Rajasa Raya merupakan produsen karung plastik. Kekuatan karung tergantung pada kekuatan benang plastik untuk menahan beban. Dalam hal ini, perusahaan masih belum mengetahui secara pasti komposisi yang berpengaruh pada kekuatan tarik secara sistematis pada benang plastik tipe Woven Bag.

22 Read more

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG BETON ASPAL PADA CAMPURAN YANG MEMPERGUNAKAN HIGH STIFFNESS MODULUS ASPHALT

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP KUAT TARIK TIDAK LANGSUNG BETON ASPAL PADA CAMPURAN YANG MEMPERGUNAKAN HIGH STIFFNESS MODULUS ASPHALT

High Stiffness Modulus Asphalt (HSMA) adalah bahan pengikat berupa aspal yang telah mengalami proses tertentu sehingga mampu memberikan ketahanan akibat rutting dan menahan kelelahan (fatigue). HSMA ini umumnya dipergunakan sebagai bahan pengikat pengganti aspal untuk lapis permukaan perkerasan yang memiliki kekuatan lebih baik sehingga lebih awet. Ketahanan terhadap temperatur tinggi menjadi pertimbangan penting dalam pemilihan bahan pengikat untuk lapisan perkerasan.

10 Read more

Pengaruh Variasi Campuran Dan Temperatur Polypropylene, Polyethylene, Dan Polystyrene Pada Proses Plastic Molding

Pengaruh Variasi Campuran Dan Temperatur Polypropylene, Polyethylene, Dan Polystyrene Pada Proses Plastic Molding

ix ABSTRAK Dewasa ini, pemakaian barang-barang yang terbuat dari bahan baku plastik semakin meningkat. Hal ini dikarenakan plastik mempunyai banyak kelebihan- kelebihan yang mulai diperhitungkan oleh masyarakat. Keunggulan plastik pada umumnya adalah lebih efisien dibandingkan penggunaan logam atau kayu dan juga proses pengerjaannya yang relatif sederhana. Selain efisien, plastik juga lebih ringan, lebih murah dan mudah dibentuk. Salah satu proses yang digunakan untuk membuat produk dari bahan baku plastik adalah proses plastic molding. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas suatu produk pada proses plastik molding yaitu komposisi bahan baku plastik. Hal inilah yang mendasari sehingga penulis melakukan penelitian pengaruh variasi komposisi dan temperatur bahan baku plastik pada proses injection molding dan compression molding dengan bahan baku. Campuran polyethylene (PE), polypropylene (PP), polystyrene (PS) dengan komposisi masing – masing 55%, 35%, 10% dicetak dengan proses injeksi molding. Suhu injeksi yang digunakan adalah 150 o C, 175 o C, dan 200 o C. Dari pengujian tarik yang dilakukan diperoleh kekuatan tarik (tensile strength) masing – masing temperatur berturut – turut sebesar 14,39 MPa, 12,44 MPa, dan 6,09 MPa. Terjadi penyusutan yang sangat besar terutama pada temperatur 200 o C.
Show more

111 Read more

STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN Al-Si DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR

STUDI TEMPERATUR TUANG TERHADAP KEKUATAN TARIK PADUAN Al-Si DENGAN MENGGUNAKAN CETAKAN PASIR

Dalam proses pengecoran meliputi peleburan logam hingga mencair, proses penuangan logam cair kedalam cetakan dan proses pendinginan. Ketiga proses tersebut sangat berpengaruh terhadap sifat fisis dan mekanis dari produk yang dihasilkan. Dalam proses pengecoran aluminium paduan tidak terlepas dari berbagai macam cacat yang terjadi seperti porositas, penyusutan, hot tearing, lubang kecil, misrun dan blister. Cacat yang terjadi pada produk pengecoran biasanya disebabkan oleh pencampuran yang kurang merata. Temperatur penuangan logam cair dalam cetakan yang tidak tepat, pembekuan yang terlalu cepat serta desain cetakan yang tidak efektif (Bahtiar, 2012). Pada proses pengecoran merupakan salah satu teknik pembuatan produk dimana material dicairkan ke dalam tungku peleburan kemudian dituangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk (pulley) cor yang akan dibuat. Cetakan yang sering digunakan untuk pengecoran antara lain: cetakan pasir basah, cetakan semen proses dan cetakan tanah liat. Dalam penelitian ini menggunakan cetakan pasir dimana pasir yang digunakan dalam pembuatan cetakan pada umumnya adalah pasir yang langsung dari alam. Pasir yang digunakan dicampur dengan unsur-unsur lain seperti semen, tetes tebu, dan air.
Show more

