Top PDF Terapi Gen Pada Penyakit Kanker

Terapi Gen Pada Penyakit Kanker

Terapi Gen Pada Penyakit Kanker

Terapi gen mungkin menjadi sangat efektif bila di- kombinasikan dengan terapi ti- pe lain seperti kemoterapi dan radiote-rapi. (Moon, C., et.al, 2003) Banyak studi menunjuk- kan bahwa terdapat potensi yang besar untuk mengkom- binasikan terapi gen dengan pendekatan farmasi, imunologis dan radioterapi untuk mem- bunuh sel-sel kanker secara lebih efektif dan dalam jumlah yang besar. Pengembangan tek- nik untuk pengiriman gen-gen supresor tumor secara sistemik adalah penting dalam aplikasi terapi gen. Masih panjang jalan ke depan sebelum hasil dari studi preklinik dan klinik dari strategi terapi gen mencapai po- tensi yang penuh, namun demi- kian strategi ini telah menun- jukkan betapa pentingnya terapi gen sebagai langkah ke depan pada penanganan kanker. (Moon, C., et.al, 2003) Terapi gen merupakan integrasi dari berbagai sub bidang ilmu ke- dokteran, oleh karena itu kema- juan di bidang genetik/geno- mik, vektorologi, biologi sel-sel tunas dan imunologi akan mem- percepat studi tentang prinsip- prinsip dan keamanan terapi gen menuju tercapainya standar
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Model Matematika Terapi Gen untuk Perawatan Penyakit Kanker

Model Matematika Terapi Gen untuk Perawatan Penyakit Kanker

Salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama kematian di dunia adalah kanker. Kanker muncul akibat pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh manusia yang dapat berkembang dengan cepat dan tak terkendali. Sel merupakan bagian terkecil dari tubuh dan kanker terjadi mulai dari sel yang normal. Beberapa tipe kanker meliputi kanker payudara, kanker serviks, kanker otak, kanker paru-paru, dan kanker tulang. Kanker disebabkan oleh zat kimia, minuman alkohol, radiasi matahari yang berlebihan, perbedaan genetik, dan sebagainya [3]. Berbagai cara dilakukan untuk menyembuhkan atau menghambat pertumbuhan penyakit kanker. Adapun jenis perawatan, seperti: Operasi,Terapi radiasi, Kemoterapi, Target terapi, Imunoterapi (immunotherapy), Terapi hormonal, inhibitor Angiogenesis, perawatan paliatif, dan terakhir adalah terapi gen(gene therapy). Masing- masing terapi memiliki efek samping, contoh: efek kemoterapi yang paling sering terjadi adalah mual-muntah, menekan produksi darah (mielosupresi), kelelahan, rambut rontok dan sariawan. Efek samping terjadi, akibat obat kemoterapi tidak hanya membunuh sel kanker tapi juga sel normal yang ikut membelah cepat. Seperti, sel saluran pencernaan, kulit, rambut dan sperma [5]. Oleh karena itu, dikembangkan terapi yang lain untuk pengobatan kanker seperti terapi gen (gene therapy).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Kumpulan Jurnal Penyakit Kanker  | ipi72464

Kumpulan Jurnal Penyakit Kanker | ipi72464

bolik kongenital menjadi tumor- tumor malignan yang tidak da- pat disembuhkan oleh pengobat- an yang ada dan bahkan penya- kit-penyakit tumor jinak kronis yang menyebabkan penurunan kualitas hidup. (Yoshida, J. et al.,2004) Para peneliti melihat potensi terapi gen untuk pena- nganan kanker, suatu penyakit akibat abnormalitas regulasi dan ekspresi gen. Walaupun kemote- rapi dan radioterapi memper- panjang kemampuan bertahan hidup dan dapat mengobati kan- ker pada beberapa kasus, namun kekurangan- kekurangannya pun banyak. Sel–sel target kemote-rapi adalah sel-sel yang berpro- liferasi, bukan sel-sel kanker secara spesifik. Kemoterapi juga mempunyai efek samping se- hingga dosis yang diperboleh- kan terbatas, dan pada sebagian besar tumor-tumor solid terjadi kekambuhan yang cepat setelah terapi. Berbeda dari terapi konvensional, terapi gen untuk kanker menjanjikan pengobatan yang spesifik terhadap kanker, efek toksik yang lebih sedikit dan potensi yang lebih besar untuk sembuh. (Ming, Y. 1996)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN.

SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN.

Interval waktu sejak inokulasi sampai tanaman layu total adalah kriteria utama penilaian resistensi genotipe tomat. Sampai pelaporan ini baru diketahui ge- notipe tomat liar yang benar-benar resisten Cmm, perlu di uji berbagai isolat Cmm terhadap semua genotipe tomat agar memenuhi kaidah gene for gene hypothesis. Genotipe tomat resisten Cmm bisa berguna sebagai sumber gen ketahanan dalam merakit ganotipe tomat tahan penyakit kanker bakteri.

12 Baca lebih lajut

SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavi

SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavi

Interval waktu sejak inokulasi sampai tanaman layu total adalah kriteria utama penilaian resistensi genotipe tomat. Sampai pelaporan ini baru diketahui ge- notipe tomat liar yang benar-benar resisten Cmm, perlu di uji berbagai isolat Cmm terhadap semua genotipe tomat agar memenuhi kaidah gene for gene hypothesis. Genotipe tomat resisten Cmm bisa berguna sebagai sumber gen ketahanan dalam merakit ganotipe tomat tahan penyakit kanker bakteri.

1 Baca lebih lajut

SEJARAH SINGKAT TERAPI KANKER PAYUDARA

SEJARAH SINGKAT TERAPI KANKER PAYUDARA

Kemajuan besar berikutnya dalam manajemen bedah kanker payudara adalah pengembangan operasi pembedahan payudara. Operasi pembedahan payudara dan perawatan radium pertama kali dilaporkan oleh Geoffrey Keynes dari Rumah Sakit St Bartholomew, London di British Medical Journal pada tahun 1937.10 Beberapa dekade kemudian, NSABP meluncurkan percobaan B-06, sebuah studi fase III yang mengacak 1851 pasien dengan mastektomi total, lumpektomi saja, atau lumpektomi dengan iradiasi payudara. Hasilnya menunjukkan tidak ada perbedaan bebas penyakit, bebas penyakit jauh, dan kelangsungan hidup keseluruhan di antara ketiga kelompok tersebut; Namun, penghilangan terapi radiasi menghasilkan tingkat kekambuhan tumor ipsilateral yang secara signifikan lebih tinggi pada mereka yang menerima lumpektomi sendiri.11 Percobaan B-06 mengecualikan pasien yang memiliki kelenjar getah bening aksila teraba dan pasien yang diacak untuk operasi pembedahan payudara telah melakukan pembekuan beku. dan jika pada bagian beku margin itu dilibatkan, ahli bedah melanjutkan untuk melakukan mastektomi tetapi pasien dimasukkan dalam analisis seolah-olah mereka menjalani operasi pelunakan payudara. Selanjutnya, pada kelahiran lokal B- 06, rekurensi di dalam payudara dianggap sebagai "kejadian non-" dalam hal
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

penyakit KANKER PARU 1 contoh

penyakit KANKER PARU 1 contoh

Usaha–usaha preventif seharusnya dapat dilakukan karena kaitan antara bahan karsinogen yang terkandung dalam asap rokok dan polusi udara telah dapat dibuktikan secara ilmiah sebagai bagian dari patogenesis kanker paru. Tetapi usaha preventif primer yaitu mencegah orang merokok sangat sulit untuk dilakukan, demikian juga usaha penemuan penyakit pada tahap dini juga belum menggembirakan. Akibatnya sangat sedikit penderita yang terdeteksi pada stage dini, hal ini mengakibatkan terapi tidak dapat lagi diberikan untuk tujuan kuratif. Di sisi lain tampak bahwa pemberian multi- modality terapi pada penderita dapat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan mereka yang hanya menerima modaliti tunggal. Bagaimanapun pembedahan masih merupakan pengobatan kanker paru yang memberikan hasil yang paling baik, bila dilakukan pada derajat yang operabel, yaitu stage I dan II (intrapulmoner, intratorakal) serta pada jenis histologis yang cocok untuk tindakan tersebut. Tetapi kesimpulan dari berbagai data menunjukkan bahwa umur tahan hidup 5 tahun penderita kanker paru dengan TNM stage T1N0 dan T2N0 serta telah menjalani reseksi lengkap (complete resection) masih berkisar antara 40-50% (Deslauriers, 2000). Di luar negeri angka tersebut cukup tinggi, sedangkan data di Indonesia hanya 10-25% penderita menjalani pembedahan (Busroh, 1988) dengan angka tahan hidup penderita kanker yang dibedah 1 tahun 56,6%, 2 tahun 16,4% dan 5 tahun 2,4% ( Burhan, 2004).
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Ringkasan - SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN.