5 Read more

PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK POLYETHYLENE (PE) DAN HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) PADA CAMPURAN LATASTON-WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

PENGARUH PENGGUNAAN PLASTIK POLYETHYLENE (PE) DAN HIGH DENSITY POLYETHYLENE (HDPE) PADA CAMPURAN LATASTON-WC TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL

The increase in road traffic during the last two decades in combination with an insufficient degree of maintenance due to shortage in funds has caused an accelerated and continuous deterioration of the road network. To alleviate this process, several types of measures may be effective, e.g., securing funds for maintenance, improved roadway design, use of better quality of materials and the use of more effective construction methods. Aspalt can also be modified by adding different types of additive. One of these additives is the polymers such as Polyethylene (PE) and High Density Polyethylene (HDPE). The addition of polymers typically increases the stiffness of the aspalt and improves its temperature susceptibility. Increased stiffness improves the rutting resistance of the mixture in hot climates and allows the use of relatively softer base aspalt, which in turn,provides better low temperature performance. This study was conducted to determine the effect of utilizing Polyethylene (PE) and High Density Polyethylene (HDPE) as a mixture of thin layer of asphalt concrete in wearing course (Lataston_WC) using Marshall design parameters. The parameters assessed are the stability, flow, the percentage of air void in the mixture (VIM), the percentage of void in the mineral aggregate (VMA), the percentage of void filled with aspalt (VFA), and Marshall Quotient (MQ). Marshall samplers prepared with the PE and HDPE modified aspalt binder provide the specification limits. The percentage of PE and HDPE as asphalt mixture is 0%, 2%, 4% and 6% by weight of the asphalt. The result of Marshall test showed that the value of stability, flow and VFA have tendencey to increase with incresing of percentage of PE and HDPE. But, the value of VIM, VMA and MQ have tendency to decrease with incresing of percentage of PE and HDPE. It can be seen that effect of addition HDPE on aspalt mixture provide the value of Marshall characteriscs are better than aspalt mixture with PE.
Show more

13 Read more

PENGARUH TEMPERATUR YANG DITINGGIKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH.

PENGARUH TEMPERATUR YANG DITINGGIKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH.

Pada umumnya semua logam tidak kehilangan tegangan serta kekakuannya dan bahkan memiliki kenaikan keuletan dengan kenaikan temperatur ruang. Para ahli mengatakan bahwa fase atau struktur dari logam berubah dengan kenaikan temperatur yang dengan sendirinya mempunyai konsekuensi terhadap sifat-sifat mekanisnya seperti: tarik ,tekan geser puntir,lengkung dan tekuk.hubungan antara kemampuan logam maka bisa dimengerti bahwa akibat panas ini maka bisa merngubah modulus elastisitas dari logam akan menurun. Panas juga bisa mengubah ikatan-ikatan antar atom, Sehingga bukan hanya menimbulkan fungsi-fungsi mekanis tapi juga sifat elektrikal (elektrical properties) dari logam tersebut. Logam diberi perlakuaan panas pada suhu tertentu lalu ditarik. Proses ini bisa mengubah karekteristik suatu
Show more

7 Read more

PENGARUH TEMPERATUR YANG DITINGGIKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH

PENGARUH TEMPERATUR YANG DITINGGIKAN TERHADAP KEKUATAN TARIK BAJA KARBON RENDAH

Pada umumnya semua logam tidak kehilangan tegangan serta kekakuannya dan bahkan memiliki kenaikan keuletan dengan kenaikan temperatur ruang. Para ahli mengatakan bahwa fase atau struktur dari logam berubah dengan kenaikan temperatur yang dengan sendirinya mempunyai konsekuensi terhadap sifat-sifat mekanisnya seperti: tarik ,tekan geser puntir,lengkung dan tekuk.hubungan antara kemampuan logam maka bisa dimengerti bahwa akibat panas ini maka bisa merngubah modulus elastisitas dari logam akan menurun. Panas juga bisa mengubah ikatan-ikatan antar atom, Sehingga bukan hanya menimbulkan fungsi-fungsi mekanis tapi juga sifat elektrikal (elektrical properties) dari logam tersebut. Logam diberi perlakuaan panas pada suhu tertentu lalu ditarik. Proses ini bisa mengubah karekteristik suatu
Show more

7 Read more

Perbandingan Penggunaan Polypropilene (Pp) Dan High Density Polyethylene (Hdpe) Pada Campuran Laston_wc

Perbandingan Penggunaan Polypropilene (Pp) Dan High Density Polyethylene (Hdpe) Pada Campuran Laston_wc

Aspalt can be modified by adding different types of additive. One of these additives is the polymers such as Polypropilene (PP) and High Density Polyethylene (HDPE). The addition of polymers typically increases the stiffness of the aspalt and improves its temperature susceptibility. Increased stiffness improves the rutting resistance of the mixture in hot climates and allows the use of relatively softer base aspalt, which in turn,provides better low temperature performance. This study was conducted to determine the effect of utilizing PP and HDPE as a mixture of asphalt concrete in wearing course (Laston_WC) using Marshall design parameters. The parameters assessed are the stability, flow,VIM,VMA, VFA and MQ. The percentage of PP and HDPE as asphalt mixture is 0%, 2%, 4% and 6% by weight of the asphalt. The result of Marshall test showed that the value of stability, flow, VFA and MQ have tendencey to increase with incresing of percentage of PP and HDPE. But, the value of VIM and VMA have tendency to decrease with incresing of percentage of PP and HDPE. It can be seen that effect of addition PP on aspalt mixture provide the value of Marshall characteriscs are better than aspalt mixture with HDPE.
Show more

9 Read more

Studi Tentang Pengaruh  Variasi Temperatur Dan Putaran Ekstruder Berkapasitas Maksimum 900 Kg/Jam  Pada Proses Pembuatan Pipa Air Dengan Komposisi Beberapa Jenis Thermoplastik.

Studi Tentang Pengaruh Variasi Temperatur Dan Putaran Ekstruder Berkapasitas Maksimum 900 Kg/Jam Pada Proses Pembuatan Pipa Air Dengan Komposisi Beberapa Jenis Thermoplastik.

Tepung putih dengan masa jenis 1,4 ini, baik dalam ketahanan air, ketahanan asam dan ketahanan alkali, tidak bersifat racun dan tidak menyala, isolasi listriknya baik dan tahan terhadap banyak larutan. Melunak pada suhu 65-68 o C dan plastis pada suhu 120- 150 o C. Mencair pada atau diatas suhu 170 o C dan terurai memberikan asam klorida pada atau di atas suhu 190 o C. Temperatur yang cocok untuk pengolahan adalah 150-180 o C, perlu diperhatikan (Surdia, Tata 2005). Akan tetapi sifat-sifat tersebut dapat berubah tergantung pada sistem produksi yang menyangkut keteraturan stereo pada polimer dan derajat polimerisasinya, oleh karena itu perlu dipilih bahan yang cocok untuk memenuhi keperluan. Derajat polimerisasi yang tinggi dari bahan memberikan sifat mekanik yang baik, tetapi temperatur proses tinggi dan sempit daerahnya. Kalau derajat polimerisasi rendah, maka sebaliknya sifat-sifat mekaniknya menjadi buruk, tetapi pemrosesanya mudah dan bersifat lebih rekat.
Show more

100 Read more

Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Terhadap Temperatur dan Tensile Strength pada Friction Welding dengan Material High-Density Polyethylene

Studi Eksperimen Pengaruh Variasi Kecepatan Putar Terhadap Temperatur dan Tensile Strength pada Friction Welding dengan Material High-Density Polyethylene

Gesekan yang terjadi akan menimbulkan panas dan menyebabkan keausan. Keausan yang lebih besar terjadi pada bahan yang lebih lunak. Salah satunya pada material polyethylene. Polyethylene merupakan salah satu jenis polimer termoplastik yang sering digunakan pada kehidupan sehari- hari. Polyethylene (PE) biasanya digunakan sebagai pipa saluran, botol plastik, bahan cetakan, dan handle. Dalam penggunaannya banyak terjadi kontak dengan bahan-bahan kimia sehingga produk harus memiliki resistensi terhadap bahan kimia tersebut. Salah satunya sebagai kajian prosthesis sendi rahang manusia yang menggunakan material komposit Hidroksiapatit (HA) dan Polymethyl Methacrylate (PMMA) dengan Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) [3]. Proses penyambungan PE selain menggunakan lem dan penambahan shock, bisa juga dengan pengelasan gesek (friction welding).
Show more

6 Read more

Show all 10000 documents...