Ringkasan - SELEKSI RESISTENSI TOMAT LIAR ENDEMIK TERHADAP PENYAKIT KANKER BAKTERI YANG DISEBABKAN Clavibacter michiganensis subsp. michiganensis SEBAGAI SUMBER GEN KATAHANAN.

Penyakit kanker bakteri disebabkan Clavibacter michiganensis saubsp. michiganensis (Cmm), merupakan penyakit yang sangat merusak dan paling berbahaya menyerang tomat di seluruh dunia. Zainal et al. (2008) melaporkan ditemukan Cmm pada sentra produksi tomat di pulau Jawa dan Sumatera. Persentase tanaman yang diduga terserang Cmm di berbagai lokasi sentra produksi tomat masih cukup rendah diduga penyakit ini masih baru di Indonesia. Perlu diingat jika hal ini dibiarkan bukan tidak mungkin dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama akan muncul ledakan penyakit (outbreak) yang akan merugikan petani.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Terapi kanker payudara stadium 0 (non- invasif)

Terapi kanker payudara stadium 0 (non- invasif)

LCIS: Karena jenis ini bukan kanker yang sebenarnya, tidak ada terapi segera atau aktif yang disarankan untuk wanita dengan LCIS. Namun karena LCIS mningkatkan resiko perkembangan kanker invasif di kemudian hari, mengikuti perjalanan penyakit/ follow-up sangatlan penting. Dalam hal ini mammogram tahunan dan uji klinis payudara perlu dilakukan. Follow-up untuk kedua payudara perlu dilakukan karena biasanya jika terdapat LCIS pada satu payudara maka resiko terjadi kanker sama meningkatknya untuk kedua sisi payudara. Walaupun tidak ada bukti yang cukup untuk menyarankan MRI rutin sebagai tambahan mammogram untuk wanita dengan LCIS, sebaiknya dianjurkan untuk berkonsultasi dengan klinisi mengenai manfaat dan
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Jamu Pada Pasien Tumor/Kanker Sebagai Terapi Komplementer

Jamu Pada Pasien Tumor/Kanker Sebagai Terapi Komplementer

Tumor/kanker adalah penyakit yang harus didiagnosa sesuai dengan kaidah kedokteran modern menggunakan sarana diagnosis yang berlaku dalam ilmu kedokteran barat, misalnya dengan radiodiagnostik, patologi anatomi/klinik atau peralatan canggih lainnya. Ada empat metode konvensional standar untuk pengobatan kanker yaitu pembedahan, kemoterapi, terapi radiasi, dan hormone terapi (terapi biologis). 6,12 Akan tetapi, pada kenyataannya dengan 4 modalitas utama ini saja seringkali kanker belum bisa diatasi. Beberapa pasien yang dalam pengobatannya dikombinasikan dengan tanaman obat, sel darah merah dan putihnya tidak mengalami penurunan seperti yang terjadi pada pasien yang hanya menjalani terapi konvensional. Pasien yang menjalani terapi konvensional terutama kemoterapi, umumnya daya tahan tubuhnya akan menurun drastis. Dengan, daya tahan tubuh rendah mengakibatkan sel-sel kanker lebih mudah menyebar dan sisa-sisa sel kanker yang tidak terangkat bisa menyebar lagi. 12
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

RNA THERAPEUTIC, PENDEKATAN BARU DALAM TERAPI GEN

RNA THERAPEUTIC, PENDEKATAN BARU DALAM TERAPI GEN

pula menjadi pendukung harapan tersebut. D iband ing kan d eng an terapi antibodi, terapi siRNA pem- buatannya relatif lebih mudah dan sistem penghantarannya relatif lebih murah pula. Studi in vitro dari RNAi saat ini sedang difokuskan terutama pada terapi infeksi virus dan kanker, dan tampaknya penggunaan klinik aw al bag i terap i RN A i nantiny a adalah lebih utama kepada kedua p enyakit tersebut (A d ams, 2005). Beberapa penelitian in vitro aktivitas RNA i yang telah dilaporkan antara lain adalah menghambat pemben- tukan sel kanker dengan jalan meng- hambat ekspresi gen Ras yang ter- mutasi yang banyak ditemukan pada berbagai tipe kanker, gen human pap- illoma virus (HPV) E6 dan E7, faktor transkripsi, serta ekspresi berlebihan d ari p ro to -o nko g en sep erti Bcl-2 (Lucentini, 2004; Yague, et al., 2004), pada Leukemia-associated tyrosine kinase fusion (TEL-PDGFbR) (Chen, et al., 2004), dan erb B2 (Kawasaki & Tarai, 2004).
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Protein RPGRIP1L pada Pembentukan Silia Primer sebagai Kandidat Target Terapi Gen Penyakit Siliopati | Williantarra | Cermin Dunia Kedokteran 1 SM

Pengaruh Protein RPGRIP1L pada Pembentukan Silia Primer sebagai Kandidat Target Terapi Gen Penyakit Siliopati | Williantarra | Cermin Dunia Kedokteran 1 SM

Silia primer yang pada mulanya dianggap sebagai organel tanpa fungsi khusus, ternyata saat ini diketahui merupakan pusat koordinasi berbagai jalur transduksi sinyal sel. Salah satu penyakit siliopati dengan manifestasi klinis terberat adalah sindrom Meckel (MKS) dan sindrom Joubert (JBTS). Kedua sindrom ini disebabkan oleh absennya protein RPGRIP1L pada zona transisi silia primer. Penelitian ini bertujuan melihat pentingnya peran RPGRIP1L dalam ciliogenesis. RPGRIP1L diredam ekspresinya dan diperiksa pengaruhnya terhadap: (1) frekuensi ciliogenesis, (2) tingkat ekspresi protein pada jalur sinyal Hedgehog, dan (3) lokalisasi protein silia primer lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa absennya RPGRIP1L menurunkan frekuensi ciliogenesis hingga 46%. Turunnya frekuensi ciliogenesis ini bukan disebabkan karena turunnya tingkat ekspresi protein silia primer, melainkan kesalahan lokalisasi; hanya protein yang terlibat pada proses awal ciliogenesis sebelum pembentukan zona transisi yang terlokalisasi dengan tepat tanpa adanya RPGRIP1L. Tidak terekrutnya protein di silia primer mengindikasikan fungsi RPGRIP1L sebagai perancah bagi protein-protein silia primer lainnya. Selain itu, tanpa adanya RPGRIP1L, aksonema tidak dapat tumbuh dari sentriol walaupun protein selubung sentriol, CP110, telah dilepaskan oleh TTBK2.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

REGULASI TIMBAL BALIK ANTARA NUTRISI DAN EKSPRESI GEN-GEN TERKAIT PENYAKIT DALAM KAJIAN NUTRIGENOMIK DAN NUTRIGENETIK

REGULASI TIMBAL BALIK ANTARA NUTRISI DAN EKSPRESI GEN-GEN TERKAIT PENYAKIT DALAM KAJIAN NUTRIGENOMIK DAN NUTRIGENETIK

Saat ini telah dikembangkan terapi herbal untuk kanker dengan menitik beratkan pada pengobatan tradisional, prinsip utama pengobatan untuk meningkatkan kekebalan/ketahanan tubuh sehingga dapat melawan sel-sel kanker. Untuk pengobatan kanker dengan ramuan herbal adalah suatu pengobatan dengan menggunakan berbagai macam ekstrak dari tumbuh-tumbuhan, contohnya, ekstrak dari keladi tikus (ekstrak Typhonium flagelliforme) yang dikombinasikan dengan bahan alami lainnya yang diolah secara modern, yang dapat membantu detoksifikasi jaringan darah dan menstimulasi sistem kekebalan tubuh untuk bersama-sama memberantas sel kanker. Studi pada sekelompok volunteer diberi diet serat tinggi mengindikasikan bahwa diet dengan biji gandum dan selulosa mengurangi konsetrasi fecal secondary bile acids, dimana bile acids, merupakan faktor stimulan terjadinya kanker usus dan peningkatan proliferasi sel-sel epitel usus. Kelebihan diet biji gandum dan selulosa tidak mempengaruhi pada ekskresi fecal setiap harinya (Reddy et al., 1989).
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Potensi MiRNA sebagai Biomarker dan Target Terapi pada Penyakit Kanker

Potensi MiRNA sebagai Biomarker dan Target Terapi pada Penyakit Kanker

Beberapa tahun terakhir ini dipelajari bahwa sejumlah miRNA berperan dalam patogenesis berbagai kanker pada manusia. Fungsi miRNA yang hilang/menurun atau sebaliknya berupa fungsi mRNA yang meningkat berkontribusi terhadap perkembangan kanker. Lebih dari setengah gen-gen miRNA pada manusia berlokasi pada daerah genomik yang sering mengalami amplifikasi, delesi, dan translokasi terlibat dalam kanker. 13,15,16 Bukti pertama keterlibatan miRNA dalam kanker dilaporkan pada 2002, saat Calin menemukan dua gen miRNA yaitu miR-15a dan miR-16-1 pada daerah di kromosom 13q14 yang biasanya mengalami delesi pada leukemia limfositik kronik. Hilangnya miR-15a dan miR-16-1 terjadi pada hampir 70% leukemia limfositik kronik. 13 Delesi atau penurunan ekspresi miR-15a dan miR-16-1 juga ditemukan pada kanker prostat, limfoma, dan mieloma multipel. 16 Kemajuan dalam bidang penelitian kanker memberikan informasi bahwa kelainan regulasi ekpresi miRNA ditemukan pada sejumlah kanker manusia seperti leukemia, limfoma, glioblastoma, kanker kolon, kanker paru, kanker payudara, kanker prostat, kanker tiroid, kanker serviks, dan kanker ovarium. 13
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS MODEL MATEMATIKA TENTANG PENGARUH TERAPI GEN TERHADAP DINAMIKA PERTUMBUHAN SEL EFEKTOR DAN SEL TUMOR DALAM PENGOBATAN KANKER.

ANALISIS MODEL MATEMATIKA TENTANG PENGARUH TERAPI GEN TERHADAP DINAMIKA PERTUMBUHAN SEL EFEKTOR DAN SEL TUMOR DALAM PENGOBATAN KANKER.

Tumor adalah jaringan baru (neoplasma) yang timbul dalam tubuh akibat pengaruh berbagai faktor penyebab dan menyebabkan jaringan setempat pada tingkat gen kehilangan kendali normal atas pertumbuhannya. Tumor dibagi menjadi dua macam yaitu tumor jinak (benigh) dan tumor ganas (malignant) yang dapat disebut dengan kanker. Tumor jinak biasanya tidak menyebar ke jaringan lainnya sedangkan tumor ganas atau kanker dapat menginvasi jaringan lain sehingga jaringan menjadi rusak dan dapat menimbulkan kematian. Umumnya pengobatan pada tumor jinak dilakukan dengan cara operasi, sedangkan pengobatan pada tumor ganas tidak mungkin hanya dilakukan dengan operasi karena sel tumor telah menyebar di seluruh bagian tubuh. Pengobatan yang dilakukan hingga saat ini untuk mengatasi tumor ganas yaitu dengan kemoterapi, radiasi, immunoterapi, serta pengobatan dengan cara kombinasi antara satu pengobatan dengan pengobatan lainnya. Selain pengobatan konvensional tersebut, terdapat satu pengobatan yang merupakan pendekatan baru dalam pengobatan tumor ganas atau kanker, yaitu terapi gen.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Penggunaan komunikasi hipnosis dalam terapi kesehatan studi kasus pada pasien penyakit kanker

Penggunaan komunikasi hipnosis dalam terapi kesehatan studi kasus pada pasien penyakit kanker

Hipnoterapi telah cukup lama diterapkan dan terbukti memiliki beragam kegunaan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang berkenaan dengan emosi dan perilaku. Bahkan dalam menangani beberapa jenis penyakit medis serius seperti kanker dan serangan jantung, hipnotherapi dianggap sebagai bagian terapi komplementer yang mempercepat pemulihan kondisi seorang penderita penyakit. Hal ini sangat dimungkinkan karena hipnoterapi diarahkan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memprogram ulang penyika- pan individu terhadap penyakit yang dideritanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hipnosis sebagai terapi kesehatan terbukti memiliki dampak terhadap kinerja otak kanan dan otak kiri yang lebih stabil dan seimbang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Terapi Antiangiogenik pada Kanker Ovarium

Terapi Antiangiogenik pada Kanker Ovarium

kinase yang bekerja pada VEGFR-2 dan 3 serta reseptor beta PDGF. Obat ini sudah mendapat pengakuan FDA untuk terapi karsinoma ginjal dan sudah mulai diteliti untuk pengobatan kanker ovarium. GOG 170F adalah penelitian fase III yang meneliti penggunaan sorafenib tunggal pada pasien dengan kanker ovarium residif atau kanker peritoneum primer yang mengalami progresi dalam 12 bulan terapi berbasis platinum. Analisis pendahuluan pada 59 pasien didapatkan 12 pasien yang mengalami masa bebas progresi 6 bulan. Dua pasien mengalami respon parsial, 20 pasien dalam kondisi stabil (tetap), dan 30 mengalami progresi penyakit. Efek samping yang ditemukan antara lain kemerahan kulit, gangguan metabolik dan gangguan saluran cerna, kardiovaskuler serta paru. Tidak ditemukan kematian akibat efek terapi. Sorafenib juga telah diuji sebagai terapi kombinasi dengan gemcitabine pada penelitian fase I oleh Siu dan kawan-kawan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian pada 42 kasus, 6 diantaranya adalah pasien kanker ovarium stadium lanjut. Dua pasien mengalami respon parsial dan 12 pasien penyakitnya tetap. Penelitian acak fase II lainnya juga membandingkan efek sorafenib 400 mg dua kali sehari dengan plasebo pada wanita dengan kanker ovarium primer lanjut atau kanker peritoneum lanjut yang telah mengalami remisi komplit setalah pembedahan dan pemberian kemoterapi 1 kali. 17,18
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pembuatan Konstruksi Plasmid Pembawa Gen Apoptin Sebagai Tahap Awal Pengembangan Terapi Kanker Berbasis Gen.

Pembuatan Konstruksi Plasmid Pembawa Gen Apoptin Sebagai Tahap Awal Pengembangan Terapi Kanker Berbasis Gen.

kesehatan Pembuatan Konstruksi Plasmid Pembawa Gen Apoptin Sebagai Tahap Awal Pengembangan Terapi Kanker Berbasis Gen Kata kunci: apoptin, pHM6 Suyatmi; Wulandari, R.. Sri Fakultas [r]

1 Baca lebih lajut

Terapi Nutrisi pada Penyakit Kanker Pankreas

Terapi Nutrisi pada Penyakit Kanker Pankreas

dari 5 porsi (terutama biji utuh), membatasi daging merah yang banyak mengandung lemak, membatasi konsumsi alkohol dan menyeimbangkan asupan kalori dan aktivitas fisik. Nutrisi enteral melalui tube feeding diberikan bila asupan oral tidak adekuat. Sementara nutrisi parenteral merupakan pilihan apabila saluran cerna tidak dapat digunakan (obstruksi saluran cerna) dan pada pasien pre-operatif dengan kehilangan berat badan 15-20% dan tidak dapat diberikan nutrisi enteral secara adekuat. Pemberian lemak harus diperhatikan jumlahnya karena adanya malabsorpsi lemak akibat defisiensi enzim lipase sebagai efek dari kanker pankreas, kurang dari 30% kalori total. Sumber lemak sebaiknya yang berasal dari bahan nabati, yang mengandung lebih banyak asam lemak tak jenuh dibandingkan asam lemak jenuh. Sementara asupan protein bisa ditingkatkan antara 0,8-2,5 g/kgBB, disesuaikan dengan keadaan pasien. Sebagai sumber protein sebaiknya diperoleh dari ikan, ayam (terutama daging dada), tahu dan tempe, karena tidak banyak mengandung lemak. Rekomendasi asupan karbohidrat 45- 60% dari kalori total tergantung dari adanya insufiensi endokrin. Karbohidrat yang diberikan berupa karbohidrat kompleks. Asupan serat diusahakan paling tidak 25
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects